Kembali
16
1
2016 Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan Vol 4 · 2 ISSN 2549-1334

KEBIASAAN MEMBACA SISWA SEKOLAH DASAR(SURVEY KEBIASAAN MEMBACA SISWA SD NEGERI 2 PINGGIRSARI DESA PINGGIRSARI KECAMATAN ANJARSARI KABUPATEN BANDUNG)

Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan membaca siswa Sekolah Dasar Negeri 2Pinggirsari di Desa Pinggirsari daerah Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan dalampenelitian ini ada survei deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswaSDN 2Pinggirsari kelas 3 sampai dengan kelas 6 dengan teknik sampling menggunakan totalsampling atau teknik sensus.Teknik pengumpulan data dalam penelitian dilakukan melaluiangket, wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Teknik analisis data menggunakananalisisstatistikadeskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa untuk aspekkesenangan membaca siswa di perpustakaan/taman bacaan menyatakan merasa senang ketikamenemukan buku yang ingin dibaca; aspek intensitas membaca siswa menunjukkan bahwapara siswa melakukan aktivitas membaca sebanyak lebih dari 3 kali dalam seminggu danmereka mengunakan waktu untuk membaca dalam sehari selama lebih dari lima belas (15)menit, Jumlah buku yang dibaca siswa dalam waktu satu minggu kurang dari tiga (3) buahbuku dan membaca majalah antara 1-5 majalah; Sumber bacaan yang diperoleh siswa berasaldari perpustakaan.;Aspek frekuensi mengunjungi perpustakaan/taman bacaan dalamseminggu sekitar dua (2) kali; Aspek frekuensi membaca siswa membacabuku dilakukan parasiswa setiap hari serta mengenai jenis bahan bacaan yang disenangi para siswa pada umumnyabuku cerita dab buku jenis fiksi lainnya
Keywords: Kebiasaan Membaca · Siswa Sekolah Dasar · Taman Baca

Introduction

Tidak mudah bagi setiap orang untuk menumbuhkan kebiasaan membaca dalam hidupnya. Namun, banyak cara yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan kebiasaan membaca. Kebiasaan membaca adalah kegiatan membaca yang telah mendarah daging pada diri seseorang (Tampubolon, 2008:228). Menurut Dr. Jiyono, MA, studi kemampuan membaca murid-murid Sekolah Dasar yang dilakukan oleh Internasional Association for Evaluation of Education (IEA) baru-baru ini pada 30 negara di dunia, menunjukkan rendahnya kemampuan baca (Literacy Standard) anak didik. Namun berbeda dengan kebiasaan membaca siswa kelas 3-6 dari SDN 2 Pinggirsari yang terjadi tepatnya di Desa Pinggirsari, Kabupaten Bandung. Menurut pengelola Taman Bacaan Arjasari, mereka memiliki kebiasaan membaca cukup tinggi yang bahkan kebiasaan tersebut menjadikan hiburan bagi mereka. Mereka sangat senang membaca berbagai macam buku, mulai dari buku fiksi seperti komik dan novel, juga non fiksi seperti buku pelajaran. Mereka juga sering mengunjungi taman bacaan untuk membaca berbagai buku yang menurutnya menarik bagi mereka. Apalagi mereka sangat antusias ketika melihat buku-buku baru yang baru tersedia. Bahkan sebagian dari mereka sampai ada yang tidak mengembalikan buku yang mereka pinjam karena adanya keinginan lebih untuk memilikinya. Hal tersebut dapat terjadi karena dukungan guru-guru di SDN 2 Pinggirsari yang sering mengajak murid-muridnya untuk mengunjungi taman bacaan yang terdapat di Desa Arjasari dan memberikan kebiasaan baik yaitu melaksanakan kegiatan belajar bersama dengan menumbuhkan kebiasaan membaca pada siswa-siswa tersebut. Alasan penulis meneliti siswa SDN 2 Pinggirsari dan bukan siswa SDN Arjasari, karena siswa SDN 2 Pinggirsari yang lebih sering memanfaatkan kehadiran taman bacaan, dan melaksanakan kegiatan membaca. Guru-guru SDN 2 Pinggirsari sering memberikan siswanya tugas untuk membaca buku dan merangkumnya ketika berada di taman bacaan. Sebenarnya tidak semua siswa SDN 2 Pinggirsari khususnya kelas 3-6 SD bisa membaca, hal itu telah diketahui ketika anak tersebut meminta pengelola taman bacaan untuk membacakan buku bacaan yang dipilihnya. Berbeda dengan siswa sekolah dasar yang berada di kota-kota yang sudah memiliki kemampuan membaca sejak usia dini. Tetapi walaupun begitu, siswa-siswa SDN 2 Pinggirsari merupakan anak-anak yang cerdas dilihat dari ketekunan mereka ketika belajar, dan rasa antusias mereka terhadap buku. Namun karena rasa antusiasnya yang ingin mengetahui isi bacaan, siswa tersebut tetap melakukan kebiasaan membaca di taman bacaan. Dan hal tersebut juga merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kecerdasan dan daya ingat anak. Selain melakukan kegiatan membaca, mereka juga melakukan aktivitas lainnya yang mereka lakukan diantaranya: meminjam buku, olahraga (bermain bola, basket), belajar komputer, kursus, dan mengaji. Namun aktivitas ini bersifat spontanitas dan tidak rutin dilakukan. Dengan demikian bagaimana kebiasaan membaca yang mereka lakukan, apakah sudah memenuhi aspek-aspek kebiasaan membaca. Tentu hal tersebut yang akan dibahas dalam penelitian ini. Sekaligus merupakan suatu permasalahan sehingga menjadikan ketertarikan saya untuk dapat meneliti kebiasaan membaca mereka. Penelitian ini menggunakan studi survei yang berarti peneliti akan melihat perkembangan siswa SDN 2 Pinggirsari saat ini selama mereka melaksanakan kegiatan membaca. Dan juga penting untuk diteliti karena melihat perkembangan kebiasaan membaca yang masih jarang dilakukan oleh masyarakat, perlu banyaknya suatu penelitian agar dapat menjadi masukan dan ajakan untuk masyarakat agar kebiasaan membaca menjadi suatu kewajiban. Dalam penelitian ini, topik yang akan diteliti ini tidak jauh dari ilmu yang diterapkan dalam perkuliahan yaitu Ilmu Informasi dan Perpustakaan. Dengan begitu peneliti berharap topik kebiasaan membaca ini dapat dianalisis dengan baik sebagai hasil akhir dari penelitian ini.

