Analisis Bibliometrik Jurnal PARI Periode 2016-2020
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia; Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Abstrak
Dilakukan analisis bibliometrik terhadap Jurnal PARI periode 2016-2020 dengan tujuan untuk mengetahui: 1) Jumlah artikel yang diterbitkan; 2). Pola kepenulisan; 3) Derajat kolaborasi; 4) Jenis kelamin penulis; 5) Penulis terproduktif; 6) Jenis kelamin penulis; 7) Institusi penulis; 8) Kota tempat penulis bekerja; 9)Topik penelitian yang diminati. Sumber data yang digunakan adalah Jurnal PARI yang diunduh dari alamat http://ejournal-balitbang.kkp.go.id/. Data yang dicatat meliputi artikel, penulis, instansi dan kota penulis, dan kata kunci. Selanjutnya data diolah menggunakan Microsoft Excel 2010, dan hasilnya disajikan dalam bentuk tabel untuk dilakukan pembahasan. Kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa selama 2016-2020 telah diterbitkan sebanyak 75 artikel, dengan artikel terbanyak ditulis secara individu lebih banyak (67 judul;89,33%), dibandingkan artikel yang ditulis secara kolaborasi ( judul;10,67%), dan nilai derajat kolabrasi adalah 0,11. Penulis perempuan 22 orang (57,89%) lebih banyak dibandingkan dengan penulis laki-laki 16 orang (42,11%). Penulis paling produktif adalah Ketut Masiani menulis 8 artikel, berasal dari Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluh Pertanian, Buleleng Bali.Sekolah Usaha Perikanan Menengah Sorong berada di urutan pertama, (4;30,77%), untuk kategori institusi akademik. Pada kategori institusi penelitian, diketahui Pusat Riset Kelautan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan berada di urutan pertama (27; 43,54%). Kota tempat penulis bekerja terbanyak adalah Jakarta (47;62,66%). Topik penelitian yang diminati adalah berkisar tentang pustakawan, perpustakaan, perpustakaan digital, arsip, hubungan masyarakat dan sosial media.
Abstract
Bibliometric analysis was carried out on PARI journal for the period 2016-2020 with the aim of knowing: 1) The number of articles published; 2) Authorization pettern; 3) Degree of collaboration; 4) The gender of the author; 5) The most productive writer; 6) The gender of writer; 7) Author’s institution; 8) The city where the author works; 9) Research topics of interest. The data sources used is the PARI journal which is downloaded from http://ejournal-balitbang.kkp.go.id/. The data recorded incuded articles, authors, agencies and cities of authors, and keywords. They were proceed using Microsof Exel 2010, and the results were presented in tabular form for discussion. The conclusion obtained is that during 2016-2020 as many as 75 articles were published, with the most articles written individually more (67 titles;89,33%), compare to article written in collaboration (8 titles; 10,67%), and the degree of collaboration is 0.11. A total of 22 female writers (57.89%) are more than 16 (14.11%) male writers. The most productive writer is Ketut Masiani who wrote 8 articles form Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluh Pertanian, Buleleng Bali. Sekolah Usaha Perikanan Menengah Sorong is in the most place (4;30,77%), for the category of academic institution. In the category of research institution it is known that Pusat Riset Kelautan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (27;43,54%). The research topics of interest include librarians, libraries, digital libraries, archives, public relations and social media
Keywords:
PARI Jurnal
· Bibliometrics
· Library and Information Science
· Author collaboration
· Degree of collaboration
Introduction
