LAYANAN RESEARCH SUPPORT SERVICE DI ERA DIGITAL: KEPUSTAKAAN KAWASAN SAINS TEKNOLOGI B.J. HABIBIE, PUSPIPTEK SERPONG
Badan Riset dan Inovasi Nasional; Badan Riset dan Inovasi Nasional; Badan Riset dan Inovasi Nasional
Abstrak
Artikel ini ditulis dengan tujuan untuk mengetahui 1) Jenis dan deskripsi layanan perpustakaan pendukung riset (Research Support Service), yang dilakukan oleh Kepustakaan Kawasan Sain Teknologi B.J. Habibie; 2) Mekanisme permintaan layanan melalui aplikasi e-LAWAS; 3) Jenis dan jumlah layanan yang diberikan kepada para peneliti Kawasan. Digunakan metode deskriptif menggunakan sumber data e-LAWAS, dan laporan layanan periode Januari – Desember 2022. Hasil penelitian 1) Diketahui sebanyak 8 jenis layanan perpustakaan pendukung penelitian;2) mekanisme diawali dengan penulisan profil pemustaka/peneliti, kemudian peneliti memilih layanan yang diinginkan, sesuai dengan jenis layanan yang ditawarkan, koordinator meneruskan layanan yang dipilih ke pustakawan pelaksana, selanjutnya jika hasil layanan sudah siap, maka hasil layanan dikirimkan ke peneliti melalui e-mail, dan e-LAWAS, dengan tembusan ke koordinator layanan. Selama 2022, telah diberikan sebanyak 702 layanan, dengan layanan terbanyak adalah pemeriksaan plagiarisme, berjumlah 427 (60,83%) permintaan, kemudian pada urutan kedua adalah layanan pemeriksaan tata bahasa menggunakan aplikasi Grammarly, sebanyak 179 (25,50%) permintaan, dan layanan bibliometrika berada pada urutan ketiga yaitu 23 judul (3,72%). Kesimpulan, Kepustakaan Kawasan Sain Teknologi B.J. Habibie, menyediakan 8 jenis layanan, dan satu jenis diantaranya belum pernah ada yang meminta yaitu layanan Visualisasi data menggunakan Tableu. Permintaan terbanyak adalah pemeriksaan plagiarisme. Disarankan agar terus dilakukan sosialisasi tentang berbagai layanan yang disediakan bagi peneliti.
Abstract
This article was written with the aim of knowing 1) Types and descriptions of research support library services (Research Support Service), carried out by the B.J Habibie Science and Technology Regional Library; 2) Service request mechanism via the e-LAWAS application; 3)Type and amount of services provided to Regional researchers. A descriptive method was used using the e-LAWAS data source, and service reports for the period January – December 2022. Research results 1) It is known that there are 8 types of research supporting library services; 2) the mechanism begins with writing a user/researcher profile, then the researcher selects the desired service, according to the type of service offered, the coordinator forwards the selected service to the implementing librarian, then if the service results are ready, the service results are sent to the researcher via e-mail, and e-LAWAS, with a copy to the service coordinator. During 2022, 702 services have been provided, with the most services being plagiarism checking, totaling 427 (60.83%) requests, then in second place are grammar checking services using the Grammarly application, totaling 179 (25.50%) requests, and Bibliometric services are in third place, namely 23 titles (3.72%). Conclusion, B.J. Science and Technology Area Literature. Habibie, provides 8 types of services, and one type of which no one has ever asked for is the data visualization service using Tableu. The most requested is plagiarism checking. It is recommended that socialization continues to be carried out about the various services provided to researchers.
