Efektivitas Pengolahan Bahan Pustaka Monograf di Perpustakaan Universitas Gadjah Mada
Universitas Gadjah Mada
Abstrak
Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas pengolahan bahan pustaka monograf di Perpustakaan Universitas Gadjah Mada (Perpustakaan UGM). Meskipun selama Pandemi Covid-19 yang lalu Perpustakaan UGM melakukan pembatasan akses atas bahan pustaka monograf dan lebih mengutamakan sumber-sumber elektronik, namun di era normal baru bahan pustaka monograf kembali menjadi tujuan dan dimanfaatkan pemustaka sebagai sumber pembelajaran. Manajemen bahan pustaka monograf di Perpustakaan UGM perlu dilakukan agar pemustaka dapat memanfaatkan bahan-bahan tersebut secara efektif dan efisien. Pengolahan bahan pustaka merupakan salah satu proses dalam manajemen bahan pustaka monograf di Perpustakaan UGM. Pengukuran efektivitas pengolahan bahan pustaka monograf dilakukan untuk mendeskripsikan kegiatan pengolahan bahan pustaka tersebut. Gambaran pengolahan bahan pustaka monograf di Perpustakaan UGM meliputi: 1) pengolahan bahan pustaka monograf berdasarkan jumlah judul yang diolah; 2) pengolahan bahan pustaka monograf berdasarkan nomor klasifikasi; 3) pengolahan bahan pustaka monograf berdasarkan jenis; 4) pengolahan bahan pustaka monograf berdasarkan bahasa; dan 5) pengolahan bahan pustaka monograf berdasarkan tahun terbit. Jenis deskriptif kuantitatif dengan metode terapan (applied method) digunakan untuk mendeskripsikan efektivitas pengolahan bahan pustaka monograf. Analisis data dengan menggunakan aplikasi Excel dan disajikan dalam bentuk diagram yang menggambarkan bahan pustaka monograf yang diolah. Sumber data yang digunakan berupa statistik pengolahan bahan pustaka monograf tahun 2022, observasi dan partisipasi langsung, dan studi pustaka terhadap dokumen yang relevan dengan penelitian yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahun 2022 Perpustakaan UGM telah efektif mengolah bahan pustaka monograf sebanyak 1.345 judul, 1.536 eksemplar.
Abstract
This article aims to describe the effectiveness of processing monograph library materials at the Gadjah Mada University Library (UGM Library). Eventhough during the Covid-19 Pandemic the UGM Library restricted access to monograph and prioritized electronic sources, but in the new normal era, monograph have returned to being a goal and utilized by users as a source of learning. Management of monograph library materials at the UGM Library needs to be done so that users can use these materials effectively and efficiently. Processing of library materials is one of the processes in the management of monograph library materials at the UGM Library. Measuring the effectiveness of processing library monograph materials is carried out to describe the processing activities of these materials. An overview of the processing of monograph library materials at the UGM Library includes the processing of monograph library materials based on the number of titles processed, classification number, type of the materials, language, and year of publication. Quantitative descriptive research with applied method is used to describe the effectiveness of processing monograph library materials. Data analysis using the Excel application and presented in diagrams to describe the process.. The data sources used were statistics on processing of monograph library materials 2022, observation and participation, and literature study of documents relevant to the research. The results of this research show that during year 2022 the UGM Library has effectively processed 1,345 monograph library materials, 1,536 copies.
