Kembali
16
1
2021 Jurnal Pari Vol 7 · 2 ISSN 2549-0133

ANALISIS OPEN JOURNAL SYSTEM (OJS) BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia; Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Abstrak

Dilakukan analisis terhadap jurnal ilmiah yang diterbitkan menggunakan aplikasi Open Journal System (OJS), oleh institusi di bawah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Digunakan metode deskriptif, dengan sumber data yang diakses dari situs https://ejurnal.bppt.go.id/, http:// ejournal.lipi.go.id/, http://jurnal.batan.go.id/, http://jurnal.batan.go.id/ dan http://jurnal.lapan.go.id/ .Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui :1) Jumlah OJS; 2) Frekuensi terbit; 3) Akreditasi OJS; 4) Waktu terbit OJS pertamakali; 5) OJS dengan mitra bestari dalam negeri, dalam &luar negeri; 6) Area Subjek OJS. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa jumlah jurnal 71 judul dan jumlah terbanyak adalah OJS dari LIPI yaitu 26 judul (37,14%), dan paling sedikit dari LAPAN yaitu 5 judul (7,16%). Frekuensi terbit OJS terbanyak di urutan pertama adalah dua kali dalam satu tahun yaitu sebanyak 55 judul (77,46%), paling sedikit adalah OJS yang terbit dengan frekuensi 4 kali dalam setahun yaitu sebanyak 2 judul (2,81%). Akreditasi OJS terbanyak adalah SINTA 2 (32 judul ;45,07%), OJS belum terakreditasi/tidak ada data.OJS terbit paling banyak pada 2016 yaitu 21 (21,57%), dan paling sedikit terbit pada tahun 2012, dengan jumlah 1 judul (1,41%). Semua OJS yang diterbitkan oleh lembaga baik LIPI, BPPT, BATAN dan LAPAN paling banyak diterbitkan dengan frekuensi 2 kali dalam satu tahun. Subjek OJS LIPI diketahui sebanyak 17, BPPT, dan BATAN masing-masing 11 subjek. Kesimpulan penelitian adalah bahwa seluruh lembaga riset di bawah BRIN menerbitkan OJS, semuanya memiliki mitra bestari dalam dan luar negeri, namun masih ada yang belum terakreditasi.OJS LIPI berkonsentrasi kepada subjek (Social sciences; Humanities; Culture, kemudian BPPT konsentrasi subjeknya adalah Environmental Sciences; Environmental Technologies. Konsentrasi subjek OJS BATAN adalah pada Nuclear engineering dan LAPAN berkonsentrasi pada Space sciences, dan Remote sensing; Image processing; Earth sciences.

Abstract

An analysis was carried out on scientific journals published using the Open Journal System (OJS) application, by institutions under the National Research and Innovation Agency (BRIN). Descriptive method is used, with data sources accessed from the sites https://ejurnal.bppt.go.id/, http://ejournal.lipi.go.id/, http://jurnal.batan.go.id/ , http://jurnal.batan.go.id/ and http:// jurnal.lapan.go.id/. The research objectives are to determine: 1) Number of OJS; 2) Frequency of publication; 3) OJS Accreditation; 4) OJS first published time; 5) OJS with domestic, domestic & international bestari partners; 6) OJS Subject Area. The results and discussion show that the number of journals is 71 titles and the highest number is OJS from LIPI, which is 26 titles (37.14%), and the least is from LAPAN, which is 5 titles (7.16%). The highest frequency of publication of OJS in the first place is twice a year with 55 titles (77.46%), the least is OJS which is published with a frequency of 4 times a year, which is 2 titles (2.81%). The most OJS accreditations are SINTA 2 (32 titles ; 45.07%), OJS has not been accredited/no data. The most OJS published in 2016 is 21 (21.57%), and the least published in 2012, with a total of 1 title (1.41%). All OJS issued by institutions such as LIPI, BPPT, BATAN and LAPAN are issued at most with a frequency of 2 times a year. There are 17 OJS LIPI subjects, BPPT, and 11 BATAN subjects each. The conclusion of the research is that all research institutions under BRIN publish OJS, all of them have domestic and foreign bestari partners, but there are still those that are not accredited. Environmental Technologies OJS BATAN’s subject concentration is in Nuclear engineering and LAPAN concentrates on Space sciences, and Remote sensing; Image processing; Earth sciences.
