PEMBUATAN MEDIA PENELUSURAN INFORMASI TENTANG KEJAHATAN BERBASIS WEBSITE DI KEPOLISIAN RESOR KOTA PADANG
Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang
Abstract
This paper discusses the Making of Website Based Search Information Media at Padang City Police. With the existence of web-based media can be a means of liaison between Polresta with Polsek in city / regency. So that the provision of services and information from the police to the public will be faster. The method used is descriptive method. Data was collected through direct observation at Polresta Padang. After making observations, the next step is to design key points that will be included on the paper and the page will be displayed on the website design. After that, design a database table that will be linked to the website design. Based on the research results can be concluded steps of making media search information about crime based website in Polresta Padang as follows: (1) Creating database; (2) Make connections; (3) Create a web page consisting of web display design, create login form, Create User Input, Displays User data. Therefore, it is suggested to members of Police Precinct Padang to use web as media to search information Polresta Padang. The Web is an information search medium whose coverage is very wide and accessible 24 hours, and the information contained therein can be updated quickly and does not require a high cost.
Keywords:
information
· website
Introduction
Penelusuran informasi atau disebut juga dengan istilah temu kembali informasi yang telah disimpan (retrieval), merupakan bagian yang sangat penting dalam pelayanan perpustakaan dan informasi (Yusup, 2009, hal. 456). Jadi disimpulkan bahwa penelurusan informasi merupakan bagian yang sangat penting dalam sebuah layanan informasi dalam unit informasi atau perpustakaan karena bertujuan untuk untuk memenuhi kebutuhan pemakai akaninformasi yang dibutuhkan, dengan bantuan berbagai alat penelusuran untuk menghasilkan sebuah temuan atau informasi yang relevan, akurat dan tepat. Menurut Wikipedia website adalah sejumlah halaman web (situs) yang memiliki topik saling terkait, terkadang disertai pula dengan berkas gambar, video, atau jenis-jenis berkas lainnya (Rachmanto, 2017, hal. 5). Database adalah aplikasi yang menyimpan sekumpulan data .Setiap database mempunyai API tertentu untuk membuat, mengakses, mengatur, mencari, dan menyalin data yang ada di dalamnya (Enterprise, 2014, hal. 1). Xampp merupakan aplikasi yang mengintegasi beberapa aplikasi utama web di dalamnya. Dalam Xampp terdapat instalasi modul PHP, MySQL, web server Apache(Arief & Rudyanto, 2011). PHP merupakan bahasa pemograman. Pemograman umumnya tentang pengolahan data. Sebagai contoh, ketika orang akan masuk ke dalam sebuah situs menggunakan mekanisme login, yang bersangkutan kemudian disimpan di dalam tempat penyimpanan sementara yang disebut variable(Enterprise, 2017, hal. 21). Form (formulir dalam jaringan[online]) merupakan bagian penting dalam dunia desainwebsite. Dengan adanya form, user/pengunjung situs bisa berinteraksi dengan cara mengirim data. Ada beragam data yang bisa diisi oleh user, mulai dari nama, alamat email, password, dan lain sebagainya. Selanjutnya, dengan menggunakan kode PHP, kita bisa mengirim feedback secara otomatis kepada user (Enterprise, 2017, hal. 113). (Abran & Moore, 2005). Analisis ini dilakukan pada instansi yang akan menggunakan aplikasi, agar aplikasi yang dibuat sesuai dengan kebutuhan dan tidak merubah cara kerja yang ada pada instansi tersebut. Kriminalitas adalah segala sesuatu perbuatan yang melanggar hukum dan melanggar norma-norma sosial, sehingga masyarakat menentangnya (Kartono, 1999, hal. 122). Pengertian kejahatan menurut tata bahasaadalah perbuatan atau tindakan yang jahat yang lazim orang ketahui atau mendengar perbuatan yang jahat seperti pembunuhan, pencurian, pencabulan, penipuan, penganiyaan dan lain-lain yang dilakukan oleh manusia (DEPDIKBUD RI, 1989, hal. 42). Bentukbentuk tindak kriminal yaitu pencurian, tindak asusila, pencopetan, penjambretan, penodongan dengan senjata tajam/api, penganiayaan, pembunuhan, penipuan.
Method
Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif, yaitu penelitian mendeskripsikan atau menggambarkan cara pembuatan media penelusuran informasi berbasis website. dihubungkan dengan desain website. Pembuatan database menggunakan aplikasi php My Admin dan Xampp. Dalam membuat koneksi ke database aplikasi yang digunakan yaitu MySQL. Aplikasi yang digunakan untuk mengkoneksikan database dengan website adalah notepad++. Dalam mendesain halaman web juga menggunakan notepad++ dengan bahasa desain web Cascading Style Sheets atau disebut juga dengan CSS. Perancangan website melibatkan seorang narasumber Ade Restu Pahlawan (AR, Lampiran 5). Hasil diskusi dengan narasumber dijadikan bahan pertimbangan perancangan media penelusuran informasi tersebut.
