Kembali
16
1
2011 Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 7 · 1 ISSN 2477-0361

Perpustakaan Dan Arsip Daerah Di Kabupaten Karimun

Universitas Gadjah Mada

Abstract

Karimun District is located in Kepulauan Riau Province. This province has not only a very strategic geographic site, but also it is directly limited to Malaysia and Singapore. With continuously developing area potential, one aspect requiring attention is the government's ability to adapt to Local Library and File in Karimun District. One strategy used in it is to develop the library optimally, and provide facilities to support it. Objective of study was to understand Development of Local Library and File in Karimun District. This study used descriptive-qualitative. Results of study indicated that internal environment affecting the development of local library and file in Karimun District were: (a) quality of human resources, (b) quality of service, (c) instruments and infrastructures, (d) budget for library office, and (e) site of library office. Whereas, external environment factors were: (a) absence of technology, (b) geographic condition of local library and file in Karimun District, (c) support of other institutions.
Keywords: Growth · Library And Archives Area · in Karimun District

Introduction

Perpustakaan merupakan salah satu media pelestari bahan pustaka sebagai hasil budaya bangsa. Salah satu fungsi perpustakaan adalah sebagai sumber informasi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan. Artinya budaya bangsa yang merupakan hasil cipta, karya, dan karsa manusia itu akan disimpan, dilestarikan, dan dipergunakan di perpustakaan. Proses ini akan terus berputar ke depan, tumbuh, dan bergerak ke arah kemajuan. Untuk lebih meningkatkan daya guna dan hasil guna perpustakaan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat dipandang perlu untuk menetapkan suatu lembaga yang menangani Perpustakaan Umum. Di Kabupaten Karimun terdapat Perpustakaan dan Arsip Daerah yang merupakan Perpustakaan Umum yang terbentuk berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Karimun, Nomor 16 Tahun 2007, tanggal 31 Juli 2007, tentang Pembentukan dan Organisasi Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Karimun. Dalam peraturan tersebut, Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun adalah unsur pendukung tugas Bupati di bidang Perpustakaan dan Arsip, yang dipimpin oleh seorang Kepala yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretariat Daerah. Untuk menindaklanjuti Peraturan Daerah tersebut, perlu ditetapkan Keputusan Bupati Karimun Nomor 12 Tahun 2007 tanggal 30 April 2007 tentang Penjabaran Tugas Pokok dan Fungsi Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Karimun serta landasan pelaksanaannya berdasarkan Keputusan Bupati Karimun Nomor 17 Tahun 2008 tentang Uraian Tugas pada Unit Kerja di Lingkungan Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Karimun. Berdasarkan landasan yuridis tersebut, Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun mempunyai tugas melayani masyarakat umum di bidang perpustakaan dan informasi, serta memasyarakatkan perpustakaan. Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun memiliki fungsi antara lain: 1. Pelaksanaan penyusunan rencana dan program kebijakan teknis di bidang perpustakaan; 2. Pengadaan, pengumpulan, pengelolaan, penyimpanan, pemeliharaan, dan penyajian buku perpustakaan. Dalam menjalankan peranan dan fungsinya diperlukan pedoman berupa visi dan misi. Dalam visinya ditegaskan bahwa Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun adalah "Terwujudnya masyarakat yang gemar membaca agar terbebas dari kebodohan, keterbelakangan, ketertinggalan arus informasi, dan ilmu pengetahuan dalam pelaksanaan otonomi daerah memasuki era globalisasi dan era informasi." Sedangkan misinya adalah: 1. Mencerdaskan kehidupan bangsa pada umumnya dan masyarakat Kabupaten Karimun pada khususnya, 2. Melembagakan sikap masyarakat Kabupaten Karimun untuk gemar membaca. Untuk menjamin dan kelancaran visi dan misi tersebut, maka salah satu strategi yang akan dilakukan dalam hal ini adalah mengembangkan perpustakaan secara optimal, serta menyediakan fasilitas untuk menunjang hal tersebut. Dengan demikian sudah sepantasnya Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun ikut bertanggung jawab terhadap pengembangan perpustakaan daerah di wilayahnya. Sejauh ini Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun mempunyai koleksi pustaka sebanyak 18.364 judul, yang terdiri dari karya fiksi, non fiksi, koleksi referensi, dan koleksi perguruan tinggi yang belum dimanfaatkan secara optimal. Jumlah koleksi ini menunjukkan angka yang sangat minim. Meskipun perpustakaan telah melaksanakan pelayanan setiap hari, akan tetapi pengunjung yang datang masih minim. Setiap hari tercatat hanya berkisar 20-25 orang saja. Dengan adanya pengunjung yang minim ini, Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun tergolong perpustakaan sepi pengunjung. Menurut informasi para pengunjung perpustakaan, diketahui bahwa mereka yang datang tidak menemukan koleksi yang dicari nya dan mengeluh ruangannya yang sempit serta tidak nyaman. Karena tidak menemukan koleksi yang dicari nya, maka kemudian dia tidak datang lagi untuk berkunjung ke perpustakaan tersebut. Masalah-masalah di atas dapat menggambarkan tentang kondisi Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun yang masih sangat memprihatinkan. Hal ini mungkin disebabkan karena kurangnya perhatian dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Karimun. Minimnya anggaran yang diberikan untuk operasional perpustakaan, membuat perpustakaan daerah sulit berkembang. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa kebijakan Pemda yang dikeluarkan belum berpihak pada pengembangan perpustakaan daerah. Belum maksimalnya sumber daya manusia, sarana prasarana, gedung serta anggaran yang terbatas, maka Perpustakaan dan Arsip Daerah di Kabupaten Karimun belum memadai, dan pelayanan terhadap pemustaka tidak bisa optimal. Bertitik tolak dari latar belakang permasalahan tersebut, penulis ingin meneliti tentang "Perpustakaan Dan Arsip Daerah di Kabupaten Karimun."

