Kembali
16
1
2019 Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan Vol 7 · 2 ISSN 2549-1334

PERKEMBANGAN ISSN TERBITAN BERKALA DI INDONESIA

Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran

Abstrak

Terbitan berkala merupakan media yang digunakan untuk menyalurkan ide, gagasan ataupun hasil penelitian yang kemudian diberi identitas unik menggunakan ISSN, nomor yang terdiri dari delapan digit angka yang diterbitkan oleh Pusat Nasional ISSN Indonesia dalam hal ini adalah PDDI-LIPI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan ISSN terbitan berkala di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif dan studi literatur. Sumber data diperoleh dari Portal ISSN internasional dan dokumen pustaka yang kemudian diolah dan dianalisis. Secara umum kesimpulan dari penelitian ini yaitu ISSN terbitan berkala di Indonesia menunjukkan angka pertumbuhan pada tiap tahunnya dan menduduki posisi ke-10 dari 90 Pusat ISSN di dunia. Salah satu faktor perkembangan ISSN terbitan berkala di Indonesia yaitu adanya perhatian dari pemerintah terhadap karya publikasi dengan menerbitkan peraturan-peraturan yang relevan dan mendukung serta mengembangkan sistem guna meningkatkan kuantitas dan kualitas terbitan berkala di Indonesia. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi wawasan pengetahuan bagi pembaca dan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi bagi Pusat Nasional ISSN di Indonesia.
Keywords: Terbitan berkala · ISSN · jurnal ilmiah

Introduction

Terbitan berkala sebagai media penyampaian pesan dari penulis ke pembaca secara umum terbagi menjadi dua media yaitu media cetak dan media elektronik. Seiring perkembangan teknologi komunikasi dan informasi, media-media elektronik dan digital bermunculan yang diharapkan mampu mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat, dan masyarakat diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Salah satu yang terkena dampak pesatnya kemajuan teknologi adalah sektor pengelolaan terbitan berkala. Sekarang ini, terbitan berkala perlahan berganti media dari yang awalnya cetak berubah ke arah digital atau elektronik. Perangkat teknologi didesain untuk mampu membuat, mengolah, menyimpan, mendistribusikan dan mengakses terbitan yang dipublikasikan dalam bentuk elektronik, sehingga pengelola terbitan berkala harus mampu untuk mengoperasikan teknologi yang ada. Teknologi bisa mempermudah proses pengelolaan terbitan berkala atau sebaliknya bisa mempersulit pekerjaan. Peran terbitan berkala seperti jurnal ilmiah dan majalah menurut (Sujana, 2009), yaitu memberikan ruang untuk menampung ide, gagasan, dan pengalaman seseorang yang dituangkan dalam bentuk karangan ataupun ulasan yang dimuat dalam lembaran-lembaran terbitan ini. Selain itu, terbitan berkala berperan sebagai media untuk menyampaikan gagasan dan penemuan baru dalam bidang tertentu yang kemudian menyebar kepada para peneliti lain. Informasi yang diperoleh dari sumber terbitan kemudian dikembangkan untuk diteliti lebih lanjut dan dituliskan kembali dalam sebuah terbitan berkala (majalah atau jurnal ilmiah) dan disebarluaskan untuk peneliti lainnya, begitu seterusnya. Empat fungsi terbitan berkala (jurnal) menurut (Ware & Mabe, 2009) adalah 1) Pendaftaran, menetapkan prioritas penulis dan kepemilikan sebuah ide; 2) Penyebaran, sebagai jembatan komunikasi atas temuan kepada publik yang dituju; 3) Sertifikasi, untuk memastikan pengawasan mutu dan kualitas melalui proses penelaahan dan penulis yang memberi penghargaan; 4) Arsip, jurnal yang telah diperbaiki dapat dimanfaatkan untuk referensi dan kutipan di masa mendatang. Salah satu kebijakan pemerintah tentang terbitan berkala, khususnya jurnal ilmiah adalah terbitnya Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi tentang Akreditasi Jurnal Nasional (Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, 2018), hal ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah kuantitas jurnal ilmiah serta meningkatkan