Kembali
16
1
2020 Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan Vol 8 · 2 ISSN 2549-1334

AUTOBASE@COLLEGEMENFESS, A TWITTER ACCOUNT USED AS INFORMATION RETRIEVAL TOOL

Universitas Pendidikan Indonesia; Universitas Pendidikan Indonesia; Universitas Pendidikan Indonesia

Abstrak

Perkembangan teknologi dan informasi menyebabkan munculnya banyak media yang dapat dijadikan sebagai sumber informasi, termasuk media sosial. Salah satunya adalah media sosial twitter yang mulai memiliki sistem automatic base (autobase) dengan fitur automenfess. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat kemampuan pengguna sistem temu kembali informasi dan penggunaan autobase sebagai sistem temu kembali informasi. Responden penelitian adalah pengguna atau followers dari akun twitter @collegemenfess. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif dan teknik pengumpulan data menggunakan survei online kepada 70 pengikut akun @collegemenfess. Hasil dari penelitian ini adalah tingkat kemampuan pengguna sistem temu kembali informasi pada akun twitter autobase @collegemenfess termasuk ke dalam kategori intermediate user dan penggunaan dari sistem temu kembali informasi pada autobase ini adalah dengan mengirimkan pesan dengan format tertentu yang kemudian pesan tersebut akan menjadi mention confession
Keywords: Sistem temu kembali informasi · Social media