Dikutip dari Bellis (2009) disebutkan bahwa Alan Pritchard pada tahun 1969 mencetuskan istilah bibliometrik, untuk menggambarkan penerapan matematika dan metode statistik pada buku dan media komunikasi yang lain. Bellis (2009) juga menyatakan bahwa bibliometrik adalah sekumpulan metode untuk menganalisis literatur ilmiah dan teknologi secara kuantitatif, dan salah satunya adalah analisis sitiran. Menurut Naseer & Mahmood (2009), studi bibliometrik sangat membantu dalam melakukan evaluasi layanan perpustakaan, pengembangan koleksi, penyempurnaan kebijakan, pengambilan keputusan, alokasi sumber daya serta penyiangan. Data yang dihasilkan dengan metode bibliometrik akan memberikan dasar ilmiah kepada administrator perpustakaan untuk pengambilan keputusan. Bibliometrik juga telah dianggap bermanfaat untuk analisis kurikulum. Pada dekade akhir-akhir ini bibliometrik telah menjadi alat standar kebijakan sains dan manajemen penelitian. Semua kompilasi indikator sains signifikan sangat bergantung kepada publikasi dan statistik kutipan serta teknik bibliometrik lain yang lebih canggih. Saat ini bibliometrik merupakan salah satu bidang penelitian interdisipliner langka yang mencakup hampir semua bidang ilmiah seperti bidang Matematika, Ilmu Pengetahuan Sosial, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Teknik, dan Ilmu Kehidupan (Ravichandran,et.al.,2014). Jurnal PARI merupakan jurnal yang fokus di bidang Perpustakaan, Dokumentasi dan Informasi, Kearsipan, Kehumasan serta Ilmu Komputer, dengan tujuan supaya para pustakawan, arsiparis, pranata humas serta pranata komputer dapat menyalurkan karya tulis ilmiah mereka ke Jurnal PARI untuk dapat disebarluaskan. Seperti diketahui Jurnal PARI memiliki dua versi yaitu berupa terbitan tercetak dan online, sehingga masing-masing versi memiliki nomor ISSN yang berbeda. Adapun ISSN versi tercetak adalah p-ISSN:2502-0730, dan ISSN versi online adalah e-ISSN:254900133. Jurnal PARI diterbitkan oleh Sekertariat Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kementerian Kelautan dan Perikanan (BRSDMKKP), terbit pertama kali pada tahun 2015, dengan frekuensi terbit adalah dua kali setahun, yaitu bulan Juli dan Desember. Dengan demikian hingga tahun 2020 telah diterbitkan sebanyak enam volume. Diperlukan analisis bibliometrik terhadap jurnal tersebut agar dapat diketahui karakteristiknya. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai masukan khususnya kepada penerbit untuk peningkatan kualitas jurnal tersebut. Analisis bibliometrik yang dilakukan memiliki tujuan untuk mengetahui: 1) Jumlah artikel yang diterbitkan oleh Jurnal PARI periode 2016-2020; 2) Pola kepenulisan; 3) Derajat kolaborasi; 4) Penulis terproduktif; 5) Jenis kelamin penulis; 6) Institusi penulis; 7) Kota tempat penulis bekerja; 8) Topik penelitian yang diminati. TINJAUAN PUSTAKA Menurut Slutsky & Aytac (2016), analisis bibliometrik dan khususnya kutipan telah digunakan secara luas selama beberapa dekade. Salah satu analisis bibliometrik yang digunakan untuk mempelajari kutipan, adalah dengan mempelajari daftar pustaka/artikel dari makalah yang diterbitkan. Asumsi logis dari analisis kutipan adalah bahwa artkel yang dikutip memiliki keterkaitan dengan artikel yang mengutip. Das (2015) melakukan analisis bibliometrik terhadap pola kepengarangan serta kolaborasi penelitian di bidang Informetrika berdasarkan 420 komunikasi ilmiah yang terbit di Journal of Informetrics pada periode 2007 – 2013. Studi menggambarkan berbagai aspek penting seperti jenis dan tren kepengarangan, produktivitas pengarang, tingkat kolaborasi, indeks kolaboratif, penyebaran geografis dan diversifikasi kelembagaan kepengarangan. