Kembali
16
1
2017 Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Vol 6 · 1 Seri A ISSN 2302-3511

KEMAS ULANG INFORMASI MANFAAT DAUN KATUK UNTUK PRODUKSI AIR SUSU IBU (ASI)

Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang

Abstract

The purpose of this paper is to describe the stages of repackaging information and also designing and producing a printed information or booked. The benefits of this paper are useful for breastfeeding mothers and users who need it. The research method used is descriptive, data collected through literature study (articles in PDF, HMTL, DOC, TXT, PS). The stages of repackaging information about katuk leaf benefits for the production of breast milk are: (1) identifying user needs, (2) defining the topic/title of information to be covered. This determination usually will involve ideas and input from experts staff, manufacturers of packaging products, information, product consumers and information services and employees, (3) collect information from any sources that match with topic, (4) the selection and analysis of information, (5) determine the form of repackaged information either printed or non-printed, (6) examination/editing, (7) print with a more attractive shape.
Keywords: ASI · information repackaging · katuk leaf

Introduction

Pesatnya informasi di era globalisasi sekarang ini memang tidak dapat dipungkiri keberadaannya. Situasi seperti itu disebabkan karena perkembangan dan kemajuan yang dicapai oleh bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih melalui penemuan-penemuan yang terus-menerus bermunculan serta mempengaruhi pertumbuhan informasi. Perkembangan ini terasa semakin cepat karena dipacu oleh adanya kemudahan dalam penyebarluasan informasi baik melalui jaringan internet dan komputer. Perpustakaan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut. Selain memegang peranan penting dalam pembangunan nasional dan merupakan sarana penunjang dalam pendidikan, perpustakaan juga sebagai pusat penyedia informasi dituntut dapat memberikan layanan informasi yang relevan, cepat, dan tepat bagi pemustaka. Sebab dari itu tantangan besar untuk dapat mengolah atau mengemas ulang suatu informasi yang lebih menarik sehingga mudah dan cepat dipahami oleh penggunanya. Kemas ulang informasi bukanlah hal baru dalam dunia ke pustakawanan karena senilai dengan pekerjaan mengindeks dan mengabstrak, penyebaran informasi terseleksi dan pembuatan buletin informasi serta pelayanan informasi terkini. Pustakawan dapat memanfaatkan dan mendaya gunakan secara maksimal teknologi informasi yang ada untuk mengemas informasi, misalnya penggunaan internet. Jika demikian, maka kemas ulang informasi dapat diartikan sebagai kegiatan download informasi tertentu (misalnya: artikel) yang dibutuhkan melalui internet (misalnya: bentuk PDF, HTML, DOC, TXT, PS) dengan bantuan mesin pencari (search engine) lalu dikumpulkan dan dikemas lagi ke dalam media berbentuk lain (misalnya: CD) dan cetak untuk disajikan kepada pengguna. Menurut Piliang (2015: 27) pengemasan informasi adalah kegiatan yang dimulai dari menyeleksi berbagai informasi dari sumber yang berbeda, mendata dan memilih informasi yang relevan, menganalisis, mensintesa dan menyajikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan pemakai. Menurut Djamarin (2016: 3) kemas ulang informasi adalah mengemas ulang informasi kembali, atau mengubah dari satu bentuk informasi ke bentuk lainnya. Kemas ulang informasi bisa berupa perubahan bahasa satu ke bahasa lain, misal terjemahan, intepretasi, analisis, risalah bahkan