Keywords: Open Journal System · Research Institution · Characterization

Introduction

Open Journal Systems (OJS) merupakan aplikasi perangkat lunak open source yang yang dirilis di bawah lisensi open source GPL v2 dan digunakan untuk mengelola dan menerbitkan jurnal ilmiah. Siapapun bebas mengunduh, menggunakan, dan memodifikasinya tanpa biaya. Pada awalnya OJS dikembangkan dan dirilis oleh Public Knowledge project (PKP) pada tahun 2001 untuk meningkatkan akses ke penelitian, OJS merupakan platform penerbitan sumber sumber jurnal terbuka yang paling banyak digunakan, dengan lebih dari 10.000 jurnal menggunakannya di seluruh dunia. PKP adalah inisiatif dari berbagai universitas yang mengembangkan perangkat lunak open source secara cuma-cuma dan melakukan penelitian untuk meningkatkan kualitas dan jangkauan penerbitan ilmiah. Tujuanmenjadikan penerbitan akses terbuka sebagai pilihan yang layak untuk lebih banyak jurnal, karena akses terbuka dapat meningkatkan jumlah pembaca jurnal serta kontribusinya untuk kepentingan publik dalam skala global (PKP, 2021). OJS adalah alat yang komprehensif untuk mengelola seluruh pengiriman dan alur kerja editorial sebuah jurnal dan menerbitkan artikel dan secara online. Adapun fitur-fitur yang ada di dalam OJS adalah sebagai berikut. Pembaca yang responsif frontend dengan pilihan tema atau desain gratis.Alur kerja editorial yang fleksibel dan dapat dikonfigurasi. Pengiriman dan pengelolaan semua konten dilakukan secara online.Terintegrasi dengan layanan penerbitan ilmiah seperti Crossref, ORCID, dan DOAJ. Direkomendasikan oleh Google Cendekia untuk kemudahan pengindeksan dan kemudahan ditemukan kembali.Multibahasa dan diterjemahkan ke lebih dari 30 bahasa. Panduan pengguna yang luas dan dilengkapi dengan video pelatihan (PKP, 2021). Seperti diketahui semenjak dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 33 Tahun 2021 tentang Badan Riset dan Iovasi Nasional (BRIN) ditetapkan Presiden Joko Widodo di Jakarta pada tanggal 28 April 2021, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Badan Tenaga Nuklir Nasional, dan Lembaga Penerbangan danAntariksa Nasional diintegrasikan ke dalamBRIN dan proses transisi masih terus berlangsung. Sebelum diintegrasikan menjadi BRIN, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan Badan Pengkajian danPenerapan Teknologi merupakan lembaga negara yang dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 145 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedelapan Atas Keputusan PresidenNomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, danTata Kerja LembagaPemerintahNonKementerian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 322). Adapun Badan Tenaga Nuklir Nasional, dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2013 tentang Badan Tenaga Nuklir Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 113) dan LembagaPenerbangan danAntariksa Nasional yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2015 tentang Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 91). Permasalahan Sebagaimanalayaknyalembagapenelitian/lembagariset, makabaik LIPI,BPPT,BATANdan LAPANtentumasingmasinglembagasudahmemiliki/ menerbitkanjurnalilmiah sesuaidengankapasitasmasing-masinglembaga.Namun hinggasaatiniberdasarkanhasilpenelusuranliteratur,belum ditemukanhasilpenelitianyangmembahas tentangjurnal –jurnalOJSdi lembagapenelitianyang sudahbergabung kedalamBRINtersebut. Pertanyaan penelitian Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian untuk melihat karakteristik jurnal khususnya yang diterbitkan dalam bentuk open journal system(OJS), untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan sbb. 1) Berapakah jumlah jurnalOJS di lingkungan BRIN? 2) Berapa kali dalam satu tahun OJS di lingkungan BRIN diterbitkan? 3) Bagaimakah kualitas OJS berdasarkan akreditasi SINTA? 4) Kapan waktu pertamakaliOJS di lingkungan BRIN terbit? 5) Bagaimana profil mitra bestari di lingkungan OJS BRIN? 6) Berapakah jumlah SDMmitra bestari yang terlibat dalam OJS BRIN? 7) Profil subjek OJS di lingkungan BRIN? Tujuan penelitian Tujuan penelitian adalah untuk menjawab pertanyaan penelitian yaitu untuk mengetahui: 1) Jumlah OJS di lingkungan BRIN 2) Frekuensi terbit OJS di lingkungan BRIN 3) Kualitas OJS di lingkungan BRIN berdasarkan akreditasi SINTA 4) OJS BRIN pertamakali diterbitkan 5) Profilmitra bestari OJS BRIN 6) Jumlah SDMmitra bestari OJS BRIN 7) Konsentrasi subjek OJS BRIN TINJAUAN PUSTAKA Jurnal ilmiah sebagai sumber informasi Jurnal ilmiah khususnya yang dilengkapi dengan mitra bestari merupakan sumber informasi yang penting, yang pada pertengahan tahun 1995, pertumbuhannya sangat pesat dan diperkirakan berlipat ganda setiap 10 hingga 15 tahun ( Rao, 2001). Jurnal ilmiah berfungsi sebagai masukan untuk meningkatkan kualitas penelitian akademik, juga untukmenghindari duplikasi terhadap pekerjaan yang sudah pernah dilakukan oleh peneliti lain. Komunikasi ilmiah juga merupakan kegiatan berbagi, serta kegiatan untukmengevaluasi hasil penelitian, temuan dan pengamatan di atara rekan-rekan profesional maupun para mahasiswa. Keberadaan jurnal ilmiah merupakan penyediaan sarana untuk diskusi.Adanya publikasi artikel dapatmembuka komentar serta kritik terhadap artikel tersebut. Dengan demikian jurnal ilmiah harus dapat diakses dengan mudah melalui berbagai cara diseminasi. Tenopir &King (1998) menenemukan bahwa jurnal ilmiah tidak hanya tersebar luas untuk dibaca, akan tetapi juga berguna dan penting untuk mendukung pekerjaan para ilmuwan, seperti untuk mengajar, melakukan penelitian, administrasi, maupun kegiatan yang lain.Adapun nilai dari informasi jurnal ilmiah tidak lepas dari atribut informasi seperti relevansi, kualitas dan akurasi. Selain itu juga perlu dilihat atribut komunikasi (misalnya ketersediaan, aksesabilitas, kemudahan penggunaan, atau biaya pengggunaan) yang dapat berkontribusi terhadap penggunaan, kegunaan serta nilai dari informasi itu sendiri. Seiring dengan berjalannya waktu, dan juga kemajuan teknologi informasi yang sangat pesat, maka jurnal tercetak mulai ditinggalkan. Beberapa pertimbangan kekurangan dari jurnal tercetak antara lain adalah lamanya