Kembali
16
1
2021 Jurnal Pari Vol 7 · 1 ISSN 2549-0133

ANALISIS BIBLIOMTERIK JURNAL PUSTAKA ILMIAH PERIODE 2016 – 2020

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia; Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Abstrak

Karakteristik Jurnal Pustaka Ilmiah periode 2016 – 2020, dianalisis menggunakan metode bibliometrik. Adapun tujuan dari analisis tersebut adalah untuk mengetahui: 1). Jumlah artikel yang diterbitkan; 2). Pola kepenulisan; 3) Nilai derajat kolaborasi; 4) Jenis kelamin penulis; 5) Penulis paling produktif; 6) Kata kunci terbanyak. Sumber data yang digunakan adalah Jurnal Pustaka Ilmiah versi online, diakses dari situs https://jurnal.uns.ac.id/jurnalpustakailmiah. Adapun data yang dicatat adalah jumlah artikel terbit setiap tahun, nama dan jumlah penulis, jenis kelamin penulis, tempat bekerja penulis, dan kata kunci. Selanjutnya data diolah menggunakan Exel 2010, dan ditampilkan dalam bentuk tabel yang dilengkapi dengan persentase untuk dilakukan pembahasan, sesuai tujuan penelitian. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pada periode 2016 – 2020 Jurnal Pustaka Ilmiah telah menerbitkan sebanyak 104 artikel oleh 121 penulis, yang didominasi oleh insitusi perguruan tinggi. Universitas Sebelas Maret berada pada posisi teratas, demikian pula untuk penulis paling produktif yaitu Bambang Hermanto dengan tulisan sebanyak 5 judul. Penulis individu lebih banyak dibandingkan dengan penulis yang berkolaborasi yang ditandai dengan nilai derajat kolaborasi sebesar 0,15. Keberadaan Jurnal Pustaka Ilmiah sudah dikenal di lima pulau (Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua) dan pulau Jawa berada di urutan pertama Sebaran kata kunci menunjukkan bahwa artikel yang dimuat terbanyak adalah tentang perpustakaan, pengembangan koleksi dan perpustakaan perguruan tinggi.

Abstract

The characterization of Jurnal Pustaka Ilmiah for the period 2016 – 2020 were analyzed using the bibliometric method. The purpose of the analysis is to find out:1) Number of articles published; 2) The value of the degree of collaboration; 4) The gender of the author; 5) The most keywords. The data source used is the online version of the Scientific Library Journal, accessed from the site https://jurnal.uns.ac.id/jurnalpustakailmiah. The data recorded are the number of articles published eac year, the names and number of authors, the gender of the authors, the keyword. Furthermore, the data is processed using Exel 2010, and displayed in tabular form, equipped with a percentage. Furthermore, a discussion is carried out according to the research objectives. The conclusion of the research shows that in the period 2016-2020 the Jurnal Pustaka Ilmiah has published 104 articles by 121 authors, which are dominated by Universities. Sebelas Maret University is in the top position, as well as the most productive writer, Bambang Hermanto with 5 titles. There are more individual writers than collaborating authors, which is indicated by a value of the degree of collaboration of 0.15. Journal is well known in five Islands (Java, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, and Papua) and the Island of Java is the first place. The distribution of keywords shows that the articles published mostly are about libraries, collection development and college libraries.