Introduction

Era teknologi informasi yang sudah semakin berkembang berdampak pula kepada munculnya berbagai jenis informasi yang dapat diakses dari berbagai sumber. Informasi tidak hanya dapat diakses secara offline yaitu melalui buku atau koran saja tetapi dapat diakses secara online melalui jejaring sosial. Pengguna dapat dengan mudah mengakses informasi di mana dan kapan saja hanya dengan bantuan jejaring internet dan search engine. Cukup dengan menuliskan query pada kolom pencarian maka dapat muncul hasil recall dan precision dari informasi yang dibutuhkan. Sumber informasi sendiri bisa didapatkan dari berbagai jenis media dan didapatkan dalam berbagai bentuk informasi. Salah satunya, informasi bisa didapatkan dengan adanya interaksi antar pengguna dan sistem informasi. Munculnya interaksi antara pengguna dan sistem informasi ini dapat disebut sebagai perilaku pencarian informasi (Yusup dalam Riani, 2017). Terdapat banyak jenis system informasi, terlebih yang dapat diakses secara daring atau online. Salah satunya adalah media sosial yang dapat diakses dan digunakan oleh berbagai jenis pengguna baik untuk berkomunikasi atau berinformasi. Jenis dari media sosial sendiri beragam, mulai dari Youtube, Facebook, Instagram, Pinterest, Whatsapp, Twitter dan lain sebagainya. Media sosial twitter mulai menjadi sorotan khusunya di Indonesia. berdasarkan data dari statista.com pada tahun 2020, Twitter sendiri sudah memiliki sekitar 330 juta pengguna aktif di dunia mulai dari 3 bulan pertama tahun 2010 sampai dengan 3 bulan pertama tahun 2013 (Clement, 2019). Sedangkan di Indonesia sendiri disebutkan sebagai salah satu negara yang memiliki perkembangan besar dalam jumlah pengguna twitter yang aktif, hal ini dikatakan oleh Dwi Ardiansyah yang bekerja sebagai Country Industry Head Twitter Indonesia (Clinten and Nistanto, 2019). Salah satu fenomena terbaru dari salah satu media sosial yaitu Twitter adalah munculnya akun-akun automatic fanbase atau biasa disebut dengan autobase yang menggunakan fitur automenfess. Munculnya fenomena akun autobase pada media sosial twitter ini sudah marak dengan diawali adanya pengiriman automenfess. Menfess atau mention confess ini biasanya digunakan oleh pengguna twitter untuk melakukan confession secara anonim. Sebelum sistem automenfess ini diberlakukan, awalnya hanya dengan sistem manual yang mempublikasikan direct message dari pengguna kepada akun base yang kemudian berkembang dengan adanya sistem automenfess sehingga direct message dari pengguna dapat dipublikasikan secara otomatis dengan menggunakan sistem automenfess ini. berikut adalah contoh salah satu akun yang menggunakan fitur automenfess : Gambar 1 Akun twitter @collegemenfess yang menggunakan fitur automenfess Pengguna twitter biasanya menggunakan fitur automenfess pada autobase dengan cara mengirim direct message atau DM kepada akun base tersebut dengan menggunakan tagar yang telah ditentukan oleh autobase tersebut. Pada fenomena ini, kegiatan temu kembali informasi bisa ditemukan dengan autobase yang dijadikan sebagai system temu kembali informasi. Temu kembali informasi ini terjadi ketika pengguna twitter mengirimkan menfess kepada DM autobase tersebut kemudian akan muncul pada laman tweet dari autobase tersebut yang menyebabkan dapat terjadi interaksi antara pengirim yang membutuhkan informasi dan pengikut autobase lainnya yang dapat memberikan informasi. Berikut adalah visualisasinya: Gambar 2 Contoh direct message dari pengguna dengan format keyword [CM] Pengguna cukup dengan mengirimkan DM kepada akun autobase dengan menggunakan tagar atau format tertentu dan DM tersebut akan muncul pada laman tweet dari akun tersebut hingga menjadi sebuah mention confession. DM yang dikirim oleh pengguna ini dapat berupa pertanyaan atau pernyataan. Ketika DM berhasil muncul pada timeline akun autobase tersebut, maka akan berkemungkinan untuk adanya balasan atau jawaban dari menfess yang dikirim oleh pengguna lain yang mengikuti autobase tersebut. Bentuk dari menfess itu sendiri dapat berupa seperti gambar di bawah ini: Gambar 3 . Konversi direct message yang menjadi mention fess pada laman tweet Pengikut akun twitter dengan sistem autobase ini tentu tidak sedikit, karena banyak dari pengguna twitter utamanya pengguna twitter di Indonesia yang mengikuti akun tersebut dengan berbagai macam tujuan. Tidak hanya untuk meramaikan timeline twitter, namun untuk menemukan teman, mencari informasi atau bahkan sekadar berdiskusi dengan sesama pengguna twitter. Rasa ingin tahu atau curiosity merupakan salah satu sifat manusia. Baik itu dikarenakan ada faktor internal maupun eksternal. Tumbuhnya rasa ingin tahu ini dapat mendorong manusia untuk mencari tahu. Misalkan, munculnya sebuah topik dapat memicu seorang individu untuk mencari topik tersebut. Dengan adanya fitur automenfess pada akun twitter ini diduga dapat menjadi salah satu alternatif yang digunakan sebagai sebuah system temu kembali informasi atau untuk sekadar mencari informasi selain dengan menggunakan search engine seperti Google, Bing, Yahoo, Google Schoolar dan lain sebagainya. Berdasarkan fenomena tersebut, penulis ingin mengetahui bagaimana tingkat kemampuan pengguna pada sistem temu kembali informasi pada autobase yang ada di twitter. Selain itu, dengan teknik pengumpulan data menggunakan survei kuesioner online penulis juga ingin mengetahui mengenai sistem temu kembali informasi yang ada pada akun twitter autobase ini. Akun autobase yang ada di twitter tentu begitu banyak dengan berbagai target dan tujuan dibuatnya autobase tersebut. Pada penelitian ini, penulis bermaksud untuk mengetahui tingkat kemampuan pengguna sistem temu kembali informasi pada akun autobase @collegemenfess. Spesifiknya subjek penelitian ini adalah pengguna twitter yang mengikuti akun autobase @collegemenfess.

