ANALISIS SITIRAN PADA ARTIKEL MEDIA PUSTAKAWAN PERIODE 2017 - 2019
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia; Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia; Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Abstrak
Penelitian dilakukan terhadap referensi yang digunakan dalam artikel jurnal Media Pustakawan periode 2017–2019 dengan menggunakan metode bibliometrik. Sumber data diperoleh dari artikel yang diunduh dari https://ejournal.perpusnas.go.id/ untuk tahun publikasi 2017-2019. Referensi yang digunakan dalam daftar pustaka setiap artikel dicatat menurut jenis dokumen, asal terbitan yang dibedakan antara dalam negeri dan luar negeri, serta tahun terbit. Data yang diperoleh dibuat dalam bentuk tabel untuk selanjutnya dilakukan analisis dan pembahasan. Hasil penelitian menujukkan bahwa referensi dari luar negeri dan dalam negeri berjumlah 1.438 judul terdiri atas: buku sebanyak 681 judul (47,36%), jurnal sebanyak 312 judul (21,69%), situs web sebanyak 311 judul (21,63%), tesis/disertasi sebanyak 22 judul (1,53%), prosiding sebanyak 37 judul (2,57%), laporan penelitian sebanyak 7 judul (0,48%) dan surat kabar sebanyak 3 judul (0,20%). Berdasarkan tahun terbit diketahui bahwa periode 2014-2016 berada di urutan pertama yaitu sebanyak 312 judul (21,69%), kemudian urutan ke dua adalah periode 2011-2013 dengan jumlah 256 judul (17,80%) dan urutan ke tiga dengan rentang tahun 2017-2019 yaitu sebanyak 214 judul (14,88%). Adapun referensi dengan rentang tahun 1999-2001 merupakan referensi paling sedikit digunakan yaitu sebanyak 73 judul (5,07%). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa referensi baik dari dalam negeri maupun luar negeri terbanyak digunakan adalah buku, dan paling sedikit digunakan adalah referensi yang berasal dari surat kabar. Sumber informasi dalam negeri lebih banyak digunakan dibandingkan sumber informasi luar negeri. Tahun terbit paling banyak digunakan adalah tahun 2014 -2016, dan yang paling sedikit digunakan adalah periode 1999-2011. Hal ini sudah sesuai dengan arahan redaksi Media Pustakawan bahwa tahun referensi dibatasi 10 tahun terakhir. Referensi jenis buku, jurnal, prosiding, dan situs web selalu digunakan dalam setiap tahun terbit, kecuali tesis, surat kabar dan laporan penelitian.
Abstract
Research on references used in Media Pustakawan journal articles of period 2017-2019 was carried out using the bibliometric method. Sources of data were obtained from articles downloaded from https://ejournal.perpusnas.go.id/, during 2017 -2019. The references used in the bibliography of each article are recorded according to the type of document, the origin of the publication which is distinguished between domestic and abroad, and the year of publication. The data obtained were processed in tabular form for subsequent analysis and discussion. The results showed that references from abroad and within the country totaled 1,438 titles consisting of: 681 books (47.36%), 312 journal articles (21.69%), 311 websites (21.63%), 22 thesis/dissertation (1.53%), 37 proceedings (2.57%), 7 research reports (0.48%) and 3 newspapers (0.20%). Based on the publication years, it was is known that the 2014-2016 publication period of journals occupy the top order with 312 titles (21.69%), the second is the 2011-2013 period with 256 titles (17.80%) and the third is the period of 2017 -2019 were 214 titles (14.88%). The references in the range of 1999-2001 were the publication of the least, as many as 73 titles (5.07%). Based on the results and discussion it can be concluded that the references both from domestic and abroad are mostly used books, and the least used are references originating from newspapers. Domestic information sources are more widely used than foreign information sources. The most widely used publication year is 2014-2016, and the least used is the period of 1999 - 2011. This is in accordance with the Media Pustakawan editorial directives that the reference years is limited to the last 10 years. Reference types of books, journals, proceedings, and websites are always used in every year of publication, except for theses, newspapers and research reports.
Keywords:
Media Pustakawan
· Journal articles
· Citation analysis
Introduction
Referensi yang selalu disertakan dan dituliskan pada akhir sebuah artikel ilmiah dalam sebuah susunan daftar pustakamemiliki peran yang penting. Berdasarkan beberapa studi yang telah dilakukan diungkapkan bahwa referensi, baik dalam teks yang dikutip maupun sehubungan dengan teks yang dikutip, itu kompleks. Oleh karena itu, fungsi teks kutipan sangat bervariasi. Dalam sebuah artikel ilmiah, beberapa referensi akan mewakili karya yang merupakan pendahulunya yang penting atau signifikan bagi pekerjaan sekarang atau saat ini, dan yang lebih umum biasanya digunakan sebagai latar belakang (Aksnes, 2005). Sebagai contoh, dalam ulasan literatur yang diterbitkan selama 1965-1980, Small (1982) mengidentifikasi fungsi kutipan dari sebuah karya yang dikutip yaitu, 1) membantah, 2) hanya mencatat, 3) untuk ditinjau, 4) untuk diterapkan, atau 5)mendukung pekerjaan penulis yang mengutip. Kategori tersebut masing-masing dicirikan sebagai 1) negatif, 2) asalasalan, 3) membandingkan, 4)menggunakan, dan 5) membuktikan. Ini berarti adanya fungsi yang berbeda yang mungkin dimiliki oleh referensi dalam sebuah teks jauh lebih kompleks daripada sekadar memberikan dokumentasi dan dukungan untuk klaim tertentu. MenurutMawati, dkk (2013) di dalam melakukan penyitiran beberapa faktor perlu menjadi bahan pertimbangan di antaranya adalah : 1) Topik yaitu berkenaan dengan isi dokumen berhubungan dengan penelitian yang dilakukan penulis. 