Kembali
16
1
2018 Jurnal Pari Vol 4 · 2 ISSN 2549-0133

PETA POTENSI PERPUSTAKAAN LINGKUP PUSAT RISET PERIKANAN

Kementerian Kelautan dan Perikanan

Abstrak

Peta potensi pada lingkup perpustakaan Pusat Riset Perikanan dalam penelitian ini sebatas sumberdaya manusia perpustakaan, lokal konten yang dimiliki, dan peringkat lokal konten dalam google scholar, hasil penelitian menunjukkan dari 13 satuan kerja Pusrikan terdapat 19 orang sumberdaya perpustakaan yang terdiri dari 11 orang sudah menjadi pustakawan dan 8 orang belum menjadi pustakawan (pengelola perpustakaan) hal ini salah satunya dikarenakan masih ragu dan belum siapnya mereka menjadi pustakawan sedangkan untuk potensi lokal konten pusriskan terdiri 12 judul lokal konten yang terdri dari 6 judul dan yang belum 6 judul lagi belum terakreditasi dikarenakan tulisan pada lokal konten tesebut belum ilmiah, sedangkan untuk peringkat google scholar kutipan terbanyak adalah Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia sebanyak 1240 kutipan, Indeks–h 8, dan Indeks-i10 8. Adapun kutipan terendah pada Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia dengan 58 kutipan indeks-h 3, Indeks-i10 1. Untuk mengatasi kendala kekurangan peta potensi tersebut dilakukan solusi: 1) untuk SDMpustakawan perlu adanya motivasi seperti mensosialisakan keuntungan menjadi pustakawan 2)untuk akreditasi lokal konten dapat meningkatkan kualitas tulisan lebih ilmiah sehingga dapat memenuhi substansi yang disyaratkan oleh LIPI. Lokal konten yang terakreditasi tentunya dapat meningkatkan kutipan, indeks-h dan Indeks-i 10 sehingga dapat meningkatkan peringkat pada googlescholar.

Abstract

Library Potential Map of KP Fisheries Research Center is limited to library human resources, its local content, and local content rating in Google Schoral, the research result shows from 13 Pusrikan working unit there are 19 library resources which consist of 11 people who have become librarians and 8 people who haven’t (library administrators) the reason behind this is because they are still hesitant and not ready to be librarians, on the other hand for local content potential Pusriskan consist of 12 local content titles which consist of 6 titles and the other 6 are not yet credited due to those local contents are not scientific. Meanwhile, for the rank of Google scholar the most quotation is Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia as many as 1240 quotations, -h8 index, and –i10 8 index. Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia got the lowest rank in Google Svholar with 58 quotations h3 index, -i10 1 index. The solutions to overcome the problem of potential map shortage are: 1) It is important to socialize the benefit of becoming librarian to library human resource as motivation. 2) it is important to make the quality of credited local content more scientific so it can be approved by LIPI. Credited local content surely increase the quotation, -h index and –I 10 index, therefore the Google Scholar rating will increase, too.
Keywords: Research Institute · potential librarians · fisheries local content · google scholar ratings

Introduction

Perpustakaan lingkup Pusat Riset Perikanan (Puriskan), merupakan unit kerja Badan Riset Sumber Daya Manusia KP yang mempunyai tugas dan fungsi untuk mendukung pelaksanaan kegiatan riset di bidang kelautan dan perikanan. Kegiatan penelitian tersebut menghasilkan literatur ilmiah, guna dijadikan sebagai dasar untuk membuat kebijakan para pemangku kebijakan ke depan. Perpustakaan Lingkup Puriskan berupaya menyajikan berbagai sumber informasi. Pentingnya perpustakaan pada lembaga riset guna mendukung kegiatan penelitian, sertamendayagunakan sumbersumber informasi yang terdapat di perpustakaan dan jasa informasi yang tersedia. Potensi yang ada pada Perpustakaan Lingkup Puriskan seperti SDM pengelola, jurnal online, dll menjadi kekuatan bagi institusi riset. Hasil-hasil riset yang dikelola dengan baik bisa meningkatkan indeksasi padamesin pencari seperti Google Scholar dan sejenisnya. Jurnal atau pun peneliti yang mempunyai sitasi tinggi secara tidak langsung akan membawa dampak positif bagi sebuah lembaga riset. Berdasar uraian diatas penulis inginmenjabarkan peta potensi yang telah dicapai oleh pusat riset perikanan serta peingkat dalam google sholar hal ini sesuai dengan peran perpustakaan sebagai dalam hal menghimpun, mencari, menyebarluaskan informasi kepada pemustaka, serta mengolah sumber-sumber informasi hasil penelitian dalam bentuk tercetak dan elektronis. I.1 Rumusan Masalah : Bagaimana peta potensi perpustakaan Pusat Riset Perikanan tekait dengan pustakawan, lokal koten yang dikelola dan penilaian googlescholar I.2 Tujuan Penelitian Mengetahui sejauh mana dan