Method

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Untuk mendapatkan data-data yang mendukung penelitian ini, peneliti melakukan dengan cara: 1. Pengamatan Peneliti turun ke lapangan mengamati langsung terhadap kegiatan Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun. 2. Wawancara/interview Untuk mengetahui Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun, maka dilakukan wawancara untuk memperoleh keterangan di lapangan dengan cara tanya jawab dan bertatap muka dengan informan. 3. Studi Dokumentasi Studi dokumentasi mendukung data yang diperoleh di lapangan. Data-data tersebut berdasarkan buku-buku yang berkaitan dengan masalah yang dibahas, dan literatur-literatur, Peraturan Daerah, Tupoksi sebagai landasan dasar hukumnya.

Result & Discussion

C. PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN a. Arti Penting dan Tugas Perpustakaan Menurut Undang-undang No. 43 tahun 2007 tentang perpustakaan, mengandung pengertian bahwa perpustakaan adalah instansi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak dan atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Sedangkan SK Menpan No. 132 tahun 2002 memberikan batasan tentang unit perpustakaan dokumentasi dan informasi yaitu unit kerja yang memiliki SDM, ruangan khusus dan koleksi bahan pustaka sekurang-kurangnya terdiri dari 1.000 judul dari berbagai disiplin ilmu yang sesuai dengan jenis perpustakaan yang berhubungan dan dikelola menurut sistem tertentu. Dengan demikian dapat dipahami bahwa perpustakaan merupakan suatu unit kerja yang menempati suatu tempat khusus yang didalamnya terdapat hasil karya yang dikelola dengan menerapkan kaidah kerja yang baku. Sutanro (2003:55-56) mengatakan bahwa peranan sebuah perpustakaan adalah bagian dari tugas pokok yang harus dijalankan di dalam perpustakaan. Oleh karena itu peranan yang harus dijalankan ikut menentukan dan mempengaruhi tercapainya misi dan tujuan perpustakaan. b. Tipe Perpustakaan Umum Ketenangan tipe perpustakaan umum menurut pedoman penyelenggaraan perpustakaan dari Perpustakaan Nasional RI adalah merujuk pada SK Menpan No. 132 tahun 2002 dan ketentuan dari Public Library Manifesto, yang dikeluarkan PBB tahun 1962 dan direvisi pada tahun 1994. SK Menpan menyatakan bahwa sebuah unit dapat disebut perpustakaan bila memiliki koleksi sedikitnya 1.000 judul. Ketentuan tersebut tidak menyebutkan judul atau koleksi. Sedangkan ketentuan Public Library Manifesto adalah anjuran agar setiap 50.000 jiwa dilayani perpustakaan umum. D. MANAJEMEN STRATEGIS 1. Definisi Manajemen Strategis Banyak definisi yang diberikan oleh pakar terhadap manajemen strategi, namun sebelumnya perlu diketahui terlebih dahulu tentang definisi strategi itu sendiri seperti ditawarkan Hur dan Majluf (1991) dalam Salusu (2000:100), rumusan tentang strategi sebagai berikut: a. Sebagai pola keputusan konsisten, menyatu dan integrat; b. Menentukan dan menampilkan tujuan organisasi dalam artian sasaran jangka panjang, program bertindak dan prioritas alokasi sumber daya; c. Menyeleksi bidang yang digeluti atau akan digeluti organisasi; d. Mencoba mendapatkan keuntungan yang mampu bertahan lama, dengan memberikan respon yang tepat terhadap peluang dan ancaman dari lingkungan eksternal organisasi, dan kekuatan serta kelemahannya; e. Melibatkan semua tingkat hirarki dari organisasi Salusu, (2000:100-101) Adapun Mc Nichols (1997) mendefinisikan strategi seperti dikutip Salusu (2000:92-93) sebagai berikut: "Strategi is the science and art of employing armed strength of a belligerent to secure the object of war. More restricted, the science and art of a military command exercised to meet the enemy under advantageous conditions." Dengan kata lain strategi adalah suatu seni menggunakan kecakapan dan sumber daya suatu organisasi untuk mencapai sasarannya melalui hubungan yang efektif dengan lingkungan dalam kondisi yang paling menguntungkan. Definisi lain yang hampir mirip dengan definisi di atas, dikemukakan oleh Lester A. Digman (1986) dalam Suharyanto (2005:28) sebagai berikut: "Strategic management adalah suatu proses berkelanjutan yang meliputi usaha-usaha untuk memadukan organisasi dengan perubahan lingkungan dengan cara yang paling mungkin menguntungkan. Lebih jelasnya Manajemen Strategik meliputi usaha itu sendiri dengan lingkungan eksternalnya". Management Strategi adalah suatu seni (keterampilan), teknik