Method

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan studi survei deskriptif, karena yang diteliti adalah kebiasaan membaca siswa sekolah dasar. Penelitian survei merupakan salah satu metode terbaik yang tersedia bagi para peneliti sosial yang tertarik untuk mengumpulkan data guna menjelaskan suatu populasi yang terlalu besar untuk diamati secara langsung. Dalam pandangan survei deskriptif, peneliti berupaya menjelaskan atau mencatat kondisi atau sikap dari aktivitas kebiasaan membaca yang ada saat ini. Adapun yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah siswa SDN Pinggirsari 2 kelas 3 sampai dengan kelas 6. Untuk teknik penambilan sampelnya menggunakan teknik sampling untuk menentukan responden untuk mengisi angket secara total sampling dan menentukan informan yang diwawancarai, yang merupakan data primer. Dan data sekundernya berupa pengamatan langsung yang terjadi di lapangan, wawancara, dan studi kepustakaan.

Result & Discussion

Berdasarkan hasil pengolahan data, diketahui untuk data responden dilihat dari jenis kelaminnya, sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki yang duduk di kelas 6 sekolah dasar dengan usia responden antara 9-11 tahun. Sedangkan mengenai keanggotaan responden di perpustakaan/taman bacaan masyarakat (TBM), diketahui bahwa sebagian besar responden merupakan anggota dari Taman Bacaan Masyarakat Arjasari di Kabupaten Bandung dengan lamanya menjadi anggota kurang dari 1 tahun. Mengenai ajakan/imbauan guru untuk datang ke perpustakaan, sebagian para responden menerima ajakan guru untuk pergi ke perpustakaan/taman bacaan masyarakat. Kemudian untuk data penelitian, diketahui bahwa untuk aspek perasaan siswa ketika membaca, diantaranya siswa merasa senang ketika menemukan buku yang ingin dibaca, sebagian besar siswa merasa senang ketika membaca, dan siswa sebagian besar merasa senang ketika membaca di perpustakaan/taman bacaan masyarakat. Namun, ketika tidak tersedianya bahan bacaan, sebagian besar siswa merasa biasa saja, yang artinya siswa tidak mempermasalahkan hal tersebut. Adapun mengenai intensitas membaca, sebagian besar siswa melaksanakan aktivitas membaca sebanyak tiga kali dalam seminggu dan siswa menghabiskan waktu membaca 15–30 menit. Sedangkan mengenai jumlah buku yang dibaca, responden lebih dari tiga (3) buah buku dan bahan bacaan lainnya seperti majalah, responden membaca antara 1-5 buah majalah setiap minggunya. Frekuensi mengunjungi perpustakaan/taman bacaan, sebagian besar siswa meluangkan waktunya untuk mengunjungi perpustakaan/taman bacaan sebanyak dua kali dalam seminggu dan waktu kunjungan siswa yang mengunjungi perpustakaan/taman bacaan selama 1–2 jam. Untuk frekuensi membaca buku, sebagian besar siswa aktif membaca buku setiap hari. Sedangkan mengenai jenis bahan bacaan yang disenangi, yaitu buku cerita dan bahan bacaan fiksi. Kemudian untuk majalah yang dibaca menurut jenisnya, sebagian besar siswa lebih menyukai majalah anak sebagai bahan bacaan mereka dan sebagian besar