anotasi. Sudah puluhan tahun pustakawan merancang untuk mengingatkan pemustaka atau peneliti yang berminat pada disiplin ilmu tertentu, publikasi, dan literatur yang terbit tentang topik khusus. Dengan begitu padatnya informasi yang ada, maka penulis mengemas ulang suatu informasi yang berguna bagi ibu menyusui tentang tumbuhan daun katuk dan manfaatnya untuk produksi Air Susu Ibu (ASI) karena banyak masyarakat yang tidak mengetahui manfaat daun katuk. Bagian tanaman katuk yang dapat dimanfaatkan di antaranya daun, batang, akar, buah dan bunganya. Daun katuk bermanfaat untuk produksi ASI bagi ibu menyusui. Banyak ibu baru yang sering merasa kesulitan saat awal–awal harus memberikan ASI untuk bayi mereka. Bahkan tak sedikit para ibu yang ASInya tidak bisa langsung keluar setelah melahirkan. Akhirnya entah karena frustasi atau kurang sabar dan juga kasihan dengan bayi yang kelaparan, susu formula pun menjadi pilihan. Padahal sebenarnya kita hanya perlu sedikit bersabar dan berusaha untuk dapat membuat ASI menjadi lancar dan berlimpah. Menurut Arifin (2004: 3) Air Susu Ibu (ASI) adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa dan garam-garam anorganik yang sekresi oleh kelenjar mamae ibu, yang berguna sebagai makanan bagi bayinya. Sedangkan ASI Ekslusif adalah perilaku dimana hanya memberikan Air Susu Ibu (ASI) saja kepada bayi sampai umur 4 (empat) bulan tanpa makanan dan ataupun minuman lain kecuali sirup obat. Bayi membutuhkan ASI untuk tumbuh dan berkembang serta untuk melindunginya dari berbagai penyakit infeksi dan penyakit kronis lainnya. Makanan pokok bagi bayi ini juga sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pencernaan, memiliki komposisi dan zat gizi yang paling ideal dibandingkan susu botol atau susu formula manapun. Masalah klasik yang sering dialami oleh ibu menyusui adalah jumlah produksi air susu yang sedikit, kualitas air susu yang kurang zat gizi dan tidak lancarnya proses pengeluaran ASI. Padahal pemberian ASI ekslusif sampai usia 4 bulan sangat lah penting bagi tumbuh kembang buah hati. Belum lagi perkembangan psikis dan emosional antara ibu dan anak yang tidak bisa dinilai dari segi materi. Daun katuk adalah sayuran yang di anjurkan untuk memperlancar ASI ibu menyusui. Tanaman hijau dengan daun berukuran kecil ini sangat populer untuk membantu memperbanyak produksi ASI serta memperbaiki kualitas ASI itu sendiri. Daun katuk memiliki kandungan yang sangat baik seperti protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, B, dan C. Menurut santoso (2008: 4) Katuk (Sauropus androgynus) merupakan tanaman sayuran yang banyak terdapat di Asia tenggara. Tumbuhan ini dalam beberapa bahasa dikenali sebagai mani cai (bahasa Cina), cekur manis (bahasa Melayu), dan rau ngot (bahasa Vietnam), di Indonesia masyarakat Minangkabau menyebut katuk dengan nama simani. Selain menyebut katuk, masyarakat Jawa juga menyebutnya katukan atau babing.

Method

Kemas Ulang Informasi tentang Manfaat Daun Katuk untuk Produksi Air Susu Ibu ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Metode deskriptif adalah teknik data dikumpulkan melalui studi pustaka (artikel dalam bentuk PDF, HTML, DOC, TXT, PS) alat yang digunakan yaitu jaringan internet dengan bantuan mesin pencari (search engine). Kemas ulang Informasi tentang manfaat daun katuk untuk produksi ASI ini berbentuk cetak. Informasi yang dikumpulkan yaitu informasi mengenai daun katuk dan defenisi Air Susu Ibu. Setelah informasi itu didapatkan di analisa terlebih dahulu baru dikemas sesuai dengan topik yang telah ditetapkan.

