Kembali
16
1
2013 Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Vol 2 · 1 Seri G ISSN 2302-3511

PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN NAGARI DI SITUJUAH BANDA DALAM KECAMATAN LIMO NAGARI KABUPATEN 50 KOTA

Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang

Abstract

In this paper is described about. Library management Situjuah Nagari Nagari Banda In Limo District. This research aims to describe: (1) How to manage Situjuah Banda In Nagari Library District? (2) what are the constraints faced in the management of the library in the district of Banda Situjuah Nagari Nagari Limo? Data were collected through observation and interviews in the Library Situjuh Nagari Nagari Banda In Limo District. Data analysis was performed descriptively. Conclusions are found of writing are as follows: (1) State Library Nagari Situjuah In Banda is not optimal, and the building is not owned by the library are less strategic location have not been able to accommodate hundreds of people, who are members of the public library is Situjuh Banda In. Besides, it has a library of structures and facilities are not adequate. (2) Collections Library Nagari Situjuah Banda has not cater to individual needs in the user library that consists of the main text books, supporting textbooks, reference books, fiction and non-fiction books as well as periodicals, newspapers and tape. However there are a few collections that need to be added. (3) In the processing of library collections in Nagari Situjuah Banda has not been performing all processing activities. (4) In the processing of library collections in Nagari Situjuah Banda has not been performing all processing activities. (5) The library staff strive to develop a collection of libraries and collections processing to perform well.
Keywords: library management · library collections

Introduction

Pengelolaan perpustakaan nagari dapat dilakukan oleh pengurus perpustakaan dengan penanggung jawab bapak wali nagari dan disusun kepengurusan yang terdiri atas ketua, wakil ketua, sekretaris, dan beberapa seksi menurut kebutuhan dan kondisi setempat. Artinya jika aset dan koleksi masih terbatas, tugas-tugas perpustakaan dapat dilaksanakan dua-tiga orang. Sementara ketika perpustakaan sudah berkembang maka petugasnya dapat ditambah secukupnya. Setelah perpustakaan nagari didirikan/ dibentuk maka selanjutnya perpustakaan ini akan beroperasi melaksanakan tugas dan fungsingnya. Pemeran dan pelaku utama pelaksanaan tugas dan fungsi perpustakaan nagari adalah pemimimpin dan petugas perpustakaan nagari. Pemimpin perpustakaan ini yang mengelola seluruh kegiatan yang berlangsung di perpustakaan jadi, tugas pengelola (manajemen) perpustakaan dilaksanakan setelah pembentukan perpustakaan selesai dan penyelenggaran mengangkat pemimpin perpustakaan. Keberhasilan dalam melaksanakan tugas perpustakaan desa sepenuhnya tegantung pada pihak pemimpin/ pengelola. Sementara pihak lain berpartisipasi aktif menurut kompetensinya masing-masing perpustakaan wadah untuk mendapatkan informasi dengan mudah, tersedianya sarana pendidikan dan meningkatkan perkembangan Iptek serta kewajiban untuk memelihara dan melestarikan budaya di Indonesia. Wadah dari semua itu tidak lain adalah perpustakaan. Perpustakaan nagari merupakan pusat informasi dan dokumentasi serta sebagai sarana vital bagi masyarakat dewasa ini. Menurut lokasinya, perpustakaan nagari tidak terbatas kepada perpustakaan yang terletak di kanagarian. Tetapi mencangkup semua perpustakaan yang ada di wilayah. perpustakaan nagari dipandang sebagai basis kemasyarakatan perpustakaan di tengah-tengah masyarakat, karena itu kebutuhan riil masyarakat akan informasi atau buku bisa langsung terpenuhi oleh perpustakaan nagari tanpa harus pergi keperpustakaan umum di pusat kota. Semakin banyak