Kembali
16
1
2019 Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Vol 8 · 1 Seri A ISSN 2302-3511

EVALUASI TINGKAT KETERPAKAIAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KOTA PADANG PANJANG

Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang

Abstract

This paper discusses the evaluation of the level of use of library collections in the Padang Panjang Library and Archives Service. The purpose of using this paper is: (1) to describe the compatibility of the use of collections in the Padang Panjang Municipal Library and Archives Service; (2) describe the frequency of use of the library collection; (3) describes the number of collections used by the library. The research method used in testing this final paper is descriptive method. Data collection is done through a process of observation and interviews. The discussion in this paper is calculated from January 2018 to June 2019. The first indicator is to describe the intensity of the use of collections. The number of collections described as a comparison for collections used. The number of collections purchased was 5,257 copies or 27.38% of the 19,197 collections available. And for unused collections, 13,940 copies or 72.62% of the total collection. Based on the number of uses of the collection, only ¼ collections are used and used by users. The second indicator is the frequency of use of collections which are described based on frequency graphs per class. The results of using the graph can be seen the level of usage of the collection per month. For the class with the most collections, the class is 800 with 2,246 copies and the lowest class is 700 with 97 copies. The last indicator is the number of collections used based on the criteria of the year published and the name of the publisher. For the year published from 2015 to 2018 the number of collections used was 1,270 while the publisher's name was approved 5,246 copies. Both of these criteria also oppose the level of use of collections in libraries because these collections are more often used and known by users.
Keywords: Usability · collection · amount

Introduction

Perpustakaan merupakan suatu lembaga yang mengelola dan mengolah seluruh koleksi yang berisikan pengetahuan yang bersifat umum yang mencakup seluruh pengetahuan yang ada di dunia dari berbagai macam ilmu seperti ilmu pengetahun teknologi, seni, agama, dan budaya. Perpustakaan merupakan pusat penyedia informasi yang multifungsi sehingga dibutuhkan oleh masyarakat umum yang ingin maju dan berkembang, caranya dengan belajar/membaca pada sumber buku dan sumber ilmu lainnya. Pada dasarnya setiap perpustakaan mempuyai tujuan yang sama walau dengan visi yang berbeda, namun sebuah perpustakaan dapat dikatakan berhasil apabila berguna bagi para penggunanya dan memenuhi kebutuhan pemakainya. Tentunya koleksi yang banyak akan sangat diperlukan dalam sebuah perpustakaan, selain banyak, kelengkapan koleksi pun juga sangat penting untuk terciptanya sebuah perpustakaan yang maju dan ramai oleh pemustakanya. Cukup tingginya pengunjung, minat baca serta peminjaman di perpustakaan tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini dengan tujuan akan berguna bagi perpustakaan itu sendiri dalam mengetahui tingkat keterpakaian koleksi-koleksi yang ada di perpustakaan tersebut. Dari hasil observasi awal pada bulan Juni 2019 di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang peneliti mendapatkan data jumlah koleksi (buku teks) sebanyak 11.313 judul dan 19.197 