Discussion

1. Informasi Penting Tentang Daun Katuk Daun katuk sebenarnya telah dikenal sejak lama oleh nenek moyang kita dari abad ke-16 dan dimanfaatkan hingga saat ini. Tanaman katuk terdiri dari dua jenis yaitu : (a) Katuk merah merupakan katuk yang masih banyak dijumpai di hutan belantara sebagi tanaman hias.Katuk merah ini sangat cocok karena warnanya sangat menarik yaitu hijau kemerahan, (b) Katuk hijau merupakan katuk yang paling produktif penggunaanya,dibandingkan katuk merah karena penggunaan khasiatnya lebih banyak dibanding katuk merah.Katuk hijau banyak digunakan untuk keperluan konsumsi, yaitu sebagai sayuran dan obat-obatan. Di Indonesia daun katuk lazim dimanfaatkan untuk melancarkan air susu ibu (ASI), serta sebagai obat borok, bisul, demam, dan darah kotor. Menurut santoso (2008: 4) Katuk (Sauropus androgynus) merupakan tanaman sayuran yangbanyak terdapat di Asia tenggara. Tumbuhan ini dalam beberapa bahasadikenali sebagai mani cai (bahasa Cina), cekur manis (bahasa Melayu), danrau ngot (bahasa Vietnam), di Indonesia masyarakat Minangkabaumenyebut katuk dengan nama simani. Selain menyebut katuk, masyarakatJawa juga menyebutnya katukan atau babing. Sementara itu masyarakatMadura menyebutnya kerakur dan orang Bali lebih mengenalnya dengankayu manis. Saat ini, daun katuk sudah diproduksi sebagai sediaan fitofarmaka yang berkhasiat untuk melancarkan ASI. Pada tahun 2000, telah terdapat sepuluh pelancar ASI yang mengandung daun katuk, beredar di Indonesia. Bahka ekstrak daun katuk telah digunakan sebagai bahan fortifikasi pada produk makanan yang diperuntukkan bagi ibu menyusui. Masyarakat Indonesia telah menggunakan daun katuk sebagai sayuran hijau untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui sehingga dapat menghasilkan jumlah ASI yang lebih banyak untuk buah hatinya. Hal ini disebabkan karena daun tersebut memiliki banyak kandungan gizi seperti protein, kalori, dan karbohidrat. Kandungan gizi pada tanaman ini hampir setara dengan daun singkong dan daun pepaya. Perbedaannya, daun ini memiliki kandungan zat besi yang lebih tinggi. Selain itu katuk juga mengandung banyak vitamin A, vitamin C, vitamin B1 thiamin, mineral, lemak, tanin, flavonoid, saponin, dan alkaloid papaverin. Dengan kandungan tersebut, maka tidak heran jika tanaman ini banyak digunakan sebagai tanaman obat tradisional. Banyak yang menganggap bahwa manfaat katuk tidak hanya dapat melancarkan ASI saja tetapi jauh lebih banyak dari itu. Biasanya daun katuk dikonsumsi dalam bentuk lalapan atau sayur rebusan. Kandungan steroid dan polifenol pada tanaman ini mampu meningkatkan kadar hormon prolaktin. Berdasarkan penelitian, orang yang mengkonsumsi katuk ditemukan memiliki peningkatan kadar hormon steroid adrenal. Dengan hormon proklaktin yang tinggi, hal ini akan mempercepat, meningkatkan dan memperlancar ASI. Agar kandungan nutrisi pada tanaman ini tidak hilang dan dapat memberikan manfaat yang optimal bagi tubuh, cara pengolahannya harus benar-benar diperhatikan karena cara yang salah dapat merusak kandungan gizi di dalamnya. Jika terlalu lama atau matang memasaknya, hal ini dapat menurunkan kualitasnya sebagai pelancar ASI. Selain itu, katuk juga megandung zat yang diduga dapat berfungsi sebagai laktagagum. Dalam 100 gram katuk segar mengandung 70 gram air, 4,8 gram protein, 1 gram lemak, 11 gram karbohidrat, 204 mg kalsium, 83 mg fosfor, 2,7 mg zat besi, 3 mcg vitamin A, dan 2,2 gram mineral lain. 2. Kemas Ulang Informasi tentang Manfaat Daun Katuk untuk Produksi Air Susu Ibu (ASI) Dalam upaya mengoptimalkan serta pemanfaatan informasi yang beredar begitu cepat dan pesat, harus dilakukan penyeleksian informasi yang lebih berguna dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat maka dilakukan kemas ulang informasi yang lebih menarik.Kemas ulang informasi merupakan sistem yang terkoordinasi untuk menyiapkan barang menjadi siap untuk ditransportasikan, didistribusikan, disimpan, dijual, dan dipakai. Kemas ulang informasi adalah suatu kegiatan untuk menyeleksi informasi dari berbagai sumber. Penelusuran kemas ulang informasi ini dengan cara mengumpulkan dan