Keywords:
Effectiveness
· processing of library materials
· monograph library materials
· UGM Library
Introduction
Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi (Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, 2017) menjelaskan bahwa fungsi utama perpustakaan perguruan tinggi adalah sebagai pusat sumber belajar untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang berkedudukan di perguruan tinggi. Sebagai pusat sumber belajar, perpustakaan perguruan tinggi menyediakan bahan perpustakaan dan akses informasi terhadap bahan tersebut bagi pemustaka yang dilayaninya, meningkatkan literasi informasi masyarakat, dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, serta melestarikan bahan perpustakaan yang dikelola baik pelestarian isi maupun medianya. Sebagai bagian integral universitas induknya, perpustakaan perguruan tinggi merupakan unsur penunjang terlaksananya Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Darwanto, Utami, & Gusniawati, 2015). Fungsi perpustakaan perguruan tinggi mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan yang terjadi di dunia pendidikan. Muslim (2017) menjelaskan fungsi perpustakaan perguruan tinggi sebagai berikut: 1) fungsi pendidikan, bahwa perpustakaan perguruan tinggi merupakan sumber belajar bagi seluruh sivitas akademika, dengan demikian bahan pustaka yang disediakan merupakan sumber-sumber informasi yang mendukung pencapaian tujuan pembelajaran, pengorganisasian dan pendayagunaan bahan pembelajaran di setiap program studi yang ada di universitas, bahan pustaka tentang strategi belajar mengajar, dan pendukung pelaksanaan evaluasi pembelajaran lainnya; 2) fungsi informasi, bahwa perpustakaan perguruan tinggi merupakan sumber informasi baik tercetak maupun elektronik yang dikelola, disebarkan, dan mudah diakses oleh pemustaka. Untuk memudahkan pemustaka dalam mengakses sumber informasi tersebut, perpustakaan dapat mengembangkan dan memanfaatkan sistem tertentu; 3) fungsi penelitian, bahwa perpustakaan perguruan tinggi perlu mempersiapkan sumber-sumber rujukan primer, sekunder, dan tersier yang paling mutakhir sebagai bahan penelitian, pengkajian ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Salah satu tugas perguruan tinggi adalah menghasilkan karya-karya akademik di berbagai bidang yang dapat diimplementasikan hasilnya untuk kepentingan masyarakat, oleh karena itu sumber-sumber rujukan penelitian mutlak dimiliki dan dikelola dengan baik; 4) fungsi rekreasi, bahwa perpustakaan perguruan tinggi menyediakan koleksi yang bersifat rekreatif yang bermakna untuk membangun dan mengembangkan kreativitas, minat, dan daya inovasi bagi pemustakanya. Selain dapat menumbuhkan gagasan atau ide-ide kreatif, bahan pustaka atau koleksi rekreatif dapat menyegarkan pikiran pembaca; dan 5) fungsi penyimpanan, bahwa perpustakaan perguruan tinggi menyimpan seluruh karya dan pengetahuan yang dihasilkan baik oleh civitas akademika universitas maupun karya-karya yang dihasilkan dan diterbitkan oleh lembaga lain. Tujuan utama perpustakaan perguruan tinggi adalah pengelolaan dan penyebaran informasi untuk mewujudkan dan menjalankan fungsinya dengan baik. Untuk mencapai tujuan tersebut, perpustakaan perguruan tinggi perlu mengetahui kebutuhan pemustaka agar mereka merasa puas dan terpenuhi semua kebutuhan informasi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran di tingkat universitas. Salah satu kunci utama keberhasilan pengelolaan perpustakaan perguruan tinggi adalah manajemen sumber daya koleksi yang baik, sesuai dengan standar dan prosedur pengelolaan perpustakaan perguruan tinggi (Gregory, 2011). Salah satu cara dalam manajemen sumber daya koleksi perpustakaan