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan nyata literatur dari Journal of Informetrics selama bertahun-tahun. Artikel yang ditulis secara berkolaborasi dengan lebih dari satu penulis memiliki nilai derajat kolaborasi sebesar 0,70. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sebanyak 251 institusi berkontribusi dalam penulisan artikel di jurnal tersebut, yang berasal dari 38 negara. Negara –negara dari Eropa berkontribusi paling banyak yaitu sebesar (58%), diikuti oleh negara yang berasal dari Asia (21%), berikutnya adalah Amerika Utara (15%), Oceania (2,67%) and America Selatan (2%) dan dari Africa (0,51%). Indiana University (Bloomington) – USA, muncul dengan frekuensi 42 kali, K U of Leuven (Catholic University of Leuven) Belgium dengan frekuensi 40 kali, dan Leiden University (CWTS ) - The Netherlands, sebanyak 39 kali. Garg & Sharma (2017) melakukan analisis bibliometrik terhadap 2.428 artikel tentang ilmu perpustakaan dan informasi yang diindeks oleh Indian Citation Index periode 2004 -2015. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pertumbuhan literatur tentang ilmu perpustakaan dan informasi di India tidak konsisten, dan artikel paling banyak diterbitkan pada adalah tahun 2010. Kalangan akademisi (universitas dan politeknik) merupakan penyumbang artikel terbanyak yaitu sebanyak 2.090 artikel (86,10%), kemudian Council of Scientific and Industrial Research (CSIR) sebanyak 112 artikel (4,60%), Indian Institute of Technology sebanyak 48 (2,0%), Defence Research and Development Organization sebanyak 47 artikel (2,0%), Indian Council of Agricutural Research sebanyak 15 artikel (0,6%), Indian Space Organization 13 artikel (0,50%), Department of Sience and Technology sebanyak 10 artikel (0,40%), Department of Atomic Energy sebanyak 8 (3%), dan institusi lain sebanyak 85 (3,50%). Dari artikel sebanyak 2.428 judul diketahui bahwa sebanyak 73,80% tidak disitir, dan sebanyak 12 artikel disitir ≥ 10 kali. Thavamani (2014) melakukan studi bibliometrik terhadap Malaysian Journal of Library and Information Science. Sebanyak 279 artikel penelitian dan 575 penulis diteliti untuk mengetahui pertumbuhan artikel setiap tahunnya, pola penulis menurut tahun dan volume, pola kepenulisan, produktivitas pengarang, makalah yang ditulis secara individu, maupun secara berkolabrasi berdasarkan tahun, pola kepenulisan menurut global, kontributor paling produkif, serta tingkat kolaborasi penulis. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa kontribusi terbanyak adalah 28 (10,036%), dan artikel – artikel tersebut diterbitkan pada tahun 2011. Jumlah penulis per makalah adalah 2,06. Artikel yang ditulis secara kolaborasi diketahui berjumlah 180 artikel (64,516%) dan sisanya 99 artikel (35,484% ) ditulis secara individu. Adapun nilai derajat kolaborasi secara rata-rata adalah sebesar 0,64. Sahu & Parabhoi (2020) mengatakan bahwa pendidikan Ilmu Perpustakaan dan Informasi berkembang cepat di seluruh negara bagian India. Hal tersebut melatarbelakangi dilakukannya penelitian menggunakan metode bibliometrik terhadap artikel ilmiah di bidang tersebut yang dihasilkan selama periode 2014 – 2018. Sumber data yang digunakan adalah data base Scopus, dan ditemukan sebanyak 1.357 artikel bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Hasil penlitian menunjukkan bahwa artikel terbanyak diterbitkan pada tahun 2018 yaitu sebanyak 342 artikel (25,20%). Jurnal yang paling disukai untuk mendiseminasikan hasil karya penelitian adalah DESIDOC Journal of Library and Information Technology. Ditemukan