Kembali
16
1
2023 Nusantara Journal of Information and Library Studies (N-JILS) Vol 6 · 2 ISSN 2654-6469

Analisis Sitiran Terhadap Skripsi Mahasiswa Tahun 2019 Program Studi Kimia Universitas Negeri Padang

Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Pola sitiran dalam skripsi mahasiswa Program Studi Kimia Tahun 2019; 2) Karakteristik literatur yang disitir dalam skripsi mahasiswa Program Studi Kimia Tahun 2019; 3) Pola kepengarangan dalam skripsi mahasiswa Program Studi Kimia Tahun 2019, menggunakan analisis sitiran dan memakai metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh skripsi mahasiswa Program Studi Kimia Tahun 2019 dengan teknik pengumpulan data menggunkan teknik dokumentasi dengan metode analisis sitiran, yaitu sitiran yang terdapat dalam daftar pustaka skripsi. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Pola sitiran yaitu berjumlah 2775 sitiran dengan rata - rata 38 sitiran pada masing - masing skripsi. 2) Karakteristik literatur dalam penulisan yaitu sebagian besar menggunakan jurnal sebagai sumber informasi utama dengan jumlah sitiran 1901 sitiran atau 69%, jurnal sebanyak 1901 sitiran atau 69%, buku sebanyak 416 sitiran atau 15%. Banyaknya sitiran dalam bahasa asing dibandingkan dengan Bahasa Indonesia menunjukkan bahwa mahasiswa Program Studi Kimia Thun 2019 sudah memiliki kemampuan dalam memahami dan menguasai bahasa asing terutama bahasa inggris. 3) Pola kepengarangan dari pengarang yang paling sering disitir adalah Davidovits, J dengan jumlah sitiran sebanyak 10 kali. Sedangkan tingkat kolaborasi pengarang sangat tinggi, dengan 1949 sitiran ( 70% ) merupakan pengarang ganda (lebih dari satu orang) dan sisanya 826 sitiran (30%) merupakan pengarang tunggal.

Abstract

This study aims to describe: 1) Citation patterns in the thesis of 2019 Chemistry Study Program students; 2) Characteristics of the literature cited in the 2019 Chemistry Study Program student thesis; 3) The pattern of authorship in the 2019 Chemistry Study Program student thesis, uses citation analysis and uses descriptive methods with a quantitative approach. The population in this study were all thesis students of the 2019 Chemistry Study Program with data collection techniques using documentation techniques with citation analysis methods, namely citations contained in the thesis bibliography. The results of this study are: 1) The citation pattern in the thesis of the Chemistry Study Program, Faculty of Natural Sciences and Mathematics in 2019 is 2775 citations with an average of 38 citations in each thesis. 2) The characteristics of the literature in the thesis writing of the Chemistry Study Program students in 2019 mostly used journals as the main source of information with the number of citations 1901 citations or 69%, journals as many as 1901 citations or 69%, books as many as 416 citations or 15%. The number of citations in foreign languages compared to Indonesian shows that students of the 2019 Chemistry Study Program already have the ability to understand and master foreign languages, especially English. 3) the authorship pattern in the 2019 Chemistry Study Program student thesis from the author who is most frequently cited is Davidovits, J with a total of 10 citations. Meanwhile, the level of author collaboration is very high, with 1949 citations (70%) being multiple authors (more than one person) and the remaining 826 citations (30%) being single authors. Keyword: citation analysis , citation pattern , characteristics of literature , authorship patterns , thesis
Keywords: analisis sitiran · pola sitiran · karakteristik literatur · pola kepengarangan · skripsi