proses peer review, keterlambatan dalam publikasi,meningkatnya biaya, sehinggamenyebabkan perpustakaanmenghentikan langganan jurnal, pemegang hak cipta adalah penerbit komersial.Ditinggalkannya jurnal tercetak juga berkat munculnya jurnal elektronik, yang pada satu sisi dianggap lebihmenguntungkan.Adapun definisi jurnal elektronikmenurutNaven (2001) adalah sebuah serial publikasi yang terbit pada jadwal yang rutin, dalam format digital apa pun, dengan tujuan pelaporan hasil penelitian dalam bidang tertentu, dan biasanya ditempatkan secara onlinemelaluWorld-WideWeb (WWW), atau internet. Keuntungan dari jurnal elektronikmenurut Ashcroft dan Langdon (1999) adalah bahwa jurnal elektronik dapatmeningkatkan kecepatan komunikasi.Mereka bisamencapai audiens akademisi,maupun komuitas awamyang lain. Proses editorial jurnal elektronik lebih cepat daripada proses editorial pada jurnal tercetak, hal tersebut disebabkan sebagai hasil dari komunikasi yang sangat interaktif antara kontributor, editor, pengulas dan pembaca.Walaupun pengulas/rivewer ribuanmil terpisah dapatmeninjau artikel secara real time dengan editor lain, memungkinkan untuk penerbitan yang lebih cepat. Jurnal elektronik juga menawarkan kenyamanan akses jarak jauh, dan pembaca akanmendapatkan artikel baru lebih cepat. Di samping itu pembaca juga bisa mendapatkan akses ke back file.Rao (2001)memperkirakan bahwa banyak akademisi mungkin berhenti pergi ke perpustakaan, melihat bahwa mereka sekarang memiliki akses ke jurnal elektronik dari desktop mereka.Akan tetapi kenyamananmembaca dimedia kertas dengan di layar komputer berbeda, (Naven 2001). Open science (Sains terbuka) Menurut Irawan (2017) sebuah siklus riset sesungguhnyamerupakan sebuah proses sosial yang terus-menerus ditujukan untuk mengasah ketajaman logis,metodologis, dan aksiologis. Sebagaimana hasil riset yang perlu selalu ditinjau konteksnya guna memperoleh pemahaman yang utuh, proses riset pun tidak terjadi dalam ruang hampa. Proses riset selayaknya dipandang sebagai sebuah proses historikal yang melibatkan lima hal, yakni peneliti, subjek/objek yang diteliti, komunitas periset, komunitas penerbit hasil riset, serta komunitas penggunanya, yang saling berinteraksi.Mengikuti pola yang selama ini dianut, alur kerja riset diawali sejak mencari ide, mengambil data, menganalisis, menginterpretasi, danmelaporkan.Adapun pola kerja periset yang dapat diamati sebagai berikut: bekerja secara offline, bekerja dengan piranti lunak berbayar dan data format binary, bekerja dengan jejaring diseminasi yang terbatas, jejaring kolaborasi terbatas, dan bekerja dengan sedikit atau bahkan tanpa umpan balik (feedback), serta bekerja secara sequential atau linear. Menurut UNESCO (2021), gagasan di balik Open Science (ilmu pengetahuan terbuka) adalah untuk memungkinkan informasi, data, dan keluaran ilmiah dapat diakses secara lebih luas (Open Access) dan dimanfaatkan dengan lebih baik (Open Data) dengan keterlibatan aktif semua pemangku kepentingan (Open to Society). UNESCOmendorong sains supaya lebih terhubung dengan kebutuhan masyarakat, serta dengan memberikan kesempatan yang sama untuk para ilmuwan, pembat kebijakan,maupun setiapwarga negara. Open science dapat menjembatani kesenjangan sains, teknologi, dan inovasi di dalam maupun antarnegara sertamemenuhi hak asasi atas ilmu pengetahuan. Dalam konteks tantangan sosial-ekonomi yang mendesak, sebuah solusi yang berkelanjuan dan inovatif membutuhkan upaya ilmiah yang efisien, transparan, yang tidak semata-mata berasal dari komunitas ilmiah, namundai seluruh golongan masyarakat.Akhir- akhir ini repons komunitas ilmiah terhadap pandemi Covid 19 menunjukkan hal yang sangat baik sebagai contoh bagaimana sains terbuka dapatmempercepat pencapaian solusi ilmiah dalam menghadapi tantangan global. Gerakan ilmu pengetahuan terbuka muncul dari komunitas ilmiah dan dengan cepatmenyebar ke berbagai negara.Akan tetapi, dalam lingkungan ilmiah dan kebijakan yang terfragmentasi, pemahaman global tentang makna, peluang, serta tantangan ilmu terbuka masih belum ada. UNESCO sebagai badan dalam Perserikatan Bangsa Bangsa memiliki mandat untuk ilmu pengetahuan,merupakan organisasi global yang sah yang diaktifkan untuk membangun visi ilmu pengetahuan terbuka yang koheren serta seperangkat prinsip menyeluruh dan nilai – nilai bersama, maka UNESCO ditugaskan untuk mengembangkan instrument penetapan standar internasional tentang ilmu terbuka dalam bentuk rekomendasi. Open science (ilmu pengetahuan terbuka) oleh UNESCO didefinisikan sebagai konstruksi inklusif yangmenggabungkan berbagai gerakan dan praktik yang bertujuan untuk menjadikan pengetahuan ilmiah secara terbuka, tersedia, dapat diakses dan dapat dimanfaatkan kembali bagi keperluan semua orang guna meningkatkan kolaborasi ilmiah dan berbagi informasi untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan masyarakat, serta untukmembuka proses penciptaan pengetahuan ilmah, evaluasi dan komunikasi kepada masyarakat di luar ilmu pengetahuan tradisional. Hal tersebut mencakup semua disiplin ilmu serta aspek praktik ilmiah, baik dasar dan ilmu terapan, ilmu alam dan ilmu sosial humaniora, yang dibangun di atas pilar utama yaitu: 1) akses terbuka ke pengetahuan ilmiah,2) infrastruktur Sains Terbuka, 3) Komunikasi Sains Terbuka, 4).Keterlibatan tokohmasyarakat dan dialog terbuka dengan sistem pengetahuan lain. Adapun akses Terbuka terhadap pengetahuan ilmiah umumnyamengacu kepada akses ke publikasi ilmiah, data penelitian, perangkat lunak, source code (kode sumber), dan perangkat keras yang tersedia dalam domain publik atau di bawah hak cipta yang dikeluarkan di bawah lisensi terbuka yang memungkinkan penggunaan kembali, adaptasi dan retribusi oleh orang lain. Akses terbuka diberikan kepada semua subjek secara tepat waktu, tanpa melihat lokasi, kebangsaan, ras, usia, jenis kelamin, pendapatan, keadaan sosial ekonomi, jenjang karir, disiplin, bahasa, agama, disabilitas, etnis, dan diberikan secara cuma-cuma. Oleh karena itu, pengguna mendapatkan akses secara tepat waktu, gratis, dan terjangkau terhadap: 1)Scientific publications (publikasi ilmiah), mencakup antara lain artikel jurnal peer-rivew, laporan penelitian,makalah konferensi, buku dan hasil ilmiah terkait seperti: hasil penelitian ilmiah asli, data penelitian, perangkat lunak, source code, alur kerja protocol, representasi digital dari gambar dan materi grafis, serta multi media ilmiah yang dilisensikan secara terbuka atau didedikasikan untuk public domain dan disimpan dalam repositori online dilengkapi dengan standar teknis yang sesuai, didukung dan dipelihara oleh lembaga akademis, atau instansi pemerintah yang memungkinkan akses terbuka, tidak terbatas pada distribusi, interoperabiltas, dan pengarsipan jangka panjang. 