PERSEPSI SISWA TERHADAP PERPUSTAKAAN SMP NEGERI 16 PADANG
Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang
Abstract
The purposes of writing of this paper are (1) to know students perception about the library in SMP Negeri 16 Padang that is observed from the collection aspect; (2) to know students perception about the library in SMP Negeri 16 Padang that is observed from librarians aspect; (3) to know students perception about the library in SMP Negeri 16 Padang that is observed from the lay out. The form of research is descriptive quantitative. The technique of data collection is done by using questionnaire and interview. The subjects of this researc are 7th grade student, 8th grade student, and also the librarian in SMP Negeri 16 Padang. Based on the research, can be concluded: (1) the perception of the student about the library of SMP Negeri 16 Padang that is observed from collection side, most of students (53%) stated that the book collection in SMP Negeri 16 Padang is appropriate with the learning needs; (2) from the librarians aspect, most of student (61%) stated that the librarian of SMP Negeri 16 Padang is friendly; (3) from the lay out aspect, half of students number are disagree about the arrangement of book racks, tables and chairs in the library of SMP Negeri 16 Padang due to the library is so crowded and it makes the students do not comfortable to visit the library.
Keywords:
perception
· library
· student
Introduction
Setiap sekolah harusmemiliki sebuah ruangan yang dinamakan dengan perpustakaan. Keberadaan perpustakaan sekolah selama ini belum mendapat perhatian serius dalam dunia pendidikan. Menurut Lasa (2009:20), perpustakaan merupakan sistem informasi yang di dalamnya terdapat aktivitas pengumpulan, pengolahan, pengawetan, pelestarian, penyajian, dan penyebaran informasi. Informasi tersebut meliputi produk intelektual dan artistik manusia. Perpustakaan di SMP Negeri 16 Padang belum berjalan sebagaimana mestinya, pihak sekolah hanya terfokus pada pembangunan fisik sekolah sementara perpustakaan kurang dioptimalkan. Seharusnya perkembangan sekolah sejalan dengan pengoptimalan perpustakaan. Selain itu, pustakawan yang ada kurang menguasai tentang ilmu pelayanan dan pengolahan dalam mengelola sebuah perpustakaan, seperti penggunaan DDC (Dewey Decimal Classification), pelayanan referensi, dan pengelolaan perpustakaan. Hal tersebut disebabkan karena pustakawan bukan berlatarbelakang pendidikan perpustakaan. Padahal sebaiknya perpustakaan sekolah memang dikelola oleh seseorang yang profesional dibidangnya, sehingga dapat mengoptimalkan proses layanan perpustakaan sebagai penunjang proses pembelajaran siswa. SMP Negeri 16 Padang berada di jalan Balai Gadang Lubuak Minturun. Sekolah ini memiki 24 kelas, diantaranya 8 lokal kelas VII 8 lokal kelas VIII 8 lokal kelas IX. Perpustakan pada sekolah ini terletak dibagian belakang sekolah sehingga jarang sekali disinggahi oleh para siswa. Siswa hanya datang ke perpustakaan apabila guru memberikan tugas untuk mencari buku selain buku paket yang sudah dibagikan oleh wali kelas. Dari 773 siswa yang ada hanya sedikit yang datang ke perpustakaan untuk membaca dan meminjam buku, karena mereka sudah memiliki sejumlah buku paket yang dibagikan pihak sekolah sebagai pegangan tetap. Berdasarkan observasi penulis di Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang masih banyak yang harus dibenahi dalam hal peningkatan layanan seperti, penataan koleksi, layanan perpustakaaan, dan penataan ruang perpustakaan. Sehingga dapat memberikan dorongan yang kuat kepada siswa untuk berkunjung ke perpustakaan baik hanya untuk sekedar melihat-lihat keadaan perpustakaan atau mencari tugas-tugas yang diberikan oleh guru bidang