2) Subyek ilmu atau subyek area. Penulis kemungkinan akan menyitir dokumen yang mempunyai disiplin ilmu yang sama dengan penelitian yang sedang dilaksanakan. 3) Tingkat kebaruan dari informasi yang terkandung di dalam dokumen menjadi salah satu faktor penentu apakah artikel tersebut layak disitir atau tidak. 4) Penulismerupakan salah satu faktor penentu untuk sebuah artikel akan disitir atau tidak. 5) Nama jurnal dan nama penerbit jurnal. Keduanya jugamenjadi penentu suatu artikel akan disitir atau tidak oleh penulis berikutnya. 6) Waktu terbit jurnal, ini akan menunjukkan tingkat kemutakhiran dari artikel yang dimuat di dalamnya. 7) Bahasa yang digunakan dala dokumen/artikel juga menjadikan pertimbangan dan biasanya hal tersebut akan berdampak terhadap waktu yang dibutuhkan untukmemahami isi dokumen dengan baik. Analisis sitiran adalah cabang bibliometrik yang meneliti sitiran yang dicantumkan dalam publikasi seperti artikel jurnal dan buku untuk mencari pola dari penggunaannya. Jenis studi ini biasanya dilakukan denganmencatat rincian daftar referensi dari sejumlah publikasi untuk menentukan bahan apa yang sedang dikonsultasikan dan kemudian menganalisis bahanbahan tersebut berdasarkan jenis, frekuensi, usia, kepemilikan lokal, atau faktor lainnya. (Hoffmann.& Doucette, 2012). Menurut Sulistyo-Basuki (2002),dalamIsbandini (2014) disebutkan bahwa pada dasarnya bibliometrika dibagimenjadi dua kelompok besar yaitu kelompok yang membahas tentang analisis sitiran (citation analysis) dan kelompok yang mengkaji terhadap distribusi publikasi. Metode analisis sitiran merupakan salah satu teknik bibliometrika dalam ilmu perpustakaan dan informasi yang mengkaji hubungan antara dokumen yang menyitir dengan dokumen yang disitir. Publikasi ilmiah tidak bisa ada dalam ruang hampa melainkan, setiap artikel berada dalam konteks penelitian yangmendahului danmengikutinya (Smith, 1981). Håkanson (2005) mengemukakan bahwa memiliki kutipan-kutipan yang tinggi untuk publikasi ilmiah telah ditafsirkan sebagai tanda-tanda kualitas ilmiah, kepentingan, relevansi, utilitas, pengaruh, dampak, dan visibilitas. Zhao (2005), menyatakan bahwa visibilitas penulis dapat diukur melalui penentuan seberapa sering publikasimereka dikutip oleh penulis lain.Referensi adalah bagian integral dari setiap artikel penelitian. Cara terbaik untuk mengakui kontribusi dari penulis terdahulu adalah dengan ‘merujuk’ dia dalam artikel tersebut. Secara konseptual pada umumnya lebih banyak referensi yang disitir bisa dianggap sebagai tanda positif dari sebuah artikel (Rajev &Joseph, 2016). Secara prinsip bibliometrika mengkaji pemustakaan literatur dan perhitungan referensi dan dokumen yang disitir. Dengan demikian, ruang lingkup analisis sitiran dalam bibliometrikamencakup tiga jenis kajian literatur, yaitu literatur primer, literatur sekunder, dan literatur tersier. Meskipun bibliometrikamengkaji ketiga jenis literatur tersebut, namun sesungguhnya yangmenjadi obyek utama adalah majalah atau jurnal ilmiah (Hayati, 2016). Menurut Sulistyo-Basuki (2002) hal tersebut disebabkan majalah atau jurnal ilmiah merupakan media penting dalam komunikasi ilmiah, serta merupakan pengetahuan publik, dan berlaku sebagai arsip umum yang dapat dibaca oleh siapa saja setiap saat. Disebutkan oleh Hayati (2016) bahwa manfaat dari analisis sitiran adalah untuk mengetahui pertumbuhan maupun keusangan literatur dengan memeriksa daftar pustaka yang terhimpun secara spesifik di akhir sebuah artikel sehingga membantu proses penelitian. Daftar pustaka yang dicantumkan antara lain berfungsi sebagai dasar penyusunan bahan pembahasanmaupun argumentasi dari sebuah hasil penelitian yang diperoleh. Dengan demikian hasil penelitian yang telah dilakukan dapat dipertanggungjawabkan. Para akademisi, peneliti, lmuwan biasanya menyitir apa yang didapatkan dari para pendahulunya untuk memperkaya teori dalam artikel atau penelitian yang akan dilakukannya. Selain itu, bahan rujukan juga dapat membantu dalam pengembangan teori sehingga pembahasan dalam karya ilmiah tersebut lebih berbobot. (Guninda & Chiristiani, 2015). Mawati dkk (2013) menyebutkan bahwa alasan seorang penulis menyitir karya terdahulu sangat bervariasi berbeda satu dengan yang lain diantaranya adalah digunakan untuk: 1. Bahan latar belakang penelitian. 2. Pemberitahuan kepada pembaca tentang penelitian terdahulu yang pernah dilakukan, 3. Memperkuat ataumendukung sebuah temuan, 4. Mengidentifikasi suatumetode dan atau sebuah peralatan, 5. Menjelaskan berbagai konsep dan ide, 6. Menerangkan suatu definisi, teori atau istilah, 7. Menunjukkan adanya suatu karya lain yang bertentangan 8. Menunjukkan data dari penelitian sebelumnya, 9. Sebagai bahan pembanding dan 10. Membantumenemukan kembali informasi yang dipakai serta menunjukkan suatu karya yang pernah dipublikasikan. Sutardji (2003) dalam Hayati (2016) menjelaskan bahwa informasi ilmiah yang tercantumdi dalamdaftar pustaka dapat dikategorikan dalam beberapa jenis seperti buku, jurnal, serta laporan penelitian.Adapun karakteristik literatur yang disitir dapat dikaitkan dengan jenis, tahun terbit, usia, bahasa yang digunakan dalam literatur yang disitir.Menurut Istiana & Zulaika (2007) sumber informasi /literatur yang banyak disitir menunjukkan bahwa bahan/literatur tersebut dianggap penting bagi pemakai sehingga pemakai membutuhkan literatur tersebut. Dengan demikian apabila dilihat dari sudut pandang perpustakaan sebagai institusi yang bertugas menyediakan sumber – sumber informasi