artikel yang ditulis secara kolaborasi lebih banyak dibandingkan artikel yang ditulis secara individu. Adapun kata kunci yang paling banyak digunakan adalah scientometric, bibliometrics,India, dan authorship pattern. Diketahui nilai derajat kolaborasi selama lima tahun adalah 0,79. Pengamatan terhadap referensi yang dikutip, diketahui bahwa terbitan berkala Scientometric, dan Annals of Library and Information Studies merupakan jurnal yang sering dikutip. Sukhla, et.al (2020) menyoroti penelitian yang diterbitkan dalam disiplin Ilmu Perpustakaan dan Informasi yang dihasilkan oleh para peneliti India selama 1980 – 2019. Data sekunder untuk penelitian diekstrak dari InCites Benchmarking and Analytics merupakan suatu alat analitik berbasis Web dari Clarivate Analytics. Ditemukan sebanyak 4.304 publikasi oleh para penulis India yang mendapatkan sebanyak 17.523 kutipan. Diamati sebanyak 100 artikel dengan kutipan terbanyak, dan dari 100 artikel tersebut bidang yang paling sering diteliti adalah aplikasi dari bibliometrik, manajemen pengetahuan, dan perilaku pencarian informasi di media sosial menerima 6.110 kutipan. Bibliometrika, scientometrika, informetrics merupakan tema penelitian yang disukai, disusul dengan perilaku pencarian informasi, dan bidang yang lainnya. Berdasarkan pengamatan terhadap persentase artikel yang ditulis secara kolaborasi tumbuh dari 5,61% menjadi 12,66%. Teli, & Dutta (2016) melakukan analisis secara kuantitatif terhadap pertumbuhan keluaran penelitian di Universitas Vidyasagar yang dicerminkan dalam database Web of Science dari 1989- 2014. Analisis bibliometrik diketahui untuk menyoroti keluaran tahunan publikasi ilmiah penelitian, tren penerbitan, pola kepengarangan, lembaga yang berkolaborasi, negara yang berkolaborasi, penulis terproduktif, jurnal yang diminati untuk publikasi, profil kutipan. Universitas Vidyasagar mempublikasikan sebanyak 986 artikel selama 1989 – 2014, dan rata-rata artikel yang diterbitkan setiap tahun adalah 38 judul. Terjadi peningkatan tajam dalam publikasi sejak tahun 2008, dari riwayat diketahui bahwa pada tahun 1989 Universitas Vidyasagar, hanya menerbitkan sebanyak 4 artikel, meningkat menjadi 129 artikel pada 2013, dan ini merupakan pencapaian tertinggi dari 1989-2014, dan jumlah artikel paling sedikit berada pada tahun 1995 yaitu sebanyak 2 artikel. Artikel yang diterbitkan selama 5 tahun terakhir dari 2010 hingga 2014 menyumbang lebih dari setengah artikel selama 1989-2014. Sebanyak 986 artikel yang diterbitkan selama 1989 – 2014 menerima 8.188 kutipan dengan rata-rata kutipan per makalah 8,30. Pola kepengarangan pada artikel keluaran Universitas Vidyasagar, didominasi oleh 3 orang penulis yaitu sebanyak 27,3%, diikuti oleh artikel yang ditulis oleh 2 orang penulis (18,40%), dan 4 orang penulis (18%), sedangkan artikel yang ditulis oleh 1 orang penulis adalah sebesar 3,3%.
Method
Penelitian dilakukan menggunakan bibliometrik yaitu sebuah metode menggunakan matematika dan statistik untuk menghitung variabel bibliografi dari suatu bentuk komunikasi ilmiah yang digunakan oleh para peneliti diantaranya adalah jurnal. Adapun sebagai sumber data digunakan Jurnal PARI periode 2016 – 2020 yang diakses dari alamat http://ejournalbalitbang.kkp.go.id/. Data yang dicacat adalah data artikel yang diterbitkan, nama penulis, jenis kelamin penulis, instansi dan kota tempat penulis bekerja, dan kata kunci versi penulis. Selanjutnya data yang terkumpul diolah menggunakan program Microsoft Excel 2010, dan disajikan dalam bentuk tabel. Setelah dilakukan pembahasan maka dilakukan penarikan kesimpulan.