kendala peta potensi perpustakaan Pusat Riset Perikanan I.3 .Metode Penelitian Metode penelitian deskriftif kualitatif Bogdan dan Taylor (Moleong,2007) mengemukakan bahwa metodologi kualitatif merupakan prosedur penelitian yangmenghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, studi literature, penelusuran internet dengan data yang valid dan relevan kemudian dideskripsikan II. TINJAUAN PUSTAKA II.1 Pusat Riset Perikanan II.1.1 Sejarah Pusat Riset Perikanan Bersumber http://puslitbangkan.balitbangkp. kkp.go.id/profil/p4b/ sejarah Pusat Riset Perikanan pada Tahun 2002 merupakan titik awal dari perkembangan riset di bidang perikanan budidaya, sejalan dengan adanya pemekaran Puslitbang Eksplorasi Laut dan Perikanan (Puslitbang ELP) menjadi tiga pusat riset yaitu Pusat Riset Perikanan Tangkap (PRPT), Pusat Riset Perikanan Budidaya (PRPB). Pusat Riset Pengolahan Produk dan Sosial EkonomiKelautan dan Perikanan (PRPPSE). Dalam perjalanannya maka pada tahun 2004 PRPPSE dipecah menjadi Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Balai Besar Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Konsekuensi logis yang dialami dari pemekaran tersebut salah satunya adalah kegiatan diseminasi hasil riset yang salah satunya dilakukan melalui penerbitan publikasi hasil riset, pelayanan perpustakaan, dan kegiatan yang terkait dengan pelaksanaan kerja sama penelitian. Pelayanan riset khususnya yang terkait dengan pelayanan informasi, dokumentasi, dan pelaksanaan kerja sama riset dilakukan pengelompokan-pengelompokan. Riset yang terkait dengan perikanan tangkap diserahterimakan langsung ke PRPT dan riset yang berkaitan dengan pascapanen perikanan diserahkan ke PRPPSE, sementara riset budidaya perikanan dikelola oleh PRPB. Berdasarkan aset, maka PRPB masih menempati kantor eks. Puslitbang ELP, begitu pula SDM dan fasilitas yang dimiliki sebagian besar adalah sumber daya dan fasilitas dari eks Puslitbang ELP. Oleh karena itu, para pimpinan ketiga pusat riset tersebut untuk sementara (tahun 2002) mempercayakan pengelolaan publikasi dan kerja sama riset agar dapat dimotori oleh PRPB, kemudian sejak tahun 2004 kegiatan diseminasi hasil riset diserahkan dan dikelola oleh masing-masing instansi. Pada Tahun 2010 Pusat Riset Perikanan Budidaya mengalami perubahan nomenklatur menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya dan berkantor di Jalan agunan No. 20 Pasar Minggu Jakarta Selatan. Dengan adanya kebijakan baru untuk peningkatan kinerja pada tahun 2016 Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya bergabung dengan p4KSI dan berubah menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan. Pada tahun 2017 Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan KP bergabung dengan Badan Pengembangan SDM KP berubah menjadi Bada Riset dan Sumber Daya Manusia KP. Dengan adanya penggabungan tersebut Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan berubah juga menjadi Pusat Riset Perikanan (Pusriskan). II.1.2 Skema Organisasi Susunan organisasi Pusat Riset Perikanan ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kelautan dan perikanan nomor NOMOR 6/PERMEN-KP/2017 tertanggal 3 Februari 2017 Pusat Riset Perikanan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan, serta pemantauan, evaluasi, dan pelaporan riset dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang perikanan. Terdapat 11 unit kerja lingkup Pusat Riset Perikanan 1. Balai Besar Riset Sosial Ekonomi KP 2. Balai Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan PerikananGondol 3. Balai Riset Perikanan Laut, Cibinong 4. Balai Riset Pemuliaan Ikan, Sukamandi, 5. Balai Riset Budidaya Ikan Hias, Depok 6. Balai Riset Pemuliaan Sumber Daya Ikan, Jatiluhur 7. Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan, Bogor 8. Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan, Palembang 9. Loka Riset Rumput Laut, Gorontalo 10.Loka Riset Perikanan Tuna,Denpasar 11. Loka Riset Mekanisasi Pengolahan hasil perikanan, Bantul, Yogyakarta II.2 Pustakawan Menurut Lasa, H.S (1998). Librarian, pustakawan, penyaji informasi adalah tenaga profesional dan fungsional di bidang perpustakaan, informasimaupun dokumentasi. Dari ketiga pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pustakawan adalah orang yang memiliki pendidikan perpustakaan atau ahli perpustakaan atau tenaga profesional di bidang perpustakaan dan bekerja di perpustakaan. Jadi pustakawan adalah seseorang yang profesional atau ahli dalambidang perpustakaan Menurut Sulistyo Basuki (1991) pustakawan adalah tenaga professional yang dalam kehidupan sehari-hari berkecimpung dengan dunia buku. Dengan situasi demikian sudah layak bila pustakawan menganjurkan masyarakat untuk giat membaca. Dan pustakawan pun dituntut untuk