KEMAS ULANG INFORMASI RANDAI BAGI SISWA DI SMAN 1 V KOTO TIMUR KABUPATEN PADANG PARIAMAN
Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang
Abstract
This paper discusses the need for randai information and the process of making Randai Information Repackage for Students at SMAN 1 V Koto Timur. This study aims to determine the need for randai information and how to re-make randai information for students in SMA N 1 V Koto Timur. This study uses a descriptive method that is conducting direct interviews with a number of students at SMAN N 1 V Koto Timur, Padang Pariaman Regency. First, the need for randai information in SMAN 1 V Koto Timur, there are still some students who want to meet the general information needs both from other information such as reading materials in the library such as books and randai activities themselves. Secondly, there are several stages in making information back: (1) Identifying user needs by collecting and examining what will be contained in the information package; (2) Finding the needed sources, searching for information by collecting selected books and articles/ journals from the internet; (3) The collection of information that has been obtained from several books and articles/ journals from the internet is then stored in a computer file or flashdisk; (4) Packaging information by selecting data from various sources of books and articles/ internet journals and packaged in printed form; (5) Determine the form of information packaging to be made, namely printed; (6) Editing, checking deficiencies and forming packaging to make it more attractive and easily read by information users; (7) Printing of packaging is in the form of print publication. Third, in making information repackaging there are some obstacles. First, Constraints: (1) Data search and information gathering; (2) Lack of expertise in making packaging; (3) Determination of information to be contained in the package. Second, the efforts made: (1) Gathering as much data as possible from books, journals and other official articles; (2) Asking for help from experts to help the process of making packaging; (3) Finding information from several journals and book.
Keywords:
information
· randai
· and repackage
Introduction
Sekolah merupakan salah satu komunitas terbesar yang terdiri dari generasi muda. Oleh sebab itu sasaran bidik pelestarian kesenian randai mengarah kepada lembaga pendidikan, terutama jenjang pendidikan SLTA/SMA. Sebagai salah satu lembaga pendidikan, hendaknya sekolah tetap berupaya untuk memberikan informasi dan melestarikan kesenian randai agar tidak kehilangan jati dirinya. Salah satu upaya untuk melestarikan kearifan lokal adalah melalui pendidikan muatan lokal (Agustina, 2012). Namun, pada kurikulum 2013 yang diterapkan saat ini, mata pelajaran Budaya Alam Minangkabau (BAM) ditiadakan. Sementara masyarakat, khususnya generasi muda perlu mempelajari Budaya Alam Minangkabau, salah satunya adalah dengan mengenalkan kesenian randai agar tidak kehilangan jati dirinya. Sebagai salah satu lembaga pendidikan, hendaknya sekolah tetap berupaya untuk memberikan informasi dan melestarikan kesenian randai agar tidak kehilangan jati dirinya. Begitu juga di SMA N 1 V Koto Timur, dalam memberikan informasi kesenian randai juga pernah mengadakan kegiatan ekstrakurikuler. Akan tetapi pemberian informasi tersebut hanya sebatas pada kegiatan ekstrakurikuler atau yang mengikuti kegiatan tersebut. Di Perpustakaan SMA N 1 V Koto Timur, juga belum terdapat bahan bacaan atau literatur tentang kesenian randai yang memberikan informasi tentang randai kepada siswa yang mengunjungi perpustakaan tersebut. Informasi-informasi tersebut hanya diketahui oleh siswa yang melaksanakan kegiatan randai dan siswa yang melihat kegiatan itu dilaksanakan. Namun informasi penting tentang asal muasal dan pengertian randai jarang di ketahui oleh siswa di SMAN 1 V Koto Timur dan selain itu banyaknya di luar sana informasi-informasi yang belum terstruktur dengan baik sehingga menyulitkan siswa