perguruan tinggi adalah melalui proses pengolahan bahan pustaka. Andoyadi & Hanum (2018) membedakan pengolahan bahan pustaka menjadi empat kegiatan, sebagai berikut: 1) inventarisasi, meliputi pencatatan judul, nomor inventaris atau nomor urut, tanggal inventaris, dan data-data bibliografi lain terkait dengan bahan pustaka yang diinventaris; 2) klasifikasi, meliputi pengelompokan bahan pustaka berdasarkan subjek, isi, atau pokok bahasan dari bahan pustaka tersebut dan berdasarkan pengelompokan tersebut bahan pustaka diberikan notasi berupa angka atau nomor klasifikasi; 3) katalogisasi, merupakan proses pembuatan katalog yang berupa daftar bahan pustaka dengan segenap keterangan kelengkapannya (data bibliografinya). Dari daftar atau katalog tersebut, pencari informasi dapat mencari bahan pustaka yang diperlukan melalui pencarian judul, pengarang, atau subjek bahan pustaka tersebut; dan 4) pasca katalogisasi, meliputi proses membuat kelengkapan bahan pustaka yang diolah, dapat berupa pembuatan label, sampul, penempelan kartu buku, barcode, dan sebagainya. Pengolahan bahan pustaka di Perpustakaan Universitas Gadjah Mada (Perpustakaan UGM) dilakukan dengan menerapkan ke empat kegiatan tersebut. Sedangkan bahan pustaka yang diolah berupa koleksi bentuk cetak (monograf), dan koleksi dalam bentuk non cetak seperti file naskah hasil penelitian, karya akhir mahasiswa diunggah ke dalam sistem repositori, maupun bahan pustaka non cetak lainnya, seperti CD wisuda, dan CD lampiran dari buku teks. Di era Pandemi Covid-19 tren pemanfaatan koleksi Perpustakaan UGM sempat mengalami perubahan dengan pembatasan atas akses bahan pustaka monograf dan lebih mengutamakan pemanfaatan sumber-sumber elektronik. Akan tetapi pasca pandemi atau di era normal baru, pemustaka kembali memanfaatkan bahan pustaka monograf dengan ditiadakannya pembatasan akses atas koleksi tersebut. Penelitian yang dilakukan oleh Mardiastuti dan Suciati (2018) menyimpulkan bahwa koleksi monograf Perpustakaan UGM masih menjadi favorit dan perlu dipertahankan untuk tetap dikoleksi. Data statistik pemanfaatan bahan pustaka monograf tahun 2021 menunjukkan bahwa bahan tersebut tetap dimanfaatkan dan menjadi salah satu tujuan pemustaka saat berkunjung di Perpustakaan UGM, meskipun saat itu masa Pandemi Covid-19 dan Perpustakaan UGM menerapkan pembatasan kunjungan onsite (Perpustakaan UGM, 2021). Di tahun tersebut, jumlah bahan pustaka dipinjam sebanyak 22.048 eksemplar, sedangkan jumlah bahan pustaka dibaca di tempat sebanyak 2.899 eksemplar. Tahun 2022 atau pasca Pandemi Covid-19, jumlah peminjam lebih meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun tersebut, jumlah bahan pustaka dipinjam sebanyak 48.880 eksemplar, sedangkan jumlah bahan pustaka dibaca di tempat sebanyak 19.877 eksemplar. Perbandingan pemanfaatan bahan pustaka monograf di Perpustakaan UGM tahun 2021 dengan tahun 2022 dapat dilihat pada Gambar 1. Sumber: data diolah, 2022 Gambar 1. Pemanfaatan Bahan Pustaka Monograf di Perpustakaan UGM, Tahun 2021 dan 2022 Fokus pengolahan bahan pustaka monograf oleh pustakawan di bagian pengolahan meliputi buku-buku berjenis teks, referensi, karya ilmiah seperti prosiding, makalah ilmiah, hasil penelitian, maupun buku-buku termasuk ke dalam koleksi langka. Untuk mewujudkan Perpustakaan UGM sebagai unit organisasi yang transparan dan akuntabel, pengukuran efektivitas pengolahan bahan pustaka monograf perlu dilakukan. Akan tetapi, saat ini Perpustakaan UGM belum mengukur tingkat efektivitas pengolahan bahan pustaka tersebut sehingga tingkat keberhasilan pustakawan dalam mengelola sumber informasi yang ada di Perpustakaan UGM belum dapat diketahui secara kuantitas. Penelitian