Kembali
16
1
2019 Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Vol 8 · 1 Seri F ISSN 2302-3511

PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN BERBASIS TEKNOLOGI DI PERPUSTAKAAN SMA NEGERI 1 PADANG (Studi Kasus: Pada Perpustakaan SMA Negeri 1 Padang)

Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang

Abstract

The writing of this paper aims to describe how to process tecnologi digital-based collections, to describe how to manage information technology-based technology services, describing what are the facilities and infrastructure of technology library-based management at the Padang 1 Public High School Library. Data was collected through observation and interviews with librarians and visitors at the Padang 1 Public High School Library. Data analysis was carried out descriptively. Based on the discussion described above, it can be concluded that First, digital-based collection processing is processing physical collections in the form of systematic collection of collections ranging from checking library materials to compiling books on a shelf, processing book collections into digital collections using SLiMS applications, processing physical data collection of digital-based books by transferring media collections of books to digital-based collections by using a scanner machine. Second, the management of technology-based information services, namely the creation of membership cards, on the membership card library has information about member identities, member names, identity numbers, addresses and telephone numbers of users, information search services, application of corner literacy services. Third, library-based infrastructure management tools, namely infrastructure literacy corner bookshelves provided by schools, the application of barcode scanners, library building infrastructure that is quite extensive as a forum for educational information services in libraries, television facilities as learning media for students in Padang 1 Public High School and internet-connected computer facilities.
Keywords: management · processing · technology

Introduction

Pada era teknologi sekarang masyarakat semakin sadar akan pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kehidupan. Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang cukup akan menghasilkan masyarakat yang terdidik dan terpelajar yang dapat membangun bangsa. Masyarakat dan informasi merupakan satu ke satuan yang tidak dapat dipisahkan. Keberadaan dan perkembangan ilmu tidak akan terlepas dari keberadaan perpustakaan sebagai wadahnya, sehingga dapat dikatakan bahwa perpustakaan merupakan sumber informasi. Oleh karena itu perpustakaan merupakan pusat informasi yang berisi koleksi tercetak maupun non cetak yang diatur dan disusun demikian rupa. Salah satu jenis perpustakaan yaitu perpustakaan sekolah Perpustakaan adalah sebuah tempat yang digunakan untuk mengolah informasi baik berupa cetak maupun elektronik yang biasanya disimpan dan digunakan pengunjung untuk memanfaatkan bahan koleksi dengan membaca dan meminjam buku. Perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang berada di lingkungan sekolah yang bertugas membantu serta melayani kegiatan belajar di sekolah baik untuk siswa maupun guru. Peranan perpustakaan sekolah berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pendidikan nasional yang menginginkan peserta didiknya mampu meningkatkan kecerdasan, meningkatkan pengetahuan, mempunyai kepribadian dan berakhlak mulia serta memiliki keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Pengelolaan perpustakaan merupakan bagian penting dari Perpustakaan sekolah SMA Negeri 1 Padang, karena kegiatan ini menyangkut masalah citra suatu sekolah. Baik tidaknya suatu perpustakaan berkaitan erat terhadap pelayanan yang diberikan kepada pengunjung perpustakaan. Untuk itu perpustakaan SMA Negeri 1 Padang sebaiknya dikelola dengan memberikan pelayanan yang maksimal kepada pemustaka yang berkunjung di perpustakaan SMA Negeri 1 Padang. Siswa SMA Negeri 1 Padang memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber informasi. Siswa tentunya harus mendapatkan layanan yang memuaskan dari pustakawan. Perpustakaan SMA Negeri 1 Padang sebagai salah satu pepustakaan yang masih menggunakan pengelolaan secara manual sehingga jauh tertinggal dari perkembangan teknologi pada saat sekarang ini. Pustakawan yang tidak menyadari akan perkembangan teknologi menjadikan Perpustakaan SMA Negeri 1 Padang tertinggal dari perpustakaan-perpustakaan sekolah yang sudah maju, sehingga mengalami layanan yang kurang terhadap kepuasaan pemustaka dalam penelusuran temu kembali informasi Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa perpustakaan berbasis teknologi adalah perpustakaan yang menggunakan koleksi digital berbasis teknologi, layanan informasi berbasis teknologi dan sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek informasi.

