KEGIATAN PERPUSTAKAAN KELILING DI KANTOR PERPUSTAKAAN ARSIP DOKUMENTASI KABUPATEN PESISIR SELATAN DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA MASYARAKAT TARUSAN
Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang
Abstract
This paper aims to: (1) to describe the implementation of a mobile library Library Archives Office Documentation in the South Coastal District to increase reading in Tarusan. (2) Describe any obstacles encountered Library bookmobile Office Documentation Archive South Coastal District in the implementation of activities in an effort to increase reading in Tarusan. Data collection methods were observation and interview. Observation is a way of collecting data by direct observation area to Tarusan with librarians. Data collection interview by talking directly with the public face to face or Tarusan and librarians who can provide information.
Keywords:
activities
· improve reading
Introduction
Membaca merupakan keterampilan yang diperoleh setelah seseorang dilahirkan, bukan keterampilan bawaan yang dapat dikembangkan, dibina dan dipupuk melalui kegiatan belajar mengajar. Lingkungan pendidikan merupakan basis yang sangat strategis untuk mengembangkan kebiasaan membaca, kegiatan membaca sudah semestinya merupakan aktivitas rutin sehari-hari bagi masyarakat ilmiah dan pendidikan untuk memperoleh pengetahuan atau informasi. Apabila masyarakat telah memiliki budaya membaca yang kuat maka kegiatan membaca bukanlah merupakan suatu yang perlu dimotivasi, tetapi sudah merupakan suatu kebutuhan yang timbul dari dalam diri masing-masing individu, hal seperti ini biasanya terjadi di Negara maju yang tingkat budaya bacanya sudah tinggi. Tetapi yang terjadi di Negara berkembang seperti Indonesia tidaklah demikian karena kegiatan membaca hanya dilakukan untuk tujuan paraktis saja. Salah satu tugas perpustakaan adalah membina minat baca bagi para pemakai jasa perpustakaan disamping tugas lainya. Dengan adanya pembinaan minat baca tersebut diharapkan pemakai dapat memenuhi kebutuhan untuk menambah pengetahuan, mendapatkan gagasan baru, memperluas cakrawala, wawasan dan pandangan, memperoleh pengetahuan-pengetahuan baru dan mempertinggi kemampuan untuk berfikir dan menilai lewat bacaan. Minat baca di kalangan masyarakat Tarusan masih sangat rendah, kurangnya minat baca masyarakat Tarusan dikarenakan langkanya buku bacaan sebagai sumber informasi formal. Upaya untuk meningkatkan kecerdasan bangsa tidak harus selalu melalui jalur pendidikan formal saja, akan tetapi dapat juga melalui jalur pendidikan nonformal. Oleh karena itu, diperlukan adanya sarana komunikasi informasi ilmu pengetahuan untuk disampaikan kepada masyarakat yaitu perpustakaan. Dengan adanya perpustakaan masyarakat dapat memanfaatkannya sebagai sarana informasi ilmu pengetahuan dan menciptakan budaya baca. Minat baca adalah kecenderungan yang menetap untuk mencari mencakup isi, memahami makna, dengan tujuan memperoleh pesan. Minat merupakan suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan dan rasa pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang mempengaruhi (Djaali dalam Rohmah) (2004 : 16). Tujuan membaca menurut Nurhadi (2005: 11), berpendapat bahwa tujuan membaca antara lain: (a) memahami