KEMAS ULANG INFORMASI GAMBIR UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DI PANGKALAN KABUPATEN 50 KOTA
Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang
Abstract
The purpose of this paper is to write gambir information to improve the economy of communities in the County Town 50 Bases. This paper aims at 1. to describe how the potential of the information society economy boost in Gambier in 50 Districts of the city, Base 2. to describe the down gambir information in improving the economy of communities in the County Town 50 Bases. Data collected through observation and interviews with farmers Gambier at the base 50 District of the city. Penganalisisan descriptive data is carried out. Based on the research it can be concluded the following things. The first information creation of this information is to inform the potential and processing of gambier to improve the economy of the people in the Regency 50 City Base, in order to get the potential of quality gambir, it is necessary to pay attention to the gambir leaves and twigs to be processed and the fertilizers used and cleaning (weeding) in the gambir agar area gambir leaves and twigs that will be processed avoid other plants such as parasites that can affect the gambier leaves and gambir twigs that will be processed can not produce or remove a lot of sap when processed, gambier plants will also produce a lot of sap when the gambier plant faces with sunlight light processing gambir in the following way; (1) Harvesting of gambir leaves, (2) Transportation of gambier leaves in the house of felts, (3) Boiling, (4) Extraction / Pressing, (5) Deposition, (6) Draining, (7) Printing, (8) and Drying.
Keywords:
Gambier
· the economy of the community
· and the selling price
· the processing of Gambier
Introduction
Pangkalan Koto Baru adalah sebuah Kecamatan yang terletak di Kabupaten 50 Kota provinsi Sumatera Barat, daerah ini berada di bagian Timur Sumatera Barat. Perekonomian Pangkalan koto baru didominasi oleh sektor pertanian.Pertanian merupakan sumber mata pencarian terbesar dari penduduknya.Pertanian meliputi usahausaha seperti tanaman pangan dan holtikultura, perternakan.Kehutanan, perikanan serta perkebunan.Namun diantara usaha-usaha diatas yang memiliki nilai paling tinggi ialah tanaman pangan dan holtikultura, kemudian diikuti oleh usaha-usaha lainnya. Dibidang pertanian memiliki beberapa macam jenis diantaranya gambir, karet, kayu manis dan kakao. Diantara beberapa macam jenis pertanian diatas yang memiliki hasil unggul ialah gambir dan karet di Pangkalan Koto Baru Kabupaten 50 Kota. Produksi gambir di Kabupaten 50 Kota bersal dari 9 (sembilan) Kecamatan dari 13 (tiga belas) Kecamatan yang ada.Ada 4 kecematan yang tidak memproduksi gambir, seperti Kecamatan Akabiluru, Luak, Situjuah Limo Nagari dan Gunuang Omeh.Pada Kecamatan Gunuang Oeh sendiri memang memiliki lahan gambir tapi lahan belum bisa d produktif, maka dari itu Kecamatan ini dikatakan tidak memproduksi gambir. Untuk Pangkalan sendiri memiliki luas lahan gambir seluas 4,358 Ha, lahan produktif 3,739 26,8% lahan yang belum produktif 619 Ha persentase 43% jadi total lahan gambir di Pangkalan Koto Baru seluas 4,358 Ha. Pada provinsi Sumatera Barat sendiri, luas lahan terbesar ialah di Pangkalan Koto Baru , hal ini berbanding lurus dengan total produksi gambirnya. Gambir pada umumnya mata pencarian perekonomian masyarakat Pangkalan Kabupaten 50 Kota. Namun saat sekarang petani mengeluh karena adanya keterbatasan informasi yang mengakibatkan petani hanya terpaku pada ilmu atau pengetahuan yang hanya diketahui selama ini. Berdasarkan penelitian