seleksi informasi mana yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Dengan adanya kemas ulang informasi ini bermanfaat bagi pemustaka sebagai bahan rujukan dan referensi aktual karena informasi yang terkemas memudahkan pemustaka dalam memperoleh informasi secara akurat dengan waktu yang relatif singkat karena informasi sudah tersaji sesuai kebutuhan pemustaka. Manfaat kemas ulang informasi bagi pustakawan adalah sebagai media bantu bagi pustakawan dalam memberikan pelayanan yang optimal bagi pemustaka di bidang penelusuran informasi dan sebagai alat untuk mempermudah penyebaran, pengelolaan dan komunikasi. Saat ini dengan berkembangnya teknologi informasi di bidang perpustakaandokumentasi dan informasi, bentuk kemasan informasi dapat dilakukan dengan lebihbervariasi. Tidak selalu secara tercetak saja namun juga dapat dikemas secara digital.Perubahan kemas ulang informasi ini dapat dikemas atau dirubah dengan beragam bentuk, yaitu mengubah bentuk informasi tercetak menjadi gambar, digital, mikrofis, CD, dan sebagainya Pembuatan kemas ulang informasi yang akan dikemas oleh penulis adalah manfaat daun katuk untuk produksi ASI berupa cetak (buku). Pembuatan kemas ulang informasi tentang manfaat daun katuk untuk produksi air susu ibu ini bertujuan untuk menyediakan sarana informasi yang lebih kompleks, cepat dan tepatmengenai produksi ASI bagi ibu menyusui dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau pengguna akan informasi.Daun katuk banyak masyarakat tidak mengetahui kandungan gizi didalamnya serta manfaatnya. Padahal daun katuk sangat bagus dikonsumsi karena begitu banyak kandungan gizi didalamnya apalagi untuk ibu menyusui. Maka dari itu penulis perlu mengemas informasi ini, karena informasi ini sangat penting. Dengan adanya daun katuk, maka ibu yang menyusui mempunyai masalah tentang ASI dapat di atasi. ASI merupakan makanan bayi yang paling penting terutama pada bulan-bulan pertama kehidupan. ASI merupakan sumber gizi yang sangat ideal dengan komposisi yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan bayi, karena ASI adalah makanan bayi yang paling sempurna baik secara kualitas maupun kuantitas. ASI sebagai makanan tunggal akan cukup memenuhi kebutuhan tumbuh kembang bayi normal sampai usia 4-6 bulan.Terjadinya kerawanan gizi pada bayi disebabkan karena selain makanan yang kurang juga karena Air Susu Ibu (ASI) banyak diganti dengan susu botol serta cara dan jumlah yang tidak memenuhi kebutuhan. Hal ini pertanda adanya perubahan sosial dan budaya yang negatif dipandang dari segi gizi. Pertumbuhan dan perkembangan bayi sebagian besar ditentukan oleh jumlah ASI yang diperoleh termasuk energi dan zat gizi lainnya yang terkandung di dalam ASI tersebut. ASI tanpa bahan makanan lain dapat mencukupi kebutuhan pertumbuhan sampai usia sekitar empat bulan. Setelah itu, ASI hanya berfungsi sebagai sumber protein vitamin dan mineral utama untuk bayi yang mendapat makanan tambahan yang tertumpu pada beras. Dalam pembangunan bangsa, peningkatan kualitas manusia harus dimulai sedini mungkin yaitu masih bayi, salah satu faktor yang memegang peranan penting dalam peningkatan kualitas manusia adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI). Maka dari itu sebelum mengemas informasi tentang manfaat daun katuk untuk produksi air susu ibu perlu diketahui tahap pembuatannya.Dari beberapa literatur, tahapan pengemasan informasi antara lain adalah : (1) mengidentifikasi kebutuhan pengguna; (2) penetapan topik/judul informasi yang akan dicakup. Penetapan ini biasanya akan melibatkan ide-ide dan masukan dari staf ahli, produsen produk kemasan, informasi, konsumen produk dan jasa informasi dan karyawan; (3) mengumpulkan informasi berbagai sumber yang sesuai dengan topik; (4) seleksi dan menganalisa informasi; (5) menentukan bentuk kemas ulang informasi baik tercetak atau non cetak (6) pemeriksaan/editting; (7) cetak dengan bentuk yang lebih menarik. Jadi tahapan yang harus dilakukan oleh penulis untuk pembuatan kemas ulang informasi adalah : a. Mengidentifikasi Kebutuhan Pengguna Sebelum merencanakan untuk mengemas suatu informasi hal terpenting