Method

Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah metode deskriptif, yaitu dengan metode pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara. Menurut Arikunto, (2006:11) metode deskriptif adalah metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasikan objek sesuai dengan apa adanya. Pelaksanaan metode deskriptif dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana cara pengolahan koleksi digital berbasis teknologi, mendeskripsikan bagaimana pengelolaan layanan informasi berbasis teknologi, mendeskripsikan apa saja sarana dan prasarana pengelolaan perpustakan berbasis teknologi. Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini penulis menggunakan dua cara yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu dengan melakukan observasi dan wawancara, dan metode kedua adalah penelitian lapangan dengan cara mencari data yang realis yang terdapat di lapangan.

Discussion

Sebagai salah satu perpustakaan sekolah keberadaannya sangatlah penting bagi ketersediaan informasi untuk para siswa dan guru. Pada era teknologi sekarang ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kehidupan. Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang cukup akan memberikan pelayanan yang memuaskan untuk pengunjung perpustakaan dalam menemukan informasi yang dibutuhkan. Linda (2014) menjelaskan bahwa perpustakaan berbasis teknologi adalah sebagai tempat untuk mengakses informasi dalam format apa pun, apakah informasi itu disimpan dalam gedung perpustakaan tersebut ataupun tidak. Dalam perpustakaan berbasis teknologi ini selain kumpulan buku tercetak, sebagian buku dan koleksinya ada dalam perpustakaan digital (dalam bentuk data yang bisa diakses lewat jaringan komputer). Sedangkan Sismanto (2008) menjelaskan bahwa perpustakaan digital adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek informasi yang mendukung akses obyek informasi tesebut melalui perangkat digital. Lesk (dalam Pendit, 2007) menjelaskan perpustakaan digital secara sangat umum sebagai semanat-mata kumpulan informasi digital yang tertata. Dalam upaya penerapan perpustakaan berbasis teknologi dapt diuraikan sebagai berikut. 1. Pengolahan Koleksi Fisik Pengolahan koleksi di Perpustakaan SMA Negeri 1 Padang dilakukan oleh pustakawan, Suharti (2017) menjelaskan bahwa koleksi perpustakaan adalah semua bahan perpustakaan yang ada sesuai dengan kebutuhan civitas akademika dan dapat digunakan oleh para pengguna perpustakaan tersebut. Meilina (2005) mengatakan bahwa dalam tahapan pengelolaan koleksi adalah dari inventarisasi, klasifikasi, pembuatan katalog, peyelesaian koleksi dan penyajian koleksi sedangkan menurut Yuli (2017) menjelaskan bahwa koleksi perpustakaan sekolah adalah kumpulan bahan pustaka yang ada di perpustakaan baik buku ataupun non buku yang ada di sekolah yang telah dikumpulkan,dikelola dan diolah sehingga dapat dimanfaatkan oleh para siswa dan guru untuk kepentingan belajar mengajar. Pustakawan melakukan proses pengecekan bahan pustaka di Perpustakaan SMA Negeri 1 Padang sampai melakukan proses penyusunan buku di rak 2. Pengolahan Koleksi Buku menjadi Data Digital Koleksi di Perpustakaan SMA Negeri 1 Padang pada saat ini masih berupa buku yang disusun pada rak buku. Dari hasil observasi, Perpustakaan SMA Negeri 1 Padang belum menggunakan aplikasi apapun untuk mengelola koleksi. Banyaknya pemustaka yang mengharapkan perkembangan koleksi berbasis teknologi di Perpustakaan SMA Negeri 1 Padang maka dari itulah