giat membaca demi kepentingan profesi, ilmu, maupun pengembangan kepribadian si pustakawan itu sendiri. II.3 Lokal Konten Menurut Sutedjo, (2014) Lokal konten adalah informasi yang dihasilkan oleh suatu institusi/ lembaga penelitian dan atau Perguruan Tinggi dan pada umumnya koleksi lokal konten disimpan di perpustakaan yang merupakan lembaga deposit yang mempunyai wewenang untuk menyimpan, mengelola, dan menyebarluaskan informasi (sudah siap layan ) kepada pengguna perpustakaan adapun menurut Kovariansi (2013)menjelaskan bahwa lokal konten (muatan lokal)merupakan suatuwarisan atau peninggalan dalam bentuk harta atau bentuk lainnya seperti kekayaan yang dimiliki oleh sebuah bangsa, hasil karya intelektual ilmiah dari sebuah lembaga penelitian atau institusi pendidikan seperti perguruan tinggi II.3 Google Scholar Menurut Ageng Septian (2016) Google Scholar (Google Cendekia) adalah layanan yang memungkinkan pengguna malakukan pencarian materi-materi pelajaran berupa teks dalam berbagai format publikasi. Diluncurkan pada tahun 2004, indeks Google Cendekia mencakup jurnal-jurnal online dari publikasi ilmiah. Google Cendekia menyediakan cara yang mudah untuk mencari literatur akademis secara luas. Seseorang dapat mencari di seluruh bidang ilmu dan referensi dari satu tempat: makalah peer-reviewed, thesis, buku, abstrak, dan artikel, dari penerbit akademis, komunitas profesional, pusat data pracetak, universitas, dan organisasi akademis lainnya. Google Cendekia akan membantu seseorang mengidentifikasi penelitian paling relevan dari seluruh penelitian akademi. Google Cendekia bertujuan menyusun artikel seperti yang dilakukan peneliti, dengan memperhatikan kelengkapan teks setiap artikel, penulis, publikasi yang menampilkan artikel, dan frekuensi penggunaan kutipan artikel dalam literatur akademis lainnya. Hasil paling relevan akan selalumuncul pada halaman pertama II.4. h-index dan I 10-Indeks H-Index atau Indeks-h merupakan ukuran bagi seorang ilmuwan dalammengembangkan karya tulis ilmiahnya baik berupa hasil penelitian, hak patent, Hak Kekayaan Intelektual atau makalah makalah prosiding yang diterbitkan dalam bentuk publikasi ilmiah. Menurut Terry Mart (tanpa tahun) Seorang ilmuan memiliki indeks-h jika ia memiliki paper sebanyak h dengan jumlah kutipan untuk setiap paper tersebut minimal sama dengan h. Misalnya seorang peneliti memiliki h-index dengan skor 10 artinya terdapat 10 artikel yang dikutip oleh minimal 10 artikel yang lain. Sedangkan artii10-indexmenurut Laila RH (2017) adalah skor dari seorang peneliti dalam publikasi yang memiliki artikel yang disitasi oleh minimal 10 artikel yang lain. Misalnya seorang peneliti memiliki i10-index dengan skor 3, itu artinya bahwa terdapat 3 artikel yang dikutip olehminimal 10 artikel lain

Method

III. 1 Potensi Pustakawan/Pengelola Perpustakaan Salah satu Potensi Sumberdaya Manusia perpustakaan pada suatu perpustakaan adalah memiliki pustakawan yang dapat mengelola perpustakaan dengan professional, adapun sumberdaya manusia perpustakaan pada lingkup Pusat Riset Perikanan dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 1. Sumber DayaManusia Perpustakaan Pusat Riset Perikanan dan Lingkup No Nama Instanasi Pustakawan Pengelola Total 1 Pusat Riset Perikanan, Ancol-Jakarta 4 0 4 2 Balai Besar Riset Sosial Ekonomi KP 1 1 2 3 Balai Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan, Gondol 1 0 1 4 Balai Riset Perikanan Laut, Cibinong 1 0 1 5 Balai Riset Pemuliaan Ikan, Sukamandi 0 1 1 6 Balai Riset Budidaya Ikan Hias, Depok 0 1 1 7 Balai Riset Pemuliaan Sumber Daya Ikan, Jatiluhur 1 0 1 8 Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan Maros 2 0 2 9 Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan, Bogor 1 1 2 10 Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan, Palembang 0 1 1 11 Loka Riset Rumput Laut, Gorontalo 0 1 1 12 Loka Riset Perikanan Tuna, Denpasar 0 1 1 13 Loka Riset Mekanisasi Pengolahan hasil perikanan, Bantul, Yogyakarta 0 1 1 J u m l a h 11 8 19 Dari tabel 1 di atas dapat diketahui bahwa dari 13 unit kerja perpustakaan terdapat 19 orang sumberdaya manusia, yang terdiri dari 11 orang pustakawan (fungsional pustakawan) yaitu dari unir kerja Pusriskan Jakarta, BBRSosek Jakarta, BRBL Gondol, BRPL Cibinong, BRPSDI Jatiluhur, BRPBAT Bogor dan BRPAP Maros dan 8 pengelola perpustakaan (bukan fungsional) dari unit kerja terdiri dari BRPI Sukamandi, BRBIH Depok, BRPPU Palembang, LRRL Gorontalo, LRPT Tuna Denpasar dan LRMPHP Bantul. III.2. Potensi Lokal Konten Berdasarkan sumber sumber : http://ejournalbalitbang. kkp.go.id. Pusat Riset Perikanan menghasilkan lokal konten dalam bentuk jurnal ilmiah, prosiding, bulletin, media . Dalam hal ini Puriskan mempunyai 11 jurnal ilmiah yang terbagi dalam kategori a. Perikanan tangkap 5 (lima) jurnal 1. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia ( terbit dari tahun 1971 hingga saat ini), yang sebelumnya mengalami perubahan numenclatur yaitu Laporan Penelitian Perikanan Laut (LPPL dari tahun 1971-1982) menjadi Jurnal Penelitian Perikanan Laut (JPPL dari tahun 1983-1993), terakhir Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia (JPPI dari tahun 1994-hingga saat ini). Jurnal ini menyajikan hasil-hasil penelitian bidang biologi perikanan, teknologi pemanfaatan sumber daya ikan, pengkajian potensi, dan pemacuan sumber daya ikan. Saat ini frekeunsi penerbitan empat kali dalam setahun pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember. Dengan Nomor Akreditasi: 193/AU1/P2MBI/08/2009 (Periode: Agustus 2009- Agustus 2012). 2. Bawal ‘Widya Riset Perikanan Tangkap. Publikasi ini memuat hasil-hasil penelitian bidang “natural history” ikan (pemijahan, pertumbuhan, serta kebiasaan makan dan makanan) serta lingkungan sumber daya ikan. Frekuensi penerbitan dlam setahun yaitu: April, Agustus, Desember. Dengan Nomor Akreditasi: 144/Akred-LIPI/P2MBI/2009 (Periode: Maret 2009-Maret 2012). 3. Indonesian Fisheries Research Journal (IFRJ) adalah versi Bahasa Inggris dari JPPI. Terbit pertamakali tahun 1994 dengan frekuensi penerbitan 2 kali dalam setahun yaitu bulan Juni danDesember. 4. Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia (JKPI). Jurnal ini menyajikan analisis dan sintesa hasilhasil penelitian, informasi, dan pemikiran dalam kebijakan kelautan dan perikanan. Terbit pertama kali tahun 2009, dengan frekuensi penerbitan dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan Nopember. Dengan Nomor Akreditasi: 425/AU/P2MI-LIPI/04/2012 (Periode April 2012-April 2015). 5. Buletin Teknik Litkayasa: Sumber Daya dan Penangkapan, adalah publikasi untuk Teknisi Litkayasa yang berisi mengenai kegiatan teknisi litkayasa terkait dengan prospek pengembangan, analisis kegiatan lapangan, dan lain-lainya yang berhubungan dengan sumber daya dan penangkapan dan disajikan secara praktis, jelas, dan bersifat semi ilmiah. Terbit pertama kali tahun 2003, saat ini frekuensi penerbitan dua kali dalam setahun yaitu bulan Juni danDesember. b. Perikanan Budidaya 4 (empat) jurnal 1. Jurnal Riset Akuakultur, memiliki p-ISSN 19076754; e-ISSN 2502-6534 dengan Nomor Akreditasi: 619 / AU2 / P2MI-LIPI / 03/2015 (periode April 2015-April 2018). Pertama kali diterbitkan pada tahun 2006, dengan frekuensi publikasi empat kali setahun, yaitu pada bulan Maret, Juni, September dan Desember. Jurnal Riset Akuakultur sebagai sumber informasi dalam bentuk hasil penelitian dan kajian ilmiah (review) dalam bidang berbagai disiplin ilmu akuakultur meliputi genetika dan reproduksi, bioteknologi, nutrisi dan pakan, kesehatan ikan dan lingkungan, dan sumber daya lahan dalam budidaya. 2. Indonesian Aquaculture Journal, menerbitkan hasil penelitian tentang perikanan budidaya, perikanan pesisir dan air tawar, dan lingkungan. Jurnal ini menerbitkan dua kali setahun dan didanai oleh Pusat Penelitian Perikanan, Badan Penelitian Kelautan dan Perikanan dan Sumber Daya Manusia. 3. Media Akuakultur, memiliki (p-ISSN 1907-6762; e-ISSN2502-9460) denganNomor Akreditasi:742 /Akred / P2MI-LIPI / 04/2016 (PeriodeApril 2016April 2019) terbit dua kali setahun. Meda Akuakultur sebagai sumber informasi mengenai hasil penelitian, ulasan, pendapat, gagasan, dan berita tentang akuakultur. 4. Buletin Teknik Litkayasa Akuakultur memiliki pISSN 1412-9574 dan E-ISSN 2541-2442. adalah publikasi untuk Teknisi Litkayasa yang berisi mengenai kegiatan teknisi litkayasa terkait dengan prospek pengembangan, analisis kegiatan lapangan, dan lain-lainya yang berhubungan dengan budidaya perikanan dan disajikan secara praktis, jelas, dan bersifat semi ilmiah. c. Sosial Ekonomi Perikanan 3 (tiga) jurnal 1. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Merupakan Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, dengan tujuan menyebarluaskan hasil karya tulis ilmiah di bidang Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Artikel-artikel yang dimuat diharapkan dapat memberikan masukan bagi para pelaku usaha dan pengambil kebijakan di sektor kelautan dan perikanan terutama dari sisi sosial ekonomi. Diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun yang memuat naskah bahasa Indonesia 2. Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Merupakan Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, dengan tujuan menyebarluaskan hasil karya tulis ilmiah di bidang Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Artikel-artikel yang dimuat diharapkan dapat memberikan masukan bagi para pelaku usaha dan pengambil kebijakan di sektor kelautan dan perikanan terutama dari sisi sosial ekonomi. 3. Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Merupakan Buletin Ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, dengan tujuan menyebarluaskan hasil karya tulis ilmiah di bidang Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Artikel-artikel yang dimuat diharapkan dapat memberikan masukan bagi para pelaku usaha dan pengambil kebijakan di sektor kelautan dan perikanan terutama dari sisi sosial ekonomi. III.3. Penilaian Google Scholar Dari keempat kategori jurnal yang dikelola olehPusar Riset Perikanan, terdapat 7 (tujuh) jurnal yang sudah diketahui tingkat sitasinya olehGoogle Scholar.Google Scholar merupakan aplikasi yang sangat bermanfaat bagi seorang pengelola jurnal.DenganGoogleScholar, artikel dari sebuah jurnal yang dikutip (istilah lainnya adalah disitasi) oleh artikel lain dapat diketahui.Dengan demikian nilai faktor dampak (istilah lainnya adalah impact factor) dari sebuah jurnal dapat diketahui. Meski profil diGoogleScholar dapat digunakan untuk seorang peneliti, pada kenyataannya dapat pula digunakan untuk mengukur kinerja sekelompok peneliti atau sebuah jurnal. Tabel 2. Terbitan Lokal konten dan penilaian Google Scholar No Nama Jurnal Google Scholar Kutipan Indeks-h Indeks-i1 1 Indonesian Fisheries Risearch Journal 222 152 7 2 5 0 2 BAWAL. Widya Riset Perikanan Tangkap 274 259 6 2 6 2 3 Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia 130 129 3 1 3 1 4 Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia 1473 1031 11 20 9 9 5 Buletin Teknisi Litkayasa Perikanan Tangkap 21 21 2 2 0 0 6 Jurnal Riset Akuakultur 266 215 4 3 1 1 7 Indonesian Aquaculture Journal 181 159 6 2 6 2 8 Media Akuakultur 423 358 6 3 6 2 9 Buletin Teknik Litkayasa Akuakultur 7 6 2 2 0 0 10 Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan & Perikanan 23 22 3 3 0 0 11 Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan 101 100 5 5 0 0 12 Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan 0 0 0 0 0 0 Sumber : e journal.Balitbang.kkp.go.id Nopember 2018 Pada table.2 dapat diketahui kutipan terbanyak pada Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia sebanyak 1473 kutipan, Indeks –h 11, dan Indeks-i10 9. Sedangkan kutipan terendah pada Buletin Teknik Litkayasa Akuakultur yaitu 7 kutipan, Indeks-h 2, Indeks-i10 0. III.4. Analisa Permasalahan Dan Pemecahannya Berdasarkan data pada pembahasan di atas terdapat permasalahan sebagai berikut : 1. Potensi Sumberdaya Manusia Perpustakaan. Berdasarkan tabel 1. Jumlah keseluruhan sumberdaya manusia perpustakaan Pusat Riset Perikanan 17 orang yang terdiri dari 9 orang sudah menjadi pustakawan yaitu dari satuan kerja Pusriskan Jakarta, BBRSosek Jakarta, BRBLGondol, BRPL Cibinong, BRPSDI Jatiluhur dan BRPBAT Bogor, sedangkan 8 orang belum pustakawan yaitu dari satuan kerja BRPI Sukamandi, BRBIH Depok, BRPPU Palembang, LRRL Gorontalo, LRPT Tuna Denpasar dan LRMPHP, Bantul. Hal ini perlu diperhatikan karena dalam mengolah perpustakaan dibutuhkan tenaga yang terampil di bidangnya seperti pustakawan. Disamping itu pustakawan merupakan profesi yang yang dapat meningkatkan karier dan jabatan fungsionalnya ke jenjang yang lebih tinggi. Berdasarkan pertanyaan tertulis terhadap pengelola perpustakaan yang belum masuk jenjang fungsional, jawabanmereka diantaranya sebagai berikut : a. Masih ragu dan belum siap menjadi pustakawan karena merasa di perpustakaan belum menjajikan seperti di bagian lain b. Sedang dalampengajuan proses impassing c. Belummenyeselaikan pendidikannya (kuliah) Dalam mengatasi hal tersebut diatas khususnya yang masih ragu perlu dilakukan motivasi agar berminatmenjadi pustakawan salah satunya dengan menjelaskan keuntungan menjadi pustakawan sebagaimana Haryani (2012), bahwa keuntungan menjadi pustakawan adalah: a. Pengembangan karir jelas dan lebih menguntungkan, karena bisamenduduki pangkat lebih tinggi dibanding non pustakawan. (Pustakawan dari Gol II/b bisa sampai ke golongan III/d, sedangkan non Pustakawan dari golongan yang sama hanya bisa sampai ke golongan III/b, Pustakawan dari golongan III/a bisa sampai ke golongan IV/e, sedangkan non Pustakawan dari golongan III/a hanya bisa sampai ke golongan IV/b). b. Bisa naik pangkat lebih cepat dibanding non pustakawan, sekurang-kurangnya tiap 2 tahun sekali (apabila memenuhi angka kredit yang ditentukan), sedangkan non Pustakawan untuk kenaikan pangkat regular setiap 4 tahun sekali . c. Disamping mendapatkan kesejahteraan sebagai PNS, Pustakawan juga mendapat tunjangan jabatan Fungsional pustakawan 2. Potensi Lokal Konten. Berdasarkan pembahasan di atas dapat diketahui bahwa Pur i s kan mempunyai 13 satuan kerja yang tersebar di seluruh Indonesia, 12 jurnal lokal konten yang sudah terakreditasi oleh LIPI. Ada beberapa ketentuan akreditasi pada pedoman akreditasi majalah ilmiah, LIPI (2011) yakni : 1. Memiliki ISSN baik dalam versi elektronik (eISSN) dan atau cetak (p-ISSN). 