eksemplar. Dari ketersediaan koleksi, perpustakaan ini mempunyai jumlah anggota pustaka sebanyak 1.560 anggota dengan kunjungan yang berjumlah 22.434 selama tahun 20182019 berdasarkan Laporan Frekuensi Periode Januari 2018 sampai dengan Juni 2019, yang terbagi dalam 3 bagian yaitu kunjungan anggota perpustakaan sebanyak 3.165, non anggota 19.095 dan jumlah rombongan (personil) sebanyak 174. Sutarno (2006:282) menyatakan perpustakaan umum merupakan perpustakaan yang diperuntukkan bagi masyarakat luas sebagai sarana pembelajaran sepanjang hayat tanpa membedakan umur, jenis kelamin, suku, ras dan status sosial ekonomi. Perpustakaan umum sebagai sarana penyedia ilmu pengetahuan bagi masyarakat luas untuk mengembangkan wawasan dan ilmu pengetahuan bagi penggunanya. Menurut Sulistyo-Basuki (1991:46) perpustakaan umm mempunyai 4 tujuan utama yaitu: 1) Memberikan kesempatan bagi umum untuk membaca bahan pustaka yang dapat membantu meningkatkan mereka kearah kehidupan yang lebih baik; 2) menyediakan sumber informasi yang cepat, tepat dan murah bagi masyarakat; 3) membantu warga untuk mengembangkan kemampuan yang dimilikinya sehingga yang bersangkutan akan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya dengan bantuan bahan pustaka; 4) bertindak selaku agen kultural, artinya perpustakaan umum merupakan pusat utama kehidupan sosial budaya bagi masyarakat sekitarnya. Perpustakaan umum merupakan lembaga yang disediakan oleh pemerintah setempat untuk masyarakatnya sekitarnya agar dapat memenuhi kebutuhan ilmu pengetahuan dengan bahan pustaka. Menurut Sutarno (2006:37) perpustakaan umum berfungsi untuk memberikan layanan kepada seluruh lapisan masyarakat, sebagai pusat informasi, pusat sumber belajar, tempat rekreasi, penelitian, dan pelestarian koleksi bahan pustaka yang dimiliki. Fungsi perpustakaan umum lainnya menurut Siregar (2004:76) adalah: 1) Membantu generasi muda dan anakanak untuk menjadi mengetahui informasi; 2) memberi arti pentingnya informasi dan juga untuk mengembangkan kebiasaan membaca; 3) membantu orang dewasa untuk belajar seumur hidup dan belajar kembali untuk perubahan karir; 4) memelihara dan mempromosikan kebudayaan. Kohar (2003) koleksi perpustakaan adalah yang mencakup berbagai format bahan yang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan alternative para pemakai perpustakaan terhadap media rekam informasi. Dari pernyataan di atas dapat dipahami bahwa koleksi perpustakaan adalah semua bahan pustaka yang ada sesuai dengan kebutuhan pemustaka dan dapat digunakan oleh para pengguna perpustakaan tersebut. Koleksi baru memiliki nilai bila digunakan bagi para pemakai dan koleksi yang baik yaitu koleksi yang dapat memenuhi kebutuhan pemakai perpustakaan yang dilayaninya. Untuk itu diperlukan adanya penilaian koleksi yang tepat terarah sesuai dengan kebutuhan pemakai. Busha dan Harter dalam (Endang Emawati 2008: 8), keterpakaian koleksi adalah mempergunakan koleksi yang ada di perpustakaan, baik berupa buku maupun non buku, untuk memenuhi kebutuhan informasi. Keterpakaian koleksi ini terkait erat dengan keputusan pemustaka untuk mengakses koleksi perpustakaan yang ada, hubungan antara koleksi yang ada dan kecenderungan pemustaka, dan sering tidaknya sebuah koleksi dipergunakan oleh pemustaka. Dalam hal ini peneliti menggunakan konsep perhitungan menurut Kohn (2013, 88) metode evaluasi koleksi berbasis keterpakaian koleksi berfokus pada permintaan pengguna. Permintaan ini berasal dari data sirkulasi yang berasal dari