Result & Discussion
Berdasarkan data yang sudah diolah, maka dapat dilakukan pembahasan menurut tujuan penelitian yaitu sebagai berikut. Artikel yang diterbitkan di Jurnal PARI periode 2016-2020 Berdasarkan Tabel 1 berikut ini dapat diketahui bahwa selama lima tahun 2016 – 2020, telah diterbitkan sebanyak 75 judul artikel. Tercatat jumlah artikel terbanyak yang berada pada urutan pertama adalah Volume 3 Nomor 1 Tahun 2017 dengan jumlah 10 artikel (13,33%), pada ututan ke dua adalah artikel yang diterbitkan pada Volume 3 Nomor 2 Tahun 2017 dan Volume 6 Nomor 2 Tahun 2020 yaitu masing-masing sebanyak 9 judul artikel (12,00%). Jumlah artikel paling sedikit diterbitkan yaitu berjumlah 6 judul (8,00%) dan berada pada Volume 2 Nomor 1 Tahun 2017, dan Volume 6 Nomor 2 Tahun 2020. Jumlah artikel tersebut menggambarkan bahwa jumlah artikel yang diterbitkan di setiap nomor jumlahnya tidak sama. Tabel 1. Jumlah Artikel Jurnal PARI periode 2016-2020 Tahun Jumlah Persentase (%) Vol. 6 No. 1 (2020) 7 9,33 Vol. 6 No. 2 (2020) 9 12,00 Vol. 5 No. 1 (2019) 6 8,00 Vol. 5 No. 2 (2019) 7 9,33 Vol. 4 No. 1 (2018) 6 8,00 Vol. 4 No. 2 (2018) 8 10,67 Vol. 3 No. 1 (2017) 10 13,33 Vol. 3 No. 2 (2017) 9 12,00 Vol. 2 No. 1 (2016) 6 8,00 Vol. 2 No. 2 (2016) 7 9,33 Jumlah 75 100 Pola kepengarangan artikel Jurnal PARI periode 2016 -2020 Pola kepengarangan artikel Jurnal PARI dapat dilihat dari Tabel 2 berikut ini, dengan perincian artikel yang ditulis oleh satu orang berjumlah 67 judul (89,33%), artikel yang ditulis oleh dua orang penulis tercatat sebanyak 5 judul (6,67%), dan artikel yang ditulis oleh tiga orang berjumlah 3 orang (4%), serta tidak ditemukan artikel yang ditulis oleh lebih dari tiga orang. Tabel 2. Pola Kepenulisan Jurnal PARI periode 2016-2020 Penulis Jumlah artikel Persentase (%) Satu orang 67 89,33 Dua orang 5 6,67 Tiga orang 3 4,0 Lebih dari tiga orang 0 0 Jumlah 75 100 Derajat kolaborasi Jurnal PARI periode 2016-2020 Nilai derajat kolaborasi merupakan salah satu indikator untuk melihat seperti apakah kolaborasi peneliti di Jurnal periode 2016-2020. Derajat kolaborasi berbeda dari satu disiplin ilmu ke disiplin ilmu yang lain. Menurut penelitian Subramanyan (1983), untuk bidang teknis biasanya derajat kolaborasi akan tinggi untuk bidang teknis, namun ditemukan rendah dalam bidang humaniora, artikel multi penulis hanya menyumbang 17-25% akan tetapi di bidang sosiologi, gerontology, psikiatri, psikologi, ditemukan sebesar 47 – 81 % artikel. Derajat Nilai derajat kolaborasi Jurnal PARI periode 2016-2020 dapat dihitung menggunakan rumus dari Subramanyan (1983), yaitu : C = Nm/Ns+Nm C= nilai derajat kolaborasi Ns= jumlah artikel yang ditulis secara individu Nm = jumlah artikel yang ditulis secara berkolaborasi Tabel 3. Kolaborasi Penulis Pada Artikel PARI periode 2016-2020 Penulis Jumlah artikel Persentase (%) Satu orang 67 89,33 Lebih dari 1 orang 8 10,67 Jumlah 75 100 Dengan demikian mengacu kepada Tabel 3 di atas, dengan menggunakan rumus di atas, maka nilai C = 8/67+8 = 0,11 Nilai derajat kolaborasi 0,11 menunjukkan bahwa penulis yang menulis secara kolaborasi masih sedikit, dan hal ini menguatkan temuan dari Tabel 3. Penulis paling produktif pada Jurnal PARI periode 2016 – 2020 Berdasarkan Tabel 4 berikut ini dapat diketahui bahwa terdapat sebanyak lima besar penulis yang mendiseminasikan hasil penelitian mereka melalui Jurnal PARI periode 2016- 2020. Nama Ketut Masiani, merupakan penulis paling produktif dengan jumlah tulisan sebanyak 8 artikel, berasal dari Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluh Pertanian, Buleleng Bali. Pada posisi ke dua adalah Arief Gunawan dengan jumlah tulisan sebanyak 7 judul dan berasal dari Pusat Riset Perikanan dan Erny Puspa dan Syarianah masing-masing berada pada urutan ke tiga dengan jumlah 6 artikel, mereka berasal dari Pusat Riset Perikanan, Ancol, Jakarta dan