STUDI TENTANG KEGIATAN PENGEMBANGAN KOLEKSI (COLLECTION DEVELOPMENT) PADA PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI DI WILAYAH PRIANGAN TIMUR PROVINSI JAWA BARAT
Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatanpengembangan koleksipada perpustakaanperguruan tinggi di wilayah priangan timurProvinsi Jawa Barat. Lokasi penelitian inidilakukan di UPT. Perpustakaan Siliwangi (UNSIL) Tasikmalaya dan UPT. PerpustakaanUniversitas Galuh (UNIGAL) Ciamis. Fokus penelitian ini meliputi 6 (enam) aspek yakniaspek analisis kebutuhan, pembuatan kebijakan pengembangan koleksi, kegiatan seleksi,kegiatan pengadaan bahan pustaka, kegiatan penyiangan serta kegiatan evaluasi.Metodepenelitian yang digunakan adalah metode deskriptifdengan jenis penelitian studi kasus.Untuk teknikpengumpulan datanya dilakukan melalui wawancara, observasisertastudikepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwaUPT. Perpustakaan UNSILTasikmalaya dan UPT. Perpustakaan UNIGAL Ciamis pada umumnya telah melakukantahapan-tahapan dalam pengembangan seperti analisis kebutuhan, pembuatan kebijakanseleksi, kegiatan seleksi, pengadaan bahan pustaka, serta melakukan evaluasi namunpelaksanaan belum dilakukan secara optimal.Sedangkanuntuk tahapan penyiangan bahanpustakaUPT. Perpustakaan UNSIL Tasikmalaya dan UPT. Perpustakaan UNIGAL Ciamisbelum melaksanakandikarenakan menghadapi berbagai kendala antara masih terbatasnyakoleksi yang dimiliki serta masalah prosedur dan keterbatasan sumber daya manusia (SDM)yang tersedia
Keywords:
Perpustakaan perguruan tinggi
· Pengembangan koleksi
· Koleksi
Introduction
Perguruan tinggi merupakan suatu lembaga ilmiah yang proses kehidupannya adalah proses belajar mengajar, proses peningkatan kecerdasan yang dilandasi oleh akhlak yang tinggi. Sebagai suatu almamater perguruan tinggi adalah satu kesatuan yang bulat antara pengajar, karyawan, administrasi dan perpustakaan yang harus mampu melaksanakan fungsi tridarma perguruan tinggi yaitu: pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Sistem pendidikan di perguruan tinggi berfungsi untuk menghasilkan ilmuan yang memiliki keahlian dalam bidang tertentu, sehingga mampu membangun dirinya secara pribadi seutuhnya, serta mampu mengembangkan keilmuannya untuk turut serta dalam membangun bangsa dan negara. Dukungan perpustakaan perguruan tinggi antara lain berupa penyediaan koleksi yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa (pengguna), titik temu antara koleksi dan kebutuhan ini menjadikan perpustakaan sebagai bagian integral dari kegiatan belajar mahasiswa. Sistem penelitian diarahkan kepada penemuan dan pengembangan teori, hukum atau kaidah, prinsip, informasi inferensi atau kegenerasi baru, atau pengujian kembali dan renovasi penemuan dan pengembangan terdahulu sehingga memberikan manfaat untuk keperluan menggambarkan, menerangkan, memprediksi bahkan mengendalikan gejala-gejala alam, termasuk unsur manusia dengan budaya serta pikirannya. Apabila merujuk pada pasal 106 Peraturan Pemerintah (PP) RI Nomor 30 tahun 1990 tentang pendidikan tinggi menyebutkan bahwa mahasiswa berhak memanfaatkan fasilitas belajar dalam rangka kelancaran proses belajar. Salah satu bentuk fasilitas itu adalah perpustakaan dan koleksi yang tersedia di dalamnya. Hal ini sangat mendukung fungsi tridharma perguruan tinggi yang mengutamakan prestasi belajar atau jasa layanan langsung kepada masyarakat sebagai perwujudan konsepsi tentang kedudukan perguruan tinggi sebagai pusat budaya bangsa yang dapat berfungsi sebagai pemacu lajunya pembangunan bangsa dan negara. Agar koleksi perpustakaan dapat dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya, ada dua hal yang harus dimiliki oleh perpustakaan, pertama bahan pustaka yang sesuai dengan sumber daya yang tersedia sekaligus memenuhi kebutuhan pemakainya. Kedua, pustakawan yang berpengalaman dalam melakukan