KEMAS ULANG INFORMASI BUDIDAYA JAMUR TIRAM NAGARI SUNGAI BULUH KABUPATEN PADANG PARIAMAN
Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang
Abstract
This paper aims to describe the re-packaging of information on oyster mushroom cultivation Nagari Sungai Buluh Padang Pariaman. The method used is descriptive research method with data collection through interview. Data collection through interviews conducted with farmers oyster mushroom business Nagari Sungai Buluh Padang Pariaman. Based on the discussion can be concluded the stages in packing the information of oyster mushroom cultivation Nagari Sungai Buluh Padang Pariaman District as follows: (1) Identify the needs of users, (2) Finding the needed resources, (3) Information gathering, (4) Packaging of information, (5) Determine the form of packaging, (6) Make editing, (7) Printing the packaging
Keywords:
Repacking
· Oyster Mushroom
Introduction
Informasi dan teknologi yang sangat pesat membuat masyarakat ingin mengetahui perkembangan informasi yang terjadi di dunia. Informasi merupakan sekumpulan data yang sudah diolah dan dapat diketahui maksud dan tujuan dari kandungan isi yang akan disampaikan, sehingga keberadaan informasi ini memiliki peran dan fungsi yang sangat penting bagi pengguna yang membutuhkan informasi. Perkembangan informasi yang begitu cepat membuat ilmu-ilmu baru juga cepat berkembang pesat. Kebutuhan informasi masyarakat semakin meningkat, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, ekonomi, sosial, hukum, maupun politik. Tuntutan tersebut juga terjadi pada lembaga perpustakaan, dokumentasi, dan informasi (dokinfo), yaitu adanya peningkatan permintaan informasi pengguna dalam bentuk kemasan informasi/pengetahuan. Kemajuan teknologi dan informasi menjadi kekuatan atau pendorong bagi perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat kontemporer. Melalui informasi, perpustakaan dituntut untuk melayani orang sebanyak mungkin, melakukan penyebaran informasi, melestarikan budaya, dan memberikan kontribusi untuk kehidupan intelektual dan sosial. Menurut Undang-Undang Nomor 14 tentang keterbukaan informasi publik (2008: 2) informasi adalah keterangan, pernyataan, gagasan dan tanda-tanda yang mengandung nilai, makna, pesan, baik data, fakta maupun penjelasannya yang dapat dilihat, didengar dan dibaca yang disajikan dalam berbagai kemasan dan format sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi secara elektronik ataupun non-elektronik. Menurut Djamarin (2016: 3), kemas ulang informasi adalah mengemas ulang informasi kembali,atau mengubah dari satu bentuk informasi ke bentuk lainnya. Kemas ulang informasi bisa berupa perubahan bahasa satu ke bahasa lain, misalnya terjemahan, intepretasi, analisis, risalah bahkan anotasi. Budidaya adalah usaha yg bermanfaat dan memberi hasil. Usaha budidaya tanaman mengandalkan penggunaan tanah atau media lainnya di suatu lahan untuk membesarkan tanaman dan lalu memanen bagiannya yang bernilai ekonomi. Jamur pangan atau jamur konsumsi adalah dari berbagai jenis jamur yang bisa bahan makanan dan tidak mengadung racun yang berbahaya bagi kesehatan baik produk hasil budidaya atau panen dari alam. Menurut Wiardani (2010: 23) jamur tiram merupakan jamur pangan dengan tudung mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung dan bewarna putih hingga krem. Permukaan tudung jamur tiram licin, agak berminyak sangat lembap, dan tepiannya bergelombang. Warna jamur tiram bermacammacam ada yang putih, abu-abu, coklat dan merah. Di Indonesia jenis paling banyak dibudidayakan adalah jamur tiram putih khususnya di Nagari Sungai Buluh Kabupaten Padang Pariaman. Jamur tiram biasanya hidup di alam bebas salah satunya hutan pengunungan daerah yang sejuk dan bisa juga hidup didataran rendah asalkan petani mengetahui teori cara mengelola jamur tiram didataran rendah dengan baik. Budidaya jamur tiram dapat dilakukan dalam skala kecil untuk industri rumah tangga atau sebagai usaha sampingan keluarga yang nantinya mampu memberikan tambahan pendapatan keluarga ataupun diusahakan oleh masyarakat usaha jamur tiram Nagari Sungai Buluh Kabupaten Padang Pariaman atau bahkan dapat diusahakan dalam skala besar yang mampu menyerap banyak tenaga kerja.