berdiri perpustakaan nagari, semakin besar kemungkinan rakyat dilayani yang artinya akan semakin merata pula layanan perpustakaan. Sutarno (2008:9) berpendapat perpustakaan nagari adalah lembaga layanan yang dikembangkan dari, oleh dan untuk masyarakat tersebut. Perpustakaan Nasional RI menyatakan perpustakaan desa adalah unit kerja yang memiliki SDM dan koleksi bahan pustakanya sekurang-kurangnya seribu judul dari berbagai disiplin ilmu yang sesuai dengan jenis dam misi perpustakaan yang bersangkutan. Lasa HS. (2007: 12) mengungkapkan perpustakaan nagari adalah kumpulan atau bangunan fisik sebagai tempat buku dikumpulkan dan disusun menurut sistem tertentu atau keperluan pemakai. Menurut Undang-undang nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan mengamanatkan pemerintah untuk menggalakan promosi gemar membaca dan mendorong pemanfaatan perpustakaan dengan seluas-luasnya oleh masyarakat serta menjamin ketersedian layanan perpustakaan secara merata diseluruh pelosok tanah air termasuk memfasilitasi penyelenggaraan perpustakaan di daerah. Sutarno (2008:42) menyatakan pengelompokan tugas pokok Perpustakaan desa yaitu (1) tugas manajerial dilakukan oleh pemimpin perpustakaan dengan kepemimipinan menggerakkan, memotivasi, dan mengarahkan bawahan; (2) tugas teknis dan fungsional perpustakaan oleh pustakawan dan staf teknis dalam mengelola dan memperdayakan koleksi; 3) tugas administrasi/ ketatausahaan dan urusan dalam oleh staf tata usaha. Menurut Rahayuningsih (2007: 36) beberapa kebutuhan pokok perpustakaan sebagai unit kerja: (a) gedung ruangan perpustakaan desa yang merupakan bagian dari unit kerja memiliki ruangan yang memadai baik untuk menepatkan koleksi; (b) koleksi bahan pustaka adalah sejumlah bahan pustaka yang ada di perpustakaan dan sudah diolah, sehingga siap dipinjamkan atau digunakan pemakai; (c) perlengkapan dan perabot, perlengkapan dan perabot harus dimiliki oleh perpustakaan sekurang-kurangnya rak, meja baca, dan lemari, katalog sehingga tugas fungsinya dapat berjalan; (d) mata anggaran atau sember pembiayaan; (e) tenaga kerja adalah pelaksanaan kegiatan di perpustakaan; (f) pengolahan koleksi perpustakaan desa. Menurut Sudarsono (2006:60) mengatakan pengelolaan sering digunakan untuk menggantikan managemenent, sedang pengembangan digunakan untuk menggantikan kata development. Dua kata ini sebenarnya dapat dibahas secara terpisah dengan ruang lingkup kegiatan yang berbeda pula namun tidak jarang kedua kata kata ini digunakan secara bersamaan dalam kata makna. “Pengembangan” dan merupakan bagian dari kegiatan pengelolaan Pengelolaan dapat disamakan dengan manajemen, yang berarti pengaturan atau pengurusan menurut Arikunto (1993:31) Pengelolaan diartikan sebagai suatu rangkaian pekerjaan atau usaha yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk melakukan serangkaian kerja dalam mencapai tujuan tertentu. Kemampuan manajemen itu juga diperlukan untuk menjaga keseimbangan tujuan-tujuan yang berbeda dan mampu dilaksanakan secara efektif dan efisien. Pengetahuan dasar dalam mengelola perpustakaan agar berjalan dengan baik adalah ilmu manajemen, karena manajemen sangat diperlukan dalam berbagai kehidupan untuk mengatur langkah-langkah yang harus dilaksanakan oleh seluruh elemen dalam suatu perpustakaan. Lasa Hs dalam bukunya Menajemen Perpustakaan (2005:48) menyatakan bahwa perpustakaan merupakan sistem informasi yang didalamnya terdapat aktivitas pengumpulan, pengolahan, pengawetan, pelestarian, penyajian, dan penyebaran informasi. Berdasarkan uraian di atas, tujuan penelitian ini adalah untuk Mendeskripsikan tentang cara pengelolaan Perpustakaan Nagari Situjuah Banda Dalam Kabupaten 50 Kota, dan Mendeskripsikan kendala-kendala yang di hadapi dalam pengelolaan Perpustakaan Nagari Situjuah Banda Dalam Kabupaten 50 Kota.