Keywords: Jurnal pustaka ilmiah · bibliometrics · author collaboration · degree of collaboration

Introduction

Dikutip dari Bellis (2009) disebutkan bahwa Alan Pritchard pada tahun 1969 mencetuskan istilah bibliometrik, untuk menggambarkan penerapan matematika dan metode statistik pada buku dan media komunikasi yang lain. Bellis (2009) juga menyatakan bahwa bibliometrik adalah sekumpulan metode untuk menganalisis literatur ilmiah dan teknologi secara kuantitatif, dan salah satunya adalah analisis sitiran. Menurut Naseer & Mahmood (2009), studi bibliometrik sangat membantu dalam melakukan evaluasi layanan perpustakaan, pengembangan koleksi, penyempurnaan kebijakan, pengambilan keputusan, alokasi sumber daya serta penyiangan. Data yang dihasilkan dengan metode bibliometrik akan memberikan dasar ilmiah kepada administrator perpustakaan untuk pengambilan keputusan. Bibliometrik juga telah dianggap bermanfaat untuk analisis kurikulum. Pada dekade akhir-akhir ini bibliometrik telah menjadi alat standar kebijakan sains dan manajemen penelitian. Semua kompilasi indikator sains signifikan sangat bergantung kepada publikasi dan statistik kutipan serta teknik bibliometrik lain yang lebih canggih. Saat ini bibliometrik merupakan salah satu bidang penelitian interdisipliner langka yang mencakup hampir semua bidang ilmiah. Metodologi bibliometrik terdiri atas komponen –komponen dari Matematika, Ilmu Pengetahuan Sosial, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Teknik, dan Ilmu Kehidupan (Ravichandran, et.al;2014). Secara umum disebutkan oleh Koo (2017) bahwa bibliometrik mempelajari dan menganalisis kutipan dari publikasi ilmiah. Teknik bibliometrik telah digunakan oleh para peneliti untuk melacak hubungan diantara kutipan jurnal akademik. Analisis bibliometrik juga mempeelajari aspek kuantitatif dari informasi yang telah direkam. Studi bibliometrik menggunakan berbagai pendekatan analisis kutipan untuk menentukan hubungan antara peneliti dan hasil kerja mereka. Menurut Drew, et.al., 2016; Gasparyan et al., 2016; King, et.al, 211; Muller, et.al.,2016 dan Perrier, et.al.,2016, disebutkan bahwa analisis bibliometrik dilakukan untuk mengklasifikasikan penulis, institusi mereka, jurnal inti yang diterbitkan di sistem pengindeksan, strategi pencarian melalui mesin otomatis, kontrol bibliografi, serta mempersiapkan restrospektif manajemen bibliografi dan perpustakaan. Jurnal Pustaka Ilmiah adalah salah satu terbitan berkala yang dikelola oleh Universitas Sebelas Maret Surakarta, diterbitkan dengan frekuensi setahun dua kali yaitu bulan Juni dan Desember. Jurnal Pustaka Ilmiah diketahui pertama kali terbit pada tahun 2015. Jurnal Pustaka Ilmiah merupakan wadah bagi para pustakawan, tenaga pengajar (guru/dosen), serta para praktisi untuk mengembangkan profesi mereka. Melalui wadah ini diharapkan mereka dapat mengembangkan ide kreatif untuk dijadikan bahan penelitian yang diimplementasikan salah satunya untuk pengembangan perpustakaan. Jurnal Pustaka Ilmiah beredar dalam bentuk tercetak maupun online, oleh karena itu, jurnal tersebut memiliki dua nomor ISSN yaitu 2477-2070 untuk ISSN versi tercetak, dan 2685-8363 untuk versi online. Adapun untuk versi online disediakan alamat untuk mengakses Jurnal Pustaka Ilmiah yaitu https://jurnal.uns.ac.id/ jurnalpustakailmiah. Frekuensi terbit jurnal Pustaka Ilmiah adalah 2 kali dalam satu tahun, yaitu pada setiap bulan Juni dan Desember. Setelah perjalanan waktu sampai dengan 2020, maka penulis ingin mengetahui karakteristik