2)Open research data (data penelitian yang terbuka),mencakup antara lain data digital dan analog, baik mentah maupun yang sudah diproses serta metadata yang menyertainya, serta skor numerik, catatan tekstual gambar, dan suara, protocol dan alur kerja yang dapat digunakan, digunakan kembali, dipertahankan, dan didsitribusikan secara terbuka oleh siapa saja. Data penelitian diharapkan tersedia secara tepat waktu dan ramah pengguna, dapat dibaca oleh manusia danmesin serta dapat ditindaklanjuti, format sesuai dengan prinsip tata kelola dan penggunaan data yang baik, seperti prinsip FAIR (Findable, Accessible, Interoperable, dan Reusable). 3)Open source software and source code (perangkat lunak dan kode sumber yang terbuka), tersedia untuk umum, tepat waktu, ramah pengguna, dapat dibaca dalam format manusia maupunmesin, serta dapat dimodifikasi di bawah lisensi terbuka yang memberikan hak kepada orang lain, untuk menggunakan, mengakses, mmodifikasi, memperluas,mempelajari, membuat karya turunan dan membagikan perangkat lunak serta source codenya. Kode sumber harus disertakan dalam rilis perangkat lunak dan tersedia di repositori yang dapat diakses secara terbuka. 4)Open hardware, perangkat keras yang terbuka yang secara umum mencakup specifikasi desain objek yang dilisensikan sedemikian rupa, sehingga objek tersebut dapat dipelajari, dimodifiksasi,dibuat, dan didistribusikan oleh siapapun yangmemberikan kemampuan untuk membangun, mengunakan kembali (reuse), danmembagikan tentang desain dan fungsi perangkat keras. Rekomendasi UNESCO terhadap open science menguraikan definisi umum, nilai-nilai bersama, prinsip dan standar untuk sains terbuka di tingkat internasional, serta mengusulkan serangkaian tindakan yang kondusif untuk proses yang adil dan pemerataan operasional sains terbuka pada individu, kelembagaan nasional, regional serta internasional. Adapun tujuan dibuatnya rekomendasi adalah sebagai berikut. 1. Melakukan promosi terhadap pemahamamumum tentang Sains Terbuka,manfaat, tantangan, serta berbagai jalan untuk mencapai Sains Terbuka. 2. Mengembangkan lingkunan kebijakan yang memungkinkan untuk Sains Terbuka. 3. Melakukan investasi dalam infrastruktur dan layanan Sains Terbuka. 4. Melakukan investasi dalamsumber dayamanusia, pendidikan, literasi digital, serta pengembangan kapasitas yang diperlukan untuk Sains Terbuka. 5. Melakukan pembinaan budaya Sains Terbuka sertamenyelaraskan insentif untuk Sains Terbuka. 6. Melakukan promosi terhadap pendekatan inovatif untuk Sains Terbuka pada berbagai tahapan proses ilmiah. 7. Melakukan promosi kerjasama internasional serta multistakeholder dalam konteks Sains Terbuka dan untuk mengurangi kesenjangan digital dan pengetahuan. Mengacu kepada butir 1 tentang scientific publications (publikasi ilmiah), maka keberadaan jurnal khususnya yang menggunakan aplikasi Open Journal System(OJS),merupakan salah satu langkah awalmenuju kepada Sains Terbuka.Menurut Lukman et.al (2012), untuk penerapan OJS di Indonesia beberapa Surat Keputusan Dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi dikeluarkan agar dapat mengatur segala sesuatu tentang OJS di Indonesia. Berikut ini adalah surat keputusan tersebut. Pertama adalah surat edaran Dirjen Dikti tanggal 30 Desember 2011 bernomor 250/E/T/2011, tentang kebijakan unggah karya ilmiah untuk kenaikan pangkat dosen yangmenilai suatu karya ilmiah hanya jika artikel dan identitas penulisnya bisa ditelusuri secara on-line. Berikutnya yang kedua adalah surat edaran dari Dirjen Dikti bertanggal 27 Januari 2012 bernomor 152/E/T/2012 tentang kebijakan publikasi karya ilmiah untuk mahasiswa S-1, S-2 dan S-3 yang mempersyaratkan bahwa lulusan S1, S2 dan S3 harus menerbitkan karya ilmiahmereka dalam jurnal ilmiah, jurnal ilmiah nasional terakreditasi dan jurnal ilmiah internasional, dengan harapan dapat meningkatkan visibilitas dari artikel yang diterbitkan dalam OJS tersebut. Berikutnya yang ketiga adalah surat edaran DirjenDikti bernomor 212/E/T/2012 tanggal 8 Februari 2012 berkaitan dengan Panduan Pengelolaan Jurnal Terbitan Berkala Ilmiah ElektronikmenggunakanOJS, dengan harapan ledakan informasi baru dari pemberlakuan surat edaran sebelumnya menjadi semakin tertata, dan yang paling penting adalah “state of the art” penelitian bisa diketahui dan inovasi baru akan tercipta. Potensi OJS di lembaga penelitian di BRIN Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Hingga saat ini potensi OJS di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia adalah jurnal yang diterbitkan oleh satuan kerja – satuan kerja yang berada di lembaga tersebut. Sebagai gambaran berikut ini adalah tiga puluh delapan (38) satuan kerja di bawah LIPI yang berada di bawah Kepala LIPI dan empat (4) kedeputian dan berpotensi menjadi sumber ilmu pengetahuan yang dapat didiseminasikanmelalui dari OJS (LIPI, 2021). Kepala LIPI Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pusat Pemanfaatan dan Inovasi Iptek Kedeputian Ilmu Pengetahuan Kebumian Pusat Penelitian Geoteknologi Loka Konservasi Biota Laut Bitung Loka Konservasi Biota Laut Biak Balai Bio Industri Laut Loka Uji Teknik Penambangan Loka Uji Teknik Penambangan DanMitigasi Bencana Balai Informasi Dan Konservasi Kebumian Pusat Penelitian Limnologi Pusat Penelitian Laut Dalam Loka Konservasi Biota Laut Tual LokaAlih Teknologi Penyehatan Danau Kedeputian Ilmu Pengetahuan Hayati Pusat Penelitian Biologi Pusat Penelitian Bioteknologi Pusat Penelitian Biomaterial Pusat Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya Kebun Raya Cibodas Kebun Raya