Kembali
16
1
2021 Maktabatun Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 1 · 2 ISSN 2797-2275

Peranan Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang dalam Meningkatkan Minat Baca Masyarakat di Kabupaten Polewali Mandar

Universitas Muhammadiyah Enrekang; Universitas Muhammadiyah Enrekang; Universitas Muhammadiyah Enrekang; Universitas Muhammadiyah Enrekang; Universitas Muhammadiyah Enrekang

Abstrak

Perpustakaan merupakan suatu organisasi yang memberikan jasa penyedia informasi bagi semua orang yang membutuhkan dalam hal ini pemustaka Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer yang terdiri kepala Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang, pengelola, pengguna Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloangdan pemerintah daerah Kabupaten Polewali Mandar dan sumber data sekunder yang diperoleh dari berupa laporan keuangan publikasi perusahaan, laporan pemerintah, artikel, buku-buku sebagai teori, majalah, dan lain sebagainya. Instrumen penelitian ini menggunakan panduan pedoman wawancara, dan dokumentasi. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik pengolahan dan analisis data melalui beberapa tahap yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peranan Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang dalam Meningkatkan Minat Baca Masyarakat di kabupaten Polewali Mandar yaitu 1. Gambaran Minat Baca Masyarakat di Kabupaten Polewali Mandar Minat baca masyarakat pulau/pesisir di Kabupaten Polewali Mandar, tergolong tinggi dan sebagian pula masyarakat pulau/pesisir minat bacanya masih rendah, namun selama ini rendahnya minat baca masyarakat disebabkan karena akses buku bacaan ke masyarakat pulau/pesisir masih kurang.2 Peranan Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang dalam Meningkatkan Minat Baca Masyarakat di Kabupaten Polewali Mandar: a) Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang mempunyai peranansebagai penyedia layanan perpustakaan kepada masyarakat pulau/pesisir dengan cara mengelola buku bacaan dan menyediakan informasi atau bahan bacaankemudianmembantu mencari buku bacaan yang diinginkan oleh masyarakat pulau/pesisir serta memberikan pelayanan dengan baik; b) Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang sebagai penyedia sarana dan prasarana ditinjau dari segi fasilitas seperti koleksi buku sudah mencukupi sudah ada ribuan buku dan juga fasilitas penunjang seperti buku, box untuk menyimpan buku bacaan serta terpal yang digunakan untuk menggelar buku di pinggir pantai; c) Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang sebagai media sosialisasi minat baca masyarakat pulau/pesisir di Kabupaten Polewali Mandar yakni dengan cara mengadakan kegiatan literasi kreatif, seperti gelar buku ketika tiba disuatu pulau/pesisir, kemudian mengadakan diskusi, lomba mewarnai, pemutaran film, dan mempromosikan buku-buku yang ada di perpustakaan melalui media sosial seperti facebook dan istagram; d) Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang mempunyai peranan dalam hal menambah koleksi buku perpustakaan dapat dilakukan dengan cara mempromosikan kegiatan melalui media sosial seperti facebook, twiiter, istagram danyoutube dan media sosial inilah yang amat berperan untuk memperoleh sumbangan buku-buku disamping itu cara lain yang dilakukan pengelola yakni mengadakan seminar tentang membaca dan dari situlah juga mendapat banyak bantuan berupa buku bacaan.
Keywords: Perpustakaan · Perahu Pustaka · Polewali Mandar

Introduction

Perpustakaan pada saat ini bukan lagi dipandang hanya sebagai tempat menyimpan informasi dalam bentuk buku-buku tebal dan kuno, tetapi sudah lebih berkembang menjadi tempat menyebarkan informasi. Informasiyang terdapat dalam buku, jurnal, karya-karya ilmiah, bahkan surat kabar pun dihimpun dan disebarkan kepada pemustaka. Keberadaan perpustakaan baik perpustakaan umum, perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan sekolah dan perpustakaan keliling, merupakan sarana untuk mendukung proses terbentuknya masyarakat yang cerdas. Perpustakaan mempunyai posisi yang strategis dalam masyarakat pembelajar karena perpustakaan bertugas mengumpulkan, mengelolah dan menyediakan rekaman pengetahuan untuk dibaca dan dipelajari. Dengan adanya perpustakaan akan tertolonglah masyarakat ekonomi lemah dalam mengakses informasi yang mereka perlukan. Dalam hal ini perpustakaan dapat dikatakan menjadi sarana mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sehingga dapat dikatakan bahwa keberadaan perpustakaan juga merupakan penghayatan falsafah negara kita yaitu Pancasila. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 26 ayat 1 menyebutkan bahwa pendidikan non formal berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. Hal ini berarti pendidikan non formal memiliki peran penting dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa terutama dalam memberikan layanan pendidikan bagi warga masyarakat yang karenatidak dapat mengikuti pendidikan formal. Berkembangnya informasi sepertisekarang ini menyebabkanterjadi ledakan informasi yang tidak bisa dihindarkan. Hal tersebut sangat wajar mengingat banyaknya informasi yang tersedia baik tertulis, terekam maupun digital yang setiap saat bertambah dan beredar dikalangan masyarakat pada umumnya. Informasi saat ini berpengaruh pada banyaknya pilihan informasi sehingga memberikan peluang kepada masyarakat dalam mencari dan memilih informasi yang dibutuhkannya. Perpustakaan yang salah satu fungsinya adalah sebagai pusat informasi harus lebih meningkatkan pelayanannya kepada pemakai. Karena seperti yang kita ketahui informasi merupakan sumber pokok dalam dunia ilmu pengetahuan dan semua kegiatan manusia. Definisi informasi adalah data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetehuan seseorang yang menggunakan data tersebut. Di sini perpustakaan berperan penting dalam dunia informasi yaitu memproses atau mengelola informasi sedemikian baik agar mempunyai nilai yang lebih dibandingkan sebelum diolah dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. DalamUndang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 Pasal 1 Tentang Perpustakaan antara lain: Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan atau karya rekam secara profesional dengan sistem baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Setelah memahami definisi dari perpustakaan maka secara garis besar perpustakaan terbagi dalam beberapa jenis perpustakaan meliputi: Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Badan Perpustakaan Provinsi, Perpustakaan Perguruan Tinggi, Perpustakaan Umum,PerpustakaanKhusus/kedinasan, Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Lembaga dan taman Bacaan Rakyat. Pengelola perpustakaan memiliki peranan yang besar dalam meningkatkan minat baca masyarakat. Pengelolaperpustakaan merupakan motor penggerak, penentu arah kebijakan terhadap perpustakaan dan pendidikan secara luas. Sebagai pengelola perpustakaan, dituntut untuk selalu meningkatkan efektivitas kinerjanya. Untuk mencapai perpustakaan yang bermutu dan berkualitas, pengelola perpustakaan dan seluruh stakeholders harus bahu membahu bekerja sama dengan penuh kekompakan dalam segala hal untuk meningkatkan minat baca. Selain itu, pengelolaperpustakaan juga harus memahami dengan berbagai persepsi bahwa masyarakat kemungkinan memiliki tingkat kebutuhan informasi yang berbeda-beda. Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang sudah mulai berbenah dengan melakukan berbagai strategi perubahan baik perubahan untuk mencegah buta aksara. Perubahan dalam bentuk inilah yang harus dilakukan dalam meningkatkan minat baca. Gerakan ini adalah bagian dari visi-misi perpustakaan dari fenomena perkembangan peradaban intelektual masyarakat dan atas kehausan masyarakat terhadap kebutuhan informasi yang begitu pesat. Meningkatnya kualitas sumber daya manusia dapat diwujudkan salah satunya melalui peningkatan minat baca masyarakat. Dalam meningkatkan minat baca masyarakat, pemerintah memiliki peran yang sangat penting. Pemerintah dalam hal ini sebagai penentu kebijakan utama dalam melaksanakan tanggung jawabnya terhadap Undang-Undang Dasar 1945, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui peningkatan minat baca masyarakat. Sebagaimana yang diamanatkan dalam UUD 1945 BAB XIII Pendidikan dan Kebudayaan pasal 31 ayat 3 yang berbunyi: Pemerintah mengusaha dan menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang. Keberadaan perpustakaan merupakan salah satu kebijakan pemerintah dalam mendorong masyarakat untuk dapat meningkatkan minat baca. Secara spesifik, kewajiban untuk meningkatkan minat baca masyarakat diatur dalam Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang UU Perpustakaan. Berdasarkan Pasal 7 UU Perpustakaan, Pemerintah berkewajiban untuk antara lain: a. Mengembangkan sistem nasional perpustakaan sebagai upaya mendukung sistem pendidikan nasional;b.Menjamin kelangsungan penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar masyarakat; c. Menjamin ketersediaan layanan perpustakaan secara merata di tanah air. Selanjutnya dijelaskan pada Pasal 48 sampai dengan Pasal 51 UU Perpustakaan mengatur pembudayaan kegemaran membaca antara lain: Pembudayaan kegemaran membaca dilakukan melalui keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat, dan difasilitasi oleh Pemerintah dan pemerintah daerah melalui buku murah dan berkualitas (Pasal 48). Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat mendorong tumbuhnya taman bacaan masyarakat dan rumah baca untuk menunjang pembudayaan kegemaran membaca (Pasal 49). Pemerintah dan pemerintah daerah memfasilitasi dan mendorong pembudayaan kegemaran membaca, dengan menyediakan bahan bacaan bermutu, murah, dan terjangkau serta menyediakan sarana dan prasarana perpustakaan yang mudah diakses (Pasal 50).Pembudayaan kegemaran membaca dilakukan melalui gerakan nasional gemar membaca, Gerakan nasional gemar membaca sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan oleh pemerintah dan pemerintah daerah dengan melibatkan seluruh masyarakat, satuan pendidikan membina pembudayaan kegemaran membaca peserta didik denganmemanfaatkan perpustakaan, perpustakaan wajib mendukung dan memasyarakatkan gerakan nasional gemar membaca melalui penyediaan karya tulis, karya cetak, dan karya rekam(Pasal 51). Salah satu faktor dibuatnya Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang karena lebih dari sepuluh persen penduduk dewasa di Kabupaten Polewali Mandar diketahui tidak bisa membaca. Sementara dibanyak desa kawasan tersebut, satu-satunya buku yang tersedia adalah salinan Al-Quran. Karena Sulawesi lebih banyak kepulauan, maka perpustakaan akan lebih berguna jika bisa bergerak di lautan dan berpindah dari satu pulau ke pulau lain. Dan transportasi laut itulah yang utama di sana, maka Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang merupakan sebuah pilihan yang tepat untuk memperbaiki kualitas generasi muda masa kini. Orang lokal menyebutnya perpustakaan bergerak menggunakan perahu tradisional baqgo. Perahu Pustaka adalah gerakan yang menggunakan transportasi perahu untuk membawa buku-buku ke pesisir dan pulau-pulau kecil di Sulawesi dan Kalimantan. Perpustakaan PerahuPustaka Pattingalloang dapat memuat buku sekitar seribu koleksi buku yang didominasi buku anak-anak karena memang menyasar pada anak-anak.Ke depan, Perahu Pustaka selain difungsikan secara konvensional yakni sebagai perpustakaan terapung, juga sebagai simbol semangat penyebarluasan kegemaran membaca ke wilayah-wilayah terpencil yang tidak dijangkau oleh pelayanan perpustakaan menetap dan Juga bisa berperan dalam mewariskan semangat kemaritiman serta ilmu pengetahuan pelayaran ke generasi muda. Jadi nantinya Perahu Pustaka Pattingalloang juga akan difungsikan memberikan pengajaran ke pada generasi muda mengenai teknik-teknik pelayaran tradisional. Maka dari itudiperlukan perahu layar tradisional, dalam hal ini jenis perahu baqgo yang di Makassar disebut "pattorani" sebab biasa digunakan berburu torani atau ikan terbang. Di lihat dari kondisi dan lingkungan minat baca masyarakat di Kabupaten Polewali Mandar bisa dikatakan masih kurang. Hal ini dipengaruhi masyarakat secara umum tidak mampu untuk membeli buku terutama masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Faktor lainnya rendahnya minat baca masyarakat adalah tidak adanya akses terhadap bahan bacaan sangat kurang seperti tidak adanya buku, masyarakat ingin membaca akan tetapi buku yang ingin dibaca tidak ada atau tidak tersedia dan inilah yang dialami masyarakat yang berada di daerah pesisir maupun masyarakat yang berada di pulau. Padahal pada dasarnya membaca sangat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam Islam wahyu yang pertama kali turun adalah perintah membaca. Sebagaimana Allah berfirman dalam QS al-‘Alaq /96:1-5: [Arabic text omitted] Terjemahnya: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Allah memerintahkan manusia membaca, mempelajari, meneliti dan sebagainya. Apa saja yang telah ia ciptakan, baik ayat-ayat-Nya yang tersurat qauliyah, yaitu Al-Qur’an, dan ayat-ayat-Nya yang tersirat maksudnya alam semesta kauniyah. Membaca itu harus dengan nama-Nya, artinya karena dia dan mengharapkan pertolongan Nya. Dengan demikian, tujuan membaca dan mendalami ayat-ayat Allah itu adalah diperolehnya hasil yang diridhai-Nya, yaitu ilmu atau sesuatu yang bermanfaat bagi manusia. Berdasarkan ayat tersebut, sangat jelaslah bahwa dalam ajaran Islam sangat ditekankan pentingnya menuntut ilmu. Orang yang memiliki ilmu akan diberikan derajat yang lebih tinggi oleh Allah swt di dunia dan akhirat. Cara yang efektif dalam mencari ilmu adalah dengan banyak membaca dan belajar. Kita dituntut untuk selalu mencari literatur-literatur untuk dipelajari demi pengembangan diri, salah satunya dengan mendatangi perpustakaan, karena perpustakaan menyimpan beragam koleksi yang dapat dipelajari dengan mudah. Perpustakaan menyediakan berbagai macam ilmu yang kita butuhkan. Olehnya itu perpustakaan sering disebut sebagai gudang ilmu pengetahuan yang mudah untuk di akses. Upaya untuk meningkatkan kecerdasan bangsa tidak harus selalu melalui jalur pendidikan formal saja, akan tetapi dapat juga melalui jalur pendidikan non formal. Oleh karena itu, diperlukan adanya sarana komunikasi informasi ilmu pengetahuan untuk disampaikan kepada masyarakat yaitu perpustakaan. Dengan adanya perpustakaan masyarakat dapat memanfaatkannya sebagai sarana informasi ilmu pengetahuan dan menciptakan minat baca. Dalam hal ini dibutuhkan perananPerpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang yang diharapkan dapat meningkatkan minat baca masyarakat. Jika masyarakat sudah tertarik untuk menggunakan jasa perpustakaan perahu pustaka Pattingalloang, maka pengelola Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang harus berusaha memberikan pelayanan sebaik-baiknya dengan sikap ramah dan sopan santun serta bersifat edukatif. Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang sudah mulai berbenah dengan melakukan berbagai strategi perubahan baik perubahan untuk mencegah buta aksara. Perubahan dalam bentuk inilah yang harus dilakukan dalam meningkatkan minat baca. Gerakan ini adalah bagian dari visi-misi perpustakaan dari fenomena perkembangan peradaban intelektual masyarakat dan atas kehausan masyarakat terhadap kebutuhan informasi yang begitu pesat. Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang efektif dalam membantu meningkatkan minat baca masyarakat yang bertujuan untuk menjadikan masyarakat yang gemar membaca dan keberadaan Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang di Kabupaten Polewali Mandar diharapakan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membaca, Untuk itu penulis tertarik untuk mengkaji lebih jauh mengenai “Peranan Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang dalam Meningkatkan Minat Baca Masyarakat di kabupaten Polewali Mandar”.