Jurnal Pustaka Ilmiah yaitu mengetahui : 1). Jumlah artikel yang diterbitkan sejak 2016 – 2020; 2). Pola kepenulisan; 3) Nilai derajat kolaborasi; 4) Jenis kelamin penulis; 5) Penulis paling produktif; 6) Kata kunci terbanyak. TINJAUAN PUSTAKA Penelitian Terdahulu Thavamani (2014) melakukan studi bibliometrik terhadap Malaysian Journal of Library and Information Science. Sebanyak 279 artikel penelitian dan 575 penulis diteliti untuk mengetahui pertumbuhan artikel setiap tahunnya, pola penulis menurut tahun dan volume, pola kepenulisan, produktivitas pengarang, makalah yang ditulis secara individu, maupun secara berkolabrasi berdasarkan tahun, pola kepenulisan menurut global, kontributor paling produkif, serta tingkat kolaborasi penulis. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa kontribusi terbanyak adalah 28 (10,036%), dan artikel – artikel tersebut diterbitkan pada tahun 2011. Jumlah penulis per makalah adalah 2,06. Artikel yang ditulis secara kolaborasi diketahui berjumlah 180 artikel (64,516%) dan sisanya 99 artikel (35,484% ) ditulis secara individu. Adapun nilai derajat kolaborasi secara ratarata adalah sebesar 0,64. Sahu & Parabhoi (2020) mengatakan bahwa pendidikan Ilmu Perpustakaan dan Informasi berkembang cepat di seluruh negara bagian India. Hal tersebut melatarbelakangi dilakukannya penelitian menggunakan metode bibliometrik terhadap artikel ilmiah di bidang tersebut yang dihasilkan selama periode 2014 – 2018. Sumber data yang digunakan adalah data base Scopus, dan ditemukan sebanyak 1.357 artikel bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Hasil penlitian menunjukkan bahwa artikel terbanyak diterbitkan pada tahun 2018 yaitu sebanyak 342 artikel (25,20%). Jurnal yang paling disukai untuk mendiseminasikan hasil karya penelitian adalah DESIDOC Journal of Library and Information Technology. Ditemukan artikel yang ditulis secara kolaborasi lebih banyak dibandingkan artikel yang ditulis secara individu. Adapun kata kunci yang paling banyak digunakan adalah scientometric, bibliometrics,India, dan authorship pattern. Diketahui nilai derajat kolaborasi selama lima tahun adalah 0,79. Pengamatan terhadap referensi yang dikutip, diketahui bahwa terbitan berkala Scientometric, dan Annals of Library and Information Studies merupakan jurnal yang sering dikutip. Sukhla, et.al (2020) menyoroti penelitian yang diterbitkan dalam disiplin Ilmu Perpustakaan dan Informasi yang dihasilkan oleh para peneliti India selama 1980 – 2019. Data sekunder untuk penelitian diekstrak dari InCites Benchmarking and Analytics yang merupakan suatu alat analitik berbasis Web dari Clarivate Analytics. Ditemukan sebanyak 4.304 publikasi oleh para penulis India yang mendapatkan sebanyak 17.523 kutipan. Diamati sebanyak 100 artikel dengan kutipan terbanyak, dan dari 100 artikel tersebut bidang yang paling sering diteliti adalah aplikasi dari bibliometrik, manajemen pengetahuan, dan perilaku pencarian informasi di media sosial menerima 6.110 kutipan. Bibliometrika, scientometrika, informetrics merupakan tema penelitian yang disukai, disusul dengan perilaku pencarian informasi, dan bidang yang lainnya. Berdasarkan pengamatan terhadap persentase artikel yang ditulis secara kolaborasi tumbuh dari 5,61% menjadi 12,66%. Wusu & Lazarus (2018), memberikan gambaran melalui studi tentang penelitian Ilmu Perpustakaan dan Informasi dari tahun 1980 – 2017, menggunakan analisis bibliometrik, dan text mining pada sampel yang terdiri atas 500 artikel yang paling banyak dikutip, untuk melihat faktor-faktor : jumlah penulis, lembaga tempat penulis bekerja, kata kunci, kontribusi negara asal peneliti, serta melakukan identifikasi terhadap area penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa artikel yang paling banyak disitir adalah artikel yang berasal dari Amerika Serikat, Inggris, dan Cina. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa Afrika Selatan masuk ke dalam 25 negara paling produkif, dan artikel yang paling banyak diterbitkan adalah pada tahun 2016 dan jumlah kutipan terbanyak adalah 51.589. Berdasarkan analisis kata kunci dapat diketahui bahwa penelitian yang banyak diminati adalah tentang academic libraries, information literacy, bibliometric, citation analysis, dan open access, informasi tersebut bermanfaat untuk dapat melihat kira-kira penelitian tentang apa yang akan dilakukan lebih lanjut. Teli, & Dutta (2016) melakukan analisis secara kuantitatif terhadap pertumbuhan keluaran penelitian di Universitas Vidyasagar yang dicerminkan dalam database Web of Science dari 1989- 2014. Analisis bibliometrik diketahui untuk menyoroti keluaran tahunan publikasi ilmiah penelitian, tren penerbitan, pola kepengarangan, lembaga yang berkolaborasi, negara yang berkolaborasi, penulis terproduktif, jurnal yang diminati untuk publikasi, profil kutipan. Universitas Vidyasagar mempublikasikan sebanyak 986 artikel selama 1989 – 2014, dan ratarata artikel yang diterbitkan setiap tahun adalah 38 judul. Terjadi peningkatan tajam dalam publikasi sejak tahun 2008, dari riwayat diketahui bahwa pada tahun 1989 Universitas Vidyasagar, hanya menerbitkan sebanyak 4 artikel, meningkat menjadi 129 artikel pada 2013, dan ini merupakan pencapaian tertinggi dari 1989-2014, dan jumlah artikel paling sedikit berada pada tahun 1995 yaitu sebanyak 2 artikel. Artikel yang diterbitkan selama 5 tahun terakhir dari 2010 hingga 2014 menyumbang lebih dari setengah artikel selama 1989-2014. Sebanyak 986 artikel yang diterbitkan selama 1989 – 2014 menerima 8.188 kutipan dengan rata-rata kutipan per makalah 8,30. Pola kepengarangan pada artikel keluaran Universitas Vidyasagar, didominasi oleh 3 orang penulis yaitu sebanyak 27,3%, diikuti oleh artikel yang ditulis oleh 2 orang penulis (18,40%), dan 4 orang penulis (18%), sedangkan artikel yang ditulis oleh 1 orang penulis adalah sebesar 3,3% (Wusu & Lazarus, 2018).

Result & Discussion

Artikel yang dipublikasikan Jurnal Pustaka Ilmiah periode 2016 - 2020 Berdasarkan Tabel 1 berikut ini dapat diketahui jumlah total artikel selama lima tahun dalam periode 2016 – 2020 adalah 104 judul. Pertumbuhan artikel setiap tahun dalam kurun waktu tersebut terlihat bahwa pada awal – awal terbit, Jurnal Pustaka Ilmiah konsisten menerbitkan sebanyak 10 judul artikel yaitu berturut – turut pada Volume 2 Nomor 1 dan 2, Tahun 2016, serta volume 3 Nomor 1, Tahun 2017. Kemudian sejak edisi Volume 3, Nomor 2 Tahun 2017, sampai dengan Tahun 2020 terjadi perubahan jumlah artikel yang diterbitkan, sehingga memberikan kesan ketidakkonsistenan. Hal tersebut dapat terjadi disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah pasang surutnya artikel yang masuk ke redaksi, atau artikel yang masuk tidak memenuhi kriteria redaksi. Jumlah artikel terbanyak terbit berada pada volume 3 Nomor 2 Tahun 2017, dan Volume 5 Nomor 1 Tahun 2019 berturut-turut adalah sebanyak 16 judul artikel (15,38%) dari total jumlah artikel selama periode 20162020. Adapun artikel paling sedikit diterbitkan berada pada edisi Volume 5 Nomor 2, Tahun 