dalam perpustakaan itu sendiri maupun yang berasal dari luar perpustakaan yang biasa disebut dengan Inter Librarian Loan. Perhitungan Tingkat Keterpakaian koleksi dapat diukur dengan cara mengetahui beberapa data “use factor”, “percentage of expected use”, “circulation per capita”, dan “turn over rate”. a. Use factor adalah perbandingan antara jumlah transaksi sirkulasi dalam suatu proyek, dengan jumlah koleksi dalam subyek yang sama. b. Percentage of expected use adalah hasil “use factor”dikalikan dengan seratus untuk memperoleh persentase. c. Circulation Percapita adalah jumlah rata-rata peredaran buku dengan membagi jumlah buku yang dipinjam dengan jumlah populasi di area perpustakaan (anggota). d. Turn over rate circulation adalah jumlah koleksi dipinjam selama setahun dibagi dengan total koleksi. Thomson (1991, 443) menyatakan bahwa pengukuran konsep keterpakaian (pemanfaatan) perpustakaan dapat diukur dengan tiga indikator yakni intensitas penggunaan, frekwensi penggunaan, dan jumlah koleksi yang digunakan. Ketiga indikator tersebut mempunyai penjelasan dan tujuan sebagai berikut: a. Intensitas Penggunaan (intensity of use) Hal ini menunjukkan tentang sejauh mana keandalan dan kehebatan koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan. Intensitas penggunaan dilihat dari kunjungan yang dilakukan oleh pengguna perpustakaan. Jika pengguna teratur pergi ke perpustakaan maka bisa disimpulkan jika informasi yang di perpustakaan dibutuhkan dan bermanfaat bagi pengguna. b. Frekwensi Penggunaan (frequency of use) Bertujuan untuk menunjukkan seberapa sering pengguna menggunakan koleksi untuk memenuhi kebutuhan informasinya. Pemanfaatan ini tidak hanya dari penggunaan koleksi namun juga dari pemanfaatan fasilitas yang ada di perpustakaan. c. Jumlah yang digunakan (diversity of software pachage used) Menunjukkan tentang sejauh mana ketergantungan pengguna terhadap koleksi yang ada di perpustakaan. Dalam pemanfaatan koleksi pengguna tidak hanya datang untuk meminjam koleksi namun juga untuk menggunakan koleksi di tempat.

Method

Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah metode deskriptif, yaitu dengan metode pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara. Penelitian ini mengungkap fakta tentang besaran keterpakaian koleksi di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang. Tujuannya adalah untuk mengetahui tingkat keterpakaian koleksi yang ada di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang.

Discussion

1. Intensitas Penggunaan Koleksi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang memiliki sebanyak 11.313 judul dan 19.197 eksemplar koleksi buku hingga bulan Juni 2019 menurut data dari OPAC (On-Line Public Access Catalogue) yang terbagi dalam 10 kelas utama baik fiksi maupun non fiksi. Perpustakaan ini pun menganut sistem layanan terbuka (open access), yaitu pemustaka dapat langsung mengakses koleksi perpustakaan untuk membantu pemakai mengakses informasi yang terdapat di dalam koleksi perpustakaan, pemustaka bisa mengakses katalog berbasis komputer yang disebut dengan OPAC. Penggunaan katalog online pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan penggunaan katalog manual karena penelusurannya dapat dilakukan melalui nama pengarang, judul dan subyek. Jumlah koleksi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang. Tabel. 