studi. Harus diakui, pustakawan memegang andil yang besar untuk menjalankan perpustakaan, sehingga persepsi siswa terhadap perpustakaan selama ini dapat berubah ke arah yang lebih positif. Perpustakaan yang selama ini hanya tempat terpencil yang berisi buku dan membosankan bagi siswa harusnyabisa menjadi tempat rekreasi kedua untuk para siswa. Selain itu, waktu istirahat yang diberikan oleh pihak sekolah hanya 30 menit sehingga siswa tidak ada waktu untuk mengunjungi perpustakaan. Permasalahanlainnya perpustakan hanya dibuka dari pukul 07.30-12.30 WIB. Kurang memadainya fasilitas yang terdapat di perpustakaan sekolah ini tampaknya sangat mempengaruhi motivasi para siswa untuk berkunjung ke perpustakaan, seperti: ruangan yang tidak nyaman, tidak ada ketersediaan komputer, ruang baca yang kurang bersih, serta minimnya ketersedian bahan pustaka (koleksi) yang terbaru. Koleksi yang dimiliki Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang lebih banyak koleksi nonfiksi dari pada koleksi fiksi. Seharusnya koleksi fiksi lebih dominan dibanding koleksi nonfiksi. Ruangan Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang sendiri terdiri atas satu ruangan . Proses temu kembali bahan pustaka dilakukan secara manual, yakni dengan menuju rak dimana buku tersebut berada. Walaupun sudah memiliki laci katalog tetapi kurang dimanfaatkan, hali ini disebabkan karena penggunaan katalog di perpustakaan ini belum berjalan sebagaimana fungsinya sebagai alat telusur. Hal tersebut disebabkan karna kurangnya pengetahuan bagaimana penggunaan katalog serta tidak ada tenaga perpustakaan yang berlatarbelakang pendidikan perpustakaan. Untuk sistem peminjaman yang digunakan pada SMP Negeri 16 Padang ini menggunakan sistem buku besar. Keberadaan perpustakaan sekolah harus dapat memenuhi kebutuhan informasi yang diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar, maka harus tersedianya koleksi yang mencukupi. Menurut Sinaga (2005:39), koleksi perpustakaan seharusnya dapat mencerminkan koleksi apa saja yang dibutuhkan oleh pengguna perpustakaan. Koleksi yang tersedia tersebut dapat mencapai sasaran pendidikan yang sebenarnya untuk penambahan ilmu pengetahuan, perubahan sikap dan kemampuan dari pengguna perpustakaan. Sementara itu Thompson dalam Prastowo (2012:117), fungsi koleksi perpustakaan sebagai berikut: (a) fungsi referensi, koleksi perpustakaan yang memiliki sumber referensi dapat memberikan rujukan tentang berbagai informasi secara tepat dan akurat sehingga dibutuhkan alat bibliografi untuk menelusuri informasi; (b) fungsi kurikuler, koleksi perpustakaan harus mampu mendukung kurikulum pendidikan dengan menyediakan koleksi-koleksi yang berhubungan dengan mata pelajaran sekolah; (c) fungsi umum, setiap pengguna perpustakaan yang datang ke perpustakaan memiliki alasan berbeda dalam mengunjungi perpustakaan, maka dari itu koleksi perpustakaan yang bersifat umum berhubungan dengan pelestarian bahan pustaka serta hasil budaya manusia secara keseluruhan yang kemudian akan berguna bagi kehidupan seluruh manusia; (d) fungsi penelitian, koleksi perpustakaan harus mampu memberikan jawaban atas keingintahuan dari pengguna atau peneliti dalam melakukan tugasnya. Berdasarkan pendapat yang telah diuraikan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa koleksi perpustakaan berfungsi sebagai sumber bahan bacaan yang tersedia diperpustakaan yang dapat menjadi rujukan bagi pengguna perpustakaan yang membutuhkan informasi secara tepat dan akurat. Di setiap perpustakaan sekolah harus memiliki pustakawan atau tenaga khusus yang mengelola perpustakaan tersebut. Menurut Suwarsono (2011:33), pustakawan adalah seseorang tenaga kerja bidang perpustakaan yang memiliki latar belakang pendidikan ilmu