Method
Metode yang digunakan dalam makalah ini adalah metode deskriptif. Menurut Nazir (2011: 54) deskriptif adalah metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran atau suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Penelitian dilakukan dengan wawancara kepada anggota kelompok usaha jamur tiram Nagari Sungai Buluh Kabupaten Padang Pariaman dan mengumpulkan data secara langsung dan observasi untuk memenuhi informasi sebelum masuk ke tahapan kemas ulang informasi. Proses pembuatan kemas ulang informasi budidaya jamur tiram dengan mengumpulkan dari berbagai sumber kemudian diseleksi sesuai dengan kebutuhan pengguna informasi. Pencarian informasi melalui buku, dan artikel/jurnal online. Jumlah buku dan artikel/jurnal dari internet berjumlah 13 judul.
Discussion
Pertumbuhan jamur tiram di Nagari Sungai Buluh Kabupaten Padang Pariaman merupakan daerah yang sejuk dan termasuk kawasan pegunungan maupun hutan dan intensitas cahaya mataharinya tidak terlalu besar. Namun, melihat potensi bisnis budidaya jamur tiram yang semakin meningkat, banyak masyarakat yang mulai tertarik untuk mencoba membudidayakannya dengan media buatan yang tidak jauh berbeda dengan habitat aslinya dalam budidaya jamur tiram. Media tanam yang sering digunakan petani usaha jamur di Nagari Sungai Buluh Kabupaten Padang Pariaman dalam budidaya jamur tiram adalah substrat berupa serbuk gergaji kayu yang dicampurkan dengan bekatul, kapur, dan air. Untuk membuat media tanam yang biasa disebut dengan baglog jamur, semua bahan harus difermentasikan terlebih dahulu sebelum dikemas dalam plastik dan disterilisasikan dengan cara dikukus atau dioven.. Bagi calon petani ingin membuka usaha jamur tiram bisa membudidayakan jamur tiram sebagai potensi daerah di dataran rendah dan bisa membuat ruangan atau kumbung jamur yang disesuaikan dengan iklim pada habitat alami jamur tiram. Tabel 1. Biaya Investasi Usaha Budidaya Jamur Tiram No. Uraian Unit Biaya satuan (Rp) Jumlah Nilai (Rp) 1. Autoklaf semi manual Set 500.000 1 500.000 2. Laminar Set 1.500.000 1 1.500.000 3 Gelas becker Buah 30.000 3 90.000 4. Spatula Buah 5.000 2 10.000 5. Sendok Buah 5.000 2 10.000 6. Panci Buah 30.000 1 30.000 7. Kompor Buah 50.000 5 50.000 8. Botol kultur Buah 500 100 50.000 9. Pisau bedah Buah 7.500 1 7.500 10. Gunting Buah 4.000 1 4.000 11 Pinset Buah 5.000 2 10.000 12. Petridish Buah 20.000 1 20.000 13. Bunsen Buah 25.000 1 25.000 14. Steamer Buah 1.500.000 1 1.500.000 15. Tabung gas Buah 95.000 10 950.000 16. Peralatan lainnya 500.000 Total biaya 5.106.500 Sumber : Petani Usaha Budidaya Jamur Tiram Nagari Sungai Buluh Kabupaten Padang Pariaman Dalam upaya membantu mengoptimalkan kelancaran serta pemanfaatan informasi, perlu dibuat alat penelusuran informasi berupa kemas ulang informasi. Kemas ulang informasi merupakan alat memudahkan untuk memperoleh kebutuhan informasi dan mempercepat penelusuran dan temu kembali informasi serta dapat memberikan kepuasan kepada pengguna. Kemas ulang informasi dibuat mengenai budidaya jamur tiram dan bertujuan untuk mengoptimalkan dan pengembangan informasi Terdapat beberapa tahapan yang dilakukan dalam pengemasan ulang informasi yaitu; (1) Identifikasi kebutuhan pemakai, (2) Mencari sumber yang dibutuhkan, (3) Pengumpulan informasi, (4) Pengemasan informasi, (5) Menentukan bentuk kemasan; (6) Melakukan editing; (7) Mencetak kemasan. 