2019 yaitu sebanyak 6 artikel (5,77%). Menurut kriteria jurnal yang terkreaditasi dari Kementerian Riset dan Teknologi /Badan Riset dan Inovasi Nasional, disebutkan bahwa salah satu syarat untuk mendapatkan akreditasi adalah minimal jumlah artikel setiap terbit adalah lima judul (Ristek-BRIN, 2020). Tabel 1. Artikel yang dipublikasikan Jurnal Pustaka Ilmiah periode 2016 - 2020 Edisi Jumlah artikel (judul) Persentase (%) Vol 6, No 2 (2020) 7 6,73 Vol 6, No 1 (2020) 7 6,73 Vol 5, No 2 (2019) 6 5,77 Vol 5, No 1 (2019) 16 15,38 Vol 4, No 2 (2018) 12 11,54 Vol 4, No 1 (2018) 10 9,62 Vol 3, No 2 (2017) 16 15,38 Vol 3, No 1 (2017) 10 9,62 Vol 2, No 2 (2016) 10 9,62 Vol 2, No 1 (2016) 10 9,62 Jumlah 104 100,00 Pola kolaborasi penulis pada Jurnal Pustaka Ilmiah 2016 – 2020 Pengamatan tentang pola kolaborasi penulis pada Jurnal Pustaka Ilmiah periode 2016 – 2020, dapat diikuti dari Tabel 2 berikut ini. Diketahui bahwa artikel Jurnal Ilmiah Pustaka yang berjumlah 104 judul, terdistribusi menjadi artikel yangditulis oleh penulis tunggal sebanyak 88 judul (84,62%), kemudian artikel yang ditulis oleh dua orang berjumlah 15 judul (14,42%), dan artikel yang ditulis oleh tiga orang ditemukan sebanyak 1 orang (0,96%). Dengan demikian diketahui bahwa pola penulisan secara individu mendominasi tulisan dalam Jurnal Pustaka Ilmiah periode 2016 – 2020. Tabel 2. Kolaborasi penulis pada artikel Jurnal Pustaka Ilmiah periode 2016-2020 Jumlah Penulis Jumlah artikel Persentase (%) Satu orang 88 84,62 Dua orang 15 14,42 Tiga orang 1 0,96 Jumlah 104 100 Derajat kolaborasi Subramanyan (1983), menjelaskan bahwa derajat kolaborasi merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk menegaskan seberapa kuat kolaborasi penulis dalam suatu jurnal. Derajat kolaborasi berbeda antara satu disiplin ilmu dengan disiplin ilmu yang lain. Pada umumnya nilai derajat kolaborasi untuk bidang ilmu sosial humaniora berkisar antara 17 – 25%, dan untuk ilmu biokimia, psikiatri, gerontologi derajat kolaborasi berkisar antara 47 – 81%. Nilai derajat kolaborasi dihitung dengan menggunakan rumus dari yaitu: C = Nm/Ns+Mm C = derajat kolaborasi Nm = artikel yang ditulis secara kolaborasi Ns = artikel yang ditulis secara individu Dengan demikian berdasarkan Tabel 3 di atas maka Tabel 3. Derajat kolaborasi penulis pada artikel Jurnal Pustaka Ilmiah periode 2016-2020 Jumlah Penulis Jumlah artikel Persentase (%) Satu orang 88 84,62 ≤ Dua orang 16 15,38 Jumlah 104 100 nilai derajat kolaborasi Jurnal Pustaka Ilmiah periode 2016-2020 adalah : C= 16/16+88) = 0,15. Nilai 0,15 menguatkan bahwa penulis dalam Jurnal Pustaka Ilmiah periode 2016 – 2020 lebih banyak bekerja secara individual dibandingkan bekerja secara berkolaborasi, dan hal tersebut sesuai dengan penelitian Subramanyan (1983). Jenis kelamin penulis Jurnal Pustaka Ilmiah periode 2016-2020 Tabel 4 berikut ini menunjukkan komposisi jenis kelamin penulis pada Jurnal Pustaka Ilmiah periode 2016-2020. Penulis perempuan nampak mendominasi tulisan dengan jumlah 77 orang (63,64%), dan sisanya sebanyak 44 orang (36,36%) adalah penulis laki-laki. Tabel 4. Penulis berdasarkan jenis kelamin pada Jurnal Pustaka Ilmiah periode 2016-2020 Jenis Kelamin Jumlah Persentase (%) Pria 44 36,36 Perempuan 77 63,64 Jumlah 121 100 Kondisi tersebut wajar, karena berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Rahayu (2013), disebutkan bahwa jumlah Pejabat Fungsional Pustakawan Tingkat Ahli di Jawa adalah sebanyak 598 orang, dengan perincian perempuan sebanyak 358 orang