Method

Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah metode deskriptif. Dengan teknik pengumpulan data melalui pengamatan langsung atau observasi dan wawancara serta kepustakaan. Observasi dilakukan dengan mengamati langsung Perpustakaan Nagari di Situjuh Banda Dalam Kabupaten 50 Kota dan wawancara dengan pengawai di bagian pengelolaan Perpustakaan Nagari di Situjuh Banda Dalam Kabupaten 50 Kota. Penelitian ini mengkaji dan mendeskripsikan tentang cara pengelolaan Perpustakaan Nagari Situjuah Banda Dalam. Pengelolaan perpustakaan Situjuah Banda Dalam dipimpin oleh bapak Benny Bhala Tamon. Kajian yang kedua kendala-kendala yang dihadapi dalam pengelolaan perpustakaan Nagari Situjuah Banda Dalam

Discussion

Pengelolaan perpustakaan Nagari di Situjuah Banda Dalam dapat dilihat melalui beberapa tahap yaitu: Perencanaan (Planning), Pengorganisasian (Organizing), pengisian jabatan (Staffing), pengarahan pimpinan (Directing), dan Pengawasan (controlling). 1. Perencanaan (Planning) Perencanaan merupakan aktivitas untuk memilih dan menghubungkan fakta-fakta serta aktivitas membuat rencana mengenai kegiatan-kegiatan apa saja yang akan di masa yang akan datang. Maka seorang menejer dituntut untuk dapat membuat rencana tentang kegiatan yang akan dilakukan. Proses perencanaan sangat penting dilaksanakan sebagai pedoman atau pengangaan dalam pekerjaan aktivitas selanjutnya. Adapun beberapa aktivitas perencanaan adalah peramalan, penjadwalan, penganggaran, pengembangan, kebijakan-kebijakan dan pengembangkan prosuder-prosuder. Berdasarkan penilitian dan wawancara penulisan kepada informan perpustakaan nagari di Situjuah Banda Dalam, salah satu upaya mencerdakan kehidupan masyarakat adalah melalui pengembangan dan pemberdayaan perpustakaan sebagai sumber yang beupa karya tulis, karya cetak, dan karya terekam. Perpustakaan nagari adalah sebagai institusi pengelola koleksi tulis, karya cetak, dan karya rekam yang profesioanal dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi. Perpustakaan nagari bertujuan memberikan layanan kepada pemustaka meningkatkan kegemaran membaca serta memperluas wawasan. Untuk mewujudkan layanan kepada pemustaka untuk pembudayaan gemar membaca pada masyarakat khususnya masyarakat yang ada di nagari Situjuah Banda Dalam peprpustakaan nagari mengembangkan sistem layanan pepustakaan teknologi informasi dan komunikasi yang mudah dijangkau, murah, dan bermutu. Pemerintah Kabupaten/Kota harus dapat mendorong adanya perpustakaan dikanagarian Situjuah Banda Dalam ini untuk menunjang pembudayaan gemar membaca dengan melibatkan seluruh masyarakat. Perencanaan bahan-bahan koleksi perpustakaan nagari Situjuah Banda Dalam masih banyak kekurangannya perpustakaan nagari tidak melakukan pengadaan dan pendataan koleksi sesuai dengan kebutuhan masyarakat nagari. Koleksi yang ada di perpustakaan nagari yaitu buku teks utama, buku teks penunjang, buku referensi, buku bacaan fiksi buku ini terdiri dari buku-buku lama bantuan dari Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, tidak adanya pembaharuan koleksi pepustakaan nagari mengakibatkan masih kurang terpenuhi informasi masyarakat nagari dan belum tercapai kegiatan pemasyarakatan untuk menumbuhkan minat baca pada masyarakat di Situjuah Banda Dalam. Perencanaan koleksi bahan pustaka dalam peninjauan dalam peninjauan bahan pustaka sangat di butuhkan oleh masyarakat sangat penting bagi perpustakaan nagari. Perpustakaan nagari seharusnya melalukan pengembangan koleksi dengan