tentang efektivitas pengolahan bahan pustaka monograf telah dilakukan oleh beberapa peneliti. Narto (2018) mengkaji efektivitas pengolahan bahan pustaka pada Perpustakaan FISIP Universitas Tanjungpura. Penelitian berjenis deskriptif kualitatif ini menyimpulkan bahwa efektivitas pengolahan bahan pustaka monograf di Perpustakaan FISIP Universitas Tanjungpura meliputi pengolahan berdasarkan nomor klasifikasi secara manual, menginput data buku ke dalam sistem, pencatatan pada buku induk secara manual, mencetak kelengkapan, dan menempatkan bahan pustaka ke dalam jajaran koleksi. Penelitian yang dilakukan oleh Andoyadi & Hanum (2018) mendeskripsikan proses pengolahan bahan pustaka di Perpustakaan MAN 2 Pontianak. Penelitian berjenis deskriptif kualitatif ini menghasilkan data deskripsi proses katalogisasi, klasifikasi, dan penempatan hasil pengolahan ke dalam jajaran koleksi. Penelitian ini akan mendeskripsikan efektivitas pengolahan bahan pustaka monograf di Perpustakaan UGM. Penelitian ini memanfaatkan jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti pertama, dan akan mendeskripsikan 5 kategori pengolahan bahan pustaka monograf yang dilakukan di Perpustakaan UGM. Perbedaan dengan penelitian sebelumnya terletak pada metode yang digunakan dan kategori yang dipilih peneliti untuk menggambarkan hasil penelitian. Permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah, bagaimanakah efektivitas pengolahan bahan pustaka monograf di Perpustakaan UGM?
Method
Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sugiyono (2018) menjelaskan penelitian dengan bentuk deskriptif diaplikasikan untuk mendapatkan gambaran secara jelas dan detail terkait dengan subjek yang akan dibahas dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data, informasi, dan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan. Penelitian deskriptif mengamati berbagai fenomena meliputi karakteristik, aktivitas, perubahan, hubungan, kesamaan dan perbedaan antara fenomena satu dengan lainnya. Penelitian ini menjelaskan karakteristik dan aktivitas pengolahan bahan pustaka monograf yang dilakukan di Perpustakaan UGM. Data diolah dan dianalisis dengan memanfaatkan aplikasi Excel. Penyajian data dalam bentuk gambar (diagram) untuk menggambarkan efektivitas pengolahan bahan pustaka monograf di Perpustakaan UGM. Penelitian ini menggunakan metode terapan (applied method). Metode ini biasa digunakan untuk menerapkan, menguji, dan mengevaluasi kemampuan suatu teori untuk memecahkan masalah-masalah praktis (Sugiyono, 2018). Metode ini juga dapat diartikan sebagai salah satu cara dalam memanfaatkan pengetahuan ilmiah untuk menjelaskan berbagai fenomena sosial (Siswanto, 2012). Dengan menggunakan metode terapan untuk mengkaji topik yang akan diteliti, konsep-konsep yang tertuang dalam teori digunakan untuk mendeskripsikan efektivitas pengolahan bahan pustaka monograf di Perpustakaan UGM. Dalam sebuah penelitian, data mempunyai kedudukan yang sangat penting untuk dijadikan sebagai sumber informasi dalam mengolah, menyajikan, menyusun keterangan, dan membuat kesimpulan (Prayitno, 2013). Sumber data yang akan digunakan sebagai bahan kajian dalam penelitian ini, meliputi: 1) data statistik pengolahan bahan pustaka monograf tahun 2022, diunduh dari sistem pengolahan bahan pustaka Perpustakaan UGM (melalui SIPUS) dan diolah dengan menggunakan aplikasi Excel; 2) observasi dan partisipasi langsung dalam objek yang dikaji melalui keterlibatan langsung peneliti dalam melakukan pengolahan bahan pustaka monograf selama tahun 2022; dan 3) studi pustaka terhadap dokumen cetak dan elektronik, literatur rujukan, dan teori-teori terkait dengan masalah yang akan diteliti.