Method

A. Jenis dan Lokasi Penelitian 1. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif bertujuan memahami fenomena yang terjadi dalam suatu komunitas dalam bentuk deskriptif dengan pendekatan studi kasus (case study) yaitu studi yang bersifat komprehensif, intens, rinci dan mendalam serta diarahkan sebagai upaya penelaahan masalah-masalah dalam hal ini adalah Peranan Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang dalam Meningkatkan Minat Baca Masyarakat. 2. Lokasi Penelitian Adapun lokasi penelitian yang berkaitan dengan pembahasan proposalini adalah di Pulau Battoadan daerah pesisirPantai Pambusuang di Kabupaten Polewali Mandar. B. Pendekatan Penelitian Pendekatan dapat dimaknai sebagai usaha dalam aktivitas penelitian untuk mengadakan hubungan-hubungan dengan objek yang diteliti. Pendekatan merupakan upaya untuk mencapai target yang sudah ditentukan dalam tujuan penelitian.Suharsimi Arikunto menyebutkan bahwa walaupun masalah penelitiannya sama, tetapi kadang-kadang peneliti dapat memilih satu antara dua atau lebih jenis pendekatan yang bisa digunakan dalam memecahkan masalah. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: 1. Pendekatan fenomenologis yaitu pendekatan ini digunakan untuk mengetahui dan memahami faktor-faktor penyebab rendahnya minat baca berdasarkan pengamatan di lapangan. 2. Pendeketan sosiologis ini dimaksudkan untuk mempelajari aspek sosial hubungan/intraksi antara pengelola perpustakaan dan masyarakat dalam lingkungan perpustakaan. C. Sumber Data Sumber data adalah subjek dari mana asal data penelitian itu diperoleh. Apabila peneliti misalnya menggunakan koesioner atau wawancara dalam pengumpulan datanya, maka sumber data disebut responden, yaitu orang yang merespon atau menjawab pertanyaan. Baik tertulis maupun lisan. Objek penelitian yang dijadikan sebagai sumber dalam mengumpulkan data terdiri atas beberapa komponen, yaitukepalaPerpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang,pengelola, penggunaPerpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang dan pemerintah daerah Kabupaten Polewali Mandar. Dalam hal ini, sumber data tersebut sebagai informan. Sedangkan sumber data yang lain yang sifatnya non-insani adalah berupa dokumen-dokumen penting yang berkaitan dengan penelitian. Jadi sumber data yang dimaksud adalah subjek dari mana data dapat diperoleh.yaitu: 1. Sumber Data Primer Sumber data primer merupakan sumber yang langsung memberikan data kepada peneliti, dengan cara melalui observasi, dokumentasi dan wawancara (interview) dengan informan yang ada di lokasi penelitian di antaranyakepala Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang, pengelola, pengguna Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloangdan pemerintah daerah Kabupaten Polewali Mandar. Berikut data informan yang ada di Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang. [Informant table omitted] 2. Data Sekunder Data sekunder yang digunakan adalah data yang didapat dari catatan, buku, majalah berupa laporan keuangan publikasi perusahaan, laporan pemerintah, artikel, buku-buku sebagai teori, majalah, dan lain sebagainya. Data yang diperoleh dari data sekunder ini tidak perlu diolah lagi sumber yang tidak langsung memberikan data pada pengumpulan data. D. Metode Pengumpulan Data Untuk memperoleh keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan tingkat keabsahannya, peneliti menggunakan beberapa teknik pengumpulan data, sebagai berikut: 1. Observasi Penelitian ini menggunakan observasi partisipatif, yaitu peneliti mengamati secara langsung upaya yang dilakukan dalam meningkatkan minatbaca, berdasarkan instrumen penelitian (check list) yang disepakati. Untuk beberapa saat tertentu peneliti juga berada bersama-sama para pustakawan, berkomunikasi dengan mereka, terutama untuk mengetahui bagaimanaperananPerpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang dalam meningkatkan minat baca masyarakat. 2. Wawancara Wawancara dilakukan oleh peneliti adalah wawancara mendalam (in-depth interview), yaitu peneliti bebas mengembangkan pertanyaan tentang fokus penelitian sedetail-detailnya kepada informan yang mengetahui atau mempunyai informasi tentang fokus yang dibahas. Pertanyaan yang diajukan berusaha untuk mengungkap kondisi yang sebenarnya, bagaimana dan mengapa hal itu terjadi. Teknik wawancara ini digunakan untuk menemukan data tentang permasalahan secara lebih terbuka, pihak responden diminta pendapat dan ide-idenya, sedangkan peneliti mendengarkan secara teliti dan mencatat apa yang dikemukakan oleh responden. Dalam pelaksanaan wawancara ini, penulis melakukannya dalam dua bentuk, pertama; secara terstruktur, yaitu dengan memakai format tertulis yang telah disediakan oleh peneliti berupa uraian-uraian pertanyaan berkaitan dengan pokok-pokokpermasalahan penelitian,selanjutnya diperhadapkan secara langsung kepada pihak informan. Kedua, wawancara tidak terstruktur yang dilakukan tanpa format tertulis, melainkan bersifat kondisional sesuai kebutuhan data. 3. Dokumentasi Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu yang terdiri dari berbagai bentuk seperti, tulisan, gambar, karya monumental, catatan harian, sejarah kehidupan (life histories), cerita, dan sebagainya. Dokumentasi yang dimaksudkan adalah pengumpulan data yang yang bersifat dokumen yang terdapat pada lokasi penelitian. Dalam hal ini, penulis mengumpulkan data tertulis berupa dokumen tentang peningkatan minat baca masyarakat. E. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dan disebut sebagai Human Instrument yang berfungsi menetapkan fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, anilisis data, menafsirkan data, dan membuat kesimpulan atas temuannya.Pada penelitian ini, peneliti menggunakan berbagai instrumen lain, seperti panduan observasi berupa check list sebagai panduan untuk mengamati dan melaksanakan peranan perpustakaan yang dilakukan oleh perpustakaan untuk meningkatkan minat baca masyarakat, interview guide (pedoman wawancara) yang digunakan untuk menghimpun data dari informan atau sumber data yang bertalian dengan Peranan Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang dalam Meningkatkan Minat Baca Masyarakat. F. Teknik Pengolahan dan Analisis Data Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sebagai penelitian kualitatif, maka analisis data dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah pengumpulan data dalam periode tertentu. Data yang dianalisis merupakan/berupakata-kata, kalimat-kalimat, dan atau peristiwa-peristiwa. Proses pengolahannya mengikuti teori Miles dan Huberman, sebagaimana dikutip oleh Sugiyono bahwa ”proses pengolahan data melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data (data display, dan verifikasi/penarikan kesimpulan)”. 