cara menambah bahan koleksi terbaru dan harus mencangkup semua bidang ilmu agar perpustakaan nagari dapat di manfaatkan oleh semua masyarakat, perencanaan ini bertujuan untuk mengembangan koleksi yang efetif baik bagi sumber-sumber informasi yang menjadi koleksi perpustakaan maupun bagi pengembangan pelayanan kepada pengguna sesuai dengan rencana induk yang sudah ditetapkan. Perpustakaan nagari Situjuah Banda Dalam dilakukan dengan cara sistem terbuka (open acces) dimana pengguna dapat langsung mencari koleksi yang dibutuhkan, mengingat petugas perpustakaan terbatas, dalam pelayanan perpustakaan nagari memiliki layanan sirkulasi dalam pemberian layanan kepada pengguna berikut penulis akan menjelaskan bagaimana proses peminjaman koleksi perpustkaan yang penulis dapatkan dari informan, kegiatan peminjaman semua bentuk yang mencangkup kegiatan pencatatan yang berkaitan dengan pemanfaatan, penggunaan koleksi perpustakaan degan tepat untuk kepentingan jasa perpustakaan dalam peminjaman koleksi ada yang dibawa pulang ada yang baca ditempat. Kegiatan peminjaman ini meliputi syarat kepentingan peraturan dan tata tertip Perpustakaan Nagari di Situjuh Banda Dalam, adapun syarat menjadi anggota Perpustakaan Nagari yaitu yang menjadi anggota Perpustakaan Nagari masyarakat yang sudah pandai membaca, menulis bagi yang ingin membaca dan ingin meminjam buku sudah memiliki kartu perpustakaan. Bagi Petugas Perpustakaan Nagari yang tidak memiliki kartu perpustakaan meraka masih bisa menggunakan koleksi yang hanya bisa baca ditempat. Berdasarkan penelitian dan wawancara penulis kepada informan tata tertib Perpustakaan Nagari yaitu: berpakian bersih dan rapi, dan mengisi daftar hadir pengunjung sedangkan prosedur peminjaman dan pengembaliaan bahan Perpustakaan Nagari yaitu: pemustaka mencari buku, petugas mengambil kartu merah(kartu anggota) kemudian mengisi kolom yang ada pada kartu tersebut yang memuat nomor urut, call number, nomor induk, tanggal peminjaman, tanggal kembali, dan tanda tangan Perpustakaan yang baik adalah perpustakaan yang memiliki fasilitas, perlengkapan yang memadai baru koleksi perpustakaan yang lengkap. Disamping itu fasilitas yang dimiliki perpustakaan sangat menentukan jumlah pengguna perpustakaan dan kemajuan perpustakaannya, bila perpustakaan disiapkan dengan fasilitas, perlengkapan maupun dengan suasana nyaman, menyenangkan, dam tentram serta tempat yang srategis maka akan banyak pengguna perpustakaan. Dengan demikian dalam perencanaan gudung perpustakaan perlu direncanakan yang matang agar pengguna perpustakaan betah senang di perpustakaan. Berdasarkan waawancara kepada informan fasilitas yang ada di Perpustakaan Nagari almari, rak, kursi, meja, dan fasilitas lainya, itupun fasilitas yang ada adalah fasilitas Kantor Wali Nagari masih banyak yang diperlukan Perpustakaan Nagari dalam memenuhi fasilitasnya, salah satunya komputer, dan penambahan rak,meja, kursi, untuk kenyamanan Perpustakaann Nagari. Pelaksanaan pengadaan koleksi perpustakaan nagari Situjuah Banda Dalam yang mendukung proses belajar mengajar, penelitian, dan pengabdian masyarakat pengembangan koleksi didukung sepenuhnya oleh masyarakat. Perpustakaan nagari akan dapat berfungsi dengan baik sebagai sumber informasi dan sumber belajar apabila di perpustakaan nagari tersedia bahan pustaka yang menunjang kegiatan belajar. Dengan adanya bahan pustaka ini masyarakat dapat belajar dan mencari informasi yang diinginkan. Bahan pustaka yang dapat menunjang kegiatan