Kembali
16
1
2019 Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Vol 8 · 1 Seri C ISSN 2302-3511

PEMANFAATAN SUMBER INFORMASI OLEH PEMUSTAKA DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KOTA PADANG

Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang

Abstract

The writing of this paper seeks to describe the use of information resources by users at the Padang City Library and Archives Service. Data collected using descriptive research methods with research objects of various sources of information in the library. Data was collected through questionnaires and interviews with librarians and librarians in the Padang City Library and Archives Office library through literature studies in accordance with the problem under study. Based on the discussion of the data it can be concluded that the utilization of information sources by the library users in the Padan City Library and Archives Service is as follows: (1) Information sources that can be used by visitors in the Library of the Padang City Library and Archives Service, such as public collections numbered from 000 public works to 900 history and geography. Then there is also a source of information that is a collection of references consisting of dictionaries, encyclopedias, laws, altas, handbooks. And there is also a collection of reservoirs which are numbered from a collection of 000 public works to a collection of 900 history and geography. (2) the utilization of information resources in the library can be seen from the user's needs, user motives, user interests. (3) the opinion of the user towards the information sources in the library can be seen from the completeness of information sources in the library such as: information sources as opportunities for career achievement and achievement, updating information sources, completeness of information sources, as a means of decision making, information sources as entertainment. The information retrieval facility can be seen from the use of collections, the condition of book fiqs, the arrangement of books in the library, the search tools facility, the enhanced facilities.
Keywords: utilization · information · users

Introduction

Informasi merupakan suatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari dan seolah-olah menjadi kebutuhan utama selain sandang, pangan. Melalui informasi, seseorang dapat memenuhusuatu tugas atau pekerjaan, mengetahui tentang kehidupan sosial, dan menambah wawasan atau ilmu pengetahuan. Informasi sangat berkembang pesat seiring dengan perkembangan zaman yang memudahkan semua orang dapat mengakses informasi secara mudah, murah, serta cepat. Pada umumnya, setiap orang menginginkan informasi yang berbeda-beda. Namun, seseorang yang memiliki daya intelektual yang baik dan didukung dengan tingkat pencapaian pendidikan yang tinggi, cenderung memiliki rasa ingin tahu yang lebih besar dibandingkan dengan orang yang tingkat pendidikan dan daya intelektual rendah. Mereka akan terus memperbesar rasa ingin tahu tersebut dan mencoba untuk terpenuhi hasrat informasi yang diinginkannya. Informasi yang ada di sekeliling kita sangat banyak dan beragam. Dikarenakan keberagaman tersebut, maka tuntutan permintaan suatu informasi menjadi sangat besar. Dari sini lahirlah perasaan seseorang mengenai kebutuhan akan informasi, di mana merasa membutuhkan cara untuk mendapatkan informasi secara tepat dan akurat sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan. Menurut Fadhillah (2013) Kebutuhan informasi pada dasarnya didorong pada diri dan lingkungan seseorang di mana orang tersebut menyadari bahwa pengetahuan yang dimiliki masih kurang. Bisa dilihat bahwa informasi pada dasarnya dibutuhkan oleh banyak orang. Dimulai dari kebutuhan tingkat dasar manusia sampai dengan kebutuhan akan pencapaian tingkat tinggi yang diinginkannya. Setelah informasi yang dibutuhkan telah teridentifikasi, biasanya pemustaka melakukan suatu tindakan pemanfaatan sumber informasi yang ada di perpustakaan agar informasi yang diinginkan dapat terpenuhi. Upaya pemanfaatan sumber informasi yang dilakukan dapat berupa membaca, meminjam, dan memfotokopi jika memang diperlukan. Menurut Sutarno (2006: 100) Pemanfaatan sumber informasi dapat dilakukan salah satunya di Perpustakaan. Sumber informasi yang ada di perpustakaan merupakan salah satu pilar kekuatan