untuk menelusurinya. Randai merupakan salah satu dari sekian banyak kesenian yang ada di Minangkabau. Dalam penyelenggaraan, biasanya randai dilakukan untuk kegiatan upacara-upacara adat dalam kebudayaan Minangkabau. Randai dimainkan secara berkelompok dengan membentuk lingkaran, kemudian melangkahkan kaki secara perlahan, sambil menyampaikan informasi dalam bentuk nyanyian secara bergantigantian. Fungsi randai sendiri ialah sebagai seni pertunjukan hiburan yang didalamya juga disampaikan pesan dan nasihat. Perkembangan dan perubahan informasi pada saat sekarang ini begitu cepat dan pesat sehingga menyebakan terjadinya ledakan informasi yang dapat mempengaruhi aspek kehidupan manusia, salah satu dampak buruknya menyulitkan pengguna informasi dalam memilih informasi yang sesuai kebutuhannya. Informasi memiliki nilai guna apabila memberikan ilmu pengetahuan dan dapat bermanfaat bagi pemakainya, adapun informasi tentang kesenian randai ini akan lebih baik dan bermanfaat apabila penyajian informasinya dalam bentuk kemasan informasi sehingga memudahkan pencari informasi dalam menelusurinya. Kemas ulang informasi merupakan bagian kegiatan mengemas kembali atau mentransfer dari satu bentuk ke bentuk lain dalam kemasan yang lebih menarik untuk memfasilitasi interaktivitas pengguna dalam menerapkan informasi, dan pelayanan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi spesifik (Muchlis, 2017). Sebelum pembuatan kemas ulang informasi, hal penting yang dilakukan adalah mengetahui bagaimana tahap-tahap atau prosedur dalam membuat sebuah kemasan informasi yang sesuai kebutuhan pemakai. Menurut Djamarin (2016) agar informasi yang dikemas sesuai dengan kebutuhan pengguna, pengemasan informasi dilakukan mengikui tahapan sebagai berikut: (a) Identifikasi kebutuhan pengguna.; (b) pengambilan informasi serta pemilihan sumber informasi; (c) pengemasan informasi.; (d) menentukan sasaran audience, bentuk kemasan, dan membuat time schedule serta merancang biaya; (e) menentukan strategi dalam mencari jenis sumber informasi yang dapat membantu menemukan informasi yang dibutuhkan; (f) menetapkan cara dan sistem penyebarluasan kemasan informasi yang sudah jadi; (g) mentransfer informasi dalam bentuk tercetak maupun basis data; (h) mendistribusikan, menyebarkan, mendisminasikan, memasarkan kemasan informasi dengan cara promosi maupun pendidikan pemakai; (i) evaluasi produk dan proses pembuatannya.
Method
Metode yang digunakan dalam penulisan makalah tugas akhir ini adalah metode deskriptif yaitu terdiri dari pengamatan (observasi) dan wawancara. Wanwancara dilakukan dengan beberapa siswa di SMAN 1 V Koto Timur yang merupakan siswa yang sebelumnya pernah melaksakan kegiatan ekstrakurikuler randai.
Discussion
1. Kebutuhan Informasi Randai di SMAN 1 V Koto Timur Kemas ulang informasi merupakan suatu kegiatan mengemas kembali informasi dari berbagai sumber untuk memudahkan pencari informasi dalam memenuhi kebutuhan informasinya. Dengan kemas ulang informasi ini, hendaknya dapat membantu siswa di SMAN 1 V Koto Timur untuk memenuhi kebutuhan informasinya seperti, memudahkan dalam pencarian informasi randai, menambah wawasan randai bagi siswa, dan juga sebagai bahan pembelajaran. Pertama, memudahkan pencarian informasi, Informasi-informasi tentang randai di SMAN 1 V Koto Timur hanya diketahui oleh siswa yang melaksanakan kegiatan randai dan siswa yang melihat kegiatan itu dilaksanakan. Namun informasi penting tentang asal muasal dan pengertian randai jarang di ketahui oleh siswa di SMAN 1 V Koto Timur. Sesuai dengan wawancara yang telah dilakukan pada tanggal 1 Agustus 2019 dengan siswa yang telah mengikuti kesenian randai beberapa tahun yang lalu, sebelum kesenian randai tersebut berhenti dilaksanakan pada tahun ajaran 2018/2019. Adapun hasil wawancara dengan Responden 1 (R1). “Kalau untuk gerakan mengkin sudah, tapi untuk teori lebih dalam mungkin belum, karena masih ada informasi seperti pengertian, struktur dan sebagainya yang belum saya paham bang.” Dan wawancara dengan (R2) sebagai