1. Mereduksi data (Data Reduction) Mereduksi data berarti merangkul, melihat hal-hal pokok, memfokuskan hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang sudah direduksi akan memberi gambaran yang lebih jelas dan mempermudah pengumpulan data selanjutnya. Ini dapat dibantu dengan memberikan kode pada aspek-aspek tertentu, data yang tidak digunakan akan dibuang dan data yang orisinil akan diambil untuk diananlisis. 2. Penyajian data (Data Display) Penyajian data dilihat dari jenis dan sumbernya, termasuk keabsahannya. Penyajian data akan bisa dilakukan dalam bentuk uraian dengan teks yang naratif dan juga dapat berupagrafik,matrik, bagan, dan sejenisnya. Dengan mendisplaykan data, maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami. 3. Verifikasi data (Data verification) Yang dimaksud verifikasi data adalah upaya untuk mendapatkan kepastian apakah data tersebut dapat dipercaya keasliannya atau tidak. Dalam verifikasi data ini akan diperioritaskan kepada keabsahannya sumber data dan tingkat objektifitas serta adanya saling keterkaitan antara data dari sumber yang satu dengan sumber yang lainnya dan selanjutnya ditarik suatu kesimpulan. Dalam penarikan kesimpulan, penulis membuat kesimpulan-kesimpulan yang sifatnya longgar dan terbuka, baik dari hasil wawancara, observasi, maupun dokumentasi. G. Pengujian Keabsahan Data Penelitian kualitatif perlu ditetapkan untuk menghindari data yang bisa atau tidak valid. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari adanya jawaban dan informan tidak jujur. Pengujian keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi yaitu teknik pengujian keabsahan data dengan memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data yang ada untuk kepentingan pengujian keabsahan data atau pembanding terhadap data yang ada yang terdiri dari sumber, metode, dan waktu. Pengujian keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini ada tiga macam, yaitu triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. 1. Triangulasi sumber Triangulasi sumber dilakukan dengan cara membandingkan dan mengecek kembali derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh dari lapangan penelitian melalui sumber yang berbeda. 2. Triangulasi teknik Triangulasi teknik dilakukan dengan cara membandingkan data hasil observasi dengan data wawancara, sehingga dapat disimpulkan kembali untuk memperoleh data akhir autentik sesuai dengan masalah yang ada dalam penelitian ini. 3. Triangulasi waktu Triangulasi waktu dilakukan dengan cara melakukan pengecekan wawancara dan observasi dalam waktu dan situasi yang berbeda untuk menghasilkan data yang valid sesuai dengan masalah yang ada dalam penelitian ini.

Result & Discussion

A. Gambaran Minat Baca Masyarakat di Kabupaten Polewali Mandar Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologiinformasi yang disertai denganperubahan prosesberbagai aspek kehidupan sosial menuntut terciptanyamasyarakat yang gemar membaca. Perpustakaansebagai organisasi publik memiliki peranan strategisuntuk turut mendukung mencerdaskan kehidupanbangsa. Maju mundurnya perpustakaan ini tidakdapat dilepaskandari perkembangan masyarakat,bahkanminat baca dijadikan salah satu indikator yangdapat menunjukkan maju tidaknya suatu bangsa. Perpustakaandapat berperan membinadan meningkatkan minat baca masyarakat, karenadengan membaca diharapkan seseorang akanmemperoleh informasi dari bahan pustaka yangdibaca dan memperoleh pengertian mendalam tentangsuatu peristiwa atau gejala. Dengan adanya minat bacaakan diperoleh hasil yang maksimal, baik ituinformasi,pengertian, pengetahuan, keterampilan, motivasi ataufakta seperti yang disajikan oleh bahan bacaan. Untuk mengetahui mengenai gambaran minat bacamaka dilakukan wawancara dengan hasil sebagai berikut, R 1 mengatakan bahwa: Dari gerakan Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang, menemui kenyataan bahwa anggapan rendahnya minat baca orang Indonesia itu tidak benar,karena selama ini ketika kamitiba disuatu pulau/pesisir bersamarekan-rekan pengelola Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang, anak-anak menampilkan sikap antusias, bahwa selama ini mereka sulit mendapatkan buku. Anak-anak tidak dibiasakan membaca,bukan berartitidaksukamembaca, namun sulit untuk mendapatkan buku bacaan yang diinginkan, bahkan banyak masyarakat pulau/pesisir yang ingin membeli buku dan meminjam buku yang kami bawa, dan ini merupakan salah satu tolak ukur bahwa minat baca masyarakat pulau/pesisir itu sangat tinggi namun akses buku bacaan terhadap masyarakat pulau/pesisir sangat kurang. Hal yang berbeda diungkapkan oleh R 2 yang mengatakan bahwa: Melihat kondisi mengenai minat baca masyarakat pulau/pesisir pada saat kami gelar buku di pinggir pantai, masyarakat pulau antusias datang namun hanya sebagian kecil masyarakat pulau/pesisir yang datang berkunjung dan melihatnya seakan-akan adasesuatu yang baru, bahwa perahu biasanya datang dengan membawa ikan akan tetapi perahu ini datang dengan membawa buku, dan terkadang memang minat baca masyarakat pulaumasih kurangdan itu berhubungan dengan mental. sering dijumpai anak-anakdan orang tua sepertinya takut, mungkin masyarakat pulauberanggapan bahwa itu penjual buku sehingga masyarakat yang beranggapan seperti itu pasti tidak mau membaca buku yang telah disiapkan, tetapi setelah kita beri pengertian bahwabuku inigratis tidak diperjualbelikan, boleh dibaca lalu kemudian mereka mendekat untuk membaca dan sebagian masyarakat yan berkunjung hanya melihat sampul buku namun tidak membaca isi buku. Berbeda pula yang diungkapkan oleh R 3 yang mengatakan bahwa: Ini menarik sekali mereka sangat antusias mereka sangat berterima kasih kepada kami karena banyak sekolah yang ada di pulau tidak memiliki perpustakaanmalahan buku-buku yang sudah kadaluarsa, buku-buku yang sudah bertahun-tahun mereka masih manfaatkan untuk di baca sehingga dengan hadirnya kami di pulau/pesisir itu mereka dapatmembaca buku yang telah kami siapakan dan minat baca masyarakat yang ada di pulau sangat tinggi. Hal yang samaoleh R 5 yang mengatakan bahwa: Sangat berubah pada dasarnya masyarakat mau membaca buku akan tetapi mereka kekurangan akses dengan adanya Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloangmereka seperti doanya terijabah secara tidaklangsung, keinginan mereka untuk mendapatkan akses buku bacaan menjadi mudah melalui Perpustakaan Perahu Pustaka Pattigalloangdan respon masyarakatcukup baik karena masyarakat sendiri yang datang bahkan menyuruh anaknya untuk datang membaca dan meminjam buku. Berbeda pula yang diungkapkan oleh R 9 yang mengatakan bahwa: Dengan kehadiran perahu pustaka di tempat kami bisa membaca buku karena selama ini sebelum perahu pustaka ada, kami ingin membaca namun buku yang ingin dibaca tidak tersedia maka dari itu dengan kehadiran perahu pustaka ini sangat membantu dalam mengakses informasi karena dengan membaca kita mendapatkan banyak manfaat di antaranya dengan dapat menambah wawasan, pengalaman dan dapat berfikir dewasa. Seperti yang diungkapkan oleh R 10 yang mengatakan bahwa: Selama ini minat baca kami masih tergolong rendah disebabkan kami tidak memiliki buku bacaannamun pada saatPerpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang berada ditempatkami, berbondong-bondong datang dan memanfaatkan membaca buku yang telah disediakanrelawan/pengelola perpustakaan perahu pustaka pattingalloang. Seperti yang diungkapkan oleh R 11 yang mengatakan bahwa: Kehadiran Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang sangat membantu kami dalam memanfaakan buku untuk membacakarena kami sebagai pelajar selama ini kami hanya menghabiskan waktu di sekolah hanya untuk bercerita dan bermain dengan teman-teman sebab di sekolah kami tidak tersedia sarana untuk membaca buku seperti perpustakaan sehingga mengisi waktu luang kepada hal-hal yang tidak bermanfaat dengan kehadiran Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang kami dapat membaca buku bersama teman-teman kami. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa minat baca masyarakat pulau/pesisir di Kabupaten Polewali Mandar,dilihat dari antusias sebagian masyarakat pulau/pesisir untuk membaca tergolong tinggi dan sebagian masyarakat pulau/pesisir lainnya minat bacanya masih rendah, namun selama ini kurangnya minat baca masyarakat disebabkan karena akses buku bacaan terhadap masyarakat pulau/pesisir masih kurang. B. Peranan Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang dalam Meningkatkan Minat Baca Masyarakat di Kabupaten Polewali Mandar Upaya untuk meningkatkan kecerdasan bangsa tidak harus selalu melalui jalur pendidikan formal saja, akan tetapi dapat juga melalui jalur pendidikan non formal. Peran perpustakaan merupakan kedudukan, posisi, dan bagaimana perpustakaan memberikan pengaruh ke masyarakat di lingkungan perpustakaan.Serta perpustakaan sebagai pusat informasi memiliki peran yang strategis di tengah masyarakat. Pada pandangan yang lebih luas perpustakaan dapat berperan sebagai agen perubahan, pembangunan, serta agen budaya dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.Oleh karena itu, Dengan adanya perpustakaan masyarakat dapat memanfaatkannya sebagai sarana informasi ilmu pengetahuan dan menciptakan minat baca. a. Penyedia Layanan Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang. Kegiatan pelayanan perpustakaan merupakan hal yang sangat penting dari kegiatan pelayanan informasi di perpustakaan. Oleh sebab itu layanan yang efektif dari pengelola sangat diperlukan agar dapat memberikan kesempatan kepada pengguna perpustakaan untuk dapat mendayagunakan seoptimal mungkin semua informasi yang tersedia di perpustakaan. Pelayanan seperti itulah yang senantiasa di harapkan oleh setiap pemustaka yang ingin memanfaatkan jasa perpustakaan. Mengingat perpustakaan merupakan suatu tempat untuk memperoleh informasi secara formal maupun non-formal, maka perpustakaan harus menciptakan suatu sistem pelayanan yang sesuai dengan keadaan pemustaka sebab kenyataan seringkali terjadi kesalahpahaman antara pustakawandan pemustaka sehingga informasi yang tidak sesuai dan bahkan tidak ada hasilnya. Oleh karena itu, pelayanan koleksi merupakan perhatian atau cara-cara tertentu sebab kepentingan pemustaka sangatlah penting karena suatu perpustakaan apabilatidak diperhatikan maka pengguna perpustakaan akan kurang menghargai perpustakaan karena nilai pelayanannya kurang baik. Untuk mengetahui mengenailayanan Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang maka dilakukan wawancara dengan hasil sebagai berikut, R 1 sebagai kepalaPerpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang mengatakan bahwa: Selama kami berprofesi sebagai pengelola perpustakaan sekaligus penyedia layanan perpustakaan dan layanan yang kami berikan kepada masyarakat pulau/pesisir saya kira sangat bagus karena kita memberikan kesempatan dan kemudahan akses kepada masyarakat untuk memanfaatkan buku bacaan. Seperti yangdiungkapakn oleh R 2 mengatakan bahwa: Kami sebagai pengelola memberikanlayananterhadap anak-anak pulau/pesisirsaya kira layanan yang kami sediakan bisa dikata sudah bagus karna kami sebagai pengelola memiliki prinsip bahwa selama anak-anak memanfaatkan buku bacaan yang ada di Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang sampai buku bacaannya robek atau rusak itu tidak dipermasalahkan dan kami memberi pelayanan dengansebaik-baiknya dan tidak banyak larangan. Seperti yang diungkapkan oleh R 3yang mengatakan bahwa: Jadi layanan yang kami sediakan kepada pengguna Perpustaakaan Perahu Pustaka Pattingalloang merupakan layanan yang cukup memanjakan bagi pengguna dan mereka diberikan kebebasan yang seluas-luasnya untuk bisa mengakses buku bacaan tanpa dibebani dengan pungutan bayaran. Sepertiyang diungkapkan oleh R 4 yang mengatakan bahwa: layanan yang disediakan kepada pengguna perpustakaan sangat bagus karena kami membantu mencari bahan bacaan yang mereka perlukan serta ramah dalam melayani pengguna perpustakaan sehingga pada saat kami akan meninggalkan pulau tersebut pengguna perpustakaan bertanya kepada pengelola mengenai kapan lagi datang kepulau kami,danitu merupakan salah satu bentuk antusias masyarakat pulau karena kita memberikan pelayanan yang terbaik kepadanya sehingga mengharapkan kedatangan Perpustakaan PerahuPustaka Pattingalloang kembali datang di daerahnya. Hal yang sama diungkapkan oleh R 5 yang mengatakan bahwa: Peranan Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloangsebagai penyedia layanan dalam meningkatkan minat baca masyarakat pesisir dan pulau di Kabupaten Polewali Mandar saya kira layanan yang kami sediakan dalam memberikan pelayanansudah bagus karena selama ini kami memberikan keleluasaan kepada anak-anak untuk memilih buku bacaan sesuai yang diinginkan. Seperti yang diungkapkan oleh R 9 yang mengatakan bahwa: Kami sebagai masyarakat pulau/pesisir sangat berterima kasih kepada pengelola Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang karena telah hadir di dadaerah kami untuk menyediakan layanan perpustakaan yang sesuai dengan keinginan kami sehingga kami dapat memanfaatkan buku bacaan yang telah disediakan pengelola Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwaperpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang mempunyai peranan sebagai penyedia layanan perpustakaan kepada masyarakat pulau/pesisir dengan caramengelola buku bacaan, menyediakan informasi atau bahan bacaan kemudianmemberikan kesempatan dan kemudahan akses kepada masyarakat untuk memanfaatkan buku bacaanserta pengelola membantu mencari buku bacaan yang diinginkan oleh masyarakat pulau/pesisir dan memberikan pelayanan dengan baik. b. Penyedia Saranadan Prasarana Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang. Perpustakaan merupakan lembaga yang salah satu kegiatannya adalah memberikan layanan peminjaman koleksi bahan pustaka baik untuk dibaca ditempat maupun untuk dibawa pulang. Penyediaan sarana dan prasarana di perpustakaan merupakan hal yang penting karena dapat menunjang kelancaran kegiatan perpustakaan secara optimal sehingga tugas dan fungsi perpustakaan dapat terlaksana dengan baik.Dalam upaya mendukung pelaksanaan pelayanan