2. Mencantumkan persyaratan etika publikasi (publication ethics statement) dalam laman website jurnal. 3. Terbitan berkala ilmiah harus bersifat ilmiah 4. Terbitan berkala ilmiah telah terbit paling sedikit 2 tahun berurutan 5. Frekuensi penerbitan berkala ilmiah paling sedikit 2 kali dalam satu tahun secara teratur 6. Jumlah artikel setiap terbit sekurangkurangnya 5 artikel, kecuali jika berbentuk monograf 7. Tercantum dalam salah satu lembaga pengindeks nasional (ISJD, PortalGaruda dan/ atau yang setara)

Discussion

III. 1 Potensi Pustakawan/Pengelola Perpustakaan Salah satu Potensi Sumberdaya Manusia perpustakaan pada suatu perpustakaan adalah memiliki pustakawan yang dapat mengelola perpustakaan dengan professional, adapun sumberdaya manusia perpustakaan pada lingkup Pusat Riset Perikanan dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 1. Sumber DayaManusia Perpustakaan Pusat Riset Perikanan dan Lingkup No Nama Instanasi Pustakawan Pengelola Total 1 Pusat Riset Perikanan, Ancol-Jakarta 4 0 4 2 Balai Besar Riset Sosial Ekonomi KP 1 1 2 3 Balai Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan, Gondol 1 0 1 4 Balai Riset Perikanan Laut, Cibinong 1 0 1 5 Balai Riset Pemuliaan Ikan, Sukamandi 0 1 1 6 Balai Riset Budidaya Ikan Hias, Depok 0 1 1 7 Balai Riset Pemuliaan Sumber Daya Ikan, Jatiluhur 1 0 1 8 Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan Maros 2 0 2 9 Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan, Bogor 1 1 2 10 Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan, Palembang 0 1 1 11 Loka Riset Rumput Laut, Gorontalo 0 1 1 12 Loka Riset Perikanan Tuna, Denpasar 0 1 1 13 Loka Riset Mekanisasi Pengolahan hasil perikanan, Bantul, Yogyakarta 0 1 1 J u m l a h 11 8 19 Dari tabel 1 di atas dapat diketahui bahwa dari 13 unit kerja perpustakaan terdapat 19 orang sumberdaya manusia, yang terdiri dari 11 orang pustakawan (fungsional pustakawan) yaitu dari unir kerja Pusriskan Jakarta, BBRSosek Jakarta, BRBL Gondol, BRPL Cibinong, BRPSDI Jatiluhur, BRPBAT Bogor dan BRPAP Maros dan 8 pengelola perpustakaan (bukan fungsional) dari unit kerja terdiri dari BRPI Sukamandi, BRBIH Depok, BRPPU Palembang, LRRL Gorontalo, LRPT Tuna Denpasar dan LRMPHP Bantul. III.2. Potensi Lokal Konten Berdasarkan sumber sumber : http://ejournalbalitbang. kkp.go.id. Pusat Riset Perikanan menghasilkan lokal konten dalam bentuk jurnal ilmiah, prosiding, bulletin, media . Dalam hal ini Puriskan mempunyai 11 jurnal ilmiah yang terbagi dalam kategori a. Perikanan tangkap 5 (lima) jurnal 1. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia ( terbit dari tahun 1971 hingga saat ini), yang sebelumnya mengalami perubahan numenclatur yaitu Laporan Penelitian Perikanan Laut (LPPL dari tahun 1971-1982) menjadi Jurnal Penelitian Perikanan Laut (JPPL dari tahun 1983-1993), terakhir Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia (JPPI dari tahun 1994-hingga saat ini). Jurnal ini menyajikan hasil-hasil penelitian bidang biologi perikanan, teknologi pemanfaatan sumber daya ikan, pengkajian potensi, dan pemacuan sumber daya ikan. Saat ini frekeunsi penerbitan empat kali dalam setahun pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember. Dengan Nomor Akreditasi: 193/AU1/P2MBI/08/2009 (Periode: Agustus 2009- Agustus 2012). 2. Bawal ‘Widya Riset Perikanan Tangkap. Publikasi ini memuat hasil-hasil penelitian bidang “natural history” ikan (pemijahan, pertumbuhan, serta kebiasaan makan dan makanan) serta lingkungan sumber daya ikan. Frekuensi penerbitan dlam setahun yaitu: April, Agustus, Desember. Dengan Nomor Akreditasi: 144/Akred-LIPI/P2MBI/2009 (Periode: Maret 2009-Maret 2012). 3. Indonesian Fisheries Research Journal (IFRJ) adalah versi Bahasa Inggris dari JPPI. Terbit pertamakali tahun 1994 dengan frekuensi penerbitan 2 kali dalam setahun yaitu bulan Juni danDesember. 4. Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia (JKPI). Jurnal ini menyajikan analisis dan sintesa hasilhasil penelitian, informasi, dan pemikiran dalam kebijakan kelautan dan perikanan. Terbit pertama kali tahun 2009, dengan frekuensi penerbitan dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan Nopember. Dengan Nomor Akreditasi: 425/AU/P2MI-LIPI/04/2012 (Periode April 2012-April 2015). 