berikut. “Unsur yang saya ketahui cuma yang saya lakukan pada latihan saja bang, seperti pemain musik, pembaca cerita, kegiatan tepuk gelombang dan sebagainya. Tapi untuk pengertian dan sebagainya kurang paham bang.” Dari hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa masih ada beberapa siswa yang masih belum terpenuhi kebutuhan informasinya walapun sudah melaksanakan kegiatan randai. Informasi yang didapat oleh siswa di SMAN 1 V Koto Timur hanya melalui dari kegiatan ekstrakurikuler yang pernah dilakukan seperti gerakan, permainan pencak silat, gerak gelombang dan hal lain yang biasa dilaksanakan. Akan tetapi pemberian informasi tersebut hanya sebatas pada kegiatan ekstrakurikuler atau yang mengikuti kegiatan tersebut. Di Perpustakaan SMA N 1 V Koto Timur, juga belum terdapat bahan bacaan atau literatur tentang kesenian randai yang memberikan informasi tentang randai kepada siswa yang mengunjungi perpustakaan tersebut. Perkembangan dan perubahan informasi pada saat sekarang ini begitu pesat, sehingga menyebabkan terjadinya ledakan informasi yang dapat menyulitkan pengguna informasi dalam memenuhi kebutuhan informasinya, khususnya siswa di SMAN 1 V Koto Timur. Dengan adanya kemas ulang informasi randai hendaknya dapat membantu siswa dalam memudahkan pencarian informasi tentang randai dan juga menambah wawasan siswa dalam memenuhi kebutuhan informasinya. Kedua, sebagai baha pelajaran. dengan diterapkannnya Kurikulum 2013 pada Tahun 2017, maka mata pelajaran Budaya Alam Minangkabau (BAM) secara otomatis dihapuskan. BAM merupakan mata pelajaran yang khusus memberikan materi pelajaran tentang kebudayaan yang ada di Minangkabau seperti pepatah-petitih, rumah gadang, pacu jawi, kesenian randai dan sebagainya. Oleh karena itu, jika pelajaran tersebut dihapuskan informasi tentang randai akan berkurang bagi siswa baik itu dalam proses pembelajaran maupun pengetahuan umum lainnya. Dengan adanya kemas ulang informasi randai, hendaknya dapat membantu siswa untuk dapat mencari referensi dalam pencarian informasi yang digunakan pada saat proses pembelajaran. Hal ini akan memudahkan siswa dan menambah bahan bacaan di Perpustakaan SMAN 1 V Koto Timur nantinya. 2. Pembuatan Kemas Ulang Informasi Randai di SMAN 1 V Koto Timur Untuk memudahkan pembuatan kemas ulang informasi randai diperlukan tahapan supaya pembuatan kemas ulang bisa terstruktur dan rapi. Adapun tahapan-tahapan dalam pembuatan kemas ulang informasi ini sesuai dengan tahapan yang telah dikemukakan oleh Djamarin (2016). Terdapat tujuh tahapan yang dikemukakan, yaitu: (1) identifikasi kebutuhan pemakai; (2) mencari sumber yang dibutuhkan; (3) pengumpulan informasi,; (4) pengemasan informasi; (5) menentukan bentuk kemasan; (6) melakukan editing; (7) mencetak kemasan. Dengan adanya tahapan-tahapan dalam pembuatan kemas ulang informasi randai dapat memudahkan dalam pembuatan kemas ulang tersebut. Pertama, identifikasi kebutuhan pemakai, dalam menentukan kebutuhan informasi pengguna tersebut tentunya harus dilakukan identifikasi terkait dengan kebutuhan informasi yang diperlukan oleh setiap pengguna. Identifikasi kebutuhan pengguna dilakukan melalui penelitian melalui wawancara dan literatur sumber bahan yang akan menjadi sumber informasi. Pemakai atau pengguna informasi merupakan salah satu dari seseorang yang akan mengkonsumsi informasi, tentunya setiap pengguna mempunyai kebutuhan informasi yang berbeda-beda. Dalam menentukan kebutuhan informasi pengguna tersebut tentunya harus dilakukan identifikasi terkait dengan kebutuhan informasi yang diperlukan oleh setiap pengguna. Identifikasi kebutuhan pengguna dilakukan melalui penelitian melalui wawancara dan literatur sumber bahan yang akan menjadi sumber informasi. Kedua, mencari sumber yang dibutuhkan, setelah mengidentifikasi kebutuhan pengguna, selanjutnya dilakukan pengumpulan informasi atau mencari sumber yang dibutuhkan dan relevan bagi pengguna informasi. Informasi dapat diperoleh dari menelusuri berbagai sumber, antara lain buku, artikel/jurnal