1. Identifikasi Kebutuhan Pemakai Sebelum melaksanakan penelusuran informasi, hal yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi kebutuhan pemakai yaitu kegiatan yang mencari, mengumpulkan, meneliti, dan menemukan permasalahan pengguna dalam penelusuran informasi. Hal itu dapat dilakukan pengamatan di lapangan. Dalam menemukan permasalahan pengguna penulis melakukan wawancara dengan masyarakat anggota kelompok usaha jamur tiram Nagari Sungai Buluh Kabupaten Padang Pariaman. Dalam proses mengidentifikasi penyedia informasi harus memperhatikan dalam kebutuhan informasi pengguna dengan cara sebagai berikut; (1) memeriksa atau menyurvei profil petani budidaya jamur tiram di Nagari Sungai Buluh Kabupaten Padang Pariaman narasumber petani yang bersedia diwawamcarai adalah Bapak Asrul Dt. Rajo Baturah, (2) mempelajari dan mengkaji data permintaan baik melalui kuesioner, surat, usulan, saluran pemasaran, manajemen puncak atau pengambil kebijakan, kalangan, umum maupun dengan mencermati latar belakang subyek pengguna, Permasalahan utama adalah bagaimana cara budidaya jamur tiram yang baik serta olahan makanan berasal dari jamur tiram serta mengenal jamur tiram secara lengkap. Maka judul kemas ulang yang akan dibuat adalah kemas ulang informasi budidaya jamur tiram. Pembuatan kemas ulang informasi budidaya jamur tiram yang dijadikan sebagai sampel yaitu informasi budidaya jamur tiram yang dikemas dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan petani usaha jamur tiram di Nagari Sungai Buluh Kabupaten Padang Pariaman. Dalam pembuatan kemas ulang informasi, mengidentifikasi kebutuhan pengguna perlu dilakukan agar mengetahui apa yang dibutuhkan oleh pengguna informasi dan tepat sasaran. Tabel 2. Jenis Kemasan berdasarkan Status Pemakai Status Pemakai Jasa Kemasan Peneliti/Dosen • Fokus Informasi Indonesia sesuai bidang • Info Ristek • Info HaKI • Tinjauan literatur • Informasi Kilat • Buletin Info Kilat • Kumpulan Abstrak • Database suatu bidang Pengambil Kebijakan • Info Ristek • Ringkasan Eksekutif Industri kecil – Menengah (UKM) • Pohon Industri • Panduan Usaha • Info TTG • Kliping Industri besar Studi kelayakan pabrik Berdasarkan jenis kemasan berdasarkan status pemakai, jenis kemas ulang yang akan dikemas adalah khusus bagi pengguna Industri Kecil – Menengah (UKM) yaitu berupa panduan usaha. 2. Mencari Sumber yang Dibutuhkan Setelah mencari identifikasi kebutuhan pengguna, selanjutnya dilakukan pengumpulan informasi yang relevan. Informasi dapat diperoleh dari menelusur dari berbagai sumber, antara lain perpustakaan, artikel terpilih, dan internet. Dalam proses pembuatan perlu memperhatikan sumber informasi tersebut. Penelusuran informasi dengan mengumpulkan beberapa artikel terpilih mengenai budidaya jamur tiram Pemilihan sumber informasi penting untuk menjamin kebenaran informasi yang dikumpulkan. Contoh sumber informasi yang dibutuhkan; Gambar 1. Contoh Sumber Informasi dibutuhkan Pengguna 3. Pengumpulan Informasi Setelah mencari sumber yang dibutuhkan kegiatan selanjutnya adalah mengumpulkan informasi-informasi yang telah didapat dan menyimpan ke dalam bentuk penyimpanan data. Baik bentuk flashdisk atau file disimpan di komputer dan dibuatkan satu file tentang jamur tiram. Teknik pengumpulan informasi agar memudahkan melakukan analisis informasi dalam pengemasan dan tidak berceceran saat menyeleksi berbagai informasi. Dalam pencarian informasi dapat diambil dari internet, jurnal dan sebagainya. Jumlah artikel/jurnal yang diperoleh dari berbagai sumber di internet sebanyak 13 buah dan buku mengenai jamur tiram 2 buah. 4. Pengemasan Informasi Setelah melakukan pengumpulan informasi, selanjutnya masuk ke tahap pengemasan informasi. Dalam pengemas informasi sangat menentukan nilai guna kemasan informasi yang dihasilkan. Kegiatan pengemas informasi perlu memahami materi yang akan dikemas, bentuk kemasan, serta cara mengemasnya. Mengemas kembali informasi dengan cara mensintesa ke dalam bentuk/format kemasan informasi sesuai dengan kebutuhan pemakai. Pengemasan informasi diawali dengan mendownload beberapa jurnal elektronik misalnya EBSCO, ProQuest, IET Cengange Learning dan bisa melalui browsing dalam bentuk PDF, HTML, DOC, TXT, PS. Sebelum pengemasan informasi: Gambar 2. Sebelum Pengemasan Informasi Sesudah pengemasan informasi: Gambar 3. Tampilan Kemas Ulang Informasi Dalam pengemasan informasi tampilan harus menarik mungkin agar pengguna tidak merasa bosan ketika membaca. 