Purwodadi Kedeputian Ilmu Pengetahuan Teknik Pusat Penelitian Fisika Pusat Penelitian Kimia Pusat Penelitian Informatika Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi Pusat Penelitian Metalurgi dan Material Loka Penelitian Teknologi Bersih Kedeputian Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya Pusat Penelitian Ekonomi Pusat Penelitian Kependudukan Pusat Penelitian Politik Pusat Penelitian Kewilayahan Kedeputian Jasa Ilmiah Pusat Penelitian Teknologi Pengujian Pusat Penelitian Teknologi Tepat Guna Pusat Penelitian Kebijakan dan Manajemen Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Inovasi Balai Penelitian Teknologi BahanAlam Balai Pengembangan Instrumentasi Balai Penelitian TeknologiMineral Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Potensi sumber ilmu pengetahuan yang dapat diseminasikan melalui OJS BPPT adalah sebanyak 35 satuan kerja yang berada di bawah Kepala BPPT dan kedeputian berikut. Kepala BPPT Pusat Pelayanan Teknologi Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan PusatManajemen Informasi Kedeputian Bidang Kebijakan Teknologi Pusat Teknologi Kawasan Spesifik dan SistemInovasi Pusat Pengkajian Industri Proses dan Energi Pusat Pengkajian Industri Manufaktur Telematika dan Elektronika Pusat Sistem Audit Teknologi Kedeputian Pengembangan Teknologi Sumberdaya Alam Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Wilayah Pusat TeknologiPengembangan SumberdayaMineral Pusat Teknologi Pengembangan Reduksi Bencana Pusat Teknologi Lingkungan Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca Kedeputian Bidang Agroindustri dan Bioteknologi Pusat Teknologi Produksi Pertanian Pusat teknologi Agri Industri Pusat Teknologi Bioindustri Pusat teknologi Farmasi dan Medika Balai Besar Teknologi Pati Kedeputian Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material Pusat Teknologi Elektronika Pusat Teknologi Industri dan Teknologi Kimia Balai Teknologi Bahan Bakar dan Rekayasa Desain Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Balai Jaringan Informasi dan Komunikasi Pusat Teknologi Material Balai Teknologi Polimer Balai Besar Teknologi Konversi Energi Kedeputian Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa Pusat Teknologi Industri Pertahanan dan Keamanan Pusat Teknologi Industri Permesinan Balai Teknologi Mesin Perkakas Produksi dan Otomasi Pusat Teknologi Sistem Dan Prasaran Transportasi Balai Teknologi Termodinamika Motor dan Propulsi Pusat Teknologi IndustriMaritim Balai Teknologi Hidrodinamika BalaiTeknologi Infrastruktur Pelabuhan danDinamika Pantai BalaiBesar TeknologiAerodinamika danAeroakustika Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur Badan Tenaga Atom Nasional Adapun untuk Badan Tenaga Atom Nasional potensi sumber pengetahuan yang dapat didesimasikan melalui OJS terdapat pada delapan belas satuan kerja di bawah Kepala BATAN dan tiga kedeputian yaitu sebagai berikut. Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pusat Standardisasi dan Mutu Nuklir Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Kedeputian Bidang Sains danAplikasi Teknologi Nuklir Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan Pusat Sains dan TeknologiAkselerator Pusat Keselamatan dan Metrologi Radiasi Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi Kedeputian Bidang Energi Nuklir Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir Pusat Teknologi dan Keselamatan Reaktor Nuklir Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir Pusat Teknologi Limbah Nuklir Kedeputian Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka Pusat Reaktor Serbaguna Pusat Diseminasi dan Kemitraan Pusat Pendayagunaan Informatika dan Kawasan Strategis Nuklir Lembaga Penerbangan Dan Antariksa Nasional Potensi sumber ilmu pengetahuan yang dapat didiseminasikan melalui OJS di LAPAN adalah sepuluh satuan kerja yang berada di bawah Kepala LAPAN, dan satuan di bawah tiga kedeputian berikut. Kepala Pusat Kajian Kebijakan Penerbangan Pusat Inovasi dan Standar Penerbangan danAntariksa Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Penerbangan danAntariksa Deputi Bidang Sains Antariksa dan Atmosfer Pusat Sains Antariksa Pusat Sains dan TeknologiAtmosfer Deputi BidangTeknologi Penerbangan dan Antariksa Pusat Teknologi Penerbangan Pusat Teknologi Roket Pusat Teknologi Satelit Deputi Bidang Penginderaan Jauh Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh

Method

Penelitian menggunakanmetode deskriptif dengan ciri-ciri yang khusus. Ciri-ciri tersebut membedakan penelitian deskriptif dengan penelitian lainnya, yaitu; pengumpulan data dilakukan selama satu tahap atau periode dalam penelitian. Pada penyajian data hasil penelitian bisa dalam bentuk grafik, tabel silang, dan distribusi frekuensi.Perhitungan yang dilakukan berupa proporsi, rata-rata, persentase, simpangan baku, rasio, dan sebagainya, disesuaikan dengan ukuran data yang didapatkan. Pada penelitian deskriptif, tidak perlu adanya kelompok kontrol sebagai pembanding, karena tujuan penelitian deskriptif adalahmenggambarkan ataumenjelaskan tentang hal-hal yang berkaitan dengan fenomena dan peristiwa tertentu. Waktu dan pengumpulan data Penelitian dilakukan selama 01 -15 Juli 2021, dan pengumpulan data dilakukan dari sumber data adalah Open Journal System(OJS) dari lembaga riset yang tergabung dalam dalam Badan Riset Dan Inovasi Nasional.. Data diunduh dari situs https:// ejurnal.bppt.go.id/, http://ejournal.lipi.go.id/, http:// jurnal.batan.go.id/, http://jurnal.batan.go.id/ dan http:/ /jurnal.lapan.go.id/. Data yang dicatat adalah OJS yang terbit sampai dengan tahun 2020, dan sesuai dengan variabel yang diteliti yaitu 1) Jumlah OJS; 2) Frekuensi terbit; 3) Akreditasi OJS; 4) Waktu terbit OJS pertamakali; 5) OJS denganmitra bestari dalam negeri, dalam &luar negeri; 6)Area Subjek OJS Pengolahan data Selanjutnya data yang terkumpul diolah menggunakan distribusi frekuensi, dan persentase, menggunakan rumus sebagai berikut. P = F/N X 100 % P = persentase F = frekuensi N = total frekuensi Kemudian hasil yang diperoleh disajikan dalambentuk tabel, dan berikutnya dilakukan pembahasan secara deskriptif, dan akhirnya dilakukan penarikan kesimpulan.