kualitas mutu publikasi yang terbit di Indonesia. Kebijakan ini secara tidak langsung berdampak pada pertumbuhan terbitan berkala khususnya jurnal ilmiah di Indonesia dikarenakan perguruan tinggi maupun lembaga penelitian dan pengembangan ataupun penerbit harus menerapkan peraturan tersebut. Perguruan tinggi mempunyai banyak fakultas dan program studi, apabila masing-masing fakultas dan program studi diwajibkan membuat jurnal ilmiah maka akan sangat banyak jurnal ilmiah yang ada di Indonesia. Lukman selaku Kasubdit Fasilitasi Jurnal Ilmiah, Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual Kemristekdikti dalam acara Program Pendampingan & Percepatan Akreditasi Jurnal Ilmiah Elektronik & Penyamaan Persepsi Asesor yang dilaksanakan hari Selasa-Rabu tanggal 21-22 Mei 2019 di Hotel Harper Yogyakarta mengatakan bahwa target pemerintah di tahun 2019 ada 8.000 jurnal ilmiah terakreditasi, yang sekarang kurang dari 3.000 jurnal ilmiah terakreditasi, hal ini menjadikan pemerintah harus melaksanakan program-program pembinaan baik dari sisi kuantitas maupun kualitas agar tujuan yang ditetapkan dapat tercapai baik untuk terbitan yang masih bermedia cetak maupun yang sudah elektronik (Raditia, 2019). Selain itu, munculnya kebijakan mengenai publikasi dalam bentuk elektronik menjadikan pertumbuhan terbitan berkala elektronik semakin pesat terutama pada jurnal ilmiah elektronik dan prosiding elektronik. Keuntungan penggunaan sistem elektronik berupa jurnal ilmiah elektronik maupun prosiding elektronik yaitu 1) Bagi penerbit jurnal atau prosiding, keuntungan yang diperoleh antara lain: proses penerbitan cepat; biaya penerbitan dan pengelolaan murah; proses pendistribusian cepat dan murah. 2) Bagi penulis jurnal atau prosiding, keuntungan yang diperoleh antara lain: keputusan penerimaan artikel lebih cepat; diseminasi cepat; lebih banyak orang yang membaca tulisan (Lukman, Marlina, Keumalasari, Akbar, & Riyanto, 2012). Data jumlah terbitan berkala di Indonesia tersimpan di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) lebih tepatnya ada di Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah (PDDI) yang berperan sebagai wakil dalam pengelolaan ISSN untuk terbitan berkala di Indonesia. PDDI LIPI yang sebelumnya bernama PDII LIPI merupakan Pusat Nasional ISSN untuk Indonesia yang berkewajiban memberikan layanan registrasi ISSN terbitan berkala di Indonesia. Layanan ISSN diberikan kepada masyarakat khususnya para pengelola terbitan baik untuk terbitan ilmiah maupun non ilmiah dalam bentuk cetak atau elektronik. Suatu terbitan berkala bisa memperoleh ISSN apabila syarat pengajuan telah terpenuhi. Dokumen persyaratan antara lain: surat permohonan dari penerbit, halaman cover, halaman daftar isi, halaman susunan dewan redaksi dan bukti transfer pembayaran. Khusus untuk terbitan berbentuk elektronik ditambah dengan website terbitan yang telah berisi minimal 5 artikel yang dipublikasikan (R. D. Aulianto, Yusup, & Setianti, 2019). Beberapa data jumlah terbitan berkala tersedia juga pada pengindeks dan portal nasional sebagai berikut: Indonesia One Search (IOS) yang dikelola oleh Perpustakaan Nasional RI menampilkan data 577.517 jurnal elektronik, 138.499 jurnal cetak, 28.658 prosiding, 5.236 koran, dan 1.767 koran elektronik. Khusus data terbitan berupa jurnal ilmiah, data laman Garuda (Garba Rujukan Digital) yang dikelola oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi tercatat sudah 7.760 jurnal ilmiah yang terindeks, dan data pada laman ISJD (Indonesian Scientific Journal Database) yang dikelola oleh Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah-LIPI terdapat sekitar 8.000 jurnal ilmiah yang terindeks. Kebijakan pemerintah dan pengindeks nasional secara tidak langsung berdampak pada pertumbuhan terbitan berkala di Indonesia karena setiap penerbit terbitan berkala khususnya jurnal ilmiah menginginkan pencapaian predikat akreditasi nasional dan masuk dalam pengindeks-pengindeks nasional.