yang prima maka perpustakaan sebagai institusi yang bergerak dibidang jasa perlu memperhatikan peralatan dan perlengkapan yang diperlukanguna mewujudkan pelayanan dengan fungsi yang prima dan memuaskan. Untuk mengetahui sarana dan prasarana perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang dalam meningkatkan minat baca masyarakat di Kabupaten Polewali Mandarmaka dilakukan wawancara dengan hasil sebagai berikut, R 1 mengatakan bahwa:Berbicara mengenai sarana dan prasarana di Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloangdilihat dari segi koleksi sudah mencukupi sudah ada ribuan buku serta fasilitas juga saya kira sudah mencukupi seperti tas dan peti yang dipakai untuk menyimpan dan mengangkut buku-buku serta kami mendapat bantuan dari perusahaan operator pelabuhan di Jakarta, mengenai fasilitas penunjang yakni berupa alat pelampung sebanyak20 pelampung.60Berbeda yang diungkapkan oleh R 2 yang mengatakan bahwa:Sarana yang pertama berupa box untuk menyimpan koleksi buku bacaan dan sekarang ini kami memakai tas agar air laut tidak bisa masuk 60Muhammad Ridwan Alimuddin (40 tahun), Kepala Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang, Wawancara, Polewali Mandar, 24 Februari 2018.kemudian ada juga penerangan dari tenaga surya, terpal dan perahu itu sendiri dan perangkat perpustakaan yang lain.61Berbeda pula yang diungkapkan oleh R 3 yang mengatakan bahwa:Untuk mengetahui sarana dan prasarana Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang dalam meningkatkan minat baca masyarakat di Kabupaten Polewali Mandar sudah mencukupi baik dari segi koleksi maupun perangkat-perangkat perpustakaan yang lain.62Hal yang sama diungkapkan oleh R 4 yang mengatakan bahwa:Buku bacaan dan buku mewarnai untuk anak-anak sudah cukup demikian pula untuk fasilitas yan lain seperti tarpal, tas, peti buku yang dipakai pada saat membuka lapak buku di pinggir pantai dan fasilitaspenunjang lainnya yaitu pembangkit listrik tenaga surya yang digunakan pada saat pemutaran film.63Seperti pula yang diungkapkan oleh R 5 yang mengatakan bahwa:Untuk mengetahui sarana dan prasarana perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang dalam meningkatkan minat baca masyarakat di Kabupaten Polewali Mandarkami sebagai pengelola Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang memiliki sarana dan prasarana seperti buku, box untuk menyimpan buku bacaan dan terpal digunakan untuk menggelar buku di pinggir pantai. Berbeda pula yang diungkapkan oleh R 9 yang mengatakan bahwa:Saya sebagai pengguna Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang melihat sarana dan prasarana yang ada diperpustakaan sudah cukup lengkap baik itu dari segi koleksi buku maupun fasilitas penunjang lainnya.65Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang sebagai penyedia sarana dan prasaranaditinjau dari segi fasilitas seperti koleksi buku sudah mencukupi sudah ada ribuan buku dan juga fasilitas penunjang seperti buku, box untuk menyimpan buku bacaan serta terpal digunakan untuk menggelar buku di pinggir pantai. c.Media Sosialisasi Minat BacaUntuk mensiasati supaya masyarakat kita gemar membaca karena membaca merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting untuk dilakukan, maka peranan orang tua sangat dibutuhkan dengan cara membiasakan anak-anak dari usia diniuntuk memperkenalkan apa yang dinamakan buku dan membiasakan memberi dorongan kepada anak-anak untuk membaca.Hal ini harus dilakukan secara berulang-ulang dan terus menerus dengan harapan agar terbentuk kepribadian yang kuat dalam diri si anak sampai dewasa, karena membaca merupakan suatu kebutuhan bukan sekedar hobi melulu. Di samping itu dalam mensosialisasikan minat baca masyarakat, pemerintah sangat berpengaruh dalam meningkatkan minat baca maka dari itu peranan pemerintah daerah dibantu oleh kalangan dunia pendidikan, media masa, gerakan masyarakat cinta buku untuk bersama-sama merangkulpihak-pihak swasta yang mempunyaikepentingan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa untuk mensponsori pendirian perpustakaandilingkungan masyarakat seperti desa/kampung dengan bantuan berupa sarana dan prasarana seperti koleksi bukubeserta fasilitas penunjang perpustakaan lainnya. Halseperti itu merupakan sumbangsih sekaligus bentuk dukungan dalam mensosialisasikan minat baca.Untuk mengetahui peranan Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang sebagai mediasosialisasi minat bacamaka dilakukan wawancara dengan hasil sebagai berikut, R 1 mengatakan bahwa:Ketika tiba disuatu pulau/pesisir upaya yang dilakukan yang pertama adalahbuka lapak buku di sekolah-sekolah dilakukan setelah mendapat izin dari pihak sekolah yang berada di pulau/pesisir kemudian pengelola memanggil para siswa untuk datang membaca yang telah disiapkan pengelola, setelah anak-anak tiba dan membaca buku, pengelola memberi waktu setengah jam kepada anak-anak untuk membaca bukuselepas itu pengelola memberikan kuis kepada para siswa yang mampu menjelaskan ringkasan dari buku yang telah mereka baca.Pengelola menyiapkan hadiah untuk siswa yang bisa menceritakan sedikit dari isi buku yang sudah dibaca.Kegiatan seperti pemberian hadiah dan menggelar lapak baca kepada anak-anak adalah salah satu trik untuk mensosialisasikan dan menarik minat baca di kalangan anak-anak. Uapaya yang lain yang kami lakukan yaitu mendukung kegiatan komunitas lain. Sebabkomunitas literasi lain bisa menjadi penghubung ke setiap wilayah dalam penyebaran informasi atau penyediaan informasi. Artinya, harus bersinergi atau melakukan hubungan bekerja sama dengan beberapa komunitas,sertakegiatan rutin lain, mengadakan kegiatan literasi kreatif, misal diskusi, lomba mewarnai, pemutaran film, dan mempromosikan buku-buku yang ada di perpustakaan melalui media sosial seperti facebook dan istagramsertamengadakan seminar tentang membaca Seperti yang diungkapkan oleh R 2 yang mengatakan bahwa:Cara yang dilakukan pengeloladalam mensosialisasikan minat baca masyarakat pesisir/pulauyakni dengan cara gelar buku ketika tiba disuatu daerah pulau/pesisir kemudian kami mengangkat buku dari perahu ke pinggir pantai menggunakan peti plastik lalu mengajak masyarakat atau anak-anak yang ada di pulau tersebut untuk datang membaca buku yang telah disiapkan pengelola Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang,serta melaksanakan kegiatan seperti mendongen, dan menggambar.67Hal yang sama diungkapkan oleh R 3 yang mengatakan bahwa:Kami sebagai pengelola Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloangberupaya melakukan sosialisasi mengenai minat baca masyarakat pesisir/pulau yang pertama selain mengapload kegiatan serta memperbanyak mensosialisasikan dimedia sosialkemudian yang kedua adalah melaksanakan kegiatan seperti menggelar buku bacaan di pinggir pantai, kami juga melakukan pemutaran film mengenai pendidikan dan juga kami memberikan bimmbingan/penyuluhan tentang pentingnya membaca agar supaya mereka bisa termotivasi dalam meningkatkan