dan laki –laki –laki sebanyak 240 orang. Adapun untuk Pustakawan Tingkat Keterampilan, diketahui mereka yang berjenis kelamin perempuan adalah 404 orang, dan laki-laki sebanyak 303 orang. Berdasarkan data tersebut sekiranya semua pejabat fungsional pustakawan baik tingkat keahlian maupun tingkat keterampilan semua menulis, maka jumkah tulisan pustakawan berjenis kelamin perempuan akan lebih banyak dibandingkan jumlah tulisan pustakawan lakilaki. Meskipun data tersebut baru mencakup pustakawan di Jawa, akan tetapi sudah mewakili populasi pustakawan di Indonesia, karena seluruh aktifitas yang melibatkan pustakawan baik itu sekolah, perguruan tinggi, perpustakaan kabutapen/ kota, perpustakaan provinsi semuanya terpusat di Jawa. Penulis produktif pada artikel Jurnal Pustaka Ilmiah periode 2016-2020 Tabel 5 berikut ini menunjukkan nama-nama penulis yang aktif menulis di Jurnal Pustaka Ilmiah periode 2016 – 2020. Berikut ini adalah nama-nama penulis yang masuk dalam tiga besar terproduktif menulis di Jurnal Pustaka Ilmiah periode 2016 – 2020. Bambang Hermanto berada di urutan pertama dengan jumlah artikel sebanyak 5 judul (4,13%), beliau adalah Pustakawan dari Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta. Kemudian di urutan ke dua adalah Endang Fatmawati menulis sebanyak 4 judul artikel, seperti diketahui Endang Fatmawati adalah penulis yang berasal dari Universitas Diponegoro, beliau juga pernah menjabat sebagai Kepala Perpustakaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Pada urutan ke tiga, diketahui empat orang penulis berada di urutan ke tiga dengan menulis sebanyak 3 artikel (2,48%), mereka berturut-turut adalah Fitri Kartika Sari, (Akademi Keperawatan Karya Bakti Husada Yogyakarta), Khusnun Nadhifah (UPT Perpustakaan, Universitas Jember), Masriyatun (Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta, UPT Perpustakaan), dan Shinta Nofia Sari (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumatera Utara). Mencermati data di atas, diketahui bahwa penulis paling produktif berasal dari Universitas Negeri Sebelas Maret, hal ini adalah wajar karena Jurnal Pustaka Ilmiah merupakan jurnal yang diterbitan oleh Universitas Sebelas Maret. Penulis terproduktif dari urutan pertama sampai dengan urutan ke tiga semuanya berasal dari institusi perguruan tinggi, dengan demikian Jurnal Pustaka Ilmiah perlu disosialisasikan kepada para pustakawan selain mereka yang berasal dari perguruan tinggi, agar artikel yang diterbitkan lebih bervariasi. Tabel 5. Penulis produktif pada artikel Jurnal Pustaka Ilmiah periode 2016-2020 Nama Penulis Jumlah Persentase (%) Bambang Hermanto 5 4,13 Endang Fatmawati 4 3,31 Fitri Kartika Sari 3 2,48 Khusnun Nadhifah 3 2,48 Masriyatun 3 2,48 Shinta Nofita Sari 3 2,48 Instansi tempat bekerja penulis pada artikel Jurnal Pustaka Ilmiah periode 2016-2020 Berdasarkan Tabel 6 berikut dapat diketahui bahwa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta merupakan tempat bekerja penulis terbanyak dengan frekuensi 40 kali (33,06%), selanjutnya pada urutan ke dua adalah Universitas Negeri Sebelas Maret dengan frekuensi sebanyak 21 kali (17,36%), dan pada urutan ke tiga adalah Universitas Brawijaya Malang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pustakawan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta aktif sebagai kontributor pada Jurnal Pustaka Ilmiah meskipun penulis terproduktif dipegang oleh Universitas Negeri Sebelas Maret. Ditemukan sebanyak 6 penulis (4,96%) tidak diketahui tempat mereka