dan ilmu merumuskan, mengimplementasikan dan mengevaluasi serta mengawasi berbagai keputusan fungsional organisasi (bisnis dan non bisnis), yang selalu dipengaruhi oleh lingkungan internal dan eksternal yang senantiasa berubah sehingga memberikan kepada organisasi untuk mencapai tujuan sesuai dengan yang diharapkan. Jadi, menyimpulkan dari definisi di atas, manajemen strategi adalah suatu proses berkelanjutan yang meliputi usaha untuk memadukan organisasi dengan lingkungan internal dan eksternal dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan. b. Proses Perumusan Strategis Ada delapan langkah proses perumusan strategis (Bryson 2005:55), yaitu: (a). memprakarsai dan menyepakati suatu proses perencanaan strategis; (b). mengidentifikasi mandat organisasi; (c). memperjelas misi dan nilai organisasi; (d). menilai lingkungan internal: kekuatan dan kelemahan; (e). menilai lingkungan eksternal: peluang dan ancaman; (f). mengidentifikasi isu-isu strategis; (g). merumuskan strategi untuk; (h). merumuskan strategi untuk mengelola isu; E. LINGKUNGAN STRATEGIS a. Lingkungan Internal Analisis faktor lingkungan internal sangat berguna untuk mengetahui kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan lingkungan internal. Secara umum meliputi tiga kategori yaitu: pertama, input (resources) yang mencakup sumber daya yang dimiliki organisasi: seperti sumber daya manusia, kemampuan ekonomi, informasi, dan kompetensi. Kedua, proses kerja yang mencakup keseluruhan (overall) proses fungsional atau departemen, dan ketiga, adalah kinerja (performance) yang menunjukkan pada hasil yang dicapai selama ini. Kualitas kerja dari organisasi biasanya sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, kualitas layanan, ketersediaan sarana prasarana, ketersediaan anggaran, kestrategisan letak kantor perpustakaan. Sedangkan lingkungan eksternal menawarkan peluang sekaligus juga tantangan. Peluang adalah situasi penting yang menguntungkan dalam lingkungan perusahaan. Kecenderungan-kecenderungan penting merupakan salah satu sumber peluang. Yang termasuk komponen lingkungan eksternal adalah komponen ekonomi, sosial, politik, hukum, teknologi, pelanggan, kompetisi, tenaga kerja, penyalur, dan komponen internasional. Dari uraian tentang lingkungan eksternal di atas, maka dalam kaitannya dengan Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun dapat disebutkan bahwa komponen lingkungan eksternal untuk Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun adalah: ketersediaan teknologi dan kondisi geografis Kabupaten Karimun. b. Lingkungan Eksternal Menurut Wheelen dan Hunger dalam Salusu (2000), lingkungan eksternal memiliki variabel-variabel yang bisa ditemukan dalam task environment atau dalam societal environment. Task environment adalah elemen-elemen atau kelompok-kelompok yang secara langsung dapat berinteraksi dan saling mempengaruhi dengan kegiatan organisasi; meliputi klien, konsumen, pemerintah, kelompok-kelompok kepentingan, para pesaing dan masyarakat. Sedangkan societal environment adalah elemen atau kelompok atau kekuatan yang sifatnya lebih umum, dan yang tidak secara langsung dapat mempengaruhi kegiatan organisasi dalam jangka pendek, namun dapat dan bahkan sering kali berpengaruh dalam jangka panjang, yang terdiri dari beberapa elemen sosiokultural, ekonomi, teknologi, hukum, dan politik serta elemen ekologi. Sehubungan dengan pemahaman di atas, maka lingkungan eksternal Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun dalam pengembangan budaya baca adalah sebagai berikut: Indikator persepsi masyarakat yang digunakan adalah: Tingkat pemahaman masyarakat tentang perpustakaan; Tingkat kepedulian masyarakat terhadap perpustakaan. Indikator variabel ketersediaan teknologi: Kemampuan organisasi memanfaatkan teknologi; Kemampuan organisasi menyediakan sarana teknologi sesuai kebutuhan organisasi; Kemampuan organisasi mempersiapkan SDM sesuai perkembangan teknologi. Indikator keterjangkauan perpustakaan dari kecamatan adalah: jarak tempat tinggal dengan layanan perpustakaan, kemudahan akses transportasi menuju layanan perpustakaan. F. PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH KABUPATEN KARIMUN DAN PENGELOLAANNYA Identifikasi faktor lingkungan strategis Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun, dilakukan dengan menganalisis lingkungan internal dan