PENERAPAN SOFTWARE ATHENAEUM LIGHT 8.5 SEBAGAI SISTEM AUTOMASI DI PERPUSTAKAAN AKADEMI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG
Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang
Abstract
The purpose of this study was: (1) to explain the stages of the process of using the software in the Library Athenaeum Light 8.5 Padang and Industrial Technology Academy and identify the factors that need to be consideration in using the software in the Library Athenaeum Light 8.5 Padang Industrial Technology Academy. Data were collected by means of observation in Padang Industrial Technology Academy Library. Data analysis was done descriptively. Based on data analysis, it can be concluded that the first, the application of library automation is very important because it makes it easy for pemustaka to be used as a search tool and accelerate the work of librarians. Activities using the library automation software in the Library Athenaeum Light 8.5 Padang Industrial Technology Academic namely: (1) management members, (2) circulation, which consists of: (a) borrowing, (b) refund; (c) extension, (3) cataloging , (4) processing, which consists of: (a) collection of data input, b) labeling); 5) search, which consists of: (a) fast find; (b) easy find; (b) detail find; (6) report. Second, the factors that needs to dipertimbangankan in using the software in the Library Athenaeum Light 8.5 Padang Industrial Technology Academy, among others: (1) the availability of human resources, (2) the availability of facilities, (3) availability of computer networks.
Keywords:
Athenaeumk Light 8.5
· Library Automation
Introduction
Perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan informasi membawa dampak di semua bidang tidak terkecuali perpustakaan. Untuk mengikuti perkembangan tersebut. Pustakawan harus mengaplikasikan perangkat teknologi tersebut dalam kegiatan keseharian mulai dari kegiatan pemesanan, pengadaan, pengatalogkan, pengawasan sirkulasi, manajemen statistik koleksi supaya para pemustaka dapat menelusuri informasi yang sesuai dengan pilihan informasi yang diinginkan Kemajuan dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sangat pesat, sehingga menuntut masyarakat untuk lebih peka terhadap perubahan yang ada melalui informasi yang tersedia. Banyak sekali media sebagai sumber informasi tersebut baik manual maupun elektronik. Tentu saja pemanfaatannya disesuaikan dengan kebutuhan maupun profesi masing-masing individu tanpa melupakan sikap selektif pemustaka dan perpustakaan merupakan salah satu sumber tersebut. Menurut Sulistyo-Basuki (1991: 51) perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan yang terdapat pada perguruan tinggi, badan bawahannya, maupun lembaga yang berafiliasi dengan perguruan tinggi. Perguruan tinggi adalah merupakan bagian dari lembaga induknya yang bertujuan untuk mencapai tujuan perguruan tinggi yaitu Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sebagai unsur penunjang perguruan tinggi dalam mencapai visi dan misinya, Menurut Wijayanti (2008:3) perpustakaan memiliki berbagai fungsi. Pertama, fungsi edukasi, perpustakaan merupakan sumber belajar para civitas akademika, oleh karena itu koleksi yang mendukung pencapaian tujuan pembelajaran pengorganisasian bahan pembelajaran setiap program studi, Koleksi tentang strategi belajar mengajar dan materi pendukung pelaksanaan evaluasi pembelajaran. Kedua, fungsi informasi, perpustakaan merupakan sumber informasi yang mudah diakses oleh pencari dan pengguna informasi. Ketiga, fungsi riset, perpustakaan mempersiapkan bahan-bahan primer dan skunder yang paling mutakhir sebagai bahan untuk melakukan penelitian dan pengkajian ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Koleksi pendukung penelitian di perpustakaan perguruan tinggi mutlak dimiliki, karena tugas perguruan tinggi adalah menghasilkan karya-karya penelitian yang dapat diaplikasikan untuk kepentingan pembangunan masyarakat dalam berbagai bidang. Keempat, fungsi rekreasi, perpustakaan harus menyediakan koleksi rekreatif yang bermakna untuk membangun dan mengembangkan kreativitas, minat dan daya