secara detail dan menyeluruh isi buku; (b)menangkap ide pokok/gagasan utama buku secara cepat (waktu terbatas); (c) mendapatkan informasi tentang sesuatu (misalnya, kebudayaan suku indian); (d) mengenali makna kata-kata (istilah sulit); (e) ingin mengetahui peristiwa penting yang terjadi di masyarakat sekitar; (f) ingin memperoleh kenikmatan dari karya fiksi; (g) ingin memperoleh informasi tentang lowongan pekerjaan; (h) ingin mencari merek barang yang cocok untuk dibeli; (i) ingin menilai kebenaran gagasan pengarang/penulis; (j) ingin mendapatkan alat tertentu (instrument affect); dan (k) ingin mendapatkan keterangan tentang pendapat seseorang (ahli) atau keterangan tentang pendapat seseorang (ahli) atau keterangan tentang definisi suatu istilah. Manfaat membaca menurut Widyamartaya (1992: 140-141), antara lain: (a) dapat membuka cakrawala kehidupan bagi pembaca, (b) dapat menyaksikan dunia lain-dunia pikiran dan renungan, (c) merubah pembaca menjadi mempesona dan terasa nikmat tutur katanya. Jauhnya jarak antara Tarusan dan kota membuat masyarakat Tarusan tidak bisa menikmati perpustakaan yang berada di kota. Oleh karena itu, staf perpustakaan keliling harus bertindak cepat dengan meningkatkan sarana dan prasarana perpustakaan keliling yang sudah dimiliki, agar masyarakat dan pembinaan minat baca dapat dilakukan pada usia dini, karena minat baca tumbuh dari kebiasaan membaca. Dari pembinaan mulai sejak dini maka akan tercipta budaya baca yang sangat tinggi di masa yang akan datan datang. Perpustakaan keliling harus dilakukan secara berkesinambungan, apabila tidak maka masyarakat pedesaan khususnya anak-anak akan ketinggalan informasi. Bukan hanya perpustakaan keliling yang dilakukan tetapi membangun gedung perpustakaan di daerah pedeesaan atau pendalaman, walaupun gedung tersebut hanya dari bahan kayu. Menurut Sulistiyo-Basuki (1991:48).Perpustakaan keliling adalah bagian dari pelayanan perpustakaan umum yang mendatangi/mengunjungi pembacanya dengan menggunakan kendaraan, baik darat (mobil) maupun air (perahu). Dengan kata lain, perpustakaan keliling adalah perpustakaan yang bergerak dengan membawa bahan pustaka untuk melayani masyarakat dari satu tempat ke tempat lain yang belum terjangkau oleh perpustakaan umum, pada umumnya perpustakaan keliling menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perpustakaan umum di suatu wilayah. Perpustakaan keliling juga bertujuan memperluas layanan perpustakaan sampai kepada masyarakat di daerah-daerah dan tempat-tempat yang tidak dapat dijangkau oleh pelayanan perpustakaan menetap. Melayani masyarakat yang oleh kondisi dan situasi tertentu tidak dapat datang atau mencapai perpustakaan menetap. (Kukuh Ari Wibowo, 2010:51).
Method
Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah metode deskriptif, yaitu dengan mendeskripsikan data yang berkaitan dengan kegiatan peningkatan minat baca oleh perpustakaa keliling Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupatan Pesisir Selatan. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui pengamatan langsung ke Daerah Tarusan, disamping itu, untuk mendapatkan hasil yang akurat data juga dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan pustakawan dan masyarakat Tarusan.