dari Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan, Maros, Sulawesi Selatan.Adapun pada posisi ke empat ditempati oleh Arfa Fakaubun, Dani Saepuloh, dan Widya Indarti masing-masing menulis 4 artikel. Mereka berturut –turut berasal dari Sekolah Usaha Perikanan Menengah, Sorong, Pusat Riset Kelautan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan,Jakarta dan SekolahTinggi Perikanan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Jakarta. Pada posisi ke lima ditempati oleh Rochani Nani Rahayu dan Siti Nurhayati masingmasing berasal dari Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah LIPI dan Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, Jakarta. Tabel 4. Lima besar penulis pada artikel Jurnal PARI periode 2016-2020 Nama penulis Artikel Instansi Ketut Masiani 8 Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluh Perikanan, Buleleng Bali Arief Gunawan 7 Pusat Riset Perikanan, Ancol, Jakarta Erny Puspa 6 Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Ancol, Jakarta Syarianah 6 Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan, Maros, Sulawesi Selatan Suyatno 5 Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Ancol Jakarta Dani Saepuloh 4 Pusat Riset Kelautan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan,Jakarta Arfa Fakaubun 4 Sekolah Usaha Perikanan Menengah, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Sorong, Papua Barat Widya Indarti 4 SekolahTinggi Perikanan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan. Rochani Nani Rahayu 3 Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah LIPI, Jakarta Siti Nurhayati 3 Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Jakarta Berdasarkan Tabel 4 di atas dapat diketahui bahwa penulis yang berassal dari Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan mendominasi berada di lima besar penulis terproduktif, dan hanya satu penulis yang berasal dari luar lembaga tersebut, yaitu dari Pusat Data Dan Dokumentasi Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Hal tersebut adalah wajar karena jurnal PARI adalah jurnal yang diterbitkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan guna mewadahi karya ilmiah dari para pejabat fungsional pustakawan, arsiparis, pranata humas yang berkiprah di dalam kementerian tersebut. Jenis kelamin penulis Jurnal PARI periode 2016-2020 Berdasarkan Tabel 5 dapat diketahui bahwa dari total penulis yang berjumlah 38 orang, ditemukan sebanyak 16 orang adalah penulis laki-laki, dan sisanya sebanyak 22 orang adalah penulis perempuan. Tabel 5. Jenis kelamin penulis Jurnal PARI periode 2016-2020 Jenis kelamin Jumlah Persentase (%) Laki-laki 16 42,10 Perempuan 22 57,89 Jumlah 38 100 Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penulis perempuan lebih produktif dibandingkan dengan penulis laki-laki, hal ini karena jumlah pustakawan, lebih banyak yang berjenis kelamin perempuan, seperti yang diteliti oleh Sumarningsih (2014). Menurut hasil penelitiannya, sebanyak 75% pustakawan dan staf perpustakaan di Jakarta adalah perempuan. Selain di Jakarta, fenomena tersebut juga terjadi di Perpustakaan Umum Kota Surabaya yang memiliki pegawai sebanyak 493 orang, dan jumlah pegawai berjenis kelamin perempuan adalah sebanyak 341 orang (69%). Dominasi perempuan di perpustakaan dikaitkan dengan tugas pelayanan prima, ramah, teliti yang sifatsifat tersebut melekat pada diri perempuan. Institusi akademik yang berkontribusi pada Jurnal PARI periode 2016-2020 Berdasarkan Tabel 6 di bawah ini dapat diketahui bahwa terdapat 9 institusi yang semuanya berada di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan Sekolah Usaha Perikanan Menengah Sorong berada di urutan pertama, yaitu dengan frekuensi 4 (30,77%), berikutnya pada urutan ke dua adalah Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta, Badan Riset Dan Sumber Daya Manusia Kelautan Dan Perikanan dengan