Introduction

Penulisan tugas akhir merupakan salah satu syarat untuk mencapai gelar akademik di perguruan tinggi. Selama masa kuliahnya, mahasiswa harus melakukan minimal satu kali penelitian dan mempublikasikan karya ilmiah atau menyelesaikan tugas akhir. Dalam penulisan tugas akhir, penulis membutuhkan sumber informasi yang relevan untuk mendukung tulisannya, baik itu sumber primer, sekunder maupun tersier dan dicantumkan dalam daftar pustaka/daftar referensi sebagai pengakuan dan penghormatan kepada penulis sebelumnya. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Smith dalam Pattah (2013) bahwa suatu karya ilmiah tidak dapat berdiri sendiri, karya tersebut selalu dikaitkan dengan literatur yang telah membahas tentang subyek yang serupa. Sehingga dalam penulisannya pasti sering dilakukan kegiatan sitir - menyitir. Kegiatan sitir - menyitir mempunyai banyak fungsi dan manfaat, yaitu sebagai dasar untuk melakukan penelitian selanjutnya berdasarkan teori, metode, dan pendapat dari dokumen yang dikutip. Dengan demikian, kutipan dilatarbelakangi oleh hubungan antara dokumen yang mengutip dengan dokumen yang dikutip (Julianti, 2010). Oleh sebab itu, sebuah karya ilmiah tidak bisa ditulis tanpa megutip dokumen lain, karena karya ilmiah harus memiliki teori sebagai dasar melakukan penelitian tersebut. Kutipan atau sitiran sangat penting untuk mengurangi subyektivitas penulis sehingga tingkat objektivitasnya tinggi dan meningkatkan kualitas suatu karya ilmiah. Dalam Bibliometrika kajian tentang sitiran ini disebut analisis sitiran. Metode analisis sitiran merupakan salah satu teknik bibliometrika dalam Ilmu Perpustakaan dan Informasi yang mengkaji hubungan antara dokumen yang menyitir dengan dokumen yang disitir. Analisis sitiran adalah cabang dari bibliometrika dan informetrika yang fokus penelitiannya adalah pada kaitan antar publikasi. Kajian sitasi mempelajari seberapa banyak atau sering sebuah karya seseorang dikutip oleh orang lain. Hasil dari analisis sitiran dapat digunakan sebagai pedoman dalam menentukan seleksi bahan pustaka di perpustakaan (Fatmawati, 2012). Adanya penyitiran ini dengan alasan etika, pengakuan terhadap prestasi seseorang, membantu pemustaka dalam temu kembali akan informasi, penghormatan, memperoleh latar belakang suatu bacaan, mengoreksi karya sendiri maupun karya orang lain, memberi kepuasan atas karya sebelumnya, memberikan informasi mengenai karya yang akan terbit, membuktikan kebenaran dan keaslian data, menyangkal gagasan maupun pandangan seseorang, dan mendiskusikan gagasan seta penemuan orang lain (Lasa, 2009). Perpustakaan Universitas Negeri Padang adalah salah satu unit penunjang dalam mencapai tujuan pendidikan disebuah universitas. Salah satunya adalah Program Studi Kimia. Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Padang menghasilkan 73 karya ilmiah dalam bentuk skripsi pada tahun 2019. Dari 20 skripsi yang di periksa, skripsi mahasiswa Program Studi Kimia Tahun 2019 cenderung memanfaatkan sumber informasi dari jurnal sebagai sumber referensi penelitian mereka. Berdasarkan pernyataan yang didapat dari 3 mahasiswa Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, jurnal dipilih sebagai informasi yang sering digunakan karena jurnal ilmiah bersifat ilmiah yaitu memuat informasi asli dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya serta hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti cukup baik untuk penelitian berikutnya, dan juga penelitian yang sedang dilakukan juga berkesinambungan dengan hasil yang sebelumnya. Akan tetapi sangat disayangkan mahasiswa tersebut hanya sekedar tau bawasanya Perpustakaan Universitas Negeri Padang telah melanggan jurnal - jurnal ilmiah dan tidak tahu bagaimana cara menggunaknnya, bahkan mahasiswa tersebut tidak tahu Universitas Negeri Padang telah melanggan jurnal - jurnal ilmiah. Dengan demikian perpustakaan tidak digunakan secara maksimal oleh mahasiswa. Untuk itu, perlu dilakukan analisis sitiran terhadap skripsi mahasiswa Progra Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Padang agar perpustakaan digunakan secar maksimal dan literatur yang tersedia sesuai dengan yang dibutuhkan mahasiswa. Kecendrungan menyitir dokumen - dokumen tertentu dalam kegiatan penelitian menjadi hal yang sangat menarik untuk diteliti. Melalui penelitian analisis sitiran akan diketahui jenis, bentuk dan kemutakhiran dokumen yang digunakan atau dirujuk mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhirnya. Selain itu melalui analisis sitiran juga dapat diketahui buku atau jurnal apa yang paling sering disitir oleh mahasiswa Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Pengertian Analisis Sitiran Secara umum sitiran ialah gagasan orang