Discussion
Dalam melakukan penelitian, teori memegang peranan yang penting untuk optimalisasi hasil penelitian (Siregar, 2011). Untuk mendapatkan gambaran yang jelas terkait efektivitas pengolahan bahan pustaka monograf di Perpustakaan UGM, peneliti menggunakan landasan teori untuk memberikan pemahaman terkait permasalahan yang dikaji, meliputi teori efektivitas, dan pengertian pengolahan bahan pustaka monograf. Efektivitas Makna efektivitas secara gramatikal dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2016) adalah akibat, pengaruh, maupun efek positif yang ditimbulkan dari sebuah usaha atau tindakan. Untuk menggambarkan akibat, pengaruh, maupun efek positif kegiatan pengolahan bahan pustaka monograf di Perpustakaan UGM, peneliti mengambil definisi berikut. “Efektivitas dideskripsikan sebagai suatu tindakan yang dilakukan dengan tepat, suatu kegiatan atau pekerjaan yang akan membantu organisasi untuk mencapai tujuan, atau suatu keadaan yang menunjukkan tingkat keberhasilan kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Mardiastuti, 2017).” Dari definisi di atas dapat dikatakan bahwa suatu kegiatan dinilai efektif apabila dilaksanakan dengan tepat, dan dapat diketahui tingkat keberhasilan dalam melaksanakan kegiatan tersebut. Penelitian ini mendeskripsikan secara kuantitas hasil kegiatan pengolahan bahan pustaka monograf di Perpustakaan UGM. Pengolahan Bahan Pustaka Monograf Agar bahan pustaka siap digunakan dan berdaya guna secara optimal, perpustakaan melaksanakan organisasi informasi. Kegiatan ini mencakup pengaturan berbagai jenis informasi, termasuk diantaranya adalah bahan pustaka monograf atau buku. Tujuan pengolahan bahan pustaka monograf adalah untuk melakukan pengaturan atas ketersediaan bahan pustaka tersebut (Yulia, 2011). Bahan pustaka monograf disimpan dalam jajaran penyimpanan atau rak buku yang diurutkan atau disusun menurut susunan tertentu. Dengan demikian, bahan pustaka tersebut dapat dengan mudah ditemukan dan digunakan oleh pemustaka yang memerlukannya. Bahan pustaka monograf dapat didefinisikan sebagai bahan pustaka berbentuk buku yang isinya membahas satu pokok permasalahan, berkebalikan dengan terbitan berkala atau serial yang merupakan sumber daya perpustakaan yang berkelanjutan (Coleman, 2018). Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (2019) menjelaskan bahan pustaka monograf sebagai terbitan yang membicarakan satu kesatuan pokok bahasan atau lebih yang ditulis oleh satu orang pengarang atau lebih, dapat berupa terbitan tunggal atau berjilid. Jenis bahan pustaka monograf yang diolah di Perpustakaan UGM, meliputi buku teks, buku referensi, karya ilmiah hasil penelitian, prosiding, temu ilmiah dan sejenisnya, dan buku-buku termasuk ke dalam koleksi langka. Efektivitas Pengolahan Bahan Pustaka Monograf di Perpustakaan UGM Deskripsi efektivitas pengolahan bahan pustaka monograf di Perpustakaan UGM, meliputi jumlah bahan pustaka monograf yang diolah, bahan pustaka monograf yang diolah berdasarkan nomor klasifikasi, bahan pustaka monograf yang diolah berdasarkan jenisnya, bahan pustaka monograf yang diolah berdasarkan bahasa, dan bahan pustaka monograf yang diolah berdasarkan tahun terbit, meliputi: 1) jumlah bahan pustaka monograf yang diolah; 2) bahan pustaka monograf yang diolah berdasarkan nomor klasifikasi; 3) bahan pustaka monograf yang diolah berdasarkan jenis; 4) bahan pustaka monograf yang diolah berdasarkan bahasa; 5) bahan pustaka monograf yang diolah berdasarkan tahun terbit; dan 5) bahan pustaka monograf yang diolah berdasarkan tahun terbit. Berdasarkan target