Discussion
Perpustakaan keliling sebagai salah satu perangkat pendidikan non formal berupaya untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan oleh UUD 1945. Untuk melaksanakan amanat itu perpustakaan keliling, dengan tugas mengumpulkan, memilih, dan menyajikan karya-karya manusia kepada masyarakat yang tidak terlayani oleh perpustakaan umum. Perpustakaan keliling yang di gerakkan sejak tahun 2002 di KPAD Pesisir Selatan ini sangat berperan dalam meningkatkan minat baca guna mencerdaskan kehidupan bangsa di seluruh kecamatan yang ada di Pesisir Selatan, salah satunya yaitu Tarusan. Dan pada dasarnya bukan hanya perpustakaan keliling sebagai sarana yang berperan penting, tetapi pustakawan yang mengelola perpustakaan keliling tersebut yang mempunyai peran penting dalam mengelola bahan pustaka dan mengelola informasinya. Modal dasar dalam pembinaan minat baca masyarakat adalah tersedianya sarana baca yaitu buku-buku menarik yang dapat menggugah minat masyarakat untuk membacanya. Akan tetapi, tidak semua masyarakat mampu mendapatkan buku-buku yang mereka butuhkan dan mendapatkan buku-buku yang mampu menggugah minat baca mereka. Hal tersebut disebabkan oleh langkanya bahan bacaan dan rendahnya kesadaraan pemerintah untuk menyediakan sarana perpustakaan yang mudah dijangkau. Perpustakaan keliling juga bertujuan memperluas layanan perpustakaan sampai kepada masyarakat di daerah-daerah dan tempat-tempat yang tidak dapat dijangkau oleh pelayanan perpustakaan menetap. Melayani masyarakat yang oleh kondisi dan situasi tertentu tidak dapat datang atau mencapai perpustakaan menetap. (Kukuh Ari Wibowo, 2010:51). Sementara itu Tarusan sangat jauh dari Ibu Kota Kabupaten Pesisir Selatan yakninya Painan, tempat beradanya perpustakaan umum daerah, dan belum adanya bangunan KPAD cabang disetiap kecamatan termasuk di Tarusan ini. Maka dari itu perpustakaan keliling berperan sebagai sarana pendidikan nonformal, perantara antara bahan bacaan dengan masyarakat pengguna, karena dengan adanya perpustakaan keliling datang ke daerah-daerah yang jauh dari Kota dan menyediakan kebutuhan informasi yang dibutuh kan masyarakat setiap daerah yang dikunjungi khususnya daerah Tarusan lebih mudah mendapat kan informasi dari buku yang di baca, dan mereka juga mempunyai pengetahuan dan memperoleh informasi akurat sesuai dengan yang mereka butuhkan. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Pesisir Selatan telah membuat program guna meningkatkan minat baca di Tarusan, mulai dari, perencanaan dan pelaksanaan yang belum berjalan dengan baik. Hal ini disebabkan oleh kurangnya dana operasional dan sumber daya manusia yang mendukung pelaksanaan kegiatan peningkatan minat baca di Tarusan. Kegiatan yang dilakukan oleh perpustakaan keliling Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Pesisir Selatan, yaitu sebagai berikut. 1. Perencanaan Perpustakaan keliling Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Pesisir Selatan telah melakukan bebrapa perencanaan dalam pelaksanaan kegiatan guna meningkatkan minat baca dengan cara menentukan sasaran pada daerah yang jauh dari perpustakaan umum Pesisir Selatan, salah satunya Daerah Tarusan. Perencanaan perpustakaan keliling Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Pesisir Selatan untuk pelaksanaan kegiatan meningkatkan minat baca masyarakat Tarusan dengan cara membuat strategi yang disajikan dalam bentuk nyata. Untuk menunjang pelaksanaan kegiatan perpustakaan keliling juga harus memperhatikan koleksi dan tingkat kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang dibutuhkan, karena bahan pustaka merupakan unsur penting, artinya koleksi apa saja yang harus dimiliki oleh perpustakaan keliling untuk meningkatkan minat baca, tentunya sesuai dengan kebutuhan masyarakat Tarusan. 