lain yang dikutip oleh penulis yang dimuat dalam karyanya. sebuah gagasan atau pendapat orang lain yang dikutip harus dicantumkan dari mana sumbernya guna untuk menghindari plagiarisme, dan sebagai bentuk apresiasi terhadap orang yang memiliki gagasan tersebut. Menurut ALAGlossary of Libary and Information Science yang dikutip oleh Maslahah (2015) sitasi atau sitiran merupakan sebuah catatan yang merujuk kepada suatu karya ilmiah yang bagian dariisinya telah disitir, atau yang merujuk pada beberapa dokumen yang merupakan sumber dari suatu ide atau gagasan.Sitiran atau dalam Bahasa Inggris citation merupakan suatu rujukan dalam teks atau bagian dari teks yang merujuk pada sebuah literatur tempat teks tersebut berada ( Harrod’s Library Glossary and Reference Book dalam Hayati, 2016). Aulianto, Yusup & Setianti (2019) mengemukakan analisis kutipan adalah pendekatan yang berpusat pada perpustakaan bahan dan difokuskan pada bahan pustaka dalam suatu koleksi, melalui analisis sitasi yang dikenal untuk pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidang tertentu. Analisis sitiran merupakan suatu studi bibliometrika yang dapat digunakan untuk menganalisis atau menyelidiki hubungan antara dokumen yang dikutip dengan dokumen yang mengutip, dimana objek penelitian atau objek analisis yang dikutip tercantum dalam daftar pustaka sebuah jurnal, buku, skripsi dan literatur lainya. Analisis sitiran dapat digunakan sebagai alat pengukur keterpakaian atau ketersediaan koleksi dan acuan anggaran bahan pustaka agar dapat menyediakan bahan rujukan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Pendapat ini selaras dengan yang dikatakan Kurniawati (2013) analisis sitiran secara umum digunakan untuk meneliti keterpakaian koleksi, kemutakhiran koleksi, ketersediaan koleksi, pola sitasi untuk karakteristik pemakaian tertentu, serta mengukur besarnya pengaru artkel jurnal, instansi atau lembaga. Manfaat Analisis Sitiran Menurut Sulistyo Basuki (dalam Rahayu dkk., 2012) analisis sitiran digunakan untuk menghitung pengaruh intelektual seorang ilmuwan berdasarkan penulis yang disitir, sebab beberapa studi sitiran digunakan untuk mengetahui karakteristik komukasi suatu bidang ilmu. Analisis sitiran juga digunakan untuk kepentingan praktis seperti menetukan pengembangan koleksi, kebijakan penyiangan, dan menentukan anggaran perpustakaan. Kajian analisis sitiran dilatarbelakangi oleh tingkat pertumbuhan artikel jurnal yang sangat pesat sehingga menuntut para pakar informasi untuk mengembangkan metode analisis sitiran untuk membahas sebuah artikel jurnal (Hayati,2016). Seadangkan menurut Lasa yang dikutip oleh Prisma (2015) analisis sitiran merupakan jenis penelitian yang bermanfaat untuk (1) Mengidentifikasi dokumen inti. (2) Mengelompokkan sumber dokumen sitiran yang memiliki kesamaan. (3) Mengetahui jenis dokumen apa saja yang digunakan oleh penulis. (4) Mengetahui rata - rata pertumbuhan dan perkembahan serta tingkat keusangan dokumen. Mengacu dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan manfaat dari analisis sitiran ialah untuk mengukur pertumbuhan dan perkembangan suatu karya ilmiah, mengetahui pemanfaatan koleksi di perpustakaan serta kebijakan pengambilan keputusan dalam pengembangan dan pengelolaan koleksi perpustakaan. Ruang Lingkup Analisis Sitiran Ruang lingkup analisis sitiran terbagi menjadi tiga jenis dokumen yaitu dokumen primer, dokumen sekunder, dan dokumen tersier, tetapi yang paling banyak diteliti adalah jurnal ilmiah atau majalah (Sulistyo - Basuki dalam Prawira, 2005). Menurut Maslahah (2015) terdapat kriteria yang dapat diteliti dari sitiran sebuah karya ilmiah yaitu bentuk literatur, usia literatur, dan bahasa yang dominan dipakai dalam suatu literatur. Lebih lanjut Sutardji yang dikutip oleh Hayati (2016) berpendapat bahwa bagian - bagian yang dapat diteliti dalam analisis sitiran adalah berikut ini. (1) Pola sitiran yang terdiri dari jumlah sitiran, dan otositiran (self - citation). (2) Karakteristik dokumen yang terdiri dari jenis, tahun terbit, usia, bahasa pengantar literatur yang disitir, dan peringkat jurnal yang disitir. (3) Pola kepengarangan yang terdiri dari jumlah penulis, penulis yang paling sering disitir, dan penulis tunggal atau ganda. Dari semua aspek ruang lingkup penelitian tidak harus semua aspek penelitian tersebut dilakukan, tergantung dari tujuan penelitian yang akan dilakukan. Seperti halnya dalam penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui pola sitiran, karakterisik literatur dan pola kepengarangan. Maka ruang lingkup yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis dokumen yang paling sering disitir, pengarang yang paling sering disitir, dan peringkat jurnal yang disitir .