sekilas di salah satu petani di Pangkalan Kabupaten 50 kota. Terdapat kendala yang dihadapi petani gambir dengan keterbatasan informasi hanya sekedar diolah lalu dijual, jarang ada yang berfikir untuk memberikan nilai tambah seperti di olah menjadi menjadi sebuah karya, pewarna kain, perekat kayu, sirih dan lain-lain.Padahal menjual gambir memiliki resiko tinggi yang terkadang harga jual derastis turun yang tidak tahu kenapa harga gambir turun naik setiap minggunya. Jika harga gambir turun, perekonomian masyarakat akan sulit karena pada umumnya mata pencariannya mereka bergantung pada gambir. Sebagian besar masyarakat bermata pencarian petani, selanjutnya sebagai pedagang pada urutan kedua.Maka diperlukan meningkatkan suatu produk informasi agar meningkatkan pengetahuan petani dan berinisiatif untuk membuka usaha gambir yang lebih berkualitas dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di Pangkalan Kabupaten 50 Kota. Gambir adalah sejenis getah yang dikeringkan yang berasal dari ekstrak remasan daun dan ranting tumbuhan.Gambir pada umumnya digunakan menyirih kegunaan yang lebih penting adalah sebagai bahan penyamak kulit dan pewarna.Gambir juga mengandung katekin (catechin), suatu bahan alami yang bersifat antioksidan dan menggunakan sebagai bahan campuran menyirih. Perekonomian masyarakat di Pangkalan Kabupaten 50 Kota pada umumnya bergelut dibidang tani dan sebagian masyarakat berdagang. Gambir sangat berperan penting di Pangkalan Kabupaten 50 kota karena gambir adalah mata pencarian utama petani di Pangkalan Kabupaten 50 Kota, jika kualitas gambir dan hasil gambir yang baik akan menghasilkan nilai jual yang baik dan meningkatkan ekenomi masyarakat di Pangkalan Kabupaten 50 Kota, tidak hanya meningkatkan ekonomi atau harga jual yang tinggi namun gambir yang di produksi memiliki kualitas yang bagus akan memiliki citra baik terhadap kerja atau hasil kerja dari petani gambir di Pangkalan Kabupaten 50 Kota, begitu juga sebaliknya jika hasil produksi gambir dari tani menurun maka harga jual gambir pun akan sangat rendah dan dapat mempengaruhi ekonomi masyarakat di Pangkalan Kabupaten 50 Kota begitu juga dengan citra petani yang akan buruk. Informasi-informasi yang berkaitan dengan gambir sudah ada sejak zaman dahulu, namun potensi informasi gambir yang baik belum banyak diketahui, selain itu juga banyaknya diluar sana informasi-informasi yang belum tersruktur dengan baik sehingga menyulitkan masyarakat untuk menelusurinya. Kebutuhan informasi masyarakat semakin meningkat, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, ekonomi, sosial, hukum, maupun politik.Tuntutan tersebut juga terjadi pada lembaga perpustakaan, dokumentasi, dan informasi (dokinfo), yaitu adanya peningkatan permintaan informasi pengguna dalam bentuk kemasan informasi atau pengetahuan.Kemajuan teknologi dan informasi menjadi kekuatan atau pendorong bagi perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat kontemporer.Melalui informasi melestarikan budaya, dan memberikan kontribusi untuk kehidupan intelektual dan sosial. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini mempengaruhi aspek kehidupan manusia.Salah satu diantaranya adalah perkembangan dan perubahan informasi menjadi sangat pesat dan cepat sehingga menyebabkan terjadinya ledakan informasi.Terjadinya volume informasi harus diimbangi dengan perkembangan informasi diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh informasi dengan cepat dan tepat.Oleh karena itu, pengelolaan informasi dituntut kemampuannya agar bisa menciptakan sebuah informasi yang bermanfaat bagi masyarakat dalam penelusuran informasi. Informasi