terpilih, dan internet. Dalam proses pembuatan perlu memperhatikan sumber informasi tersebut. Penelusuran informasi dengan mengumpulkan beberapa buku dan artikel terpilih mengenai randai, pemilihan sumber informasi penting untuk menjamin kebenaran informasi. Dengan demikian dapat disimpukan bahwa setelah mengidentifikasi kebutuhan pemakai, maka hal yang harus dilakukan yaitu mencari sumber yang dibutuhkan dengan cara penelususran dari berbagai sumber seperti buku, jurnal/artikel dan dari internet. Hal ini dilakukan untuk memudahkan dalam pengumpulan informasi yang merupakan bagian dari tahapan pembuatan kemas ulang nantinya. Ketiga, pengumpulan informasi, setelah mencari sumber yang dibutuhkan, kegiatan selanjutnya adalah mengumpulkan informasi yang telah didapat dan menyimpan ke dalam bentuk penyimpanan data. Baik disimpan ke dalam flashdisk atau disimpan ke dalam komputer dan dibuatkan satu file tentang randai. Teknik pengumpulan informasi dalam pengemasan dilakukan agar memudahkan dalam menganalisis informasi dan menyeleksi informasi yang akan dikemas. Pengumpulan informasi ini diperoleh dari beberapa buku, jurnal/artikel dan sumber internet. Hal ini dilakukan untuk menjamin kebenaran atau kevalidan informasi agar tidak terjadi kesalahpahaman. Keempat, Setelah melakukan tahap pengumpulan informasi, selanjutnya masuk ke tahap berikutnya yaitu pengemasan informasi. Dalam pengemasan informasi sangat menentukan nilai guna kemasan yang dihasilkan. Kegiatan pengemasan informasi perlu memahami materi yang akan dikemas, bentuk kemasan, serta cara mengemasnya. Informasi yang didapat dikemas ke dalam bentuk informasi yang lebih efektif dan efisien dengan cara mengemas ulang kembali informasi dengan menambahkan ke dalam bentuk/format kemasan informasi sesuai dengan kebutuhan pemakai. Sebelum menetukan bentuk kemasan, hal pertama yang dilakukan adalah membuat rancangan produk kemas ulang informasi agar memudahkan dalam mengerjakan pembuatan produk kemas ulang informasi dalam bentuk fisik. Sebagai pedoman dalam membuat produk kemas ulang informasi. Tujuan pembuatan rancangan buku ini adalah sebagai pedoman agar memudahkan dalam mengerjakan pembuatan bukunya. Adapun proses rancangan pembuatan buku kemas ulang informasi randai adalah dengan pembuatan atau penyusunan kerangka karangan. Menyusun kerangka penulisan adalah salah suatu rancangan kerja yang memuat garis besar ketentuanketentuan pokok bagaimana suatu topik harus diperinci, dikembangkan dan disusun secara teratur dan terstruktu. Fungsi dari penyusunan kerangka penulisan adalah untuk memperlihatkan pokok bahasan dan memudahkan penyusunan penulisan tentang sebuah produk yang di rancang.Adapun beberapa bagian yang ada dalam bentuk tercetak ini dimulai dari sampul atau cover, kata pengantar, daftar isi, bagian bab, penutup dan lain sebagainya. Pembuatan produk kemas ulang informasi ini seperti yang telah dijelaskan pada tahapan kemas ulang sebelumnya yaitu menggunakan aplikasi Microsoft Office 2010 dengan menggabungkan beberapa elemen bagian seperti, shape, warna, gambar serta tek yang natinya akan memuat berbagai informasi. Kelima, menentukan bentuk kemasan, Dalam proses pengemasan ulang informasi, penyedia informasi akan menentukan bentuk kemasan apakah dalam bentuk publikasi cetak , audio visual dan pangkalan data. Pada tahap ini jenis kemas informasi yang akan dibuat dalam bentuk publikasi cetak. Dalam pembuatan kemas ulang bentuk publikasi cetak perlu dibuatkan cover halaman depan, cover juga berfungsi untuk menarik minat pengguna atau pembaca dan merupakan identitas dari isi keseluruhan. Pembuatan cover menggunakan Microsoft Office Word 2010. Bentuk kemasan dibuat berdasarkan objek yang akan diberikan. Dalam kemas informasi ini, objek yang ditujui yaitu siswa di SMA N 1 V Koto Timur. Siswa tersebut merupakan remaja yang lebih menyukai tampilan kemasan yang menarik dan tidak bosan untuk dibaca. Maka dalam kemas ulang informasi randai, penulis memberikan warna halaman abu-abu dan tulisan atau font yang lebih