Keywords:
Research Support Service
· Research library
· KST B.J. Habibie
Introduction
Sasaran strategis yang pertama dari Badan Riset dan Inovasi Nasional adalah “Meningkatnya keunggulan riset dan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta dapat dijadikan kebijakan berbasis bukti yang selaras dengan arah pembangunan berkelanjutan”. Dalam rangka mencapai riset yang unggul, maka peran perpustakaan dan pustakawan selaku entitas pendukung sangat diperlukan. Pada saat ini perpustakaan Badan Riset dan Inovasi Nasional berdomisili di berbagai Kawasan Sains dan Tek nologi, salah satunya adalah Kawasan Kepustakaan B.J. Habibie di Puspiptek Serpong. Tugas utamanya adalah melayani para peneliti di Kawasan Sains Teknologi B.J. Habibie di dalam melakukan penelitian. Layanan yang diberikan adalah layanan pendukung penelitian (Research Support Service). Seperti diketahui, Kawasan Sains dan Teknologi BJ Habibie berdiri di atas lahan seluas 460 hektar. Saat ini terdapat 6 Organisasi Riset (OR), 24 Pusat Riset (PR), serta lebih dari 3.000 sumber daya manusia (SDM) yang beraktifitas di kawasan tersebut. Berlokasi di Jalan Raya Puspiptek, Tangerang Selatan, Banten, kawasan tersebut terbagi dalam beberapa zona yaitu, Zona Perkantoran, Zona Edukasi, Zona Ruang Terbuka Hijau, Zona Perumahan & Fasilitas Publik, serta Zona Bisnis Teknologi. KST BJ Habibie dirancang untuk mensinergikan SDM yang terlatih dengan peralatan dan pelayanan yang mendukung riset terlengkap di Indonesia. Diantara organisasi riset yang berada di Kawasan Sains dan teknologi BJ Habibie adalah adalah Organisasi Riset Energi dan Manufacture, OR Elektronika dan Informatika, dan OR Penerbangan Antariksa, OR Nano Teknologi dan Material, dan OR Tenaga Nuklir (BRIN, 2023). Layanan pendukung penelitian adalah jenis layanan yang signifikan dan biasanya dilakukan oleh perpustakaan perguruan tinggi /universitas guna mem promosikan hasil penelitian universitas.Transformasi digital memberikan dampak kepada perpustakaan dalam memberikan pelayanan jasa pendukung penelitian. Di perpustak aan akademik, layanan dukungan penelitian meliputi advokasi penelitian, aksesibilitas & penemuan konten ilmiah, current awareness service, notifikasi melalui email/SMS, pengiriman dokumen elektronik,layanan referensi, pencegah plagiarisme melalui alat antiplagiarisme, manajemen ref erensi,analisis bibliometrics, kolaborasi, pengelolaan data penelitian, kurasi, preservasi dan sharing.dari data penelitian (Singh & Madhusudhan, 2022). Hoffman (2016) mendefinisikan layanan pendukung penelitian sebagai segala sesuatu kegiatan penelitian mahasiswa (Scholarship) dan penelitian lembaga induknya yang didukung oleh perpustakaan. Demikian juga, Wiklund & Voog (2013) menggambarkan layanan pendukung penelitian sebagai layanan yang disediakan di perpustakaan untuk membantu dan memfasilitasi peneliti dalam penelitian mereka. Menurut Forsman et al. (2012), RSS dapat didefinisikan sebagai “ layanan informasi spesifik untuk mempromosikan penelitian dengan memenuhi kebutuhan informasi unik para peneliti dalam lembaga tertentu. Pemberian layanan pendukung penelitian kepada peneliti menjadi bagian penting dari layanan inti perpustakaan universitas (Larsen et al., 2010). Larsen et.al. (2010), memberikan contoh layanan pendukung penelitian dari Perpustakaan di Denmark yaitu; Visits to researchers by an information specialist; Special book acquisition service for researchers;Researcher as teacher (supervisor) services; Hosting of electronic journals; Research registration support or services; Information about companies and businesses;Data excerpts and processing; Information on copyright Reference management services;Software catalogues and support; Statistical and economic analyses; Methods