inovasi pengguna perpustakaan. Kelima, fungsi puplikasi, perpustakaan selayaknya juga membantu melakukan puplikasi karya yang dihasilkan oleh warga perguruan tingginya yakni civitas akademik dan staf non-akademik. Keenam, fungsi deposit, perpustakaan menjadi pusat deposit untuk seluruh karya dan pengetahuan dihasilkan oleh warga perguruan tingginya. Ketujuah, fungsi interpretasi, perpustakaan sudah seharusnya melakukan kajian dan memberikan nilai tambah terhadap sumbersumber informasi yang dimilikinya untuk membantu pengguna dalam melakukan dharmanya. Menurut Saleh (2008:1.17) fungsi perpustakaan perguruan tinggi dapat ditinjau sedikitnya dari dua segi sebagai berikut: (1) dari segi layanan, perpustakaan mempunyai enam fungsi, yaitu sebagai pusat: (a) pengumpulan informasi, pengelolaan informasi, penelusuran informasi; (b) pemanfaatan informasi, penyebarluasan informasi; (c) pemeliharaan serta pelestarian informasi; (2) dari segi program kegiatannya perpustakaan mempunyai tiga macam fungsi, yaitu: (a) sebagai pusat layanan informasi untuk program pendidikan dan pengajaran, (b) sebagai pusat layanan informasi untuk program penelitian, dan (c) sebagai pusat layanan informasi untuk program pengabdian pada masyarakat. Sistem automasi perpustakaan sering disebut dengan sistem perpustakaan terintegrasi (Integrated Library System) sering juga diistilahkan dengan penggunaan teknologi informasi pada perpustakaan, di mana kegiatan perpustakaan dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi. Menurut Pendit dalam Indrakasih (2011:8) automasi perpustakaan yang terutama bercirikan penggunaan pangkalan data ukuran besar, dengan kandungan cantuman tekstual yang dominan, dan dengan fasilitas utama dalam hal menyimpan, menemukan, dan menyajikan informasi. Automasi perpustakaan diperlukan untuk meningkatkan mutu layanan kepada pemustaka dan dapat meningkatkan kemampuan perpustakaan dalam mengikuti pertambahan koleksi, transaksi dan menyalin kerja sama dengan perpustakaan lainnya. Penerapan automasi perpustakaan membutuhkan perangkat lunak dalam menjalankannya. Perangkat lunak ini dapat diperoleh dengan cara membeli atau menggunakan perangkat lunak gratis. Ternyata tidak semua perpustakaan mampu membeli perangkat lunak ini karena harganya yang cukup mahal. Apalagi bagi perpustakaan yang memiliki keterbatasan anggaran. Menurut Hasugian dalam Febrianto (2012:17) salah satu faktor penting yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan perangkat lunak ialah harga perangkat lunak yang akan dibeli. Mahal atau murahnya harga suatu perangkat lunak harus dipertimbangkan dengan fasilitas yang tersedia di dalamnya. Semakin lengkap fasilitasnya tentu harganya semakin mahal. Pustakawan perlu melakukan perhitungan yang cermat sesuai dengan kemampuan anggaran perpustakaan. Mahalnya harga perangkat lunak automasi inilah yang menyebabkan banyak perpustakaan yang tidak mampu melakukan automasi perpustakaan, sebagai alternatif agar perpustakaan mampu melakukan automasi perpustakaan, Pengelola perpustakaan dapat menggunakan perangkat lunak gratis Open Source Software (OSS). Selanjutnya adalah ketersediaan software aplikasi oleh automasi perpustakaan. Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa saat ini telah banyak beredar sistem informasi perpustakaan yang bebas pakai. Perangkat lunak yang dapat digunakan gratis untuk membangun sistem informasi perpustakaan antara lain Athenaeum Light, OpenBiblio, PhpMylibrary, Otomige-X, X-Igloo, Senayan, dan lain-lain. Pemilihan software yang tepat untuk automasi perpustakaan harus mempertimbangkan keadaan dari perpustakaan. Alasan memilih Athenaeum Light 8.5 sebagai sistem automasi. Pertama, kebutuhan akan ketepatan layanan informasi, selain kecepatan dalam memperoleh informasi, pemakai juga membutuhkan ketepatan informasi yang didapatkannya dari perpustakaan. Pertanyaan-pertanyaan tentang informasi secara spesifik harus bisa dijawab secara spesifik pula. Dengan bantuan teknologi komputer pertanyaan-pertanyaan ini bisa dijawab dengan cepat dan tepat. (Abdul Rahman Saleh, 1996:158-159). Salah fitur yang ada di software