Kembali
16
1
2021 LIBRIA : Library of UIN Ar-Raniry Vol 13 · 2 ISSN 2549-8606

Perpustakaan dan Keterampilan Pemustaka Akses Informasi dalam Proses Pembelajaran

Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Abstrak

Artikel ini membahas tentang Perpustakaan dan Ketrampilan Pemustaka Akses Informasi yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pemustaka yang dibutuhkan dalam akses informasi dan pemanfaatannya dalam membangun kompetensi keilmuan pemustaka Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Pengumpulan data dilakukan dengan menelaah literatur yang relevan. Berdasarkan kajian tersebut menujukkan bahwa perpustakaan memegang peranan penting dimana ia merupakan pusat sarana akademis yang menyediakan koleksi yang relevan dalam proses pembelajaran. Perpustakaan menjalankan fungsinya dalam layanan informasi. Ketrampilan pemustaka akses informasi dalam proses pembelajaran berupa keterampilan mengumpulkan informasi, keterampilan mengambil intisari dan mengorganisasikan informasi dan keterampilan menggunakan iformasi

Abstract

This paper is entitled "Library and Information Access User Skills in the Learning Process". Libraries play an important role in the learning process. It is a center for academic facilities that provide relevant collections in the learning process. Libraries carry out their functions in information services. Users need skills in accessing information in the learning process. Library functions and user skills in accessing information and using libraries are elaborated in this paper.
Keywords: Perpustakaan · Akses Informasi · Pembelajaran

Introduction

Perpustakaan memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. Ia merupakan pusat sarana akademis dimana perpustakaan menyediakan koleksi yang relevan dalam proses pembelajaran. Koleksi perpustakaan tersebut berupa bahan cetak seperti buku, majalah/jurnal ilmiah, dan bahan non cetak seperti microfish, microfilm, kaset audio/video dan lain-lain. Dengan kata lain, koleksi perpustakaan adalah semua informasi dalam bentuk karya tulis, karya cetak, dan atau karya rekam dalam berbagai media yang mempunyai nilai pendidikan, yang dihimpun, diolah dan dilayankan¹. Dalam kaitannya dengan proses pembelajaran, perpustakaan menjalankan fungsinya sebagai pusat sumber informasi. Sebagai pusat sumber informasi, perpustakaan membangun koleksi yang berkualitas demi suksesnya proses pembelajaran. Adanya kualitas koleksi tersebut dapat mendorong pemustaka dalam memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat sumber informasi secara efektif. Artinya, peningkatan fungsi perpustakaan sebagai sumber informasi dalam kehidupan para pemustaka adalah sebuah kegiatan yang tidak dapat dihindarkan oleh pustakawan. Ada beberapa fungsi yang dijalankan perpustakaan dalam proses pembelajaran. Menurut Undang-Undang Perpustakaan, perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi². Fungsi tersebut akan kurang berjalan ketika koleksi yang tersedia memiliki kualitas yang belum memiliki standar sebuah perpustakaan. Koleksi perpustakaan yang berstandar memiliki hubungan dengan koleksi perpustakaan yang mengandung nilai relevansi, kelengkapan dan kemutakhiran serta kualitas koleksi/ kedalaman isi koleksi³ Dalam mendukung proses pembelajaran, perpustakaan telah menjalankan fungsinya secara maksimal dalam melakukan layanan informasi. Koleksi yang tersedia di perpustakaan sepenuhnya menyediakan koleksi yang memiliki kualitas dan informasi terkini dan relevan dengan kebutuhan pemustaka. Kondisi yang demikian dapat menyebabkan pemanfaatan koleksi secara efektif oleh para pemustaka. Koleksi perpustakaan memiliki kualitas dan relevan dengan kebutuhannya serta up to date informasi yang dikandungnya. Namun, pemustaka belum sepenuhnya memiliki ketrampilan dalam akses informasi dengan menjadikan perpustakaan sebagai sumber informasi utama dalam proses pembelajaran. Tulisan ini berpijak dari permasalahan yakni apa fungsi perpustakaan dalam proses pembelajaran. Apa ketrampilan pemustaka yang dibutuhkan dalam akses informasi dan pemanfaatannya dalam membangun kompetensi keilmuan pemustaka. Oleh karenanya, artikel ini berusaha mengelaborasi fungsi perpustakaan dalam proses pembelajaran dan ketrampilan pemustaka dalam mengoptimalisasi pemanfaatan informasi dalam membangun kompetensi keilmuannya.