Method

Penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan survei yang dilakukan secara online. Hasil data yang dikumpulkan akan dianalisis lebih lanjut dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Seperti yang dipaparkan oleh Sukardi dalam Nugraha, 2020) bahwa teknik analisis deskriptif ini dilakukan untuk mendeskripsikan kesesuaian antara objek atau pun subjek yang diteliti dengan keadaan riil. Pengumpulan data didapatkan dari penyebaran kuesioner yang disebar secara daring kepada followers dari akun @collagemenfess. Terdapat 70 orang responden yang mengisi survei online ini dan responden terdiri dari berbagai perguruan tinggi dan yang masih menduduki bangku Sekolah Menengah Atas. Dalam penelitian ini juga menggunakan kategori skala likert sebagai analisis untuk penilaian tingkat kemampuan pengguna dalam menggunakan sistem temu kembali informasi autobase. Kriteria penilaian yang digunakan adalah sebagai berikut: Tabel 1 Kriteria Penilaian Kategori Penilaian Skor Sangat Baik 5 Baik 4 Cukup Baik 3 Kurang Baik 2 Tidak Baik 1 Sumber : Morissan dalam Nugraha (2020)

Result

Pada artikel ini, system temu kembali informasi yang digunakan adalah media sosial yaitu Twitter. Salah satu fitur yang mulai banyak digunakan oleh pengguna twitter adalah fitur automenfess yang biasanya digunakan oleh akun dengan jenis autobase. Di Indonesia sendiri, akun dengan system autobase ini biasanya menggunakan bantuan jasa salah satu system menfess manager yaitu biol.be. Adanya kebutuhan informasi yang dimiliki oleh pengguna atau followers dari autobase sehingga membuat pengguna mengirimkan direct message dengan format tertentu untuk bertanya atau mencari informasi yang kemudian direct message tersebut akan dikonversi oleh autosystem menjadi sebuah tweet pada laman autobase tersebut secara anonim yang dapat disebut sebagai menfess. Proses temu kembali informasi yang dimaksudkan adalah adanya kegiatan pencarian kembali pesan atau menfess yang telah dikirimkan oleh pengguna tersebut pada laman timeline autobase yang berkemungkinan sudah ada respon atau jawaban dari pengguna lainnya. Namun, adanya perkembangan system dari automenfess sendiri dapat lebih memudahkan pengguna untuk mencari kembali menfess yang sudah terkirim dengan adanya pesan balasan dari autobase tersebut. Visualisasinya dapat dilihat pada gambar dibawah ini: Gambar 4 Bentuk pesan balasan dari autobase setelah menfess berhasil dikirim Berdasarkan survei online yang dilakukan oleh penulis kepada 70 responden yang merupakan followers dari akun autobase @collegemenfess didapatkan hasil sebagai berikut: Pengguna yang mengikuti akun @collegemenfess berdasarkan hasil survei sebanyak 57,1% dari responden terdiri dari pengguna yang berusia 20-22 Tahun, 35,7% terdiri dari usia 17-19 tahun dan 7,1% lainnya berusia 23-24 Tahun. Dari hasil survei tersebut dapat disebutkan bahwa rata-rata followers dari akun @collegemenfess ini berada dalam usia remaja akhir hingga dewasa. Gambar 5 Alasan pengguna mengikuti akun twitter @collegemenfess Kemudian dari hasil jawaban responden pada survei yang dilakukan, penulis menemukan bahwa mayoritas dari pengguna twitter yang mengikuti akun @collegemenfess ini mengikuti akun @collegemenfess karena mutual atau sesama pengguna sehingga menyebabkan munculnya tweet akun @collegemenfess ini muncul pada timeline pengguna, hal tersebut menarik minat pengguna hingga memutuskan untuk mengikuti akun twitter tersebut. Merujuk kepada gambar hasil diatas dapat dilihat kebanyakan alasan dari pengguna untuk mengikuti akun @collegemenfess adalah untuk mencari informasi (dengan ditunjukan angka 95,7% dari responden) dan untuk menambah wawasan (87,1% dari responden). Berdasarkan dari hasil survei tersebut, munculnya keinginan untuk mencari informasi dan menambah wawasan pada individu ini selaras dengan teori dari Crowford