Kembali
16
1
2016 Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 12 · 2 ISSN 2477-0361

Evaluasi Pemanfaatan Database ClinicalKey oleh Mahasiswa Strata Satu (S1) Klaster Kesehatan di Universitas Gadjah Mada

Universitas Gadjah Mada; Universitas Gadjah Mada

Abstract

Medical education emphasizes on the importance of individual responsibility in continuing professional development (CPD). Problem-based learning (PBL) is a method developed to accommodate the need for individual professional development. Health cluster at Universitas Gadjah Mada (UGM) consists of Faculty of Medicine, Faculty of Dentistry, and Faculty of Pharmacy. These faculties also implement PBL in the learning process of undergraduate students. The success of PBL implementation largely depends on adequate support in facilities, either rooms and other supporting facilities including the availability of various information resources in health and medicine. Online databases are provided in efforts to meet the need for relevant and up-to-date references. One of the databases provided by UGM Library for the students of health cluster is ClinicalKey. This study uses quantitative approach involving 100 students as respondents. It is intended to (1) find out the utilization of ClinicalKey database by students of health cluster, (2) give input to UGM Library in the decision making for database collection development, (3) give input to the undergraduate program manager of health cluster on the utilization of online database in supporting the the learning process. The result of the study shows that based on 5 variables of (1) user needs, (2) Internet access, (3) facilities of electronic journals, (4) price, and (5) human resources, the average score is 67.32% (adequate). Librarians need to conduct intensive socialization or promotion is in order to optimize the utilization of ClinicalKey database.
Keywords: Evalution · Online database · ClinicalKey · Utilization · Health cluster