Method

Kajian dalam tulisan ini merupakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif analisis. Sebagai penelitian kualitatif yang bersifat kepustakaan, pengumpulan data dilakukan dengan menelaah literatur yang relevan dengan permasalahan baik dalam bentuk cetak, non cetak maupun elektronik. Semua data penelitian dianalisis secara deskriptif dalam hubungannya dengan permasalahan yaitu fungsi perpustakaan dalam proses pembelajaran dan ketrampilan pemustaka dalam mengoptimalisasi pemanfaatan koleksi perpustakaan demi membangun kompetensi keilmuannya.

Discussion

C. Fungsi Perpustakaan Dalam Proses Pembelajaran Dalam menjalankan layanannya, perpustakaan dalam berbagai jenisnya memiliki berbagai fungsi. Namun tulisan ini hanya menfokus pada fungsi pendidikan, penelitian, dan informasi yang dikaitkan dengan proses pembelajaran. Fungsi-fungsi tersebut dielaborasi berikut ini. 1. Pendidikan Perpustakaan merupakan sarana belajar ummat manusia sepanjang hidupnya. Artinya, perpustakaan selalu berhubungan dengan kegiatan belajar. Hal ini disebabkan perpustakaan menyediakan koleksi yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar. Sutarno menyatakan bahwa perpustakaan merupakan media, sarana dan alat untuk belajar, menambah ilmu dan mengembangkan kemampuan⁴. 2. Penelitian Perpustakaan menyediakan berbagai macam koleksi atau informasi. Para pemustaka memanfaatkan koleksi atau informasi tersebut untuk kegiatan penelitian dalam proses pembelajaran. Seorang mahasiswa, misalnya. Ia memerlukan koleksi untuk menyelesaikan tugas dengan menelusuri berbagai koleksi yang relevan dengan tugasnya. 3. Informasi Perpustakaan menyediakan berbagai informasi bagi para pemustaka sesuai dengan jenis perpustakaan. Sebagai sumber informasi, perpustakaan menghimpun berbagai macam informasi dalam mendukung proses pembelajaran. D. Ketrampilan Pemustaka Akses Informasi Dalam Proses Pembelajaran. Perpustakaan tidak dapat dipisahkan dengan lembaga pendidikan. Undang-undang No.43 tahun 2007 tentang Perpustakaan menyatakan bahwa perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Tujuan perpustakaan adalah memberikan layanan kepada pemustaka, meningkatkan kegemaran membaca, serta memperluas wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Sementara, perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa⁵. Pernyataan undang-undang menunjukkan bahwa keberadaan perpustakaan sangat dibutuhkan masyarakat, termasuk lembaga pendidikan. Dengan adanya perpustakaan, para pemustaka dapat dengan mudah mencari referensi dari setiap materi yang relevan dengan kurikulum yang diajarkan oleh tenaga pengajar dalam upaya memperluas wawasan dari materi pelajaran yang didapatkannya. Disamping itu, pemustaka lebih mudah mengumpulkan informasi tentang berbagai macam disiplin ilmu dimana perpustakaan menyediakan buku-buku sesuai dengan lingkungan belajar lembaga pendidikan tersebut. Oleh karena itu, para pemustaka harus memiliki ketrampilan dalam mengakses informasi yang diperlukannya dalam proses pembelajaran. Diantara kompetensi dalam akses informasi pemustaka adalah kompetensi yang berhubungan dengan literasi informasi. Literasi informasi dimaknai dengan suatu ketrampilan yang diperlukan untuk mencari, menemukan, menganalisis dan memanfaatkan informasi untuk memecahkan persoalan yang dihadapi⁶. Dalam konteks pembelajaran, para pemustaka memanfaatkan informasi untuk menyelesaikan tugas yang dibebankan kepadanya. Dalam rangka mengakses informasi yang disediakan perpustakaan sebagai sumber belajar, para pemustaka membutuhkan ketrampilan. Diantara keterampilan yang diperlukan para pemustaka adalah ketrampilan mengumpulkan informasi, keterampilan mengambil intisari dan mengorganisasikan informasi dan keterampilan menggunakan informasi. Ketrampilan tersebut akan dielaborasi dalam kajian berikut. 