Kembali
16
1
2014 Edulibinfo Vol 1 · 1 ISSN 2541-3279

HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN SEARCH FEATURES e-JOURNALS DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN INFORMASI PEMUSTAKA (Studi Deskriptif Pada UPT BIT LIPI Bandung)

Universitas Pendidikan Indonesia; Universitas Pendidikan Indonesia; Universitas Pendidikan Indonesia

Abstrak

Penelitian ini membahas hubungan antara penggunaan search features e-journals dengan pemenuhan kebutuhan informasi pemustaka pada UPT BIT LIPI Bandung. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk memperoleh gambaran hubungan antara penggunaan search features e-journals dengan pemenuhan kebutuhan informasi mutakhir pemustaka; untuk memperoleh gambaran hubungan antara penggunaan search features e-journals dengan pemenuhan kebutuhan informasi rutin pemustaka; untuk memperoleh gambaran hubungan antara penggunaan search features e-journals dengan pemenuhan kebutuhan informasi mendalam pemustaka; untuk memperoleh gambaran hubungan antara penggunaan search features e-journals dengan pemenuhan kebutuhan informasi sekilas pemustaka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan wawancara. Pengolahan data menggunakan korelasi Rank Spearman. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah Probability sampling dengan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling dengan sampel sebanyak 75 orang. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penggunaan search features e-journals memiliki hubungan yang sedang dengan pemenuhan kebutuhan informasi pemustaka dengan koefisien korelasi 0,538; penggunaan search features eJournals memiliki tingkat hubungan yang sedang dengan pemenuhan kebutuhan informasi mutakhir pemustaka dengan koefisien korelasi 0,485; penggunaan search features eJournals memiliki tingkat hubungan yang rendah dengan pemenuhan kebutuhan informasi rutin pemustaka dengan koefisien korelasi 0,372; penggunaan search features e-journals memiliki tingkat hubungan yang rendah dengan pemenuhan kebutuhan informasi mendalam pemustaka dengan koefisien korelasi 0,380; penggunaan search features e-Journals memiliki tingkat hubungan yang rendah dengan pemenuhan kebutuhan informasi sekilas pemustaka dengan koefisien korelasi 0,304.

Abstract

This research explain the relationship between the use of e-journals search features to meet the visitor's information needs at UPT BIT LIPI Bandung. That the aims are To determine the relationship between the use of e-Journals search features with the fulfillment the up to date visitor's information needs; To determine the relationship between the use of e-journals search features with the fulfillment of the visitor's routine information needs; To determine the relationship between the use of e-journals search features with the fulfillment of the visitors in-depth information needs; To determine the relationship between the use of e-journals search features with the fulfillment of the visitor's overview information needs. This study used a descriptive method with a quantitative approach. Data collection techniques that were used are questionnaires technique and interview. The sampling technique was conducted by using sampling probability with proportionate stratified random sampling technique, with a total sample of 75 people. From the results of the analysis of the data it could be found that the use of search features of e-journals had a moderate level of relationship with fulfillment of the visitor's information needs with a correlation coefficient of 0.538; The use of e-Journals search features had a moderate level of relationship with the fulfillment of the visitor's latest information needs with a correlation coefficient of 0.485; The use of e-Journals search features had a low level of relationship with the fulfillment of the visitor's routine information needs with a correlation coefficient of 0.372; The use of e-Journals search features had a low level of relationship with the fulfillment of the visitor's in-depth information needs with a correlation coefficient of 0.380; The use of e-Journals search features have a low level of relationship with the fulfillment of visitor's overview information needs with a correlation coefficient of 0.304.