belajar siswa, dan masyarakat. Dalam pengadaan bahan pustaka perpustakaan nagari yaitu bantuan dari perpustakaan Provinsi Sumatera Barat. Pengolahan bahan pustaka merupakan salah satu inti dari tugas perpustakaan. Bahan pustaka yang masuk ke perpustakaan wajib diolah dengan baik agar proses temu kembali informasi nantinya berjalan lancar dan mewujudkan tertib administrasi. Dalam pelaksanaannya, proses pengolahan bahan pustaka ini dapat berbeda-beda urutan kegiatan atau alur prosesnya antara perpustakaan satu dengan yang lainnya. Berdasarkan penilitian dan wawancara penulis kepada informan pengolahan bahan perpustakaan nagari Situjuah Banda Dalam belum dilakukan semuanya hanya baru dalam pemberian stempel. 2. Pengorganisasian (Organizing) Pengorganisasian kelancaran jalannya pelaksanaan perpustakaan nagari, dimana dalam pelaksanaan perpustakaan nagari aktivitas perpustakaan merupakan kegiatan mengarahkan sumber daya manusia dan perlengkapannya termasuk menyusun dan pembagian kerrja untuk melaksanakan kegiatan yang di telah ditetapkan. Berdasarkan hasil penelitian penulis kepada informan susunan organisasi perpustakaan Nagari Situjuah Banda Dalam Kecamatan Limo Nagari Kabupaten 50 Kota sudah baik, namun dalam pelakanakaannya belum optimal, yang terdiri dari kepala perpustakaan yang bertanggung jawab langsung menjadi bapak Wali Nagari Situjuah Banda Dalam yaitu bapak Benny Bhala Tamon, dalam pengelolaannya serta pelaksanaanya kepala perpustakaan di bantu oleh beberapa orang yaitu sekretaris dan beberapa Koor pemerintahan. 3. Pengisian jabatan (Staffing) Pengisian jabatan atau pelaksanaan yang berhubungan langsung dengan organisasi, pelaksanaan tidak lain merupakan upaya untuk mewujudkan perencanaan dengan berbagai pengarahan yang di lakukan kepala pepustakan untuk memotivasi agar setiap kariyawan melaksanakan tugas dan peran dengan baik sehingga pekerjaan yang mereka lakukan selasai pada waktunya. Berdasarkan penelitian dan wawancara penulis dengan informan pengarahan yang di berikan oleh kepala perpustakaan nagari. Berdasarkan hasil penelitian penulis kepada informan pengarahan yang selalu di berikan oleh kepala perpustakaan pada saat pertama kali penyerahan tanggung jawab. Pengarahan yang dilakukan oleh kepala perpustakaan hanya diawal saat penyampaian jadwal layanan perpustakaan dan dalam pembagian tugas. Sifat kepemimpinan merupakan bakat dan bawaan seseorang sejak lahir, karena itu seorang menajer belum tentu memiliki bakat memimpin. Pemimpin yang baik mendukung orang-rang yang berbakat yang ada dalam timnya, pemimpin yang baik memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada menejernya. Sehingga tugas dan tanggung jawab dapat diselesaikan tepat pada waktunya. 4. Pengawasan (Controlling) Kegiatan pengawasan merupakan semua aktivitas yang dilaksankan oleh pihak menejer dalam upaya memastikan hasil actual sesuai dengan hasil yang direncanakan dan pengawasan juga merupkan hal yang penting dalam menjalankan suatu kegiatan pengawasan pada hakikatnya dilakukan untuk memastikan dan menjamin bahwa proses dari suatu kegiatan sesuai dengan yang direncanakan dan yang diinginkan. Pengawasan diperlukan dalam setiap kegiatan, salah satunya dalam kegiatan perpustakaan nagari. Berdasarkan penelitian dan wawancara penulis kepada informan kegiatan pengawasan yang dilakukan oleh kepala perpustakaan yaitu dengan mengevaluasi seluruh kegiatan yang dilakukan perpustakaan nagari jenis kegiatan: a. Kegiatan Informasi Kegiatan perpustakaan nagari