Method

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif dan studi literatur. Menurut (Nazir, 1988), metode deskriptif merupakan suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran, atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antarfenomena yang diselidiki. (Sarwono, 2006), menjelaskan bahwa studi literatur adalah mempelajari berbagai buku referensi serta hasil penelitian terdahulu yang sejenis yang berguna untuk mendapatkan landasan teori mengenai masalah yang sedang diteliti. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran data-data ISSN terbitan berkala pada Portal ISSN Internasional serta informasi dari dokumen pustaka seperti ISO 3297:2007, SNI 3297:2010, Manual ISSN dan SNI 19-1950-1990. Sedangkan untuk validitas data dilakukan melalui teriangulasi yaitu teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data tersebut untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data tersebut (Prastowo, 2011). Proses diawali dengan mengumpulkan data, pemilihan data, menyederhanakan, mengabstrasikan, menyajikan dan penarikan kesimpulan.

Result

Data ISSN Terbitan Berkala Database terbitan berkala ber-ISSN di Indonesia dapat dilihat pada laman http://issn.pdii.lipi.go.id/ dan laman http://www.issn.org/. Kedua laman tersebut merupakan situs resmi yang digunakan untuk mengetahui data terbitan berkala di Indonesia. Terbitan berkala yang telah mendapatkan ISSN kemudian dilaporkan ke ISSN Internasional melalui Pusat Nasional ISSN Indonesia sebagai bukti penerbitan ISSN atas judul terbitan berkala. Secara umum status ISSN terbitan berkala di Indonesia terbagi menjadi dua yaitu free dan register. Status free secara otomatis akan diberikan untuk ISSN belum digunakan dan dialokasikan untuk Pusat Nasional ISSN negara tertentu, misalnya Indonesia. ISSN Internasional akan memberikan kuota misalnya 2000-3000 ISSN dengan status free yang artinya belum ada data penggunaan ISSN untuk terbitan berkala. Status free artinya data ISSN terbitan berkala belum masuk pada portal ISSN internasional atau baru tercacat pada Pusat Nasional ISSN Indonesia. Status register artinya data ISSN terbitan berkala telah dilaporkan dan masuk ke portal ISSN internasional. PDDI LIPI secara berkala melakukan pelaporan atas penerbitan ISSN di Indonesia sehingga seluruh terbitan berkala berstatus register dan tercatat baik pada database nasional maupun internasional. Pelaporan-pelaporan penggunaan ISSN terbitan berkala dari Indonesia serta seluruh anggota jaringan ISSN kemudian diakumulasi sehingga diketahui jumlah entri data baru dan total data penggunaan ISSN yang telah diterbitkan dari masing-masing negara. Total ISSN terbitan berkala dengan status register sampai dengan bulan januari 2019 yang berasal dari seluruh dunia dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Total ISSN Status Register per Januari 2019 Tahun Entri Baru Jumlah 2010 65.534 1.555.307 2011 68.259 1.623.566 2012 64.709 1.688.275 2013 61.696 1.749.971 2014 61.139 1.811.110 2015 73.880 1.884.990 2016 58.582 1.943.572 2017 61.518 2.005.090 2018 58.300 2.063.390 Sumber: Data hasil penelitian 2019 Jumlah ISSN terbitan berkala dengan status register berdasarkan tabel 1 sampai dengan Januari 2019 total 2.063.390 yang merupakan keseluruhan jumlah ISSN terbitan berkala di dunia. Rata-rata pertambahan ISSN baru sejak tahun 2010 sampai 2018 sekitar 63.735 per tahun dari 90 Pusat Nasional ISSN termasuk Indonesia. Terlihat data ISSN entri baru tiap tahunnya tidak stabil yang artinya bisa terjadi kenaikan dan penurunan. Angka kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2015 dengan entri data baru sebanyak 73.880, terjadi peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya 61.139 sejumlah 12.741 ISSN terbitan berkala. Jumlah entri baru ISSN terbitan berkala bisa naik dan turun tergantung dari data Pusat Nasional ISSN masing_x0002_masing negara. Rincian jumlah ISSN terbitan berkala berdasarkan Pusat ISSN masing-masing negara dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2. Jumlah Terbitan Berkala Ber-ISSN dari Pusat ISSN Seluruh Negara No National Center Total No National Center Total No National Center Total No National Center Total 1 France 348.737 24 Argentina 18.207 47 Ireland 5.069 70 Saudi-Arabia 858 2 United States of America 254.832 25 New Zealand 17.894 48 Estonia 4.676 71 Ghana 816 3 Canada 146.872 26 United Kingdom 17.257 49 Morocco 3.972 72 Armenia 703 4 Germany 95.432 27 Czechia 16.473 50 Egypt 3.792 73 Senegal 683 5 Spain 61.436 28 Colombia 16.387 51 Uruguay 3.440 74 Luxembourg 679 6 Italy 58.726 29 China 15.996 52 Sri Lanka 3.410 75 Panama* 582 7 Australia 58.126 30 Nigeria 12.684 53 Chile 3.396 76 Burkina Faso 518 8 Netherlands 51.745 31 Croatia 12.260 54 Bosnia and 3.369 77 Kyrgyzstan 388 Herzegovina 3 0005-6138 1951 Basis 4 0005-9129 1955 Berita Bibliografi (Indonesian book news) 5 0005-9137 1967 Berita LIPI Sumber: Portal Virtua ISSN Internasional, 2019 Angka ISSN merupakan nomor unik yang diberikan oleh ISSN Internasional dalam bentuk daftar ISSN, dan bukan berupa nomor urut sehingga ISSN resmi dapat dipastikan validasinya. ISSN diberikan dari yang terkecil angka berlanjut ke angka yang lebih besar. Di Indonesia, ISSN pertama yang tercatat dalam database ISSN internasional adalah 0002-0621 yang artinya ini adalah angka ISSN terkecil yang ada di Indonesa. ISSN ini diberikan untuk terbitan berkala berjudul “Afro Asian Journalist”, dengan tahun terbit pertama pada tahun 1965. Tabel 3 menunjukkan informasi mengenai 5 terbitan berkala yang pertama kali mendapatkan ISSN di Indonesia. Pendaftaran ISSN untuk terbitan media cetak dapat diberikan untuk terbitan yang pertama kali diterbitkan, atau untuk terbitan berkala yang sudah pernah terbit sebelumnya, sehingga bisa jadi suatu terbitan telah terbit sejak lama namun baru mendaftarkan ISSN, seperti terlihat pada tabel 4. Tabel 4. Tahun terbit paling tua di Indonesia No ISSN Tahun Terbit Nama Terbitan 1 0215-1375 1778 Verhandelingen van het Bataviaasch genootschap der Kunsten en Wetenschappen 2 1410-2056 1828 Tijdschrift voor Neerland's Indi 3 0853-8417 1844 Archief voor Neerland's-Indie 4 1410-2064 1848 Tijdschrift voor Nederlandsch