perpustakaan, baik melalalui pelatihan, kursus, seminar, maupun dengan kegiatan sekolah formal yang bertanggung atas jalannya sebuah perpustakaan, di wilayah Pegawai Negeri Sipil (PNS) termasuk ke dalam jabatan fungsional. Sementara menurut Lasa (2009:37), pustakawan adalah seorang yang bertugas melaksanakan kegiatan profesi pustakawan seperti pengadaan, pencatatan, pengklasifikasian, pengkatalogan, penjajaran, pengawetan serta pemberdayaan perpustakaan yang telah melalui pendidikan akademik minimal Diploma II dalam bidang Perpustakaan, Dokumentasi, dan Informasi. Untuk memacu perkembangan perpustakaan sekolah perlu dibuat standar minimal kebutuhan pustakawan (minimal Diploma III Perpustakaan), guru pustakawan, dan tenaga administrasi untuk tiap jenjang sekolah. Apabila orang yang menangani perpustakaan sekolah itu belum memenuhi syarat Diploma II maka disebut tenaga perpustakaan. Berdasarkan pendapat yang telah diurai sebelumnya dapat disimpulkan bahwa pustakawan adalah seseorang yang bertugas menjaga, memberdayakan perpustakaan serta melayani pemustaka untuk pemenuhan kebutuhan informasi yang sudah berlatar belakang ilmu perpustakaan baik secara formal maupun mengikuti pelatihan-pelatihan ilmu perpustakaan minimal 30 SKS. Ruangan perpustakaan sekolah memegang peranan penting dalam berjalan nya sebuah perpustakaan agar dapat memberikan layanan yang baik.Menurut Suwarno (2009:99), ruangan perpustakaan bukan hanya sekedar sekat yang memisahkan antara ruangan. Pada perpustakaan memberikan layanan kepada pemustaka sehingga penataan ruang yang menarik dan fungsional juga harus diperhatikan agar mau datang ke perpustakaan. Menurut Darwono dalam Suwarno (2009:97), dalam perancangan gedung perpustakaan harus memperhatikan beberapa hal, yaitu: (a) memperhitungkan tempat yang memadai untuk menyimpan dan memelihara koleksi perpustakaan yang tentunya dapat digunakan dalm jangka waktu yang panjang; (b) dalam membangun gedung perpustakaan harus menyesuaikan dengan kebutuhan perpustakaan dan teknologi yang digunakan pada perpustakaan; (c) menyesuaikan pembangun gedung dengan pemustaka yang akan menggunakan dan jalinan kerja sama dengan instansi lain. Keberadaan perpustakaan tidak terlepas dari koleksi, pustakawan, dan ruangan. Oleh karena itu, sangat penting menciptakan persepsi positif mengenai hal tersebut. Menurut Suwarno (2009:52), persepsi dapat didefenisikan sebagai suatu proses membuat penilaian atau membangun kesan mengenai berbagai macam hal yang terdapat di dalam lapangan pengindraan seseorang. Menurut Rakhmat (2005:51), persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Persepsi ialah memberikan makna pada stimulan inderawi (sensory stimuly). Menurut Morris dalam Martini (2009:4.1), persepsi merupakan proses pemberian arti dari stimulus yang ditanggap indera. Berdasarkan uraian sebelumnya, tujuan penulisan tugas akhir ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) persepsi siswa terhadap Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang ditinjau dari segi koleksi; (2) persepsi siswa terhadap Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang ditinjau dari segi pustakawan; (3) persepsi siswa terhadap Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang ditinjau dari segi tata ruang
Method
Penulisan makalah tugas akhir ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif karena penelitian ini mengumpulkan data dengan menggunakan angka untuk menjelaskan variabel yang timbul. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa. Karena dalam melalukan penelitian ini siswa kelas tiga tidak lagi aktif dalam belajar, maka penulis hanya mengambil sampel dari siswa kelas satu dan siswa kelas dua SMP Negeri 16 Padang serta melakukan wawancara kepada pustakawan.
