Kembali
16
1
2014 Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan Vol 2 · 1 ISSN 2549-1334

PENERAPAN RFID (RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION) DI PERPUSTAKAAN: KELEBIHAN DAN KEKURANGANNYA

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Abstract

Library is a dynamic organization and always change according to thetimes. With the development of informationtechnology, libraries mustchange the way it works to be more advanced, efficient and effective. Oneapplication of the latest technology in libraries is using RFID technology,which has two main functions, namely identification and security oflibrary materials. In addition to having several advantages, RFID alsohas some shortcomings when it will be implemented in the library.Application of RFID in libraries is expected to maximize the performanceand service libraries.
Keywords: RFID · Teknologi Perpustakaan

Introduction

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini berkembang dengan sangat pesat seiring dengan perkembangan zaman. Perkembangan tersebut hadir di segala bidang kegiatan dan berbagai bidang keilmuan. Penerapan berbagai teknologi yang ada memberi kemudahan pada suatu organisasi untuk mengembangkan efisiensi pekerjaan dan meningkatkan kualitas layanan. Perpustakaan, sebagai tempat berbagai sumber informasi, dituntut untuk selalu memberikan yang terbaik bagi pemustakanya, baik dalam memaksimalkan bahan pustaka yang ada maupun layanan-layanan yang disediakan. Untuk itu, pihak perpustakaan selalu mengembangkan ilmunya agar bisa memenuhi tuntutan tersebut, terutama dalam hal perkembangan ilmu teknologi informasi. Teknologi informasi yang sudah berkembang dengan sangat pesat mempengaruhi berbagai bidang kehidupan maupun profesi. Oleh karena itu, organisasi, baik instansi maupun perusahaan, harus mengubah cara kerja mereka dari yang tadinya manual menjadi dibantu dengan teknologi untuk memudahkan pekerjaan. Perpustakaan juga tidak boleh ketinggalan dalam penerapan teknologi dalam teknis kerjanya. Teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video. Teknologi informasi adalah istilah umum yang menjelaskan teknologi apapun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengkomunikasikan, dan menyebarkan informasi. Teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer, tetapi juga mencakup gabungan dari teknologi komputer dan teknologi komunikasi. Perpustakaan erat kaitannya dengan informasi. Sesuai dengan pengertian perpustakaan menurut IFLA (International Federation Library Association), perpustakaan adalah tempat kumpulan materi tercetak dan non-tercetak atau sumber informasi yang disusun secara sistematis untuk digunakan oleh pemustaka. Dengan demikian, dibutuhkan teknologi informasi untuk mendukung informasi tersebut agar mudah ditemukan dan dimanfaatkan oleh pemustaka. Dengan menggunakan teknologi yang canggih, diharapkan hal ini berdampak positif bagi pemustaka agar lebih berminat untuk memanfaatkan berbagai layanan di perpustakaan. Bagi pengelola perpustakaan, penerapan teknologi informasi ini juga membantu dalam kegiatan mengolah, menyimpan, dan menyebarkan informasi yang ada di perpustakaan. Dampak Positif Teknologi Informasi di Perpustakaan Adapun dampak positif dari perkembangan teknologi informasi dalam kegiatan-kegiatan di perpustakaan adalah sebagai berikut (Supriyanto, 2008): Meringankan Beban Pekerjaan Pustakawan Teknologi informasi meringankan beban pekerjaan pustakawan di perpustakaan sehingga pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien. Sebelum adanya teknologi informasi, kegiatan di perpustakaan dilakukan secara manual, yang membutuhkan waktu lama. Dengan otomatisasi, kegiatan pengkatalogan, penelusuran, dan pengambilan keputusan dapat diselesaikan dengan cepat dan mudah. Pertukaran Informasi yang Lebih Mudah Kerjasama dengan perpustakaan lain menjadi lebih mudah dan cepat karena semua informasi dapat diakses melalui jaringan internet dan dilakukan secara virtual tanpa harus bertatap muka. Meningkatkan Citra Perpustakaan Citra perpustakaan yang selama ini diremehkan akan berubah dengan adanya teknologi informasi, yang menunjukkan bahwa perpustakaan mengikuti perkembangan zaman. Promosi Melalui Website Dengan menggunakan website perpustakaan, perpustakaan dapat lebih menjangkau pemustaka yang berada jauh dari lokasi perpustakaan. Kemudahan dalam Pengambilan Keputusan Teknologi informasi memudahkan pengambilan keputusan terkait pendanaan, pengadaan, dan lain-lain, sehingga segala kegiatan di dalam perpustakaan menjadi lebih mudah. Dampak Positif bagi Pemustaka Dampak positif lain dari penerapan teknologi informasi di perpustakaan untuk pemustaka adalah: Mempermudah Temu Kembali Informasi Dengan adanya OPAC (Online Public Access Catalogue), pemustaka tidak perlu mencari secara manual bahan pustaka satu per satu di rak. Cukup mencari nomor panggil dari bahan pustaka tersebut, maka akan diketahui di mana keberadaan koleksi tersebut berada. Hal ini akan mengefisienkan waktu pemustaka dalam mencari bahan pustaka yang dibutuhkan. Pelayanan Mandiri Pemustaka dapat menelusuri dan menggunakan layanan perpustakaan secara mandiri tanpa mengantri seperti pada konsep perpustakaan konvensional. Contoh: apabila sudah diterapkannya penggunaan RFID dalam perpustakaan, pemustaka dapat melakukan pelayanan mandiri (self-service). **Dampak Negatif Teknologi Informasi di Perpustakaan (lanjutan)** 1. **Kurangnya Interaksi** Hubungan antara pustakawan dan pemustaka menjadi kurang harmonis karena ketergantungan mereka terhadap teknologi. Interaksi antar pustakawan dalam melakukan pekerjaan di perpustakaan akan berkurang karena para pustakawan lebih fokus pada penggunaan teknologi informasi tersebut, sehingga mengakibatkan kurang harmonisnya hubungan kerja antar mereka. 2. **Biaya Perbaikan dan Operasional yang Tinggi** Penggunaan teknologi informasi memerlukan biaya yang cukup besar. Untuk itu, perpustakaan harus menyiapkan anggaran yang lebih ketika akan menggunakan teknologi informasi di perpustakaannya. Biaya perbaikan dan pemeliharaan perangkat teknologi juga dapat menjadi beban tambahan bagi anggaran perpustakaan. 3. **Ketergantungan pada Teknologi** Ketergantungan yang tinggi pada teknologi dapat menyebabkan masalah jika terjadi gangguan atau kerusakan pada sistem. Jika sistem teknologi informasi mengalami masalah, maka layanan perpustakaan dapat terganggu, dan pemustaka mungkin tidak dapat mengakses informasi yang mereka butuhkan. 4. **Ancaman terhadap Privasi** Adanya informasi pribadi pemustaka yang terekam pada tag RFID (smart card) dapat menimbulkan masalah privasi. Ketika pemustaka melakukan transaksi peminjaman atau pengembalian bahan pustaka, informasi pribadi mereka dapat diakses oleh pihak yang tidak berwenang jika sistem keamanan tidak memadai. 5. **Keterbatasan dalam Penggunaan** Tidak semua pemustaka memiliki keterampilan yang memadai untuk menggunakan teknologi informasi dengan efektif. Hal ini dapat menyebabkan kesenjangan dalam akses informasi, di mana sebagian pemustaka mungkin merasa kesulitan dalam memanfaatkan layanan yang disediakan oleh teknologi baru. 6. **Risiko Keamanan Data** Penggunaan teknologi informasi juga membawa risiko keamanan data. Data yang disimpan dalam sistem dapat menjadi target serangan siber, yang dapat mengakibatkan kebocoran informasi penting dan merugikan pemustaka serta perpustakaan itu sendiri. Dengan mempertimbangkan dampak positif dan negatif dari penerapan teknologi informasi di perpustakaan, penting bagi pengelola perpustakaan untuk merencanakan dan melaksanakan strategi yang tepat dalam mengintegrasikan teknologi ini. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan manfaat yang diperoleh sambil meminimalkan risiko yang mungkin timbul.

