Kembali
16
1
2018 Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Vol 7 · 1 Seri C ISSN 2302-3511

DIREKTORI PARIWISATA DI KOTA PARIAMAN

Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang

Abstract

This paper disscuses about tourism directory in pariaman city. Writing this paper for knowing and describe about make this Directory in Pariaman City. Data were college trought direct observation and interviews on people in Pariaman City. The analysis was done with discribtive method. Based on a discussion of data analysis conclusive as follows (1) Nama of a tourist attraction (2) travel milliage (3) travel facilities (4) travel accommodations (5) travel tickets (6) plans of tourist locations (7) travel photos. Next is the to make Directory. As for the stage steps in making a directory; (a) collecting data (b) note taking data to Microsoft word (c) focus on the idea (d) creating a bookframe (e) writing directory concepts (f) determine the subject (g) a group of fabrication or grouping, and the last (h) comp directory
Keywords: Directory · Tourism · Pariaman City

Introduction

Salah satu jenis koleksi yang terdapat pada perpustakaan adalah koleksi referensi. Menurut Suwarno (dalam Rahayuningsih 2007: 105) koleksi referensi adalah kumpulan atau kelompok koleksi pustaka yang terdiri dari bahan-bahan pustaka berisi karya-karya yang bersifat memberitahu/menunjukkan mengenai informasi-informasi tertentu, yang disusun secara sistematis (biasanya secara alfabetis) untuk digunakan sebagai alat petunjuk atau konsultasi. Adapun manfaat koleksi referensi menurut para ahli adalah sebagai berikut. Menurut Syahyuman (2009: 1-15) manfaat yang dapat diperoleh dengan menggunakan koleksi sekunder dan tersier adalah: (a) memberikan keterangan atau keterangan langsung dan mendasar tentang suatu hal yang ingin diketahui untuk menghilangkan keragu-raguan terhadap pengertian masalah tertentu; (b) menambahkan pembendaharaan kata yang dimiliki; (c) dapat digunakan untuk mengetahui seluk beluk serta keadaan suatu negara atau tempat lain di dunia,bahkan mengenai tempat yang belum pernah dikunjungi; (d) menggambarkan riwayat hidup tokoh-tokoh terkemuka dan terkenal, termasuk karya-karya, penghargaan yang diterima, pengalamat mereka, kiat-kiat suksesnya; (e) meningkatkan keterampilan dan kemampuan dalam menggunakan sumber informasi dasar; (f) menunjang kegiatan penelitian; (g) membantu para pustakawan dan juga pemakai lain dalam melakukan penelusuran informasi. Menurut Yusuf (2007: 12-20) buku-buku yang tergolong kedalam buku-buku atau koleksi referens atau rujukan adalah: (a) kamus; (b) ensiklopedia; (c) buku tahunan; (d) buku pedoman; (e) direktori; (f) almanak; (g) bibliografi; (h) indeks; (i) abstrak; (j) atlas; (k) dokumen pemerintah. Menurut Rahayuningsih (2007: 106-112) setiap jenis koleksi referensi dapat dibedakan menurut sifat maupun isi informasinya, yaitu: (a) menurut sifat informasi: (1) koleksi referensi umum, yaitu koleksi referensi yang memberikan informasi secara umum, ruang lingkup yang luas tanpa batas-batas subjek atau batas lain yang dapat memberikan spesifikasi tertentu; (2) koleksi referensi khusus, yaitu koleksi referensi yang memberikan informasi secara khusus mengenai subjek atau pokok bahasan tertentu. (b) menurut isi informasi: (1) kamus; (2) ensiklopedi; (3) buku pedoman; (4) buku tahunan; (5) almanak; (6) direktori; (7) sumber biografi; (8) sumber geografi; (9) bibliografi; (10) indeks; (11) abstrak; (12) sumber statistik; (13) terbitan pemerintah; (14) sumber referensi lain. Menurut Sinaga (2011:53) direktori adalah buku petunjuk untuk menemukan nama orang, nomor telepon, dan lain sebagainya. Menurut Rahayu (2014:3.36) direktori yaitu berupa daftar nama-nama orang, lembaga, organisasi atau perkumpulan yang disusun secara alfabetis atau sistematis. Menurut Rahayuningsih (2007:108) direktori adalah daftar tokoh atau organisasi atau lembaga yang disusun secara sistematik, biasanya menurut abjad atau susunan kelas/subjek dan memberikan data mengenainama, alamat, afiliasi, kegiatan dan sebagainya. Sedangkan menurut Martoatmojo (1993:13) direktori adalah sumber informasi untuk orang dan organisasi, disusun secara sistematis, umumnya secara alfabetis atau menurut kelas, memberikan informasi mengenai alamat, afiliasi dan sebagainya. Menurut Katz (dalam Yusuf 2009: 421-422) membagi direktori ke dalam kelompok sebagai berikut: (a) direktori lokal biasanya bersifat terbatas hanya berupa buku telepon dan direktori kota setempat; (b) direktori pemerintah yang pada umumnya diterbitkan oleh pemerintah dalam rangka menyebarluaskan informasi tentang lembaga dan data lainnya di anggap penting bagi masyarakat; (c) direktori lembaga, berisi tentang direktori lembaga-lembaga seperti sekolah, yayasan, perguruan tinggi, kantor-kantor pemerintah, dan lembaga-lembaga serupa; (d) pelayanan investasi (investment service), berhubungan dengan perdagangan dan bisnis; (e) direktori profesional, berisi tentang secara luas mendaftar organisasi-organisasi profesi seperti hukum, dokter, pustakawan, dan para ilmuwan bidang lainnya; (f) direktori perdagangan dan perusahaan, direktori yang berisi tentang terutama informasi yang dihasilkan pabrik atau perusahaan, industri, dan perdagangan. Menurut Saleh (2009: 83) direktori bermanfaat untuk: (1) mendapatkan informasi mengenai profil seseorang atau suatu lembaga/badan; (2) untuk mencari keterangan jika ada orang yang ingin membuat tulisan tentang suatu yang berkaitan dengan badan yang didaftar dalam suatu buku petunjuk atau direktori. Unsur-unsur pembuatan direktori ini disesuaikan dengan pengertian direktori. Contoh dari unsur-unsur pembuatan direktori di (Lingkungan Perpustakaan Kementrian Pendidikan Nasional tahun 2011), informasinya mencakup keterangan: a) Nama-nama perpustakaan di Lingkungan Kementrian Pendidikan Nasional tahun 2011. b) Website perpustakaan di Lingkungan Kementrian Pendidikan Nasional tahun 2011. c) Memberikan informasi alamat dan nomor kontak perpustakaan di Lingkungan Kementrian Pendidikan Nasional tahun 2011. d) Website dan e-mail perpustakaan di Lingkungan Kementrian Pendidikan Nasional tahun 2011. e) Jumlah koleksi dan jenis koleksi di Perpustakaan Lingkungan Kementrian Pendidikan Nasional tahun 2011. f) Jenis layanan perpustakaan. g) Jam buka perpustakaan di Lingkungan Kementrian Pendidikan Nasional tahun 2011. h) Fasilitas, luar ruangan dan jumlah staf perpustakaan di Lingkungan Kementrian Pendidikan Nasional 2011.