Discussion
1. Persepsi Siswa terhadap Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang ditinjau dari Segi Koleksi Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang mempunyai koleksi (bahan bacaan) yang cukup untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Selain buku pegangan tetap yang diberikan kepada siswa, perpustakaan juga memiliki sumber bacaan yang sudah tersusun rapi dirak dengan menggunakan pengelompokan DDC (Dewey Decimal Classification). Siswa yang ingin meminjam atau sekedar membaca koleksi dapat dengan langsung menuju rak yang mereka ingin kan, karna kurang pengoptimalan alat bantu telusur informasi berupa katalog. Koleksi Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang berfungsi sebagai penunjang proses belajar mengajar. Fungsi ini sesuai dengan pendapat Sinaga (2005:39), yang menjelaskan bahwa fungsi koleksi perpustakaan mencakup fungsi referens, fungsi kurikular, fungsi umum, dan fungsi penelitian. Untuk koleksi yang dimiiki Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang belum memenuhi syarat perbandingan koleksi fiksi dan koleksi nonfiksi. Jadi koleksi yang dimiliki oleh Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang belum dapat memenuhi kebutuhan pengguna perpustakaan. Persepsi siswa terhadap perpustakaan dipengaruhi oleh bagaimana siswa tersebut melihat citra perpustakaan, baik itu dari segi koleksi, pustakawan, tata ruang, teknologi, dan sarana penunjang lainnya. Persepsi merupakan penilaian sesaat yang dipengaruhi oleh waktu. Seiring dengan berjalannya waktu maka siswa akan lebih banyak memahami apa itu perpustakaan. Untuk mengetahui jawaban responden pada indikator persepsi siswa SMP Negeri 16 Padang mengenai koleksi Perpustakaaan dapat disajikan sebagai tabel berikut. Tabel 1. Persepsi Siswa terhadap Koleksi Perpustakaan SMP N16 Padang No Penilaian terhadap koleksi Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju F P F P f P f P 1. Koleksi perpustakaan SMP Negeri 16 Padang tidak hanya buku pelajaran tetapi juga buku cerita. 36 43% 46 55% 2 2% - - 2. Tugas-tugas saya lebih mudah diselesaikan dengan adanya sumber bacaan di Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang. 34 41% 48 57% 2 2% - - 3. Buku yang terdapat di Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang sesuai dengan kebutuhan siswa. 44 53% 33 39% 7 8% - - 4. Saya akan dapat nilai lebih tinggi, jika saya 30 36% 53 63% 1 1% - - membaca buku di perpustakaan. 5. Buku-buku baru di Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang tidak diberitahukan kepada siswa. 10 12% 42 50% 28 33% 4 5% 6. Meminjam buku di Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang mudah dan cepat. 35 42% 43 51% 5 6% 1 1% Tabel 1 tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar siswa SMP Negeri 16 Padang setuju (55%) terhadap ketersediaan buku cerita di perpustakaan.. Selanjutnya, 57% siswa setuju terhadap koleksi perpustakaan yang dapat membantu siswa dalam menyelesaikan tugas. Untuk kesesuaian koleksi perpustakaan dengan mata pelajaran, siswa merasa sangat setuju (53%) dan siswa merasa setuju (63%) jika dengan membaca di perpustakaan akan bisa memperoleh nilai lebih tinggi. Sebanyak (50%) siswa merasa setuju bahwa tidak mengetahui adanya buku terbaru di Perpustakan SMP Negeri 16 Padang serta (51%) menyatakan bahwa peminjaman buku sangat mudah dan cepat. Siswa SMP Negeri 16 Padang sebagian besar setuju (55%) koleksi perpustakaan tidak hanya buku pelajaran tetapi juga buku cerita. Namun, dari data yang diperoleh dapat dilihat bahwa jumlah ketersediaan koleksi di Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang lebih banyak terdapat koleksi nonfiksi dibanding dengan koleksi fiksi. Jumlah koleksi di Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang berjumlah sekitar 15.388 eksemplar dengan 2.485 judul. Buku nonfiksi berjumlah 12.031 (92 judul), buku pengayaan 2.413 eksemplar (2.087 judul), buku fiksi 811 eksemplar (252 judul), serta buku pegangan guru sebanyak 83 eksemplar (47 judul). Dengan demikian ketersedian koleksi buku di Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang belum tepat. Sementaramenurut Yusuf dan Suhendar (2005:24) perbandingan antara koleksi fiksi dan nonfiksi adalah 60:40. 