bagi pemakainya , maka keberadaan literatur tersebut di koleksi perpustakaan sebaiknya dapat dipenuhi.Hasil analisis sitiran dapat dimanfaatkan sebagai bahan masukan kepada pustakawan untukmembantu dalam perencanaan dan penentuan bahan pustaka yang sebaiknya disediakan, oleh karena itu data sitiran yang digunakan diambil dari sumber atau karya ilmiah yang dihasilkan oleh pemakai perpustakaan yang bersangkutan. Pengembangan koleksi merupakan proses memastikan bahwa kebutuhan informasi dari para pemakai akan terpenuhi secara tepatwaktu dan tepat guna denganmemanfaatkan sumber-informasi yang dihimpun oleh perpustakaan (Isbandini, 2014). Di samping itu pengembangan koleksi dilakukan untuk meningkatkan koleksi baik dari sudut kuantitas maupun kualitas. Kuantitas koleksi diukur dari jumlah judul serta eksemplar, adapun yang dimaksud dengan kualitas adalah tingkat baik buruknya sebuah koleksi ditinjau dari segi fisik, isi,maupun kesesuaian dengan kebutuhan pengguna (Isbandini, 2014). Pada perpustakaan perguruan tinggi data untuk pengembangan koleksi dapat diambil dari skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian dan sejenisnya (Istiana & Zulaika, 2007) pratical Problem? Connaway dan Powell (2010) dalam Guninda & Chiristiani (2015) menyebutkan bahwa terdapat tiga konsep dasar dalam analisis sitiran, yaitu 1) Direct citation, yaitumelihat hubungan antara dokumen dan peneliti yangmenggunakan; 2) Bibliographic coupling, merupakan daftar pustaka pada dua buah dokumen yang secara bersamaan disitir dalam satu atau dua dokumen; dan 3) Co-citation, terjadi apabila dua sitasi disitir secara bersama. Sulistyo –Basuki (2006) dalam Istiana & Zulaika (2007)menjelaskan penggunaan analisis sitiran dalam ilmu perpustakaan dan informasi yaitu sebagai berikut. Penggunaan yang pertama adalah untuk digunakan sebagai dasar pengembangan koleksi, serta kajian pemakai. Berdasarkan data analisis sitiran dapat digunakan untukmerumuskan kebijakan langganan bahan perpustakaan misalnya majalah dengan caramenilai seberapa sering sebuahmajalah. Demikian pula sebaliknya penghentian langganan majalah juga dapat dilakukan berdasarkan hasil analisis sitiran.Berikutnya disebutkan bahwa hasil analisis sitiran dapat digunakan untuk mengembangkan dan menumbuhkan subyek dan literatur subyek. Sitiran juga dapat digunakan sebagai ukuran produktivitas pengarang serta bagaimana pengaruhnya terhadap pengarang lain. Pasangan sitiran dan ko-sitiran juga dapat digunakan untuk mengkaji struktur pertumbuhan ilmiah sebuah bidang/ subyek dan membuat peta batas-batas berbagai merupakan sebuah kajian historis dari suatu penelitian yang sedang berlangsung. Analisis sitiran mampu melacak pengembangan sebuah subyek berdasarkan ukuran waktu, konteks serta densitas sitiran menggunakan jaringan sitiran sebagai alat untuk menilai antar hubungan dan pengaruh berbagai pengarang beserta karya ilmiah mereka. Analisis sitiran juga dapat dimanfaatkan untuk temu kembali informasi. Berdasarkan daftar pustaka dapat ditemukan dokumen/sumber informasi yang digunakan dalam artikel. Analisis sitiran juga dapat digunakan untuk mengetahui Pola komunikasi penelitian serta untuk menghitung paro hidup sebuah bidang ilmu. Pertanyaan dan masalah riset? Mengingat begitu pentingnya fungsi analisis sitiran, serta belum adanya penelitian tentang analisis sitiran dari majalah Media Pustakawan, maka penulis bermaksud melakukan analisis tentang profil sitiran terhadap majalah Media Pustakawan. Seperti diketahui Media Pustakawan merupakan salah satu terbitan berkala di bidang ilmu perpustakaan dan dokumentasi yang selalu dapat diikuti guna mengetahui perkembangan terbaru di bidang tersebut. Jurnal tersebut diterbitkan oleh Pusat Pengembangan Pustakawan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dengan frekuensi terbit sebanyak tiga kali setiap tahun, yaitu bulan April, Agustus, dan Desember. MediaPustakawanmerupakan jurnal yang terbit dalam dua versi yaitu versi cetak dengan nomor ISSN 08529248 dan untuk versi daring memiliki nomor ISSN 2685-3396. Sejak 11 November 2019, Media Pustakawan telah dinyatakan terakreditasi tingkat 5 berdasarkan Surat Keputusan No. 30/E/KPT/2019 oleh Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset , Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Adapun tujuan dari penelitian adalah 1) Jumlah artikel yang diterbitkan pada 2017 – 2019; 2) Jumlah referensi yang digunakan selama 2017 – 2019; 3) Jumlah buku dalam dan luar negeri serta tahun yang disitir dalam Media Pustakawan 2017 – 2019; 4) Jumlah jurnal dalam dan luar negeri serta tahun yang disitir dalam Media Pustakawan 2017 – 2019; 5) Jumlah makalah dalam dan luar negeri serta tahun yang disitir dalam tulisan yang dimuat di Media Pustakawaan 2017 – 1029; 6) Jumlah prosiding dalam dan luar negeri serta tahun yang disitir dalam tulisan yang diterbitkan di Media Pustakawan 2017 – 2019; 7) Jumlah situs web serta tahun yang disitir dalam tulisan yang dimuat dalam media Pustakawan 2017 – 2019.
Method
Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif kuantitatif, yaitu metode berdasarkan data kuantitatif dan hasilnya akan dijelaskan secara deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengunduh artikel beserta rereferensi/daftar pustaka yang menyertainya. Daftar pustaka dicatat menurut jenisnya (buku, jurnal, laporan penelitian, makalah prosiding, situs website, surat kabar, dan tesis/ disertasi). Tahun publikasi dicatat dan dikelompokkan ke dalam rentang lima tahunan yaitu: <1999; 19992001; 2002-2004; 2005-2007; 2008-2010; 2011-2013; 2014-2016; dan 2017-2019. Daftar pustaka juga dicatat menurut asal usul terbitan yang dibedakan menurut kategori dalam negeri dan luar negeri. Data yang dikumpulkan diolah dan hasilnya disajikan dalam bentuk tabel. Setelah diperoleh hasil dan dilakukan analisa serta penafsiran maka selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan.
