Kembali
16
1
2021 Jurnal Pari Vol 7 · 2 ISSN 2549-0133

E-LIBRARY ERA INDUSTRI DIGITAL 4.0

Kementerian Kelautan dan Perikanan

Abstrak

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah iklim dunia sebagaimana transformasi generasi pertama melahirkan sejarah ketika tenaga manusia dan hewan digantikan oleh kemunculan mesin. Revolusi industri 4.0 merupakan kemajuan teknologi yang mengintegrasikan dunia fisik, digital, dan biologis, sehingga dapat merubah dalam semua lini kehidupan. Big data membawa pengaruh besar dalam dunia perpustakaan dalam aspek layanan

Abstract

The development of science and technology has changed the world’s climate as the transformation of the first generation gave birth to history when human and animal power was replaced by the appearance of machines. The industrial revolution 4.0 is a technological advance that integrates the physical, digital and biological world, so that it can change in all lines of life. Big data brings a big influence in the library world in service aspects.
Keywords: library · technology · digital · information · industry 4.0

Introduction

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telahmengubah iklimdunia sebagaimana transformasi generasi pertama melahirkan sejarah ketika tenaga manusia dan hewan digantikan oleh kemunculan mesin. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, transformasi merupakan perubahan rupa, baik dari segi bentuk, sifat, fungsi, dan sebagainya. Jadi, transformasi digital merupakan perubahan dalam bidang teknologi digital. Dalam proses revolusi, pasti ada suatu hal yang berubah sesuai dengan inovasi dan kebutuhan hidupmanusia. Revolusi yang ke dua terjadi akhir pada abad ke-19 dimana listrik menjadi motor utama dalam penggerak mesin. Revolusi ke tiga komputer digunakan dalam proses perubahan bahan baku yang cukup pesat dengan pengunaan komputer dalam semua teknologi dan industri. Istilah industri 4.0 lahir dari ide revolusi industri ke empat European Parlianmentary Research Service dalam Davies (2015). Revolusi industri 4.0 merupakan kemajuan teknologi yangmengintegrasikan dunia fisik, digital, dan biologis, sehingga dapat merubah dalam kehidupan manusia. Istilah industri 4.0 muncul dari Jerman pada saat diadakanHannover Fair pada tahun 2011 (Kagerman, dkk, 2011).Negara Jermanmemiliki kepentingan sangat besar dari kebijakan rencana pembangunan yang disebutHigh-Tech Strategy 2020. Kebijakan tersebutmembuat Jerman selau terdepan dalam halmanufaktur (Heng. 2013). Negara-negara berkembang lainnya akan mewujudkan konsep tersebut termasuk Indonesia diperkirakan sebagai Negara dengan potensi tinggi. Meskipun dibawah Singapura, di tingkatAsia Tenggara posisi Indonesia mulai diperhitungkan. Industri 4.0 diprediksikan memiliki potensi danmanfaat yang besar baik secara perbaikan produksitivas, mendorong pertumbuhan pendapatan, peningkatan kebutuhan tenaga terampil dan peningktan investasi (Rüßmann dkk (2015). Memasuki evolusi perubahan informasi era digital, perpustakaan dan pemustaka mengalami perkembangan untuk bersinergi dengan perubahan, semula lebih fokus kepada penyedia informasi dan pelestarian bahan pustaka yang berperan dibidang ilmu pengetahuan dan pendidikan. Kini sudah pada tahap perkembangan pemustaka dan perkembangan teknologi informasi, sehingga penguna perpustakaan tidak mengalami ketinggalan informasi. Dinamika di era keterbukaan informasi menunjukkan bahwa perpustakaan dapatmenjadi suatu virtual office yang mejadi working space tempat munculnya inovasiinovasi baru dan perkembangan kreatifitas. TINJAUAN PUSTAKA Perpustakaan Institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara professional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka Perpustakaan Digital Perpustakaan digital atau electronic library adalah sebuah lingkungan materi multimedia dalam bentuk digital yang tertata, ditujukan untuk keuntungan populasi pengguna yang terstruktur, untuk memfasilitasi akses pada isi (content) dan dilengkapi dengan fasilitas untukmelakukan navigasi ke jaringan global (Collier 1997). Informasi Informasi adalah pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan yang terdiri dari order sekuens dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan. Informasi dapat direkam atau ditransmisikan. Hal ini dapat dicatat sebagai tanda-tanda, atau sebagai sinyal berdasarkan gelombang. Industri 4.0 Definisi mengenai Industri 4.0 beragam karena masih dalam tahap penelitian dan pengembangan. Kanselir Jerman,AngelaMerkel (2014) berpendapat bahwa Industri 4.0 adalah transformasi komprehensif dari keseluruhan aspek produksi di industry melalui penggabungan teknologi digital dan internet dengan industri konvensional. Schlechtendahl dkk (2015) menekankan definisi kepada unsur kecepatan dari ketersediaan informasi, yaitu sebuah lingkungan industri di mana seluruh entitasnya selalu terhubung danmampu berbagi informasi satu dengan yang lain. Digital Digital berasal dari kata Digitus, dalam bahasa yunani berarti jari jemari.Apabila kita hitung jari jemari orang dewasa, maka berjumlah sepuluh (10). Nilai sepuluh tersebut terdiri dari 2 radix, yaitu 1 dan 0, oleh karena ituDigitalmerupakan penggambaran dari suatu keadaan bilangan yang terdiri dari angka 0 dan 1 atau off dan on (bilangan biner). Semua sistem komputermenggunakan sistem digital sebagai basis datanya. Dapat disebut juga dengan istilah Bit (BinaryDigit). Peralatan canggih, seperti komputer, pada prosesornyamemiliki serangkaian perhitungan biner yang rumit. Dalam gambaran yang mudah-mudah saja, proses biner seperti saklar lampu, yangmemiliki 2 keadaan, yaitu Off (0) dan On (1). Era Digital Era digital adalah masa dimana semua manusia dapat saling berkomunikasi sedemikian dekat walaupun salng berjauhan. Kita dapat dengan cepat mengetahui informasi tertentu bahkan real time. Menurut Wikipedia, era digital bisa juga disebut dengan globalisasi. Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspekaspek kebudayaan lainnya yang banyak disebabkan oleh kemajuan infrastruktur telekomunikasi, transportasi dan internet. Teknologi 1) Ilmu yangmenyelidiki cara-cara kerja di dalam tehnik 2) Ilmu pengetahuan yang digunakan dalam pabrik-pabrik dan industri-industri