and experiment design; Web forms; Researcher contacts at the library; Researcher support web pages; Subject web pages for researchers. Beberapa universitas di Denmark memiliki lebih dari satu jenis layanan di atas, dan beberapa di antaranya memiliki semua jenis layanan tersebut. Beberapa layanan adalah layanan perpustakaan yang khas, sementara yang lain diselenggarakan oleh berbagai departemen atau pusat universitas. Layanan sekunder di perpustakaan universitas di Denmark termasuk Ask the library services; Suggest a book services; Remote access to electronic resource; Ebook on demand; Digitization; Xeroxing services; Special services for non-university employees (e.g. hospital staff; Subject web pages; Hardware / IT. Jenis layanan tersebut, selain dimanfaatkan oleh peneliti, juga oleh dosen, mahasiswa serta masyarakat umum (Larsen, et.al.,2010). Penelitian terdahulu Berikut ini adalah beberapa penelitian terdahulu tentang layanan pendukung penelitian di berbagai perguruan tinggi. Layanan pendukung penelitian adalah bidang yang muncul dan populer di perpustakaan universitas, dengan baik sejak awal 2010-an. Awan, et.al.(2022) melakukan studi bertujuan untuk mengidentifikasi status layanan pendukung penelitian yang disediakan di perpustakaan universitas Pakistan dan membandingkan hasilnya dengan studi internasional yang relevan. Penelitian juga melaporkan persepsi pustakawan tentang penerapan layanan pendukung penelitian di perpustakaan universitas Pakistan. Digunakan metode survei kuantitatif yang dilakukan terhadap kepala pustakawan yang bekerja di 175 perpustakaan universitas di Pakistan. Kuesioner terstruktur dirancang dan diuji sebelumnya oleh para ahli penelitian nasional dan internasional, anggota fakultas dan profesional perpustakaan. SPSS digunakan untuk menghitung statistik deskriptif. Hasil penelitian dibandingkan dengan literatur sebelumnya dari perspektif internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perpustakaan universitas menyediakan layanan pendukung penelitian dasar dan mereka memiliki koleksi yang baik dari karya umum dan mata pelajaran tertentu untuk memenuhi kebutuhan para peneliti. Sebagian besar responden tidak hanya tertarik untuk menyediakan layanan pendukung penelitian tetapi juga menekankan bahwa perpustakaan harus memperbarui koleksinya untuk memenuhi kebutuhan peneliti. Namun, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ada sedikit dukungan untuk layanan dukungan penelitian yang lebih maju dan lebih baru. Penelusuran informasi, termasuk memberikan literasi informasi bagaimana cara melakukan penelusuran (strategi penelusuran), melalui data base yang dilanggan di Pakistan. Layanan lain yang diberikan adalah jasa pembuatan kliping, institutional repository, dan penyediaan ruangan untuk FGD, serta meja infomasi tentang konsultasi riset ( Research library advisory desk). Di berbagai universitas telah terjadi peningkatan penekanan pada akuntabilitas keuangan, dan tren tersebut tercermin di dalam banyak hal. Contoh yang relevan adalah penggunaan bibliometrik untuk mengevaluasi penelitian baik yang dilakukan oleh pemerintah, penyandang dana penelitian lainnya dan oleh administrasi universitas sebagai salah satu cara untuk menilai kualitas hasil penelitian serta untuk memberikan justifikasinya demikian pula adanya pengakuan bahwa data yang dikumpulkan di universitas sebagai bagian dari penelitian memiliki nilai, di luar tujuan aslinya, perlu dideskripsikan, dikuratori, disimpan dan dikelola dengan baik untuk jangka panjang (Tenopir et. al., 2012). Lijun dan Lijing (2015) melakukan survei terhadap 10 perpustakaan akademik Amerika Serikat dan akhirnya mengusulkan dua kategori layanan pendukung penelitian: layanan yang ditujukan untuk keseluruhan proses