Result & Discussion
Artikel Media Pustakawan yang diterbitkan selama periode 2017-2019 Berdasarkan Tabel 1, dapat diketahui bahwa selama 2017 sampai 2019 telah diterbitkan sebanyak 101 artikel yang dipublikasikan dalamtiga volume dan setiap volume terbit sebanyak 4 nomor kecuali untuk volume 24 yang diterbitkan sebanyak 5 nomor. Dengan demikian selama tahun 2017-2019, Media Pustakawan telah terbit sebanyak 13 nomor. Berdasarkan pengamatan dapat diketahui bahwa jumlah terbitan tertinggi setiap nomor adalah sebanyak 9 judul (8,91%), yang berada pada Volume 24 Nomor 2, Nomor 3, Volume 25 Nomor 2, dan nomor 4. Diketahui edisi Volume 24 Nomor 5 dengan jumlah artikel paling sedikit, yaitu sebanyak 5 judul (4,95%). Frekuensi tertinggi adalah artikel dengan jumlah 8 judul yaitumuncul sebanyak 5 kali, berturut-turut pada Volume 24 Nomor1, Nomor 4, berikutnya pada Volume 25, Nomor 3, dan Volume 26 Nomor 3 dan 4. Jumlah artikel terbanyak berada pada tahun 2017 (39 judul) karena pada tahun tersebutMedia Pustakawan terbit sebanyak 5 kali, posisi ke dua berada pada tahun 2019 (32 judul) dan posisi paling rendah berada pada tahun 2019 yaitu sebanyak 30 judul. Analisa? Pada tahun 2017, diketahuiMedia Pustakawan terbit sebanyak lima nomor, sehingga jumlah artikel pada tahun tersebut wajar jika lebih banyak dibandingakan jumlah artikel yang diterbitkan pada tahun 2018 (30 judul) dan 2019 (32 judul). Tabel 1. Jumlah artikel padaMedia Pustakawan periode 2017– 2019 Edisi Jumlah artikel Persentase (%) Vol 24, No. 1, 2017 8 7,92 Vol 24, No .2, 2017 9 8,91 Vol 24, No .3, 2017 9 8,91 Vol 24, No. 4, 2017 8 7,92 Vol 24, No. 5, 2017 5 4,95 Vol 25, No. 1, 2018 7 6,93 Vol 25, No. 2, 2018 6 5,95 Vol 25, No. 3, 2018 8 7,92 Vol 25, No. 4, 2018 9 8,91 Vol 26, No. 1, 2019 7 6,93 Vol 26, No. 2, 2019 9 8,91 Vol 26, No. 3, 2019 8 7,92 Vol 26, No. 4, 2019 8 7,92 Jumlah 101 100% Referensi yang digunakan dalam artikel Media Pustakawan periode 2017-2019 Berdasarkan Tabel 2 dapat diketahui bahwa selama 2017-2019 telah digunakan referensi sebanyak 1.439 judul.Adapun jumlah referensi/artikel terbanyak adalah pada Volume 24 Nomor 5 Tahun 2017 (25,20 referensi/artikel), dan jumlah referensi/ artikel paling sedikit digunakan adalah pada Volume 24Nomor 3 Tahun 2017 (9,44 eferensi/artikel). Jumlah referensi yang digunakan dalam setiap artikel berada dalam rentang 9,44 referensi/artikel sampai dengan 25,20 referensi/artikelAnalisanya? Tabel 2. Jumlah referensi yang digunakan dalam artikel Media Pustakawan periode 2017 -2019 Edisi Jumlah referensi Artikel Referensi/artikel Vol 24, No. 1,2017 122 8 15,20 Vol 24, No .2, 2017 104 9 11,55 Vol 24, No .3, 2017 85 9 9,44 Vol 24, No. 4, 2017 94 8 11,75 Vol 24, No. 5, 2017 126 5 25,20 Vol 25, No. 1, 2018 102 7 14,57 Vol 25, No. 2, 2018 73 6 12,17 Vol 25, No. 3, 2018 102 8 12,75 Vol 25, No. 4, 2018 101 9 11,22 Vol 26, No. 1, 2019 74 7 10,57 Vol 26, No. 2, 2019 157 9 17,44 Vol 26, No. 3, 2019 151 8 18,87 Vol 26, No. 4, 2019 145 8 18,125 Jumlah 1.439 101 14.25 Adapun secara rata -rata selama 2017-2019, diketahui jumlah referensi/artikel adalah sebanyak 14,25. Hal tersebutmenunjukkan bahwa sebanyak 6 nomor berada di atas rata-rata, berturut –turut Volume 24, Nomor .1, 2017, Volume 24 Nomor.5, 2017, Volume 25, Nomor 1, 2018, Volume 26, Nomor 2, 2019, Volume 26, Nomor 3 dan Nomor 4, 2019. Sisanya sebanyak 7 nomor berada pada posisi di bawah rata-rata. Dengan demikian referensi yang digunakan dalam artikel Media Pustakawan 2017 – 2019,lebih banyak yang berada di bawah rata-rata. Buku Dalam Negeri yang digunakan sebagai referensi dalam artikel Media Pustakawan periode 2017-2019 Selama 2017-2019, telah digunakan sebanyak 523 judul buku dalam negeri, dengan jumlah tertinggi berada pada Volume 26, Nomor 2, Tahun 2019, yaitu sebanyak 64 judul, dan buku paling sedikit digunakan yaitu pada Volume 26 Nomor 1 Tahun 2017, yaitu sebanyak 26 judul. Tabel 3. Buku Dalam Negeri yang digunakan sebagai referensi dalam artikel Media Pustakawan periode 2017-2019 Edisi Jumlah DN Artikel Buku DN/artikel Vol 24, No. 1, 2017 70 8 8,75 Vol 24, No. 2, 2017 33 9 3,66 Vol 24, No. 3, 2017 37 9 4,11 Vol 24, No. 4, 2017 28 8 3,50 Vol 24, No. 5, 2017 59 5 11,80 Vol 25, No. 1, 2018 35 7 5,00 Vol 25, No. 2, 2018 35 6 5,83 Vol 25, No. 3, 2018 30 8 3,75 Vol 25, No. 4, 2018 32 9 3,55 Vol 26, No. 1, 2019 26 7 3,71 Vol 26, No. 2, 2019 64 9 7,11 Vol 26, No. 3, 2019 38 8 4,75 Vol 26, No. 4, 2019 36 8 4,50 Jumlah 523 101 5,17 Akan tetapi jika dianalisis berdasarkan jumlah buku dalam negeri per artikel,maka diketahui bahwa pemakaian buku dalam negeri/artikel terbanyak berada pada Volume 24 Nomor 5 Tahun 2017 yaitu sebanyak 11,80 buku/artikel, dan pemakaian buku dalam negeri paling rendah adalah 3,50 judul/artikel./ artikel berada pada edisi Volume 24 Nomor 4 Tahun 2017. . Secara rata-rata selama periode 2017 – 2019 telah digunakan sebanyak 5,17 buku dalam negeri / artikel yang diterbitkan. Jumlah buku dalam negeri yang digunakan sebagai referensi yang berada di atas penggunaan rata-rata adalah Volume 24, Nomor 1, 2017, Volume 24 Nomor 5, 2017, dan Volume 26 Nomor 2, 2019 masing –masing sebesar 8,75 buku dalam negeri/artikel, 11,80 buku dalam negeri/artikel dan 7,11 buku dalam negeri/artikel. Sebanyak 10 Nomor menggunakan buku dalam negeri/artikel