Introduction

A. PENDAHULUAN Saat ini, baik di bidang kedokteran maupun profesi lainnya sangat menekankan tanggung jawab seorang individu dalam menentukan pengembangan keprofesian berkelanjutan. Untuk mencapai keberhasilan program pendidikan disusun untuk mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi masalah yang akan dihadapi di masa mendatang. Peserta didik juga harus dilengkapi dengan keterampilan yang dibutuhkan, yaitu menjadi aktif dan pembelajaran mandiri daripada hanya sebagai penerima informasi yang pasif. Keperluan dan pengakuan akan kebutuhan ini maka dikembangkan metode problem-based learning (PBL), Feri (2015). PBL akan meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal karena mahasiswa akan lebih terlatih, meningkatkan kemampuan problem solving, dan mahasiswa dibiasakan belajar mandiri menuju life-long study learning. Klaster kesehatan yang terdiri dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, dan Fakultas Farmasi dalam proses pembelajaran mahasiswa S1 juga menerapkan konsep PBL. Keberhasilan pelaksanaan konsep PBL tidak lepas dari adanya dukungan sarana dan prasarana yang memadai, baik ruang atau fasilitas pendukung lainnya. Satu di antara dukungan fasilitas tersedianya sumber-sumber belajar yang dibutuhkan mahasiswa. Satu database yang disediakan Perpustakaan UGM untuk mahasiswa S1 klaster kesehatan adalah ClinicalKey. Database ClinicalKey merupakan produk dari Elsevier yang menyediakan sumber informasi bidang kedokteran, kedokteran gigi, keperawatan, farmasi, psikologi, dan kesehatan masyarakat. Database ClinicalKey bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa S1 klaster kesehatan, yaitu mahasiswa Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Fakultas Farmasi. Biaya yang dikeluarkan untuk melanggan database ClinicalKey dibutuhkan dana tidak sedikit. Namun demikian, sampai saat ini belum diadakan evaluasi tingkat pemanfaatannya oleh mahasiswa S1 klaster kesehatan. Untuk itu, penelitian ini akan mengevaluasi pemanfaatan database ClinicalKey oleh mahasiswa S1 klaster kesehatan UGM. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah: Mengetahui pemanfaatan database ClinicalKey oleh mahasiswa S1 klaster kesehatan UGM. Memberikan masukan ke Perpustakaan UGM dalam pengambilan keputusan pengembangan koleksi melalui langganan database jurnal. Memberikan masukan ke pengelola Program Pendidikan S1 di klaster kesehatan UGM tentang pemanfaatan database ClinicalKey oleh mahasiswa dalam mendukung proses perkuliahan. B. TINJAUAN PUSTAKA 1. Perpustakaan Perguruan Tinggi Menurut Lasa Hs. (2009) perpustakaan perguruan tinggi pada hakekatnya merupakan bagian integral dari perguruan tinggi induknya. Perpustakaan perguruan tinggi bertujuan untuk mendukung, memperlancar serta mempertinggi kualitas pelaksanaan program kegiatan perguruan tinggi melalui pelayanan informasi meliputi aspek-aspek pengumpulan, pelestarian, pengolahan, pemanfaatan, dan penyebarluasan informasi. Menurut DIKTI (2005) sebagai unsur penunjang perguruan tinggi dalam mencapai visi dan misinya, perpustakaan perguruan tinggi memiliki berbagai fungsi sebagai berikut: (1) fungsi edukasi, perpustakaan merupakan sumber belajar para sivitas akademika oleh karena itu koleksi yang disediakan adalah koleksi yang mendukung pencapaian tujuan pembelajaran, pengorganisasian bahan pembelajaran setiap program studi, koleksi tentang strategi belajar mengajar dan materi pendukung pelaksanaan evaluasi pembelajaran, (2) fungsi informasi, perpustakaan merupakan sumber informasi yang mudah diakses oleh pencari dan pengguna informasi, (3) fungsi riset, perpustakaan mempersiapkan bahan-bahan primer dan sekunder yang paling mutakhir sebagai bahan untuk melakukan penelitian dan pengkajian ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Koleksi pendukung penelitian di perpustakaan perguruan tinggi mutlak dimiliki, karena tugas perguruan tinggi adalah menghasilkan karya-karya penelitian yang dapat diaplikasikan untuk kepentingan pembangunan masyarakat dalam berbagai bidang. 2. Kebijakan Pengembangan Koleksi Perpustakaan Perguruan Tinggi Dalam Undang-Undang No. 43 Tahun 2007 pasal 24 ayat 2 disebutkan perpustakaan perguruan tinggi memiliki koleksi, baik jumlah judul maupun jumlah eksemplarnya, yang mencukupi untuk mendukung pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurut DIKTI (2005) kebijakan pengembangan koleksi di perpustakaan perguruan tinggi didasarkan pada asas: (1) kerelevanan, koleksi hendaknya relevan dengan program pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat perguruan tingginya, (2) berorientasi pada kebutuhan pengguna, pengembangan koleksi harus ditujukan pada kebutuhan pengguna, (3) kelengkapan, koleksi hendaknya jangan hanya terdiri atas buku ajar yang langsung dipakai dalam perkuliahan, tetapi juga berkaitan dengan ilmu yang berkaitan erat dengan program yang ada secara lengkap, (4) kemutakhiran, koleksi hendaknya mencerminkan kemutakhiran, (5) kerja sama, koleksi hendaknya merupakan hasil kerja sama semua pihak yang berkepentingan dalam pengembangan koleksi, yaitu antara pustakawan, tenaga pengajar, dan mahasiswa. Menurut Buku Pedoman Perpustakaan Perguruan Tinggi (2005), koleksi yang selayaknya tersedia di perpustakaan perguruan tinggi, antara lain: Koleksi rujukan, Bahan ajar, Terbitan berkala, Terbitan pemerintah, Bidang khusus lainnya, Koleksi pandang dengar, film, slide, kaset video, compact disc, dan online database/basis data, serta Bahan bacaan untuk rekreasi intelektual. 