Indie (Batavia) 5 0369-335X 1850 Natuurwetenschappelijk Tijdschrift voor Nederlandsch Indie Sumber: Portal Virtua ISSN Internasional, 2019 Tabel 4 menampilkan data mengenai 5 terbitan berkala dengan tahun terbit tertua yang ada di Indonesia, namun tidak mempunyai nomor ISSN terkecil, sehingga dapat disimpulkan bahwa terbitan-terbitan ini mendaftarkan ISSN setelah terbit beberapa tahun lamanya. Penggunaan Bahasa pada Terbitan Berkala Ber-ISSN Berdasarkan ISO 3297:2007 tentang ISSN, disebutkan bahwa terdapat elemen metadata yang wajib ada pada sebuah terbitan berkala ber-ISSN yaitu: judul, negara, media terbitan, bahasa, nama penerbit dan alamat, status terbitan dan frekuensi terbitan (D. R. Aulianto et al., 2015). Bahasa menjadi unsur pokok dalam metadata suatu terbitan ber-ISSN. Identitas suatu terbitan berkala biasanya bisa terlihat dari bahasa yang digunakan, misalnya Bahasa Indonesia berarti terbitan berkala diterbitkan oleh negara Indonesia. Penggunaan bahasa pada terbitan berkala disesuaikan dengan kebutuhan penerbitnya, apakah akan menggunakan bahasa nasional atau bahasa asing yang kemudian berpengaruh terhadap para calon penulis. Satu terbitan berkala bisa terdiri dari satu bahasa, dua bahasa ataupun multi bahasa yang kemudian diregister secara resmi melalui pendaftaran ISSN di masing-masing Pusat ISSN. Terbitan berkala di luar negeri umumnya menggunakan bahasa yang ada pada perserikatan bangsa-bangsa (PBB) yaitu Arab, Tionghoa, Inggris, Prancis, Rusia, dan Spanyol. Terbitan berkala di Indonesia umumnya menggunakan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, atau Bahasa Arab serta multibahasa antara Indonesia, Inggris dan Arab. Data pada Portal ISSN Internasional setidaknya terdapat 43 bahasa yang terekam mendaftarkan ISSN untuk terbitan berkala dari seluruh negara di dunia. Adapun bahasa yang tercatat adalah English, French, Multilingual, Spanish, German, Dutch, Italian, Portuguese, Polish 9 Poland 46.479 32 Turkey 10.582 55 Iceland 3.156 78 Dominican Republic 374 10 Indonesia 46.203 33 Philippines 10.054 56 Algeria 2.553 79 Bahrain 284 11 Brazil 46.131 34 Thailand 10.013 57 Latvia 2.499 80 Uzbekistan 282 12 Japan 44.773 35 Greece 9.477 58 Tunisia 1.787 81 Mauritius 272 13 Belgium 35.407 36 Serbia 9.226 59 Georgia 1.705 82 Namibia 260 14 Hungary 35.392 37 Slovenia 8.862 60 Ecuador 1.452 83 Sudan 119 15 Finland 33.670 38 Portugal 8.603 61 Cyprus 1.439 84 Mali 107 16 Denmark 32.036 39 Iran 7.075 62 Costa Rica 1.402 85 Jamaica 101 17 Romania 27.123 40 Bulgaria 7.010 63 Yugoslav Republic of) 1.386 86 Gambia 101 18 Sweden 26.966 41 Slovakia 6.767 64 Macedonia (The former 1.386 87 Lesotho 50 19 Russian Federation 25.402 42 Malaysia 6.459 65 Tanzania 1.226 88 Benin 48 20 Norway 22.498 43 Mexico 5.671 66 Vietnam 1.085 89 Niger 28 21 India 22.317 44 Venezuela 5.503 67 Nepal 995 90 Seychelles 9 22 Korea (Republic of) 21.201 45 Lithuania 5.431 68 Montenegro 941 23 Switzerland 18.997 46 Singapore 5.346 69 Moldova 867 Sumber: Data hasil penelitian 2019 Informasi berdasarkan tabel 2, Perancis selaku Pusat ISSN Internasional memimpin