dilakukan upaya penerapan pengelolaan koleksi digital di Perpustakaan SMA Negeri 1 Padang menggunakan aplikasi SLiMS, bertujuan agar mampu menangani, peminjaman buku, denda keterlambatan, anggota, dan pencarian koleksi. SLiMS merupakan sebuah perpustakaan digital yang sifatnya online dan bisa diakses secara bebas. SLiMS merupakan perangkat lunak system menajemen perpustakaam (Senayan Library Management System). XAMPP merupakan sebuah paket instalasi untuk PHP, APACHE dan MySQL. Dengan menggunakan XAMPP, tidak perlu lagi repot menginstall ketiga software itu secara terpisah. Adapun tahapan dalam pelaksanaan penerapan koleksi buku menjadi koleksi digital menggunakan aplikasi SLiMS ini yaitu, sebelum penerapan melakukan instalasi aplikasi SLiMS (Senayan Library Management System). Melakukan instalasi XAMPP terlebih dahulu sebagai web server. Setelah itu, bukalah software pendukung, mencari file xampp-win32-1.6.6a-installer dengan mengklik dua kali pada file tersebut. instalasi XAMPP yaitu dengan melakukan pemilihan bahasa, pemilihan bahasa dilakukan sesuai dengan bahasa yang diinginkan agar memudahkan pemustaka dalam memakai aplikasi ini nantinya. Terdapat banyak bahasa pada tahapan ini, tetapi untuk berstandar internasioanl maka sebaiknya memilih bahasa ‘english’ agar memudahkan pemustaka dalam penelusuran informasi nantinya, tahapan selanjutnya akan mumcul informasi untuk melakukan konfirmasi pada User Account Control (UAC) jika proses instalasi selesai. Kemudian mengklik perintah ok untuk melanjutkan proses instalasi. selanjutnta memuat informasi tentang versi yang akan diinstall, pada proses ini akan diminta untuk menutup terlebih dahulu program-program yang sedang aktif selama proses installasi, jika sudah menekan next. Menjelaskan bahwa instalasi XAMPP akan dilanjutkan dengan adanya ‘selamat datang di XAMPP Setup wizard’. Lakukan pemilihan perintah maju untuk melanjutkan pada setup wizard. Hal ini bertujuan untuk melanjutkan proses instalasi XAMPP. setelah itu lakukan instalasi finishing. Kemudian pustakawan dapat melakukan pembuatan nama dan password untuk privasi pustakawan pada saaat memasuki SLiMS. Selanjutnya akan muncul tampilan ‘sign in’ sebagai akses untuk pustakawan masuk kedalam SLiMS. Setelah pustakawan melakukan login pada SLiMS seperti gambar diatas, dengan memasukkan username dan password, pustakawan dapat mengakses jenis layanan yang ada di SLiMS. Pada SLiMS terdapat beberapa layanan yang dapat di akses oleh pustakawan, diantaranya sebagai berikut. Fitur layanan bibliografi berisi informasi sebuah buku tentang judul, pengarang, edisi, cetakan, kota penerbit, nama penerbit, tahun terbit, dan jumlah halaman. Gambar 2. Tampilan SLiMS untuk Layanan Bibliografi Pada Gambar 2 tampilan SLiMS pada layanan bibliografi, layanan ini hanya dapat diakses oleh pustakawan saja pada saat setelah login menggunakan username dan password. Bibliografi pada SLiMS memiliki beberapa fitur yaitu, daftar bibliografi bertujuan untuk membantu pustakawan untuk mengetahui daftar buku apa saja yang telah dinput kedalam SLiMS, tambah bibliografi baru bertujuan untuk menambah daftar buku yang akan di input ke dalam SLiMS, layanan daftar eksemplar adalah layanan untuk mengetahui berapa banyak jumlah satu judul buku yang ada di Perpustakaan SMA Negeri 1 Padang, daftar eksemplar keluar adalah untuk mengetahui berapa banyak buku dalam 1 judul yang dipinjam oleh pemustaka, layanan pencetakan label adalah layanan untuk mencetak