lingkungan eksternal yang meliputi kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan. Analisis Lingkungan Internal Berikut ini analisis faktor internal dari Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun, yaitu: Aspek sumber daya manusia dalam suatu organisasi merupakan faktor kunci bagi kelangsungan aktivitas suatu organisasi, karena pada hakekatnya di dalam organisasi itu sendiri terjadi proses kerja sama antar manusia untuk mencapai tujuan organisasi. Indikator kualitas sumber daya manusia adalah: (1) Tingkat pendidikan formal/informal; (2) Bimtek atau diklat yang pernah diikuti; (3) Pengalaman kerja dalam bidang perpustakaan. Untuk melaksanakan pekerjaan agar berjalan efektif, maka dituntut SDM yang memiliki latar belakang pendidikan perpustakaan. Latar belakang pendidikan ilmu perpustakaan minimal D3 dan tuntutan saat ini adalah S1 Ilmu Perpustakaan, dapat berbahasa Inggris serta paham terhadap teknologi informasi. Untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi lembaga (perpustakaan) dengan baik diperlukan sumber daya manusia yang profesional. Yakni mereka yang memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan, dan memiliki kompetensi sesuai bidang tugasnya. Kompetensi yang perlu dimiliki seorang profesional antara lain berupa kecerdasan intelektual, yang harus diimbangi dengan kesabaran (tidak emosional), bahkan juga kecerdasan spiritual. Hal ini penting antara IQ dan SQ merupakan pendukung dari kompetensi intelektual. Dari data di Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun, kualitas SDM cukup baik, yaitu didukung dengan adanya 7 orang sarjana. Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun merupakan kekuatan (strength). Namun jumlah SDM yang dimiliki terdiri dari PNS, CPNS, dan pegawai kontrak yang jumlahnya melebihi jumlah PNS, sehingga dapat dikategorikan Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun kekurangan pegawai dan membutuhkan pegawai yang banyak. Setiap hari pegawai yang ditempatkan di bagian pelayanan berjumlah 6 orang PNS, 5 orang pegawai kontrak; pelayanan mobil keliling berjumlah 2 orang pegawai kontrak; pengolahan ada 1 orang PNS, 4 orang pegawai kontrak; tata usaha 2 orang PNS, 2 orang pegawai kontrak; keuangan ada 1 orang PNS, 3 orang pegawai kontrak; Arsip ada 1 orang PNS, 5 orang pegawai kontrak; dan 4 orang bertugas di unit kecamatan dan kelurahan. Kegiatan lain seperti pengolahan, penyelamatan, pelestarian dan pembinaan dilakukan sambil pelayanan. Di mana petugas pelayanan sore, pagi harinya dapat melakukan tugas-tugas tersebut. Pelaksanaan tugas seperti tersebut dirasa sangat menguras tenaga, karena setiap harinya ada beberapa pegawai yang bekerja sehari penuh, meskipun dilakukan bergantian. Untuk itu sangat diperlukan tambahan jumlah pegawai. Sedangkan kualitas pelayanan Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun dalam melakukan pelayanan merupakan hal yang tidak dapat diabaikan. Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Karimun memiliki karyawan yang responsif terhadap kepuasan pengguna dan semangat yang tinggi dalam melakukan pelayanan. Hal ini terbukti dengan dilakukannya pelayanan di luar jam kerja, yaitu pelayanan sore hari. Semua itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pemustaka. Dengan ketersediaan karyawan yang responsif ini dapat memberikan pelayanan yang baik bagi pengguna perpustakaan. Menurut penilaian pengguna perpustakaan, kinerja karyawan dalam memberikan pelayanan kepada pengguna sangat baik. Pelayanan dari dimensi kehandalan sudah cukup baik berarti harapan mereka telah terpenuhi. Hasil ini menunjukkan bahwa pengguna merasa sangat puas terhadap pegawai yang memiliki kompetensi yang baik untuk melayani pengguna, sehingga menciptakan pelayanan yang memuaskan dan harapan mereka terpenuhi. Begitu pula dalam memberikan pelayanan terhadap pengguna atas informasi yang dibutuhkan pegawai dapat menunjukkan atau mengarahkan maupun memberikan alternatif keberadaan sumber informasi yang dibutuhkan tersebut dengan baik. Sedangkan koleksi yang dimiliki Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun pada tahun 2004 sebanyak 7.481 eksemplar. Pada tahun 2005 koleksi bahan pustaka mencapai 7.529 eksemplar. Dengan demikian koleksi bahan pustaka di Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun mengalami kenaikan. Ditinjau dari pelaksanaan pengelolaan