Athenaeum Light 8.5 menyediakan catatan isi ringkas buku, sehingga pemustaka bisa melihat isi ringkas buku dan bisa memutuskan apakah isi dari buku tersebut sudah sesuai dengan apa yang pemustaka butuhkan. Kedua, jika dibandingkan dengan perangkat lunak database lain yang lebih popular seperti MySQL maka masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Secara garis besar dapat disimpulkan MySQL memiliki kehandalan yang lebih daripada Filemaker namun dibutuhkan keahlian khusus untuk dapat mengoperasikannya. Demikian sebaliknya dengan Filemaker, kehandalannya belum dapat menyamai MySQL akan tetapi untuk dapat mengoperasikannya tidak diperlukan keahlian khusus atau dengan kata lain lebih mudah digunakan. Athenaeum Light 8.5 merupakan perangkat lunak gratis hasil pengembangan Komunitas Athenaeum Light Indonesia (KALI). Athenaeum Light menyuguhkan fasilitas untuk mengemas database (pangkalan data buku), aplikasi ini juga memiliki menu-menu peminjaman, pengembalian dan laporan. Fasilitas lain seperti pembuatan label barcode, statistik dan stock opname yang disediakan, menjadi nilai tambah tersendiri pada Athenaeum Light. Athenaeum Light merupakan perangkat lunak Portable, yaitu perangkat lunak yang dalam penggunaannya tidak memerlukan proses instalasi pada sistem operasi. Melainkan dapat digunakan langsung setelah disalin pada drive atau folder dengan cara mengeksekusi file dengan ekstensi exe. Menu katalog digunakan untuk memanejemen data koleksi perpustakaan. Pada menu ini, kegiatan yang dapat dilakukan adalah; (a) memasukkan (input), memperbaiki (edit) dan menghapus data koleksi data; (b) pencarian data koleksi; (c) pemesanan koleksi. Sehingga jika koleksi telah dikembalikan oleh peminjaman sebelumnya, dan akan dipinjam lagi maka akan terdapat informasi bahwa koleksi tersebut sudah dipesan sebelumnya; (d) display data koleksi yang dipinjam; (e) cetak data koleksi, pencetakan data koleksi dapat dipilih berdasarkan lokasi koleksi, pengarang, kategori dan cetak semua daftar koleksi; (f) fasilitas lain (untility), dalam menu ini tersedia berbagai fungsi yang membantu pustakawan dalam mengolah koleksi, statistik katalog, cetak label buku, cetak barcode koleksi, cetak kartu katalog, pencarian koleksi berdasarkan kategori tertentu (koleksi keluar, koleksi tidak untuk dipinjamkan, periode pinjam), stock opname.(www.KALI.com) Uraian dan pernyataan-pernyataan tersebut merupakan alasan yang mendasar pentingnya penelitian ini dilakukan. Penelitian tersebut mengenai penerapan software Athenaeum Light 8.5 sebagai sistem automasi di Perpustakaan Akademi Teknologi Industri Padang. Alasan peneliti untuk mengangkat judul ini, karena beberapa masalah yang terdapat di Perpustakaan Akademi Teknologi Industri Padang antara lain di bagian sirkulasi, terjadi antrian ketika buku hendak dipinjam dan dikembalikan oleh pemustaka, pustakawan yang bertugas hanya 2 dan masih menggunakan sistem manual. Hal ini dirasa tidak efektif dan membuang waktu pemustaka. Pemustaka menemukan kesulitan ketika mencari buku yang mereka butuhkan, jumlah koleksi yang banyak yaitu 2500 buku sedangkan alat temu kembali yang digunakan hanya katalog kartu. Pemustaka memerlukan waktu untuk mencari buku yang mereka butuhkan, pemustaka harus melihat secara detail ke katalog kartu tersebut, kadang buku yang mereka cari tidak terdapat di perpustakaan tersebut sehingga waktu pemustaka tersita untuk mencari buku tersebut. Alat telusur yang digunakan tidak efektif lagi mengingat koleksi yang ada sudah banyak maka diperlukan alat telusur yang tepat yang memudahkan pemustaka menemukan buku yang dibutuhkan dan tidak menyita waktu pemustaka. Dalam tulisan ini dibahas tentang penerapan software Athenaeum Light 8.5 sebagai sistem automasi di Perpustakaan ATIP Padang. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk menjelaskan tahapan-tahapan proses menggunakan software Athenaeum Light 8.5 di Perpustakaan Akademi Teknologi Industri Padang dan mengidentifikasi faktor-faktor yang perlu dipertimbangankan dalam menggunakan software Athenaeum Light 8.5 di Perpustakaan Akademi Teknologi Industri Padang.