label koleksi buku perpustakaan sebelum ditempel pada koleksi buku, cetak barkod eksemplar adalah layanan yang berguna sebagai mencetak gambar barkod untuk mnegetahui judul buku dan jumlah buku yang ada di Perpustakaan SMA Negeri 1 Padang. Fitur lainnya pada SLiMS yaitu fitur layanan keanggotaan ini terdapat banyak tipe pemakai dengan jenis kategori peminjaman, jenis keanggotaan dan pembedaan setiap layanan sirkulasi dalam jumlah koleksi serta lama peminjaman untuk jenis koleksi untuk setiap jenis. Tampilan layanan keanggotaan pada SLiMS hanya dapat di akses oleh pustakawan, memperlihatkan siapa saja yang menjadi anggota di perpustakaan, layanan ini memiliki fitur tambah anggota berfungsi untuk menambah anggota perpustakaan, layanan lihat daftar anggota adalah membantu pustakawan untuk melihat nama dan informasi tentang anggota perpustakaan, tipe keanggotaan adalah jenis jabatan yang ada dalam anggota, di Perpustakaan SMA Negeri 1 Padang menggunakan dua jenis tipe keanggotaan yaitu untuk guru dan siswa, selanjutnya pada layanan keanggotaan memiliki fitur kartu anggota yaitu, apabila pustakawan mengklik fitur ini akan tampil nama siswa yang tergabung menjadi anggota Perpustakaan SMA Negeri 1 Padang, pada fitur ini juga memiliki layanan untuk mencetak kartu anggota perpustakaan. Kartu anggota perpustakaan yang digunakan sebagai kartu tanda poengenal pemustaka apabila berkunjung ke perpustakaan. Pada SLiMS juga memiliki fitur layanan sistem yang hanya dapat diakses oleh pustakawan, layanan sistem adalah peraturan keseluruhan tentang SLiMS Perpustakaan SMA Negeri 1 padang, yang berfungsi untuk mengisi informasi tentang tampilan SLiMS perpustakaan. SLiMS juga memiliku fitur layanan sistem yang memiliki beberapa fitur yaitu, pengaturan sistem yang berfungi untuk pustakawan mengedit form informasi tentang SLiMS secara umum, layanan tema berfungi untuk mengubah tema tampilan SLiMS perpustakaan, layanan konten pada layaanan ini pustakawan dapat menambah dan mengedit isi konten apa apa saja yang harus di tampilankan di SLiMS misalnya jam buka tutup perpustakaan, layanan pustakawan dan pengguna sistem ini berfungsi untuk menginput data dan informasi pustakawan, layanan setelan hari libur berfungsi untuk memberikan kemudahan kepada pustakawan untuk memberi informasi kepada pemustaka tentang hari libur perpustakaan, layanan pembuat barkod bertujuan untuk membuat barkod pada kartu anggota perpustakaan pustakawan harus mengetikkan nama anggota perpustakaan dan akan terbaca oleh sistem lalu sistem akan mengeluarkan nama berupa tampilan barkod. Fitur layanan terbitan berseri pada SLiMS, terbitan berseri adalah suatu terbitan yang direncanakan untuk terbit secara terus-menerus dengan jangka waktu yang tidak tertentu. Aksesn untuk terbitan berseri hanya dapat dilakukan oleh pustakawan. Salah satu layanan koleksi perpustakaan yang juga dimiliki SLiMS. Yaitu jenis koleksi yang memiliki karakteristik khusus, seperti tingkat kemuktahiran tinggi dibandingkan jenis koleksi monograf, terbit secara berkesinambungan. layanan ini terdapat beberapa fitur yaitu manajemen data langganan, manajemen berlangganan data terbitan yang akan terbit dan yang sudah ada, memungkinkan data terbitan berseri yang jadwal terbitnya tidak teratur. Di antara jenis koleksi yang harus mendapat perhatian serius dari pengelola perpustakaan adalah jenis koleksi terbitan berseri yang memiliki tingkat tinggi dan memberi ruang untuk penyampaian gagasan secara