5. Menentukan Bentuk Kemasan Dalam proses pengemasan ulang informasi, penyedia informasi akan menentukan bentuk kemasan informasi apakah dalam bentuk media audio visual, publikasi cetak dan pangkalan data secara online. Tahap ini jenis kemas ulang informasi yang akan dibuat dalam bentuk publikasi cetak. Dalam pembuatan kemas ulang bentuk publikasi cetak perlu dibuatkan cover halaman depan. cover juga berfungsi untuk memberikan daya tarik bagi pengguna atau pembaca dan merupakan identitas dari isi keseluruhan buku Gambar 4. Tampilan Cover Kemas Ulang Informasi Tampilan cover kemas ulang informasi terdiri dari tahun pembuatan, judul produk kemas ulang dan nama pengarang. Dalam membuat cover dilakukan semenarik mungkin agar pengguna tertarik untuk membaca. 6. Melakukan Editing Dalam proses pengemasan ulang informasi, penyedia informasi akan melakukan editing atau pemeriksaan ulang dengan melengkapi kekurangan serta cara penulisan seperti penggunaan titik, koma serta kalimat setiap paragraf sebelum proses pengemasan ulang informasi selesai. Sebelum melakukan proses mencetak, harus mencantumkan sumber-sumber dari informasi tersebut secara relevan. 7. Mencetak Kemasan Mencetak kemasan adalah merupakan tahap terakhir dalam melakukan pengemasan informasi. Bentuk yang dibuat adalah publikasi cetak dan CD-ROM. Kemas informasi dalam bentuk cetak dapat membantu masyarakat dalam penelusuran informasi sesuai bidang kajian dan kebutuhannya sehingga pengguna tidak perlu membuang waktu untuk menelusur satu demi satu kebutuhan informasinya dalam banyaknya informasi saat ini.
Conclusion
Berdasarkan pembahasan dari bab sebelumnya, Ada beberapa langkah dalam membuat kemas ulang informasi budidaya jamur tiram. Pertama, mengetahui potensi informasi jamur tiram di Nagari Sungai Buluh Kabupaten Padang Pariaman, (1) Melalui budidaya jamur tiram di Nagari Sungai Buluh Kabupaten Padang Pariaman dapat memanfaatkan limbah yang berupa serbuk gergaji kayu dan bekatul di wilayahnya dan dapat sebagai usaha bersama; (2) Melalui budidaya jamur tiram dengan sistem susun akan dapat memanfaatkan perkarangan lahan yang sempit sebagai tempat usaha yang dapat memberikan tambahan pendapatan. Kedua, pembuatan kemas ulang informasi terdapat beberapa langkah yaitu; (1) Identifikasi kebutuhan pemakai dengan mengumpulkan dan mengkaji permasalahan petani jamur tiram di Nagari Sungai Buluh Kabupaten Padang Pariaman yaitu cara merawat jamur tiram dengan baik, (2) Mencari sumber yang dibutuhkan, penelusuran informasi dengan mengumpulkan beberapa buku dan artikel/jurnal terpilih dari internet, data yang diperoleh sebanyak 15 judul, (3) Pengumpulan informasi yang telah didapat dari beberapa buku dan artikel/jurnal dari internet kemudian menyimpan ke dalam media penyimpanan data baik flashdisk atau simpan ke file komputer (4) Pengemasan informasi dengan cara menyeleksi data dari berbagai sumber buku dan artikel/jurnal internet dan dikemas dalam bentuk CD dan tercetak, 5) Menentukan bentuk kemasan bentuk informasi yang akan dibuat yaitu CD dan tercetak (6) Melakukan editing, memeriksa ulang dengan melengkapi kekurangan serta cara penulisan dalam membuat buku tercetak dan memperindah tampilan sebelum proses pengemasan informasi selesai (7) Mencetak kemasan adalah CD dan publikasi cetak. Berdasarkan simpulan, penulis memberikan beberapa saran yaitu, (1) bagi pelaku usaha/petani jamur tiram Nagari Sungai Buluh Kabupaten Padang Pariaman dengan adanya kemas ulang informasi budidaya jamur tiram dapat sebagai acuan dalam mengembangkan usaha budidaya jamur tiram, (2) bagi masyarakat dapat menambah ilmu/wawasan sehingga berinisiatif melakukan pembudidayaan jamur tiram. Hal ini akan berdampak pada perekonomian masyarakat semakin meningkat dan mengurangi pengangguran di Indonesia.