dan daya tarik utama bagi pemustaka. Oleh sebab itu, agar pilar tersebut tetap kuat, maka sumber informasi perpustakaan juga harus kuat dalam segi kuantitas, kualitas, jenis dan ragamnya. Pada hakikatnya, perpustakaan tanpa adanya pemanfaatan sumber informasi oleh pemustaka hanyalah sebuah gedung tanpa adanya kegiatan yang berarti. Dengan demikian, perpustakaan perlu memberdayakan sumber informasi agar dapat dimanfaatkan oleh pemustaka. Karena, perpustakaan merupakan tempat terhimpunnya berbagai sumber informasi dari berbagai jenis disiplin ilmu pengetahuan yang menembus berbagai lintas generasi pemustakanya. Salah satu cara untuk mendapatkan sumber informasi yang banyak disediakan adalah perpustakaan umum. Peran perpustakaan umum diharapkan secara aktif memberikan informasi, dan diharapkan dapat menyelaraskan cita-cita visi dan misi dari instansi dengan memiliki kekayaan informasi yang dihimpun di perpustakaan umum tersebut. Oleh karena itu, peran perpustakaan umum lebih luas daripada hanya sekedar menyediakan koleksi, namun menghimpun, meminjamkan dan menyediakan informasi kepada pemustaka merupakan faktor yang amat penting. Sebab, hal tersebut akan membantu pemustaka dalam memanfaatkan sumber informasi yang ada dan dapat memenuhi kebutuhan informasi yang diinginkannya.Salah satu jenis perpustakaan umum diantaranya adalah Dinas Perpustakaan dan Kerasipan Kota Padang. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang merupakan lembaga teknis daerah yang dibentuk pada 12 Desember 1998, disini dijelaskan bahwa Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang adalah unsur pelaksanaan pemerintah daerah dalam bisang kearsipan dan perpustakaan dipimpin oleh seorang kepala kantor yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada walikota melalui sekretariat daerah dengan tugas pokok melaksanakan kewenangan otonomi daerah bidang perpustakaan dan kearsipan. Perpustakaan Kota Padang merupakan perpustakaan yang dibuka untuk umum. Perpustakaan umum Kota Padang yang beralamat di Jln. Batang Anai GOR H. Agus Salim Padang yang merupakan perpustakaan yang diminati banyak kalangan. Mulai dari pelajar, mahasiswa pegawai, hingga masyarakat umum lainya yang mengunjungi perpustakaan tersebut. Perpustakaan umum ini dibangun untuk membantu masyarakat Kota Padang dalam mencari informasi. Jenis koleksi yang ada di Perpustakaan Kota Padang, yaitu koleksi buku, koleksi referensi, buku teks, koleksi novel. Jumlah koleksi Perpustakaan Kota Padang dari tahun 2016 sampai tahun 2018 di Dinas Perpustakaan dan Kerasipan Kota Padang berjumlah 28.634 eksemplar. Dari pengamatan penulis selama berada di perpustakaan pengunjung yang banyak mendatangi perpustakaan adalah kalangan masyarakat baik di dalam daerah maupun diluar daerah Kota Padang,pelajar dan mahasiswa. Mereka yang berkunjung ke perpustakaan mulai dari jam 1 siang hingga jam 4 sore. Kedatangan masyarakat dan mahasiswa tersebut ke perpustakaan disebabkan oleh adanya kebutuhan informasi yang mendorong mereka untuk memanfaatkan koleksi perpustakaan yang telah disediakan. Berkaitan dengan hal diatas, permasalahn yang akan peneliti angkat disini mengenai pemanfaatan sumber informasi oleh pemustaka di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang dan pendapat pemustaka terhadap sumber informasi yang disediakan oleh perpustakaan. hal ini lah yang melatar belakangi penulis dalam menyusun penelitian ini yaitu, “Pemanfaatan Sumber Informasi Oleh Pemustaka di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang”.

Method

Metode penelitian yang digunakan peneliti dalam penulisan ini adalah metode deskriptif dengan jenis survei dan pendekatan kuantitatif. Menurut Moh.Nazir (2014: 44) metode survei deskriptif adalah penyelidikan yang diadakan untuk memperoleh faktafakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara faktual, baik tentang institusi sosial, ekonomi atau politk dari suatu kelompok ataupun suatu daerah. Menurut Sujarweni (2014: 39) penelitian kuantitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang dapat dicapai (diperoleh) dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik atau cara-cara lain dari kuantitatif (pengukuran). Pendekatan kuantitatif memusatkan perhatian pada gejala-gejala yang mempunyai karateristik tertentu dalam kehidupan manusia yang dinamakan sebagai variabel.