Method

Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan makalah tugas akhir ini adalah menggunakan penelitian deskriptif. Metode penelitian deskriptif adalah metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki.

Discussion

1. Direktori Pariwisata di Kota Pariaman Dari hasil penelitian yang penulis lakukan di kota pariaman, pariwisata yang belum dikelola dan belum di ketahui oleh banyak orang meskipun pariwisata yang terdapat di kota pariaman memliki daya tarik yang yang yang bagus bagi wisatawan. Adapun unsur-unsur yang penulis gunakan dalam pembuatan direktori pariwisata di Kota Pariaman adalah: (1) nama tempat wisata; (2) jarak tempuh wisata; (3) fasilitas wisata; (4) akomodasi wisata; (5) tiket masuk wisata; (6) denah lokasi wisata; dan (7) foto wisata 1. Cara pembuatan direktori Direktori merupakan sebuah buku petunjuk yang berisikan bagaimana cara mudah untuk menemukan alamat, lembaga, nomor telepon dan lain sebagainya. Direktori sangat berguna dalam membantu seseorang yang ingin dengan cepat mengetahui informasi tentang sesuatu yang di ketahuinya. Pembuatan direktori akan dibuat secara lebih sederhana dan tidak membingungkan. Berikut tahap pembuatan direktori, sebagai berikut. a. Mengumpulkan Data Langkah pertama yang dilakukan dalam pembuatan direktori ini yaitu mengumpulkan data atau mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan unsur-unsur yang telah ditentukan. Data yang dikumpulkan dengan data langsung ke lapangan dan mewawancarai wisatawan tersebut. b. Mencatat Data yang Telah Ada ke Dalam Microsoft Word Data yang dicatat terlebih dahulu, setelah dicatat lalu di input ke dalam Microsoft Word dan diketik sedemikian rupa. Guna input data ke dalam Microsoft Word adalah untuk membuat rancangan atau skema dari isi direktori nantinya. Data yang dicatat tersebut berisikan informasi mengenai lokasi kecamatan, nama objek, denah lokasi / google maps, foto, dan keterangan tersebut. c. Fokus pada Gagasan Tahap selanjutnya, saat membuat buku pedoman, kita harus fokus pada gagasan yang telah diciptakan. Fokus pada gagasan ini berarti menyelami lebih dalam tentang ilmu dan pemahaman dari gagasan yang akan kita tulis dalam buku. d. Membuat Kerangka Buku Menulis kerangka buku hendaknya dibuatkan kerangkanya terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar penulisan terarah dan tetap fokus pada gagasan yang akan disampaikan, tidak melenceng ke persoalan lain yang sebetulnya tidak perlu dibahas dalam buku tersebut. Kerangka juga mempermudah dalam penulisan dan penyusunannya. Dengan adanya kerangka dari buku yang akan dibuat, penulis akan lebih terarah dalam menulis buku, sehingga isi dari buku tersebut akan tertuju jelas pada hal-hal yang akan dijelaskan. e. Menulis Konsep Direktori Pembuatan direktori pariwisata di Kota Pariaman disusun sesuai kecamatan, agar memudahkan para pencari informasi didalam sebuah buku direktori tersebut. f. Menentukan Subjek Subjek untuk direktori adalah lokasi kecamatan objek wisata, nama objek wisata, denah lokasi, foto, dan keterangan mengenai objek wisata tersebut. Tujuan adanya subjek ini, yaitu untuk memudahkan dalam pengelompokkan data yang telah ada tersebut. Dengan adanya subjek ini juga, para pengguna informasi dapat dengan mudah menemukan informasi yang mereka butuhkan dan mempercepat dalam pencariannya. g. Klasifikasi atau Pengelompokkan Klasifikasi atau pengelompokkan adalah untuk mengelompokkan data yang telah terkumpul sesuai subjek yang telah ditentukan. Tujuan klaifikasi atau pengelompokan adalah untuk mempermudah dalam penyusunan direktori, karena jika informasinya yang ada terkelompok sesuai dengan subjeknya, maka akan memudahkan dalam pencarian informasi yang di inginkan informasi. h. Penyusunan Direktori Penyusunan direktori