penerbitan terbitan berkala ber-ISSN dengan jumlah 348.737 terbitan, diikuti Amerika Serikat diperingkat kedua dengan jumlah 254.832 terbitan dan Canada berada di urutan ketiga dengan jumlah 146.872 terbitan. Kemudian secara berurutan diikuti oleh Jerman, Spanyol, Italia, Australia, Belanda, Polandia dan peringkat ke-10 adalah Indonesia dengan jumlah 46.203 terbitan. Indonesia menjadi negara asia satu-satunya yang masuk dalam 10 besar penghasil terbitan berkala ber-ISSN dan berada pada posisi tertinggi di asia melebihi Jepang dan India. Angka jumlah terbitan berkala di Indonesia secara perlahan naik melampaui negara-negara besar seperti Brasil dan Jepang, pada tahun 2015 Indonesia menempati posisi ke-18 dengan jumlah ISSN register sebanyak 27.936 dibawah Jepang yang menempati posisi 12 dengan jumlah 41.467 dan Brasil yang menempati posisi 13 dengan jumlah 40.286 (D. R. Aulianto et al., 2015). Hasil penelusuran data terhadap terbitan berkala yang diterbitkan di Indonesia menggunakan Virtua (sistem yang digunakan untuk melaporkan penggunaan ISSN dari Pusat Nasional ISSN ke ISSN Internasional), dengan penyaringan data berdasarkan kode pusat ISSN, status register dan kemudian diurutkan sesuai kebutuhan yaitu berdasarkan terbitan berkala di Indonesia yang paling tua tahun penerbitan (lihat tabel 3) dan ISSN yang paling awal terdaftar secara resmi dan dilaporkan sebagai bukti penggunaan ISSN ke ISSN Internasional (lihat tabel 4). Tabel 3. ISSN terbitan berkala terawal di Indonesia No ISSN Tahun Terbit Nama Terbitan 1 0002-0621 1965 Afro Asian Journalist 2 0002-3892 1962 Akuntansi & Administrasi Indonesian, Russian, Hungarian, Japanese, Danish, Finnish, Swedish, Chinese, Romanian, Norwegian, Korean, Czech, Croatian, Greek, Serbian, Thai, Slovenian, Arabic, Bulgarian, Slovak, Turkish, Lithuanian, Catalan, Persian, Estonian, Icelandic, Malay, Hebrew, Ukrainian, Latvian, Bosnian, Sinhalese, Norwegian, Bokmål. Total pendaftaran ISSN terbitan berkala jika dikelompokkan berdasarkan bahasa, maka Bahasa Indonesia masuk dalam 10 besar bahasa yang sering digunakan dalam pendaftaran terbitan (lihat grafik 1). Grafik 1. Angka Terbitan Berkala Berdasarkan Bahasa Sumber: Data hasil penelitian, 2019 Bahasa Indonesia dengan jumlah terbitan berkala 40.049 berada pada urutan kesembilan dari 43 bahasa yang tercatat dalam database ISSN Internasional. Angka terbitan berkala yang terdaftar di Indonesia sangat mempengaruhi jumlah terbitan berkala ber-ISSN berbahasa Indonesia. Seiring perkembangan pengelolaan terbitan berkala yang mengacu pada internasional, tidak sedikit pula terbitan berkala Indonesia yang berbahasa asing terutama Bahasa Inggris. Pertumbuhan Terbitan Berkala Ber-ISSN di Indonesia Seluruh pendaftar ISSN di Indonesia kemudian dilaporkan secara berkala ke ISSN Internasional sebagai bukti penggunaan ISSN dan untuk memudahkan dalam permohonan kuota ISSN baru untuk Indonesia. Jumlah terbitan selalu bertambah secara keseluruhan, sampai dengan tahun 2010 terbitan berkala ber-ISSN di Indonesia teregister sebanyak 16.418, kemudian bertambah sejumlah 1.729 pada 