Keywords: Search Features e-Journals · information needs

Introduction

Perpustakaan memiliki fungsi sebagai Sumber informasi, sarana pendidikan dan pembelajaran, penelitian, pengabdian masyarakat, dan rekreasi. Dari beberapa tujuan serta fungsi sebuah perpustakaan di atas yang di garis bawahi adalah tujuan serta fungsi perpustakaan untuk pene liti an yang a rtinya , perpustakaan bertugas menyediakan berbagai bahan perpustakaan untuk keperluan penelitian. Penelitian ini mencakup arti luas, karena dapat dimulai dari penelitian sederhana hingga penelitian yang rumit dan canggih. Untuk kepentingan ini, perpustakaan bertugas menyediakan jasa yang membantu keberhasilan sebuah penelitian. Unit Pelaksana Teknis Balai Informasi Teknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (UPT BIT LIPI) adalah sebuah perpustakaan khusus yang merupakan bagian dari suatu organisasi di sebuah lembaga, yaitu di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang merupakan sebuah lembaga dimana didalamnya terdapat pegawai yang menjadi seorang peneliti dan melakukan penelitian. Untuk menunjang kinerja serta pemenuhan kebutuhan informasi para pegawa i di LIPI, pe rpust aka an menyediakan berbagai macam koleksi bahan perpustakaan yang berhubungan dengan IPTEK salah satunya adalah bahan perpustakaan terbitan berseri atau yang lebih di kenal dengan jurnal ilmiah baik yang tercetak maupun elektronik Perpustakaan di UPT BIT LIPI sudah berbasis multimedia atau sudah terotomasi, yang mana perpustakaan tersebut memiliki koleksi yang telah di digitalisasikan yang dikemas berbentuk web. Dalam web tersebut tentu saja banyak search features yang dapat dimanfaatkan oleh pemustaka dari berbagai kalangan, terutama dalam mengakses e-journals yang dilanggan. Pencarian informasi dalam ejournals dengan menggunakan teknik penelusuran melalui search features maka Informasi yang tersedia akan sangat banyak, luas dan beraneka ragam, informasi yang diperoleh akan relevan, menghemat waktu pencarian, dan mempermudah pencarian informasi yang dibutuhkan. Namun, pada kenyataannya dilapangan setelah melihat serta melakukan wawancara masih banyak pemustaka yang belum mengetahui ataupun terampil menggunakan search features dalam menelusur informasi untuk memenuhi kebutuhan informasi. Karena beranggapan bahwasannya menggunakan search features dalam menelusur informasi akan memakan waktu pencarian semakin lama atau bisa dibilang tidak efektif dan efisien. Hal tersebut menyebabkan informasi yang ditemukan sangat banyak dan tidak relevan dengan kebutuhannya serta dapat menimbulkan kejenuhan bahkan keputusasaan atau tidak mau lagi menelusur dengan menggunakan internet. Tujuan diadakan penelitian ini terdiri dari tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum penelitian yaitu “Untuk mengetahui hubungan antara penggunaan search features e- journals dengan pemenuhan kebutuhan informasi pemustaka pada UPTBITLIPI Bandung.” Dengan tujuan khusus sebagai berikut 1.Untuk mengetahui hubungan antara penggunaan search features e-journals dengan pemenuhan kebutuhan informasi mutakhir pemustaka. 2.Untuk mengetahui hubungan antara penggunaan search features e-journals dengan pemenuhan kebutuhan informasi rutin pemustaka. 3.Untuk mengetahui hubungan antara penggunaan search features e-journals dengan pemenuhan kebutuhan informasi mendalam pemustaka. 4. Untuk mengetahui hubungan antara penggunaan search features e-journals dengan pemenuhan kebutuhan informasi sekilas pemustaka. Perpustakaan sering kali disebut sebagai agent of changes karena di perpustakaan menyimpan berbagai macam informasi, ilmu pengetahuan, sejarah, filsafat serta pemikiran dari masa lalu. Sumber informasi dan ilmu p e n g e t a h u a n y a n g t e r d a p a t d i perpustakaan dapat dipelajari, diteliti, dan d i k e m b a n g k a n s e h i n g g a i l m u pengetahuan menjadi berkembang dan muncul penemuan-penemuan baru. Perpustakaan selalu berkaitan dengan layanan serta koleksi bahan perpustakaan. Koleksi yang terdapat di perpustakaan tentu saja beraneka ragam s e s u a i d