Result & Discussion

Jumlah Open Journal System (OJS) di Badan Riset dan Inovasi Nasional Berdasarkan Tabel 1 danGambar 1 dapat diketahui bahwa jumlah OSJ secara keseluruhan adalah 71 judul yang terdiri atas jurnal yang berasal dari LIPI sebanyak 26 judul (37,14%), kemudian dari jurnal dari BATAN berjumlah 25 judul (34,28%), dari BPPT 15 judul (21,42%), LAPAN sebanyak 5 judul (7,16%). Apabila dilihat dari banyaknya satuan kerja di setiap lembaga,maka urutan adalah sebagai berikut. Pada posisi pertama ditempati oleh LIPI denga jumlah satuan kerja yang berpotensi melakukan diseminasi hasil penelitian melalui OJS adalah sebanyak 38. Kemudian pada posisi ke dua adalah BPPT dengan jumlah satuan kerja sebanyak 34, dan pada posisi ke tiga adalah BATAN dengan jumlah satuan kerja 18, dan pada posisi ke empat adalah LAPAN, dengan jumlah satuan kerja sebanyak 10. Maka jumlahOJS di setiap lembaga tidak berbanding lurus dengan jumlah satuan kerja yang ada di setiap lembaga (Tabel 1). Frekuensi terbit masing - masing OJS Tabel 2menunjukkan bahwa frekuensi terbit OJS terbanyak di urutan pertama adalah dua kali dalam satu tahun yaitu sebanyak 55 judul (77,46%), kemudian pada urutan ke dua adalahOJS yang terbit dengan frekuensi tiga kali dalam satu tahun yaitu sebanyak 11 judul (15,49%), dan sisanya adalahOJS yang terbit dengan frekuensi empat kali dalam satu tahun yaitu sebanyak 2 judul (2,81%), diketahui sebanyak 3 judul OJS yaitu 1 judul dari BPPT dan 2 judul dari BATAN tidak diketahui datanya. Satu satunya OJS yang terbit empat kali dalam satu tahun adalah OJS yang diterbitkan oleh BATAN. Adapun OJS dari LAPAN semuanya diterbitkan dengan frekuensi 2 kali dalam satu tahun. Semua lembaga baik LIPI, BPPT, BATAN dan LAPAN OJS terbanyak diterbitkan dengan frekuensi 2 kali dalam satu tahun. Tabel 1. Jumlah OJS di Badan Riset dan Inovasi Nasional Instansi Jumlah Persentase (%) LIPI LIPI 26 37,14 BATAN 25 34,28 BPPT 15 21,42 LAPAN 5 7,16 Jumlah 71 100 Sumber : Diolah dari data penelitian Tabel 2. Frekuensi terbit OSJ Badan Riset dan Inovasi Nasional Instansi Dua kali/tahun Tiga kali/tahun Empat kali/tahun Tidak ada data Jumlah LIPI 21 5 0 0 26 BPPT 13 1 0 1 15 BATAN 16 5 2 2 25 LAPAN 5 0 0 0 5 Jumlah 55 (77,46%) 11(15,49%) 2 (2,81%) 3 (4,22%) 71 (100%) Sumber : Diolah dari data penelitian Kualitas OJS menurut akreditasi SINTA/LIPI SINTA adalah singkatan dari Science and Technology Index, yaitu merupakan sebuah instrumen penilaian akreditasi jurnal berdasarkan pada Permenristekdikti Nomor 9 tahun 2018 dan Perdirjen Risbang No 19 tahun 2018. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah menjelaskan bahwa Jurnal Nasional dikatakan terakreditasi apabila proses akreditasi jurnal ilmiah dilakukan secara elektronik melalui jejaring teknologi informasi dan komunikasi. Adapun peringkat SINTA,menurut peraturan tersebut, dikelompokkanmenjadi enam, yaitu SINTA1, sampai dengan SINTA6. Menurut Tabel 4 dapat diketahui bahwa dari 71 judul OJS yang diterbitkan sampai dengan 2020, tercatat sebanyak 2 judul (2,81%), selanjutnya untuk kategori akreditasi SINTA 1, kemudian ditemukan sebanyak 32 judul OJS ( 45,07%), berikutnya untuk akreditasi SINTA 3 ditemukan sebanyak 2 judul (2,81%), dan masih ada OJS yang menggunakan akreditasi dari LIPI yaitu sebanyak 3 judul (4,22%), juga ditenmukan sebanyak 29 judul (39,42%) OJS yang belum terakreditasi/tidak ada data. Hal tersebut menunjukkan bahwa lebih dari 50%jurnalOJSmasih memerlukan peningkatan kualitas, agar dapat memperoleh akreditasi SINTA. Seluruh jurnal ilmiah yang sudah terakreditasi oleh LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan masih berlaku masa akreditasinya secara otomatis diakui oleh Kemenristekdikti hingga masa berlaku akreditasinya habis. Seperti diketahui bahwa sebelum Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan TinggiRepublik IndonesiaNomor 6Tahun 2018 tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah diterbitkan, proses pengajuan akreditasi berada di dua lembaga yaitu Kemenristekdikti untuk jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh asosiasi profesi serta perguruan tinggi, dan LIPI untuk jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh lembaga litbang (LIPI, 2018). Tabel 3. Kategori akreditasi SINTAmenurut PeraturanMenteriRiset, Teknologi, dan