Method

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif yaitu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi penjelasan terhadap objek yang diteliti melalui data atau sampel yang telah dikumpulkan sebagaimana adanya (Sugiyono, 2017). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode analisis bibliometrika untuk mengetahui karakteristik karya tulis dengan analisi sitiran terhadap skripsi mahasiswa Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Tahun 2019. Populasi pada penelitian ini adalah skripsi mahasiswa Program Studi Kimia Faultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam yang diterbitkan pada tahun 2019. Berdasarkan data statistik kelulusan mahasiswa yang didapat, jumlah skripsi mahasiswa Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam pada tahun 2019 adalah 73 skripsi. Untuk menganalisa jumlah sitiran dilakukan dengan cara menghitung jumlah sitiran pada masing - masing skripsi dan menghitung rata - rata sitiran per skripsi. setelah itu dilakukan interpretasi atas data yang didapat dengan melihat skripsi yang banyak menyitir dan skripsi yang sedikit menyitit dokumen yang digunakan sebagai bahan rujukan pembuatan skripsi. Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung rata - rata pada bagian ini adalah: Untuk menganalisis bentuk literatur yang paling sering disitir, dilakukan dengan cara mengelompokkan terlebih dahulu bentuk literatur kedalam bentuk buku, jurnal, internet (ilmiah dan non - ilmiah), skripsi, tesis, prossiding, tugas akhir dan handbook. Kemudian sitiran setiap skripsi akan dimasukkan ke dalam Ms. Excel agar memudahkan dalam proses penghitungan bentuk yang seringdisitir, lalu menentukan persentase sitiran untuk mengurutkan data dari terbesar ke yang terkecil. Setelah didapatkan urutan bentuk literatur yang disitir, kemudian dilakukan interpretasi atas data yang didapat. Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung rata - rata pada bagian ini adalah: Untuk menganalisis pola kepengarangan dalam penelitian ini akan dilakukan dengan mencari pengarang yang sering disitir, jumlah pengarang tunggal dan jumlah pengarang ganda. Sehingga nanti akan terlihat pola kepengarangan yang paling dominan dilakukan oleh mahasiswa Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Tahun 2019 dalam pembuatan skripsi. Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung rata - rata pada bagian ini adalah:

Result & Discussion

Setelah melakukan pengumpulan data lalu membuat sebuah tabel inventarisasi (pencatatan)dalam Ms. Excel agar memudahkan dalam proses pengolahan. Tabel inventarisasi bibliografi ini menggunakan format tabel pola sitiran, tabek karakteristik literatur dan tabel pola kepengarangan. Berikut adalah hasil penelitian tentang analisis sitiran yang telah dilakukan di Perpustakaan Universitas Negeri Padang. Pola Sitiran Dalam pola sitiran, yang dikaji adalah jumlah sitiran dan jumlah otositiran , otositiran adalah artikel yang pengarangnya menyitir tulisan sendiri dalam karyanya. Penulis tidak mengkaji otositiran karena pada penelitian karya ilmiah berupa skripsi mahasiswa jarang ditemukan penulis yang menyitir tulisannya sendiri. Gambar 1 . Pola Sitiran Skripsi Program Studi Kimia Tahun 2019 Sumber: Peneliti, 2022 Gambar 1. menunjukkan bahwa jumlah sitiran dari keseluruhan skripsi mahasiswa program studi kimia adalah 2775 sitiran dengan rata - rata 38 sitiran pada masing masing skripsi. Jumlah sitiran yang terbanyak berada pada kode S15 sebanyak 64 sitiran dan yang paling sedikit berada pada kode S35 sebanyak 12 sitiran. Sitiran antara skripsi yang satu dengan skripsi yang lainnya memiliki jumlah yang berbeda beda tergantung dengan apa yang dibutuhkan seorang peneliti dalam menunjang karya tulisnya. Sampai saat ini belum ada ketentuan mengenai jumlah sitiran dalam sebuah karya ilmiah baik dari buku pedoman maupun dari para ahli. Kebiasaan atau kecenderungan yang sering terjadi menyatakan bahwa semakin banyak dokumen yang disitir dalam sebuah karya ilmiah menggambarkan bahwa karya ilmiah tesebut semakin kaya dan lengkap (Hasugian, 2005). Karakteristik Literatur Dalam karakteristik literatur, yang dikaji adalah sifat yang berkaitan dengan literatur yang disitir oleh penulis dalam sebuah jurnal atau buku mencakup jenis, tahun terbit, usia dan bahasa pengantar literatur yang disitir. Penelitian ini hanya meneliti tentang jenis literatur dan bahasa pengantar literatur yang sering disitir oleh mahasiswa Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Tahun 2019. Tabel 1 . Jenis Literatur yang Disitir dalam Skripsi Program Studi Kimia Tahun 2019 Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa sebanyak 2775 jumlah sitiran terdapat 1901 kali sitiran dari sumber jurnal. Jurnal yang paling sering disitir adalah sebagai berikut: Tabel 2 . Daftar Jurnal yang Sering Disitir dalam Skripsi Program Studi Kimia Tahun 2019 Jurnal ( 1901 kali sitiran atau 69% ) menjadi sumber informasi yang banyak digunakan, ini dikarenakan jurnal memuat informasi yang terbaru dan aktual dibandingkan dengan literatur - literatur lainnya, jurnal juga sangat mudah untuk diakses dimanapun dan kapanpun. Hal ini selaras dengan pendapat yang diungkapkan oleh Hermanto (dalam Dewi, 2015) mengatakan bahwa jurnal ilmiah merupakan sumber rujukan yang relatif lebih baru dan memuat informasi - informasi terkini dimana informasi yang terkandung di dalamnya merupakan informasi yang jauh lebih aktual dibandingkan dengan sumber literatur lainnya seperti buku dan prosiding. Selain jurnal, buku juga menjadi referensi yang banyak digunakan oleh mahasiswa Program Studi Kimia Tahun 2019 dalam pembuatan skripsi yaitu sebanyak 416 kali sitiran. Buku yang sering disitir yaitu sebagai berikut: Tabel 3 . Daftar Judul Buku yang Sering Disitir dalam Skripsi Program Studi Kimia Tahun 2019 Pembagian bahasa pengantar literatur yang sering disitir dikategorikan menjadi 2 bahasa yaitu bahasa indonesia dan bahasa asing. Berdasarkan hasil pengumpulan data, bahasa pengantar literatur yang sering disitir oleh mahasiswa Program Studi Kimia Tahun 2019 dalam pembuatan skripsi sebagai berikut: Gambar 2 . Persentase Bahasa Literatur yang Sering Disitir dalam Skripsi Program Studi Kimia Tahun 2019 Bahasa literatur yang dominan disitir adalah literatur berbahasa asing terutama bahasa inggris yaitu sebanyak 1659 sitiran atau 60%. Pada peringkat kedua adalah literatur berbahasa indonesia sebanyak 1116 sitiran atau 40%. Dengan demikian dapat dikatan hampir seluruh mahasiswa menggunakan literatur berbahasa inggris sedangkan hanya sebagian kecil saja yang menggunakan literatur berbahasa indonesia. Banyaknya sitiran terhadap literatur berbahasa asing menunjukkan bahwa aspek bahasa bukan merupakan aspek yang menghambat atau menyulitkan bagi mahasiswa (Dewi , 2015). Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa sudah memiliki kemampuan dalam memahami dan menguasai bahasa asing terutama bahasa inggris. Pola Kepengarangan Menurut Hasugian (2005), acuan yang digunakan untuk menetapkan pengarang yang sering disitir adalah berdasarkan frekuensi sitiran. Pengarang yang disitir lebih dari lima kali dikategorikan sebagai pengarang yang paling sering disitir, sedangkan pengarang yang hanya disitir sebanyak lima kali atau kurang dari 5 kali tidak dikategorikan sebagai pengarang yang paling sering disitir. Tabel 4 . Daftar Nama Pengarang yang Sering Disitir dalam Skripsi Program Studi Kimia Tahun 2019 Kepengarangan merupakan aspek yang sangat berpengaruh dalam keputusan menggunakan literatur yang disitir, salahsatu kriteria penilaian dokumen disitir adalah berdasarkan kepengarangan. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh, penelitian ini menghasilkan temuan data yang sama dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Dewi (2015) dimana penelitian sebelumnya menyatakan bahwa pengarang yang sering disitir dalam penulisan penelitian memiliki bidang keilmuan yang sama dengan topik yang sedang diteliti dan memiliki kontribusi yang besar terhadap bidang keilmuan tersebut. Dari 2775 jumlah sitiran, terdapat 1949 sitiran ( 70 % ) merupakan pengarang ganda (lebih dari satu orang) dan sisanya 826 sitiran (30%) merupakan pengarang tunggal. Persentase sitiran dengan pengarang tunggal dan pengarang ganda disajukan pada gambar berikut. Gambar 3 . Persentase Pengarang Tunggal dan Pengarang Ganda Sitiran skripsi mahasiswa Program Studi Kimia Tahun 2019 didominasi oleh pengarang ganda (lebih dari satu orang) dan hanya sebagian kecil sitiran dengan pengarang tunggal. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa pola kepengarangan dalam skripsi mahasiswa Program Studi Kimia lebih banyak dilakukan atau ditulis secara bersama atau kolaborasi. Hal ini selaras dengan pendapat Cuningham (dalam Anom, 2012) menyatakan bahwa proporsi tinggi pada karya pengarang bersama adalah ciri ilmu pengetahuan alam dan fisika karena mahalnya kerumitan dan mahalnya instrumen.