penelitian (misalnya konsultasi penelitian, layanan teknologi dan akses literatur) dan layanan yang ditargetkan pada berbagai tahap penelitian (mis. pengajuan dana, RDM, penulisan tesis, dan diseminasi hasil penelitian). Berdasarkan survei layanan dukungan penelitian dari enam perpustak aan ak ademik , Xue et al. (2016) menjelaskan model dukungan penelitian berdasarkan siklus hidup penelitian, yang terdiri atas langkahlangkah berikut: konsepsi (konsultasi penelitian, panduan penelitian, lokakarya, dll); pengolahan dan analisis data (RDM, alat penelitian, analisis data, bantuan penulisan, dll.); publikasi dan diseminasinya (publikasi ilmiah, Open Acces, manajemen kutipan, layanan hak cipta, dll.); dan preservasi & kurasi (repositori institusi). Zakaria, (2021), melakukan penelitian dengan tujuan untuk menjelaskan layanan visualisasi data (Data Visualization Service = DVS) yang disediakan secara online oleh perpustakaan akademik universitas kelas dunia. Tiga puluh situs perpustakaan dari 100 universitas teratas yang terdaftar dalam QS World University Rankings 2021 dipilih untuk penelitian tersebut. Situs web perpustakaan universitas diperik sa dan dik unjungi berkali-k ali untuk mengumpulkan data. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa DVS dapat dibagi menjadi lima aspek: informasi, layanan, pelatihan, alat dan perangkat lunak, dan sumber daya informasi. Sebagian besar perpustakaan (93,3%) menawarkan alat dan perangkat lunak visualisasi data seperti Tableau, R, Excel, Gephi, dan Plotly. Dua puluh enam perpustakaan (86,67%) menyediakan sumber informasi yang berkaitan dengan visualisasi data seperti buku teks, sumber data, tautan eksternal ke sumber daya elektronik, dan blog. Selain itu, 80% perpustakaan menawarkan DVS kepada komunitas universitas melalui halaman web mereka. Temuan penelitian dapat membantu perpustakaan akademik meningkatkan DVS dan mengajak perpustakaan di seluruh dunia untuk menyediakan DVS di masa mendatang. Si, et.al. (2019), melakukan penelitian bertujuan untuk mendalami layanan dukungan penelitian ( Research Support Service) yang dilakukan oleh perpustakaan akademik di universitas terkemuka dunia dan memberikan implikasi dan wawasan yang bermanfaat bagi perpustakaan akademik lainnya. Digunakan metode survei dengan populasi adalah 100 universitas teratas yang terdaftar dalam QS World University Rankings tahun 2017, 76 perpustakaan dipilih sebagai sampel dan dilakukan investigasi situs web untuk mengeksplorasi layanan dukungan penelitian. Metode statistik dan perangkat lunak visualisasi digunakan untuk menggeneralisasi layanan utama, analisis teks dan analisis kasus juga diterapkan guna mengungkap implementasi yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan dukungan penelitian telah menjadi salah satu layanan penting perpustakaan akademik dalam konteks penelitian elektronik dan penelitian intensif data. Layanan pendukung penelitian secara umum dapat dibagi menjadi tujuh aspek, yaitu : pengelolaan data penelitian (62, 81,58 persen), akses terbuka (64, 84,21 persen), publikasi ilmiah (59, 77,63 persen), pengukuran dampak penelitian (32, 42,11 persen), panduan penelitian (47, 61,84 persen), konsultasi penelitian (59, 77,63 persen) dan rekomendasi alat penelitian (38, 50,0 persen).Temuan tersebut dapat mem bantu perpustakaan akademik untuk meningkatkan layanan dukungan penelitian; dengan demikian, memajukan karya peneliti dan melakukan promosi terhadap penemuan ilmiah. Berdasarkan uraian di atas, maka tujuan penelitian adalah untuk mengetahui 1) Jenis dan deskripsi layanan pendukung penelitian di Kepustakaan Sain Teknologi BJ.Habibie Puspiptek Serpong; 2) Metode permintaan layanan melalui e-LAWAS 3) Jumlah layanan yang dilakukan periode Januari - Desember 2022.