Discussion

Sumber informasi yang ada di perpustakaan terdiri dari berbagai literatur dalam bentuk buku, koleksi referensi, terbitan berkala, koleksi tandon yang berbentuk cetak. Sebagian besar sumber informasi yang ada di perpustakaan merupakan subyek dalam bidang umum dan mayoritas berbahasa indonesia. Koleksi buku yang ada di perpustakaan kota padang umumnya mempunyai koleksi buku-buku yang sesuai dengan lingkungan masyarakat. Dari penjelasan diatas membuktikan bahwa sumber informasi berbentuk buku yang dipunyai oleh perpustakaan bisa dimanfaatkan oleh pemustaka atau masyarakat sekitar perpustakaan. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang mendapat donasi buku dari berbagai pihak salah satunya dari Perpusnas, APBD, PROVINSI, Dana Pokir. Bantuan tersebut berupa buku yang dibutuhkan oleh perpustakaan, dan juga berupa uang yang diberikan kepada pustakawan untuk dibelikan buku yang dibutuhkan oleh pemustaka. Pemanfaatan Sumber Informasi oleh Pemustaka di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang dapat dilihat dari kebutuhan pengguna yaitu: keberadaan perpustakaan menunjukan bahwa dari 27 responden, hampir semua responden yang mengetahui Keberadaan Perpustakaan Kota Padang sejak awal bersekolah ada 4 orang dengan presentasenya 14,81 %, dan Semenjak Berkuliah ada 12 orang dengan persentasenya 44,44 %. Sedangkan tidak satupun responden yang Saat Awal Bekerja mengetahui keberadaan perpustakaan, artinya tingkat persentasenya 0 %, dan ada juga yang Belum Lama tahu dengan keberadaan perpustakaan yakni 27 orang dengan presentasenya 40,74 %. Frekuensi kunjungan menunjukan bahwa frekuensi kunjungan responden terdiri atas Sangat Sering mengunjungi perpustakaan yakni sebagian kecil responden berjumlah 1 orang dengan persentasenya 3,70 %. Selanjutnya hampir setengahnya responden yang Jarang ke perpustakaan yakni 18 orang dengan persentasenya 66,66 %. Kemudian sebagian kecil sering berkunjung ke perpustakaan yakni 7 orang dengan persentasenya 25,92 %. Sedangankan Tidak Pernah responden mengunjung perpustakaan yakni 1 orang dengan persentasenya 3,70 %. Tujuan ke perpustakaan diantaranya adalah hampir setengah responden berkunjung ke perpustakaan untuk Menambah Referensi berjumlah 16 orang dengan persentasenya 59,25 %. Sedangkan sebagian kecil responden lainnya untuk Mengerjakan Tugas berjumlah 10 orang responden dengan persentasenya 37,03 %. Sebagian kecil responden tujuan datang ke perpustakaan hanya untuk Bersenang-senang berjumlah 1 orang responden dengan persentasenya 3,70 %. Terakhir yakni sebagian kecil responden Memilih lainnya yaitu untuk mengisi waktu luang berjumlah 0, artinya tingkat persentasenya 0 %. Bidang ilmu yang dibutuhkan paling banyak dibutuhkan oleh responden terdiri atas Informasi Mengenai Pengetahuan Umum, mengingat jenis perpustakaan kota padang yang bergerak pada bidang informasi umum. Hal tersebut dilihat dari sebagian kecil responden mencari Informasi Mengenai Bidang Hukum berjumlah 1 orang dengan persentanya 3,70 %. Sedangkan sebagian besar responden mencari Informasi Mengenai Pengetahuan Umum yakni 22 orang responden dengan persentasenya 81,48 %. Sebagian kecil dari responden membutuhkan Informasi Mengenai Agama yakni 1 orang responden dengan persentasenya 3,70 %. Terakhir sebagian kecil responden yang menjawab Lainnya berjumlah 3 orang dengan persentasenya 11,11 %. Format informasi mayoritas responden memilih Buku Cetak sebagai format informasi utama. Hal tersebut dilihat dari hampir setengah responden yang memilih Buku Cetak sebanyak 10 orang dengan persentasenya 66,66 %. Kemudian