cepat, mendukung dan memfasilitas penelitian dan juga membawa wawasan. B. Layanan Informasi Berbasis Teknologi Layanan Informasi dapat dikatakan sebagai penyampaian berbagai informasi kepada sasaran layanan agar individu dapat mengolah dan memanfaatkan informasi tersebut demi kepentingan hidup dan perkembangannya. Tujuan dari layanan informasi agar terkuasainya informasi tertentu sedangkan secara khusus terkait dengan fungsi pemahaman dan memanfaatkan informasi dalam penyelesaian masalahnya. Layanan informasi menjadikan individu mandiri yaitu memahami dan menerima diri dan lingkungan secara positif, objektif dan dinamis mampu mengambil keputusan, mampu mengarahkan diri sesuai dengan kebutuhannya tersebut dan akhirnya dapat mengaktualisasikan dirinya. Perpustakaan SMA Negeri 1 Padang belum menggunakan layanan informasi berbasis teknologi untuk layanan pemustaka. Berdasarkan hasil wawancara dengan pemustaka Perpustakaa SMA Negeri 1 Padang pemustaka mengharapkan adanya layanan yang lebih berkembang baik dari pustakawan dan pemustaka sendiri, juga pemustaka mengharapkan adanya layanan yang lebih baik di Perpustakaan SMA Negeri 1 Padang. Berikut penerapan layanan informasi berbasis teknologi di Perpustakaan SMA Negeri 1 Padang. 1. Layanan Pembuatan Kartu Anggota Upaya layanan kartu anggota bertujuan untuk mengenal identitas anggota pada saat berkunjung ke perpustakaan dan juga untuk memudahkan pemustaka pada saat berkunjung ke perpustakaan dengan waktu yang cepat tanpa mengisi buku kunjungan pemustaka. Di Perpustakaan SMA Negeri 1 Padang data yang tercantum dalam kartu anggota adalah sama. Data anggota perpustakaan yang ada di kartu anggota yaitu identitas anggota, nama anggota, nomor identitas, nama sekolah, alamat dan nomor telepon. Perpustakaan SMA Negeri 1 Padang menggunakan aplikasi SLiMS. Kartu anggota perpustakaan pertama di printkan oleh pustakawan lalu dilaminating agar kartu lebih rapi dan terawat. Sekarang ini penerapan kartu anggota perpustakaan di Perpustakaan SMA Negeri 1 Padang sudah di bagikan kepada siswa yang menjadi anggota perpustakaan, kartu anggota perpustakaan ini sebagai salah satu penerapan layanan perpustakaan berbasis teknologi yang diharapkan oleh pemustaka untuk kemajuan perpustakaan kearah yang lebih maju. Kartu anggota perpustakaan ini dapat dikatakan sebagai layanan teknologi karena pada masing-masing kartu anggota yang dimiliki pemustaka telah tersedia barkode, barkode ini bertujuan untuk memudah kan pemustaka pada saat masuk keperpustakaan dengan cara melakukan scanner barcode pada alat barcode yang telah tersedia di perpustakaan. Kartu anggota Perpustakaan SMA Negeri 1 Padang berisi informasi tentang identitas anggota, nama anggota, nomor identitas, instuisi, alamat dan nomor telepon pemustaka Perpustakaan SMA Negeri 1 Padang. Kartu anggota ini didapatkan pada saat siswa mendaftarkan diri menjadi anggota perpustakaan. Penggunaan kartu ini yaitu pada saat pemustaka berkunjung ke perpustakaan, pemustaka melakukan scanning pada mesin barkod. Kartu ini berguna sebagai tanda pengenal identitas pemustaka. 