Result & Discussion
Jenis dan deskripsi layanan yang disediakan untuk peneliti KST B.J. Habibie, Serpong. Berikut adalah jenis serta deskripsi layanan yang diberikan kepada peneliti KST, yang diakses melalui Intra BRIN, pada tanggal 09 Agustus 2023. 1. Layanan penelusuran informasi (PI) Merupakan layanan berbentuk daftar literatur hasil penelusuran topik yang diminta peneliti. Sumber informasi yang digunakan adalah sumber informasi dari dalam dan luar negeri. Seperti diketahui saat ini BRIN melanggan jurnal maupun data base dari luar negeri diantaranya SCOPUS, SCIENCE DIRECT, JSTOR, dll 2. Layanan pembuatan bibliomterik (LR) Layanan yang diberikan menggunakan data base SCOPUS, serta Visualisasi data menggunakan VOsViewer, dan Biblioshiny. Hasil yang diberikan meliputi Visualisasi topik penelitan, penulis paling produktif, kolaborasi penulis, kolaborasi antar institusi maupun negara. 3. Visualisasi data Tableu (VDT) Hasil yang diberik an disesuaikan dengan permintaan peneliti, tentang data apa yang akan divisualisasikan. Digunakan aplikasi Tableu karena aplikasi tersebut masih dapat diperoleh secara cuma-cuma. 4. Literasi informasi (LI) Literasi informasi diberikan kepada peneliti yang ingin belajar bagaimana cara mencari topik penelitian menggunakan data base tertentu. Layanan tersebut dapat dilakukan baik secara daring, maupun luring. Dikenalkan kepada peneliti cara menelusur menggunakan system Boolean Logic, menggunakan kata AND, OR, AND NOT. Di samping itu juga diberikan pengetahuan strategi penelusuran lainnya, seperti pembatasan hanya kepada tahun terbit, jenis dokumen, bahasa, judul, abstrak serta kata kunci. 5. Pendampingan preservasi data ilmiah (PPDI-RIN) Seperti yang diwajibkan oleh BRIN,maka peneliti harus memasukkan data ke Repositori Data Ilmiah yang sampai saat ini dikenal dengan sebutan RIN. Pendampingan dapat dilakukan baik secara daring maupun luring. Pada proses pendampingan, diharapkan peneliti sudah menyiapkan data yang akan disimpan di RIN, sehingga tidak diperlukan waktu untuk mencari-cari data. Penguasan atas data yang disimpan di RIN, tetap berada di tangan peneliti, namun jik a ingin dibagi, dapat menggunakan berbagai cara, misalnya, yang dishare hanya data bibilografinya saja, atau data dapat dibuka seluas-luasnya, sehingga mem percepat kem ajuan penelitian yang digelulinya. Apabila peneliti tidak memiliki waktu untuk mengelola data yang mereka miliki, maka pustakaawan BRIN mendapatkan amanat untuk mengerjakan hal tersebut. 6. Pemeriksaan plagiasi Pemeriksaan plagiasi diberikan kepada peneliti yang ingin mengetahui seberapa besar naskah yang akan dikirim ke penerbit memiliki kemiripan dengan naskah yang sudah pernah diterbitkan di web. Pemeriksaan Score/nilai kemiripan ditentukan menggunakan aplikasi software IThenticate. Seperti diketahui, IThenticate adalah salah satu aplikasi pencegahan plagiarism berbasis web, sehingga aplikasi tersebut dapat digunakan pada berbagai macam platform. Angka kemiripan yang disajikan iThenticate tidak serta merta digunakan sebagai justifikasi plagiat. iThenticate adalah perangkat pendeteksi plagiat, bukan penentu ada tidaknya plagiat 7. Pemeriksaan tata bahasa (LG) Di dalam memberikan layanan pemeriksaan tata bahasa, pustakawan menggunakan aplikasi Grammarly berbayar. Sehingga pustakawan dapat leluasa dalam memberikan pelayanan. Terdapat dua tahap dalam pemeriksaan tata bahasa, yaitu yang pertama adalah menentukan score awal naskah yang akan diperiksa. Kemudian tahap berikutnya, berdasarkan ssarn dari aplikasi Grammarly pustakawan memperbaikinhya. Langkah terakhir adalah melihat score yang telah diperbaiki. 