1 Jumlah Koleksi Subjek Judul Persentase Eksemplar Persentase 000 896 7,92% 1.500 7,81% 100 515 4,55% 806 4,20% 200 1.731 15,30% 2.879 15,00% 300 2.016 17,82% 3.256 16,97% 400 354 3,13% 569 2,96% 500 821 7,26% 1.452 7,56% 600 2.687 23,75% 4.792 24,96% 700 435 3,85% 777 4,05% 800 1.400 12,37% 2.362 12,30% 900 458 4,05% 804 4,19% Jumlah 11.313 100% 19.197 100% Dari data di atas koleksi terbanyak yaitu pada kelas 600 dengan jumlah judul 2.687 atau 23,75% dari total koleksi judul dan 4.792 atau 24,96% dari total eksemplar. Sementara itu koleksi dengan jumlah terkecil yaitu pada kelas 400 dengan 354 atau 3,13% dari total judul dan 569 atau 2,96% dari total eksemplar. Intensitas adalah tingkatan atau ukuran dari seberapa intens dan hebatnya. Sedangkan dalam kamus psychology adalah kuatnya tingkah laku atau pengalaman, atau sikap yang dipertahankan. Koleksi yang sering digunakan akan menentukan kekuatan dari sebuah koleksi tersebut. Maka dari itu perlu mengukur tingkatan penggunaan koleksi dengan menjumlahkan koleksi yang dipakai dengan koleksi yang tidak dipakai, disertai juga dengan hasil persentasenya. Penggunaan adalah proses pemakaian atau keterpakaian dari sebuah benda dan terekam melalui indera. Kemudian dalam kamus praktis bahasa Indonesia penggunaan adalah cara memakai, penggunaan. Sedangkan koleksi merupakan suatu benda yang disimpan di suatu ruangan dan digunakan oleh penggunanya. Koleksi di sini yaitu koleksi perpustakaan yang digunakan atau dipakai oleh pemustaka sebagai penggunanya dalam suatu ruangan dan dikelola oleh suatu instansi. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa intensitas penggunaan koleksi adalah tingkatan atau ukuran seberapa besar penggunaan koleksi yang digunakan dalam sebuah perpustakaan melalui data peminjaman koleksi yang telah tercatat dalam setiap peminjaman koleksi itu sendiri. Maka dari itu tingkat keterpakaian koleksi berdasarkan intensitas dari penggunaan perpustakaan diolah berdasarkan data sirkulasi statistik peminjaman koleksi. Untuk mengetahui intensitas tingkat keterpakaian koleksi diperpustakaan dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 2. Intensitas Penggunaan Koleksi No. Kelas Jumlah Koleksi D % TD % Jumlah (%) 000 1.500 272 1,42 % 1.228 6,40% 7,82% 100 806 234 1,22% 572 2,98% 4,2% 200 2.879 838 4,36% 2.041 10,63% 14,99% 300 3.256 597 3,11% 2.659 13,85% 16,96% 400 569 134 0,70% 435 2,27% 2,97% 500 1.452 421 2,19% 1.031 5,37% 7,56% 600 4.792 312 1,62% 4.480 23,34% 24,96% 700 777 97 0,51% 680 3,54% 4,05% 800 2.362 2.246 11,70% 116 0,60% 12,3% 900 804 106 0,55% 698 3,64% 4,19% Jumlah 19.197 5.257 27,38% 13.940 72,62% 100% Keterangan: D :Dipakai TD :Tidak Dipakai Dari data di atas dapat diketahui bahwa jumlah dari koleksi yang dibagi menjadi dua bagian antara koleksi yang dipakai dan koleksi yang tidak dipakai, peminjaman tertingginya terdapat pada kelas 800 (kesusastraan) dengan koleksi yang dipakai terbanyak 2.246 atau 11,70% dan koleksi paling sedikit dipakai dari kelas 700 sebanyak 97 atau 0,51%. Sementara itu koleksi yang paling banyak tidak dipakai adalah koleksi dari kelas 600 sebanyak 4.480 atau 23,34% dan koleksi yang paling sedikit tidak dipakai adalah koleksi dari kelas 800 sebanyak 116 atau 3,64% dari jumlah keseluruhan koleksi. 