Discussion
1. Pembuatan Media Penelusuran Informasi tentang Kejahatan Berbasis Website di Polresta Padang a. Analisis Berikut adalah analisis kebutuhan, analisis calon pengguna dan analisis prosedur pekerjaan pada Polresta Padang. 1) Need Analysis Pembuatan laporan data kriminal merupakan kegiatan sehari-hari petugas kepolisian di Polresta Padang. Hal ini masih dilakukan secara manual dengan pengolahan data yang kurang baik. permasalahan di atas dapat dijadikan acuan untuk merancang sebuah aplikasi yaitu media penelusuran informasi. Perancangan aplikasi tersebut diperlukan pertimbangan dan analisis kebutuhan agar aplikasi yang dihasilkan dapat sesuai dengan apa yang diharapkan. 2) User Analysis Anggota kepolisian yang bertugas di Polresta Padang pada Bagian Direktorat Reserse Kriminal Umum ini bertugas untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap dugaan tindak pidana yakni kasus-kasus criminal pada saaat ini merupakan generasi yang lahir pada tahun 1965-1980 yang berusia antara 36-50 tahun. Waktu generasi ini lahir, sudah mulai dikembangkan komputer, video games, TV kabel, dan internet Hanya saja penggunaannya belum terlalu popular. Pada generasi tersebut merupakan peralihan dari teknologi mekanik atau analog menjadi teknologi serba digital, namun generasi tersebut juga merasakan yang namanya internet lambat, sehingga bisa dibilang pada masa kini generasi tersebut sangat menikmati internet yang sudah mulai cepat. 3) Task Analysis Langkah-langkah kerja petugas itu dianalisis untuk mengetahui kebutuhan petugas kepolisian untuk melaksanakan tugas-tugas di layanan kepolisian, khususnya dalam pencarian data criminal. Langkah-langkah tersebut adalah seperti pada diagram HTA (Hierarchies Task Analysis) berikut: Hierarchies Task Analysis a) Petugas Kepolisian memberikan data kasus kriminal kepada pengguna aplikasi (admin) untuk dimasukkan ke dalam database laporan kriminal. b) Admin memasukkan laporan kasus kejahatan kedalam sistem yang telah dibuat dalam aplikasi c) Pencarian data tersangka oleh petugas akan dicocokan ke dalam sistem melalui nama, alias, serta lokasi kejadian. d) Jika data cocok maka sistem akan mengambil kedalam database untuk ditampilkan data yang dicari petugas tersebut. e) Data yang tidak cocok dapat ditanyakan kembali kepada petugas yang memberikan laporan tentang data laporan tersebut belum ter-entry-kan oleh petugas. 2. Pembuatan Website Berdasarkan analisis yang telah dijelaskan maka dirancanglah sebuah website. Berikut adalah langkah-langkah pembuatan website. a. Membuat Database Berikut ini gambar tampilan tabel tersangka. Gambar 2 Tampilan Tabel Tersangka Pada tabel laporan Field yang ada yaitu id_laporan, no_laporan, tersangka (id_tersangka), kronologi, kasus, dan tgl_laporan. Berikut ini gambar tampilan tabel laporan. Gambar 3 Tampilan Tabel Laporan Masing–masing tabel memiliki Primary Key (kata kunci), pada tabel tersangka kata kunci terletak pada id_tersangka sedangkan pada tabel laporan kata kunci terletak pada id_tersangka. b. Membuat Koneksi Dalam membuat koneksi ke database aplikasi yang digunakan yaitu MySQL. MySQL adalah sistem manajemen yang mampu bekerja dengan cepat, kokoh dan mudah digunakan. c. Membuat Halaman Web 1) Desain Tampilan Web Dalam mendesain halaman web ini juga menggunakan notepad++ dengan bahasa desain web Cascading Style Sheets atau disebut juga dengan CSS. Awalnya buka software notepad++ setelah itu salin script CSS. Awalnya buka software notepad++ setelah itu salin script CSS. Setelah itu dibuatkan halaman masing– masing menu dan pemanggil datanya. Jika kode–kode script CSS tidak benar maka halamannya akan rusak dan tidak muncul data yang diinginkan. Menu–menu yang terdapat pada halaman ini yaitu menu Home, Laporan, Profil dan login. Berikut ini gambar tampilan penelusuran informasi Gambar 5 Tampilan Penelusuran Informasi 2) Membuat Form Login Form (formulir online) merupakan bagian penting dalam mendesain website. Dengan adanya form, user/pengunjung situs bisa berinteraksi dengan cara mengirim data. Ada beragam data yang bisa diisi oleh user, mulai dari nama, alamat email, password, dan lain sebagainya. Selanjutnya, dengan menggunakan kode PHP, kita bisa mengirim feedback secara otomatis kepada user. Halaman admin