2. Pelaksanaan Kegiatan Bedasarkan pengamatan yang dilakukan, Perpustakaan keliling Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Pesisir Selatan telah melaksanakan beberapa kegiatan, pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh staf-staf di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Pesisir Selatan itu sendiri karena telah diberi wewenang oleh Kepala Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Pesisir Selatan untuk meningkatkan minat baca masyarakat setiap Daerah yang ada di Pesisir Selatan, khususnya Tarusan. Dalam pelaksanaan kegiatan ini terkendala oleh keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya pengetahuan dan keterampilan pustakawan yang berada di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Pesisir Selatan disebabkan karena pustakawan tidak memiliki latar belakang pendidikan tentang ilu perpustakaan, sehingga menyebabkan tidak terciptanya profesionalisme dalam melakukan tugastugas kepustakaan. Adapun pelaksanaan kegiatan peningkatan minat baca oleh perpustakaan keliling Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Pesisir Selatan untuk masyarakat Tarusan yaitu dengan cara, memberikan seminar tentang pentingnya membaca, menyediakan buku bacaan sesuai dengan kebutuhan, dan lomba membaca puisi. a. Memberikan Seminar Pentingnya Membaca Memberikan seminar tentang pentingnya membaca adalah upaya yang baik dalam meningkatkan minat baca, berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan, perpustakaan keliling pernah mengadakan seminar pentingnya membaca dengan mendatangkan pembicara yang profesional untuk menjelaskan bagaimana pentingnya membaca di tanamkan sedini mungkin, dan dari informasi narasumber yang saya peroleh, cara ini sangat membantu sekali, terbukti meningkatnya pengunjung perpustakaan keliling setelah diberikannya seminar tersebut b. Menyediakan buku bacaan sesuai dengan kebutuhan Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan, begitu banyak kurangnya bahan bacaan sebagai sumber informasi yang dibutuhkan masyarakat, seperti kurang koleksi bahan bacaan tentang pertanian yang memuat informasi tentang usaha pertanian yang dilakukan masyarakat daerah tarusan, untuk pelajar kurang tersedianya koleksi bahan bacaan yang sesuai dengan tingkatan pendidikan, beserta buku wajib mata pelajaran, dan untuk anak-anak kurangnya koleksi bahan bacaan yang lebih menarik untuk dibaca anak-anak usia dini, seperti buku-buku dongeng dan majalah bergambar, hal itu disebabkan pustakawan tidak begitu banyak mengerti dengan kebutuhan masyarakat yang dominannya pelajar dan petani, karena latar belakang pendidikan mereka tidak sesuai dengan pekerjaan yang mereka lakukan. c. Lomba membaca puisi. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan, perpustakaan keliling Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Pesisir Selatan juga memberikan apresiasi kepada anggota masyarakat yang mempunyai minat baca yang tinggi. Pengapresiasian itu dilakukan dengan mengadakan lomba membaca puisi, Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk motivasi baca masyarakat Tarusan, agar masyarakat lebih giat untuk membaca dan menambah pengetahuan mereka. Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya meningkatkan minat baca, Perpustakaan keliling KPAD PESSEL tidak selalu berjalan dengan baik, kadangkadang ada saja kendala yang datang. Berdasarakan hasil wawancara dan pengamatan langsung ditemukan kandala-kendala dalam meningkatkan minat baca daerah Tarusan ini, antara lain: 1) Kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM). Berdasarkan hasil keputusan kepala kantor, kegiatan operasional perpustakaan keliling dirolling, termasuk dibantu oleh pegawai kearsipannya, karena rata-rata dari meraka tidak terlalu memahami kegiatan apa saja yang harus dilakukan untuk meningkatkan minat baca. Sumber daya manusia adalah hal yang paling pokok dalam melaksanakan tugas pustawan itu sendiri, hal ini mencakup memberi layanan kepada pemakai perpustakaan, Khususnya perpustakaan keliling untuk Daerah Tarusan. Tanpa adanya sumber daya manusia yang ahli dibidangnya maka kegiatan yang dilakukan tidak akan berjalan dengan baik dan lancar. Pada perpustakaan KPAD Pesisir selatan, kurangnya sumber daya manusia yang ahli dibidangnya merupakan faktor penghambat dalam upaya peningkatan minat baca masyarakat Tarusan. Terbatasnya sumber daya manusia dan pengetahuan pustakawan yang dimiliki Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupatan Pesisir Selatan sehingga menyebabkan kegiatan pelaksanaan kegiatan tidak berjalan dengan baik. Dalam pelaksanaan kegiatan ini dibutuhkan tenaga dan sumber daya manusia yang ahli dibidangnya perpustakaan yang mampu memberikan ide-ide dan inovasi baru untuk mengembangkan kegiatan guna meningkatkan minat baca masyarakat Tarusan. Adapun upaya yang dilakukan yaitu meningkatkan sumber daya manusia itu sendiri. Meningkatkan sumber daya manusia artinya meningkatkan pengetahuan serta keterampilan individu dalam proses yang ditekuninya, dalam kegiatan operasionalnya perpustakaan keliling KPAD PESSEL pegawai ikut terlibat dengan cara diroling. Padahal