2. Frekuensi Penggunaan Koleksi Frekuensi adalah banyaknya sesuatu yang terjadi dalam setiap waktunya. Frekuensi juga dapat menjelaskan seberapa penting suatu benda dalam penggunaanya dan seberapa sering benda tersebut digunakan. Frekuensi di sini digunakan untuk mengukur tinggi rendahnya keterpakaian koleksi yang ada di perpustakaan, sehingga frekuensinya berhubungan dengan penggunaan koleksi perpustakaan yang terpinjam. Tinggi rendahnya frekuensi akan disajikan dalam bentuk grafik yang menjelaskan koleksi terpinjam berdasarkan kelas dan bulan. Kelas yang dipakai mencakup seluruh kelas dari koleksi yang tersedia mulai dari kelas 000 sampai dengan kelas 900. Adapun untuk frekuensi grafik yang berdasarkan bulan dihitung mulai dari periode Januari 2018 hingga Juni 2019. Maka dari itu berdasarkan data yang ada diperpustakaan untuk mengetahui seberapa sering pengguna membutuhkan dan menggunakan koleksi buku yang ada di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang dapat dilihat pada gambar 1 sampai dengan 10 seperti berikut ini : a. Frekuensi Penggunaan Koleksi Kelas 000 Gambar 1. Peminjaman Koleksi Kelas 000 Berdasarkan Gambar 1 di atas dapat diketahui buku yang terpinjam pada kelas 000 terbanyak terdapat pada bulan Januari 2019 dengan 40 kali peminjaman dan terendah terdapat pada bulan Mei 2019 dengan 4 kali peminjaman. Perbandingan peminjaman setiap bulannya cukup stabil namun pada akhir tahun 2018 hingga tahun 2019 terdapat lonjakan dan penurunan yang cukup drastis dalam jumlah koleksi terpinjam. Bulan Januari 2019 adalah bulan dengan jumlah koleksi terpinjam yang terbanyak. b. Frekuensi Penggunaan Koleksi Kelas 100 Gambar 2. Peminjaman Koleksi Kelas 100 Dari uraian di atas peminjaman pada koleksi terpinjam kelas 100 terbanyak pada bulan Februari 2019 dengan 29 kali pinjaman dan terendah pada bulan Juni 2018 dengan 2 kali peminjaman. Uraian di atas menunjukkan tingginya peminjaman pada tahun 2019 dapat terjadi karena faktor bertambahnya koleksi pada tahun ini sehingga tentunya lebih banyak koleksi yang tersedia untuk pemustaka. Rendahnya minat pemustaka pada tahun 2018 juga dapat terjadi karena masih kurangnya koleksi pada saat itu dan juga karena kurangnya kebutuhan pemustaka pada kelas ini. Kedua faktor ini berkaitan karena bisa jadi kurangnya minat pemustaka pada koleksi tersebut karena faktor kurangnya juga koleksi pada kelas tersebut. Dapat diperhatikan antara jumlah koleksi terpinjam dengan jumlah koleksi yang ada, sebanyak 30% koleksinya telah terpinjam. c. Frekuensi Penggunaan Koleksi No. Kelas 200 Gambar 3. Peminjaman Koleksi Kelas 200 Dari uraian gambar diatas, koleksi terpinjam terbanyak yaitu pada bulan Maret 2019 dengan jumlah peminjaman sebanyak 838 koleksi, sementara koleksi terpinjam terkecil pada bulan Mei 2019 sebanyak 11 koleksi. Keterpakaian koleksi pada kelas ini cukup tinggi kecuali pada bulan Mei 2019 dan Juni 2018 yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan dan lebaran hari raya Idul Fitri. Selain itu faktor banyaknya koleksi juga akan sangat mempengaruhi kelas ini, dengan jumlah koleksi sebanyak 2.879 eksemplar dan jumlah koleksi yang terpakai sebanyak 838 koleksi atau 30% dari jumlah koleksi yang ada. Koleksi cukup tinggi peminjamannya dari jumlah koleksinya dibandingkan dengan keterpakaian koleksi dari kelas lainnya. d. Frekuensi Penggunaan Koleksi No. Kelas 300 Gambar 4. Peminjaman Koleksi Kelas 300 Dari uraian berdasarkan gambar frekuensi di atas peminjaman koleksi buku pada kelas 300 terbanyak terdapat pada bulan Februari 2019 dengan 73 kali pinjaman dan terendah pada bulan Mei 2019 dengan 1 kali pinjaman. Perbandingan antara koleksi-koleksi terbanyak dengan koleksi terkecil terjadi karena pada bulan Mei 2019 yang bertepatan dengan bulan Ramadhan sehingga para pemustaka dari siswa-siswa berkurang dalam berkunjung ke perpustakaan. Selain itu untuk