2. Layanan Penelusuran Informasi Upaya yang dilakukan dalam layanan penelusuran informasi ini yaitu melakukan instalasi SLiMS. Penerapan layanan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan serta memperbaiki sistem administrasi perpustakaan. Salah satu perangkat lunak perpustakaan yang dapat digunakan oleh perpustakaan adalah Senayan atau dikenal dengan SLiMS (Senayan Library Management Systems). Senayan merupakan free open source software yang didesain untuk membangun otomasi perpustakaan yang dapat diperoleh, digunakan dan distribusikan ulang secara gratis. Manfaat penggunaan senayan ini adalah dapat mempercepat proses temubalik informasi, memperlancar proses pengolahan, pengadaan bahanpustaka, dan komunikasi antar perpustakaan, memudahkan pengolahan data perpustakaan, meningkatkan citra perpustakaan Modul katalog ini pustakawan akan menemui dibagian depan pada saat membuka OPAC menggunakan website perpustakaan. Fitur untuk membuat, mengedit, dan menghapus data bibliografi sesuai dengan standar deskripsi biliografi. Mendukung pengelolaan koleksi dalam berbagai macam format seperti monograph, terbitan berseri, audio visual. Mendukung penyimpanan data bibliografi dari situs di Internet. Mendukung penggunaan barcode. Bagian ini berfungsi untuk mendapatkan koleksi untuk dokumen dengan banyak kopi dan format yang berbeda. Pengelolaan koleksi yang hilang, dalam perbaikan, dan rusak serta pencatatan statusnya untuk dilakukan pergantian/perbaikan terhadap koleksi pada OPAC. Cara pustakawan mengakses OPAC dengan cara mengisikan judul buku yang dibutuhkan dikolom pencarian, setelah bahan koleksi yang dibutuhkan telah ditemukan, maka akan tampil detail cantuman yang akan mempermudah menemukandimana lokasi buku berada. Gambar 4. Tampilan OPAC pada Modul Penelusuran Gambar 4 layanan modul penelusuran menampilkan informasi lengkap tetang status koleksi di perpustakaan. Juga tersedia detail informasi juga menampilkan gambar sampul buku, lampiran dalam format elektronik yang tersedia serta fasilitas menampilkan koleksi audio dan visual. Menyediakan tambahan untuk pencarian lanjut an berdasarkan penulis, dan subjek. Pemustaka dapat dengan mudah mengetikkan judul buku apa yang ingin dicari, selanjutnya akan tampil pada OPAC beberapa buku yang terkait dengan judul yang pemustaka inginkan. Selanjutnya pemustaka dapat dengan mudah mencari buku yang dicari tadi dengan melihat sampul buku dan judul buku yang ada pada beberapa buku terkait. Pada layanan ini mampu memproses peminjaman dan pengembalian koleksi secara efisien, efektif, dan aman. Mendukung fitur manajemen denda. Mendukung fitur reminder untuk berbagai keperluan seperti melakukan black list terhadap pemakai yang bermasalah atau habis keanggotaannya. Menu untuk memulai transaksi terdapat tabel identitas anggota untuk memulai transaksi. Fitur yang ada pada layanan sirkulasi di OPAC yaitu, mulai transaksi, pengembalian kilat, aturan peminjaman, sejarah peminjaman, daftar keterlambatan, reservasi. Untuk menggunakan fitur pada layanan sirkulasi menggunakan cara memasukan nomor identitas anggota dan klik mulai transaksi. Setelah mengisikan nomor identitas maka klik mulai transaksi dan akan muncul tampilan seperti di bawah ini. Biodata user sesuai dengan identitas . Setelah itu akan muncul tampila dengan keterangan antara lain peminjaman, pinjam saat ini, reservasi, denda, sejarah peminjam. Layanan ini juga memiliki fitur peminjaman, didalam peminjaman tabel yang tersedia adalah kembali, perpanjang, kode eksemplar, judul, tanggal pinjam, dan tanggal harus kembal. Pada menu reservasi, menu reservasi digunakan untuk pemesanan koleksi bagi pemustaka yang menginginkan layanan lewat online tidak secara langsung datang ke perpustakaan. 