sebagian kecil responden juga memilih Jurnal sebanyak 3 orang dengan persentasenya 11,11 %. Untuk format Elektronik, sebagian kecil responden memilih sebanyak 5 orang dengan persentasenya 18,51 %. Sedangkan sebagian kecil orang memilih Majalah elektronik sebanyak 1 orang dengan presentasenya 3,70 %. Dari penjelasan di atas dapat dikumpulkan data mulai dari pemustaka tahu dengan keberadaan perputakaan kota padang dengan persentasenya 44,44% responden memilih saat awal berkuliah, frekuensi kunjungan pemustaka dengan persentasenya 66,66 % responden memilih jarang, tujuaan datang ke perpustakaan dengan persentasenya 59,25% responden menambah referensi, bidang ilmu yang dibutuhkan oleh pemustaka dengan persentasenya 77,77 % responden memilih informasi mengenai pengetahuan umum dan format informasi yang pemustaka butuhkan dengan persentasenya 66,66 % responden memilih buku cetak. Hal ini di karenakan informasi yang dicari oleh pemustaka berbeda-beda dengan pemustaka lainnya. Motif pengguna dapat dilihat dari koleksi terbitan berkala responden memilih terbitan berkala Kompas sebanyak 6 orang dengan presentasenya 22,22 %. Kemuadian responden memilih terbitan berkala Haluan sebanyak 2 orang dengan persentasenya 7,40 %. Sedangkan sebagaian besar responden memilih terbitan berkala Siggalang sebanyak 16 orang dengan presentasenya 59,25 %. Terakhir, sebagian kecil responden memilih terbitan berkala Lainnya hannya 3 orang dengan presentasenya 11,11 %. Jenis bahasa yang digunakan dalam pencarian sumber informasi mayoritas responden memilih bahasa Nasional (Bahasa Indonesia) sebagai rujukan utama yang digunakan untuk pencarian informasi. Hal tersebut dapat dilihat, hampir semua responden yang memilih bahasa Nasional sebanyak 25 orang dengan persentasenya 92,59 %. Sedangkan untuk pengguna bahasa Internasional (Bahasa Inggris), sebagian kecil responden memilih 2 orang dengan persentasenya 7,40%. Terakhir, responden tidak memilih Lainnya dengan persentasenya 0 %. Cara memperoleh informasi responden memperoleh informasi di perpustakaan dengan melalui pencarian di rak koleksi. Hal tersebut dilihat dari responden memilih pencarian Langsung ke Rak Koleksi sebanyak 14 orang dengan persentasenya 51,85 %. Sebagian kecil dari responden memilih cara memperoleh informasi di perpustakaan melalui Kartu Katalog sebanyak 4 orang dengan persentasenya 14,81 %. Responden memilih cara memperoleh informasi di perpustakaan dengan bertanya langsung ke Pustakawan sebanyak 7 orang dengan persentasenya 25,92 %. Terakhir responden memilih lainnya sebanyak 2 orang dengan persentasenya 7,40 %. Koleksi yang sering dipinjam responden sering meminjam koleksi di perpustakaan mengenai Informasi Bidang Hukum sebanyak 1 orang dengan persentasenya 3,70 %. Sebagian besar responden di perpustakaan meminjam koleksi perpustakaan mengenai Pengetahuan Umum sebanyak 24 orang dengan persentasenya 88,88 %. Responden yang meminjam koleksi tentang Pengetahuan Agama sebanyak 1 orang dengan persentasenya 3,70 %. Terakhir, responden meminjam buku Lainnya sebanyak 1 orang dengan persentasenya 3,70 %. Kepuasan pemustaka setelah berkunjung ke perpustakaan kepuasan responden setelah berkunjung ke perpustakan kota padang adalah mendapatkan informasi yang dibutukan oleh. Hal tersebut dilihat dari responden dalam kepuasannya setelah berkunjung keperpustakaan Mendapatkan Informasi yang Diutuhkan sebanyak 20 orang dengan persentasenya 74,07 %. Sebagiaan kecil responden memilih kepuasan setelah berkunjung ke perpustakaan Dapat Memperkuat Informasi sebanyak 6 orang dengan persentasenya 22,22 %. Responden