akan berguna apabila memberi nilai pengetahuan baru bagi pemakainya. Dengan banyaknya informasi yang muncul di dunia ilmu, pengetahuan dan teknologi semakin sulit orang untuk memperoleh informasi yang tepat baginya bahkan yang dapat langsung dimanfaatkan.Hal yang dibutuhkan dari suatu informasi adalah penyajian menjadi suatu produk kemasan yang bermanfaat dan tepat bagi pemakai. Kegiatan pengemasan informasi dimulai dari menganalisis informasi yang konsolidasi dalam bentuk yang lebih cocok dan mudah dimengerti oleh pengguna.Pentingnya melakukan pekerjaan kemas ulang informasi adalah menyesuaikan informasi yang tersedia dengan kebutuhan pengguna.Informasi mencakup pula pekerjaan penerjamahan dan penyuntingan. Komponen-komponen penting lainnya termasuk analisis, sintesis, penyuntingan, penerjemahan, dan transmisi format media dan simbol. Produk informasi sangat bermanfaat bagi masyarakat maupun pengusaha muda dalam menemukan suatu informasi mengenai gambir.Dengan berkembangnya informasi sangat cepat masyarakat kesulitan dalam mencari informasi secara menyeluruh meskipun adanya penerbit mengenai gambir tetapi tidak mencakup seluruh mengenai gambir tersebut.Maka dari itu diperlukan sebuah pengemasan informasi, karena dapat sebagai bahan informasi bagi masyarakat dan pelaku usaha agar dapat mengetahui tentang gambir. Berdasarkan latar belakang tersebut penulis ingin menyusun sebuah kemas ulang informasi berjudul “ Kemas Ulang Informasi Gambir untuk Meningkatkan Perkenomian Masyarakat di Pangkalan Kabupaten 50 Kota”.
Method
Metode penelitian yang digunakan dalam makalah ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif. Menurut Nazir (2011 : 54) deskriptif adalah metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu obek,suatu kondisi, suatu sistem pemikiran atau suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Penelitian dilakukan dengan wawancara kepada bapak Wali Nagari Kenegarian Manggilang atau petani gambir di Pangkalan Koto Baru dan mengumpulkan data secara langsung observasi untuk memenuhi informasi sebelum masuk ke tahapan kemas ulang Informasi.
Discussion
1. Menyusun Kerangka Penulisan Menyusun kerangka penulisan adalah suatu rencana atau rancangan kerja yang memuat garis besar ketentuan-ketentuan pokok bagaimana suatu topik harus diperinci, dikembangkan dan disusun secara teratur dan terstruktur.Fungsi dari penyusunan kerangka penulisan adalah untuk memperlihatkan pokok bahasan dan memudahkan penyusunan penulisan tentang sebuah produk yang di rancang.Kerangka penulisan buku dapat dilihat pada bagan berikut. Bagan Rancangan Isi Buku Kemas Ulang Informasi Cover Kata Pengantar Daftar Isi Sekilas tentang gambir di SumateraBarat Pengertian Gambir alat dan modal pembuka awal lahan gambir Proses pengolahan gambir untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Pangkalan Kabupaten 50 Kota 2. Pembuatan Cover Cover buku adalah bagian luar kulit buku yang terdiri dari nama penulis, judul buku dan gambar yang mewakili isi buku. Cover buku dibuat berdasarkan desain yang bervariasi sehingga dapat memberikan daya tarik pembaca dan juga pada umumnya bahan dasar cover buku adalah kertas yang kuat dan tebal, ini berguna untuk melindungi isi dalam buku agar tidak rusak informasi yang terdapat didalamnya buku. Cover dari produk yang penulis buat dominan putih hijau dan cokelat, didalam cover terdapat judul buku, nama penulis dan gambar tanaman yang mewakili isi buku. Cover dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Gambar 18. Cover Buku Kemas Ulang Informasi 3. Kata Pengantar Kata pengantar ialah halaman yang berisi ucapan-ucapan dari penulis