frekuensi sebanyak 2 (15,38%), dan pada urutan ke tiga adalah sisanya yaitu Politeknik Kelautan dan Perikanan yang terletak di Bogor, Bitung, Bone, Sidoarjo, dan Pangandaran, dan Sekolah Tinggi Perikanan Jurusan Penyuluhan Perikanan Bogor. Tabel 6. Institusi akademik yang berkontribusi pada Jurnal PARI periode 2016-2020 Nama institusi Frekuensi Kota Persentase (%) Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP-STP) 1 Bogor 7,69 Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung 1 Bitung 7,69 Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone 1 Bone 7,69 Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo 1 Sidoarjo 7,69 Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta, Badan Riset Dan Sumber Daya Manusia Kelautan Dan Perikanan 2 Jakarta 15,38 Sekolah Tinggi Perikanan Jurusan Penyuluhan Perikanan Bogor 1 Bogor 7.69 Sekolah Usaha Perikanan Menengah Sorong 4 Sorong 30,77 Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran 1 Pengandaran 7,69 Politeknik Ahli Usaha Pertanian Jakarta 1 Jakarta 7,69 Jumlah 13 100,00 Institusi penelitian yang berkontribusi pada Jurnal PARI periode 2016-2020 Kontribusi dari institusi penelitian dalam menyumbangkan tulisan ke Jurnal PARI 2016 2020, dapat dilihat pada Tabel 7 berikut ini. Diketahui sebanyak 18 satuan kerja/institusi penelitian telah menerbitkan artikel hasil penelitian di Jurnal PARI 2016 – 2020. Adapun komposisi yang tercatat adalah sebagai berikut. Sebanyak 16 satuan kerja berada di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), satu satuan kerja di bawah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, dan satu instansi di bawah Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Pusat Riset Kelautan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, KKP di Jakarta, berada di urutan pertama dengan frekuensi sebanyak 28 kali (45,16%), selanjutnya pada urutan ke dua adalah Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluh Perikanan, KKP di Buleleng Bali yaitu sebanyak 7 kali (1,29%), dan pada urutan ke tiga adalah Balai Penelitian & Pengembangan Budidaya Air Payau, KKP di Maros. Tabel 7. Institusi penelitian yang berkontribusi pada Jurnal PARI 2016-2020 Institusi nonperguruan Kota Frekuensi % Bagian Hukum, Organisasi, dan Kerja Sama Sekretariat Jakarta 1 1,61 Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap,KKP Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluh Perikanan,KKP Buleleng, Bali 8 12,90 Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan,KKP Jakarta 3 4,84 Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Semarang, KKP Semarang 1 1,61 Balai Penelitian & Pengembangan Budidaya Air Payau,KKP Maros 6 14,51 Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar,dan Penyuluhan Perikanan, KKP Bogor 2 4,84 Balai Riset Perikanan Laut, KKP Bogor 1 1,61 Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Sekretariat Jenderal, KKP Jakarta 1 1,61 Kementerian Kelautan dan Perikanan Jakarta 1 1,61 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Jakarta 2 3,23 Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Jakarta 3 4,84 Pusat Penelitian Dan Pengembangan Daya Saing Produk dan Jakarta 2 3,23 Bioteknologi K & P, KKP Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Laut dan Pesisir, KKP Jakarta 1 1,61 Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, KKP Jakarta 1 1,61 Pusat Riset Kelautan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, KKP Jakarta 27 43,54 Sekretariat Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, KKP Jakarta 1 1,61 Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan , KKP Pontianak Pontianak 1 1,61 Jumlah 62 100,00 Kota institusi akademik dan penelitian yang berkontribusi pada Jurnal PARI 2016-2020 Mencermati Tabel 8 berikut ini dapat diketahui kota tempat institusi akademik/penelitian yang mendiseminasikan artikel hasil penelitian mereka