ini dimulai dengan pembuatan cover atau sampul buku. Desain cover direktori yang memiliki peran penting yaitu sebagai salah satu cara untuk menarik perhatian seseorang terhadap produk direktori yang dapat dimulai dari segi tampilan dan pemilihan warna. Selanjutnya, pembuatan kata pengantar, berisikan beberapa paragraf yang memuat ucapan terima kasih penulis kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan kepada pihak-pihak yang telah membantu atau memberi dukungan dari pembuatan buku tersebut, serta diserta dengan tempat, bulan, dan tahun buku tersebut dibuat oleh penulis. Selanjutnya, pembuatan daftar isi yang merupakan berisikan point-point dalam buku disertai dengan nomor halamandari isi direktori tersebut. Kemudian pembuatan daftar gambar yang menerangkan tentang denah lokasi serta gambar objek wisata yang ada dalam isi direktori tersebut, dan terakhir isi dari direktori tersebut. Penyusunan isi dari direktori itu semua berdasarkan unsur-unsur informasi yang akan dimuat dengan informasi lokasi kecamatan objek wisata, nama objek wisata, denah lokasi, foto, dan keterangan mengenai objek wisata tersebut. 2. Keterbatasan dan Upaya Penelitian yang ditemukan dalam Pembuatan Direktori Parawisata di Kota Pariaman. Dalam pembuatan direktori ini penulis menemui keterbatasan dalam pembuatan denah lokasi dikarenakan jarak tempuh lokasinya sangat jauh serta penulis juga menemui keterbatasan lain seperti kondisi daerah yang masih melakukan pembangunan dan ada beberapa lokasi objek wisata yang susah dilalui karna kondisi jalan yang sulit buat ditempuh. Adapun keterbatasan penelitian yang dihadapi penulis yaitu tidak bisa pergi melakukan kunjungan di lokasi objek wisata lain karena memerlukan waktu yang cukup banyak, sementara waktu yang dipergunakan untuk penelitian ini begitu singkat serta memerlukan dana lagi untuk menempuh perjalan objek wisata lain yang ada di Kota Pariaman. Selain itu, penulis juga menemukan keterbatasan lain dalam penelitan yang dilakukan yaitu keterangan tentang fasilitas yang ada disana, seperti fasilitas kendaraan untuk sampai ke lokasi itu langsung dan kebersihan tiap objek wisata, itu semua disebabkan karena masih kurangnya perhatian dari pemerintah Kota Pariaman. Sementara itu keindahan objek wisata di Kota Pariaman ini adalah potensi wisata yang bisa di banggakan oleh pemerintah serta masyarakat yang ada di Kota Pariaman. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi keterbatasan penelitian dalam pembuatan direktori mengenai denah lokasi objek wisata adalah dengan mendeskripsikan sebaik mungkin peta agar pengguna informasi dipermudahkan untuk sampai ke denah objek wisata yang dituju wisatawan, serta dengan denah lokasi objek wisata yang benar. Upaya penulis melakukannya adalah dengan mempelajari lewat internet / google maps, meminta bantuan ke dinas pariwisata Kota Pariaman dan tidak lupa pula meminta bantuan kepada teman wisatawan yang pernah berkunjung ke objek wisata tersebut. Dengan demikian penulis dapat menyelesaikan direktori ini dengan baik dan mudah dipahami oleh pegunjung / wisatawan. Keterbatasan penelitian pada kunjungan ke lokasi-lokasi yang belum sempat ditempuh yang memerlukan waktu yang terbatas, biaya yang kurang cukup, dan terlalu sulit buat ditempuh. maka dari itu penulis melakukan wawancara kepada wisatawan yang sudah pernah mendatangi objek wisata tersebut. Fasilitas merupakan suatu yang akan didapatkan wisatawan yang berkunjung untuk bertujuan mempermudah wisatawan yang tidak memiliki kendaraan kesana seperti sepeda motor atau kendaraan umum lainnya, karena setiap lokasi memiliki fasilitas yang berbeda untuk menarik wisatawan untuk berkunjung ke objek wisata tersebut dan bagi wisatawan yang pernah berkunjung tidak bosan untuk berkunjung kembali.