Conclusion

Dari hasil penelitian yang dilakukan tentang analisis sitiran terhadap skripsi Program Studi Kimia Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam dan Matematika Universitas Negeri Padang Tahun 2019 dapat disimpulkan , yaitu, pertama, pola sitiran pada skripsi Program Studi Kimia Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam dan Matematika Tahun 2019 adalah berjumlah 2775 sitiran dengan rata - rata 38 sitiran pada masing - masing skripsi. Kedua, karakteristik literatur dalam penulisan skripsi mahasiswa Program Studi Kimia Tahun 2019 sebagian besar menggunakan jurnal sebagai sumber informasi utama dengan jumlah sitiran 1901 sitiran atau 69% . Banyaknya sitiran dalam bahasa asing dibandingkan dengan Bahasa Indonesia menunjukkan bahwa mahasiswa Program Studi Kimia Tahun 2019 sudah memiliki kemampuan dalam memahami dan menguasai bahasa asing terutama bahasa inggris. Ke tiga, pola kepengarangan pada skripsi mahasiswa Program Studi Kimia Tahun 2019 dari pengarang yang paling sering disitir adalah Davidovits, J deangan jumlah sitiran sebanyak 10 kali. Sedangkan tingkat kolaborasi pengarang sangat tinggi, dengan 1949 sitiran ( 70 % ) merupakan pengarang ganda (lebih dari satu orang) dan sisanya 826 sitiran (30%) merupakan pengarang tunggal. Berdasarkan kesimpulan penelitian , maka penulis ingin memberikan beberapa saran sebagai berikut. Pertama, bagi Perpustakaan Universitas Negeri Padang, penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam kebijakan pengembangan koleksi terutama dalam pengadaan bahan perpustakaan agar nantinya bahan pustaka yang disediakan dapat sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Kedua, bagi peneliti selanjutnya penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan rujukan yang relevan tentang penggunaan literatur dengan kajian analisis sitiran.