e n g a n l e m b a g a y a n g menaunginya. Salah satu koleksi yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah koleksi terbitan berseri yang didalamnya terdapat koleksi jurnal ilmiah. Menurut Yulia dan Janti G. Sugana (2009, hlm. 6.3) “… terbitan berseri adalah istilah untuk setiap publikasi yang diterbitkan bagian, demi bagian, tidak d i t e r b i t k a n s e k a l i g u s, d e n g a n memberikan tanda secara numerik dan biasanya diterbitkan untuk masa waktu yang tidak tentu”. Jumlah terbitan berseri, terutama jurnal ilmiah yang dilanggan oleh perpustakaan yang melayani peneliti merupakan salah satu tolak ukur dari kualitas layanan perpustakaan tersebut. Beberapa contoh koleksi terbitan berseri adalah : majalah, warta, buletin dan jurnal. Jurnal elektronik merupakan koleksi hasil tulisan ilmiah yang berkualitas karena telah melalui proses penerbitan yang berisi hasil - hasil penelitian. Arms (dalam Siswandi, 2008, hlm. 24) mendefinisikan jurnal sebagai terbitan berseri yang ditulis oleh para akademisi atau lembaga asosiasi. Penelusuran informasi dapat menggunakan teknik penelusuran. Teknik penelusuran merupakan proses untuk mendapatkan sebuah dokumen yang relevan dengan kebutuhan informasi pengguna. Proses pencarian tersebut harus dilakukan mengunakan strategi-strategi dengan menggunakan search features yang disediakan oleh sistem pencari. Ada empat tujuan dalam melakukan strategi penelusuran menurut Saleh (2009, hlm. 107) yaitu. 1. Untuk mendapatkan jumlah temuan relevan yang diinginkan. 2. Untuk menghindari judul-judul yang tidak relevan.. 3. Untuk menghindari jumlah temuan yang terlalu besar. 4. Untuk menghindari jumlah temuan yang terlalu kecil (kosong). Fasilitas fitur pencarian informasi banyak tersedia dalam search engine, secara umum fasilitas tersebut terdapat pada hampir semua search engine seperti yang dinyatakan oleh Smith (2000, hlm. 4). a.Boolean logic b.Phrase and Proximity Searching c.Relevancy ranking d.Browsing of indexes e.Truncation f.Field searching g.Extent of searching h.Case sensitive searching i.Controlled vocabulary j.Language translation k.Date/range searching l.Refining of initial search m.Related items n.Multimedia searching o.Advanced and basic search facilities p.Display features q.Help and documentation informtion Ketika pengguna informasi membutuhkan informasi yang cepat dan tepat, pengguna informasi harus melakukan strategi dalam penelusuran informasi, yang salah satunya yaitu menelusur dengan menggunakan search features ke dalam search engine yang telah tersedia. Dalam memanfaatkan teknologi internet dalam mengakses ejournals ini pemustaka diharapkan memiliki pengetahuan atau keterampilan dalam menelusur informasi serta mengetahui strategi penelusuran agar dalam penelusuran untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan lebih efektif dan efisien. Secara singkat Purwono (2008, hlm. 10) menyebutkan tentang alasanalasan perlunya strategi penelusuran jurnal elektronik di internet, yakni. a. Informasi yang tersedia sangat banyak, luas dan beraneka ragam. b. Perolehan informasi yang relevan. c. penghematan waktu pencarian. d. Kemudahan pencarian. Penggunaan search features ejournals dapat membantu pemustaka menemukan informas sesuai dengan kebutuhan. Kebutuhan informasi merupakan informasi yang dibutuhkan oleh seseorang untuk pekerjaan, pene liti an, kepua s an rohani ah, pendidikan dan lain-lain karena menyadari bahwa pengetahuan yang ada dalam dirinya masih belum cukup untuk mengatasi permasalahan tentang subjek tertentu. Kebutuhan informasi dapat terpenuhi jika informasi yang didapatkan sesuai dengan yang dibutuhkan, untuk itu dalam melakukan proses pencarian informasi, informasi yang diperoleh harus dinilai terlebih dahulu agar sesuai dengan kebutuhan. M e n u r u t G u h a ( d a l a m Puspitadewi 2012. Hlm. 4) ada empat jenis kebutuhan terhadap informasi informasi , yaitu: a. current need approach. kebutuhan informasi mutakhir yang berarti seseorang membutuhkan informasi terbaru dan teraktual setiap harinya; b. everday need