perpustakaan, maka Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun belum dipersiapkan gedung secara memadai. Untuk penyimpanan, pengolahan, dan pendayagunaan koleksi belum memiliki ruang yang representatif. Dengan luas tanah 600 m2 dan luas bangunan 340 m2 kurang memadai, sehingga diperlukan perluasan bangunan yang memadai. Apabila rencana pembangunan gedung perpustakaan terwujud, maka hal ini merupakan kabar yang menggembirakan bagi pengguna dan staf/pegawai di lingkungan Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun. Dengan adanya gedung yang representatif tentu saja pelayanan perpustakaan lebih menjamin pemakai perpustakaan. Namun dengan pembangunan gedung yang representatif tentu saja harus diimbangi dengan sarana prasarana, SDM yang profesional, dan dukungan dana yang memadai. Selain belum tersedianya gedung yang memadai, juga tempat rak-rak, lemari-lemari dan sarana pendukung lainnya belum mencukupi. Dengan demikian tidak ada keseimbangan sarana dan prasarana yang disediakan untuk penyimpanannya. Namun Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun telah berupaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan cara terus mengadakan sarana dan prasarana dan merencanakan pembangunan gedung yang representatif. Sedangkan apabila dilihat dari kestrategisan letak lokasi penelitian, Perpustakaan dan Arsip Daerah di Kabupaten Karimun secara Administratif berbatasan dengan: a. Sebelah Utara berbatasan langsung dengan Selat Singapura dan Selat Malaka. b. Sebelah Selatan dengan Kabupaten Indragiri Hilir, c. Sebelah Timur dengan Kota Batam dan Kabupaten Kepulauan Riau, d. Sebelah Barat berbatasan dengan Bengkalis dan Kabupaten Pelelawan. Kabupaten Karimun berada pada wilayah Provinsi Kepulauan Riau yang merupakan provinsi yang penuh dengan limpahan rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa. Selain letak geografisnya yang sangat strategis karena berada pada pintu masuk Selat Malaka dari sebelah Timur juga berbatasan dengan pusat bisnis dan keuangan di Asia Pasifik yakni Singapura. Disamping itu provinsi ini juga berbatasan langsung dengan Malaysia. Dengan Motto "Berpancang Amanah, Bersauh Marwah", Provinsi Kepulauan Riau bertekad untuk membangun daerahnya menjadi salah satu pusat pertumbuhan perekonomian nasional dengan tetap mempertahankan nilai-nilai budaya Melayu yang didukung oleh masyarakat yang sejahtera, cerdas, dan berakhlak mulia. Dengan pertimbangan berkembangnya jumlah penduduk, maka potensi daerah akan terus berkembang dengan tingkat pertumbuhan ekonomi, dan ilmu pengetahuan serta bidang lainnya. Pelayanan publik seharusnya memiliki keahlian khusus dalam melayani pemustaka, sehingga akan menghasilkan pelayanan yang lebih baik, lebih cepat, dan dapat memberikan kepuasan bagi masyarakat pengguna, khususnya terutana pada pengelolaan perpustakaan itu sendiri. Sedangkan dari segi anggaran merupakan salah satu sarana pendukung seluruh kegiatan di perpustakaan. Tanpa adanya dukungan anggaran terutama dalam proses penyusunan anggarannya, maka implementasi tidak dapat berjalan lancar. Dalam proses penyusunan anggaran memerlukan tahapan-tahapan yang harus dilalui, walaupun dalam pelaksanaannya terkadang mengalami hambatan-hambatan. Proses anggaran kegiatan itu biasanya pada bulan Februari, namun kegiatan paling cepat dapat diimplementasikan pada bulan Juni. Hal ini merupakan bagian dari hambatan yang memerlukan inovasi tersendiri dari sebuah kegiatan. Dalam implementasi kegiatan dukungan anggaran sangat penting, terkadang anggaran yang tersedia tidak dapat memenuhi semua kegiatan yang ada, sehingga dalam implementasinya program menyesuaikan anggaran. Sebenarnya, telah diajukan banyak rencana kegiatan, tetapi anggaran sudah dipatok, sehingga tidak semua anggaran yang diajukan disetujui DPRD, karena anggaran yang tersedia tidak memadai. Sehingga program yang dijalankan akan menyesuaikan anggaran yang tersedia. Berdasarkan uraian di atas, diperlukan suatu kebijakan pimpinan untuk lebih menentukan lagi bagaimana yang menjadi skala prioritas kegiatan dengan dukungan anggaran yang tersedia. Analisis Lingkungan Eksternal Adapun kondisi lingkungan eksternal yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan kebijakan pengelolaan dan pengembangan Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun antara lain: a. Kondisi Geografis Kondisi geografis seperti