atas selesainya suatu karya atau produk, ucapan tersebut berupa syukur, ucapan terimakasih, manfaat dan tujuan penulisan serta kritik dan saran yang dapat membangun.Berikut tampilan kata pengantar pada gambar dibawah ini. Gambar 19. Kata Pengantar 4. Daftar isi Daftar isi berisikan urutan judul pada setiap bab beserta halaman yang terdapat pada sebuah buku atau karya tulis. Daftar isi ini berfungsi sebagai petunjuk dalam meneluuri pokok informasi yang tersedia dalam suatu buku, sehingga memudahkan pembaca dalam menelusuri informasi secara cepat.Daftar isi dapat dilihat pada gambar berikut. Gambar 20. Daftar Isi 5. Inti Pembahasan Inti dari isi pembahasan buku atau isi pokok buku ialah informasi terpenting yang terdapat dalam buku tersebut. Informasi penting dalam buku yang penulis buat adalah informasi tentang gambir serta cara pengolahan gambir tersebut hingga siap untuk dijual. Salah satu inti pembahasan buku dalam produk yang penulis buat dapat dilihat gambar berikut. Gambar 21. Inti Pembahasan buku pengolahan gambir untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Pangkalan Kabupaten 50 Kota 6. Penutup Bagian penutup merupakan bagian akhir dari penulisan suatu karya tulis yang terletak di belakang buku, di dalamnya terdapat kesimpulan dan saran penulis bagi pembaca. Bagian penutup dapat dilihat gambar sebagai berikut Gambar 22. Penutup Buku
Conclusion
Berdasarkan pembahasan dari bab sebelumnya,dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, pembuatan kemas ulang informasi ini adalah memberitahu potensi dan pengolahan gambir untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Pangkalan Kabupaten 50 Kota, untuk mendapatkan potensi gambir yang berkualitas maka perlu diperhatikan daun dan ranting gambir yang akan diolah serta pupuk yang digunakan dan pembersihan (penyiangan) di lahan gambir agar daun dan ranting gambir yang akan diolah terhindar dari tumbuhan lainnya seperti benalu yang dapat berdampak kepada daun gambir dan ranting gambir yang akan diolah tidak dapat menghasilkan atau mengeluarkan getah yang banyak pada saat diolah, tanaman gambir juga akan menghasilkan getah yang banyak apabila tanaman gambir langsung berhadapan dengan cahaya matahari. Kedua, pembuatan kemas ulang informasi terdapat beberapa tahapan dan rancangan. Tahapan-tahapan pembuatan kemas ulang informasi tersebut ialah; (a) melakukan identifikasi kebutuhan pengguna; (b) Melakukan pengumpulan informasi dan pemilihan sumber informasi; (c) Mengevaluasi validitas informasi; (d) Mereview, menganlisa, dan mengekstrak informasi; (e) pengemasan informasi; dan (f) Menentukan sasaran pengguna. Rancangan pembuatan buku kemas ulang informasi gambir untuk meningkatkan perekonomian Masyarakat di Pangkalan Kabupaten 50 Kota adalah; (1) menyusun kerangka penulisan; (2) pembuatan cover; (3) kata pengantar; (4) daftar isi; (5) inti pembahasan buku, dan (6) penutup. Berdasarkan pada kesimpulan maka dapat disaran sebagai berikut:pertama, pembuatan kemas ulang informasi gambir untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Pangkalan Kabupaten 50 Kota sangat bermanfaat bagi masyarakat luas khususnya petani gambir agar dapat memanfaatkan informasi ini sebaik-baiknya dan dapat memberikan kelangsungan hidup dan mensejahterakan perekonomian masyarakat. Kedua, dengan adanya buku kemas ulang informasi gambir untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Pangkalan Kabupaten 50 Kota ini akan memberikan dampak positif bagi pembaca dalam menambah wawasan dan pengetahuan tentang gambir dan bagaimana pengolahan gambir yang potensi baik untuk mensejahterakan perekonomian masyarakat sekitar.