di Jurnal PARI 2016-2020. Jakarta berada di urutan pertama dengan frekuensi sebanyak 47 kali (64,00%), kemudian pada urutan ke dua adalah Buleleng dengan frekuensi sebanyak 8 kali (10,66%), dan pada urutan ke tiga adalah Maros dengan frekuensi sebanyak 6 kali (8,00%). Bogor dan Sorong berada pada urutan ke empat yaitu dengan frekuensi sebanyak 4 kali (5,33%). Tabel 8.Kota tempat institusi akademik dan penelitian yang berkontribusi pada Jurnal PARI periode 2016-2020 Kota Frekuensi Persentase (%) Buleleng 8 10,66 Bitung 1 1,33 Bogor 4 5,33 Bone 1 1,33 Jakarta 47 62,66 Maros 6 8,00 Pangandaran 1 1,33 Pontianak 1 1,33 Semarang 1 1,33 Sidoardjo 1 1,33 Sorong 4 5,33 Jumlah 75 100,00 Distribusi kata kunci terbanyak pada artikel pada Jurnal PARI periode 2016-2020 Berdasarkan Tabel 9 berikut ini dapat diketahui bahwa kata kunci yang lebih dari satu kali berjumlah 35, dengan urutan pertama terbanyak adalah kata “ library” dengan frekuensi 9 kali (8,18%), pada urutan ke dua adalah “Collection”, dan Librarian” yaitu masingmasing sebanyak 8 kali (7,27%). Berikutnya pada urutan ke tiga adalah kata “Archives”dengan ferkuensi sebanyak 5 kali (4,54%). Pada urutan ke empat ditemukan kata kunci “Digital libraries”, Information”, “Public relations”, “Researcher”, dan “Social media”, masingmasing memiliki frekuensi sebanyak 4 kali (3,63%). Dengan demikian berdasarkan kata kunci yang ditemukan, dapat diketahui bahwa peneltian yang diminati oleh para penulis adalah topik – topik mengenai perpustakaan pustakawan, arsip, perpustakaan digital, informasi, dan hubungan masyarakat dan sosial media. Hal tersebut sekaligus juga menunjukkan bahwa selain penulis yang berasal dari pustakawan, juga ada yang berasal dari arsiparis, maupun pranata humas. Tabel 9. Distribusi kata kunci terbanyak pada artikel pada Jurnal PARI periode 2016-2020 Kata kunci Jumlah Persentase (%) Library 9 8,18 Librarian 8 7,27 Collection 8 7,27 Archives 5 4,54 Digital libraries 4 3,63 Information 4 3,63 Public relations 4 3,63 Researcher 4 3,63 Social media 4 3,63 BRSDM 3 2,72 Communication 3 2,72 Information services 3 2,72 KKP 3 2,72 Library service 3 2,72 Productivity 3 2,72 Research 3 2,72 Scientific Journal 3 2,72 Citation analysis 2 1,80 Collaboration 2 1,80 Evaluation 2 1,80 Fishery 2 1,80 Forms 2 1,80 Library collection 2 1,80 Management 2 1,80 Open journal system 2 1,80 Promotion 2 1,80 Pusriskel 2 1,80 Scientific Paper 2 1,80 Scientific Writing 2 1,80 SNI 7496 - 2009 2 1,80 Standard Operating Procedures 2 1,80 STP Jakarta 2 1,80 Tidal 2 1,80 User 2 1,80 Utilization 2 1,80 Jumlah 110 100,00
Conclusion
Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas, dapat diketahui bahwa selama periode 20162020, Jurnal PARI telah menerbitkan sebanyak 75 artikel dengan topik yang diminati adalah tentang pustakawan, perpustakaan, perpustakaan digital, arsip, hubungan masyarakat dan sosial media. Artikel terbanyak ditulis secara individu yaitu sebanyak 67 judul (89,33%), dan artikel yang ditulis secara kolaborasi berjumlah 8 judul (10,67%). Hal ini dikuatkan dengan nilai kolaborasi yang sebesar 0,11. Diketahuisebanyak 16 orang (42,11%) adalah penulis laki-laki, dan sebanyak 22 orang (57,89%) adalah penulis perempuan. Penulis paling produktif adalah 8 artikel, berasal dari Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluh Pertanian, Buleleng Bali.Sekolah Usaha Perikanan Menengah Sorong berada di urutan pertama, (4;30,77%), untuk kategori institusi akademik. Pada kategori institusi penelitian, diketahui Pusat Riset Kelautan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan berada di urutan pertama (27; 43,54%). Kota tempat penulis bekerja terbanyak adalah Jakarta (47;62,66%). Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah LIPI dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia merupakan dua lembaga di luar Kementerian Kelautan dan Perikanan