3. Layanan Pojok Literasi Pojok literasi sebagai pengembangan kemampuan siswa untuk membaca dengan pembiasaan membaca disekolah. Pojok literasi dapat dikatakan sebagai layanan yang maju karena model berfungsi untuk membentuk budaya literasi siswa, sekolah menyediakan buku-buku yang dapat diakses tidak hanya terbatas pada buku paket saja tetapi juga terdapat buku-buku fiksi pada pojok literasi yang tersedia. Untuk mewujudkan budaya gemar membaca seluruh siswa di sekolah yaitu dengan memperkenalkan buku pada seluruh siswa sekolah dan membuat pojok baca di sekolah. Berkaitan dengan teori Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 pasal 1 ayat 9 menjelaskan bahwa pemustaka perpustakaan, yaitu perseorangan, kelompok orang, masyarakat, atau lembaga yang memanfaatkan fasilitas layanan perpustakaan. Pojok literasi mempunyai beberapa manfaat antara lain: (a) pojok baca dapat merangsang siswa untuk lebih gemar membaca dan memiliki daya pikir yang baik; (b) Untuk mendekatkan buku pada siswa; (c) Setiap saat siswa bisa membaca buku tanpa harus ke perpustakaan; (d) Guru dapat menjadikan pojok baca sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran. Kegiatan pojok literasi ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan minat baca siswa di SMA Negeri 1 Padang, kegiatan pojok literasi ini tidak berada di perpustakaan tetapi di lobby sekolah SMA Negeri 1 Padang karena sebagai salah satu lingkungan yang paling ramai dikunjungi oleh siswa di SMA Negeri 1 Padang. Pojok Literasi ini sangat didukung oleh pustakawan dan guru-guru yang ada di Perpustakaan SMA Negeri 1 Padang. Setiap siswa diberikan kebebasan untuk membaca buku yang ada pada pojok literasi, sekolah menyediakan kursi sebagai sarana untuk siswa membaca buku. Setelah siswa selesai membaca, siswa dapat meletakkan buku kembali pada rak pojok literasi yang tersedia. Sarana yang digunakan untuk program gerakan literasi ini adalah rak buku berukuran kecil dengan model yang menarik seperti rak-rak buku unik. Koleksi yang diletakkan pada rak pojok literasi akan di tukar kembali dengan mengambil koleksi yang ada di perpustakaan setiap 1 kali seminggu, hal ini bertujuan agar siswa tidak bosan terhadap koleksi yang itu-itu saja. C. Sarana dan Prasarana Pengelolaan Perpustakaan Berbasis Teknologi Upaya yang dilakukan pada sarana prasarana pengelolaan perpustakaan berbasis teknologi adalah dengan penerapan scanner barcode yang akan mencerminkan perkembangan Perpustakaan SMA Negeri 1 Padang ke arah yang lebih baik, sarana prasarana pojok literasi. Pojok literasi ini memiliki prasarana rak-rak buku yang memiliki warna menarik. Sarana prasarana ini dilakukan karena Perpustakaan SMA negeri 1 Padang terkendala pada layanan berupa prasarana kepada pemustaka yang tidak ada perkembangan, padahal pemustaka mengharapkan adanya prasarana yang baru di Perpustakaan SMA Negeri 1 Padang. Gambar 5. Rak Buku Pojok Literasi Dapat dijelaskan bahwa dari Gambar 5 rak buku pojok literasi yang disediakan oleh sekolah, sebagai sarana prasarana bertujuan untuk menarik minat baca siswa. Dengan memberikan rak-rak buku yang berwarna menarik, warna-warna yang menarik seperti warna lembut (pink, kuning dan biru) karena warna berpengaruh terhadap minat baca siswa. Contoh nya saja biru, warna kuning disini bermaksud sebagai kepemimpinan, kecerdasan otak dan dapat menimbulkan rasa percaya. Karena itulah warna biru dijadikan sebagai salah satu warna untuk rak pojok literasi sebagai menarik minat baca siswa di SMA Negeri 1 Padang dan dengan adanya warna yang menarik diharapakan siswa menjadi tertarik untuk membaca pada