Implementasi Model Literasi Informasi Pathways To Knowledge Dalam Strategi Promosi Lapak Baca Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (HMPS IPII) UIN SATU Tulungagung Periode 2023
Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung; Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
Abstract
In this era of all-technology, there needs to be real awareness and movement within each individual to increase interest in literacy, especially among children. The 2023 Islamic Library and Information Science Study Program Student Association management has contributed to helping the government increase children's interest in reading by holding reading stalls in Tulungagung's Aloon-Aloon park. This study discusses the application of the Pathways to Knowledge method as a strategy for promoting reading stalls activities to the public. This article uses field research methods(field research) with a descriptive qualitative research approach. Based on the results of the researchers' observations, unknowingly the reading stall committee has implemented the Pathways to Knowledge literacy model in promoting its activities in the community. There are obstacles faced by the reading stalls committee, namely at the stage appreciation and level pra search often failed to persuade the target to come to the reading booth stand.
Keywords:
Reading booths
· Pathways to knowledge
· Promotion strategy
Introduction
Di era perkembangan teknologi saat ini, kebiasaan membaca harus ditanamkan sejak usia dini sebab, saat ini anak-anak lebih senang untuk bermain gadget daripada membaca buku. Hal ini dikarenakan gadget memberi tampilan visual yang lebih menarik daripada buku. Jika anak tetap dibiarkan bermain gadget tanpa adanya pembatasan, hal tersebut tentu akan semakin menurunkan tingkat literasi bangsa. Keadaan tersebut akan semakin diperparah dengan kurangnya kepedulian keluarga terhadap pentingnya membaca. Untuk itu, perlu upaya-upaya yang harus dilakukan agar minat baca masyarakat meningkat. Ada beberapa pihak yang berperan penting dalam peningkatan minat baca, yaitu pemerintah, pustakawan, perpustakaan, dan masyarakat. Masyarakat dalam hal ini juga berperan penting untuk membantu mengurangi rendahnya tingkat literasi masyarakat khususnya anak-anak seperti yang dilakukan oleh pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam UIN SATU Tulungagung periode 2023 dengan menyelenggarakan kegiatan lapak baca sebagai upaya membantu pemerintah dalam meningkatkan minat baca masyarakat khususnya masyarakat sekitar Tulungagung. Kegiatan lapak baca merupakan salah satu program kerja HMPS IPII Periode 2023 yang dilaksanakan untuk membantu meningkatkan literasi masyarakat khususnya anak-anak sekitar Tulungagung dengan memberikan bahan bacaan gratis. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdiknas, 2008:788), kata lapak memiliki arti (1) tempat; (2) lapik. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdiknas, 2008:109) kata baca merupakan kata dasar dari membaca yang berarti (1) melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis; (2) mengeja atau melafalkan apa yang tertulis; (4) mengucapkan; (5) mengetahui; (6) mempertimbangkan. Jadi lapak baca adalah suatu wadah bagi masyarakat untuk melihat, memahami, dan melafalkan apa yang terdapat didalam buku dengan duduk diatas lapik atau tikar. Dengan latar belakang anak-anak yang pastinya kurang tertarik dengan buku di era saat ini, panitia penyelenggara lapak baca harus melakukan berbagai cara atau promosi agar anak tertarik untuk diajak berkunjung ke stand lapak baca HMPS IPII 2023. Peneliti mengamati panitia lapak baca HMPS IPII 2023 menerapkan model literasi informasi pathways to knowledge dalam mempromosikan kegiatannya kepada anak-anak. Model literasi informasi yang panitia gunakan kami rasa sangat sesuai, hal ini dikarenakan tujuan dari model pathways adalah agar anak-anak tertarik dan mau diajak berliterasi. Panitia penyelenggara melakukan cara promosi offline, yaitu dengan menyebarkan pamflet kepada pengunjung aloon-aloon Tulungagung secara langsung. Agar pengunjung lebih tertarik, panitia mencoba berkomunikasi dengan menjelaskan sekilas mengenai rangkaian kegiatan yang ada di stand menggunakan kalimat-kalimat yang bersifat persuasif. Menumbuhkan minat baca merupakan suatu hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Indonesia masih menjadi negara dengan tingkat minat baca terendah, oleh karena itu, perlu adanya kesadaran dari masyarakat untuk menumbuhkan budaya baca terutama pada kalangan anak agar mereka terbiasa membaca. Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam periode 2023 tertarik untuk membantu meningkatkan literasi masyarakat khususnya masyarakat Tulungagung, maka dari itu di periode ini mengadakan kegiatan lapak baca di Taman Aloon – Aloon Tulungagung guna menjangkau khalayak yang lebih luas.
Method
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan, dimana peneliti harus terjun langsung ke lapangan di tempat penelitian yang peneliti ambil. Adapun tujuan penelitian lapangan adalah untuk mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data yang bersumber dari lokasi penelitian. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, yaitu suatu penelitian yang menilai dan mengungkapkan permasalahan mengenai apa adanya sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan (Fuad dan Nugroho, 2012:29).