Pendidikan TinggiRepublik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018. SINTA Deskripsi SINTA 1 Terakreditasi Peringkat 1 (Satu), dengan nilai akreditasi 85 ≤ n ≤ 100 SINTA 2 Terakreditasi Peringkat 2 (Dua), dengan nilai akreditasi 70 ≤ n < 85 SINTA 3 Terakreditasi Peringkat 3 (Tiga), dengan nilai akreditasi 60 ≤ n < 70 SINTA 4 Terakreditasi Peringkat 4 (Empat), dengan nilai akreditasi 50 ≤ n < 60 SINTA 5 Terakreditasi Peringkat 5 (Lima), dengan nilai akreditasi 40 ≤ n < 50 SINTA 6 Terakreditasi Peringkat 6 (Enam), dengan nilai akreditasi 30 ≤ n < 40 Tabel 4. Kualitas OJS BRIN menurut akreditasi SINTA/LIPI Instansi Sinta 1 Sinta 2 Sinta 3 Sinta 4 Sinta 5 Sinta 6 Akredita si LIPI Belum terakreditas/ tidak ada data Jumlah LIPI 1 19 2 0 1 0 0 3 26 BPPT 0 4 0 1 0 0 0 10 15 BATAN 1 7 0 1 0 0 1 (A) 15 25 LAPAN 0 2 0 0 0 0 2 (A) 1 5 Jumlah 2 (2,81%) 32 (45,07 %) 2 (2,81%) 2 (2,81%) 2 ( 2,81%) 0 ( 0%) 3(4,22%) 29 (39,42%) 71 (100%) Sumber : Diolah dari data penelitian Waktu terbit OJS pertamakali Tabel 5 berikut ini dapat diketahui bahwa rentang waktu terbit OJS adalah dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2020.OJS paling tua adalahOJS yang berasal dari LIPI yaitu terbit pertama kali tahun 2012 sebanyak 1 judul (1,41%), yang diterbitkan oleh LIPI. KemudianOJS yang terbit pada tahun 2013 berjumlah 4 judul (5,63%), juga diterbitkan oleh LIPI. Kemudian pada tahun 2014, diketahui sebanyak 2 judul (2,81%), selanjutnya pada tahun 2016, OJS yang diterbitkan berjumlah 21 judul (21,57%), kemudian pada tahun 2017 diterbitkan sebanyak 10 judul (14,08%), pada tahun 2018 diterbitkan sebanyak 4 judulOJS (5,63%), berikutna pada tahun 2019, diterbitkanOJSsebanyak 7 judul (9,85%), dan pada tahun 2020 telah diterbitkan sebanyak 5 judul (7,04%). Ditemukan sebanyak 12 OJS tidak diketahui terbit kapan, disebabkan tidak ada data. Berdasarkan data yang ada, diketahui OJS terbit paling banyak pada tahun 2016 yaitu 21 (21,57%), dan paling sedikit terbit pada tahun 2012, dengan jumlah 1 judul (1,41%). Jurnal dengan mitra bestari dalam negeri, dan dalam & luar negeri Tabel 6menunjukkan bahwa di dalam OJS berperan sertamitrabestaribaikdaridalamnegerimaupunluarnegeri. OJS yang hanyamemilikimitra bestari dari dalam negeri berjumlah26judul(36,62%),kemudianOJSyangmemiliki mitrabestaribaikdaridalammaupunluarnegeriberjumlah 26judul(36,62%),danOJSyangtidak diketahuiposisinya apakahmenggunakanmitrabestaridalamnegeri,atauyang berasaldalamdanluarnegeritidakdapatdiketahui,karena tidak ada data, dengan jumlah 19 judul OJS (26,76%). PerbandinganantaraOJSdenganmitrabestaridalamnegeri dibandingkandenganmitrabestaridalam&luarnegeriuntuk LIPI adalah 9:16; kemudian untuk BPPT 7:2;BATAN8:5, danLAPAN2:3.Dengandemikiandapatdiketahuibahwa diantaraOJSyangditerbitkanolehlembagarisetdibawah BRIN,hanyaOJSLIPIyangpalingbanyakmenggunakan mitrabestaridaridalamdanluarnegeri danOJSyangpaling sedikit menggunakan mitrabestari dari dalam dan luar negeriadalahBPPT(2judulOJS;2,82%). Tabel 5. Waktu pertama kali OJS terbit Instansi 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 Tdk ada data Jumlah LIPI 1 4 1 5 10 1 0 3 1 0 26 BPPT 0 0 0 0 3 3 3 2 3 1 15 BATAN 0 0 1 0 8 2 1 2 0 11 25 LAPAN 0 0 0 0 0 4 0 0 1 0 5 Jumlah 1 (1,41 %) 4 (5,63 %) 2 (2,81 %) 5 (7,04 %) 21 (21,5 7%) 10 (14,0 8%). 4 (5,63 %) 7 (9,85 %) 5 (7,0 4%) 12 (16,91%) 71 (100%) Tabel 6. Jurnal OJS denganmitra bestari dalam negeri, dalam & luar negeri Instansi Mitra bestari dalam negeri Mitra bestari dalam dan luar negeri Tidak ada data Jumlah LIPI 9 OJS 16 OJS 1 26 BPPT 7 OJS 2 OJS 6 15 BATAN 8 OJS 5 OJS 12 25 LAPAN 2 OJS 3 OJS 0 5 Jumlah 26 (36,62%) 26 (36,62%) 19 (26,76%) 71 (100%) Sumber : Diolah dari data penelitian Tabel 7. Jumlah mitra bestari dalam negeri, dalam & luar negeri di OJS Instansi Mitra bestari dalam negeri (orang) Mitra bestari dari luar negeri (orang) Jumlah (orang) Jumlah jurnal LIPI 512 92 604 26 BPPT 121 3 124 15 BATAN 130 21 151 25 LAPAN 115 10 125 5 Jumlah 878 (87,45%) 126 (12,55%) 1.004 (100%) 71 Sumber : Diolah dari data penelitian Subjek OJS terbitan LIPI Subjek dari OJS dibuat berdasarkan Library of Congress Subject Headings yang diakses secara online . Berdasarkan Tabel 8 dapat diketahui bahwa OJS LIPImemiliki sebanyak 17 subjek area dan pada urutan