dilakukan terlebih dahulu mengidentifikasi kebutuhan pengguna karena apa yang di inginkan banyak oleh pengguna disana kita dapat inspirasi untuk mengemas informasi yang berguna serta bermanfaat. Penulis mengidentifikasi kebutuhan pengguna yaitu tentang produksi ASI dari daun katuk, masyarakat banyak tidak tahu bahwa daun katuk bermanfaat bagi produksi ASI, padahal ASI merupakan makanan bayi yang paling penting terutama pada bulan-bulan pertama kehidupan. ASI merupakan sumber gizi yang sangat ideal dengan komposisi yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan bayi, karena ASI adalah makanan bayi yang paling sempurna baik secara kualitas maupun kuantitasi. Informasi ini banyak berkembang diberbagai sumber namun tetap juga informasi tersebut tidak sampai kepada masyarakat. Padahal informasi tersebut diperlukan bagi ibu menyusui yang bermasalah pada ASInya. b. Penetapan Topik/Judul Informasi Setelah mengidentifikasi kebutuhan informasi untuk pengguna hal kedua yang dilakukan yaitu penetapan Topik/Judul informasi agar pengemasan yang kita lakukan fokus dengan satu topik saja.Dalam melakukan judul kemas ulang informasi dilakukan pertimbangan-pertimbangan seperti: 1) tersedianya informasi dari berbagai media; 2) keterpakaian informasi oleh pengunjung, maksudnya yaitu apakah informasi tersebut dibutuhkan atau tidak; 3) informasi yang paling banyak diminati berdasarkan permintaan pengunjung. Dari pertimbangan-pertimbangan sebelumnya, maka judul kemas ulang informasi yang akan dibuat adalah kemas ulang infomasi tentang manfaat daun katuk untuk produksi ASI. c. Mengumpulkan Informasi dari berbagai Sumber Tahap selanjutnya yaitu mengumpulkan informasi sesuai dengan topik yang telah ditentukan yaitu kemas ulang informasi tentang manfaat daun katuk untuk produksi ASI maka pengumpulan informasi dengan cara mendownload informasi tertentu dari berbagai media cetak dan non cetak (misalnya: artikel) yang dibutuhkan melalui internet (misalnya: bentuk PDF,HTML, DOC, TXT, PS) dengan bantuan mesin pencari (search engine). d. Seleksi dan Menganalisa informasi Seleruh informasi yang berhasil ditelusuri kemudian di seleksi. Seleksi ini bertujuan agar informasi yang dikumpulkan sesuai dengan topik yang ditentukan yaitu kemas ulang informasi tentang manfaat daun katuk untuk produksi asi. Seleksi ini dilakukan dengan cara menganalisis suatu informasi serta menyaring informasi dan mencatat setiap informasi yang akan dibutuhkan agar tidak terjadinya pelencengan informasi dari topik yang telah ditentukan. e. Menentukan bentuk kemas ulang informasi Setelah melakuan seleksi informasi, selanjutnya yaitu menrencanakan bentuk kemas ulang informasi yang harus disajikan kepada pengguna. Untuk merancang bentuknya kita harus perhatikan sesuai dengan kebutuhan pengguna agar informasi tersebut mudah didapatkan. Keterampilan dalam merancang bentuk kemas ulang informasi sangat penting, hal ini didukungdengan kemampuan seseorang yang sangat kreatif dalam menciptakan tampilan bentuk kemasan informasi. Baik berbentuk cetak, media audio-visual, pangkalan data lokal maupun pangkalan data online.Semua itu harus direncanakan sebaik mungkin agar sesuai dengan pengguna informasinya. Penulis merancang bentuk kemas ulang informasinya berbentuk cetak karena informasi yang dicetak akan lebih akurat untuk dibaca oleh pengguna. Apalagi pengguna informasi tentang manfaat daun katuk ini sasarannya adalah ibu–ibu. f. Pemeriksaan/ Editing Setelah melakukan perancangan bentuk pengemasan informasi, maka perlu pemeriksaan serta editing dari penulisan kata, kalimat yang kurang sesuai dan melengkapi kekurangan yang ada serta penggunaan kata yang salah semua itu harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum digunakan oleh pengguna. Penulisan dalam kemas ulang informasi ini harus mudah diserap oleh pengguna, karena dengan bahasa yang mudah, maka mudah pula pengguna untuk mengerti akan informasi yang tertera. g. Mencetak kemas ulang informasi Pengeditan pun sudah dilakukan tahap selanjutnya yaitu mencetak bentuk informasi yang sudah dikemas agar informasi dapat digunakan langsung oleh pengguna.