2011 sehingga total menjadi 18.147, di tahun 2012 bertambah sebanyak 2.940 menjadi 21.087, bertambah 2.586 di tahun 2013 menjadi 23.673, di tahun 2014 terbitan berkala yang teregister sejumlah 2.104 sehingga total menjadi 25.777, kemudian di tahun 2015 bertambah sebanyak 3.790 menjadi total 29.567, di tahun 2016 terbitan berkala teregister sebanyak 5.120 menjadi total 34.687, di tahun 2017 terbitan berkala teregister sebanyak 5.341 menjadi total 40.028, di tahun 2018 terbitan berkala teregister sebanyak 6.175 sehingga total menjadi 46.203. Jumlah entri data baru ISSN terbitan berkala dari tahun 2011 sampai 2014 tidak stabil karena terjadi kenaikan dan penurunan jumlah, namun sejak tahun 2014 atau dalam kurun waktu 5 tahun terahir sampai 2018 jumlah angka entri data baru ISSN terbitan berkala selalu meningkat secara perlahan, untuk lebih jelas melihat pertumbuhan terbitan berkala di Indonesia bisa lihat grafik 2 Grafik 2. Pertumbuhan Terbitan Berkala Ber-ISSN di Indonesia (Tahun 2011 – 2018) Sumber: Data hasil penelitian 2019 Peningkatan jumlah terbitan berkala yang ber-ISSN di antaranya dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dengan menerbitkan peraturan mengenai kewajiban publikasi ilmiah bagi mahasiswa sarjana, magister dan doktoral, sehingga memerlukan media publikasi yang banyak pula, mengingat jumlah program studi di tiap perguruan tinggi juga tidak sedikit. Selain itu peraturan mengenai Akreditasi Jurnal Ilmiah yang pernah dibuat pada tahun 2014 oleh LIPI dan DIKTI, menjadikan terbitan berkala khususnya jurnal ilmiah berlomba mencapai predikat akreditasi jurnal ilmiah. Pada tahun 2015, LIPI melalui PDII saat itu mengembangkan sistem ISSN online yang lebih efisien dengan penggunaan fitur SK ISSN elektronik, sehingga pengurusan ISSN semakin cepat. Pada tahun 2016 terdapat aturan mengenai Akreditasi Jurnal Ilmiah untuk elektronik sehingga perkembangan jurnal ilmiah elektronik di Indonesia meningkat pesat. Faktor-faktor tersebut menjadikan pertumbuhan ISSN terbitan berkala di Indonesia dari tahun ke tahun semakin bertambah

Conclusion

Terbitan berkala sebagai media menyalurkan informasi kepada masyarakat semakin hari semakin berkembang pesat. Teknologi yang semakin maju menjadikan pengelolaan terbitan berkala semakin mudah dan praktis, sehingga semakin banyak bermunculan terbitan-terbitan baru dalam bentuk elektronik sesuai perkembangan zaman. Data sampai Januari 2019 menunjukkan posisi Indonesia yang semakin tahun semakin naik peringkat menjadi negara dengan jumlah ISSN terbanyak di dunia menduduki peringkat ke-10 dari 90 negara anggota jaringan ISSN. Peringkat Indonesia tersebut menjadikan Bahasa Indonesia menjadi salah satu bahasa yang sering digunakan dalam daftar penggunaan bahasa terbitan berkala. Salah satu faktor meningkatnya jumlah ISSN terbitan berkala di Indonesia karena adanya perhatian dari pemerintah terhadap karya publikasi di Indonesia yaitu dengan menerbitkan peraturan_x0002_peraturan yang relevan dan mendukung serta mengembangkan sistem guna meningkatkan kuantitas dan kualitas terbitan berkala di Indonesia