yang di jelaskan oleh Devadson mengenai alasan individu memiliki kebutuhan informasi yaitu adanya faktor motivasi. Dari adanya faktor motivasi dan kebutuhan informasi ini dapat mendorong individu atau pengguna untuk mengikuti akun autobase tersebut. Selain itu dari hasil survei juga menyatakan bahwa sebanyak 91,4% dari responden sendiri merasa bahwa pengguna mendapatkan informasi dari akun autobase @collegemenfess ini sedangkan 8,6% lainnya merasa ragu akan mendapatkan informasi dari akun ini. Akun @collegemenfess ini merupakan akun autobase dengan fitur automenfess dan ketika pengguna ingin mencari sebuah informasi dengan menggunakan sistem temu kembali informasi berupa autobase ini, pengguna dapat menuliskan atau mengimkan pesan melalui direct message dan melihat hasil menfess pada timeline akun autobase ini. Namun, akun @collegemenfess ini pun memiliki aturan atau syarat yang harus dipenuhi oleh followers-nya apabila ingin mengirimkan sebuah menfess, setidaknya pengguna tersebut harus sudah diikuti kembali atau mendapatkan follow back dari akun @collegemenfess dan memiliki followers setidaknya lebih dari 40 followers. Hal ini selaras dengan hasil survei yang dilakukan oleh penulis yang menyebutkan bahwa cara dari responden untuk mendapatkan informasi adalah dengan melihat dari kolom tweet pada akun @collegemenfess kolom tweet ini dapat disebut juga sebagai beranda atau timeline. Gambar 6 Cara followers mendapatkan informasi pada akun @collegemenfess Dengan syarat pengguna yang dapat mengirimkan menfess pada akun @collegemenfess ini, dari 70 orang responden, 50% nya menjawab biasanya mengirimkan menfess setidaknya 1-2 kali sehari dan kebanyakan dari pengguna juga menggunakan fitur automenfess itu untuk bertanya atau meminta suatu informasi, terbukti dengan sebanyak 60% dari responden yang menjawab demikian. Sedangkan yang memberikan informasi kepada pengguna lainnya hanya sebanyak 11,4% dari responden saja. Gambar 7 Intensitas penggunaan automenfess oleh followers Gambar 8 Konten yang dikirim oleh followers saat menggunakan automenfess Melihat jenis tingkatan kemampuan dari pengguna sistem temu kembali informasi berdasarkan hasil survei yang dilakukan penulis, sebanyak 64,3% pengguna rata-rata mengetahui bagaimana sistem kerja dari automenfess pada akun @collemenfess. Pengetahuan mengenai cara kerja ini merupakan pengetahuan dasar karena ketika pengguna mengetahui bagaimana cara kerja atau cara menggunakan automenfess ini maka pengguna atau followers dapat menggunakan autobase ini sebagai sistem temu kembali informasi. Gambar 9 Cara followers mengetahui cara penggunaan fitur automenfess Berdasarkan gambar diatas, dapat dilihat bahwa 37,1% dari responden lebih sering mencari informasi mengenai cara penggunaan fitur automenfess pada akun @collemenfess pada kolom pencarian twitter. Salah satu fitur yang disediakan oleh twitter adalah kolom pencarian yang bisa digunakan oleh pengguna untuk mencari teks, gambar, video atau profile seseorang. Cara penggunaan fitur pencarian ini sama dengan menggunakan search engine pada umumnya, yaitu dengan memasukan kata kunci pencarian dan kemudian sistem akan beroperasi hingga akhirnya muncul precision yang berkaitan dengan kata kunci yang dimasukan. Karena akun @collegemenfess ini adalah akun yang berada dalam ruang lingkup autobase twitter, maka dapat lebih mudah bagi pengguna untuk menggunakan fitur pencarian pada kolom twitter untuk mencari tahu bagaimana cara menggunakan fitur automenfess pada akun @collemenfess. Dari tiga jenis tingkatan pengguna sistem temu kembali informasi, salah satu hal yang membedakan satu tingkatan kemampuan dengan kemampuan lainnya adalah dengan melihat bagaimana tingkat pengetahuan pengguna terhadap sistem temu kembali informasi. Untuk melihat aspek pengetahuan pengguna terhadap sistem temu kembali informasi