2. Persepsi Siswa terhadap Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang Ditinjau dari Segi Pustakawan Di setiap sekolah memiliki perpustakaan yang dikelola oleh tenaga perpustakaan yang ahli dibidangnya sehingga perpustakaan dapat berjalan sebagai fungsinya yaitu membantu proses belajar mengajar. Begitu juga dengan Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang yang dikelola oleh tiga orang tenaga perpustakaan. Petugas perpustakaan tersebut tidak ada yang berlatarbelakang pendidikan perpustakaan. Sehingga petugas Perpustakaan di SMP Negeri 16 Padang belum bisa dikatakan seorang pustakawan karena seorang pustakawan harus menempuh pendidikan di bidang Ilmu Perpustakaan minimal Diploma II. Seharusnya perpustakaan yang memenuhi standar dikelola oleh pustakawan, guru pustakawan, dan tenaga perpustakaan. Tugas pustakawan di SMP Negeri 16 Padang di antaranya: (a) menghitung jumlah buku yang datang; (b) memberi stempel pada halaman pertama dan halaman rahasia sekolah masing-masing; (c) memasukkan nomor buku pada buku induk; (d) memberikan label pada buku; (e) memberikan klip dan menyampul buku; (f) mengklasifikasikan (mengelompokkan) buku sesuai bidang studi; (g) melayani pengunjung (siswa, guru dan pegawai); (h) membersihkan, merapikan dan menghitung buku dirak. Acuan tugas yang dijalankan oleh pustakawan SMP Negeri 16 Padang sesuai dengan pendapat Lasa (2009: 39), mengenai tugas-tugas pustakawan dalam mengolah koleksi, mulai dari melaksanakan pengadaan, mengolah bahan pustaka serta memberdayakan bahan informasi kepada pengguna perpustakaan. Untuk mengetahui jawaban responden pada indikator persepsi siswa SMP Negeri 16 Padang mengenai pustakawan Perpustakaaan dapat disajikan sebagai tabel berikut. Tabel 2. Persepsi Siswa terhadap Pustakawan Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang No Penilaian terhadap Pustakawan Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju F P f P F P f P 1. Pustakawan (petugas perpustakaan) ramah. 51 61% 32 38% 1 1% - - 2. Petugas perpustakaan sering membantu saya. 19 23% 52 62% 13 15% - - 3. Pustakawan (petugas perpustakaan) tidak peduli ketika saya kebingungan mencari buku. 5 6% 24 29% 33 39% 22 26% 4. Petugas perpustakaan SMP Negeri 16 Padang sering tidak ada di perpustakaan. 5 6% 12 14% 38 45% 29 35% Dari tabel 2 tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar siswa SMP Negeri 16 Padang sangat setuju (61%) terhadap keramahan pustakawan (petugas perpustakaan). Selanjutnya, 62% siswa setuju bahwa pustakawan sering membantu siswa yang sering berkunjung ke perpustakaan. Selain itu, hampir setengah siswa menyatakan kurang setuju (39%) mengenai sikap tidak peduli pustakawan jika kebingungan mencari buku karena setiap siswa yang datang ke perpustakaan selalu ditanggapi dengah ramah. Sementara itu, hampir setengah siswa juga kurang setuju (45%) bahwa pustakawan yang sering tidak ada di perpustakaan. Sebagian besar siswa setuju (61%) terhadap keramahan petugas Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang. kedatangan pengunjung perpustakaan selalu ditanggapi dengan sikap ramah oleh petugas perpustakaan serta mau menolong para siswa untuk mendapatkan buku yang diinginkan. Petugas perpustakaan di Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang berjumlah 3 orang. Berikut nama petugas Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang. 1. Sumarni G, seorang guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 16 Padang. 2. Dewitria Bustami, seorang tenaga honorer yang lulusan SMA. 3. Riri Nofitri, seorang guru honorer KWN SMP Negeri 16 Padang. Tenaga Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang selalu berada dan siap melayani pengunjung yang dimulai dari pukul 07.30 hingga 12.30. 3. Persepsi Siswa terhadap Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang ditinjau dari Segi Tata Ruang Untuk mengetahui jawaban responden pada indikator persepsi siswa SMP Negeri 16 Padang mengenai tata ruang Perpustakaaan dapat disajikan sebagai tabel berikut. Tabel 3. Persepsi Siswa terhadap Tata Ruang Perpustakaan SMP N16Padang No Penilaian terhadap Tata Ruang Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju f P F P f P F P 1. Saya merasa nyaman berada di Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang. 10 12% 12 14% 37 44% 25 30% 2. Ruangan perpustakaan terasa sempit. 