seleksi bahan pustaka dan mempunyai kemampuan dalam mengantisipasi kebutuhan informasi, minat dan selera pemakainya. Sesuai dengan pernyataan Soejono Trimo bahwa: ”Suatu perpustakaan dapat dikatakan berhasil dalam memberikan pelayanan kepada masyarakatnya. Bila mana masyarakat yang dilayani merasakan puas atas bahan-bahan yang tersedia dan koleksi tersebut benar-benar dipilih oleh pustakawan sesuai dengan kebutuhan, minat dan selera pembacanya.” (Trimo, 1972: 3). Di perguruan tinggi, perpustakaan merupakan unit pelayanan teknis yang berafiliasi dengan perguruan tinggi dengan tujuan utama membantu perguruan tinggi mencapai tujuannya. Dengan demikian, perpustakaan perguruan tinggi bertujuan membantu melaksanakan tridarma perguruan tinggi dengan mahasiswa sebagai sasarannya. Ber bicara tentang perpustakaan perguruan tinggi, di wilayah Priangan Timur Provinsi Jawa Barat terdapat dua perguruan tinggi besar yakni Universitas Siliwangi (UNSIL) dan Universitas Galuh (UNIGAL) Ciamis. Adapun Universitas Siliwangi sebelumnya adalah merupakan perguruan tinggi swasta yang saat ini telah berubah statusnya menjadi perguruan tinggi negeri (PTN). Di Wilayah Provinsi Jawa Barat sebenarnya masih ada beberapa perguruan tinggi swasta lainnya lagi yang sedang diusulkan untuk menjadi perguruan tinggi negeri (PTN) misalnya Uswagati di Cirebon dan Universitas Karawang (UNSIKA). Universitas Galuh Ciamis yang menyelenggarakan pendidikan untuk jenjang D3, S1, Akta IV dan program pascasarjana (S2) mempunyai jumlah mahasiswa sekitar 5.402 orang dengan jumlah dosen tetap dan dosen luar biasa sebanyak 341 orang dengan kualifikasi pendidikannya mulai, sarjana (S1), S2, S3 dan profesor. Sedangkan Universitas Siliwangi yang mempunyai jumlah mahasiswa sebanyak 4.500 orang dengan jumlah dosen tetap sekitar 300 orang, (Sumber: UNIGAL dan UNSIL, 2014). Dalam menunjang proses belajar mengajar yang berlangsung di kedua perguruan tinggi tersebut yakni UNSIL dan UNIGAL, dilengkapi dengan berbagai fasilitas, salah satunya adalah tersedianya perpustakaan. Dalam kegiatannya, perpustakaan tersebut diharapkan dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh sivitas akademika dengan menyediakan koleksi yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan, minat dan selera dari para penggunanya (users). Oleh karena itu berkaitan dengan paparan tersebut di atas, penulis tertarik untuk mengkaji tentang kegiatan pengembangan koleksi (collection development) yang dilakukan UPT. perpustakaan Universitas Siliwangi (UNSIL) dan UPT. Perpustakaan Universitas Galuh (UNIGAL) Ciamis.
Method
Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif. Menurut Moh Nazir, (1999 : 63) metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Adapun tujuan penelitian deskriptif masih menurut Nazir (1999) adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Kemudian mengenai jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kasus atau studi kasus. Mengenai jenis penelitian kasus menurut Moh Nasir (1999) termasuk salah satu penelitian dalam lingkup metode deskriptif. Hal ini juga senada dengan pendapat Yatim Riyanto (1996 : 20) yang mengelompokkan studi kasus sebagai salah satu jenis penelitian dalam lingkup metode deskriptif. Masih tentang studi kasus Robert K Yin (2000 : 1) dalam bukunya, studi kasus: desain dan metode, menyebutkan bahwa studi kasus dapat dibedakan menjadi tiga tipe yaitu studi kasus eksplanatoris, studi kasus eksplorasi, dan studi kasus deskriptif. Pengertian penelitian kasus juga dikemukakan oleh Saifuddin Azwar (1997: 8) yang menyatakan bahwa studi kasus adalah merupakan penyelidikan mendalam (in-depth study) mengenai suatu unit sosial sedemikian rupa sehingga menghasilkan gambaran yang terorganisasikan dengan baik dan lengkap mengenai unit sosial tersebut. Sedangkan tujuan dari penelitian kasus menurut Depdikbud Dirjen DIKTI sebagaimana dikutip