bekerja. Berdasarkan Tabel 6 juga dapat diketahui bahwa dari 30 institusi tempat bekerja yang tercatat, 28 merupakan insititusi perguruan tinggi, dan hanya 2 institusi berasal dari non perguruan tinggi yaitu dari Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah dan dari Sekolah Menengah Pertama Negeri 13 Surakarta. Kota tempat bekerja penulis pada artikel Jurnal Pustaka Ilmiah periode 2016-2020 Tabel 7 berikut menunjukkan bahwa terdapat 15 kota sebagai tempat bekerja penulis dengan urutan pertama adalah Yogyakarta dengan frekuensi/jumlah 50 kali (41,32%), kemudian pada urutan ke dua adalah Surakarta yaitu sebesar 29 kali (23,97%) dan pada urutan ke tiga adalah Malang yaitu 7 kali (5,78%). Apabila dikelompokkan menurut provinsi, maka Provinsi Jawa Tengah berada di urutan pertama meliputi enam kota yaitu Surakarta, Magelang, Salatiga, Purwokerto, Salatiga, Semarang. Pada urutan ke dua adalah Provinsi Jawa Barat (Bekasi dan Sumedang), dan Provinsi Jawa Timur (Malang dan Jember), Daerah Istimewa Yogyakarta dan Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) ke lima provinsi tersebut berlokasi di Pulau Jawa. Di luar Jawa, Jurnal Pustaka Ilmiah juga dikenal di ujung Timur yaitu di Pulau Papua (Jayapura), dan di ujung Barat adalah Pulau Sumatera (Medan), di tengah – tengah diketahui terdapat Pulau Kalimantan (Pontianak) dan di Pulau Sulawesi (Manado), Jurnal Pustaka Ilmiah juga dikenal di Sulawesi. Tabel 6. Instansi tempat bekerja penulis pada artikel Jurnal Pustaka Ilmiah periode 2016-2020 Tempat Bekerja Frekuensi Persentase (%) Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta 40 33,06 Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta 21 17,36 Universitas Brawijaya Malang 6 4,96 Universitas Diponegoro Semarang 5 4,13 Institut Seni Indonesia Surakarta 4 3,31 Akper Karya Bakti Husada Yogyakarta 4 3,31 LIPI Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah Jakarta*) 4 3,31 Universitas Jember 3 2,48 Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta 2 1,65 Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang 2 1,65 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Adi Unggul Bhirawa Surakarta 2 1,65 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Medan Sumatra Utara 2 1,65 Universitas Muhammadiyah Pontianak 2 1,65 Universitas Sari Mutiara Medan 2 1,65 IAIN Fatahul Muluk Jayapura Papua 1 0,83 IAIN Salatiga 1 0,83 IAIN Surakarta 1 0,83 Institut Perbanas Kampus Bekasi 1 0,83 IPDN Jatinangor Kabupaten Sumedang 1 0,83 Politeknik Negeri Malang UPT Perpustakaan 1 0,83 SMP Negeri 13 Surakarta**) 1 0,83 Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta 1 0,83 Universitas Gadjah Mada Yogyakarta 1 0,83 Universitas Diponegoro Semarang 1 0,83 Universitas Abadi Karya Indonesia Semarang 1 0,83 Universitas Atmajaya Yogyakarta 1 0,83 Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto 1 0,83 Universitas Muhammadiyah Magelang 1 0,83 Universitas Sam Ratulangi Manado 1 0,83 Universitas Sari Mutiara Indonesia Medan 1 0,83 Tidak diketahui tempat bekerja 6 4,96 JUMLAH 121 100,00 Tabel 7. Kota tempat bekerja penulis pada artikel Jurnal Pustaka Ilmiah periode 2016-2020 Kota Frekuensi Persentase (%) Bekasi 1 0,83 Jakarta 4 3,31 Jayapura 1 0,83 Jember 3 2,48 Magelang 1 0,83 Malang 7 5,78 Manado 1 0,83 Medan 5 4,13 Pontianak 1 0,83 Purwokerto 1 0,83 Salatiga 1 0,83 Semarang 9 7,44 Surakarta 29 23,97 Sumedang 1 0,83 Yogyakarta 50 41,32 Tidak ada data 6 4,96 Jumlah 121 100 Mencermati hasil tersebut, maka Jurnal Pustaka Ilmiah sudah di