3. Pengembangan Koleksi Dalam Bentuk Database Jurnal Tren pengembangan koleksi di perpustakaan perguruan tinggi saat ini mengarah dalam format elektronik/digital. Banyak keuntungan yang diperoleh koleksi dalam format digital. Menurut Nur'aini (2015) beberapa kelebihan koleksi digital dibandingkan dengan koleksi cetak antara lain seperti terlihat pada tabel 1. Saat ini terbitan jurnal online sangat dominan dibandingkan dengan jurnal cetak. Menurut Arianto (2010) sejumlah perguruan tinggi di Indonesia saat ini telah menyediakan sumber-sumber informasi penelitian dalam bentuk online database baik dengan cara membangun sendiri atau dengan cara berlangganan. Pendit (2007) menyatakan database terdiri dari dua bagian penting. Pertama adalah database itu sendiri, berupa sebuah data yang tersimpan dalam keadaan terstruktur dan tersusun berdasarkan tata organisasi tertentu. Kedua adalah pencarian dan pengambilan atau query. Query mencakup mekanisme dan prosedur tidak saja untuk mencari dan mengambil, namun juga menyimpan kembali dan memanipulasi data. Teknologi query dapat juga dilihat sebagai antarmuka (interface) yang menghubungkan pengguna sistem dan data yang tersimpan di database. Dalam database atau jurnal online untuk akses artikel ilmiah sangat berbeda dengan jurnal cetak, yaitu adanya dukungan koneksi Internet. Berikut ini 54 nama database yang dilanggan UGM, antara lain: 1. ScienceDirect (sciencedirect.com) 2. PROQUEST (search.proquest.com) EBSCO: Academic Search Complete (search.ebscohost.com) BMJ Journal UpToDate ClinicalKey, dsb. Artikel ilmiah yang ada dalam jurnal dalam database ClinicalKey tersedia secara full text dalam format PDF (Portable Document Format). Di samping artikel ilmiah, dalam database ClinicalKey juga tersedia ebooks, guidelines, multimedia, drug monographs, dan procedures consult. Mahasiswa klaster kesehatan S1 dapat melakukan akses database ClinicalKey dari manapun sepanjang sudah memiliki akun email domain @ugm.ac.id dan terkoneksi jaringan internet. 4. Evaluasi Pemanfaatan Database ClinicalKey Evaluasi adalah suatu proses pengukuran dan penilaian kinerja suatu layanan atau sistem dalam memenuhi tujuan yang telah ditetapkan. Menurut Lasa Hs. (2005) evaluasi adalah sebagai proses monitoring terhadap implementasi strategi dalam mengambil tindakan perbaikan agar kinerja organisasi itu sesuai dengan rencana strategis. Hardi (2005) menyatakan bahwa evaluasi dapat digunakan untuk: Mengetahui cakupan, kedalaman, dan kelengkapan koleksi. Membantu perencanaan pengembangan koleksi. Dasar pengambilan keputusan kebijakan pengembangan koleksi. Mengukur aktivitas kebijakan pengembangan koleksi. Tolak ukur kualitas koleksi dan meningkatkan utilitas koleksi dengan kelemahan-kelemahan yang didapat. Menurut Siswadi (2008), ada beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan dalam pengadaan jurnal elektronik: Kebutuhan Pengguna Kebutuhan pengguna merupakan faktor utama yang menjadi pertimbangan untuk mengadakan jurnal elektronik di perpustakaan. Tugas pustakawan adalah memperkenalkan jurnal elektronik kepada pengguna. Masukan pengguna dalam menyediakan jurnal elektronik patut dipertimbangkan oleh perpustakaan karena mereka adalah pengguna potensial. Akses Internet Fasilitas internet merupakan sarana untuk mengakses jurnal elektronik. Jika tidak tersedia koneksi internet, maka akses ke jurnal elektronik sulit dilakukan. Dukungan jaringan akses dan bandwidth yang memadai akan sangat membantu dalam akses jurnal elektronik. Fasilitas Jurnal Elektronik Masing-masing jurnal elektronik memiliki fasilitas untuk menelusuri artikel. Penguasaan fasilitas akan sangat membantu dalam pencarian artikel di jurnal elektronik. Fasilitas yang tersedia akan memberikan kemudahan dan kepuasan bagi pengguna dalam mengaksesnya. Hal lain yang perlu diperhatikan berkaitan dengan fasilitas adalah hak akses pengguna, seperti jumlah jurnal yang tersedia, jenis jurnal, apakah bisa dicetak, dan lain-lain. Harga Harga berlangganan jurnal elektronik selama setahun cukup tinggi jika dibandingkan dengan harga jurnal cetak per tahunnya. Perlu ada kepastian apakah biaya langganan menjadi tanggung jawab perpustakaan atau dibebankan kepada pengguna. Sumber Daya Manusia Pustakawan sebagai sumber daya manusia utama di perpustakaan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap layanan jurnal elektronik. Pustakawan harus mampu mengoperasionalkan jurnal elektronik. Keberagaman kemampuan pengguna dalam mengakses jurnal elektronik mengharuskan pustakawan untuk kreatif dalam mendorong pengguna agar memanfaatkan jurnal elektronik yang sudah tersedia. Merujuk beberapa pendapat atau teori tersebut, dasar penelitian ini digunakan untuk mengevaluasi pemanfaatan database ClinicalKey oleh mahasiswa S1 klaster kesehatan UGM.