kinerja pengolahan bahan pustaka monograf tahun 2022, diperoleh data bahwa unit tersebut telah menargetkan pengolahan bahan pustaka tersebut sebanyak 1.200 judul/eksemplar. Target tersebut dibagi menjadi 4 (empat) triwulan pada Tahun 2022, meliputi Triwulan I antara bulan Januari hingga Maret, Triwulan II antara bulan April hingga Juni, Triwulan III antara bulan Juli hingga September, dan triwulan IV antara bulan Oktober hingga Desember. Masing-masing triwulan ditentukan target pengolahan bahan pustaka monograf sebanyak 300 judul/eksemplar. Jumlah Bahan Pustaka Monograf Yang Diolah Data pengolahan Januari hingga Desember tahun 2022 menunjukkan bahwa jumlah bahan pustaka monograf yang diolah oleh petugas sebanyak 1.345 judul, 1.536 eksemplar. Jumlah pengolahan bahan pustaka monograf terbanyak pada bulan Maret 2022 sebanyak 200 judul, sedangkan pengolahan bahan pustaka monograf paling sedikit pada bulan Desember 2022 sebanyak 64 judul. Efektivitas pengolahan bahan pustaka monograf berdasarkan jumlah judul yang diolah, dapat dilihat pada Gambar 2. Sumber: data diolah, 2022 Gambar 2. Jumlah Bahan Pustaka Monograf Yang Diolah, Tahun 2022 Bahan Pustaka Monograf Yang Diolah Berdasarkan Nomor Klasifikasi Bahan pustaka monograf diolah berdasarkan kode klasifikasi persepuluhan Dewey atau DDC (Dewey Decimal Classification). Klasifikasi persepuluhan Dewey dapat digambarkan dalam tabel 1. Tabel 1. Klasifikasi Persepuluhan Dewey (Dewey Decimal Classification) Nomor Klas Golongan/Subjek 000 Karya Umum 100 Filsafat 200 Ilmu Agama 300 Ilmu Sosial 400 Ilmu Bahasa 500 Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 600 Teknologi dan Ilmu Terapan 700 Kesenian, Hiburan, dan Olahraga 800 Kesusasteraan 900 Biografi, Geografi, dan Sejarah Sumber: data diolah, 2022 Data pengolahan tahun 2022 menunjukkan bahwa dari 1.345 judul bahan pustaka monograf yang diolah oleh petugas sebanyak 71 judul merupakan bahan pustaka monograf termasuk dalam golongan karya umum atau kode klasifikasi 000, sebanyak 16 judul merupakan bahan pustaka monograf termasuk dalam golongan filsafat atau kode klasifikasi 100, sebanyak 154 judul merupakan bahan pustaka monograf termasuk dalam golongan ilmu agama atau kode klasifikasi 200, dan sebanyak 614 judul merupakan bahan pustaka monograf termasuk dalam golongan ilmu sosial atau kode klasifikasi 300. Bahan pustaka monograf yang diolah dalam golongan ilmu bahasa atau kode klasifikasi 400 sebanyak 21 judul, golongan matematika dan ilmu pengetahuan alam atau kode klasifikasi 500 sebanyak 36 judul, golongan teknologi dan ilmu terapan atau kode klasifikasi 600 sebanyak 160 judul, dan golongan kesenian, hiburan, dan olahraga atau kode klasifikasi 700 sebanyak 57 judul. Untuk bahan pustaka monograf termasuk dalam golongan kesusasteraan atau kode klasifikasi 800 sebanyak 100 judul, sedangkan golongan biografi, geografi, dan sejarah atau kode klasifikasi 900 telah diolah sebanyak 116 judul. Efektivitas pengolahan bahan pustaka monograf berdasarkan nomor klasifikasi dapat dilihat pada Gambar 3. Sumber: data diolah, 2022 Gambar 3. Bahan Pustaka Monograf Yang Diolah Berdasarkan Nomor Klasifikasi Tahun 2022 Bahan Pustaka Monograf Yang Diolah Berdasarkan Jenis Bahan pustaka monograf yang diolah, dikelompokkan ke dalam 7 jenis meliputi buku teks, buku dengan kode HAT, buku dengan kode LS, buku dengan kode PP, buku dengan kode PRO, buku referensi, dan buku dengan kode SAM, meliputi: 1) buku teks, merupakan jenis bahan pustaka monograf berupa buku sirkulasi yang dapat dipinjam oleh pemustaka; 2) buku dengan kode HAT, merupakan jenis