keterpakaian koleksi pada kelas ini hanya 18% dari koleksi yang tersedia, yang menggambarkan kurangnya minat ataupun kebutuhan pemustaka terhadap koleksi kelas ini sehingga perbandingan antara koleksi terpinjam dengan jumlah koleksi yang ada sangat jauh. e. Frekuensi Penggunaan Koleksi No. Kelas 400 Gambar 5. Peminjaman Koleksi Kelas 400 Dari uraian di atas peminjaman koleksi buku pada kelas 400 terbanyak terdapat pada bulan Januari 2018 dan Maret 2019 dengan 15 kali pinjaman dan terendah pada bulan Juni 2018 dengan tidak adanya pinjaman. Pada kelas ini keterpakaian koleksinya memang tidak cukup tinggi karena kurangnya kebutuhan pemustaka pada koleksi tersebut. Pada bulan Juni 2018 pun tidak ada peminjaman dapat terjadi karena bertepatan dengan bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri, sehingga pengunjung perpustakaan berkurang. Namun perpustakaan sendiri hanya tutup dan libur satu hari saja dan tetap buka setelah hari raya idul fitri. Selain itu rendahnya keterpakaian koleksi kelas ini dapat terjadi karena masih kurangnya koleksi kelas ini dibandingkan kelas lainnya. Dari seluruh koleksi pada kelas 400, 23% koleksinya telah terpakai. Namun keterpakaian ini dapat dikatakan cukup tinggi sama dengan kelas lainnya karena jumlah koleksinya yang juga sedikit namun terpakai ¼ dari koleksi yang ada. f. Frekuensi Penggunaan Koleksi No. Kelas 500 Gambar 6. Peminjaman Koleksi Kelas 500 Dari uraian di atas berdasarkan gambar frekuensi peminjaman koleksi buku pada kelas 500 terbanyak terdapat pada bulan Januari 2018 dengan 61 kali pinjaman dan terendah pada bulan Juni 2018 dengan 1 kali pinjaman. Grafik-grafik terendah pada gambar diatas terlihat pada bulan Juni 2018, Mei 2019, Desember 2018 hingga bulan Juni 2019. Dari seluruh koleksi yang ada 28% koleksi yang telah terpakai. Pada bulan Juni 2018 rendahnya peminjaman pada bulan tersebut dapat terjadi karena bertepatan dengan bulan Ramadhan dan lebaran hari raya Idul Fitri serta libur semester genap begitu juga dengan bulan Mei 2019. Sementara itu untuk bulan Desember 2018 berkaitan rendahnya peminjaman pada bulan tersebut dapat terjadi karena bertepatan juga dengan libur semester ganjil, dan untuk rendahnya peminjaman bulan Juni 2019 dapat terjadi karena bertepatan hari raya Idul Fitri dan libur semester selain itu juga karena data ini diambil pada awal bulan Juni sehingga belum tercakup seluruh peminjaman pada bulan Juni. g. Frekuensi Penggunaan Koleksi No. Kelas 600 Gambar 7. Peminjaman Koleksi Kelas 600 Dari uraian di atas peminjaman koleksi buku pada kelas 600 terbanyak terdapat pada bulan Januari 2018 dengan 31 kali pinjaman dan terendah pada bulan Mei 2018 dengan tidak adanya pinjaman. Perbandingan koleksi terbanyak dengan koleksi lainnya tidak begitu jauh dan cukup stabil, namun rendahnya peminjaman pada bulan Mei 2018, Mei 2019 dapat terjadi juga karena bertepatan dengan bulan ramadhan dan lebaran hari Raya Idul Fitri serta hari libur semester genap. Sehingga penurunan grafiknya cukup signifikan. Namun selain uraian di atas keterpakaian koleksi pada kelas ini sangat rendah dibandingkan dengan jumlah koleksi yang ada. Hanya sebanyak 6,5% koleksi yang terpakai pada kelas ini, dari kelas lainnya keterpakaian inilah yang paling rendah jika dibandingkan dengan jumlah koleksi yang ada. h. Frekuensi Penggunaan Koleksi Kelas 700 Ga Gambar 8. Peminjaman Koleksi Kelas 700 Dari uraian di atas berdasarkan peminjaman koleksi buku pada kelas 700 terbanyak terdapat pada bulan Februari 2019 