minat baca mereka Hal yang sama pula diungkapkan oleh R 4 yang mengatakan bahwa:Ketika tiba disuatu pulau/pesisir kami langsung menggelar buku di pinggir pantai, kemudian memanggil dan menjemput anak-anak untuk datang membaca buku yang telah disiapkan.69Seperti yang diungkapkan oleh R 5 yang mengatakan bahwa:Jadikami sebagai/relawan melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan minatbaca masyarakat pulau/pesisir diantaranya mempromosikan kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan lewat media sosial, mengadakan dialog, menggelar buku di pinggir pantai.70Seperti pula yang diungkapkan oleh R 9 yang mengatakan bahwa:Saya sebagai pengguna perpustakaan cara yang telah dilakukan pengelola Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang yaitu menggelar buku di pinggir pantai, kemudia pengelola mencari dan memanggil masyarakat pulau/pesisir untuk datang membaca buku yang telah disediakan pengelola Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang.71 Berdasarkanhasilwawancara yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwaPerpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang sebagai media sosialisasiminat baca masyarakat pulau/pesisir di Kabupaten Polewali Mandar yakni dengan caramengadakan kegiatan literasi kreatif, seperti gelar buku ketika tiba disuatu pulau/pesisir, kemudian mengadakan diskusi, lomba mewarnai, pemutaran film, dan mempromosikan buku-buku yang ada di perpustakaan melalui media sosial seperti facebook dan istagram. d.Menambah Koleksi Buku Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang Buku merupakan sarana paling penting dalam sebuah perpustakaan, karena memiliki koleksi buku yang beragam bisa menimbulkan keinginan seseorang untuk membaca, sebab siapapun pasti memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan hal tersebut dapat terealisasi pada proses membaca. Sebaliknya, jika koleksi buku kurang maka akan mengurangi keinginan seseorang untuk membaca.Kegiatan pengembangan koleksi merupakan salah satu sarana yang penting dalam suatu perpustakaan. Kegiatan kerjapengembangan koleksi mencakup kegiatan memilih bahan pustaka dan dilanjutkan dengan pengadaan bahan pustaka. Kegiatan memilih dan mengadakan bahan pustaka harus dilaksanakan secara maksimal sehingga dapat mewujudkan tujuan dan fungsi dari perpustakaan yaitu untuk berusaha menyediakan informasi atau bahan pustaka yang dibutuhkan masyarakat. Untuk mengetahui peranan Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang dalammenambah koleksi buku maka dilakukan wawancara dengan hasil sebagai berikut, R 1 selaku kepala pengelola Perpustakaan Perahu PustakaPattingalloang mengatakan bahwa:Selain menambah koleksi buku yang lebih beragam dan berpotensi dibutuhkan anak-anak, upaya lainyang telah dilakukan pengelola Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloangadalah mempromosikan kegiatan melalui media sosial seperti facebook, twiiter, istagramdanyoutube dan media sosial inilah yang amat berperan untuk memperoleh sumbanganbuku-bukudari rekan-rekan, dan orang-orang yang melihat kegiatan di media sosialselain itu juga kami sebagai pengelola sering menghadiri kegiatan seperti MIWF yang dilaksanakan di makassar dan juga menghadiri undangan dari beberapa media TV swasta dari situlah mendapatkan banyak sumbangan buku dan sampai saat ini kami belum pernah memasukkan proposal ke pemerintantah dalam hal pengadaan koleksi karena sudah banyak komunitas yang berpatisipasi dalam hal menyumbang buku.72Hal yang sama diungkapkan oleh R 2 yang mengatakan bahwa: Dalam hal untuk menambah koleksi upaya yang kami lakukan sebagai pengelola yakni banyak mengapload kegiatan literasi di media sosialtujuannya adalah agar teman-taman yang melihat kegiatan di media sosial tersebut terketuk hatinya untuk membantu dalam hal pengadaan buku bacaan terutama buku bacaan anak-anak.73Hal yang sama diungkapkan oleh R 3 yang mengatakan bahwa:Cara yang kami lakukanuntuk menambah koleksi buku selain mengapload kegiatan serta memperbanyak mensosialisasikan dimedia sosial upaya lain yang kami lakukan sebagai pengelola yaitu mengadakan seminar tentang membaca dan dari situlah kami mendapat banyak bantuan berupa buku bacaan dari rekan-rekan yang menghadiri seminar pada waktu itu, Seperti yang diungkapkan oleh R 4 yang mengatakan bahwa: Sejauh ini koleksi buku yang ada saya kira sudah lengkap setiap rak menyediakan buku-buku dengan judul yang menarik dan materinya bagus-bagus, namun kami sebagai pengelola masih tetap berupaya untuk menambah dan memperbanyak lagi koleksi buku yang terbaru terutama buku bacaan anak-anak.75Hal yang sama diungkapkan oleh R 5 yang mengatakan bahwa:Koleksi buku di Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloangbisa dikatakan sudah lengkap, sudah ada ribuan koleksi buku dan kebanyakan koleksi buku bacaan itu didapatkan dari sumbangan teman-teman yang melihat kegiatan melalui media sosial dan sampai saat ini kami masih membutuhkan koleksi buku dan kami terus berupaya untuk medapatkan buku-buku.76 Berdasarkanhasil wawancara yang telah dilakukan maka dapat disimpulkanbahwaperanan Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloangdalamhalmenambah koleksi buku perpustakaandapat dilakukan dengan caramempromosikan kegiatan melalui media sosial seperti facebook, twiiter, istagram danyoutube dan media sosial inilah yang amat berperan untuk memperoleh sumbangan buku-buku disamping itu upaya yang lain dilakukan pengelola yakni mengadakan seminar tentang membaca dan dari situlah juga mendapat banyak bantuan berupa buku bacaan.C.Kendala yang dialamiPengelola Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang dalam Meningkatkan Minat Baca Masyarakat di Kabupaten Polewali Mandar1.Minimnya Ketersediaan Anggaran dana Operasional dalam Meningkatkan Minat Baca Masyarakat di Kabupaten Polewali MandarAnggaran operasional merupakan unsur utama untuk menjalankan perpustakaan, tanpa anggaran perpustakaan tidak mungkin dapat berjalan denganbaik meskipun sistemnya baik dan pustakawannya bermutu. Perpustakaan memang mempunyai anggaran khusus, tetapi biaya tersebut tidak mencukupi untuk menjalankan semua kegiatan operasional dalam upaya meningkatkan minat baca yang dilakukan perpustakaan, dengan dana yang minim tentu perpustakaanakan kesulitan menjalankan kegiatan operasional dalam hal peningkatan minat baca. Maka dari itu semua pengelola perpustakaan harus maudan mampu ikut ambil bagian dalam perencanaan biaya yang diperlukan untuk mengoperasikan perpustakaan. Untuk mengetahui kendalapenyediaan anggaran dana operasional maka dilakukan wawancara dengan hasil sebagai berikut, R 1 selaku kepala pengelola Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang mengatakan bahwa:Untuk masalah penyediaan anggaran dana operasionaltantangannya itu kalau berlayar jauh tentunya dana operasional, saya membawa tiga pelaut dan gaji harian kita bayar Rp 100.000 per orang selama satu minggu. Belum lagi biaya BBM dan logistik, dan untuk saat ini masih menjadi kendala karena khusus untuk pelayaran sebab hitung-hitungannyakitaberlayar dalam sepekan bisa menghabiskan dana tiga juta rupiah.77Hal yang sama diungkapkan oleh R 2 yang mengatakan bahwa:Masalah penyediaan anggaranuntuk saat ini masihmenjadi kendala karena dalam berlayar kami memakai tenaga profesional dari nelayan atau pelaut dan mereka itu diberikan insentif Rp 100. 