approach. Kebutuhan informasi rutin yang berarti spesifik dan cepat dalam pengelolaan informasi. Pemustaka membutuhkan informasi yang spesifik, cepat dan tepat; c. exhaustive need approach. Kebutuhan i n f o r m a si m e n d a l a m y a n g m e n g i s y a r a t k a n a d a n y a ketergantungan untuk menemukan informasi yang akurat spesifik dan cepat.; d. dan cathcing up need approach. Kebutuhan informasi sekilas dimana informasi yang dibutuhkan sekilas namun memberikan gambaran lengkap tentang suatu topik. Dalam penelitian ini penggunaan search features e-journals memiliki hubungan dengan pemenuhan kebutuhan informasi pemustaka. Hal tersebut dapat dilihat dari informasi yang didapatkan dengan menggunakan teknik penelusuran tersebut. Kerangka berfikir dalam penelitian ini yaitu :”jika penggunaan search features diketahui dan digunakan dengan baik, maka pemenuhan kebutuhan informasi pemustaka terpenuhi.” Hipotesis dalam penelitian ini yaitu. Terdapat hubungan antara penggunaan search features e-journals dengan pemenuhan kebutuhan informasi pemustaka. a. Terdapat hubungan antara penggunaan search features e–journals dengan pemenuhan kebutuhan informasi mutakhir pemustaka. b. Terdapat hubungan antara penggunaan search features e–journals dengan pemenuhan kebutuhan informasi rutin pemustaka. c. Terdapat hubungan antara penggunaan search features e–journals dengan pemenuhan kebutuhan informasi mendalam pemustaka. Te r d a p a t h u b u n g a n a n t a r a penggunaan search features e–journals dengan pemenuhan kebutuhan informasi sekilas pemustaka

Method

Penelitian hubungan penggunaan search features e–journals dengan pemenuhan kebutuhan informasi p e m u st a k a d i l a k u k a n d e n g a n menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode deskriptif. Metode tersebut dipilih karena metode ini dapat menjelaskan berbagai situasi dan kondisi di lapangan. Metode deskriptif ini dipilih karena dalam penelitian akandibahas mengenai hubungan antar variabel, yaitu variabel penggunaan search features e–journals dan variabel pemenuhan kebutuhan informasi pemustaka. Melalui studi deskriptif ini akan dipilih sampel sebagai wakil dari populasi yang menjadi objek penelitian yang diharapkan dapat mewakili populasi tersebut. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara penyebaran angket dan wawancara. Angket disebarkan kepada sampel yang telah ditentukan jumlahnya yang menjadi responden dalam penelitian. Angket ini berupa pernyataan positif yang menggambarkan kedua variabel yang akan diteliti. Wawancara dilakukan dengan kepala seksi bagian PKIT di UPT BIT LIPI Bandung. Angket yang telah disebar kemudian diolah untuk menguji hubungan antar variabel yang diteliti kedalam data statistik. Hasil dari data yang sudah diolah akan menjawab rumusan masalah penelitian yang telah dirumuskan. Hal ini terkait dengan jawaban penolakan atau diterimanya hipotesis. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji korlasi dengan rumus Rank Spearman dan dibantu menggunakan SPSS 16.0.

Result & Discussion

Pembahasan hasil penelitian dilakukan untuk menjawab rumusan masalah yang telah dirumuskan dan untuk menjawab hipotesis. Hasil uji korelasi antara hubungan penggunaan search features e-journals dengan pemenuhan kebutuhan informasi pemustaka sebesar 0,538 berada pada tingkat hubungan sedang. 1. Hubungan Antara Penggunaan Search Features e-Journals dengan Pemenuhan Kebutuhan Informasi Pemustaka Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan search features e-journals dengan pemenuhan kebutuhan informasi pemustaka. Berdasarkan hasil dari pengujian hipotesis melalui uji korelasi menggunakan software SPSS 16.0 yang dilakukan menghasilkan jawaban bahwa dari hubungan antara kedua variabel tersebut H ditolak dan H diterima, yaitu 0 1 terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan search features e-Journals dengan pemenuhan kebutuhan informasi pemustaka dengan nilai korelasi sebesar 0,538 yang termasuk pada kategori sedang yaitu terdapat pada interval 0,40 – 0,599. Penggunaan search features