5. Buletin Teknik Litkayasa: Sumber Daya dan Penangkapan, adalah publikasi untuk Teknisi Litkayasa yang berisi mengenai kegiatan teknisi litkayasa terkait dengan prospek pengembangan, analisis kegiatan lapangan, dan lain-lainya yang berhubungan dengan sumber daya dan penangkapan dan disajikan secara praktis, jelas, dan bersifat semi ilmiah. Terbit pertama kali tahun 2003, saat ini frekuensi penerbitan dua kali dalam setahun yaitu bulan Juni danDesember. b. Perikanan Budidaya 4 (empat) jurnal 1. Jurnal Riset Akuakultur, memiliki p-ISSN 19076754; e-ISSN 2502-6534 dengan Nomor Akreditasi: 619 / AU2 / P2MI-LIPI / 03/2015 (periode April 2015-April 2018). Pertama kali diterbitkan pada tahun 2006, dengan frekuensi publikasi empat kali setahun, yaitu pada bulan Maret, Juni, September dan Desember. Jurnal Riset Akuakultur sebagai sumber informasi dalam bentuk hasil penelitian dan kajian ilmiah (review) dalam bidang berbagai disiplin ilmu akuakultur meliputi genetika dan reproduksi, bioteknologi, nutrisi dan pakan, kesehatan ikan dan lingkungan, dan sumber daya lahan dalam budidaya. 2. Indonesian Aquaculture Journal, menerbitkan hasil penelitian tentang perikanan budidaya, perikanan pesisir dan air tawar, dan lingkungan. Jurnal ini menerbitkan dua kali setahun dan didanai oleh Pusat Penelitian Perikanan, Badan Penelitian Kelautan dan Perikanan dan Sumber Daya Manusia. 3. Media Akuakultur, memiliki (p-ISSN 1907-6762; e-ISSN2502-9460) denganNomor Akreditasi:742 /Akred / P2MI-LIPI / 04/2016 (PeriodeApril 2016April 2019) terbit dua kali setahun. Meda Akuakultur sebagai sumber informasi mengenai hasil penelitian, ulasan, pendapat, gagasan, dan berita tentang akuakultur. 4. Buletin Teknik Litkayasa Akuakultur memiliki pISSN 1412-9574 dan E-ISSN 2541-2442. adalah publikasi untuk Teknisi Litkayasa yang berisi mengenai kegiatan teknisi litkayasa terkait dengan prospek pengembangan, analisis kegiatan lapangan, dan lain-lainya yang berhubungan dengan budidaya perikanan dan disajikan secara praktis, jelas, dan bersifat semi ilmiah. c. Sosial Ekonomi Perikanan 3 (tiga) jurnal 1. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Merupakan Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, dengan tujuan menyebarluaskan hasil karya tulis ilmiah di bidang Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Artikel-artikel yang dimuat diharapkan dapat memberikan masukan bagi para pelaku usaha dan pengambil kebijakan di sektor kelautan dan perikanan terutama dari sisi sosial ekonomi. Diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun yang memuat naskah bahasa Indonesia 2. Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Merupakan Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, dengan tujuan menyebarluaskan hasil karya tulis ilmiah di bidang Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Artikel-artikel yang dimuat diharapkan dapat memberikan masukan bagi para pelaku usaha dan pengambil kebijakan di sektor kelautan dan perikanan terutama dari sisi sosial ekonomi. 3. Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Merupakan Buletin Ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, dengan tujuan menyebarluaskan hasil karya tulis ilmiah di bidang Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Artikel-artikel yang dimuat diharapkan dapat memberikan masukan bagi para pelaku usaha dan pengambil kebijakan di sektor kelautan dan perikanan terutama dari sisi sosial ekonomi. III.3. Penilaian Google Scholar Dari keempat kategori jurnal yang dikelola olehPusar Riset Perikanan, terdapat 7 (tujuh) jurnal yang sudah diketahui tingkat sitasinya olehGoogle Scholar.Google Scholar merupakan aplikasi yang sangat bermanfaat bagi seorang pengelola jurnal.DenganGoogleScholar, artikel dari sebuah jurnal yang dikutip (istilah lainnya adalah disitasi) oleh artikel lain dapat diketahui.Dengan demikian nilai faktor dampak (istilah lainnya adalah impact factor) dari sebuah jurnal dapat diketahui. Meski profil diGoogleScholar dapat digunakan untuk seorang peneliti, pada kenyataannya dapat pula digunakan untuk mengukur kinerja sekelompok peneliti atau sebuah jurnal. Tabel 2. Terbitan Lokal konten dan penilaian Google Scholar No Nama Jurnal Google Scholar Kutipan Indeks-h Indeks-i1 1 Indonesian Fisheries Risearch Journal 222 152 7 2 5 0 2 BAWAL. Widya Riset Perikanan Tangkap 274 259 6 2 6 2 3 Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia 130 129 3 1 3 1 4 Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia 1473 1031 11 20 9 9 5 Buletin Teknisi Litkayasa Perikanan Tangkap 21 21 2 2 0 0 6 Jurnal Riset Akuakultur 266 215 4 3 1 1 7 Indonesian Aquaculture Journal 181 159 6 2 6 2 8 Media Akuakultur 423 358 6 3 6 2 9 Buletin Teknik Litkayasa Akuakultur 7 6 2 2 0 0 10 Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan & Perikanan 23 22 3 3 0 0 11 Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan 101 100 5 5 0 0 12 Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan 0 0 0 0 0 0 Sumber : e journal.Balitbang.kkp.go.id Nopember 2018 