Method
Penulisan makalah ini menggunakan metode deskriptif yaitu menguraikan temuan atau data penelitian sesuai dengan kegiatan yang dilakukan oleh peneliti dan data yang diperoleh dengan melakukan observasi di Perpustakaan Akademi Teknologi Industri Padang.
Discussion
1. Proses Menggunakan Software Athenaeum Light 8.5 di Perpustakaan Akademi Teknologi Industri Padang Sebelum menjalankan software Athenaeum Light 8.5 langkah awal yang dilakukan yaitu menginstal software Athenaeum Light 8.5 pada komputer yang akan digunakan sebagai sistem automasi, caranya sebagai berikut. Gambar 2 Tampilan menginstal Athenaeum Light 8.5 Aplikasi ini bisa dibuka dengan meng “klik” 2x icon Athenaeum Light 8.5, klik aplikasi Athenaeum Light 8.5, kemudian akan tampil permintaan password seperti gambar di bawah ini. Gambar 3 Tampilan permintaan password Kosongkan Account Name, pindahkan kursor ke Password. Terdapat dua pilihan password yaitu merdeka untuk administrator dan user untuk pemustaka. Setelah mengetik salah satu password, pilih dan klik Ok. Perlu diketahui, sebelum melakukan kegiatan automasi perpustakaan terlebih dahulu dilakukan konfigurasi AT 8.5, yang berfungsi untuk merubah beberapa setting yaitu memasukkan data nama organisasi, diisi sesuai dengan nama perpustakaan, logo perpustakaan dapat disertakan pada kotak logo perpustakaan. Kolom berikutnya isi nama penanggung jawab perpustakaan dan jabatan, kolom berikutnya tentukan maksimum buku yang boleh dipinjam, kolom berikutnya tentukan jangka waktu peminjaman, kolom berikutnya menentukan apakah jangka waktu peminjam termasuk hari sabtu, kolom berikutnya apakah waktu peminjaman termasuk haris sabtu, kolom berikutnya batas akhir peminjam (akhit tahun/semester). Konfigurasi Athenaeum Light 8.5 dapat dilakukan dengan cara memilih dan mengklik 2x icon Athenaeum Light 8.5, kemudian tampilan utama Athenaeum Light 8.5 akan muncul seperti gambar di bawah ini, langkah selanjutnya yaitu mengarahkan kursor ke menu utama untuk administrator. Gambar 4 Tampilan menu utama Langkah selanjutnya mengisi nama organisasi, nama petugas serta jabatannya dan bila perlu masukkan logo organisasi perpustakaan, untuk lebih jelas lihat data di bawah ini. Nama organisasi : Perpustakaan ATIP Nama Admin/petugas : Dilla Sartika Jabatan : Pustakawan Maksimum buku yang boleh dipinjam : 4 buku/items Jangka waktu peminjaman : 7 hari termasuk hari Sabtu dan Minggu (dengan merubah tombol off ke on). Jika jangka waktu peminjaman selama 7 hari tidak termasuk hari Sabtu dan Minggu maka pindahkan tombol On ke Off. Kegiatan automasi perpustakaan menggunakan Athenaeum Light 8.5 mencakup beberapa kegiatan yaitu: 1. Manajemen Anggota Athenaeum Light 8.5 memiliki fasilitas manajemen keanggotaan perpustakaan untuk mempermudah pustakawan mengolah data-data yang berkaitan dengan pemustakan. Menu keanggotaan pada Athenaeum Light 8.5 berguna untuk memenuhi kebutuhan manajemen keanggotaan. Langkahlangkahnya yaitu dengan mengarahkan kursor ke menu keanggotaan kemudian pilih dan klik, setelah masuk ke dalam tampilan menu keanggotaan kemudian langkah selanjutnya memilih dan mengklik salah satu data anggota yang ada. Langkah selanjutnya, setelah masuk ke dalam tampilan input data anggota, kemudian pilih menu isi data. Isi data terdiri dari No ID anggota, nama depan, nama belakang, inisial, tahun, divisi/bagian/kelas, batas tanggal berlaku keanggotaan, alamat, no telepon, keterangan pinjaman saat ini dan kolom keterangan pesanan peminjaman serta kolom untuk memasukkan foto anggota. Selain tampilan tersebut juga terdapat tampilan sejarah peminjaman (arsip) yang berfungsi mengetahui koleksi apa saja yang pernah dipinjam oleh anggota yang bersangkutan. 