000per orang dalam satu hari paling sering pake tiga kru nelayan dan setiap pelayaran itu kami juga butuh logistik untuk makan di lauttentu intinya disini kami membutuhkan dana yang banyak dalam mengoperasikan perahu pustaka.78Seperti yang diungkapkan oleh R 3 yang mengatakan bahwa:Mengenai penyediaan anggaran danaoperasional dalam rangka meningkatkan minat baca masyarakat yang berada dipulau dan pesisir di Kabapaten Polewali Mandar untuk saat ini masih menjadi kendala karenabiaya operasional mengenai dana operasional untuk berlayar kedaerah pesisir dan pulau masih tekendala karna tidak ada bantuan dari pemerintah.Seperti pula yang diungkapkan oleh R 4 yang mengatakan bahwa:Salah satu faktor yang menjadi kendala Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang yakni biaya operasional karena biaya operasioanal untuk berlayarke daerah pesisir dan pulau masih terkendala dan sampai saat ini belum ada bantuandari pemerintahsetempat mengenai dana operasional namun hanya donasi dari bantuan teman-teman yang terhimpun dalam komunitas pustaka bergerak Indonesiaserta dana juga biasa didapatkan melalui dari kegiatan seminar,dan dari situlah banyak peserta seminar menyumbang berupa uang dan penggalangan dana melalui seminar itu belum mencukupi untuk melakukan pelayaran ke pulau-pulau setiap minggunya.79Hal yang sama pula diungkapkan olehR 5 yang mengatakan bahwa:Selama ini ketika kami ingin berlayar ke pulauyangmenjadi faktorpenghambat Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang yaitu mengenai dana operasional untuk berlayar ke daerah pesisir dan pulau itu menghabiskan biaya yang cukup banyak apalagi kami tidak memiliki sumbangan dana operasional yang tetap setiap bulannya,dan sampai saat ini belum ada bantuan dari pemerintah mengenai dana operasional namun hanya donasi dari masyarakat.80Berbeda yang diungkapkan oleh R 6 yang mengatakan bahwa:Mengenai anggaran dana operasionaluntuk memberikan sumbangsih kepada pengelola Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang berupa dana operasional kami dari pemerintah daerah dalam hal ini DPR khususnya dikomisi empat selama ini kami belum menganggarkan untuk membantu pengelola Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang dalam hal dana opersional untuk berlayar ke pulau/pesisir.81Hal yang sama diungkapkan oleh R 7 yang mengatakan bahwa:Kami sebagai kepala bidang pelayanan, pengelola perpustakaan Kabupaten Polewali Mandar untuk memberikan sumbangsih kepada pengelola Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang kami belum pernah memberikan mengenai dana operasional untuk berlayar ke pulau/pesisir dan kami baru mengatahui mengenai adanya Perpustakaan Perahu Pustaka Pa

Conclusion

Berdasarkan hasil dari penelitian tersebut, maka dapat disimpulkansebagai berikut: 1. Gambaran Minat Baca Masyarakat di Kabupaten Polewali Mandar Minat baca masyarakat pulau/pesisir di Kabupaten Polewali Mandar, tergolong tinggi dan sebagian pula masyarakat pulau/pesisir minat bacanya masih rendah, namun selama ini rendahnya minat baca masyarakat disebabkan karena akses buku bacaan ke masyarakat pulau/pesisir masih kurang. 2. Peranan Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang dalam Meningkatkan Minat Baca Masyarakat di Kabupaten Polewali Mandar a) Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang mempunyai peranansebagai penyedia layanan perpustakaan kepada masyarakat pulau/pesisir dengan cara mengelola buku bacaan dan menyediakan informasi atau bahan bacaankemudianmembantu mencari buku bacaan yang diinginkan oleh masyarakat pulau/pesisir serta memberikan pelayanan dengan baik; b) Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang sebagai penyedia sarana dan prasarana ditinjau dari segi fasilitas seperti koleksi buku sudah mencukupi sudah ada ribuan buku dan juga fasilitas penunjang seperti buku, box untuk menyimpan buku bacaan serta terpal yang digunakan untuk menggelar buku di pinggir pantai; c) Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang sebagai media sosialisasi minat baca masyarakat pulau/pesisir di Kabupaten Polewali Mandar yakni dengan cara mengadakan kegiatan literasi kreatif, seperti gelar buku ketika tiba disuatu pulau/pesisir, kemudian mengadakan diskusi, lomba mewarnai, pemutaran film, dan mempromosikan buku-buku yang ada di perpustakaan melalui media sosial seperti facebook dan istagram; d) Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang mempunyai peranan dalam hal menambah koleksi buku perpustakaan dapat dilakukan dengan cara mempromosikan kegiatan melalui media sosial seperti facebook, twiiter, istagram danyoutube dan media sosial inilah yang amat berperan untuk memperoleh sumbangan buku-buku disamping itu cara lain yang dilakukan pengelola yakni mengadakan seminar tentang membaca dan dari situlah juga mendapat banyak bantuan berupa buku bacaan; 3. Kendala yang dialami Pengelola Perpustakaan Perahu PustakaPattingalloang dalam Meningkatkan Minat Baca Masyarakat di Kabupaten Polewali Mandar a. Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang mengalami kendala dalam hal pengadaan anggaran dana operasionaluntukmeningkatkan minat baca masyarakat yang berada dipulau dan pesisir di Kabapaten Polewali Mandar disebabkan karena khusus untuk pelayaran sebab ketika berlayar dalam sepekan bisa menghabiskan dana tiga juta dan dari pihak pemerintah daerah saat ini belum ada bantuandari pemerintah mengenai dana opersional namun hanya ada donasi dari masyarakat dan bantuan teman-teman yang terhimpun dalam komunitas pustaka bergerak Indonesia, dan dana itu belum mencukupi untuk melakukan pelayaran setiap minggunya. b. Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang mengalami kendala mengenai pengaruh cuaca untuk meningkatkan minat baca masyarakat di Kabapaten Polewali Mandar terkadang Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang tidak berlayar ketika musim barat karena musim barat biasanya lebih berpotensi cuaca buruk seperti angin kencang, ombak besar, musim hujan dan itu merupakan salah satu kendala shingga Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang tidak berlayar. c. Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang mengalami kendala dalam hal sumber daya manusia untuk meningkatkan minat baca masyarakat di Kabupaten Polewali Mandar disebabkan terbatasnya sumber daya manusia terkadang pengelola tidak konsisten dalam pekerjaannya dan kebanyakan pengelola Perpustakaan Perahu Pustaka Pattingalloang berlatar belakang sarjana pendidikan bukan berlatar belakang pustakawan jadi dalam hal mengelola koleksi buku belum terlalu paham.