ejournals belum banyak diketahui oleh pemustaka. Namun, tak sedikit pula yang membutuhkan informasi lebih merinci sehingga peran penggunaan search features sangat dibutuhkan. Penggunaan search features e-journals dengan pemenuhan kebutuhan informasi pemustaka memiliki korelasi sedang dan signifikan, sehingga dapat dikategorikan bahwa hubungan antar kedua variabel tersebut sedang dan signifikan. Penggunaan search features ejournals memiliki hubungan yang sedang dengan pemenuhan kebutuhan informasi pemustaka tersebut memiliki makna. Sedang dapat diartikan cukup baik sehingga hubungan antara kedua variabel juga bersifat positif. Hal ini dilihat dari pengukuran terhadap indikator - indikator dari pemenuhan kebutuhan informasi yang digunakan, yaitu kebutuhan informasi mutakhir, rutin, mendalam, dan sekilas. Pengujian hipotesis yang diakukan menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan search features e-journals dengan pemenuhan kebutuhan informasi pemustaka. Hipotesis kerja H diterima terbukti 1 dengan butir – butir pernyataan yang diberikan kepada responden. Hal ini didukung pula dengan teori yang disebutkan oleh Purwono (2008, hlm. 10) “…strategi pencarian di internet ini diperlukan karena informasi yang tersedia sangat banyak, luas dan beragam, untuk memperoleh informasi yang relevan, untuk menghemat waktu pencarian, dan untuk mempermudah pencarian.” Kebutuhan informasi pemustaka berbeda-beda. Namun, pada dasarnya ketika menelusur informasi pemustaka menginginkan penelusuran yang efektif dan efisien serta mendapatkan hasil yang relevan. Sesuai dengan jenis kebutuhan terhadap informasi yang dipaparkan Menurut Guha (dalam puspitadewi 2012. Hlm. 4) ada empat jenis kebutuhan terhadap informasi informasi , yaitu:current need approach, everday need approach, exhaustive need approach, dan cathcing up need approach. Yang juga dijadikan sebagai indikator variabel Y. Pengujian dilakukan terhadap variabel X dan semua indikator yang terdapat dalam variabel Y dan menunjukkan data bahwa indikator yang mempunyai hubungan cukup baik dengan tingkat interpretasi sedang dengan penggunaan search features e-journals adalah pemenuhan kebutuhan informasi mutakhir pemustaka, dan untuk indikator pemenuhan kebutuhan informasi rutin, mendalam dan sekilas berkoefisien korelasi pada taraf interpretasi rendah. 1. Hubungan Antara Penggunaan Search Features e-Journals dengan Pemenuhan Kebutuhan Informa si Mut akhir Pemustaka Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian serta dari hasil pengolahan data yang dilakukan menunjukkan bahwa adanya korelasi yang signifikan antara penggunaan search features e-journals dengan pemenuhan kebutuhan informasi mutakhir pemustaka. Hubungan antara kedua variabel tersebut berada pada taraf sedang sehingga dapat dikategorikan cukup baik dengan nilai korelasi sebesar 0,485 yang termasuk ke dalam kategori sedang yaitu terdapat pada interval 0,40 – 0,599. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkanbahwa terdapat hubungan antara penggunaan search features ejournals dengan pemenuhan kebutuhan informasi mutakhir pemustaka. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh kemutakhiran isi informasi dalam jurnal, keterbaruan informasi, serta keaktualan isi informasi dari jurnal tersebut.Menurut Guha (dalam puspitadewi 2012. Hlm. 4). “…current need approach, yaitu pendekatan kepada kebutuhan pengguna informasi yang sifatnya mutakhir, pengguna berinteraksi dengan sistem informasi dengan cara yang sangat umum untuk meningkatkan pengetahuannya.” Selain itu strategi penelusuran juga termasuk kedalam sistem temu kembali informasi dalam menelusur informasi yang menghasilkan informasi mutakhir. Sehingga kebutuhan informasi mutakhir pemustaka dapat terpenuhi.Menurut Zainab (2002, hlm. 41). “…temu kembali informasi merupakan suatu proses pencarian dokumen dengan menggunakan istilah-istilah pencarian untuk mendefinisikan dokumen sesuai dengan subjek yang diinginkan”. Hasil temuan informasi dalam jurnal mengukur tingkat pemenuhan kebutuhan informasi pemustaka. Nicholas (dalam ishak, 2006, hlm. 94) menyebutkan. “…Setiap pemakai informasi memiliki fungsi yang berbeda-beda dalam memanfaatkan informasi, tergantung pada kegiatan dan hasil kegiatan dari pemakai informasi. Pada dasarnya pemustaka membutuhkan informasi dengan tujuan untuk memenuhi lima fungsi pokok, yaitu, 1) fungsi temuan (fact-finding), 2) fungsi aktualisasi informasi (current awareness), 3) fungsi penelitian (research), 4) fungsi penyegaran (briefing), dan 5) fungsi pendorong (stimulus)”. Dari teori serta penjelasan di atas dapat diartikan bahwa penggunaan search features e-Journals memiliki hubungan dengan pemenuhan kebutuhan informasi karena pemustaka mencari informasi guna menambah ilmu pengetahuannya maka pemustaka membutuhkan informasi yang mutakhir, akurat dan terbaru. Untuk mendapatkan informasi yang mutakhir, akurat dan terbaru maka diperlukan strategi penelusuran dengan memanfaatkan search features yang terdapat dalam ejournals. Hal ini juga dapat diperkuat dari hasil dari wawancara peneliti dengan pustakawan yang disebut dengan kepala seksi bagian PKIT di UPT BIT LIPI Bandung, yang mengungkapkan bahwa belum semua pemustaka memahami betul tentang search features. Namun, ketika pemustaka yang hendak mendapatkan informasi yang lebih mutakhir maka dilakukan strategi penelusuran informasi dengan menggunakan search features. 3. Hubungan Antara Penggunaan Search Feature s e - Journals dengan Pemenuhan Kebutuhan Informasi Rutin Pemustaka Berdasarkan pengelolahan data yang telah dilakukan peneliti, hasil data menunjukkan bahwa korelasi antara penggunaan search features e-journals dengan pemenuhan kebutuhan informasi rutin pemustaka masuk kedalam kategori interpretasi rendah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hubungan keduanya kurang baik. Namun, setelah melakukan uji signifikansi hubungan antara penggunaan search features e-journals dengan pemenuhan kebutuhan informasi rutin pemustaka memiliki keberartian signifikan. Sehingga rumusan masalah khusus dapat diterima. Dengan nilai korelasi sebesar 0,372 yang termasuk pada kategori rendah yaitu terdapat pada interval 0,20 – 0,399. Terkait mengenai pemenuhan kebutuhan informasi rutin pemustaka. Dapat dilihat dari kebutuhan sehari - hari pemustaka yang dimana setiap harinya dapat berbeda beda serta membutuhkan informasi yang cepat ketika menelusur informasi. Menurut Guha (dalam puspitadewi 2012. Hlm. 4) “…Pendekatan Kebutuhan Informasi Rutin (everday need approach). Pendekatan kebutuhan informasi rutin bersifat spesifik dan cepat, dimana pendekatan kebutuhan ini menuntut adanya jawaban yang tepat dari pengolahan informasi dalam memenuhi kebutuhan pengguna informasi”. Penggunaan search features sebenarnya dapat membantu pemustaka untuk memperoleh hasil yang sesuai dengan kebutuhan. Seperti yang dijelaskan oleh Saleh. Ada empat tujuan dalam melakukan strategi penelusuran menurut Saleh (2009, hlm. 107) yaitu. 1. Untuk mendapatkan jumlah temuan relevan yang diinginkan 2. Untuk menghindari judul-judul yang tidak relevan. 3. Untuk menghindari jumlah temuan yang terlalu besar. 4. Untuk menghindari jumlah temuan yang terlalu kecil (kosong). Namun, pada kenyataannya penggunaan search features belum digunakan secara optimal dan belum dipahami oleh pemustaka seperti yang dijelaskan oleh Purwono (2008, hlm. 9) : “…dalam menelusur mereka sekedar memasukkan kata kunci pada kotak yang tersedia pada mesin pencari, dan hanya sedikit yang menggunakan salah satu operator Boole atau frasa dan ternyata mereka belum tahu apa maksud tanda tersebut dan belum mengetahui kalau ternyata banyak fasilitas penelusuran yang bisa dimanfaatkan dan bisa membentu dalam penelusuran”. Itu pula yang terjadi dilapangan saat melakukan penelitian. Kenyataannya adalah bahwa masih banyak pemustaka yang tidak mengetahui search features atau ada yang sudah mengetahui tapi beranggapan bahwa menggunakan search features tidak efektif dan efisien. Inilah yang membuat hubungan antar keduanya menjadi rendah. Hal tersebut diperkuat pula dari hasil wawancara peneliti dengan