kenal di lima pulau yaitu Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua, walaupun sampai dengan tahun 2020, jurnal tersebut termasuk kategori jurnal yang belum terakredtasi. Sebaran kata kunci yang terdapat di Jurnal Pustaka Ilmiah periode 2016-2020 Deskripsi kata kunci yang dibuat oleh penulis ditemukan sebanyak 38 kata kunci, dan kata kunci yang dibuat penulis dipilih yang berbahasa Indonesia karena lebih mudah dipahami oleh pembaca. Dari 38 kata kunci tersebut kata “perpustakaan” ditemukan sebanyak 13 kali (3,72%),dan berada pada urutan pertama. Berikutnya pada urutan ke dua kata kunci “pengembangan koleksi” dan di urutan ke tiga adalah “Perpustakaan perguruan tinggi”. Ke tiga jenis kata kunci tersebut juga mengindikasikan bahwa selama periode 2016 – 2020 artikel yang dipublikasikan melalui Jurnal Pustaka Ilmiah terfokus membahas tentang ke tiga kata kunci tersebut. Hal tersebut berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sukhla, et.al (2020), yang menemukan dalam penelitian yang dia lakukan terhadap penelitian bidang perpustakaan dan informasi periode 1989 – 2020 yang diambil dari InCites, karena kata kunci terbanyak yang dia temukan adalah bibliometrics, scientometrics, informetrics, serta perilaku pencarian informasi. Ditemukan 2 artikel tidak dilengkapi kata kunci yaitu artikel yang ditulis oleh Lilis Sulistyaningsih berjudul Plagiarisme, Upaya Pencegahan, Penanggulangan Dan Solusinya dimuat dalam Jurnal Pustaka Ilmiah Volume 3, Nomor 1, Tahun 2017, halaman 320-328. Artikel ke dua adalah Peran Perpustakaan Masjid dalam Menumbuhkan Budaya Baca Masyarakat dan Transformasi Ilmu Pengetahuan, ditulis oleh Daryono dan dimuat pada Jurnal Pustaka Ilmiah Volume 3, Nomor 1 Tahun 2021, halaman 335-338. Tabel 7. Kata kunci yang terdapat dalam Jurnal Pustaka Ilmiah periode 2016 – 2020. Kata Kunci Jumlah Persentase (%) Perpustakaan 13 3,72 Pengembangan koleksi 12 3,44 Perpustakaan perguruan tinggi 10 2,87 Pustakawan 8 2,29 Masyarakat virtual 5 1,43 Presentasi 5 1,43 Koleksi 4 1,15 Seleksi 4 1,15 Akuisisi 3 0,86 Instagram 3 0,86 Kompetensi pustakawan 3 0,86 Layanan perpustakaan 3 0,86 Mahasiswa 3 0,86 Media sosial 3 0,86 Membaca 3 0,86 Motivasi 3 0,86 Pengadaan koleksi 3 0,86 Perpustakaan umum 3 0,86 Arsip 2 0,57 Evaluasi 2 0,57 Evaluasi Koleksi 2 0,57 Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2 0,57 Fiksi 2 0,57 Gaya kepemimpinan 2 0,57 Generasi milenial 2 0,57 Implementasi 2 0,57 Informasi 2 0,57 Jurnal 2 0,57 Kepemimpinan 2 0,57 Knowledge sharing 2 0,57 Kompetensi 2 0,57 Manajemen koleksi 2 0,57 Minat Baca 2 0,57 Pengadaan 2 0,57 Pengelola perpustakaan 2 0,57 Perpustakaan Desa 2 0,57 Perpustakaan Sekolah 2 0,57 Teknologi Informasi 2 0,57

Conclusion

Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa selama periode 2016 – 2020 telah diterbitkan sebanyak 104 artikel oleh 121 penulis, yang didominasi oleh insitusi perguruan tinggi, Universitas Sebelas Maret berada pada posisi teratas, demikian pula untuk penulis paling produktif yaitu Bambang Hermato dengan tulisan sebanyak 5 judul. Penulis individual lebih banyak dibandingkan dengan penulis yang berkolaborasi yang ditandai dengan nilai derajat kolaborasi sebesar 0,15. Keberadaan Jurnal Pustaka Ilmiah sudah dikenal di lima pulau (Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Papua) dan pulau Jawa berada di urutan pertama.Sebaran kata kunci menunjukkan bahwa artikel yang dimuat terbanyak adalah tentang perpustakaan, pengembangan koleksi dan perpustakaan perguruan tinggi.