pojok literasi ada di sekolah. Model rak yang unik pada tiap pojok literasi yang ada di SMA Negeri 1 Padang. Model rak buku pada Gambar 5 juga dijadikan sebagai hiasan di lobby SMA Negeri 1 Padang. Akan tetapi tujuan utama dari model rak unik ini adalah sebagai media untuk menarik minat baca siswa di SMA Negeri 1 Padang. Disamping itu peran teknologi informasi dan komunikasi dalam membantu kegiatan pelayanan perpustakaan sehingga menjadi lebih akurat dan efisien. Adapun peran dari TIK. Pengadopsian teknologi Barcode dapat dipergunakan untuk memberikan akses yang cukup baru terhadap perpustakaan, karena informasi yang dimuat di dalam barcode tersebut cukup besar. Bentuk Barcode yang akan digunakan adalah Quick Response Code atau lebih dikenal dengan QR Code, Quick Response (QR) code adalah sebuah kode matriks dalam bentuk dua dimensi. Barcode yaitu kode untuk angka dan huruf yang terdiri dari bar kombinasi (line) dengan berbagai jarak. Ini adalah salah satu cara untuk memasukkan data ke komputer. Dalam barcode tidak berisi data deskriptif item, tetapi hanya enkripsi dari jumlah digit. Bila nomor yang discan oleh pemustaka maka kode otomatis akan langsung terhubung ke item data. Hasilnya berisi data scanner barcode dari berbagai produk seperti nama pemustaka, alamat, asal sekolah dan data pendukung lainnya. Dari hasil wawancara dapat menjelaskan bahwa pemustaka mengharapkan adanya sarana prasarana yang baik di Perpustakaan SMA Negeri 1 Padang. Maka penerapan barcode scanner ini berlatar belakang dari hasil wawancara dengan pemustaka yang mengharapkan adanya perkembangan ke arah yang lebih baik di Perpustakaan SMA Negeri 1 Padang. Gambar 6. Barcode Scanner Perpustakaan Dapat dilihat pada Gambar 6 adalah barkode scanner sebagai prasarana pada saat pemustaka masuk keperpustakaan pemustaka harus melakukan scanning kartu anggota perpustakaan ke mesin scanner. Tujuan dari barcode scanner ini adalah untuk menghemat waktu pemustaka dan pustakawan pada saat melakukan proses kunjung keperpustakaan. Dengan adanya scanner barcode secara otomatis dapat merekap data-data pengunjung yang berkunjung keperpustakaan. Makan dapat dikatakan pemakaian scanner barcode akan memudahkan pemustaka dan pustakawan dari segi waktu secara cepat. Perpustakaan SMA Negeri 1 Padang memiliki gedung perpustakaan yang cukup luas, akan tetapi pustakawan kurang memanfaatkan untuk menambah rak buku dan memelihara koleksi. Perpustakaan SMA Negeri 1 Padang sudah menggunakan komputer sebagai sarana belajar siswa di perpustakaan, komputer ini telah terhubung dengan jaringan internet yang disediakan oleh Perpustakaan SMA Negeri 1 Padang.

Conclusion

Dapat disimpulkan bahwa upaya yang dilakukan pada pengelolaan perpustakaan berbasis teknologi. Pertama, pengolahan koleksi buku menjadi data digital menggunakan aplikasi SLiMS, mendigitalkan informasi pada buku menjadi data berbasis digital dengan cara mescan menggunakan mesin scanner. Kedua, pengelolaan layanan informasi berbasis teknologi yaitu layanan pembuatan kartu anggota, kartu anggota perpustakaan memiliki informasi tentang identitas, layanan OPAC (Online Public Access Catalog) berfungsi untuk mempermudah pemustaka dalam pencarian bahan pustaka yang diinginkan dengan cepat dan muda. Ketiga, sarana prasarana pengelolaan perpustakaan berbasis teknologi yaitu penerapan scanner barcode, pembuatan kartu anggota perpustakaan yang lebih baik meggunakan aplikasi SLiMS dan prasarana rak buku pada pojok literasi.