kepala seksi bagian PKIT yang secara langsung pernah membantu pemustaka dalam mengakses e-journals yang menyebutkan bahwa setiap harinya yang datang ke perpustakaan menelusur i n f o rma si h a n y a d e n g a n c a r a menggunakan pencarian yang gampang gampang saja tidak menggunaka strategi penelusuran menggunakan search features. Karena pemustaka tidak mengetahui cara pasti menggunakannya dan hanya mengetahui search features beberapa saja. 4. Hubungan Antara Penggunaan Search Feature s e - Journals dengan Pemenuhan Kebutuhan Informasi Mendalam Pemustaka Berdasarkan pengolahan data yang dilakukan, hasil data menunjukkan dalam pengujian hipotesis untuk melihat hubungan antarapenggunaan search features e-Journals dengan pemenuhan kebutuhan informa si menda l am pemustaka di UPT BIT LIPI Bandung adalah terdapat hubungan yang signifikan antara keduanya. Hal ini berdasarkan hasil pengolahan data yang menunjukan nilai korelasi sebesar 0,380 yang termasuk ke dalam kategori rendah yaitu terdapat pada interval 0,20 – 0,399. Berdasarkan data deskripsi di atas menunjukkanbahwa hubungan antara penggunaan search features e-Journals dengan pemenuhan kebutuhan informasi mendalam pemustaka rendah. Menurut Guha (dalam puspitadewi 2012. Hlm. 4) : “…Pendekatan Kebutuhan Informasi Mendalam (exhaustive need approach). Pendekatan kebutuhan informasi mendalam mengisyaratkan adanya suatu ketergantungan yang tinggi dari pengguna terhadap informasi yang dibutuhkan. Kebutuhan ini membuat pengguna informasi membutuhkan informasi yang akurat, spesifik dan lengkap”. Informasi yang akurat, spesifik, dan lengkap seharusnya dapat ditemukan d e n g a n me n g g u n a k a n str a t e g i penelusuran guna mencari informasi yang sesuai dengan kebutuhan dalam menelusur jurnal elektronik.. Menurut Nicholas (dalam ishak, 2006, hlm. 94), “…Pemakai informasi membutuhkan jumlah atau kuantitas yang berbeda dalam memenuhi keperluan tugas pekerjaan atau dalam memecahkan suatu permasalahan. Jumlah informasi yang dibutuhkan sangat tergantung pada sifat individu pemakai, artinya setiap pemakai dianggap mampu menentukan batasan kebutuhan informasi masing-masing “. Pemustaka sudah seharusnya dapat mencari informasi secara mandiri untuk mendapatkan informasi yang mendalam serta untuk memenuhi kebutuhan informasi mendalamnya. Namun, pada kenyataanya dilapangan pemustaka tidak mengetahui tentang search features. Ini dibuktikan dari hasil perhitungan korelasi antar keduanya yang rendah. Ini dapat diperkuat pula dari hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan kepala seksi bagian PKIT di UPT BIT LIPI Bandung. Narasumber mengatakan bahwa ketika pemustaka \ hendak mencari informasi yang lebih akurat, spesifik dan lengkap dalam menelusur informasi di jurnal elektronik biasanya meminta bantuan kepada petugas perpustakaan untuk mencarikannya. Hal tersebut yang membuat strategi pencarian kurang dapat dipahami oleh pemustaka. Karena pemustaka hanya membutuhkan hasil dari pencarian yang dibutuhkan. 5. Hubungan Antara Penggunaan Search Feature s e - Journals dengan Pemenuhan Kebutuhan Informasi Sekilas Pemustaka Berdasarkan hasil dari pengujian hipotesis untuk melihat hubungan antarapenggunaan search features ejournals dengan pemenuhan kebutuhan informasi sekilas pemustakadi UPT BIT LIPI Bandung adalah sebesar 0,304, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan search features e-journals dengan pemenuhan kebutuhan informasi s e k il a s p emu st a k a y a n g d a p a t dikategorikan rendah yaitu terdapat pada interval 0,20 – 0,399. Be r d a s a r k a n d a t a t e rs e b u t dilapangan bahwa hungungan antara penggunaan search features e-journals dengan pemenuhan kebutuhan informasi sekilas pemustaka rendah. Menurut Guha (dalam puspitadewi 2012. Hlm. 4)Pendekatan Kebutuhan Informasi Sekilas (cathcing up need approach) yaitu : “…pendekatan terhadap pengguna akan informasi yang ringkas, tetapi juga l e n g k a p k h u s u n y a m e n g e n a i perkembangan terakhir suatu subjek yang diperlukan dan hal-hal yang sifatnya relevan”. Dalam