nantinya sebagai halaman untuk mengelola sistem yang ada. halaman login dibuat dengan menggunakan PHP, data admin yang login akan di periksa ke database apakah data tersebut cocok atau tidak, form login yang dibuat terdiri dari 3 field yaitu field input username, field input type user, dan field input password. Berikut ini gambar tampilan form login yang digunakan. Gambar 6 Tampilan Form Login 3) Membuat Input User Membuat input user bertujuan untuk mengelola user sehingga admin dapat menambahkan user lain sehingga pembagian tugas admin dapat teratur secara baik, input user menggunakan bahasa Pemograman PHP, dimana proses penambahan user ini menggunakan metode POST. Ketika admin mengisikan data user baru PHP akan menangkap data yang dimasukan tersebut, sebelum dikirim ke database ini. Setelah didiskusi dengan AR (Lampiran 5) berikut adalah script untuk memproses halaman admin. Gambar 7 Script Memproses Halaman Admin 4) Menampilkan data User Untuk menampilkan data user menggunakan tabel, Isi tabel tersebut dipanggil dari database dengan menggunakan program PHP, setelah didiskusikan dengan AR (Lampiran 5) berikut tampilan untuk memanggil isi database. Gambar 8 Tampilan Memanggil isi Database Tampilan di atas merupakan untuk memanggil isi database dengan menggunakan datatable. Setelah script view tersebut dibuat, dapat dilihat hasil dari tampilan tabel user seperti berikut. Gambar 9 Tampilan Tabel User 5) Membuat Input Laporan Pada input laporan ini dibuat untuk memasukan laporan kriminal yang terjadi. Form lampiran ini dibuat dengan sederhana sehingga dapat digunakan dengan mudah oleh petugas nantinya, pada form laporan digunakan form wizard sehingga terbagi jadi 2 bagian bagian, pertama pengisian kelengkapan laporan dan pada bagian kedua pengisian data tersangka. Berikut tampilan kelengkapan laporan. Gambar 10 Tampilan Kelengkapan Laporan Pada kelengkapan laporan ini terdiri dari nomor laporan, tanggal Laporan, Kasus serta kronologinya. Pada pengisian data tersangka terdapat nama tersangka, alias tersangka, alamat tersangka, lokasi kejahatan, serta tanggal lahir tersangka, berikut adalah tampilan dari form data tersangka yang ada pada laporan. Gambar 11 Tampilan Form Data Tersangka Jika tersangka kriminal lebih dari dua, disediakan tombol tambah pendamping di form tersebut jika tombol tersebut diklik maka field input tersangka baru otomatis ditambahkan seperti pada gambar berikut. Gambar 12 Tampilan Form Data Tersangka 2 Orang 6) Membuat halaman pencarian Website Setelah didiskusi dengan AR (Lampiran 5), pada halaman pencarian ini menggunakan Query SQL untuk mempermudah dalam proses pencarian yaitu menggunakan %LIKE%, ini bertujuan untuk setiap kata yang di masukan dalam field pencarian bisa diambil kedalam database apabila data tersebut sudah dimasukan kedalam database. Berikut adalah hasil pencarian dengan menggunakan kata Boneng. Gambar 13 Tampilan Pencarian Dari hasil tersebut dapat dilihat Alias dari seluruh tersangka yang ada dalam database akan dimunculkan kedalam tabel pencarian, ketika ditekan view, dapat dilihat kronologi kejahatan yang dilakukan tersangka.
Conclusion
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa penelusuran informasi merupakan bagian dari sebuah proses temu kembali informasi yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pemakai akan informasi yang dibutuhkan, dengan bantuan berbagai alat penelusuran dan temu kembali informasi yang dimiliki unit informasi. Media penelusuran informasi pada Polresta Padang hanya menggunakan form laporan manual. Pada era globalisasi ini, media untuk menelusur informasi sudah sangat canggih sekali yaitu media penelusuran berbasis website. Tetapi pada Polresta Padang ini belum memiliki media untuk penelusuran informasi yang bisa diakses 24 jam dengan memiliki web sendiri. Perancangan web bersifat dinamis, menggunakan program Notepad++ dengan bahasa perintah PHP. Sebelum mulai membuat web, Xammp yang berlaku sebagai server local dan notepad++ berlaku sebagai software untuk membuat halaman web harus diinstal dahulu. Setelah itu dilanjutkan dengan menciptakan database, membuat koneksi, mendesain halaman web pada notepad++ dengan menggunakan bahasa perintah PHP dan untuk melihat hasil akhirnya bisa dibuka pada browser.