Method

Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 klaster kesehatan yang terdiri dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, dan Fakultas Farmasi di UGM, dengan jumlah populasi sebanyak 4.096 orang mahasiswa. Untuk menentukan sampel digunakan rumus yang dinyatakan oleh Simamora (2004), yaitu: Keterangan: N = Jumlah sampel N = Ukuran populasi e = Persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan sampel yang masih dapat ditolerir/diinginkan, misal 10% Berdasarkan rumus tersebut diperoleh jumlah sampel penelitian sebanyak 100 responden. 1. Variabel Penelitian Penelitian ini menggunakan satu variabel atau variabel tunggal. Adapun yang menjadi variabel dalam penelitian ini yaitu evaluasi pemanfaatan database ClinicalKey. Aspek penelitian yang digunakan untuk mengevaluasi pemanfaatan database ClinicalKey meliputi: Kebutuhan Pengguna Akses Internet Fasilitas Jurnal Elektronik Harga Sumber Daya Manusia Berdasarkan kelima aspek tersebut akan digunakan sebagai indikator untuk mengetahui evaluasi pemanfaatan database ClinicalKey. Selanjutnya, indikator-indikator tersebut akan digunakan untuk membuat pertanyaan dalam kuesioner penelitian. 2. Analisis Data Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa deskriptif. Kegiatan menganalisis data ini terdiri dari: Tahap Persiapan Tahap tabulasi Skala yang digunakan untuk mendapatkan data penelitian adalah skala Likert terhadap masing-masing butir pernyataan dengan rincian nilai masing-masing, apabila menjawab: Sangat setuju sekali = 4 Sangat setuju = 3 Setuju = 2 Tidak setuju = 1 Untuk mengukur masing-masing indikator digunakan analisis univariat dengan menghitung skor prosentase yang didapat, dengan menggunakan rumus perhitungan sebagai berikut: Keterangan: P = hasil skor fx = nilai skor yang didapat N = nilai ideal keseluruhan butir Nilai N dihitung dengan mengkalikan jumlah responden dengan nilai ideal jawaban responden yaitu 4, dalam penelitian ini jumlah responden 100. Jadi nilai N dalam penelitian ini adalah 100 × 4 = 400 Proses angka-angka hasil perhitungan atau pengukuran dilakukan dengan cara dijumlahkan, dan dibagi dengan nilai idealnya, kemudian diprosentasekan. Hasil prosentase dimaksudkan untuk mengetahui status sesuatu (mengubah data kualitatif menjadi data kuantitatif). Hasil prosentase tersebut ditafsirkan dengan kalimat yang bersifat kuantitatif, yaitu: Baik apabila skor (76-100%) Cukup (56-75%) Kurang baik (40-55%) Tidak baik (kurang dari 40%) (Arikunto, 2002:244). 3. Kerangka Penelitian