Conclusion

Berdasarkan dari hasi penelitian yang telah penulis lakukan, dapat disimpulkan bahwa Kota Pariaman memiliki 11 lokasi objek wisata yang banyak dikunjungi wisatawan. Namun, sebagian besar objek wisata tidak diketahui informasinya oleh banyak orang. Pembuatan direktori pariwisata membantu para pencari informasi dalam menemukan informasi mengenai tempat objek wisata di Kota Pariaman, khususnya 11 lokasi objek wisata yang banyak dikunjungi wisatawan yang sebagian besar objek wisata tersebut tidak diketahui informasinya oleh banyak wisatawan. Langkah-langkah dalam pembuatan direktori Pariwisata di Kota Pariaman adalah sebagai berikut: (a) mengumpulkan data; (b) mencatat data yang telah ada ke dalam Microsoft word; (c) fokus pada gagasan; (d) membuat kerangka buku; (e) menulis konsep direktori; (f) menentukan subjek; (e) klasifikasi atau pengelompokkan; dan (g) penyusunan direktori Setelah melihat hasil penelitian yang penulis lakukan, penulis ingin memberikan saran kepada Dinas Pariwisata Kota Pariaman dan warga setempat agar: (1) memberikan fasilitas yang memadai; (2) menjadikan direktori pariwisata di Kota Pariaman sebagai media petunjuk saat memerlukan informasi berkaitan dengan pariwisata yang ada di Kota Pariaman.