Method

Metode yang digunakan melalui studi pustaka baik buku-buku maupun media cetak lainnya.

Result & Discussion

Pada era globalisasi arus perkembangan industri teknologi tidak dapat dibendung dan terintegrasi antara dunia internet atau online, dunia kini sudahmemasuki revolusi industri 4.0. Pola yang digunakan lebih kepada digital economy, artificial interlligence, big data, robotic dan lain sebagainya atau dikenal dengan fenomena distruptive innovation. Big Data menunjang fasilitas akan penyampaian akan sebuah informasi yang tidak tertumpuk dalam tumpukan kotak informasi dalamkumpulan data dapat akan mengalami penumpukan sehingga dibutuhkannya sebuah tempat penyimpanan yang besar, BigData pada saat era 4.0 ini dibutuhkan dalam informasi besar sehingga dapat diolah oleh para penguna informasi baik para pemustaka, yang memiliki karakteristik volume, varietas, velocity (kecepatan). Volume menghasilkan data yang sangat besar yang tidak dapat ditampung oleh komputer konvensional pada tahun 2012 data yang dihasilkan 2,3 Triluin Gigabytes pada tahun 2020 diperkirakan 43 Triliun Gigabytes. Varietas merupakan data bagian dari Big Data, dimana data-data yang dihasilkan terdiri dari berbagai jenis dan variasi seperti text, foto, video dan sebagianya. Internet of things sangat diperlukan dalam perkembangan Big Data untuk benda-benda sekitar kita dapat berkomunikasi antara satu sama lain melalui sebuah jaringan seperti internet mulai dari handphone, televisi dan jam tanggan. Benda tersebut menghasilkan data untuk penyampaian akan sebuah informasi kepada pengguna sehingga dibutuhkan data yang besar dalam penyimpanan dan menganalisa dengan cepat dan tepat akan sebuah informasi sehingga velocity merupakan karakter penting di Big Data. Tentunya perlunya High Performance Computing (HPC) sehingga dapat menangulanggi beban komutansi yang tidak terhitung beratnya dalam waktu yangmasih bisa diterima, dalamHCP terdapat sistem dari banyak CPUyang terkoneksi dan berkerja secara parallel. Menaggapi hal tersebut, para pustakawan dituntut untuk merubah, termasuk dalam mengasilkan percepatan akses data dan informasi.Revolusi industri berjalan secara berkesinambungan denganmiliaran manusia terhubung dengan mobile device, dengan kemampuan dan kekuatan untuk mengakses dan menyimpanmelalui internet. Pengelolaan perpustakaan harus siap merubah pemikiranawal sebagaipusatinformasikonvensionalsaat iniharusmenjadipusataktivitasdengankemajuanteknologi informasidankomunikasipustakawandanperpustakaan sudah harus lebih cepat berkembang. Sehingga tidak tersingkir oleh kemajuan teknologi, sehingga para pustakawan harus dibantu dalam penguasaan alat dan kemampuan analisis data yang kuat dalammenjalankan perubahandengansebuahinovasi. Pustakawan harus dapat menyesuaikan bidang teknologi dan hubungan dengan pengguna, sehingga sangat menggoda para pengguna perpustakaan. Perkembangan teknologi informasi ini harus juga dapat didukung oleh perpustakaannya dalam mengimlementasikan teknologi informasi dengan layanan digital, sehingga dapat memudahkan para pengguna dalam mengakses. Dukungan tersebut dapat dilihat dengan kebutuhan penerapan teknologi informasi yang akan ditampilkan kepada penguna perpustakan sehingga lintas penguna mengalami kenyaman yang dibutuhkan.

Conclusion

Big data merupakan kemampuan untuk pengelolaan data dalamjumlah besar yang dibutuhkan kecepatan dalam mengakses dan menganalisa secara cepat. Perubahan besar terjadi pada perpustakaan dengan adanya Big data merupakan sebuah fenomena akan sebuah kemajuan teknologi dari aspek pengolahan, penyimpanan, pelayanan dan analisis data.