Result & Discussion

Gambaran Umum Database ClinicalKey dikembangkan oleh Clinical Referensi dari Elsevier dengan melibatkan konsultan lebih dari 2.000 dokter di seluruh dunia. ClinicalKey merupakan fasilitas baru Elsevier yang menyediakan konten informasi klinis dengan menggabungkan pendekatan model tradisional jurnal dan buku teks. Pemustaka ClinicalKey diberi akses fullteks ke lebih 600 judul jurnal, 1.000 judul buku, dan 9.000 judul video medis dan prosedur dari Elsevier. Untuk membantu pemustaka menentukan artikel paling relevan dan penulis otoritatif, sistem menyediakan serangkaian ulasan asli dari ahli subjek. Mesin pencarian dibantu oleh tag taksonomi dikenal sebagai "konten pintar" yang menggunakan Emmet (Elsevier Merged Medical Taxonomy), dan pilihan alat penyaringan termasuk dengan jurnal atau buku teks, pedoman klinis atau uji klinis. Pemustaka juga dapat mengekspor kutipan, gambar, dan informasi hak cipta ke dalam presentasi PowerPoint. Akses database ClinicalKey dapat dilakukan dari lingkungan kampus UGM melalui jaringan intranet. Sedangkan akses dari luar kampus UGM dapat dilakukan melalui fasilitas ezproxy.ugm.ac.id, dengan menggunakan ID dan password email domain ugm.ac.id. Karakteristik Responden Jumlah responden dalam penelitian ini ditetapkan 100 responden, dengan populasi dari mahasiswa S1 klaster kesehatan yang terdiri dari mahasiswa Prodi Pendidikan Dokter, Keperawatan, Gizi Kesehatan, Pendidikan Dokter Gigi, Perawat Dokter Gigi, dan Farmasi. Kuesioner yang dikembalikan sebanyak 92 kuesioner, dengan sebaran sebagaimana dalam grafik 1. Berdasarkan data penelitian tersebut mahasiswa S1 Prodi Pendidikan Dokter Gigi jumlah responden terbanyak yaitu 30 mahasiswa. Sedang mahasiswa S1 Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran jumlah responden paling sedikit yaitu 7 mahasiswa. Grafik di bawah jumlah persentase sebaran responden. Hasil dan Pembahasan Variabel dalam penelitian ini terdiri dari 5 aspek, yaitu: (1) Kebutuhan pemustaka, (2) Akses Internet, (3) Fasilitas Jurnal Elektronik, (4) Harga, dan (5) Sumber Daya Manusia. Berdasarkan variabel penelitian tersebut kemudian diuraikan dalam 26 item pertanyaan pada kuesioner. Berdasarkan jawaban dari 92 responden yang telah mengembalikan kuesioner, maka nilai N (kondisi ideal) dalam penelitian ini adalah 92 x 4 = 368. Adapun hasil penelitian berdasarkan kuesioner yang telah diolah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. a. Analisis Evaluasi Pemanfaatan Database ClinicalKey Analisis evaluasi pemanfaatan database ClinicalKey, diperoleh nilai skor rata-rata sebagai berikut. Kebutuhan Pemustaka Variabel kebutuhan pemustaka yang diuraikan dalam 9 item pertanyaan kuesioner penelitian, hasilnya sebagai berikut. Berdasarkan tabel 3 diperoleh hasil skor rata-rata untuk variabel pemateri sebagai berikut: Berdasarkan perhitungan di atas menunjukkan bahwa variabel kebutuhan pemustaka yang dijabarkan dalam 9 pernyataan dikategorikan cukup dengan nilai rata-rata skor 64,82%. Akses Internet Variabel akses Internet yang diuraikan dalam 5 butir pertanyaan dalam kuesioner penelitian. Data penelitian tiap butir pertanyaan adalah sebagai berikut. Berdasarkan tabel 4 diperoleh hasil skor rata-rata