memilih kepuasan setelah berkunjung keperpustakaan dapat Berbagi Informasi Untuk Orang Lain sebanyak 0 dengan persentasenya 0 %. Terakhir responden memilih Lainnya sebanyak 1 orang dengan persentasenya 3,70 %. Dapat di simpulkan bahwa setiap pemustaka yang datang ke perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang memiliki motif pengguna yang berbeda dengan pemustaka lainnya. Dapat dilihat dari segi jenis bahasa yang di utamakan dalam pencarian informasi pemustaka lebih memilihi mencari sumber informasi yang berhasa indonesia atau nasional sebanyak 92,52 % pemustaka. Cara memperoleh informasi, pemustaka sebagian besar memilih cara memperoleh informasi melalui pencarian langsung ke rak koleksi sebnyak 51,85 % pemustaka, dengan ini pemustaka dengan mudah menemukan informasi yang dibutuhaknnya. Koleksi yang sering pemustaka pinjam yakni koleksi mengenai informasi tentang pengetahuan umum, mulai dari koleksi 000 sampai 900 sebanyak 88,88 % responden dan kepuasan pemustaka berkunjung ke Perpustakaan Kota Padang dapat memperkuat informasi yang dibutuhkan oleh pemustaka sebanyak 74,07 %. Minat pengguna dapat dilihat dari yang membuat pemustaka berkunjung ke perpustakaan adalah suasana tenang dan bersih. Hal tersebut dilihat dari data di atas responden memilih Suasana Tenang dan bersih sebanyak 11 orang dengan persentasenya 40,47 %. Sebagian kecil responden memilih Banyaknya Buku yang Disukai sebanyak 7 orang dengan persentasenya 25,92 %. Selanjutnya responden memilih Memanfaatkan Koneksi Internet sebanyak 8 orang dengan persentasenya 29,62 %. Terakhir responden memilih Lainnya sebanyak 1 orang dengan persentasenya 3,70 %. Jumlah buku yang dipinjam menunjukan bahwa 27 orang yang diteliti hampir setengah responden memilih 4 Buku Lebih sebanyak 11 orang dengan persentasenya 40,47 %. Sebagian kecil responden memilih 3 Buku untuk di pinjam sebnyak 7 orang dengan persentasenya 25,92 % dan responden memilih 2 Buku sebanyak 6 orang dengan persentasenya 22,22 %. Terakhir responden memilih Lainya sebanyak 3 orang dengan persentasenya 11,11 %. Tujuan berkunjung ke perpustakaan dapat di lihat bahwa dari 27 responden hampir semua responden memilih tujuan pemustaka berkunjung ke perpustakaan Memanfaatkan Sumber Informasi yakni 21 orang dengan persentasenya 77,77 %. Selanjutnya sebagian kecil responden memilih tujuan berkunjung ke perpustakaan Membaca Koleksi referensi yakni 4 orang dengan persentasenya 14,81 %. Responden memilih tujuan berkunjung ke perpustakaan yakni Memfoto Copy Buku sebanyak 1 orang dengan persentasenya 3,70 % dan responden memilih Lainnya sebanyak 1 orang dengan persentasenya 3,70 %. Kerelevanan sumber informasi informasi yang disediakan perpustakaan sudah relevan. Responden yang memilih Iya sebanyak 7 orang dengan persentasenya 25,92 %. Sebagian besar responden memilih Iya Tetapi Belum Lengkap sebanyak 14 orang dengan persentasenya 51,85%. Terakhir tidak satupun responden memilih Lainnya dengan persentasenya 0 %. Pemustaka memahami sumber informasi pemustaka Memahami Informasi Dengan Baik sebanyak 12 orang dengan persentasenya 44,44 %. Sedangkan pemustaka yang Tidak Memahami Informasi Dengan Baik sebanyak 1 orang dengan persentasenya 3,70 %. Sebagian besar pemustaka Kadang-kadang Memahami Informasi Dengan Baik sebnayak 14 orang dengan persentasenya 51,85 %. Tidak satupun responden memilih Lainnya dengan persentasenya 0 %. Dapat disimpulkan bahwa minat pengguna dalam memanfaatkan sumber informasi dapat dilhat dari pemustaka yang memilih sering berkujung ke perpustakaan karena suasana tenang dan bersih dengan persentase 