2. Sirkulasi a. Peminjaman Peminjaman koleksi di perpustakaan merupakan bagian penting dari kegiatan sirkulasi. Proses peminjaman diawali dengan memasukkan no id peminjaman (anggota) lalu dengan menekan tombol Tab pada keyboard secara automatis muncul tampilan nama. Kemudian dilanjutkan dengan memasukkan no id koleksi yang akan dipinjam lalu dengan menekan tekan tombol Tab secara automatis akan muncul tampilan judul koleksi sesuai no id koleksi yang dimasukkan. Setelah itu, dengan menekan tombol Ok akan muncul judul buku yang dipinjam. Proses peminjaman selesai. dilakukan, b. Pengembalian Pengembalian koleksi merupakan proses menerima dan mencatat koleksi yang sebelumnya dipinjam. Pada Automasi perpustakaan, proses pencatatan pengembalian koleksi harus terintegrasi dengan semua proses sirkulasi. Pada Athenaeum Light 8.5, pengembalian koleksi dapat dilakukan dengan mudah. Proses pengembalian diawali dengan masuk ke menu pengembalian kemudian masukkan no ID koleksi yang akan dikembalikan. Pastikan judul koleksi yang akan dikembalian sesuai dengan no ID yang dimasukkan dengan menekan tombol Tab pada keyboard sehingga muncul tampilan judul koleksi yang dimaksud. Lalu dengan menekan tombol Ok, proses pengembalian selesai dilakukan. c. Perpanjangan koleksi Perpanjangan koleksi merupakan proses meminjamkan kembali koleksi yang sama kepada anggota sebelumnya meminjam koleksi tersebut. Proses perpanjangan dilakukan dengan masuk menu peminjaman atau pengembalian. Pilih menu perpanjangan lalu masukkan No. Id koleksi yang akan diperpanjang. Untuk memastikan bahwa judul koleksi yang akan diperpanjang sudah sesuai, dengan menekan tombol Tab pada keyboard lalu akan ditampilkan judul koleksi sesuai dengan no ID koleksi yang sudah dimasukkan. Cara mengakhiri proses perpanjangan koleksi yaitu dengan menekan tombol Ok. 3. Katalogisasi Katalogisasi atau pengkatalogan adalah pembuatan katalog. Sedangkan katalog perpustakaan adalah daftar buku dalam sebuah perpustakaan atau dalam sebuah koleksi. Katalog di automasi perpustakaan, katalog biasanya berupa data bibliografis koleksi. Ditampilkan setelah proses penelusuran informasi dilakukan. Sehingga lebih sering digunakan istilah Online Public Acces Catalogue (OPAC) untuk menyebut katalog dalam automasi perpustakaan. 4. Pengolahan Pengolahan merupakan kegiatan mengolah koleksi perpustakaan mulai dari usulan koleksi hingga koleksi tersedia dan siap untuk disirkulasikan. Tidak semua kegiatan pengolahan dapat diautomasi oleh perangkat lunak perpustakaan. Berikut kubutuhan perpustakaan terkait pengolahan dengan automasi meliputi: a. Input data koleksi Input data koleksi merupakan memasukkan data bibliografis koleksi ke dalam database (pangkalan data). Athenaeum light 8.5 memiliki fasilitas input data, yaitu dengan masuk ke dalam menu “katalog” kemudian memilih salah satu data koleksi. Setelah masuk ke dalam tampilan katalog (OPAC), pilih menu “tampil detil” selanjutnya memilih dan