di bawah rata-rata, dengan demikian artikel yang menggunakan buku dalam negeri sebagai referensi di bawah angka rata-rata lebih banyak dibandingkan artikel yangmenggunakan referensi di atas rata-rata. Buku Luar Negeri yang digunakan sebagai referensi dalam artikel Media Pustakawan periode 2017-2019 Seperti halnya buku dalam negeri, maka pemakaian buku luar negeri juga dicermati, dan dapat diketahui bahwa secara keseluruhan buku luar negeri yang digunakan sebagai referensi berjumlah 223 judul, lebih sedikit dibandingkan buku dalam negeri yang berjumlah 523 judul,hal inidikarenakan buku berbahasa Indonesialebihmudahdipahami jika dibandingkan buku dari luar negeri (Tabel 4 dan Tabel 3). Tabel 4. Buku Luar Negeri yang digunakan sebagai referensi dalam artikel Media Pustakawan periode 2017-2019 Edisi Jumlah LN Artikel Buku LN/artikel Vol 24, No. 1, 2017 23 8 2,87 Vol 24, No. 2, 2017 15 9 1,67 Vol 24, No. 3, 2017 21 9 2,33 Vol 24, No. 4, 2017 12 8 1,50 Vol 24, No. 5, 2017 16 5 3,20 Vol 25, No. 1, 2018 30 7 4,28 Vol 25, No. 2, 2018 11 6 1,83 Vol 25, No. 3, 2018 20 8 2,50 Vol 25, No. 4, 2018 5 9 0,55 Vol 26, No. 1, 2019 17 7 2,42 Vol 26, No. 2, 2019 14 9 1,55 Vol 26, No. 3, 2019 23 8 2,87 Vol 26, No. 4, 2019 16 8 2,00 Jumlah 223 101 2,20 Berdasarkan Tabel 4. dapat diketahui bahwa buku luar negeri terbanyak digunakan sebagai referensi pada edisi Volume 25, Nomor 1, Tahun 2018 yaitu sebanyak 30 judul, dan paling rendah digunakan sebanyak 5 judul yaitu pada edisi Volume 25, Nomor 1, Tahun 2018. Apabila dilihat dari buku luar negeri/ artikel, maka jumlah terbanyak berada pada edisi Volume 25, Nomor 1, Tahun 2018 yaitu 4,28 judul/ artikel.Adapun jumlah terkecil adalah sebanyak 1,50 buku luar negeri/artikel berada pada Volume 24Nomor 4 Tahun 2014. Secara rata-rata buku luar negeri yang digunakan sebagi referensi 2,20/artikel adalah 2,20. Jurnal Dalam Negeri yang digunakan sebagai referensi artikelMedia Pustakawan periode 20172019. Pemakaian jurnal dalam negeri sebagai referensi dapat dilihat pada Tabel 5. Jumlah jurnal ditemukan sebanyak 154 judul, dengan pemakaian terbanyak adalah 37 judul yaitu pada edisi Volume 26, Nomor 4 Tahun 2019, dan minimum pemakaian adalah sebanyak 3 judul, yang berada pada Volume 24, Nomor 3, Tahun 2017 dengan perbandingan jurnal/ artikel adalah sebesar 0,33. Tabel 5. Jurnal Dalam Negeri yang digunakan sebagai referensi artikel Media Pustakawan periode 20172019. Edisi Jurnal DN Artikel Jurnal/artikel Vol 24, No. 1, 2017 11 8 1,37 Vol 24, No. 2, 2017 17 9 1,89 Vol 24, No. 3, 2017 3 9 0,33 Vol 24, No. 4, 2017 10 8 0,80 Vol 24, No. 5, 2017 11 5 2,20 Vol 25, No. 1, 2018 16 7 2,28 Vol 25, No. 2, 2018 7 6 1,17 Vol 25, No. 3, 2018 4 8 0,50 Vol 25, No. 4, 2018 6 9 0,67 Vol 26, No. 1, 2019 4 7 0,57 Vol 26, No. 2, 2019 17 9 1,88 Vol 26, No. 3, 2019 11 8 0,11 Vol 26, No. 4, 2019 37 8 4,62 Jumlah 154 101 1,52 Pada perhitungan jurnal dalam negeri /artikel diketahui sebanyk 4,62 judul jurnal dalam negeri/ artikel, dan minimum pemakaian adalah pada edisi Volume 24, Nomor 3, Tahun 2017. Pemakaian jurnal dalamnegerimasih berada di bawah pemakaian buku dalamnegeri (223 judul Tabel 1). Hal inimenunjukkan bahwa hal-hal yangmendasarmasih diperlukan dalam pembuatan sebuah tulisan ilmiah yang dimuat dalam Media Pustakawan. Jumlah jurnal LN yang digunakan sebagai referensi dalam artikel Media Pustakawan periode 2017- 2019. Pemakaian jurnal luar negeri sebagai referensi dapat dilihat pada Tabel 6. Secara keseluruhan, jumlah jurnal yang disitir sebanyak 158 judul, dan angka pemakaian tertinggi berada pada edisi Volume 24, Nomor 4, Tahun 2017 dan Volume 26,Nomor 4, Tahun 2019 yaitu masing-masing sebanyak 30 judul. Tabel 6. Jumlah jurnal LN yang digunakan sebagai referensi dalam artikelMedia Pustakawan periode 20172019 Edisi Jurnal LN Artikel Jurnal/artikel Vol 24, No. 1, 2017 8 8 1 Vol 24, No. 2, 2017 11 9 1,22 Vol 24, No. 3, 2017 7 9 0,78 Vol 24, No. 4, 2017 30 8 3,75 Vol 24, No. 5, 2017 23 5 4,6 Vol 25, No. 1, 2018 5 7 0,71 Vol 25, No. 2, 2018 1 6 0,17 Vol 25, No. 3, 2018 11 8 1,37 Vol 25, No. 4, 2018 10 9 1,11 Vol 26, No. 1, 2019 2 7 0,28 Vol 26, No. 2, 2019 5 9 0,55 Vol 26, No. 3, 2019 30 8 3,75 Vol 26, No. 4, 2019 15 8 1,87 Jumlah 158 101 1,56 Jika dilihat dari pemakaian jurnal per artikel,maka tertinggi adalah sebanyak 4.60 judul jurnal/artikel. Pada edisi Volume 24, Nomor 5, Tahun 2017, dan terendah adalah 0,17 judul/artikel pada Volume 26, Nomor 4, Tahun 2019.Apabila dibandingkan dengan pemakaian jurnal dalaam negeri, maka keadaan menunjukkan hal yang berimbang, hal ini disebabkan akses jurnal baik dalam negeri maupun luar negeri saat ini semakin mudah, terutama dengan adanya Open Journal System(OJS). Jumlah Prosiding DalamNegeri yang digunakan sebagai referensi artikel Media Pustakawan periode 2017-2019. Berdasarkan Tabel 7 dapat diketahui jumlah prosiding dalam negeri yang digunakan sebagai referensi yaitu sebanyak 28 judul.Adapun pemakaian tertinggi berada pada Edisi Volume 24Nomor 4 Tahun 2017 yaitu sebanyak 0,50 judul/artikel, dan penggunaan paling sedikit berada pada Volume 25 Nomor 1Tahun 2018,Volume 25Nomor 2 Tahun 2018, Volume 26Nomor 1Tahun 2019 danVolume 26Nomor 3 Tahun 2019masing-masing berjumlah 0 prosiding, artinya pada edisi tersebut tidak ditemukan prosiding dalam negeri sebagai referensi. Prosiding Luar Negeri yang digunakan sebagai referensi artikelMedia Pustakawan periode 2017 -2019 Jumlah penggunaan prosiding luar negeri dapat dilihat dari Tabel 8. Tercatat penggunaan terbanyak berada pada Edisi Volume 24 Nomor 2 Tahun 2017 yaitu sebanyak 0,44 judul prosiding luar