40,74 % responden , ruang baca di perpustakaan kota padang berada di luar sehingga pemustaka lebih tenang dan nyaman saat berada di perpustakaan. pemustaka yang meminjam buku di perpustakaan memilih 2 buku dengan persentase 40,74 % responden, karena pemustaka hannya meminjam buku yang dibutuhkan dalam pencarian informasi. Tujuan pemustaka datang ke perpustakaan, pemustaka lebih memilih untuk memanfaatkan sumber informasi yang ada sebanyak 77,77 % responden. Pendapat pemustaka terhadap sumber informasi yang disediakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang dapat dilihat dari kelengkapan sumber informasi seperti: sumber informasi sebagai peluang tercapainya karir dan prestasi sebagian kecil responden menjawab Iya informasi yang disediakan perpustakaan sudah tercapainya karir dan prestasi sebanyak 5 orang dengan persentasenya 18,51 %. Hampir semua responden menjawab informasi yang di sediakan perpustakaan Kemungkinan lengkap sebanyak 22 orang dengan persentasenya 81,48 %. Tidak satupun responden yang menjawab informasi yang disediakan perpustakaan Tidak lengkap dan menjawab Lannya dengan persentasenya 0 %. Ke-updetan sumber informasi sebagian kecil responden memilih informasi yang disediakan perpustakaan Sudah update sebanyak 11 orang dengan persentasenya 40,74 %. Sebagian besar responden menjawab informasi yang disediakan perpustakaan Budah relevan sebanyak 14 orang dengan persentasenya 51,85 %. Terakhir tidak satupun responden menjawab Lainnya dengan persentasenya 0 %. Kelengkapan sumber informasi sebagian kecil responden berjumlah 8 orang dengan persentasenya 29,62 % menyatakan bahwa koleksi di perpustakaan sudah Lengkap. Tidak satupun responden yang menyatakan bahwa koleksi di perpustakaan Sangat Lengkap dan Tidak Lengkap Sama Sekali, artinya persentasenya 0 %. Selanjutnya sebagian besar responden berjumlah 19 orang dengan persentasenya 79,37 % menyatakan bahwa koleksi di perpustakaan Kurang Lengkap. Sebagai sarana pengambilan keputusan mayoritasnya responden menyatakan informasi di perpustakaan dapat menjadi sarana pengambilan keputusan, baik itu keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan, pelajar atau mahasiswa yang sedang belajar. Hal tersebut dilihat dari sebagian besar responden yang Mengiyakan bahwa informasi tersebut dapat menjadi sarana pengambilan keputusan sebanyak 27 orang dengan persentasenya 100 %. Sedangkan tidak ada satupun responden yang meyatakan informasi di perpustakaan dapat menjadi sara pengambilan keputusan, artinya persentasenya 0 %. Terakhir, tidak satupun responden yang menyatakan pendapat lainnya mengenai informasi di perpustakaan dapat menjadi sarana pengambilan keputusan, artinya persentasenya 0 %. Dapat di simpulkan bahwa kelengkapan sumber informasi di perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang menurut pemustaka meningkatkan peluang tercapainya karir dan prestasi dengan persentasenya 81,48 % responden, karena infromasi yang disediakan perpustakaan memungkinkan dalam memenuhi kebutuhan informasi oleh pemustaka. Menurut pemustaka informasi yang disediakan perpustakaan belum update dengan perkembangan zaman dengan persentasenya 51,85 % responden, karena koleksi yang ada di perpustakaan merupakan hasil bantuan dari beberapa instansi pemerintah yang ada di kota padang. menurut pendapat pemustaka 70,37 responden memilih koleksi yang ada di perpustakaan kota padang kurang lengkap. 