Conclusion

Berdasarkan uraian yang telah dijabarkan sebelumnya dapat disimpulkan pertama daun katuk banyak kandungan gizi, tanaman ini hampir setara dengan daun singkong dan daun pepaya. Perbedaannya, daun ini memiliki kandungan zat besi yang lebih tinggi. Selain itu katuk juga mengandung banyak vitamin A, vitamin C, vitamin B1 thiamin, mineral, lemak, tanin, flavonoid, saponin, dan alkaloid papaverin. Dengan kandungan tersebut, maka tidak heran jika tanaman ini banyak digunakan sebagai tanaman obat tradisional, salah satunya digunakan sebagai produksi air susu ibu. Kedua tahapan pembuatan kemas ulang informasi manfaat daun katuk untuk produksi air susu ibu adalah: (1) mengidentifikasi kebutuhan pengguna; (2) penetapan topik/judul informasi yang akan dicakup. Penetapan ini biasanya akan melibatkan ide-ide dan masukan dari staf ahli, produsen produk kemasan, informasi, konsumen produk dan jasa informasi dan karyawan; (3) mengumpulkan informasi berbagai sumber yang sesuai dengan topik; 4) seleksi dan menganalisa informasi; (5) menentukan bentuk kemas ulang informasi baik tercetak atau non cetak (6) pemeriksaan/editting; (7) cetak dengan bentuk yang lebih menarik. Berdasarkan simpulan yang telah diuraikan sebelumnya, penulis menyarankan dengan adanya Kemas Ulang Informasi tentang Manfaat Daun Katuk untuk Produksi Air Susu Ibu ini dapat digunakan seperlunya. Dan informasi yang terkandung didalamnya dapat bermanfaat serta sebagai pedoman untuk produksi ASI bagi ibu yang memiliki permasalahan dengan ASInya.