akan menyediakan berbagai informasi cetak, non cetak dan terekam agar masyarakat dapat menggunakan sebagai sarana menelusuri informasi dan menumbuhkan rasa percya diri dalam menyerap informasi dalam berbagai bidang ilmu, dan memilih informasi sesuai dengan kebutuhan. Memperoleh kesempatan untuk mendapatkan berbagai informasi yang tersedia di perpustakaan dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan dan dapat memcahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan masyarakat. b. Kegiatan Pendidikan Perpustakaan merupakan serana pendidikan artinya perpustakaan tempat belajar diluar jam sekolah melalui kegiatan ini menfaat yang dapat diperoleh agar pengguna perpustakaan nagari medapat kesempatan mendidik diri sendiri secara berkesinambungan untuk mengembangkan kreativitas dan intelektual, membangun sikap demokratis masyarakat dan mempercepat masyarakat dalam penguasaan pengetahuan dan teknologi. c. Kegiatan Kebudayaan Perpustakaan merupakan tempat untuk mendidik atau mengembangkan apresiasi masyarakat terhadap seni kebudyaan, kegiatan kebudayaan masyarakat nagari Situjuah Banda Dalam dimanfaatkan oleh pengguna perpustakaan. Kegiatan kebudayaan dapat meningkatkan minat terhadap kesenian, keindahan serta dapat mendorong tumbuhnya kreatifitas masyarakat nagari. Masyarakat nagari Situjuah Banda Dalam masih kental dengan adat yaitu yang disebut dengan adat budaya alam Minangkabau, kegiatan yang dilakukan randai yang diberi nama group (randai Pulai Sakti, mato aia sikamarunciang) , silek dan tari sewa. Mengembangkan sifat dan sikap hubungan manusia yang positif sehingga menunjung kehidupan antar masyarakat yang harmonis, menumbuhkan budaya bukan saja budaya membaca tapi juga budaya seni, untuk bekal pengguna perpustakaan nagari. Dalam perencanaan pengelolaan perpustakaan nagari di Situjuah Banda Dalam penulis melihat ada beberapa kendala yang dihadapi, berikut kendala yang dihadapi dalam pengelolaan perpustakan nagari Situjuah Banda Dalam. 1. Anggran/ dana Perpustakaan merupakan kegiatan nirlaba yang kegiatannya semata-mata untuk kepentingan sosial menunjang kegiatan belajar mengajar, bukan untuk mencari keuntungan hal ini perlu diperhatikan bahwa perpustakaan merupakan lembaga yang berkembang, baik koleksi jasa dan manusianya. Berdasarkan penelitian dan wawancara penulis kepada informan perpustakaan nagari Situjuah Banda dalam ini tidak mendapatka bantuan dana dari pemerintah setempat atau instansi lain, oleh karena itu pengelolaan perpustakaan nagari dari tahun ke tahun belum ada peningkatan, sedangkan informasi terus berkembang dari tahun ke tahun. Kurangnya perhatian pemerintah terhadap pengelolaan perpustakaan membuat minat baca pada anak menurun karena informasi yang mereka butuhkan belum sesuai dengan apa yang mereka lihat dan mereka dengarkan. 2. Sumber Daya Manusia Pustakawan merupakan ujung tombak bagi keberhasilan suatu perpustakaan meningkatkan minat baca pada masyarakat tetapai profesi ini ternyata belum memperoleh perhatian yang layak dari pemerintah (terutama pemerintah daerah). Kendala yang dihadapi perpustakaan yaitu kurangnya SDM perpustakaan yang ahli dibidangnya untuk itu perpustakaan nagari belum terkelola dengan baik. Seharusnya perpustakaan nagari memproyeksikan pertambahan SDM yang ahli dibidangnya sehingga kendala-kendala akan bisa diatasi secara bertahap. 