100 % responden memilih menggunakan informasi yang ada di perpustakaan sebagai sarana pengambilan keputusan yang berhubungan dengan tugas sekolah, kuliah aau pekerjaan bagi instansiinstansi yang membutuhkan. Terkadang pemustaka memanfaatkan sumber informasi yang ada di perpustakaan sebagai sarana hiburan dengan persentasenya 70,37 % responden. Fasilitas temu kembali informasi dapat dilihat dari pemanfaatan koleksi responden memilih cara memanfaatkan koleksi di perpustakaan dengan cara Meminjam Buku di perpustakaan berjumlah 5 orang dengan persentasenya 18,51 %. Sebagaian kecil lainnya responden memilih cara memanfaatkan koleksi di perpustakaan dengan cara Mencatat Informasi yang Dibutuhkan berjumlah 9 orang dengan persentasenya 33,33 %. Sebagian besar responden memilih cara memanfaatkan koleksi di perpustakaan dengan cara Membaca Ditempat berjumlah 13 orang dengan persentasenya 48,14 %. Terakhir tidak ada responden memilih cara memanfaatkan koleksi di perpustakaan dengan cara Lainnya dengan persentasenya 0 %.Kondisi fisik buku responden berpendapat bahwa kondisi fisik buku- buku di perpustakaan dalam kondisi Baik. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil data di atas yang sebagian besar responden memilih Kondisi Fisik Buku Baik di perspustakaan berjumlah 19 orang dengan persentasenya 70,37 %. Sebagian kecil responden memilih kondisi fisik buku di perpustakaan Tidak disampul berjumlah 3 orang dengan persentasenya 11,11%. Sebagian kecil responden lainnya memilih kondisi fisik buku Sudah Robek dan Dibiarkan Saja sebanyak 2 orang dengan persentasenya 7,40 %. Terakhir responden memilih Lainnya berjumlah 3 orang dengan persenasenya 11,11 %. Susunan buku di perpustakaan pada umumnya responden berpendapat bahwa susunan buku di perpustakaan Disusun Dengan Rapi. Hal ini bisa dilihat dari data di atas bahwa sebagian besar responden memilih susunan buku di perpustakaan Disusun Dengan Rapi berjumlah 13 orang dengan persentasenya 48,14 %. Sebagian kecil responden memilih susunan buku di perpustakaan Disusun Berdasarkan Nomor Klasifikasi berjumlah 11 orang dengan persentasenya 40,74%. Sebagian kecil lainnya responden memilih susunan buku di perpustakaan Tidak Disusun Dengan Baik berjumlah 3 orang dengan persentasenya 11,11 %. Terakhir tidak ada pendapat responden untuk memilih susunan buku di perpustakaan, artinya persentasenya 0 %. Fasilitas alat penelusuran pada umumnya responden berpendapat bahwa alat telusur di perpustakaan membantu pemustaka dalam mencari informasi yang dibutuhkan berjumlah 14 orang dengan persentasenya 51,85 %. Sebagian kecil responden memilih alat penelusuran tidak lengkap sebanyak 5 orang dengan persentasenya 18,51 %. Sebagian kecil responden lainnya memilih alat penelusuran tidak membantu untuk mencari buku berjumlah 1 orang dengan persentasenya 3,70 %. Terakhir responden memilih alat penelusuran hanya sebagai pajangan berjumlah 7 orang dengan persentasenya 25,92 %. Dapat disimpulkan bahwa fasilitas temu kembali mulai dari pemanfaatan koleksi di perpustakaan pemustaka lebih memilih dengan cara membaca sumber informasi di tempat atau di ruang baca perpustakaan dengan persentasenya 48,14 responden. Pendapat pemustaka terhadap Kondisi fisik pada buku di perpustakaan menurut pemustaka memilih kondisi fisik buku baik dengan persentasenya 70,37 %. Alat penelusuran di perpustakaan menurut pendapat pemustaka sudah memudahkan dalam menemukan informasi yang dibutuhkan dengan persentasenya 51,85 % responden karena di perpustakaan kota padang masih menggunakan alat penelusuran secara manual dengan menggunakan katalog. Menurut pendapat pemustaka fasilitas yang harus di tingkatkan adalah tempat membaca dengan persentasenya 40,74 % responden, karena tempat membaca di perpustakaan belum memadai.