bahan pustaka monograf koleksi Hatta Corner atau koleksi langka; 3) buku dengan kode LS, merupakan jenis bahan pustaka monograf dengan subjek ilmu perpustakaan atau library science; 4) buku dengan kode PP, merupakan jenis bahan pustaka monograf berupa peraturan perundang-undangan; 5) buku dengan kode PRO, merupakan jenis bahan pustaka monograf prosiding, temu ilmiah, makalah seminar, dan sejenisnya; 6) buku referensi, merupakan jenis bahan pustaka monograf rujukan, seperti kamus, ensiklopedi, panduan, manual, laporan tahunan, dan sejenisnya. Pada jajaran koleksi, buku referensi diberi kode R; dan 7) buku dengan kode SAM, merupakan bahan pustaka monograf koleksi Sampoerna Corner. Sumber: data diolah, 2022 Gambar 4. Bahan Pustaka Monograf Yang Diolah Berdasarkan Jenis Tahun 2022 Gambar 4 mengilustrasikan efektivitas pengolahan bahan pustaka monograf tahun 2022 berdasarkan jenisnya. Gambar 3 menunjukkan bahwa dari 1.345 bahan pustaka monograf yang diolah, bahan pustaka dengan jenis buku teks sebanyak 1092 judul, buku dengan kode HAT sebanyak 2 judul, buku dengan kode LS sebanyak 25 judul, buku dengan kode PP sebanyak 7 judul, buku dengan kode PRO sebanyak 6 judul, buku referensi sebanyak 212 judul, dan buku dengan kode SAM sebanyak 1 judul. Bahan Pustaka Monograf Yang Diolah Berdasarkan Bahasa Bahan pustaka monograf yang diolah berdasarkan kategori bahasa dibedakan menjadi empat, meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Asing, Bahasa Jawa, dan Braille. Jumlah bahan pustaka monograf yang diolah berdasarkan bahasa dapat dilihat pada Gambar 5. Gambar 5 menunjukkan bahwa dari 1.345 bahan pustaka monograf yang diolah, sebanyak 1102 judul merupakan bahan pustaka monograf berbahasa Indonesia, sebanyak 82 judul bahan pustaka monograf berbahasa Asing, sebanyak 47 judul bahan pustaka monograf berbahasa Jawa, dan sebanyak 114 judul bahan pustaka monograf dengan huruf Braille. Sumber: data diolah, 2022 Gambar 5. Bahan Pustaka Monograf Yang Diolah Berdasarkan Bahasa Tahun 2022 Bahan Pustaka Monograf Yang Diolah Berdasarkan Tahun Terbit Gambaran bahan pustaka monograf yang diolah berdasarkan tahun terbit meliputi bahan pustaka dengan tahun terbit tertua adalah tahun terbit 1866, sedangkan bahan pustaka dengan tahun terbit terbaru adalah tahun terbit 2022 dari 1.345 bahan pustaka monograf yang diolah. Bahan pustaka dengan tahun terbit 1866 tersebut merupakan buku berjenis koleksi langka atau buku Hatta Corner. Pengadaan buku tersebut diperoleh melalui hadiah atau hibah dari Prof. Widayatmoko termasuk dalam koleksi langka dan bernilai sejarah. Bahan pustaka monograf yang diolah berdasarkan tahun terbit dapat dilihat pada Gambar 6. Sumber: data diolah, 2023 Gambar 6. Bahan Pustaka Monograf Yang Diolah Berdasarkan Tahun Terbit, Tahun 2022 Gambar 6 menunjukkan bahwa bahan pustaka monograf yang terbit antara tahun 18001989 berjumlah 40 judul, terbit antara tahun 1990-1999 berjumlah 68 judul, terbit antara 2000-2010 berjumlah 155 judul, terbit antara tahun 2011-2020 berjumlah 643 judul, dan terbit antara tahun 2021-2022 berjumlah 439 judul. Bahan pustaka monograf yang terbit antara tahun 1800-1989, 1990-1999, 2000-2010 dapat dikatakan sebagai koleksi yang sudah tidak up-to-date, usang atau obsolet. Bahan pustaka tersebut dilakukan proses pengolahan dengan berbagai pertimbangan, diantaranya sebagian merupakan koleksi langka yang ditempatkan di ruang Koleksi Langka/Hatta Corner, buku-buku referensi, dan buku teks dengan nilai sejarah dan informasinya masih relevan dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber rujukan.