tidak semua pegawai KPAD PESSEL berlatar belakang pendidikan perpustakaan, oleh sebab itu sebaiknya semua pegawai KPAD PESSEL diberikan pelatihan dan seminar tentang perpustakaan, hal ini akan berkesinambungan dan berdampak langsung pada kegiatan yang dilakukan guna meningkatkan minat baca masyarakat Tarusan. Perpustakaan juga perlu penambahan staf yang berlatar belakang pendidikan ilmu perpustakaan untuk memaksimalkan pelaksanaan kegiatan peningkatan minat baca. 2) Terbatasnya dana operasional. Anggaran dana adalah unsur utama untuk menjalankan perpustakan, tanpa anggaran perpustakaan tidak mungkin dapat berjalan dengan baik meskipun sistemnya baik dan pustakawannya bermutu. Perpustakaan keliling KPAD PESSEL memang mempunyai anggaran khusus, tetapi biaya tersebut tidak mencukupi untuk menjalankan semua kegiatan operasioanal dan upaya meningkatkan minat baca yang dilakukan perpustakaan keliling, dengan dana yang minim perpustakaan keliling KPAD PESSEL kesulitan menjalan kegiatan operasional peningkatan minat baca. Maka dari itu semua pustakawan harus mau dan mampu ikut ambil bagian dalam perencanaan biaya yang diperlukan untuk mengoperasikan perpustakaan keliling. Berdasar kan hasil pengamatan perpustakaan keliling tidak akan jalan kalau anggaran tidak turun, dengan alasan tidak ada dana untuk membeli BBM mobil operasional, kerena itu sering kali kebutuhan masyarakat khususnya pelajar terhadap bahan bacaan menjadi terbengkalai. Adapun upaya yang dilakukan untuk masalah keterbatasan dana yaitu dengan cara melakukan penambahan dana. Anggaran dana yang kurang juga menjadi masalah untuk penambahan atau pembaharuan koleksi perpustakaan, karena perpustakaan keliling saharusnya mempunyai koleksi-koleksi yang menarik, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setiap daerah yang dikunjungi, khususnya daerah Tarusan yang dominan masyarakatnya adalah pelajar dan petani. Koleksi perpustakaan harus selalu dibina dan dikembangkan agar selalu diminati oleh masyarakat pemakai. Penambahan jumlah eksemplar tidak diperlukan, karena hanya akan memenuhi tempat yang sudah terbatas dan tidak memberikan variasi terhadap koleksi perpustakaan keliling Perpustakaan keliling dengan kebutuhan dan memenuhi selera pengguna perpustakaan keliling (IPI, 2006:110). Tapi kenyataan nya disini sebagian masyarakat seringkali tidak menemukan bahan bacaan yang sesuai dengan yang mereka butuhkan karena kurangnya koleksi dari perpustakaan keliling, saharusnya KPAD lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat, karena kalau bahan bacaan tidak sesuai dengan yang meraka butuhkan bisa jadi minat baca masyarakat dan pelajar semakin berkurang. Untuk berjalannya pelaksanan kegiatan peningkatan minat baca Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Pesisir Selatan harus memperhatikan, anggaran atau dana yang dibutuhkan. Anggaran merupakan hal yang sangat penting pada suatu instansi, dalam melaksanakan kegiatan peningkatan minat baca melalui pemberian seminar tentang pentingnya membaca, dan pengadaan lomba membaca puisi sebaiknya dilakukan secara berkala, sehingga kegiatan tersebut mampu memaksimalkan peningkatan minat baca. Anggaran dana yang lancar, maka kegiatan seperti seminar bisa dijadikan sebagai kegiatan rutin, dan lomba membaca puisi juga bisa ditambah dengan lomba-lomba seperti lomba menulis cerpen, lomba pidato, lomba mendongeng dan masih banyak lagi.. Sebaiknya kepala Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Pesisir Selatan menjadikan perpustkaan keliling sebagai prioritas penting yang menunjanng peningkatan minat baca masyarakat Tarusan dengan menyediakan pendanaan yang cukup dan sesuai kebutuhan setiap tahunnya sehingga pelaksanaan peningkatan minat baca dapat dilakukan secara maksimal. Penambahan dana perlu dilakukan karena segala kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan operasional perpustakan keliling memerlukan dana sebagai penunjang kegiatan tersebut. Anggaran yang diperlukan dalam kegiatan operasional perpustakaan keliling KPAD PESSEL untuk kedepan sebaiknya dapat ditingkatkan, dan juga para pustakawan harus berani ikut serta dalam perencanaan dana, perpustakaan keliling KPAD PESSEL harus melakukan penambahan dana yang lebih agar dapat membeli dan menambah koleksi yang ada, karena koleksi bahan bacaan merupakan unsur yang paling penting, sehingga perpustakaan keliling KPAD PESSEL dapat meningkatkan minat baca masyarakat Tarusan dengan baik.