8. Layanan Literature Riview (LLR) Layanan Literature Riview (LLR), merupakan tinjauan terhadap suatu topik penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti. Menggunakan berbagai data base yang dilanggan (SCOPUS, Science Direct, dan yang lainnya), pertama – tama dilakukan penelusuran terhadap topik, yang diminta. Misalnya literature riview tentang Perovskite Soar Cell,(PSC), dengan tujuan mencari metode untuk meningkatnya efisiensi power cell efficiency (PCE), bagaimana fabrikasinya, serta aplikasinya. Dapat dikatakan bahwa LLR, merupakan pengembangan dari layanan penelusuran informasi. Berdasarkan ke delapan layanan pendukung penelitian yang dilakukan oleh pustakawan BRIN Kawasan Sain Teknologi BJ. Habibie, Puspiptek Serpong, diantaranya sama dengan apa yang dilayankan oleh perpustakaan universitas di berbagai negara, diantara adalah perpustakaan akademi/ perguruan tinggi di Amerika Serikat dan Pakistan, yaitu berupa Research Data Management (RDM), serta penelusuran /akses informasi, Lijun dan Lijing (2015), Si, et.al. (2019), Awan, et.al., (2022), dan Visualisasi data Zakaria, (2021), bibliometrika (Tenopir et. al., 2012). Mekanisme permintaan layanan melalui eLAWAS Mekanisme /cara peneliti unuk mendapatkan layanan kepustakaan dijelaskan dalam gambargambar berikut. Pertama-tama peneliti selaku pemustaka diwajibkan untuk mengisi formular yang berisikan tentang profil yang bersangkutan, dilengkapi Alamat e-mail BRIn serta nomor handphone (Gb.1) Gambar 1. Pengisian data pemustaka sebelum menentukan layanan yang dipilih Berikutnya pada Gambar 2, pemustaka/peneliti diminta untuk memeriksa jenis layanan yang disediakan oleh kepustakaan BRIN. Pada gambar 3, pemustaka/peneliti memilih jenis layanan yang diminta, pada kasus berikut sebagai contoh adalah layanan Penelusuran Informasi. Langkah berikutnnya, setelah usulan layanan yang dipilih masuk, maka akan diterima oleh service desk, kemudian diteruskan ke coordinator layanan, dan selanjutnya didistribusikan ke pustakawan pelaksana layanan, untuk ditindaklanjuti. (Gb. 4). Selanjutnya pada Gambar 5, layanan yang sudah selesai dikerjakan, dikirimkan melalui e-mail pemustaka/peneliti. Gambar 2. Contoh layanan kepustakaan yang disediakan di BRIN Gambar 3. Memilih jenis layanan kepustakaan, (Penelusuran Informasi) Gambar 4. Koordinator membagi tugas layanan ke pustakawan pelaksana, untuk dikerjakan. Gambar 5. Pelaksana mengirimkan hasil pekerjaan melalui email pemustaka Pada Gambar 6, selain ke email peneliti, maka hasil pekerjaan juga dikirimkan ke koordinator untuk dilakukan approval/persetujuan bahwa layanan sudah selesai dikerjakan, dan dapat diunduh melalui sistem LAWAS, oleh peneliti. Gambar 6. Daftar layanan yang sudah dikirim ke e-LAWAS, untuk disetujui oleh coordinator Jumlah dan jenis permintaan layanan periode Januari – Desember 2022 Sebagai gambaran hasil kajian, berikut ini (Tabel 1) adalah jenis dan layanan pendukung penelitian periode Januari – Desember 2022, yang dilaksanakan oleh Kepustakaan Kawasan BJ Habibie, Serpong. Berdasarkan Tabel 1 dan Gambar 7, dapat diketahui bahwa layanan terbanyak adalah pemeriksaan plagiarisme, menggunakan Turnitin/ Ithenticate sebanyak 427 permintaan (60,83%), kemudian pada urutan kedua adalah layanan pemeriksaan tata bahasa menggunakan aplikasi Grammarly, sebanyak 179 permintaan (25,50%), layanan bibliometrika berada pada urutan ketiga yaitu 32 judul (4,50%). Dijumpai layanan yang sama sekali belum ada yang meminta, yaitu layanan Visualisasi data. Puncak permintaan layanan tertinggi berada pada bulan September dengan jumlah permintaan pada pertama yaitu sebanyak 111 kali (15,81%), kemudian pada urutan kedua berada di bulan Oktober dengan jumlah 109 kali (15,52%), dan pada urutan ketiga adalah bulan Juli yaitu 99 kali (14,10%). Apabila dicermati, layanan terbanyak sebesar 111 kali terdiri atas Bibliometrik 2 kali (1,80%) Pemeriksaan plagiasi 87 kali (78,38%), Pemeriksaan tata bahasa 20 kali (18,01%), Penelusuran informasi 1 kali (0,90%, Literasi informasi 0 kali (0%), Literature riview 1 kali (0,90%), Pendampingan RIN ) kali (0,90%), dan Visualisasi data Tableu 0 kali (0%). Terlihat layanan pemeriksaan plagiasi dan pemeriksaan tata Bahasa di setiap bulan selalu berada pada urutan pertama dan kedua, kecuali pada bulan Mei 2022 yang menunjukkan jumlah yang sama yaitu 6 untuk pemerik saan plagiasi, dan 6 untuk pemeriksaan tata bahasa. Permintaan layanan penelusuran informasi selama 2022 berjumlah 32 kali (4,50%), atau berada pada urutan ketiga, hal tersebut menunjukkan bahwa ternyata layanan para peneliti masih memerlukan bantuan dalam penelusuran informasi. Diduga pustakawan lebih menguasai sumber-sumber informasi serta lebih menguasai strategi penelusuran yang digunakan. Selama periode Januari – Mei 2022, terlihat peneliti yang mengajukan layanan masih sedikit, berkisar pada rentang 3 – 18 permintaan, dan mulai meningkat sejak Juni 2022, hal tersebut diduga Sebagian besar para peneliti belum mengenal layanan yang dilakukan oleh perpustakaan Kawasan BJ Habibie. Tabel 1. Jumlah dan jenis permintaan layanan Januari – Desember 2022 Layan an Jan Feb Mrt Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Jml B 2 0 0 2 0 5 6 2 2 0 1 3 23 P 5 3 2 6 6 32 49 49 87 72 56 60 427 TB 2 0 0 0 6 17 36 26 20 33 22 17 179 PI 3 6 0 5 3 4 4 0 1 1 1 4 32 LI 1 1 1 0 2 5 2 1 0 2 0 1 18 LR 1 1 0 2 1 3 2 7 1 1 2 3 22 PR 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 VT 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Jml 14 (1,9 9%) 11 (1,56 %) 3 (0,43 %) 15 (2,13 %) 18 (2,5 6%) 66 (9,40 %) 99 (14,1 0%) 85 (12,11 %) 111 (15,8 1%) 109 (15,5 2%) 83 (11,8 2%) 88 (12,5 3%) 702 (100 %) Sumber: Laporan bulanan Januari – Desember 2022 Kawasan BJ Habibie Keterangan: B = Bibliometrik P = Plagiasi TB = Tata bahasa PI = Penelusuran informasi LI = Literasi informasi LR = Literture riview PR = Pendampingan RIN VT = Visualisasi Tableu 0 20 40 60 80 100 Jan Feb Mrt Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Layanan Lawas Januari - Desember 2022 Bibliometrik Pemeriksaan plagiasi Pemeriksaan tata bahasa Penelusuran informasi Literasi informasi Literature riview Pendampingan RIN Visualisasi data Tableu Gambar 7. Jumlah dan jenis layanan periode Januari – Maret 2023
Conclusion
Disimpulkan bahwa Kepustakaan KST BJ Habibie speriode Januari-Desember 2022 telah memberikan 8 jenis layanan pendukung penelitian, kepada para peneliti BRIN, melalui E-LAWAS. Layanan paling banyak diminati adalah pemeriksaan plagiarisme. Namun dijumpai 1 jenis layanan yang belum pernah diminta yaitu layanan Visualisasi data menggunkan Tableu. Disarankan kepada Pustakawan Kawasan Sain Teknologi BJ Habibie Serpong, untuk selalu melalukan refreshment atau sosialisasi tentang layanan yang dapat dimanfaatkan oleh para peneliti terutama bagi mereka yang bertugas di Kawasan tersebut.