dengan 19 kali pinjaman dan terendah pada bulan Januari 2018 dengan tidak adanya pinjaman. Faktor yang dapat menjadikan alasan lonjakan pada bulan Februari 2019 terjadi karena banyaknya koleksi baru pada bulan tersebut sehingga menarik minat dan menambah koleksi untuk kebutuhan pemustaka. Sementara itu untuk bulan Januari 2018 tidak adanya pinjaman dapat terjadi karena memang kurangnya minat pemustaka pada koleksi 700 melihat dari grafik-grafiknya yang cukup rendah. Selain itu keterpakaian koleksi pada kelas ini cukup rendah, sebanyak 12,5% koleksi yang terpakai dari koleksi yang ada. Jika dibandingkan kelas lainnya koleksi ini memang cukup rendah dalam keterpakaiannya. Selain keterpakaiannya faktor kurangnya koleksi dari koleksi lainnya juga dapat menjadi faktor rendahnya minat pemustaka pada kelas ini. i. Frekuensi Penggunaan Koleksi No. Kelas 800 Gambar 9. Peminjaman Koleksi Kelas 800 Dari uraian di atas berdasarkan peminjaman koleksi buku pada kelas 800, koleksi terbanyak terdapat pada bulan Januari 2019 dengan 281 kali pinjaman dan terendah pada bulan Mei 2019 dengan 29 kali pinjaman. Tingginya peminjaman pada bulan Januari 2019 dan berlanjut pada bulan-bulan berikutnya dapat terjadi karena banyaknya koleksi baru yang telah tersedia di perpustakaan tersebut. Dan adapun faktor yang dapat menjadikan rendahnya peminjaman pada bulan Mei 2019 dan Juni 2019 adalah karena bertepatan dengan bulan ramadhan dan hari raya Idul Fitri serta libur semester genap. Dari jumlah koleksi yang ada keterpakaian pada kelas ini adalah yang tertinggi dari kelas lainnya yaitu 95% koleksi yang telah terpakai dan digunakan oleh pemustaka. Faktor besar yang menjadikan alasan tingginya keterpakaian kelas ini karena koleksinya yang banyak berisi novel dan dipinjam oleh kebanyakan para pelajar. j. Frekuensi Penggunaan Koleksi No. Kelas 900 Gambar 10. Peminjama Koleksi Kelas 900 Dari uraian pada gambar 10 di atas peminjaman koleksi buku pada kelas 900 terbanyak terdapat pada bulan September 2018 dengan 15 kali pinjaman dan terendah pada bulan Juni 2018 dengan tidak adanya pinjaman. D. Jumlah Koleksi yang Digunakan Berdasarkan riwayat peminjaman sirkulasi di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang, pendeskripsian untuk jumlah koleksi yang digunakan dideskripsikan dalam beberapa jenis agar dapat terlihat keterpakaian koleksi dari berberapa kriteria. Kriteria yang akan dipakai adalah keterpakaian koleksi berdasarkan tahun terbit dan nama penerbit koleksi itu sendiri. Untuk kriteria tahun terbit peneliti mengambil sampel dari 4 tahun terbit yaitu 2015-2018, dan untuk nama penerbit yang digunakan adalah semua nama penerbit dari koleksi yang terpinjam yang terdapat di perpustakaan tersebut. Untuk mengetahui jumlah dari keterpakaian koleksi berdasarkan tahun terbit dan nama penerbit dapat dilihat sebagai berikut. 1. Jumlah Keterpakaian Koleksi Berdasarkan Tahun Terbit Untuk membahas jumlah yang digunakan dalam keterpakaian koleksi kali ini, menggunakan sampel jumlah peminjaman koleksi berdasarkan tahun terbit. Tahun terbit yang digunakan kali ini berdasarkan 4 tahun terbit yaitu tahun 2015-2018 dalam periode peminjaman Januari 2018-Juni 2019. Untuk data dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 3. Data Peminjaman Koleksi Berdasarkan Tahun Terbit Periode Januari 2018-Juni 2019 No. Tahun Terbit Jumlah Peminjaman 1. 2015 569 2. 2016 479 3. 2017 134 4. 