e-journals informasi yang disajikan bermacam - macam. Terdapat pula informasi sekilas yang dapat digunakan pemustaka. Tetapi, itu semua kembali lagi kepada kebutuhan informasi pemustaka. Menurut Nicholas (dalam Zulkarnain 2011, hlm 14)“Ada lima faktor yang mempengaruhi kebutuhan informasi pemakai, yaitu: a) jenis pekerjaan, b) personalitas, yaitu aspek psikologis dari pencari informasi yang meliputi ketepatan, ketekunan mencari informasi, pencarian secara sistematis, motivasi dan kemauan menerima informasi dari teman, kolega dan atasan, c) waktu, d) akses, yaitu menelusur informasi secara internal (di dalam organisasi) atau eksternal (di luar organisasi), dan e) sumber daya teknologi yang digunakan untuk mencari informasi.” Kebutuhan informasi pemustaka b e r b e d a - b e d a s e s u a i d e n g a n kebutuhannya masing masing. Pemustaka datang untuk mencari informasi dalam ejournals mengharapkan mendapatkan informasi yang spesifik mungkin. Namun, tidak menutup kemungkinan jika pemustaka membutuhkan informasi yang sekilas saja. Menurut hasil dari wawancara peneliti dengan kepala seksi bagian PKIT BIT LIPI Bandung bahwa pemustaka yang datang memiliki kebutuhan yang beragam. Terkadang memang ada pemustaka yang membutuhkan informasi secara sekilas saja. Seperti hanya melihat dari abstrak atau data bibliografi dari artikel dalam jurnal tersebut. Dengan hanya melihat dari abstrak dan data bibliografinya pemustaka sudah merasa puas atau merasa kebutuhannya sudah terpenuhi tanpa harus menelusur menggunakan teknik penelusuran

Conclusion

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan untuk mengetahui hubungan penggunaan search features ejournals dengan pemenuhan kebutuhan informasi pemustaka yang meliputi pemenuhan kebutuhan informasi mutakhir, rutin mendalam dan sekilas di UPT BIT LIPI Bandung. Hasil pengolahan data menyimpulkan penggunaan search features e-journals memiliki hubungan dengan pemenuhan kebutuhan informasi pemustaka, dengan tingkat hubungan pada kategori sedang. Hal ini dikarenakan masih banyak yang belum mengetahui mengenai penggunaan search features dalam menelusur informasi, dengan demikian H diterima 1 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan search features e-journals memiliki hubungan dengan pemenuhan kebutuhan informasi pemustaka. Hubungan antara penggunaan search features e-journals dengan indikator pemenuhan kebutuhan mutakhir pemustaka di UPT BIT LIPI Bandung menunjukkan ada hubungan yang signifikan dengan tingkat hubungan pada kategori sedang. Sedang disini berarti bahwa penggunaan search fearutes sudah dapat memenuhi kebutuhan informasi p emu st a k a d i l i h a t d a ri a s p e k kemutakhiran informasi, keterbaruan informasi, serta keaktualan informasi yang didapatkan pemustaka ketika menelusur e-journals. Hubungan antara penggunaan search features e-journals dengan Indikator pemenuhan kebutuhan rutin pemustaka di UPT BIT LIPI Bandung menunjukkan adanya hubungan yang signifikan namun tingkat hubungannya rendah. Ini dikarenakan aspek-aspek dalam indikator pemenuhan kebutuhan rutin seperti kecepatan, ketepatan dan kespesifikasian informasi yang diperoleh dengan tidak menggunakan strategi penelusuran menggunakan search features yang di perkuat juga dari hasil wawancara. Hubungan antara penggunaan search features e-journals dengan Indikator pemenuhan kebutuhan mendalam pemustaka di UPT BIT LIPI Bandung menunjukkan adanya hubungan yang signifikan namun dalam tingkatan yang rendah. Karena aspek dari indikator tersebut yaitu : kedalaman, kespesifikan, keakuratan dan klengkapan informasi didapatkan pemustaka dengan meminta bantuan kepada pustakawan. Sehingga pemustaka tidak mengetahui teknik penelusuran yang digunakan. Hubungan antara penggunaan search features E-Journals dengan Indikator pemenuhan kebutuhan sekilas pemustaka di UPT BIT LIPI Bandung menunjukkan adanya hubungan yang signifikan namun dalam tingkatan rendah karena pemustaka belum begitu memahami semua strategi penelusuran dengan menggunakan search features yang ada di e-journals.