siswa lebih banyak membaca cerita bergambar di dalam majalah. Buku cerita yang dibaca sebagian besar siswa memilih buku dongeng sebagai jenis buku cerita yang mereka senangi dan sebagian besar siswa memilih cerita rakyat sebagai tema yang paling disenangi dalam buku cerita. Buku pengetahuan umum yang dibaca sebagian besar siswa membaca buku pengetahuan tentang non-fiksi dan teknologi, dan sebagian besar siswa lebih banyak membaca cerita bergambar di dalam buku pengetahuan umum. Adapun mengenai buku pelajaran yang dibaca, sebagian besar siswa membaca buku pelajaran sejarah.

Conclusion

Untuk kesenangan siswa ketika membaca, diantaranya siswa merasa senang ketika menemukan buku yang ingin dibaca, siswa merasa senang ketika membaca, dan siswa merasa senang ketika membaca di perpustakaan/taman bacaan masyarakat. Namun, ketika tidak tersedianya bahan bacaan, siswa merasa biasa saja, yang artinya siswa tidak mempermasalahkan hal tersebut. Intensitas membaca siswa melaksanakan aktivitas membaca sebanyak tiga kali dalam seminggu. Dan siswa menghabiskan waktu membaca 15-30 menit. Untuk jumlah bahan bacaan yang dibaca dalam waktu tertentu, siswa membaca buku sebanyak lebih dari 3 buku. Bahan bacaan lainnya diantaranya siswa membaca 1-5 majalah dalam seminggu, siswa membaca buku cerita sebanyak 1-5 buku, siswa membaca buku pengetahuan umum sebanyak 1-5 buku, dan siswa membaca buku pelajaran sebanyak 1-5 buku. Jumlah membaca buku yang siswa lakukan dalam kurun waktu satu minggu. Sumber bacaan yang diperoleh dilihat dari jumlah buku yang dimiliki siswa sebanyak 6-10 buku dan siswa memperoleh bahan bacaan tersebut dari perpustakaan/taman bacaan masyarakat. Frekuensi mengunjungi perpustakaan/taman bacaan, siswa meluangkan waktunya untuk mengunjungi perpustakaan/taman bacaan sebanyak dua kali dalam seminggu dan waktu kunjungan siswa yang mengunjungi perpustakaan/taman bacaan selama 1-2 jam. Untuk frekuensi membaca buku, siswa aktif membaca buku setiap hari. Jenis bahan bacaan yang disenangi siswa memilih buku cerita sebagai bahan bacaan yang disenangi dan siswa memilih buku fiksi sebagai bahan bacaan yang sering dibaca. Hal meminjam berbagai bahan bacaan, siswa meminjam buku seminggu sekali dan buku yang sering dipinjam siswa adalah buku cerita. Untuk majalah yang dibaca menurut jenisnya, siswa lebih menyukai majalah anak. Dan siswa lebih banyak membaca cerita bergambar di dalam majalah, cerita bergambar ini seperti komik yang ada di dalam majalah. Buku cerita yang dibaca siswa adalah buku dongeng. Dan siswa memilih cerita rakyat sebagai tema yang paling disenangi. Buku pengetahuan umum yang dibaca adalah siswa memilih buku nonfiksi seperti buku pelajaran. Dan siswa lainnya lebih banyak membaca cerita bergambar di dalam buku pengetahuan umum. Buku pelajaran yang dibaca siswa adalah buku pelajaran sejarah. Dan siswa lebih menyukai dan membaca soal pilihan ganda yang ada di dalam buku pelajaran karena dianggap lebih membantu siswa dalam menjawab pertanyaan pelajaran.