negeri/artikel. Dijumpai sebanyak 8 edisi yang tidak ditemukan prosiding luar negeri dalam referensinya yaitu Volume 24 Nomor 1, Nomor 3, Nomor 4 Tahun 2017, dan seterusnya seperti yang tertera pada Tabel 8. Pemanfaatan prosiding luar negeri sebanyak 9 judul lebih sedikit dibandingkan penggunaan prosiding dalam negeri yang berjumlah 28 judul, hal ini dimungkinkan karena prosiding dalam negeri lebih mudah diakses.Secara rata-rata pemanfaatan prosiding luar negeri sebagai referensi adalah sebanyak 0,09. Tabel 7. Jumlah Prosiding Dalam Negeri yang digunakan sebagai referensiMedia Pustakawan 2017-2019. Edisi Prosiding DN Artikel Prosiding/artikel Vol 24, No. 1, 2017 6 8 0,75 Vol 24, No. 2, 2017 4 9 0,44 Vol 24, No. 3, 2017 3 9 0,33 Vol 24, No. 4, 2017 4 8 0,50 Vol 24, No. 5, 2017 2 5 0,40 Vol 25, No. 1, 2018 0 7 0,00 Vol 25, No. 2, 2018 0 6 0,00 Vol 25, No. 3, 2018 2 8 0,25 Vol 25, No. 4, 2018 3 9 0,33 Vol 26, No. 1, 2019 0 7 0,00 Vol 26, No. 2, 2019 3 9 0,33 Vol 26, No. 3, 2019 0 8 0,00 Vol 26, No. 4, 2019 1 8 0,125 Jumlah 28 101 0,28 Tabel 8. Jumlah Prosiding LN yang digunakan sebagai referensi Media Pustakawan 2017-2019. Edisi Prosiding LN Jumlah artikel Prosiding LN /artikel Vol 24, No. 1, 2017 0 8 0,00 Vol 24, No. 2, 2017 4 9 0,44 Vol 24, No. 3, 2017 0 9 0,00 Vol 24, No. 4, 2017 0 8 0,00 Vol 24, No. 5, 2017 0 5 0,00 Vol 25, No. 1, 2018 0 7 0,00 Vol 25, No. 2, 2018 0 6 0,00 Vol 25, No. 3, 2018 1 8 0,125 Vol 25, No. 4, 2018 0 9 0,00 Vol 26, No. 1, 2019 1 7 0,14 Vol 26, No. 2, 2019 2 9 0,22 Vol 26, No. 3, 2019 1 8 0,125 Vol 26, No. 4, 2019 0 8 0,00 Jumlah 9 101 0,09 Laporan Dalam Negeri yang digunakan sebagai referensi Media Pustakawan 2017-2019. Laporan dalam negeri yang digunakan sebagai referensi Media Pustakawan 2017-2019 dapat diketahui dari Tabel 9. Selama tiga tahun diketahui sebanyak 6 judul laporan dalam negeri digunakan sebagai referensi, yaitu pada Edisi Volume 24 Nomor 1 Tahun 2017, Volume 24 Nomor 2 Tahun 2017, Volume 24 Nomor 5 Tahun 2017, Volume 25 Nomor 4 Tahun 2018. Secara rata-rata, penggunaan laporan dalam negeri selama 2017-2019 adalah 0,06 judul laporan/artikel. Laporan luar negeri yang digunakan sebagai referensi Media Pustakawan 2017-2019. Berdasarkan Tabel 10 dapat diketahui bahwa penggunaan laporan luar negeri sebagai referensi sebanyak 1 judul yaitu pada Edisi Volume 24, Nomor 5, Tahun 2017. Tabel 9. Laporan Dalam Negeri yang digunakan sebagai referensi Media Pustakawan 2017-2019. Edisi Laporan DN Artikel Laporan/artikel Vol 24, No. 1, 2017 1 8 0,125 Vol 24, No. 2, 2017 2 9 0,222 Vol 24, No. 3, 2017 0 9 0,00 Vol 24, No. 4, 2017 0 8 0,00 Vol 24, No. 5, 2017 1 5 0,20 Vol 25, No. 1, 2018 0 7 0,00 Vol 25, No. 2, 2018 0 6 0,00 Vol 25, No. 3, 2018 0 8 0,00 Vol 25, No. 4, 2018 2 9 0,222 Vol 26, No. 1, 2019 0 7 0,00 Vol 26, No. 2, 2019 0 9 0,00 Vol 26, No. 3, 2019 0 8 0,00 Vol 26, No. 4, 2019 0 8 0,00 Jumlah 6 101 0,06 Tesis/disertasi dalam negeri yang digunakan sebagai referensi Media Pustakawan 2017-2019. Tabel 11 menunjukkan sebanyak 21 judul tesis/ disertasi dari dalam negeri digunakan sebagai referensi dengan jumlah penggunaan terbanyak berada pada Edisi Volume 24 Nomor 5 Tahun 2018. Selanjutnya sebanyak enam edisi tidakmenggunakan sama sekali tesis/disertasi sebagai referensi, yaitu pada Edisi Volume 24 Nomor 1 Tahun 2017, Volume 25 Nomor 1, Nomor 2, dan Nomor 3 Tahun 2018, selanjutnya Volume 26 Nomor 1 dan Nomor 4 Tahun 2019. Secara rata-rata diketahui sebanyak 0,21 tesis/ artikel. Tabel 10. Laporan Luar Negeri yang digunakan sebagai referensiMedia Pustakawan 2017-2019 Edisi Laporan LN Artikel Laporan/artikel Vol 24, No. 1, 2017 0 8 0,00 Vol 24, No. 2, 2017 0 9 0,00 Vol 24, No. 3, 2017 0 9 0,00 Vol 24, No. 4, 2017 0 8 0,00 Vol 24, No. 5, 2017 1 5 0,20 Vol 25, No. 1, 2018 0 7 0,00 Vol 25, No. 2, 2018 0 6 0,00 Vol 25, No. 3, 2018 0 8 0,00 Vol 25, No. 4, 2018 0 9 0,00 Vol 26, No. 1, 2019 0 7 0,00 Vol 26, No. 2, 2019 0 9 0,00 Vol 26, No. 3, 2019 0 8 0,00 Vol 26, No. 4, 2019 0 8 0,00 Jumlah 1 101 0,010 Tabel 11. Tesis /Disertasi Dalam Negeri yang digunakan sebagai referensiMedia Pustakawan 2017-2019. Edisi Tesis/disertasi DN Artikel Tesis/artikel Vol 24, No. 1, 2017 1 8 0,125 Vol 24, No. 2, 2017 0 9 0,00 Vol 24, No. 3, 2017 1 9 0,11 Vol 24, No. 4, 2017 4 8 0,50 Vol 24, No. 5, 2017 6 5 1,20 Vol 25, No. 1, 2018 0 7 0,00 Vol 25, No. 2, 2018 0 6 0,00 Vol 25, No. 3, 2018 0 8 0,00 Vol 25, No. 4, 2018 1 9 0,11 Vol 26, No. 1, 2019 0 7 0,00 Vol 26, No. 2, 2019 4 9 0,44 Vol 26, No. 3, 2019 4 8 0,50 Vol 26, No. 4, 2019 0 8 0,00 Jumlah 21 101 0,21 12 berikut. Diketahui hanya 1 judul tesis/disertasi digunakan sebagai referensi yaitu pada Edisi Volume 26, Nomor 1, Tahun 2019. Dengan demikian secara rata-rata maka jumlah tesis/artikel adalah sebanyak 0,01 Tabel 12. Jumlah tesis/disertasi Luar Negeri yang digunakan sebagai referensi 2017-2019 Edisi Tesis LN artikel Artikel Tesis/artikel Vol 24, No. 1, 2017 0 8 0 Vol 24, No. 2, 2017 0 9 0 Vol 24, No. 3, 2017 0 9 0 Vol 24, No. 4, 2017 0 8 0 Vol 24, No. 5, 2017 0 5 0 Vol 25, No. 1, 2018 0 7 0 Vol 25, No. 2, 2018 0 6 0 Vol 25, No. 3, 2018 0 8 0 Vol 25, No. 4, 2018 0 9 0 Vol 26, No. 1, 2019 1 7 0,14 Vol 26, No. 2, 2019 0 9 0 Vol 26, No. 3, 2019 0 8 0 Vol 26, No. 4, 2019 0 8 0 Jumlah 1 101 0,01 Surat kabar dalam negeri yang digunakan sebagai referensi artikel Media Pustakawan periode 2017-2019 Berdasarkan Tabel 13 dapat diketahui bahwa sebanyak dua surat kabar dalam negeri digunakan sebagai referensi yaitu pada Edisi Volume 26 Nomor 1 dan Nomor 3 Tahun 2019. Diketahui secara rata – rata penggunaan surat kabar dalamnegeri adalah 0,02 surat kabar/artikel. Seperti