mengklik menu “isi data”. Kemudian isi data berdasarkan kolom-kolom data yang disediakan Athenaeum Light 8.5, kolom-kolom data tersebut antara lain, item ID (no ID koleksi), type of item (jenis koleksi), no klasifikasi, no panggil, cover type (jenis cover koleksi), kategori, judul, pengarang, pengarang asli, illustrator, kota, penerbit, tahun, disposisi, stocktake, dipinjamkan atau tanggal pengembalian, harga, catatan sumbangan atau hadiah, subyek, deskripsi fisik, synopsis atau catatan, URL atau alamat internet, bahasa, dan kolom judul dari pengarang yang sama serta daftar pemesanan yang terisi secara automatis. b. Pembuatan label koleksi Label buku merupakan call number yang ditempelkan pada punggung buku. Call number merupakan kode yang terdiri dari nomor klasifikasi, tiga huruf nama pengarang (setelah dibalik), dan satu huruf awal judul pustaka serta tanda lainnya. Athenaeum Light 8.5 menyediakan fasilitas pembuatan label koleksi. 5. Penelusuran Penelusuran dalam perpustakaan ialah kegiatan mencari informasi pada pangkalan data yang sudah ada. Istilahnya adalah temu kembali. Penelusuran atau pencarian kembali koleksi yang telah disimpan adalah suatu hal yang penting dalam dunia perpustakaan. Fitur ini harus mengakomodasi penelusuran melalui pengarang, judul, penerbit, subyek, tahun terbit, dan sebagainya. Athenaeum Light 8.5 memiliki menu pencarian yang terdiri dari tiga pilihan pencarian. Pilihan tersebut fast find, easy find, detail find. 6. Laporan Laporan perpustakaan cenderung merupakan penyajian dan statistik tentang kondisi perpustakaan. Athenaeum Light 8.5 sebagai perangkat lunak automasi perpustakaan memiliki fasilitas pembuatan laporan. Laporan dapat dibuat berdasarkan laporan anggota, laporan koleksi dan laporan sirkulasi. 2. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangankan dalam Menggunakan Software Athenaeum Light 8.5 di Perpustakaan Akademi Teknologi Industri Padang a. Ketersediaan Sumber Daya Manusia Sumber daya manusia merupakan faktor yang paling menentukan berhasil atau tidaknya suatu perpustakaan menggunakan automasi perpustakaan. Pustakawan merupakan pelaksana kegiatan automasi. Pustakawan harus mengetahui dan memahami dengan baik perkembangan teknologi, khususnya untuk dunia perpustakaan, aplikasi teknologi yang layak digunakan untuk perpustakaan, hardware maupun software yang digunakan dalam kegiatan automasi perpustakaan. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu pustakawan (tanggal 30 Juli 2013) dapat disimpulkan kurangnya tenaga pustakawan yang ahli dibidang Teknologi Informasi di Perpustakaan Akademi Teknologi Industri Padang. Pustakawan yang ada berjumlah 3 orang, dimana 1 orang merupakan tamatan dari Prodi Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan IAIN Iman Bonjol dan 2 orang merupakan tamatan dari Universitas Yayasan Putra Indonesia. Hal ini bisa diatasi dengan mengikutsertakan pustakawan yang bukan berasal dari prodi Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kerasipan dalam diklat dan seminar yang berkaitan dengan automasi perpustakaan dan pustakawan yang berasal dari prodi Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kerasipan dapat dibekali berupa pengetahuan dan pelatihan yang intens tentang penggunaan teknologi di perpustakaan. Karena apabila pustakawan buta teknologi di sebuah perpustakaan yang telah menerapkan sistem teknologi automasi, maka kinerja perpustakaan akan menurun drastis dan layanan yang diberikan kepada pemustaka akan menjadi tidak maksimal. b. Ketersediaan Sarana Salah satu sarana yang perlu dipertimbangkan dalam menggunakan software Athenaeum Light 8.5 di Perpustakaan Akademi Teknologi Industri Padang yaitu komputer. Menurut Rushendi (2007:21) Komputer adalah sebuah mesin yang dapat menerima dan mengolah data secara cepat dan tepat menjadi informasi. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu pustakawan (tanggal 30 Juli 2013) sarana perpustakaanAkademi Teknologi Industri Padang yang ada komputer yang dilengkapi printer, sedangkan scanner belum tersedia. Jumlah komputer yang ada hanya 1 unit komputer. Kepala Perpustakaan Akademi Teknologi Industri Padang diharapkan menambah unit komputer agar penggunaan software Athenaeum Light 8.5 bisa terlaksana. c. Ketersediaan Jaringan Komputer Ketersediaan jaringan komputer telah menjadi bagian dari automasi perpustakaan karena perkembangan yang terjadi di dalam teknologi informasi sendiri serta adanya kebutuhan akan pemanfaatan sumber daya bersama melalui teknologi. Menurut Arif komponen perangkat keras jaringan antara lain: komputer sebagai server dan klien, Network Interface Card ( LAN Card terminal kabel (Hub), jaringan telepon atau radio, modem. Berdasarkan hasil wawancara dengan pustakawan Akademi Teknologi Industri Padang (30 Juli 2013) di Perpustakaan Akademi Teknologi Industri Padang belum membangun jaringan komputer, diharapkan kepada kepala Perpustakaan Akademi Teknologi Industri Padang menyediakan jaringan komputer agar penggunaan software Athenaeum Light 8.5 sebagai sistem automasi bisa berjalan dengan lancar.
Conclusion
Berdasarkan hasil pembahasan pada bab sebelumnya dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Langkah-langkah dalam kegiatan automasi perpustakaan menggunakan software Athenaeum Light 8.5 yaitu: 1) manajemen anggota; 2) sirkulasi, yang terdiri dari: a) peminjaman; b) pengembalian; c) perpanjangan; 3) katalogisasi; (4) pengolahan, yang terdiri dari: a) input data koleksi; b) pembuatan label); 5) penelusuran, yang terdiri dari: a) fast find; b) easy find; b) detail find; 6) laporan. Adapun faktor-faktor yang perlu dipertimbangankan dalam menggunakan software Athenaeum Light 8.5 di Perpustakaan Akademi Teknologi Industri Padang yaitu (1) ketersediaan sumber daya manusia; (2) ketersediaan sarana; (3) ketersediaan jaringan komputer. Berdasarkan studi kasus diatas dapat di berikan beberapa saran sebagai berikut, (1) mengikutsertakan pustakawan yang bukan berasal dari prodi Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kerasipan dalam diklat dan seminar yang berkaitan dengan automasi perpustakaan dan pustakawan yang berasal dari prodi Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kerasipan dapat dibekali berupa pengetahuan dan pelatihan yang intens tentang penggunaan teknologi di perpustakaan; (2) kepala Perpustakaan Akademi Teknologi Industri Padang diharapkan menambah unit komputer agar penggunaan software Athenaeum Light 8.5 bisa terlaksana; (3) kepala Perpustakaan Akademi Teknologi Industri Padang diharapkan menyediakan jaringan komputer agar penggunaan software Athenaeum Light 8.5 sebagai sistem automasi bisa berjalan dengan lancar.