Pengolahan dan Pemanfaatan Terintegrasi Terbitan Berkala Tercetak pada Era Digital di UPT Perpustakaan USK
Universitas Syiah Kuala; Universitas Syiah Kuala
Abstrak
Pendahuluan.Terbitan berkala merupakan salah satu jenis bahan pustaka untuk pemenuhan kebutuhan informasi pemustaka, terbitan berkala terdiri dari berkala digital yang dikenal dengan e- jurnal dengan berbagai penerbit yang sangat terkemuka, namun demikian terbitan berkala tercetak masih tetap diproduksi. Metode penelitian.Pelaksanaan penelitian ini penulis gunakan metode deskriptif dengan dengan pendekatan kualitatif. Data analisis. Metode pengumpulan diperoleh dari lapangan melalui observasi, wawancara, serta dokumen untuk selanjutnya dianalisis untuk menjelaskan pemecahan masalah yang ada berdasarkan analisa data di lapangan. Hasil dan Pembahasan. Keseluruhan koleksi UPT perpustakaan USK telah terindeks di mesin pencari google, untuk koleksi tercetak proses pemesanan melalui layanan LSS yang di dukung melalui aplikasi telegram. Kesimpulan. Perpustakaan saat ini masih identik dengan memiliki gedung walaupun kebutuhan dan pengelolaan perpustakaan berbasis virtual sudah sangat familiar, namun keberadaan perpustakaan di dunia nyata masihlah sangat dibutuhkan. Pengelolaan perpustakaan bersistem memudahkan proses bisnis, sehingga perpustakaan selalu dihati pemustaka. Jumlah pemustaka yang memanfaatkan koleksi berkala tercetak terlihat tidak jauh berbeda dari tahun ketahun yakni tahun 2016 sebanyak 2949, tahun 2017 sebanyak 5136 serta pertengahan tahun 2018 sebelum musibah covid 19 sebanyak 2569. Kata Kunci: pengelolaan; koleksi berkala; pemanfaatan jurnal tercetak
Abstract
Introduction. Periodic publications are one type of library material in meeting the information needs of users, periodicals consist of digital periodicals known as e-journals with various very reputable publishers, however, printed periodicals are still produced.Data Collection Methods. Implementation of this research the author uses a descriptive method with a qualitative approach. Data Analysis. The collection method was obtained from the field through observation, interviews, and documents to be further analyzed to explain the solution to existing problems based on data analysis in the field.Results and Discussion. The entire collection of the USK library's UPT has been indexed on the google search engine, for printed collections the ordering process through LSS services is supported through the telegram application.Conclusion. Libraries are currently still synonymous with owning a building, although the needs and management of virtual-based libraries are very familiar, but the existence of libraries in the real world is still very much needed. Systematic library management will facilitate business processes, so that the library will always be in the hearts of users. The number of users who use printed periodicals does not seem much different from year to year, namely in 2016 as many as 2949, in 2017 as many as 5136 and in mid-2018 before the covid 19 disaster as many as 2569. Keywords: management; periodic collections; use of journals printed
Keywords:
management
· periodic collections
· use of journals printed
Introduction
Perkembangan ilmu pengetahuan dari waktu ke waktu terus berkembang pesat didukung oleh kemudahan dalam mendapatkan informasi. Proses penyaluran informasi semakin beragam dulu hanya mengenal buku yang terkadang penyampaian informasinya agak lambat, namun saat ini ketersediaan koleksi berkala yang terbitnya terus menerus dengan topik yang sama namun penelitian bermacam – macam telah menjadi pilihan utama sebagai rujukan bagi masyarakat ilmiah. Terbitan berkala sendiri terdari dari bermacam – macam bentuk yaitu jurnal, majalah, dan bulletin, untuk setiap bentuk tersebut berbeda – beda isi didalamnya ada yang ilmiah dan ada yang populer. Namun demikian tujuan diterbitkannya semua jenis koleksi di atas adalah untuk menjadi bahan rujukan dan bacaan bagi pengembangan pengetahuan. Perpustakaan sebagai organisasi bergerak dibidang jasa informasi berkewajiban untuk menyediakan semua jenis koleksi tersebut dengan melihat kebutuhan masyarakat yang dilayani. Untuk perpustakaan perguruan tinggi tentunya harus memperbanyak koleksi yang ilmiah dari yang populer. Terbitan berkala, khususnya majalah dan jurnal ilmiah, mempunyai peran antara lain (1) Memberikan ruang untuk menampung ide, gagasan, dan pengalaman seseorang. Pemikiran tersebut dituangkan dalam bentuk karangan ataupun ulasan yang dimuat dalam lembaran-lembaran terbitan ini (2) Sebagai media untuk menyampaikan gagasan dan penemuan baru dalam bidang tertentu (Sujana, 2014). Terbitan berkala saat ini yang sangat mendukung kebutuhan informasi pemustaka adalah terbitan berkala yang berbasis digital yang dikenal dengan e- jurnal dengan berbagai penerbit yang sangat terkemuka, namun demikian terbitan berkala dalam bentuk tercetakpun masih tetap diproduksi contohnya: koran, majalah, bulletin, dan jurnal. UPT perpustakaan USK sebagai perpustakaan yang melayani dan bernaung dibawah perguruan tinggi memiliki koleksi berkala dalam bentuk tercetak dan elektronik. Kedua versi koleksi ini masih dikelola walaupun untuk koleksi berkala tercetak hanya didapatkan melalui hibah dan hadiah. Era digital adalah era dimana pemustaka lebih memilih rujukan elektronik dari pada rujukan tercetak, sehingga jika tidak memiliki teknik pengelolaan yang maksimal maka koleksi tercetak hanya menjadi pajangan dan beban perawatan. Oleh karena itu dalam tulisan ini penulis ingin membahas bagaimanakah UPT perpustakaan USK mengolah dan menyebarkan informasi koleksi berkala tercetak pada era digital saat ini. 1. Perumusan masalah Memudahkan pembahasan dan penyusunan dalam tulisan ini maka penulis merumuskan masalah. Masalah inti dalam tulisan ini adalah bagaimana pengolahan dan pemanfaatan koleksi berkala tercetak pada UPT perpustakaan USK di era digital sehingga memudahkan temu kembali serta pemanfaatan informasi oleh pemustaka.