Yatim Riyanto (1996) yaitu penelitian bertujuan untuk mempelajari secara intensif mengenai suatu unit sosial tertentu, yang meliputi individu, kelompok, lembaga dan masyarakat. Sedangkan menurut Moh. Nasir (1999 : 66) tujuan studi kasus adalah untuk memberikan gambaran secara mendetail tentang latar belakang, sifat-sifat serta karakter-karakter yang khas dari kasus, ataupun status dari individu yang kemudian dari sifat-sifat khas di atas akan dijadikan suatu hal yang bersifat umum. b. Sumber Data Sumber data dalam penelitian ini meliputi Kepala UPT. Perpustakaan Universitas Siliwangi (UNSIL) dan Kepala UPT. Perpustakaan Universitas Galuh (UNIGAL) Ciamis, staf di bagian pengembangan koleksi serta para pengunjung perpustakaan tersebut. c. Teknik Pengumpulan Data 1) Observasi, berupa pengamatan langsung yang dilakukan di lapangan. Adapun kegiatan observasi yang kami lakukan adalah dengan mengamati proses pengembangan koleksi yang berjalan di kedua UPT. Perpustakaan Universitas Siliwangi (UNSIL) Tasikmalaya dan UPT. Perpustakaan Universitas Galuh (UNIGAL) Ciamis. 2) Wawancara, berupa pengumpulan informasi dan pendapat dari individu/informan sebagai sumber penelitian yang menjadi data primer dalam penelitian yang dilakukan secara intensif dilaksanakan dengan tanya jawab langsung. 3) Studi Kepustakaan, yaitu dengan mengkaji berbagai literatur baik dari media cetak seperti buku, majalah, jurnal, surat kabar dll, maupun dari media elektronik seperti dari internet, mengenai berbagai teori, tulisan dan hasil penelitian yang membahas tentang pengembangan koleksi (collection development).
Result
Kegiatan analisis kebutuhan/analisismasyarakat, pada dasarnya sudah dilakukan pihak UPT. Perpustakaan Universitas Siliwangi (UNSIL) Tasikmalaya dan UPT. Perpustakaan Universitas Galuh (UNIGAL) Ciamis, hanya dalam pelaksanaannya masih dilakukan secara informal dan tidak terprogram, sehingga jika dijadikan bahan untuk tahap pengembangan koleksi selanjutnya datanya tidak lengkap dan tidak akuntabel. b) Dalam menyusun kebijakan pengembangan koleksi sebenarnya sudah dilakukan pihak UPT. Perpustakaan Universitas Siliwangi (UNSIL) Tasikmalaya dan UPT. Perpustakaan Universitas Galuh (UNIGAL) Ciamis, namun dalam penyusunan kebijakan pengembangan koleksi masih belum memperhatikan variabel-variabel yang ada sehingga jumlah koleksi dan prioritas koleksi yang diusulkan kurang menggambarkan kebutuhan pengguna yang sebenarnya. c) Dalam melakukan penyeleksian bahan pustaka yang dilakukan oleh pihak UPT. Perpustakaan Universitas Siliwangi (UNSIL) Tasikmalaya dan UPT. Perpustakaan Universitas Galuh (UNIGAL) Ciamis, alat bantu seleksi yang digunakan menggunakan daftar katalog penerbit dan pertimbangan pustakawan. Selain itu juga dalam melakukan seleksi bahan pustaka pihak UPT. Perpustakaan UNSIL dan UNIGAL bersandar pada pedoman seleksi bahan pustaka untuk perpustakaan perguruan tinggi. d) Kegiatan pengadaan bahan pustaka yang telah dilakukan oleh pihak UPT. Perpustakaan Universitas Siliwangi (UNSIL) Tasikmalaya dan UPT. Perpustakaan Universitas Galuh (UNIGAL) Ciamis, dilakukan melalui pembelian baik langsung ke toko buku atau penerbit, melalui hibah/sumbangan, penggandaan atau fotocopy dan melalui kerjasama antar perpustakaan dan lembaga informasi lainnya. e) Kegiatan penyiangan, sampai saat ini masih belum dilakukan oleh pihak UPT. Perpustakaan Universitas Siliwangi (UNSIL) Tasikmalaya dan UPT. Perpustakaan Universitas Galuh (UNIGAL) Ciamis, karena dihadapkan oleh berbagai kendala seperti masih terbatasnya koleksi. f) Mengenai kegiatan evaluasi yang dilakukan pihak UPT. Perpustakaan Universitas Siliwangi (UNSIL) Tasikmalaya dan UPT. Perpustakaan Universitas Galuh (UNIGAL) Ciamis, sebenarnya telah dilakukan tapi sifatnya masih sederhana dan tidak terprogram serta tidak menggunakan parameter yang bisa dilakukan dalam melakukan evaluasi koleksi.