24 29% 37 44% 13 15% 10 12% 3. Susunan rak buku, meja dan kursi di Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang teratur dan nyaman. 2 2% 12 14% 42 50% 28 34% Tabel 3 tersebut mendeskripsikan bahwa persepsi siswa SMP Negeri 16 Padang hampir setengahnya kurang setuju (37%) dengan kenyamanan berada di perpustakaan. Selanjutnya, 44% siswa setuju bahwa ruangan perpustaan terasa sempit. Sementara itu, setengahnya (50%) siswa kurang setuju dengan susunan rak, buku, dan kursi. Hampir setengah siswa kurang setuju (37%) dengan kenyamanan berada di perpustakaan. Hal ini dapat dilihat dari data yang diperoleh bahwa ruangan Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang yang terdiri dari satu ruangan dengan warna dinding cream pucat serta menggunakan karpet getah. Kondisi ruangan perpustakaan yang kurang nyaman dapat menyebabkan persepsi yang cenderung negatif terhadap citra perpustakaan. 44% siswa setuju bahwa ruangan perpustakaan terasa sempit. Sementara itu, setengah dari siswa kurang setuju (50%) dengan susunan rak buku, meja, dan kursi di Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang. Ruangan perpustakaan memiliki susunan rak untuk menyimpan koleksi, meja untuk melayani pemustaka sebanyak 4 buah yang terlihat semakin mempersempit ruangan perpustakaan, serta penyediaan meja lesehan untuk pengunjung perpustakaan yang ingin membaca. Seharusnya ruangan Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang ditata dengan rapi sehingga memberikan kenyamanan kepada pengguna perpustakaan khususnya siswa. Sehingga siswa merasa tertarik kembali untuk datang ke perpustakaan. Dekorasi dibuat dengan sederhana namun tetap menarik atau mempunyai nilai estetika yang tinggi. Pemasangan kata-kata motivasi yang menghiasi dinding dirasa perlu agar siswa semakin termotivasi untuk mengunjungi perpustakaan. Pengaturan rak-rak buku dengan rapi akan akan menambah kesan bahwa perpustakaan tidak terasa sempit. Perpaduan warna dinding dengan lantai seharusnya menjadi pertimbangan sehingga menambah nilai artistik ruangan perpustakaan
Conclusion
Berdasarkan uraian dan analisis yang telah di paparkan sebelumnya dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Pertama, persepsi siswa terhadap Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang ditinjau dari segi koleksi, sebagian besar siswa setuju (55%) dengan koleksi Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang tidak hanya buku pelajaran tetapi juga buku cerita, sebagian besar siswa setuju (57%) bahwa tugas-tugas mudah diselesaikan dengan adanya sumber bacaan di perpustakaaan, sebagian besar siswa sangat setuju dengan kesesuaian buku di Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang, sebagian besar siswa setuju (63%) bahwa siswa akan dapat nilai lebih tinggi jika membaca buku di perpustakaan, setengah siswa setuju bahwa tidak ada pemberitahuan jika ada buku baru di perpustakaan, serta sebagian besar siswa (51%) setuju bahawa meminjam buku di Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang mudah dan cepat. Kedua, persepsi siswa terhadap Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang ditinjau dari segi pustakawan, sebagian besar siswa sangat setuju (61%) bahwa petugas perpustakaan ramah, sebagian besar siswa setuju (62%) petugas perpustakaan sering membantu, hampir setengah siswa kurang setuju (39%) petugas perpustakaan tidak peduli ketika siswa kebingungan mencari buku, serta hampir setengah siswa kurang setuju (45%) petugas Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang sering tidak ada di perpustakaan. Ketiga, persepsi siswa terhadap Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang ditinjau dari segi tata ruang, hampir setengah siswa kurang setuju (44%) Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang memberikan kenyamanan, hampir setengah siswa setuju (44%) ruangan perpustakaan terasa sempit, serta setengah siswa kurang setuju (50%) dengan susunan rak buku, meja dan kursi di Perpustakaan SMP Negeri 16 Padang teratur dan nyaman.