Kembali
16
1
2015 Jurnal Pustakawan Indonesia Vol 14 · 1 ISSN 1410-5551

Grown up digital : yang muda yang mengubah dunia

N/A

Introduction

Judul: Grown up digital : yang muda yang mengubah dunia Penulis: Don Tapscott Impresum: Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 2013 Kolasi: xxii, 521 p., 23 cm Buku ini diilhami oleh sebuah proyek penelitian seniali 4 juta dolar, The Net Generation : a strategic investigation, yang di danai oleh sejumlah perusahaan besar. Buku ini mempunyai judul asli Grown up digital : how the net generation is changing your world yang di-Indonesiakan menjadi Grown up digital : yang muda yang mengubah dunia dan diterbitkan versi terjemahannya oleh Gramedia Pustaka Utama. Buku ini ditulias oleh Don Tapscott yang sebelumnya menulis sebuah buku yang cukup fenomenal yaitu Wikinomics bersama Anthony Williams. Don Tapscott menyatakan bahwa dalam menulis buku ini dia dibantu oleh sebuah tim yang terdiri atas para peneliti, berusaha memahami implikas-implikasi pengalaman generasi net dengan teknologi digital terhadap komponen-komponen masyarakat yang lain serta mengatasi banyak isu yang diangkat dalam buku ini. Sebagai pendahuluan proyek awal buku ini didahului dengan melakukan wawancara terhadap 1.750 kaum muda dengan rentang usia 13 hingga 20 tahun di Amerika dan Kanada. Kemudian dilanjutkan dengan wawancara terhadap 5.935 orang yang berusia 16-29 tahun di 12 negara (Amerika Serikat Kanada, Inggris, Jerman, Prancis, Spanyol, Meksiko, Brasil, Rusia, Cina, Jepang dan India). Untuk kelengkapan penelitian juga diambil benchmark sample dari Gen Xer, berusia 30-41 tahun dan dari baby bomer berusia antara 42 hingga 61 tahun. Dengan total keseluruhan wawancara adalah 9442 orang. Wawancara dilakukan terhadap para pengguna internet secara acak untuk menghindari bias akibat unsur gender atau sosial ekonomi dan dilakukan secara online. Membaca buku, terutama bagi para orang tua yang terlahir dari generasi sebelumnya dapat membantu memahami kultur dan budaya yang berkembang di kalangan anak-anak generasi net. Banyak hal telah terjadi dan mengubah cara pandang mereka para generasi net terhadap dunia ini. Kita sebagai generasi terdahulu dituntut untuk dapat memahami dan mulai berpikir dengan lebih terbuka agar potensi negatif yang menjadi ikutan perkembangan teknologi tersebut menjadi hal positif yang mendorong kemajuan. Buku diawali dengan bab penda-huluan yang mengajak pembaca untuk memahami terlebih dahulu tentang generasi internet. Pemahaman akan ciri, kebiasaan, karakteristik dan bagaimana otak mereke bekerja dalam memahami dan mengatasi masalah, bab berikutnya kita akan melihat cara mereka bekerja dan mentransformasi diri pada masalah dan pekerjaan. Pada bab terakhir dibahas mengenai kiprah mereka dalam kehidupan bermasyarakat. Membaca buku ini kita dihadapkan pada suatu era yang menurut Don Tapscott yang tua belajar dari yang muda (generasi paling cerdas). Dalam masyarakat kita, terutama di negara berkembang seperti Indonesia yang masih kuat memegang adat ketimuran sering kali terjadi benturan antar generasi net ini dengan generasi-generasi sebelumnya. Benturan ini apabila diuraikan berujung pada pemahaman bahwa yang muda harus mengikuti yang tua, pemahaman ini masih dominan berkem-bang terutama berkaitan dengan cara memandang suatu masalah. Generasi net yang hidup dengan tingakat kehidupan yang lebih baik dan relatif tidak banyak mengalami kesulitan hidup akan memandang segala sesuatu dari sudut yang lebih luas, mereka cenderung untuk berpikir lebih obyektif, sedangkan pada generasi sebelumnya yang telah mangalami pasang surut kehidupan yang lebih kompleks memandang dunia dari sudut pandang diri mereka sendiri. Sehingga akibatnya banyak benturan terjadi, dan menganggap perkembangan teknologi infor-masi khususnya internet menjadi ancaman. Bagi para pustakawan terutama yang menjadi teaching librarian ataupun yang bergiat dalam bidang literasi informasi, buku ini layak dibaca, karena dapat memandu kita untuk memahami karakteristik generasi net yang menjadi pemustaka kita saat ini. Belajar dan memahami pola berpikir generasi net. Bagaimana mengoptimalkan teknologi informasi khususnya internet sebagai alat bantu untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Dan Tapscott sendiri dalam buku tidak menafikan adanya ruang gelap dan sisi negatif dari internet. Tugas kita sebagai orang tua dan sebagai generasi yang lebih senoir untuk mulai berpikir jernih dan bijak dalam menghadapi generasi net. (IRE)