Result & Discussion
Hasil yang dapat disimpulkan dalam penelitian ini adalah bahwa panitia lapak baca HMPS IPII periode 2023 telah menerapkan cara atau strategi agar anak tertarik untuk diajak berliterasi dengan melalui 6 tahapan yang ada pada model Pathways to Knowledge. Keenam tahapan tersebut dilaksanakan keseluruhan sesuai dengan urutan tahapan yang ada (appreciation, pra search, search, interpretation, communication, and evaluation). Tujuan diterapkannya model ini adalah membuat masyarakat khususnya anak-anak tertarik untuk berliterasi sehingga diharapkan dapat membantu meningkatkan budaya literasi bangsa. Secara lebih rinci, penerapan keenam tahapan model Pathways dalam kegiatan lapak baca HMPS IPII periode 2023 yaitu: 1) Appreciation (Apresiasi dan menikmati) Langkah pertama yang panitia lapak baca lakukan adalah dengan menyebarkan pamflet secara offline kepada para pengunjung Taman Aloon – Aloon Tulungagung. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar para pengunjung mengetahui bahwa di Taman Aloon – Aloon pada saat itu ada sebuah stand lapak baca yang mana kegiatannya ada membaca, mewarna, dan menggambar yang dapat diakses secara gratis oleh semua kalangan. Dalam menyebarkan pamflet ini tidak ada kriteria khusus, namun lebih disasarkan pada kalangan anak-anak. 2) Pra search (Persiapan dan Pencarian) Pathways (1955) mengungkapkan tahap pra search memungkinkan pencari untuk membuat hubungan dan pengetahuan sebelumnya mungkin dengan brainstorming web atau pertanyaan yang berfokus pada apa yang mereka ketahui tentang topik mereka dan apa yang ingin mereka ketahui. Pada tahap ini panitia berusaha mencari referensi bagaimana agar orang tersebut mau datang ke lapak baca. Pada promosi dengan sasaran anak-anak, panitia berusaha membujuk mereka dengan mengatakan bahwa di lapak juga sudah banyak yang bergabung, kegiatannya juga tak kalah seru, dan nantinya yang datang ke lapak kami bakal dapat hadiah. 3) Search (Pencarian) Selama tahap pencarian, pencari mengidentifikasi penyedia informasi, sumber daya, dan alat yang sesuai, kemudian merencanakan dan menerapkan strategi pencarian untuk menemukan informasi yang relevan dengan pertanyaan penelitian atau kebutuhan informasi mereka. Pencari terbuka untuk menggunakan alat dan sumber cetak dan elektronik, pencarian kooperatif dan interaksi dengan para ahli. Dari tahap search dan prasearch tadi cukup banyak anak-anak yang bersedia ikut panitia ke stand lapak. 4) Interpretation (Interpretasi) Pathways (1955) mengungkapkan bahwa informasi membutuhkan interpretasi atau penafsiran untuk menjadi pengetahuan. Tahap ini melibatkan para pencari dalam proses menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi informasi untuk menentukan relevansi dan kegunaannya bagi pertanyaan penelitian atau kebutuhan informasi mereka. Setelah mereka sampai di stand lapak, mereka disambut dengan riang oleh para panitia lain yang sedang bertugas menjaga stand. Kemudian mereka ditanya satu per satu apakah mereka mau membaca, menggambar, atau mewarnai. Jika memilih mewarnai maka mereka akan dikelompokkan bersama dengan anak-anak lain yang sedang mewarnai, begitupun jika memilih membaca buku maka mereka akan diminta duduk dengan kelompok pembaca. 5) Communication (Komunikasi) Setelah mereka semua tergabung dalam kelompoknya masing-masing, panitia telah dibagi,ada yang bagian mendampingi mewarna, menggambar, dan juga membaca. Bagi kelompok mewarna dan menggambar kami ajak berinteraksi, guna menambah keakraban dan saling berbagi informasi, seperti menanyakan asal rumahnya mana, kelas berapa, kesini sama siapa, kira-kira gambar ini cocok di warna apa. 6) Evaluation (Evaluasi) Pappas & Tepe (2002) mengungkapkan evaluasi (diri dan rekan) sedang berlangsung dalam model proses informasi non linier mereka dan harus terjadi di setiap tahap. Penelusur menggunakan evaluasi proses mereka untuk membuat revisi yang memungkinkan mereka mengembangkan proses pencarian informasi unik mereka sendiri. Melalui proses evaluasi dan revisi yang berkelanjutan inilah para pencari mengembangkan kemampuan untuk menjadi pencari yang mandiri. Para pencari juga mengevaluasi produk mereka atau hasil dari komunikasi pengetahuan baru mereka tadi. Setelah pengunjung selesai menggambar, mewarnai, maupun membaca, kami ajak mereka untuk foto bersama setelah itu kami berikan hadiah sebagai bentuk ucapan terima kasih kami kepada mereka karena telah bersedia datang ke lapak baca kami. Kami melihat mereka cukup senang dengan adanya kegiatan tersebut.
Conclusion
Pelaksanaan strategi promosi kegiatan lapak baca HMPS IPII 2023 dengan menggunakan model literasi Pathways to Knowledge dapat dikatakan berhasil dan cukup efektif dalam menarik minat anak untuk datang ke stand. Hal ini dapat dilihat dari adanya daftar buku pengunjung total ada 55 orang dan masih ada beberapa orang yang tidak tercatat, sementara panitia menargetkan sejumlah 30 pengunjung. Kendala yang panitia hadapi adalah pada bagian tahap pertama dan kedua yakni tahap appreciation dan tahap pra search sering kali gagal membujuk target atau sasaran, oleh karena itu diperlukan juga peran dan kesadaran dari orang tua akan pentingnya menumbuhkan literasi sehingga para orang tua dapat ikut membujuk anaknya meramaikan stand lapak baca yang diadakan oleh pengurus HMPS IPII 2023.