ini, penulis melakukan survei terhadap responden dengan mengajukan pertanyaan mengenai bagaimana tingkat pengetahuan responden terhadap automenfess dan akun @collemenfess yang dilakukan oleh responden terhadap sistem temu kembali informasi autobase ini. Hasil yang didapatkan oleh penulis dari survei diatas ditemukan bahwa ketika melihat dari kriteria penilaian skala likert, pada sistem temu kembali informasi autobase ini mengenai pengetahuan pengguna terhadap fitur automenfess sebanyak 26% pengguna memiliki pengetahuan sangat baik dengan poin 5, 36% dari responden berada pada tahap baik dengan poin 4 dan 26% dari responden memiliki pengetahuan yang cukup dengan poin 3, untuk hasil dari pengetahuan pengguna terkait fitur automenfess dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 2 Pengetahuan pengguna terhadap automenfess Kategori Penilaian Skor Jumlah Pesentase Sangat Baik 5 18 26% Baik 4 25 36% Cukup Baik 3 18 26% Kurang Baik 2 6 9% Tidak Baik 1 4 4% Selanjutnya adalah aspek pengetahuan pengguna mengenai akun @collemenfess dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 3 Pengetahuan pengguna terhadap akun @collegemenfess Kategori Penilaian Skor Jumlah Pesentase Sangat Baik 5 16 23% Baik 4 37 53% Cukup Baik 3 11 16% Kurang Baik 2 6 9% Tidak Baik 1 0 0% Dalam akun @collemenfess, terdapat peraturan yang berlaku untuk pengguna. Dalam hal ini termasuk ke dalam pengetahuan pengguna terhadap sistem temu kembali informasi. Didapatkan hasil survei sebagai berikut: Tabel 4 Pengetahuan pengguna terhadap rules pada akun @collegemenfess Kategori Penilaian Skor Jumlah Pesentase Sangat Baik 5 17 24% Baik 4 30 43% Cukup Baik 3 13 19% Kurang Baik 2 5 7% Tidak Baik 1 5 7% Penilaian dari kegiatan yang dilakukan oleh pengguna sebagai pengguna dari autobase @collegemenfess baik untuk mengirimkan menfess (untuk mencari informasi) atau membalas tweet (memberikan informasi) dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 5 Pengetahuan pengguna terhadap rules pada akun @collegemenfess Kategori Penilaian Skor Jumlah Pesentase Sangat Baik 5 13 19% Baik 4 17 24% Cukup Baik 3 20 29% Kurang Baik 2 10 14% Tidak Baik 1 10 14% Dari hasil keempat tabel diatas, pengguna dari sistem temu kembali informasi pada autobase khususnya yang merupakan followers dari akun @collegemenfess termasuk ke dalam kategori baik. Pengguna memiliki pengetahuan mengenai fitur automenfess dengan predikat baik sebesar 35%, mengetahui mengenai rules yang diberlakukan pada akun @collegemenfess dengan predikat baik sebesar 43% dan mengetahui perihal akun @collegemenfess itu sendiri dengan persentase sebesar 53% dan predikat baik. Namun untuk interaksi atau kegiatan berinformasi yang dilakukan oleh pengguna sendiri berada pada tingkat cukup baik dengan persentase sebesar 29% dari responden. Berdasarkan hal tersebut pengguna sistem temu kembali informasi pada akun autobase @collegemenfess ini dapat termasuk ke dalam Intermediate User karena pengguna memiliki pengetahuan terkait sistem temu kembali informasi namun masih kurang dalam berkegiatan berinformasi.

Conclusion

Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan oleh penulis dan pembahasan yang telah dipaparkan diatas, kesimpulan dari penelitian ini adalah autobase dapat dijadikan sebagai salah satu sistem temu kembali informasi karena adanya kegiatan pencarian informasi yang dilakukan oleh pengguna yang didorong dengan adanya kebutuhan informasi. Penggunaan dari sistem temu kembali informasi pada autobase ini adalah dengan mengirimkan pesan dengan format tertentu yang kemudian pesan tersebut akan menjadi menfess. Kemudian, tingkat kemampuan pengguna sistem temu kembali informasi pada akun twitter autobase @collegemenfess ini dapat termasuk ke dalam kategori Intermediate User atau pengguna dengan kemampuan sedang dalam menggunakan sistem temu kembali informasi.