untuk variabel pemateri sebagai berikut: Grafik 1. Sebaran Prodi Sumber: Data Penelitian (2016). Tabel 2. Kebutuhan Pemustaka Sumber: Data Penelitian (2016). No Pernyataan Hasil skor (%) Kategori 1 Pernyataan 1 73,9 Cukup 2 Pernyataan 2 63,9 Cukup 3 Pernyataan 3 58,7 Cukup 4 Pernyataan 4 64,4 Cukup 5 Pernyataan 5 57,3 Cukup 6 Pernyataan 6 68,2 Cukup 7 Pernyataan 7 69,6 Cukup 8 Pernyataan 8 67,9 Cukup 9 Pernyataan 9 59,5 Cukup Jumlah 583,4 Tabel 3. Akses Internet No Pernyataan Hasil skor (%) Kategori 1 Pernyataan 1 71,7 Cukup 2 Pernyataan 2 73,4 Cukup 3 Pernyataan 3 74,2 Cukup 4 Pernyataan 4 69,8 Cukup 5 Pernyataan 5 66 Cukup Jumlah 355,1 Sumber: Data Penelitian (2016). Berdasarkan perhitungan di atas menunjukkan bahwa variabel akses internet yang dijabarkan dalam 5 pernyataan dikategorikan cukup dengan nilai rata-rata skor 71,03%. Fasilitas Jurnal Elektronik Variabel fasilitas jurnal elektronik yang diuraikan dalam 5 butir pertanyaan dalam kuesioner penelitian. Data penelitian tiap butir pertanyaan adalah sebagai berikut. Berdasarkan tabel 5 diperoleh hasil skor rata-rata untuk variabel pemateri sebagai berikut: Berdasarkan perhitungan di atas menunjukkan bahwa variabel fasilitas jurnal elektronik yang dijabarkan dalam 5 pernyataan dikategorikan cukup dengan nilai rata-rata skor 67,01%. Harga Variabel harga yang diuraikan dalam 3 butir pertanyaan dalam kuesioner penelitian. Data penelitian tiap butir pertanyaan adalah sebagai berikut. Berdasarkan tabel 6 diperoleh hasil skor rata-rata untuk variabel pemateri sebagai berikut: Berdasarkan perhitungan di atas menunjukkan bahwa variabel harga yang dijabarkan dalam 3 pernyataan dikategorikan baik dengan nilai rata-rata skor 75,09%. Sumber Daya Manusia Variabel sumber daya manusia yang diuraikan dalam 4 item pertanyaan dalam kuesioner penelitian. Data penelitian per item pertanyaan adalah sebagai berikut. Berdasarkan tabel 7 diperoleh hasil skor rata-rata untuk variabel pemateri sebagai berikut: Berdasarkan perhitungan di atas menunjukkan bahwa variabel sumber daya manusia yang dijabarkan dalam 4 pernyataan dikategorikan cukup dengan nilai rata-rata skor 62,41%.

Conclusion

1. Kesimpulan Penelitian evaluasi pemanfaatan database ClinicalKey oleh mahasiswa Strata Satu (S1) klaster kesehatan di UGM, berdasarkan hasil dan pembahasan disimpulkan cukup, yang berarti tingkat pemanfaatan database ClinicalKey oleh mahasiswa S1 klaster kesehatan di UGM, masuk kategori cukup. Hal ini berdasarkan data yang diperoleh dari 5 (lima) variabel yang digunakan dengan nilai rata-rata skor 67,32%, yaitu nilai sekor 56-75% masuk dalam kategori cukup. 2. Saran Berdasarkan hasil penelitian evaluasi pemanfaatan database ClinicalKey oleh mahasiswa S1 klaster kesehatan di UGM, maka peneliti merekomendasikan sebagai berikut: 1. Kegiatan sosialisasi atau promosi pemanfaatan database ClinciKey secara intensif terus untuk dilakukan oleh pustakawan. 2. Langganan database ClinicalKey tetap dilanjutkan pada tahun berikutnya. 3. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan populasi yang lebih luas termasuk mahasiswa tingkat Profesi, S2, PPDS, dan dosen di klaster kesehatan guna mengetahui pemanfaatan database ClinicalKey yang lebih komprehensif.