Conclusion

RFID (Radio Frequency Identification) merupakan sebuah teknologi baru nirkabel (wireless) yang unggul dan telah diterapkan di dalam dunia perpustakaan untuk mengembangkan layanan dan kinerja perpustakaan dalam hal identifikasi dan pengamanan. Teknologi ini merupakan kemajuan yang berkelanjutan dari sistem barcode. Meskipun kelebihan RFID adalah identifikasi yang unik dan fleksibilitasnya, teknologi ini masih belum dipahami secara luas dan belum banyak diterapkan di lingkungan perpustakaan. Hal ini terlihat dari beberapa kekurangan yang ditimbulkan dari penerapan RFID di perpustakaan. Biaya yang dikeluarkan cukup tinggi untuk menggunakan teknologi ini, dikarenakan dalam penerapannya, standarisasi, dan inovasinya RFID terus berubah. Penerapan RFID di perpustakaan yang masih relatif baru menyebabkan banyak fitur teknologi yang tidak dipahami oleh masyarakat umum. Perkembangan teknologi RFID terus menghasilkan kapasitas memori yang lebih besar. Diharapkan untuk ke depannya banyak perpustakaan di Indonesia bisa mengaplikasikan RFID dengan maksimal, agar staf perpustakaan semakin optimal dalam melaksanakan pekerjaan dan dalam memberikan pelayanan kepada pemustaka. Selain itu, perpustakaan yang sudah menerapkan RFID akan mempunyai nilai lebih dan akan mewujudkan perpustakaan yang modern sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).