ini merupakan tantangan bagi Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun, untuk pengembangan perpustakaan tersebut. Kantor Perpustakaan Dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun harus dapat menemukan strategi yang tepat agar dengan kondisi geografis tersebut dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan perpustakaan tersebut. Dari hasil wawancara tersebut, jelas menunjukkan bahwa letak geografis Kabupaten Karimun sangat strategis bagi pengembangan perpustakaan tersebut. Tetapi dengan kondisi jumlah SDM 7 orang PNS dan 3 CPNS serta 25 orang pegawai kontrak maka sangat memprihatinkan. Ditinjau dari jumlah 256 kelebihan dibandingkan jumlah SDM Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun jelas tidak mampu melaksanakan tugas tersebut secara optimal. b. Pemanfaatan Teknologi Pengembangan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi belum dilaksanakan dengan baik di Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun. Dengan adanya teknologi informasi tentu saja akan menambah kesibukan dalam akses informasi global. Adapun alasan belum dilaksanakan pengembangan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi karena anggaran untuk pengembangan infrastruktur teknologi informasi belum tersedia. Selain belum tersedianya anggaran, diperlukan kesiapan sumber daya manusianya untuk pengembangan teknologi informasi itu sendiri. c. Dukungan Instansi Lain/Swasta Variabel dukungan instansi lain ataupun swasta merupakan faktor dari lingkungan eksternal yang sangat berpengaruh pada kehidupan suatu organisasi. Pada dasarnya setiap organisasi tidak dapat berjalan sendiri dalam mencapai tujuan, tanpa adanya kerjasama dengan organisasi lain. Mekanisme koordinasi atau kerjasama antara berbagai instansi tersebut tidak terlepas dari adanya pendekatan kebijakan. Terkait dengan adanya dukungan dengan instansi lain/swasta terhadap program atau kegiatan pada Kantor Perpustakaan dapat disimpulkan bahwa pendekatan dalam proses pembuatan kebijakan menggunakan pendekatan kelembagaan, dalam pendekatan kelembagaan ini, dimana program atau kegiatan dilakukan oleh lembaga-lembaga pemerintah, masyarakat baik individu maupun kelompok memiliki kewajiban untuk mematuhi kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah, karena lembaga pemerintah mempunyai legitimasi politik dan oleh karenanya berhak memaksakan kebijakannya. Dengan pendekatan kelembagaan tidak terjadi tumpang tindih kegiatan, karena pendekatan ini memandang program yang dilakukan oleh instansi tertentu, dan program lain dikerjakan oleh instansi yang lain. Sementara ada suatu program yang dilakukan beberapa instansi. Jika demikian halnya maka harus ada koordinasi antara berbagai instansi tersebut. Dengan adanya koordinasi ini maka suatu program atau kegiatan dapat berjalan lancar dengan dukungan instansi lain. Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun adalah instansi yang melakukan tugas pelayanan masyarakat. Kegiatan-kegiatan operasional Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun terutama dalam hal pelayanan dan pemasyarakatan minat baca, tidak lepas dari adanya kerja sama dengan instansi lain. Dalam bidang pelayanan di kantor, selalu berhubungan dengan instansi sekolah untuk keanggotaan bagi pelajar, dengan perguruan tinggi untuk mahasiswa dan dengan pemerintah desa untuk keanggotaan masyarakat umum. Kerjasama ini tidak terlepas dari seseorang akan menjadi anggota saja. Tetapi sampai penarikan kembali buku-buku yang dipinjam dan tidak kembali tepat waktu. Untuk pelajar surat tagihan/pengembalian diserahkan kepada kepala sekolah atau yang mewakilinya dimana siswa berada, dan untuk masyarakat umum diserahkan kepada kepala desa, RT, atau RW sesuai dengan keberadaan pemustaka. Palem hal ini tidak atau tanpa memerlukan bantuan dari instansi lain. KPAD Kabupaten Karimun kesulitan melacak buku pinjaman yang ngemplang. Untuk pelayanan keliling, selalu ada koordinasi dengan pihak kecamatan maupun desa. Demikian pula dalam hal pembinaan, KPAD Kabupaten Karimun melakukan kerjasama dengan berbagai instansi. Kerjasama dilakukan dengan Dinas Pendidikan untuk pembinaan perpustakaan sekolah, Departemen Agama untuk pembinaan sekolah yayasan keagamaan dan perpustakaan komunitas (Masjid, TPA), kecamatan dan desa untuk perpustakaan desa. G. KOORDINASI DAN KERJASAMA STAKEHOLDER Keberhasilan