Pada table.2 dapat diketahui kutipan terbanyak pada Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia sebanyak 1473 kutipan, Indeks –h 11, dan Indeks-i10 9. Sedangkan kutipan terendah pada Buletin Teknik Litkayasa Akuakultur yaitu 7 kutipan, Indeks-h 2, Indeks-i10 0. III.4. Analisa Permasalahan Dan Pemecahannya Berdasarkan data pada pembahasan di atas terdapat permasalahan sebagai berikut : 1. Potensi Sumberdaya Manusia Perpustakaan. Berdasarkan tabel 1. Jumlah keseluruhan sumberdaya manusia perpustakaan Pusat Riset Perikanan 17 orang yang terdiri dari 9 orang sudah menjadi pustakawan yaitu dari satuan kerja Pusriskan Jakarta, BBRSosek Jakarta, BRBLGondol, BRPL Cibinong, BRPSDI Jatiluhur dan BRPBAT Bogor, sedangkan 8 orang belum pustakawan yaitu dari satuan kerja BRPI Sukamandi, BRBIH Depok, BRPPU Palembang, LRRL Gorontalo, LRPT Tuna Denpasar dan LRMPHP, Bantul. Hal ini perlu diperhatikan karena dalam mengolah perpustakaan dibutuhkan tenaga yang terampil di bidangnya seperti pustakawan. Disamping itu pustakawan merupakan profesi yang yang dapat meningkatkan karier dan jabatan fungsionalnya ke jenjang yang lebih tinggi. Berdasarkan pertanyaan tertulis terhadap pengelola perpustakaan yang belum masuk jenjang fungsional, jawabanmereka diantaranya sebagai berikut : a. Masih ragu dan belum siap menjadi pustakawan karena merasa di perpustakaan belum menjajikan seperti di bagian lain b. Sedang dalampengajuan proses impassing c. Belummenyeselaikan pendidikannya (kuliah) Dalam mengatasi hal tersebut diatas khususnya yang masih ragu perlu dilakukan motivasi agar berminatmenjadi pustakawan salah satunya dengan menjelaskan keuntungan menjadi pustakawan sebagaimana Haryani (2012), bahwa keuntungan menjadi pustakawan adalah: a. Pengembangan karir jelas dan lebih menguntungkan, karena bisamenduduki pangkat lebih tinggi dibanding non pustakawan. (Pustakawan dari Gol II/b bisa sampai ke golongan III/d, sedangkan non Pustakawan dari golongan yang sama hanya bisa sampai ke golongan III/b, Pustakawan dari golongan III/a bisa sampai ke golongan IV/e, sedangkan non Pustakawan dari golongan III/a hanya bisa sampai ke golongan IV/b). b. Bisa naik pangkat lebih cepat dibanding non pustakawan, sekurang-kurangnya tiap 2 tahun sekali (apabila memenuhi angka kredit yang ditentukan), sedangkan non Pustakawan untuk kenaikan pangkat regular setiap 4 tahun sekali . c. Disamping mendapatkan kesejahteraan sebagai PNS, Pustakawan juga mendapat tunjangan jabatan Fungsional pustakawan 2. Potensi Lokal Konten. Berdasarkan pembahasan di atas dapat diketahui bahwa Pur i s kan mempunyai 13 satuan kerja yang tersebar di seluruh Indonesia, 12 jurnal lokal konten yang sudah terakreditasi oleh LIPI. Ada beberapa ketentuan akreditasi pada pedoman akreditasi majalah ilmiah, LIPI (2011) yakni : 1. Memiliki ISSN baik dalam versi elektronik (eISSN) dan atau cetak (p-ISSN). 2. Mencantumkan persyaratan etika publikasi (publication ethics statement) dalam laman website jurnal. 3. Terbitan berkala ilmiah harus bersifat ilmiah 4. Terbitan berkala ilmiah telah terbit paling sedikit 2 tahun berurutan 5. Frekuensi penerbitan berkala ilmiah paling sedikit 2 kali dalam satu tahun secara teratur 6. Jumlah artikel setiap terbit sekurangkurangnya 5 artikel, kecuali jika berbentuk monograf 7. Tercantum dalam salah satu lembaga pengindeks nasional (ISJD, PortalGaruda dan/ atau yang setara)

Conclusion

Peta potensi pada lingkup perpustakaan Pusat Riset Perikanan dalam penelitian ini sebatas sumberdaya manusia perpustakaan, lokal konten yang dimiliki, dan peringkat lokal konten dalam google schoral, hasil penelitianmenunjukkan dari 13 satuan kerja Pusrikan terdapat 19 orang sumberdaya perpustakaan yang terdiri dari 11 orang sudah menjadi pustakawan dan 8 orang belum menjadi pustakawan (pengelola perpustakaan) hal ini salah satunya dikarenakanmasih ragu dan belum siapnya mereka menjadi pustakawan sedangkan untuk potensi lokal konten pusriskan terdiri 12 judul lokal konten. Sedangkan untuk peringkat google scholar kutipan terbanyak adalah Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia sebanyak 1473 kutipan, Indeks –h 11, dan Indeks-i10 9. Sedangkan kutipan terendah pada Buletin Teknik Litkayasa Akuakultur yaitu 7 kutipan, Indeks-h 2, Indeks-i10 0. Untuk mengatasi kendala kekurangan peta potensi tersebut dilakukan solusi: 1) untuk SDM pustakawan perlu adanya motivasi seperti mensosialisakan keuntungan menjadi pustakawan 2)untuk akreditasi lokal konten dapat meningkatkan kualitas tulisan lebih ilmiah sehingga dapat memenuhi substansi yang disyaratkan oleh LIPI. Lokal kont en yang terakreditasi tentunya dapat meningkatkan kutipan, indeks-h dan Indeks-i 10 sehingga dapat meningkatkan peringkat pada google scholar.