diketahui surat kabar sebagian besar berisi tentang berita dan hanya sebagian kecil yang memuat artikel ilmiah popular, sehingga hal ini merupakan salah satu sebab surat kabar tidak banyak dijadikan referensi. Surat kabar luar negeri yang digunakan sebagai referensi Media Pustakawan 2017 -2019. Ditemukan satu surat kabar digunakan sebagai referensi artikel yaitu pada Edisi Volume 26 Nomor 2 Tahun 2019. Adapun Edisi Volume 24, dan Volume 25 tidak ada yang menggunakan surat kabar luar negeri. Penggunaan surat kabar dalam negeri dan surat kabar luar negeri tidak jauh berbeda, jika dilihat dari rata-rata maka penggunaan surat kabar luar negeri adalah 0,01 dan rata-rata penggunaan surat kabar dalam negeri adalah 0,02. Website dalam negeri yang digunakan sebagai referensi Media Pustakawan 2017 -2019. Berdasarkan Tabel 15, penggunaanwebsite dalam negeri berjumlah 143, dan penggunaan terbanyak berada pada Edisi Volume 26Nomor Tahun 2019 yaitu sebesar 2,88 website per artikel.Adapun penggunaan terkecil adalah sebesar 0,125 yang berada pada Edisi Volume 24 Nomor 1 Tahun 2017. Secara rata – rata penggunaanwebsitedalamnegeriadalahsebanyak1,41. Website luar negeri yang digunakan sebagai referensi artikelMedia Pustakawan periode 20172019. Berdasarkan Tabel 16, jumlah website luar negeri yang digunakan sebagai referensi 2017-2019 berjumlah 168 situs. Ditemukan satu edisi yang tidak menggunakan website luar negeri sebagai referensi yaitu pada Edisi Volume 24 Nomor 1 Tahun 2017. Tabel 13. Jumlah surat kabar Dalam Negeri yang digunakan sebagai referensi artikel Media Pustakawan periode 2017-2019. Edisi Surat kabar DN Artikel Surat kabar/artikel Vol 24, No. 1, 2017 0 8 0,00 Vol 24, No. 2, 2017 0 9 0,00 Vol 24, No. 3, 2017 0 9 0,00 Vol 24, No. 4, 2017 0 8 0,00 Vol 24, No. 5, 2017 0 5 0,00 Vol 25, No. 1, 2018 0 7 0,00 Vol 25, No. 2, 2018 0 6 0,00 Vol 25, No. 3, 2018 0 8 0,00 Vol 25, No. 4, 2018 0 9 0,00 Vol 26, No. 1, 2019 1 7 0,14 Vol 26, No. 2, 2019 0 9 0,00 Vol 26, No. 3, 2019 1 8 0,125 Vol 26, No. 4, 2019 0 8 0,00 Jumlah 2 101 0,02 Tabel 14. Jumlah surat kabar LuarNegeri yang digunakan sebagai referensi artikelMedia Pustakawan periode 2017-2019. Edisi Surat kabar LN Artikel Surat kabar/Artikel Vol 24, No. 1, 2017 0 8 0,00 Vol 24, No. 2, 2017 0 9 0,00 Vol 24, No. 3, 2017 0 9 0,00 Vol 24, No. 4, 2017 0 8 0,00 Vol 24, No. 5, 2017 0 5 0,00 Vol 25, No. 1, 2018 0 7 0,00 Vol 25, No. 2, 2018 0 6 0,00 Vol 25, No. 3, 2018 0 8 0,00 Vol 25, No. 4, 2018 0 9 0,00 Vol 26, No. 1, 2019 0 7 0,00 Vol 26, No. 2, 2019 1 9 0,11 Vol 26, No. 3, 2019 0 8 0,00 Vol 26, No. 4, 2019 0 8 0,00 Jumlah 1 101 0,01 Secara rata-rata diketahui bahwa penggunaanwebsite luar negeri per artikel adalah sebesar 1,66. Adapun penggunaan website luar negeri terbanyak berada pada Volume 26 Nomor 4 Tahun 2019, yaitu sebesar 4,625 website /artikel. Tahun referensi dalam negeri yang digunakan sebagai referensi artikel Media Pustakawan periode 2017-2019. Referensi dalamnegeri yang digunakan terdiri atas buku sebanyak 523 judul (59,63%), jurnal 154 judul (17,56%), prosiding 28 judul (3,19%), laporan penelitian 6 judul (0,68%), tesis/disertai 21 judul (2,39%), surat kabar 2 (0,22%), danwebsite sebanyak 143 (16,30%) Sumber informasi berupa buku berada pada posisi pertama dan posisi terakhir adalah surat kabar.Apabila dilihat berdasarkan tahun,maka posisi terbanyak adalah referensi dengan interval tahun 2014 – 2016, dengan jumlah 219 judul (24,97%), dan referensi dengan interval tahun 1999 – 2001 adalah paling sedkit digunakan yaitu berjumlah 44 judul. Kondisi tersebutmenunjukkan bahwa sebagian besar penulis sudahmengikuti persyaratan dari redaksi yang menginginkan referensi yang digunakan adalah merupakan informasi berusia 10 tahun terakhir. Tabel 15. Jumlah websiteDalamNegeri yang digunakan sebagai referensi artikelMedia Pustakawan periode 2017-2019. Edisi Website DN Artikel Website/artikel Vol 24, No. 1, 2017 1 8 0,125 Vol 24, No. 2, 2017 7 9 0,78 Vol 24, No. 3, 2017 5 9 0,55 Vol 24, No. 4, 2017 3 8 0,37 Vol 24, No. 5, 2017 1 5 0,20 Vol 25, No. 1, 2018 11 7 1,57 Vol 25, No. 2, 2018 10 6 1,67 Vol 25, No. 3, 2018 16 8 2,00 Vol 25, No. 4, 2018 17 9 1,89 Vol 26, No. 1, 2019 6 7 0,86 Vol 26, No. 2, 2019 26 9 2,88 Vol 26, No. 3, 2019 23 8 2,87 Vol 26, No. 4, 2019 17 8 2,12 Jumlah 143 101 1,41 Tabel 16. Jumlah website Luar Negeri yang digunakan sebagai referensi artikel Media Pustakawan periode 2017- 2019. Edisi Website LN Artikel Website/artikel Vol 24, No. 1, 2017 0 8 0,00 Vol 24, No. 2, 2017 2 9 0,22 Vol 24, No. 3, 2017 6 9 0,67 Vol 24, No. 4, 2017 2 8 025 Vol 24, No. 5, 2017 4 5 0,80 Vol 25, No. 1, 2018 7 7 1,00 Vol 25, No. 2, 2018 9 6 1,50 Vol 25, No. 3, 2018 18 8 2,25 Vol 25, No. 4, 2018 25 9 2,77 Vol 26, No. 1, 2019 16 7 2,28 Vol 26, No. 2, 2019 22 9 2,44 Vol 26, No. 3, 2019 20 8 2,50 Vol 26, No. 4, 2019 37 8 4,625 Jumlah 168 101 1,66 Tabel 17. Tahun referensi Dalam Negeri yang digunakan sebagai referensi artikelMedia Pustakawan periode 2017-2019 Tahun Buku Jurnal Prosiding Lapo ran Tesis /dis Surat kabar Web site Jumlah 2017- 2019 49 24 2 1 3 1 65 145 2016 - 2014 117 59 8 3 6 1 25 219 2013- 2011 74 25 3 1 9 0 21 133 2010-2008 78 9 3 0 1 0 13 104 2007 -2005 75 17 4 0 0 0 3 99 2004 - 2002 39 7 3 0 0 0 10 59 2001 - 1999 32 6 2 1 1 0 2 44 < 1999 59 7 3 0 1 0 4 74 Jumlah 523 154 28 6 21 2 143 877 Persentase 59,63% 17,56% 3,19% 0,68% 2,39% 0,22% 16,30% 100% Tahun referensi Luar Negeri yang digunakan sebagai referensi artikel Media Pustakawan periode 2017-2019. Berdasarkan Tabel 18 dapat diketahui bahwa jumlah referensi yang digunakan adalah sebanyak 561 