Method
Pelaksanaan penelitian ini penulis gunakan metode deskriptif dengan dengan pendekatan kualitatif yang berusaha menggambarkan dengan jelas tentang kondisi objek penelitian serta kondisi nyata di lapangan. Dalam hal ini, Strauss dan Corbin (Basrowi & Suwandi, 2008) Qualitative research adalah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik atau dengan cara kuantitatif lainnya. Penelitian kualitatif dapat digunakan untuk meneliti kehidupan, sejarah, tingkah laku, fungsionalisasi organisasi, gerakan sosial, atau hubungan kekerabatan. Disebutkan (Herdiansyah, 2015), bahwa bentuk data dari penelitian kualitatif adalah berupa kalimat atau narasi dari subjek/responden penelitian yang diperoleh melalui suatu teknik pengumpulan data yang kemudian data tersebut akan dianalisis dan diolah dengan menggunakan teknikanalisis data kualitatif dan akan menghasilkan suatu temuan atau hasil penelitian yang akan menjawab penelitian yang dilakukan. Selanjutnya disebutkan juga metode pengumpulan data melalui beberapa metode yaitu observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan focused group discussion yang harus disesuaikan dengan tujuan dan keperluan. Jika dalam melakukan penelitian kita telah menggunakan beberapa metode ditengah perjalanan perlu tambahan metode maka dalam metode penelitian kualitatif dapat dijalankan (Herdiansyah, 2015). Penelitian kualitatif adalah penelitian yang akan menghasilkan informasi dalam bentuk kalimat atau pendapat yang dikumpulkan dari penelitian, dimana peneliti merupakan salah satu unsur dalam yang pengelolaan serta pelaksanaan dari program yang diteliti, sehingga hasilnya akan akurat dan yang sebenarnya. Berdasarkan pendapat yang tersebut di atas, maka yang menjadi metode dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode analisis deskriptif, yaitu penelitian yang berusaha untuk menjelaskan pemecahan masalah yang ada berdasarkan analisa data di lapangan. Sehingga dalam penelitian ini peneliti akan memaparkan atau menggambarkan data-data yang telah diperoleh dari lapangan melalui observasi, wawancara, serta dokumen.
Result & Discussion
Keseluruhan koleksi UPT perpustakaan USK telah terindeks di mesin pencari google, untuk koleksi tercetak proses pemesanan melalui layanan LSS yang di dukung melalui aplikasi telegram. Kesimpulan. Perpustakaan saat ini masih identik dengan memiliki gedung walaupun kebutuhan dan pengelolaan perpustakaan berbasis virtual sudah sangat familiar, namun keberadaan perpustakaan di dunia nyata masihlah sangat dibutuhkan. Pengelolaan perpustakaan bersistem memudahkan proses bisnis, sehingga perpustakaan selalu dihati pemustaka. Jumlah pemustaka yang memanfaatkan koleksi berkala tercetak terlihat tidak jauh berbeda dari tahun ketahun yakni tahun 2016 sebanyak 2949, tahun 2017 sebanyak 5136 serta pertengahan tahun 2018 sebelum musibah covid 19 sebanyak 2569.
Conclusion
Persaingan penyampaian informasi saat ini sangat sengit dengan berbagai cara perpustakaan bersaing dengan bentuk dan teknis pemanfaatan informasi yang terus berkembang, seiring berkembanganya teknologi informasi begitu pesat sehingga jika perpustakaan tidak mampu mengelola proses bisnisnya sesuai dengan pola hidup pencari informasi maka perpustakaan hanya akan kembali menjadi gudang. Namun jika perpustakaan mampu mengelola proses bisnisnya sesuai dengan kemajuan dan kebutuhan maka akan tetap eksis dan selalu menjadi tujuan utama pencari informasi. Selanjutnya penulis merangkum beberapa kesimpulan dari tulisan ini, yaitu sebagai berikut: Beberapa kesimpulan yang dapat penulis rangkum dalam penulisan ini adalah: 1. Perpustakaan saat ini masih identik dengan memiliki gedung walaupun kebutuhan dan pengelolaan perpustakaan berbasis virtual sudah sangat familiar, namun keberadaan perpustakaan di dunia nyata masihlah sangat dibutuhkan 2. Bahwa sanya kemajuan teknologi dan model pencarian serta pemanfaatan koleksi atau informasi sudah sangat berubah yakni pemustaka lebih banyak memanfaatkan koleksi elektronik, namun jika pengelolaan koleksi tercetak mampu dilakukan sesuai dengan kemajuan zaman maka koleksi tercetakpun bisa eksis. 3. Pengelolaan perpustakaan bersistem memudahkan proses bisnis, sehingga perpustakaan selalu dihati pemustaka. 4. Kerjasama yang baik dalam suatu organisasi memperkuat kemampuan organisasi dalam mengelola setiap kegiatan sehingga kesuksesan sama-sama dapat dicapai. 5. Kolaborasi dengan bidang lain yakni pustakawan dan IT memajukan perpustakaan dan bisa berinteraksi dengan kemajuan zaman.