Conclusion
Perpustakaan UGM telah efektif melaksanakan pengolahan bahan pustaka monograf. Kegiatan tersebut dikatakan efektif karena berdasarkan data pengolahan yang dilakukan telah sesuai atau melebihi target pengolahan bahan pustaka monograf yang telah ditentukan dalam sasaran kinerja pengolahan. Deskripsi/gambaran efektivitas pengolahan bahan pustaka monograf di Perpustakaan UGM selama tahun 2022, meliputi jumlah bahan pustaka monograf yang diolah, bahan pustaka monograf yang diolah berdasarkan nomor klasifikasi, jenis, bahasa, dan tahun terbit. Perpustakaan UGM telah melakukan pengolahan bahan pustaka monograf sebanyak 1.345 judul, 1.536 eksemplar selama kurun waktu 1 tahun, bulan Januari hingga Desember 2022, dari target kinerja sebanyak 1.200 judul/eksemplar. Dari 1.345 judul yang diolah, sebanyak 71 judul termasuk ke dalam golongan karya umum (kelas 000), 16 judul merupakan golongan ilmu filsafat (klas 100), 154 judul merupakan golongan ilmu agama (klas 200), 614 merupakan golongan ilmu sosial (kelas 300), dan 21 judul merupakan golongan ilmu bahasa (klas 400). Efektivitas pengolahan bahan pustaka monograf termasuk dalam golongan matematika dan ilmu pengetahuan alam (kelas 500) berjumlah 36 judul, golongan teknologi dan ilmu terapan (kelas 600) berjumlah 160 judul, golongan seni, hiburan, dan olahraga (kelas 700) berjumlah 57 judul, golongan kesusastraan (klas 800) berjumlah 100 judul, dan golongan geografi, biografi, dan sejarah (kelas 900) berjumlah 116 judul. Bahan pustaka monograf yang diolah tahun 2022 dibedakan menjadi 7 jenis, meliputi teks, HAT, LS, PP, PRO, Referensi, dan SAM. Pengolahan bahan pustaka monograf jenis Teks berjumlah 1.092 judul, jenis HAT berjumlah 2 judul, jenis LS berjumlah 25 judul, jenis PP berjumlah 7 judul, jenis PRO berjumlah 6 judul, jenis Referensi berjumlah 212 judul, dan jenis SAM berjumlah 1 judul. Sedangkan pengolahan bahan pustaka monograf berdasarkan bahasa meliputi Bahasa Indonesia sebanyak 1102 judul, Bahasa Asing sebanyak 82 judul, Bahasa Jawa sebanyak 47 judul, dan huruf Braille sebanyak 114 judul. berdasarkan tahun terbit, bahan pustaka monograf yang terbit tahun 1800-1989 sebanyak 40 judul, tahun 19901999 sebanyak 68 judul, tahun 2000-2010 sebanyak 155 judul, tahun 2011-2020 sebanyak 643 judul, dan tahun 2021-2022 sebanyak 439 judul.