judul yang terdiri atas buku 223 judul (39,75%), jurnal 158 judul (28,16%), prosiding 9 judul (1,60%), laporan penelitian, tesis, surat kabar masing –masing 1 judul (0,17%) dan website sebanyak 168 (29,94%).Apabila dibandingkan antara penggunaan prosiding, laporan penelitian, tesis/disertasi serta surat kabar dari dalam negeri,maka terlihat bahwa sumber informasi dalam negeri lebih banyak digunakan dibandingkan yang berasal dari luar negeri. Terlebih – lebih untuk tesis/ disertasi penggunaan tesis dari dalam negeri 21 judul (Tabel 17) lebih banyak dibandingkan penggunaan tesis/disertasi dari luar negeri 1 judul (Tabel 18). Kondisi ini diantaranya disebabkan sydah banyak perguruan tinggi di Indonesia yangmemberikan akses full text atas tesis/disertasi yang dihasilkan kepada masyarakatmelalui repositori institusi. Jika referensi diamati berdasarkan tahun, maka jumlah terbanyak adalah referensi dalaminterval tahun 2011-2013, yaitu sebesar 123 judul (21,92%), dan paling sedikit digunakan adalah referensi yang berada pada interval tahun 2002-2004, yaitu sebanyak 51 judul (9,09%). Hal tersebut juga menguatkan bahwa penulis mengikuti persyaratan dari redaksiMedia Pustakawan yang mempersyaratkan umur referensi yang digunakan adalah 10 tahun terakhir. Tabel 18 . Tahun terbit referensi Luar Negeri yang digunakan sebagai referensi Artikel Media Pustakawan periode 2017-2019. Tahun Buku Jurnal Prosiding Laporan Tesis /dis Surat kabar Web site Jumlah 2017- 2019 8 11 0 0 0 0 50 69 2014 - 2016 14 31 5 0 0 0 43 93 2011- 2013 34 51 2 0 0 0 36 123 2008-2010 32 25 1 0 0 0 10 68 2005 -2007 32 14 0 0 0 0 6 52 2002 - 2004 30 12 0 0 0 0 9 51 1999 - 2001 22 4 1 0 0 1 1 29 1999 < 50 10 0 1 1 0 13 75 Jumlah 223 158 9 1 1 1 168 561 Persentase 39,75% 28,16% 1,60% 0,17% 0,17% 0,17% 29,94% 100% Apabila dibandingkan antara posisi tiga besar sumber referensi dalam negeri dengan luar negeri, maka dapat diketahui bahwa untuk referensi dalam negeri urutan tertinggi adalah buku, diikuti jurnal, dan website.Adapun untuk sumber informasi luar negeri, referensi yang terbanyak digunakan berturut – turut adalah buku, website dan jurnal. Jika dilihat berdasarkan jumlah, maka sumber referensi dalam negeri lebih banyak digunakan dibandingkan sumber referensi dari luar negeri, yaitumasing –masing adalah 877 judul (Tabel 17) dan 561 judul (Tabel 18). Kondisi tersebut disebabkan referensi dalam negeri yang ditulis dalam bahasa Indonesia lebihmudah dipahami oleh penulis dibandingkan referensi yang ditulis bukan dalam bahasa Indonesia. Penggunaan website pada tahun 2017 – 2020 adalah terbanyak baik untuk referensi yang berasal dari dalamnegerimaupun yang berasal dari luar negeri. Hal ini menunjukkan bahwa kemudahan akses sumber informasi sudah lebih baik pada tahun – tahun tersebut dibandingkan pada tahun – tahun sebelumnya. Tabel 19. Tahun terbit referensi dalam dan luar negeri yang digunakan sebagai referensi artikel Media Pustakawan periode 2017-2019 Tahun Buku Jurnal Prosiding Laporan Tesis /dis Surat kabar Web site Jumlah 2017- 2019 60 35 2 1 3 1 115 214 2014 - 2016 148 90 13 3 6 1 68 312 2011- 2013 125 76 5 1 9 0 57 256 2008-2010 103 34 4 0 1 0 23 172 2005 -2007 89 31 4 0 0 0 9 151 2002 - 2004 51 19 3 0 0 0 19 110 1999 -2001 36 10 3 1 1 1 3 73 1999 < 69 17 3 1 2 0 17 149 Jumlah 681 312 37 7 22 3 311 1438 Persentase 47,36% 21,69% 2,57% 0,48% 1,53% 0,20% 21,63% 100% Apabila dicermati berdasarkan tahun terbit dokumen referensimaka diketahui bahwa tahun terbit periode 2014-2016 berada di urutan pertama yaitu sebanyak 312 judul (21,69%), kemudian urutan ke dua adalah periode 2011-2013 dengan jumlah 256 judul (17,80%) dan urutan ke tiga adalah referensi dengan rentang tahun 2017-2019 yaitu sebanyak 214 judul (14,88%). Diketahui referensi dengan rentang tahun 1999-2001 merupakan referensi paling sedikit digunakan yaitu sebanyak 73 judul (5,07%). Berdasarkan jenis sumber informasi dapat diketahui bahwa jenis buku, jurnal, prosiding, danwebsite selalu digunakan dalam setiap tahun terbit, kecuali tesis, surat kabar dan laporan penelitian. Surat kabar hanya digunakan sebanyak 0,20%, hal ini disebabkan di dalam surat kabar informasi yang dimuat diutamakan berita, dan jarang yang memuat teori –teori tentang pengetahuan.Website paling banyak digunakan pada rentang tahun 2017 -2020 yaitu sebanyak 115 dari total 256 judul yang digunakan sebagai referensi. Penggunaan situs webmendekati penggunaan jurnal karena jurnal saat ini sudah dalam bentuk digital /on line, dalam bentuk Open Journal System Hal ini menunjukkan bahwa di era digital saat ini website adalah sebuah keniscayaan, dan oleh karena itu keberadaan internet sangat menentukan akses kepada sumber informasi yang tersedia. Ukuran tabel dikecilkan agar tabel tidakmengambil ruang halaman lebih dari setengah halaman. Perbanyak analisis bukan sekedar narasi tabel
Conclusion
Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa referensi baik dalam negeri maupun luar negeri yang paling banyak digunakan adalah buku, dan paling sedikit digunakan adalah referensi yang berasal dari surat kabar. Sumber informasi dalam negeri lebih banyak digunakan dibandingkan sumber informasi luar negeri, karena penguasaan bahasa asing para penulis tidak sebagus penguasaan bahasa Indonesia. Penggunaan situsweb mendekati penggunaan jurnal. Tahun terbit paling banyak digunakan adalah antara tahun 2014-2016, dan paling sedikit digunakan adalah periode 1999 2011.Hal inisudah sesuai dengan persyaratan redaksi Media Pustakawan bahwa tahun referensi yang digunakan dalam artikel dibatasi kurun waktu 10 tahun terakhir. Belum tajam.