Conclusion

Berdasarkan uraian hasil penelitian tentang pemanfaatan sumber informasi oleh pemustaka di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, dapat ditarik kesimpulan mengenai sumber informasi yang ada di perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, Pemanfaatan sumber informasi oleh pemustaka di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang dan pendapat pemustaka terhadap sumber informasi yang disediakan oleh perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang. dapat di uraikan sebagai berikut: Sumber informasi yang ada di Perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, sperti koleksi umum dinomori mulai dari 000 karya umum sampai 900 sejarah dan geografi. Kemuadian juga ada sumber informasi yakni koleksi referensi yang terdiri atas kamus, ensiklopedia, undang-undang, altas, handbook. Dan ada juga koleksi tandon yang dinomiri dari koleksi 000 karya umum sampai koleksi 900 sejarah dan geografi. Pemanfaatan sumber informasi oleh pemustaka di perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang dapat di simpulkan bahwa, pemustaka tahu dengan keberadaan perputakaan kota padang dengan persentase 44,44% responden memilih saat awal berkuliah, frekuensi kunjungan pemustaka dengan persentase 66,66 % responden memilih jarang, tujuaan datang ke perpustakaan dengan persentase 59,25% responden menambah referensi, bidang ilmu yang dibutuhkan oleh pemustaka dengan persentase 77,77 % responden memilih informasi mengenai pengetahuan umum dan format informasi yang pemustaka butuhkan dengan persentase 66,66 % responden memilih buku cetak. Dilihat dari segi jenis bahasa yang di utamakan dalam pencarian informasi pemustaka lebih memilihi mencari sumber informasi yang berhasa indonesia atau nasional sebanyak 92,52 % pemustaka. Cara memperoleh informasi, pemustaka sebagian besar memilih cara memperoleh informasi melalui pencarian langsung ke rak koleksi sebnyak 51,85 % pemustaka, dengan ini pemustaka dengan mudah menemukan informasi yang dibutuhaknnya. Koleksi yang sering pemustaka pinjam yakni koleksi mengenai informasi tentang pengetahuan umum, mulai dari koleksi 000 sampai 900 sebanyak 88,88 % responden dan kepuasan pemustaka berkunjung ke Perpustakaan Kota Padang dapat memperkuat informasi yang dibutuhkan oleh pemustaka sebanyak 74,07 %. Pendapat pemustaka terhadap sumber informasi yang tersedia di perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang. Kelengkapan sumber informasi di perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang menurut pemustaka meningkatkan peluang tercapainya karir dan prestasi dengan persentase 81,48 % responden. Menurut pemustaka informasi yang disediakan perpustakaan belum update dengan perkembangan zaman dengan persentase 51,85 % responden, karena koleksi yang ada di perpustakaan merupakan hasil bantuan dari beberapa instansi pemerintah yang ada di kota padang. menurut pendapat pemustaka 70,37 responden memilih koleksi yang ada di perpustakaan kota padang kurang lengkap. 100 % responden memilih menggunakan informasi yang ada di perpustakaan sebagai sarana pengambilan keputusan yang berhubungan dengan tugas sekolah, kuliah aau pekerjaan bagi instansi-instansi yang membutuhkan. Terkadang pemustaka memanfaatkan sumber informasi yang ada di perpustakaan sebagai sarana hiburan dengan persentase 70,37 % responden. Fasilitas temu kembali mulai dari pemanfaatan koleksi di perpustakaan pemustaka lebih memilih dengan cara membaca sumber informasi di tempat atau di ruang baca perpustakaan dengan persentase 48,14 responden. Pendapat pemustaka terhadap Kondisi fisik pada buku di perpustakaan menurut pemustaka memilih kondisi fisik buku baik dengan persentase 70,37 %. Alat penelusuran di perpustakaan menurut pendapat pemustaka sudah memudahkan dalam menemukan informasi yang dibutuhkan dengan persentase 51,85 % responden. Menurut pendapat pemustaka fasilitas yang harus di tingkatkan adalah tempat membaca dengan persentase 40,74 % responden. E. Saran Berdasarkan kesimpulan yang telah di uraikan di atas, berikut adalah saran yang dapat peneliti berikan. Adapun diantaranya adalah sebagai berikut: (1) Koleksi di perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang sebaiknya perlu ditambah lagi sumber informasi seperti koleksi-koleksi buku yang bisa dimanfaatkan oleh pemustaka. Mengingat jenis pemustaka terdiri dari berbagai macam kalangan, maka perlu menambahkan koleksi-koleksi tersebut. (2) Ruang dan fasilitas perpustakaan dibuat senyaman mungkin bagi pemustaka, baik itu dari tata ruang membaca, maupun jaringan internet yang selalu tersedia. Apabila ruangan perpustakaan tidak dapat di perluas kembali, maka perlu menciptakan suasana yang kondusif. (3) Di perlukan beberapa pengawasan yang sebaiknya dilakukan. Pengawasan yang dimaksud adalah terhadap koleksi perpustakaan yang dipinjam atau sedang dibaca oleh pemustaka agar tidak hilang, serta pengawasan terhadap katalog OPAC agar menyesuaikan dengan keberadaan koleksi perpustakaan apakah benar tersedia atau tidak. (4) Diperlukan peraturan mengenai larangan untuk berisik dari kegiatan akademis diruang perpustakaan. karena hal tersebut sangat mengganggu bagi pemustaka lain yang sedang serius membaca, belajar atau sedang melakukan diskusi terkait suatu pengetahuan atau isu yang sedang di bahas.