1. Keterampilan mengumpulkan informasi Seorang pemustaka dalam mengakses informasi untuk proses pembelajaran memerlukan keterampilan mengumpulkan informasi. Diantara keterampilan mengumpulkan informasi adalah mengenal sumber informasi dan pengetahuan, menentukan sumber informasi berdasarkan sistem klasifikasi perpustakaan, cara menggunakan katalog dan indek, menggunakan bahan pustaka baru, bahan referensi seperti ensiklopedi, kamus, buku dan lain sebagainya Ketrampilan mengumpulkan informasi diatas merupakan ketrampilan yang harus dimiliki pemustaka dalam akses informasi baik mengenali sumber informasi, menentukan sumber Ia merupakan langkah awal ketika pemustaka mengakses informasi sehingga pemustaka dapat menemukannya secara mudah sesuai dengan kebutuhannya. Sebaliknya, tanpa ketrampilan tersebut, para pemustaka akan terlambat dalam menemukan informasi. 2. Keterampilan mengambil intisari dan mengorganisasikan informasi Keterampilan mengambil intisari dan mengorganisasikan informasi adalah sisi lain dari ketrampilan para pemustaka dalam mengakses informasi. Ketika informasi sudah ditemukan, pemustaka memerlukan keterampilan menganalisis, menginterpretasi dan mengevaluasi informasi. Hal ini diperlukan pemustaka untuk mengkorelasikan dengan kebutuhannya sehingga analisis dan interpretasinya lebih terarah dan menjawab permasalahan. 3. Keterampilan Menggunakan Informasi Keterampilan menggunakan informasi merupakan langkah yang diambil pemustaka dalam akses informasi. Ketika ketrampilan tersebut dimilikinya, pemustaka mnggunakannya sesuai dengan keperluannya baik untuk mengambil keputusan dan memecahkan masalah, memanfaatkan informasi dalam diskusi dan menjadikan informasi untuk tulisan dalam proses pembelajaran. Deskripsi diatas menunjukkan bahwa perpustakaan memiliki peran penting dalam mendukung proses pembelajaran. Perpustakaan merupakan sarana belajar ummat manusia sepanjang hidupnya dimana perpustakaan menyediakan informasi yang selalu berhubungan dengan kegiatan belajar para pemustaka. Hal ini diakibatkan perpustakaan menyediakan informasi atau koleksi yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar. Ketersediaan informasi tersebut menjadikan para pemustaka memanfaatkan informasi dengan ketrampilan yang dimilikinya. Berdasarkan ketrampilan tersebut, para pemustaka mengakses informasi yang dibutuhkan dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya dalam proses pembelajaran.

Conclusion

Dalam menjalankan layanannya sebagai sumber informasi, perpustakaan memiliki berbagai fungsi dalam mendukung proses proses pembelajaran. Koleksi yang tersedia di perpustakaan berisi informasi yang memiliki kualitas dan informasi terkini dan relevan dengan kebutuhan pemustaka. Dalam pemanfaatannya, pemustaka memanfaatkan ketrampilan dalam mengakses informasi yang disediakan perpustakaan sebagai sumber belajar. Keterampilan- keterampilan pemustaka tersebut berupa ketrampilan mengumpulkan informasi, keterampilan mengambil intisari dan mengorganisasikan informasi dan keterampilan menggunakan informasi.