3. Gedung/ Ruang Perpustakaan Gedung atau ruang perpustakaan belum memperoleh tempat yang baik dilingkungan masyarakat desa, seperti perpustakaan nagari gedung yang sekarang digunakan yaitu gedung Kantor Wali Nagari, perpustakaan belum memiliki gedung yang permanen untuk itu dalam keadaan yang memperhatinkan dan letaknya tidak trategis, bahkan untuk ruangan perpustakaan desa juga menjadi ruangan kantor wali nagari 4. Koleksi Bahan Pustaka yang Terbatas Kelemahan utama perpustakaan selama ini adalah minimnya pengadaan bahan pustaka yang baru. Pengadaan bahan pustaka yang baru sangat berguna untuk penyengaran koleksi bahan pustaka yang ada, sekaligus untuk menggantikan bahan pustaka yang sudah kadaluwarsa untuk distock opname. Selain masalah keterbatasan anggaran penggadaan perpustakaan nagari memiliki koleksi koleksi terbitan berseri, buku cerita, agama, dan pendidikan. Koleksikoleksi tersebut adalah bantuan dari Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat. Belum adanya pembaharuan koleksi dan pembelian langsung oleh petugas perpustakaan nagari. Dalam pengelolaan perpustakaan bahan pustaka perpustakaan nagari juga masih mempunyai banyak kendala mengingat petugas perpustakaanya tidak memiliki ilmu dibidang perpustakaa. Pengolahan koleksi perpustakaan belum optimal sehingga koleksi belum tersusun menurut sabjeknya, dan belum semua kegiatan pegolahan koleksi dilakukan setiap koleksi yang baru dating langsung oleh petugas perpustakaan bagaimana keadaan fisik buku, jumlah halaman dan bentuk fisik. Apabila buku yang ada sesuai dengan yang diharapkan petugas member stempel perpustakaan pada bagian tertentu yaitu pada halaman judul, daftar isi dan dibalik halam judul serta halaman rahasia. Dalam pemberian stempel kadang-kadang mengenai informasi yang ada pada buku, namun dalam pemberian stempel petugas perpustakaan sudah konsisten pengolahan koleksi yang baru dilaksanakan yaitu pemberian stempel dan pengecekan kelengkapan fisik buku. Koleksi yang berupa karya umum, referensi dan lain-lain terdatak bersamaan bukan menurut kelompoknya atau sistematis. Sedangkan dibagian layanan kendala yang dihadapi kurangnya fasilitas perpustakaan dalam menghadapi pengunjung yang datang dengan tempat yang sempit maka pengunjung dilayani seadanya saja. Prosedur layanan pengembalian dan peminjaman, pada hakekatnya Perpustakaan Nagari melayani seluruh masyarakat yang ada di Nagari ataupun masyarakat umum. Waktu pelayanan Perpustakaan Nagari 2 kali seminggu hari selasa, dan jumat jam 10.00 Wib s/d 14.00 Wib meskipun pelayanan Perpustakaan yang datang keperpustakaan hanya untuk memimjam buku fisik saja 5. Minat Baca Masyarakat Minat baca masyarakat nagari situjuah banda dalam sangat tinggi menurut informasi yang penulis dapatkan kehadiran perpustakaan nagari memang diharapkan masyarakat nagari bagaimana tidak karena perpustakaan bagi masyarakat nagari perpustakaan tempat mereka mendapatkan informasi, sarana reakreasi, dan untuk mengembangkan kebudayaan seni tari, silek, dan randai khas nagari Situjuah Banda Dalam.

Conclusion

Berdasarkan pembahasan pada bahasan yang sebelumnya dapat disimpulkan sebagai berikut: Pertama perencanaan pengelolaan perpustakaan nagari belum dilakukan dengan baik, pembagian tugas setiap pengawai sudah jelas dan terperinci, dikarenakan petugas merangkap dua jabatan yang mengakibatkan pengelolaan perpustakaan nagari belum efisien. kendala yang dihadapi anggaran dana, sumber daya manusia, pengolahan koleksi dan gedung perpustakaan untuk itu perpustakaan nagari tidak dapat melakukan pembaharuan koleksi, dan sumber daya manusia yang kurang untuk mendukung kegiatan pelayanan.