pertama adalah (Social sciences;Humanities; Culture) dengan jumlahOJS4 kali (15,38%), kemudian (Plant ecology; Ethnobiology; Plants – Classification;Biology;Zoology) berada pada urutan kedua adalah sebanyak 3 judul (11,53). Subjek OJS terbitan BPPT Berdasarkan Tabel 9, diketahui bahwa OJS yang diterbitkan oleh BPPT memiliki 11 subjek. Adapun subjek OJS terbanyak pada urutan pertama adalah (Environmental Sciences; Environmental Technologies; Energy; Environmental management, Environmtal protection), dengan frekuensi 3 kali OJS (20,00%).Kemudian pada urutan kedua adalah (Marine engineering; Ship building; Shipping; Marine sciences), bersama sama dengan (Hazardmitigation; Emergencymanagement) Subjek OJS terbitan BATAN Pada OJS terbitan BATAN, diketahui memiliki sebanyak 10 subjek, dan Nuclear engineering merupakan subjek terbanyak yaitu sebanyak 11 kali (44,00%). Kemudian pada posisi ke dua adalah Nuclear reactor yaitu dengan frekuensi sebanyak 4 kali (16,00%). Adapun pada posisi ke tiga adalah Nuclear energy dan Radioactive wastes masingmasing sebanyak 2 kali (4,0%). Subjek OJS terbitan LAPAN PadaOJS terbitan LAPAN,memiliki 3 subjek area, yaitu Aerospace engineering sebanyak 1 kali (20,00%) Space sciences, dan (Remote sensing; Image processing; Earth sciences), masing-masing 2 kali (40,00%). Tabel 8. Subjek OJS terbitan LIPI Subjek Judul Persentase (%) Limnology; Freshwater biology 1 7,69 Southeast Asia 1 3,84 Social sciences; Humanities; Culture 4 15,38 Lignocellulose; Biomass 1 7,69 Mechatronics; Electric power; Electronics, Telecommunication; Microelectronics; 2 7,69 Library science; Information science 1 3,84 Geology; Mines and mineral resources 1 3,84 Chemistry; Chemical engineering 1 3,84 Science and state; Technology and state 2 7,69 Oceanography 2 7,69 Plant ecology; Ethnobiology; Plants – Classification;Biology;Zoology 3 11,53 Biotechnology; Molecular Biology; Biochemistry; Microbiology 2 7,69 Politics, Practical 1 3,84 Development economics 1 3,84 Demography 1 3,84 Electronics; Microelectronics; Telecommunication 1 3,84 Metallurgy 1 3,84 Jumlah 26 100 Sumber : Diolah dari data penelitian Tabel 9. Subjek OJS terbitan BPPT Subjek Frekuensi Persentase (%) Environmental Sciences; Environmental Technologies; Energy; Environmental management, Environmtal protection 3 20,00 Biotechnology and Bioscience 1 6,66 Weather control 1 6,66 Manufacturing processes; Process control 1 6,66 Marine engineering; Ship building; Shipping; Marine scie nces 2 13,32 Materials; Materials science 1 6,66 Hazard mitigation; Emergency management; 2 13,32 Aerodynamics; Aeroelasticity; Aeroacoustics 1 6,66 Water treatment; Water quality 1 6,66 Water treatment; Water quality 1 6,66 Information technology 1 6,66 Production engineering; Materials; Manufacturing processes; Building materials 1 6,66 Jumlah 15 100 Sumber : Diolah dari data penelitian Tabel 10. Subjek OJS terbitan BATAN Subjek Fekuensi (kali) Persentase (%) Materials 1 4,0 Microchemistry; Microscopy 1 4,0 Nuclear engineering 11 44,0 Nuclear physics 1 4,0 Nuclear facilities 1 4,0 Nuclear energy 2 8,0 Nuclear reactors 4 16,0 Nuclear fuels 1 4,0 Radioactive wastes 2 8,0 Radiation; Radioactive pollution 1 4,0 Jumlah 25 100 Sumber : Diolah dari data penelitian Tabel 11.Subjek OJS terbitan LAPAN Subjek Jumlah Persentase (%) Aerospace engineering 1 20,00 Space sciences 2 40,00 Remote sensing; Image processing; Earth sciences 2 40,00 Jumlah 5 100 Sumber : Diolah dari data penelitian

Conclusion

Berdasarkan hasil dan pembahasan disimpulkan bahwa seluruh lembaga riset di bawah Badan Riset dan Inovasi Nasional menerbitkan OJS, dan paling awal terbit adalahOJSdari LIPI,OJSdengan frekeunsi terbit terbanyak adalah 2 kali setahun. OJS dengan akreditasi terbanyak adalah SINTA 2, namun masih ada yang belumterakreditasi. Sebanyak 26 judulOJS hanya menggunakan mitra bestari yang berasal dari dalam negeri saja. OJS LIPI paling banyak menggunakanmitra bestari dari luar negeri.OJS LIPI berkonsentrasi kepada subjek (Social sciences; Humanities; Culture, kemudian BPPT konsentrasi subjeknya adalah Environmental Sciences; Environmental Technologies. Konsentrasi subjek OJS BATAN adalah pada Nuclear engineering dan LAPAN berkonsentrasi pada Space sciences, dan Remote sensing; Image processing; Earth sciences.