Conclusion
Berdasarkan hasil pengamatan pada Perpustakaan Keliling KPAD Pesisir Selatan, maka dapat saya simpulkan, kegiatan perpustakaan keliling sangat berperan penting meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya masyarakat Tarusan, tanpa adanya kehadiran perpustakaan keliling kedaerah-daerah yang tidak mempunyai fasilitas KPAD cabang ataupun rumah baca maka masyarakat tidak akan bisa memperoleh bahan bacaan yang dibutuhkan. Upaya kegiatan yang dilakukan perpustakan keliling KPAD PESSEL dalam peningkatan minat baca belum efektif, itu semua dikarenakan oeh beberapa kendala, anatara lain: (1) Kurangnya Sumber Daya Manusia, yang dimaksud dari kurangnya sumber daya manusia di sini yaitu tidak adanya pustakawan yang ahli dibidang kepustakawanan, banyak kegiatan yang tidak berjalan dengan baik karena pustakawannya tidak mengerti bagaimana menjalankan kegiatan tersebut., dalam kegiatan operasionalnya perpustakaan keliling pegawai terlibat dengan cara diroling. Padahal tidak semua pegawai KPAD PESSEL berlatar belakang pendidikan perpustakaan maka perlunya meningkatkan pengetahuan serta keterampilan individu dalam proses yang ditekuninya. (2) Kurangnya dana operasional. Kurangnya dana operasinal disni sangat berpengaruh pada semua kegiatan yang dilakukan, karna tanpa adanya dana kegiatan operasional tidak akan berjalan dengan baik. Berdasarkan studi kasus diatas dapat di berikan beberapa saran sebagai berikut antara lain: (1) Pustakawan perlu mengikuti seminar keperpustakaan sesering mungkin, agar kegiatan yang dilakukan lebih inovatif, karena banyak macam kegiatan yang bisa dilakukan untuk meningkatkan minat baca, salah satunya yaitu, di adakanya kegiatan mendongeng atau lomba mendongeng, atau sebaiknya KPAD PESSEL harus merekrut tenaga honorer yang ahli dibidang perpustakaan untuk lebih profesionalnya kegiatan meningkatkan minat baca ini. (2) Masyarakat perlu sesering mungkin mendapat seminar pentingnya membaca, agar mereka mengerti bahwa membaca sangat penting untuk memperoleh informasi dan pengetahuan. KPAD PESSEL juga perlu memperhatikan kebutuhan masyarakat Tarusan terhadap bahan bacaan yang dibutuhkan. (3) Perpustakan keliling KPAD PESSEL hendaknya juga mengusahakan penambahan dana untuk mengembangakan kegiatan yang dilakukan dalam mengupayakan peningkatan minat baca di daerah tarusan ini, karna tanpa dana semua kegiatan tidak akan berjalan dengan lancar.