menarik dan tidak bosan dibaca oleh siswa SMA N 1 V Koto Timur. Keenam, melakukan editing, dalam proses pembuatan kemas ulang informasi, penyedia informasi akan melakukan pemeriksaan ulang atau juga bisa disebut dengan editing untuk memastikan kelengkapan dan kekurangan dari kemas ulang. Kekurangan tersebut biasa terjadi pada penggunaan seperti titik, koma serta kalimat setiap paragraf sebelum proses pengemasan ulang informasi selesai. pada kegiatan ini juga dilakukan proses mengatur bentuk kemasan seperti latar halaman, jenis huruf, ukuran huruf dan sebagaimanya. Hal ini dilakukan supaya bentuk kemasan lebih menarik dan lebih mudah dibaca oleh pengguna informasi. Pada kegiatan ini juga dilakukan proses mengatur bentuk kemasan seperti latar halaman, jenis huruf, ukuran huruf dan sebagaimanya. Hal ini dilakukan supaya bentuk kemasan lebih menarik dan lebih mudah dibaca oleh pengguna informasi. Ketujuh, mencetak kemasan, Mencetak kemasan merupakan tahap terakhir dalam melakukan pengemasan informasi. Bentuk yang dibuat adalah publikasi cetak. Kemas ulang informasi dalam bentuk cetak dapat membantu dan mempermudah siswa dalam penelususran informasi, sehingga pengguna tidak perlu membuang waktu untuk menelusur satu kebutuhan informasi dari banyaknya informasi saat ini. 3. Kendala dan Upaya dalam Pembuatan Kemas Ulang Informasi Randai di SMAN 1 V Koto Timur Dalam penulisan makalah ini, banyak pengetahuan yang penulis dapatkan dalam proses dan pencarian informasi kemas ulang informasi randai. Namun penulis juga memiliki beberapa kendala dalam proses pembuatan kemas ulang tersebut. Kendala dalam pembuatan kemas ulang informasi tersebut ialah: (1) Pencarian data dan penelusuran informasi yang masih kurang seperti jurnal dan buku; (2) Kurangnya keahlian penulis dalam pembuatan kemas ulang informasi randai; (3) Penetuan informasi yang akan dimuat ke dalam kemas ulang informasi. Adapun upaya yang dilakukan untuk mengatasi atau mengurangi kendala dalam pembuatan kemas ulang tersebut ialah: (1) Pencarian informasi dari artikel ilmiah, buku dan artikel resmi lainnya; (2) Meminta bantuan kepada ahli dan mempelajari melalui aplikasi Youtube; (3) Menentukan informasi melalui acuan dari referensi lain.
Conclusion
Berdasarkan uraian pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa kebutuhan informasi randai bagi siswa di SMAN 1 V Koto Timur yaitu kebutuhan yang bersifat bahan bacaan, karena informasi randai di SMAN 1 V Koto Timur belum memiliki bahan bacaan yang menjadi acuan bagi siswa untuk mengetahui kesenian randai. Adapun tahapan pembuatan kemas ulang informasi yaitu, (1) identifikasi kebutuhan pemakai; (2) mencari sumber yang dibutuhkan; (3) pengumpulan informasi,; (4) pengemasan informasi; (5) menentukan bentuk kemasan; (6) melakukan editing; (7) mencetak kemasan. Dalam pembuatan kemas ulang informasi randai memiliki beberapa kendala yang bisa menghambat dalam pengamasan informasi randai. Seperti: (1) Pencarian data dan penelususran informasi yang masih kurang seperti jurnal dan buku; (2) Kurangnya keahlian penulis dalam pembuatan kemas ulang informasi randai; (3) Penetuan informasi yang akan dimuat ke dalam kemas ulang informasi. Dan upaya dalam menhadapi kendala tersebut ialah (1) Pencarian informasi dari artikel ilmiah, buku dan artikel resmi lainnya; (2) Meminta bantuan kepada ahli dan mempelajari melalui aplikasi Youtube; (3) Menentukan informasi melalui acuan dari referensi lain. E. Saran Berdasarkan simpulan yang diperoleh, maka penulis memberikan beberapa saran yang menjadi bahan pertimbangan berkaitan dengan kemas ulang informasi randai. Pertama, kebutuhan informasi merupakan hal yang sangat penting untuk dipenuhi, untuk itu penulis memberikan saran kepada pembaca untuk dapat menjaga kemas ulang informasi randai, agar nantinya juga berguna bagi penerus selanjutnya. Kedua, bagi siswa di SMAN 1 V Koto Timur, penulis menyarankan untuk bisa menjaga dan melestarikan kesenian randai supaya tidak kehilangan jati dirinya sebagai suatu kesenian asli Minangkabau.