2018 88 Jumlah 1.270 Dari data di atas jumlah keterpakaian koleksi dari tahun terbit 2015 yaitu 569, tahun terbit 2016 adalah 479, tahun terbit 2017 adalah 134 dan tahun terbit 2018 adalah 88 kali peminjaman serta total keseluruhannya yaitu 1.270 kali pinjaman. Dapat disimpulkan keterpakaian koleksi terbanyak yaitu pada tahun terbit 2015 dan keterpakaian terkecil yaitu pada tahun terbit 2018. 2. Jumlah Koleksi yang Digunakan Berdasarkan Nama Penerbit Dalam metode keterpakaian koleksi jumlah yang digunakan yang kedua dari peminjaman koleksi adalah berdasarkan nama penerbit. Terdapat 11 nama penerbit dari koleksi-koleksi yang telah terpakai seperti yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 4. Data Peminjaman Koleksi Berdasarkan Nama Penerbit Periode Januari 2018-Juni 2019 No. Nama Penerbit Jumlah Peminjaman 1. CV. Andi Offset 854 2. BISA Publishing 682 3. - 558 4. Kata Media 294 5. Zikrul 667 6. PT. Gramedia Pustaka Utama 335 7. Rineka Cipta 263 8. Rainbow 353 9. Mediatama 114 10. Andi 905 11. Uswah 221 Jumlah 5.246 Dari data di atas jumlah keseluruhan dari nama penerbit periode Januari 2018-Juni 2019 yaitu 5.246 kali pinjaman. Dengan pinjaman terbanyak pada nama penerbit Andi sejumlah 905 dan pinjaman terkecil pada nama penerbit Mediatama dengan jumlah 114 kali pinjaman. Tinggi dan rendahnya tingkat keterpakaian koleksi dari tiap-tiap penerbit dapat terjadi karena faktor buku-buku yang diterbitkan.

Conclusion

Dari hasil penelitian yang telah diuraikan tentang evaluasi tingkat keterpakaian koleksi perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang dapat disimpulkan bahwa pada intensitas penggunaan koleksi yang dipakai sebanyak 5.257 eksemplar atau 27,38% dari 19.197 jumlah koleksi yang tersedia. Dan untuk intensitas koleksi yang tidak dipakai sebanyak 13.940 eksemplar atau 72,62% dari jumlah koleksi. Dari jumlah koleksi yang dipakai tersebut masih rendah dalam keterpakaian koleksinya hanya ¼ dari koleksi yang telah disediakan oleh perpustakaan. Selanjutnya pada frekuensi penggunaan koleksi yang terbagi dalam 10 kelas, dari seluruh koleksi dengan jumlah 19.197 eksemplar dengan keterpakaian tertinggi pada kelas 800 dengan 2.246 pinjaman dan terendah pada kelas 700 dengan 97 pinjaman berdasarkan periode Januari 2018-Juni 2019. Faktor yang mempengaruhi tinggi dan rendahnya keterpakaian koleksi ini adalah karena kurangnya koleksi pada beberapa kelas dan kurangnya koleksi yang diminati pemustaka, serta beberapa bulan rendahnya keterpakaian koleksi karena bertepatan dengan bulan ramadhan dan hari raya Idul Fitri serta juga libur semester. Terakhir dari jumlah koleksi yang digunakan dan terbagi dalam dua kriteria yaitu berdasarkan nama dan tahun penerbit. Untuk nama penerbit berjumlah 5.257 eksemplar jumlah keterpakaian koleksi. Dan dari 4 tahun terbit yang digunakan koleksi yang terpakai sebanyak 1.270 eksemplar. Nama dan tahun penerbit juga sangat mempengaruhi keterpakaian koleksi dari minat pemustaka. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan ada beberapa saran yang ditujukan untuk Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang, sebagai berikut: (1) Perpustakaan perlu untuk terus mengevaluasi kebutuhan pemustaka guna memenuhi kebutuhannya; (2) Perpustakaan juga perlu untuk terus melakukan pengadaan koleksi untuk koleksi yang masih kurang dalam jumlah koleksi dan junlah keterpakaiannya; (3) Perpustakaan juga perlu memperluas gedung untuk tempat koleksi dan kenyamanan bagi para pemustaka; (4) Perpustakaan juga perlu untuk terus melakukan promosi untuk menarik minat pengunjung ke perpustakaan.