suatu program tidak hanya diukur dengan hanya sekedar menjalankan program yang akan dilaksanakan, tetapi didukung oleh koordinasi dan kerjasama terutama dengan pihak luar. Dengan adanya koordinasi dan kerjasama terutama dengan pihak luar yang terkait misalnya kerjasama pengadaan buku dengan toko buku, maka program akan berjalan sesuai target dan tujuan program. Keberhasilan suatu program lebih terjamin apabila didukung dengan koordinasi dan kerjasama. Suatu program kegiatan tidak akan berhasil sesuai dengan sasaran tanpa adanya koordinasi dan kerjasama. Dengan demikian rencana masih dipertanyakan dalam pembahasan di rapat DPRD artinya DPRD sebagai stakeholder luar turut berperan dalam arah dan sasaran rencana. Dengan adanya masukan dari pihak DPRD, maka program-program kegiatan tidak hanya dilihat dari pihak Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun saja, tetapi juga dari pihak luar. Sehingga program-program kegiatan Perpustakaan tersebut akan berisi program-program kegiatan yang komprehensif. H. MEMBANGUN PERPUSTAKAAN YANG REPRESENTATIF Tujuan dari strategi ini adalah menciptakan perpustakaan yang representatif sehingga perpustakaan tidak lagi bersifat konvensional seperti saat ini. Di Wilayah Kabupaten Karimun, sudah selayaknya dibangun perpustakaan yang representatif, baik dari segi sarana prasarana fisik, maupun dari segi teknologi informasi. Dari segi sarana fisik meliputi: gedung serta ruangan yang memadai, lingkungan yang nyaman dan didukung adanya fasilitas umum yang memadai, serta tersedianya ketercukupan bahan pustaka, baik jumlah maupun jenisnya. Dari segi pelayanan, meliputi: kualitas pelayanan yang dilakukan oleh petugas dan jenis layanan yang tersedia. Kualitas pelayanan berhubungan dengan prinsip Total Quality Management (TQM) dalam memberikan pelayanan. Sedangkan jenis pelayanan yang tersedia harus variatif. Layanan yang diberikan yang sudah ada saat ini sebatas layanan baca ditempat referensi, maupun layanan peminjaman. Selain layanan tersebut diatas, seharusnya perpustakaan juga memberikan layanan fotokopi, bimbingan pemakai, story telling (mendengarkan cerita), book loan (pinjam paket), penelusuran literatur, layanan produksi sumber informasi dan sebagainya. Aplikasi teknologi sangat penting dalam pengembangan perpustakaan atau sistem pelayanan automasi, jaringan kerja sama dengan perpustakaan lain dengan cara on-line serta tersediannya informasi yang dikemas dalam bentuk elektronik. Kendala dalam pencapaian strategi ini adalah besarnya anggaran yang dibutuhkan. Anggaran selalu berhubungan dengan komitmen pembuat kebijakan. Selama ini anggaran yang dialokasikan di Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun sangat sedikit, karena para pembuat kebijakan belum menganggap prioritas terhadap kegiatan-kegiatan perpustakaan, atau para pelaksana di Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun belum bisa meyakinkan para tim anggaran akan outcomes dari kegiatan yang diusulkan. I. MEMBANGUN KEMITRAAN (STRATEGIC PARTNER) DENGAN INSTANSI TERKAIT Tujuan dari strategi ini adalah mendekatkan akses layanan perpustakaan kepada masyarakat dengan memberdayakan perpustakaan yang ada di lingkungan masyarakat seperti perpustakaan desa, perpustakaan instansi maupun perpustakaan komunitas. Dalam analisis di atas, disebutkan bahwa aspek keterjangkauan layanan perpustakaan merupakan ancaman bagi pengembangan budaya baca. Untuk itu, dengan adanya layanan perpustakaan di lingkungan masyarakat diharapkan dapat meminimalkan ancaman ini, karena jarak bukan lagi menjadi kendala. Pemberdayaan perpustakaan-perpustakaan yang ada dapat dilakukan setelah strategi peningkatan kemampuan pengelola dan strategi peningkatan pemahaman masyarakat dapat dicapai. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pencapaian strategi ini merupakan strategi jangka panjang, yang pelaksanaannya melalui tahap demi tahap. Ke depan diharapkan perpustakaan dan arsip daerah Kabupaten Karimun harus mengikuti perkembangan teknologi, dalam arti dapat memberikan layanan kepada masyarakat sesuai kebutuhan masyarakat setempat dan memanfaatkan sarana teknologi yang ada. Dampak jika tujuan dan strategi ini dicapai adalah tersedianya layanan yang dekat dengan masyarakat. Beberapa keuntungan yang diperoleh yaitu tercapainya pengembangan budaya baca, efektif dan efisien dalam pelayanan, pemberdayaan masyarakat serta tercapainya visi dan misi Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun. Tercapainya pengembangan budaya baca karena layanan perpustakaan tidak hanya ada di kantor perpustakaan dan di sekolah-sekolah, tetapi di pelosok-pelosok desa. Layanan perpustakaan bukan lagi hanya milik pelajar atau mahasiswa, tetapi semua lapisan masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini. Efektif dan efisien dalam layanan Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun tidak lagi harus melaksanakan layanan keliling untuk menjangkau masyarakat yang jauh dari perpustakaan, sehingga hal ini dapat menghemat anggaran, sarana dan prasarana, jumlah karyawan serta waktu yang dibutuhkan oleh pengguna perpustakaan. Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun tinggal melakukan pemantauan. Dengan adanya perpustakaan yang beroperasional di masyarakat, maka pemberdayaan masyarakat dapat dicapai. Keberhasilan dari kebijakan harus diikuti dengan pemberdayaan masyarakat. Birokrasi pemerintah tidak lagi harus melakukannya sendiri dalam pelayanan kepada masyarakat, tetapi masyarakat ikut serta dalam memenuhi kebutuhan sendiri. Termasuk juga dalam memenuhi kebutuhan akan layanan perpustakaan. Dengan demikian masyarakat akan ikut bertanggung jawab atas berhasil atau tidaknya suatu kebijakan. Upaya untuk mencapai keberhasilan dalam peningkatan dan pengembangan infrastruktur, maka selaku pengambil kebijakan Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun harus dapat menjalin Koordinasi dan kerja sama stakeholder yaitu DPRD Kabupaten Karimun. Keberhasilan suatu kebijakan tidak terlepas dari peran stakeholder luar, ini menunjukkan bagaimana stakeholder luar (DPRD) begitu penting dalam menentukan kebijakan baik.

Conclusion

b) kualitas layanan, c) sarana prasarana d) anggaran untuk kantor perpustakaan dan e) letak kantor perpustakaan. Sedangkan faktor lingkungan eksternalnya adalah: a) belum adanya ketersediaan teknologi, b) kondisi geografis Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun, c) dukungan instansi lain. 2) Dari identifikasi lingkungan internal dan lingkungan eksternal, dapat diperoleh faktor-faktor yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang maupun ancaman pengembangan Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun sebagai berikut: a) Faktor kekuatan antara lain: kualitas sumber daya manusia, kualitas layanan, sarana prasarana, kestategisan letak kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun; b) Faktor kelemahan antara lain: keterbatasan koleksi bahan pustaka, keterbatasan anggaran dan minimnya jumlah pegawai; Faktor peluang antara lain: dukungan instansi lain/swasta; d) Faktor ancaman antara lain: belum tersedianya teknologi dan kondisi letak geografis Kabupaten Karimun. 3) Berdasarkan isu-isu strategisnya dalam pengembangan Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun, sebagai berikut: a) Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pegawai Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun; b) Mengoptimalkan pelayanan di Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun; c) Membangun perpustakaan umum yang representatif; d) Memanfaatkan minimnya bahan pustaka untuk pelayanan perpustakaan; e) Memperbaiki pelayanan dengan mengikuti perkembangan teknologi; f) Membangun sinergi dengan instansi terkait untuk mengembangkan Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun. L. SARAN Beberapa saran yang dapat disampaikan sehubungan dengan hasil penelitian ini, adalah sebagai berikut: Perlu peningkatan sumber daya manusia baik kualitas maupun kuantitas dengan mengikutsertakan pegawai Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun dalam diklat-diklat perpustakaan, memberikan biaya tugas belajar melanjutkan D3, S1, S2 bidang ilmu perpustakaan dan memberikan usulan kepada BKD. Hal ini akan berakibat pada kemampuan kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun dalam melaksanakan strategi peningkatan pengetahuan dan pengembangan perpustakaan, dan dapat menciptakan perpustakaan yang representatif; Perlu penambahan bahan pustaka, penambahan sarana prasarana serta penambahan fasilitas umum, guna menciptakan perpustakaan yang representatif; Perlu melakukan kerjasama lintas sektoral atau membangun strategic partner dalam pengembangan Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun.