PENGEMBANGAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN STAI AL-ANWAR SARANG
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan koleksi perpustakaan di Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Anwar Sarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif diskriptif, teknik pengumpula melalui wawancara serta studi pustaka. Hasil penelitian bahwa perpustakaan STAI Al-Anwar Sarang telah melaksanakan pengembangan koleksi perpustakaan melalui tahap analisis pengguna, seleksi koleksi, pengadaan koleksi, penyiangan koleksi dan evaluasi koleksi. tahapan ini dilakukan dengan baik tapi ada kendala yang dihadapi oleh pustakawan yaitu tidak adanya kebijakan pengembangan koleksi dan kebijakan koleksi. adapun saran dari peneliti yaitu membuat kebijakan pengembangan koleksi dan kebijakan seleksi.
Abstract
This research aims to determine the process of developing library collections at the Al-Anwar Sarang Islamic College. The method used in this research is descriptive qualitative, collecting techniques through interviews and literature study. The research results show that the STAI Al-Anwar Sarang library has carried out library collection development through the stages of user analysis, collection selection, collection procurement, collection weeding and collection evaluation. This stage was carried out well but there were obstacles faced by librarians, namely the absence of a collection development policy and collection policy. The suggestions from researchers are to create a collection development policy and selection policy.
Keywords:
Collection development
· university library
· library development
Introduction
Penyelenggaraan lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia dipandang sebagai suatu program yang bernilai strategis. Hal ini dapat dilihat bahwa proses pendidikan merupakan sebuah proses yang dengan sengaja dilaksanakan semata-semata bertujuan untuk mencerdaskan bangsa. Melalui proses pendidikan akan terbentuk sosok-sosok individu sebagai sumber daya manusia yang akan berperan besar dalam proses pembangunan bangsa dan negara. Oleh karena itu peran pendidikan demikian sangat penting sebab pendidikan merupakan kunci utama untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Salah satu sarana prasarana untuk menunjang pendidikan adalah perpustakaan. Perpustakaan menurut UU No 43 Tahun 2007 adalah sebuah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi bagi pemustaka.10 Pada pasal 40 Pedoman Perpustakaan Perguruan Tinggi 2004 yang menegaskan bahwa perpustakan merupakan unsur penunjang pendidikan tinggi. 11 Sebuah perpustakaan terbangun dari berbagai komponen, diantaranya adalah gedung, koleksi, dana dan sumber daya manusia. Koleksi merupakan salah satu komponen yang penting, sebuah perpustakaan bisa dikatakan bagus dalam nilai eksistensitasnya apabila banyaknya pengguna yang mengakses perpustakaan. Untuk memenuhi kebutuhan pengguna dari sisi koleksi maka dibutuhkan sebuah konsep untuk mengembangkan koleksi. Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan dalam pengembangan koleksi yaitu: mengetahui masyarakat pengguna, kebijakan pengembangan koleksi, seleksi bahan pustaka, pengadaan bahan pustaka, penyiangan bahan pustaka, dan evaluasi bahan pustaka.12 Pengembangan koleksi di perpustakaan hakikatnya adalah proses mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki suatu perpustakaan yang dihubungkan dengan pengguna yang dilayani,bahan pustaka merupakan koleksi yang dapat menjadi sumber informasi bagi pengguna perpustakaan. Bahan perpustakaan yang disediakan yaitu berupa buku, majalah, atau bahan cetak lainnya. 13 Untuk memenuhi kebutuhan pemustaka pengembangan koleksi (Collection development) merupakan serangkaian proses atau kegiatan yang bertujuan mempertemukan kebutuhan pemustaka dengan rekaman informasi dalam lingkungan perpustakaan. Pada proses ini memastikan bahwa kebutuhan informasi dari para pemustaka akan terpenuhi secara tepat waktu dan tepat guna dengan memanfaatkan sumber-sumber informasi yang dihimpun oleh perpustakaan. Sumber-sumber informasi tersebut harus dikembangkan sebaik-baiknya sesuai dengan kondisi perpustakaan dan masyarakat yang dilayani. 14 Perpustakaan Sekolah Tinggi Agama Islam (STIA) Al-Anwar Sarang telah menjalankan program kegiatan diperpustakaan namun belum memiliki Pengembangan Koleksi secara tertulis. Maka dari itu penulis akan melakukan penelitian pengembangan koleksi di perpustakaan STIA Al – Anwar Sarang.
Result & Discussion
1. Definisi Koleksi Perustakaan Salah satu unsur perpustakaan yang penting adalah koleksi. Perpustakaan perguruan tinggi bertugas mengelola koleksi perpustakaan. koleksi yang dibangun tidak bisa semata-mata berorientasi pada kualitas atau jumlahnya, namun justru berorientasi pada kualitas dan nilai guna atau pemanfaatan koleksi oleh pemustaka.15 Salah satu komponen perpustakaan adalah koleksi, tanpa adanya koleksi yang baik dan memadai maka perpustakaan tak akan memberikan layanan yang baik kepada masyarakat pemakainya. Dalam hal ini yang dimaksud dengan koleksi perpustakaan adalah semua bahan pustaka yang dikumpulkan, diolah, dan disimpan untuk disebarluaskan kepada masyarakat guna mernenuhi kebutuhan informasi mereka. Adapun tujuan penyediaan koleksi perpustakaan adalah untuk menunjang pelaksanaan program lembaga induknya. Misalnya, perpustakaan di perguman tinggi, maka tujuan penyediaan koleksi untuk menunjang pelaksanaan program pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Oleh karena itu, koleksi perpustakaan di perguruan tinggi tidak hanya disajikan bagi para mahasiswa, pengajar, dan peneliti, tetapi juga bagi masyarakat yang memerlukannya.16 Sementara menurut pendapat Darmono dalam Elva menyatakan yang termasuk jenis koleksi perpustakaan adalah sebagai berikut: a. Buku, meliputi buku teks, buku penunjang, fiksi, bergambar dan buku umum b. Koleksi referensi, seperti kamus, ensiklopedia, almanak, direktori c. Sumber geografi d. Jenis serial, seperti majalah dan tabloid e. Bahan mikro, seperti mikrofilm,mikrofice f. Bahan pandang dengar 9audio visual) seperti video, kaset piringan hitam, CD ROM, VCD, slide, film.17 2. Kebijakan Pengembangan Koleksi Perpustakaan Sebelum melakukan kegiatan pengembangan koleksi, maka sebaiknya perpustakaan membuat sebuah kebijakan atau pedoman yang akan menjadi landasan dalam kegiatan pengembangan koleksi. Adapun isi kebijkan pengembangan koleksi diantaranya adalah : a. Penjelasan singkat visi, misi perpustakan dan sasaran yang dicapai b. Diskripsi singkat tentang masyarakat yang dilayani dan koleksi yang ada C. Penjelasan mengenai siapa yang bertanggungjawab atas pengelolaan perpustakaan dan siapa yang diberi wewenang untuk seleksi d. Penjelasan anggaran, metode pemilihan koleksi dan informasi yang penting, seperti pedoman seleksi dan lain lain e. Penjelasan masalah-masalah khusus yang mungkin terjadi, misalnya penggantian koleksi yang hilang, cara penjilidan dan lain-lain f. Penjelasan mengenai koleksi yeng akan dikembangkan, dibagi atas bidang subjek seperti, bahasa, cakupan periode, cakupan geografis, format koleksi yang akan dibeli dan lain lain g. Penjelasan peminjaman antar perpustakaan, jaringan dan bentuk kerjasama lain yang berpengaruh pada pengembangan koleksi h. Penjelasan tentang menangani koleksi yang didapat dari hadiah i. Penjelasan tentang kriteria dan cara penyiangan koleksi j. Penjelasan tentang sikap perpustakaan terhadap penyensoran dan masalah lain yang berkaitan dengan kebebasan intelektual.18 Dalam menetapkan kebijakan pengembangan koleksi yang perlu dipertimbangkan adalah perumusan tujuan. Perumusan tujuan hendaklah disesuaikan dengan kondisi dan kenyataan badan instansi atau perpustakaan yang bersangkutan. Hal yang perlu dipertimbangkan dalam merumuskan tujuan pengembangan koleksi adalah ruang lingkup bidang ilmu, bentuk bahan pustaka, kemutakhiran, bahasa dan, keseimbangan dalam subjek.19 3. Pengembangan Koleksi Perpustakaan Definisi pengembangan koleksi (collection development) mengalami perubahan seiring dengan dinamika perubahan dalam masyarakat. Pada masa lalu, kegiatan berorientasi pada koleksi. Pengembangan koleksi merupakan bagian dari keseluruhan kegiatan perpustakaan yang bertujuan untuk mentransfer informasi dan mengembangkan pengetahuan .20 Proses pengembangan koleksi teterdiri atas sembilan kegiatan yaitu:21 a. Mengidentifikasi b. Menyeleksi c. Pengadaan d. Pengorganisasian e. Pengolahan f. Penyimpanan g. Menginterpretasi h. Pemanfaatan i. Penyebaran Dalam melakukan kegiatan pengembangan koleksi, setiap kegiatan akan berkaitan satu sama lain. Oleh karena itu, mengembangkan koleksi juga berarti mengembangkan perpustakaan secara keseluruhan. Pengembangan koleksi didefinisikan sebagai proses mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan koleksi perpustakaan dalam memenuhi kebutuhan pengguna serta berupaya mengatasi kelemahan tersebut. Evans & Saponaro mendefinisakn pengembangan koleksi adalah proses memenuhi kebutuhan informasi masyarakat secara tepat waktu dan tepat guna dengan memanfaatkan sumber daya informasi yang dikelola oleh perpustakaan atau yang dikelola oleh perpustakaan lain.22 Pengertian pengembangan koleksi juga dapat merujuk pada kegiatan yang menjaga agar koleksi perpustakaan tetap mutakhir dan sesuai dengan kebutuhan pengguna perpustakaan. Untuk mewujudkannya, perpustakaan perlu mengumpulkan alat seleksi pustaka, survei kebutuhan masyarakat akan pustaka, survei minat pengguna, meregistrasi pustaka yang diperoleh, menyeleksi, mengevaluasi, dan menyiangi koleksi. 4. Fungsi Kebijakan Pengembangan Koleksi Fungsi kebijakan pengembangan koleksi tertulis yang dibuat dapat digunakan sebagai. a. Pedoman bagi selektor b. Sarana komunikasi, memberitahu pemakai mengenai cakupan dan ciri-ciri koleksi yang telah ada dan rencana pengembangannnya c. Sarana perencanaan baik perencaan anggaran maupun pengembangan koleksi d. Membantu menetapkan metode penilaian bahan e. Membantu memilih metode pengadaan membantu menghadapi masalah sensor f. Membantu perencaan kerjasama g. Membantu identifikasi bahan yang perlu dipindahkan ke gudang tau dikeluarkan dari koleksi (evaluasi).23 Setelah kebijakan pengembangan koleksi ditetapkan, perpustakaan dapat melakukan proses pemilihan. Proses pemilihan (siapa yang memilih dan bagaimana cara pemilihannya) sangat bergantung pada jenis perpustakaan, ukuran perpustakaan serta organisasi internal perpustakaan. 5. Proses Pengembangan Koleksi Pada dasarnya, tugas utama setiap perpustakaan ialah membangun koleksi yang kuat demi kepentingan pengguna perpustakaan. pengembangan koleksi mencakup semua kegiatan untuk memperluas koleksi yang ada di perpustakaan, tutama aspek seleksi dan evaluasi. Ada 6 tahapan dalam pengembangan koleksi yaitu:24 a. Analisis Pengguna Tujuan diadakannya analisis pengguna dalam membangun pengembangan koleksi yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka sehingga koleksi mempunyai nilai kemanfaatan karena dibutuhkan. Hal ini perpustakaan akan menganalisis koleksi apa saja yag dibutuhkan pemustaka kemudian pengembangan koleksi akan berfokus pada koleksi yang dibutuhkan.25 Analisis pengguna akan membantu perpustakaan untuk mengembangkan koleksi sesuai dengan kebutuhan prmustaka. Maka analisis pengguna akan digunakan pada dosen, mahasiswa dan engguna lainnya. Adapun cara yang bisa digunakan adalah menyebar kuesioner, membuat kotak saran atau daftar permintaan koleksi. b. Kebijakan Seleksi Kebijakan seleksi merupakan salah satu tahapan yang penting dalam proses ini karena menjadi pedoman dalam kegiatan-kegiatan lainnya. Berikut ini merupakan hal-hal yang harus dipahami oleh pustakawan untuk menjadikan kebijakan seleksi lebih efektif yaitu:26 1) Proses seleksi bergantung pada kebijakan seleksi, sedangkan kebijakan seleksi merupakan bagian dari proses pengembangan koleksi secara keseluruhan. 2) Memahami tujuan dari didirikannya perpustakaan, pengembangan koleksi, dan juga memahami kebutuhan pengguna perpustakaan. Perpustakaan, koleksi, dan pengguna merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan. 3) Perlunya peningkatan kompetensi pustakawan dengan cara membaca buku-buku yang berkaitan dengan pengembangan koleksi, penerbitan (mulai dari proses produksi hingga penjualan), dan resensi. 4) Memahami seluk-beluk kebijakan penerbit, toko buku, nama editor-editor senior dan penerbit yang terpercaya, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan industri penerbitan. 5) Memahami resensi yang ada dalam berbagai media agar mengetahui secara kritis kelebihan dan kekurangan sebuah bahan pustaka yang dijadikan bahan resensi. 6) Memahami kondisi bibliografi nasional serta memahami kekuatan dan kelemahannya. 7) Pustakawan harus independen dan memberikan penilaian yang adil dalam menyeleksi pustaka. c. Proses Seleksi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, seleksi merupakan pemilihan, penyiaringan yang dilakukan untuk mendapatkan yang terbaik. Seleksi pustaka adalah proses mengidentifikasi bahan pustaka yang akan ditambahkan pada koleksi yang telah ada di perpustakaan. Proses ini merupakan kegiatan penting yang perlu dilakukan karena akan menentukan mutu perpustakaan yang bersangkutan. Suatu perpustakaan tidak akan ada artinya apabila koleksi tidak tersedia sesuai dengan kebutuhan pemakainya. 27 Evans menjelaskan beberapa tahapan proses seleksi yaitu: 1) Pustakawan harus mengidentifikasi kebutuhan pemustaka 2) Menentukan jumlah anggaran 3) Memiliki rencana untuk identifikasi perkiraan penggunaan koleksi yang dibutuhkan 4) Melakukan pencarian koleksi perpustakaan yang dibutuhkan. Dalam melakukan seleksi diperlukan orang yang mengerti tentang seleksi, prinsip seleksi, prosedur seleksi dan alat bantu seleksi. Adapun yang termasuk dalam alat bantu seleksi adalah silabus mata kuliah, katalog penerbit, bibliografi, tinjauan resensi buku, iklan dan selebaran terbitan baru, datar terbitan monograf, pangkal data, situs web dan katalog penerbit.28 Proses seleksi dilakukan berdasarkan pertimbangan tujuan dan misi yang berbeda-beda dari setiap jenis perpustakaan. Perpustakaan membentuk tim seleksi yang terdiri atas berikut:29 1) Pustakawan 2) Perwakilan dari lembaga induk 3) Perwakilan dari unit kerja lain yang terkait, 4) Perwakilan dari pengguna. d. Pengadaan Pengadaan merupakan kegiatan inti pada proses pengembangan koleksi, semua kebijakan pengembangan koleksi akan bermuara pada pengadaan koleksi. Pengadaan koleksi meliputi kegiatan untuk mengumpulkan data terbitan, penerbit baru, dan jasa pelayanan baru yang diperlukan dalam pengadaan.30 Menurut Yuyu dan Sujana setelah menyeleksi pustaka, tahap berikutnya adalah melakukan pengadaan pustaka. Umumnya, tahapan tersebut mencakup hal berikut: 1) Pembelian 2) Tukar-menukar 3) Sumbangan, pemberian, atau hadiah, 4) Titipan 5) Membuat sendiri bahan pustaka (menerbitkan buku, membuat kliping koran atau majalah, dan sebagainya), 6) Kerja sama (konsorsium dan sebagainya). Pada tahap pengadaan, proses pengembangan koleksi yang selalu terkait dengan perkembangan teknologi informasi menuntut pengadaan koleksi elektronik. Perpustakaan digital atau paling tidak perpustakaan hibrida sudah mulai muncul di masa kini. Pada masa depan, diperkirakan bahwa koleksi buku elektronik atau e-book akan semakin dikembangkan. Isu tersebut sebaiknya diantisipasi dalam kebijakan pengembangan koleksi.31 e. Penyiangan Penyiangan adalah proses mengeluarkan koleksi dari jajaran koleksi perpustakaan dan menilainya kembali apakah masih sesuai dengan kebutuhan pengguna perpustakaan. Dengan adanya bahan pustaka yang disiangi, hal itu akan memberikan ruang terhadap bahan pustaka baru yang lebih mutakhir untuk ditempatkan di jajaran rak.32 Terdapat empat alasan untuk melaksanakan kegiatan penyiangan yaitu : 1) Menghemat ruangan 2) Mempermudah pemakai dalam temu kembali koleksi 3) Menghemat dana 4) Mempersiapkan ruang bagi pustaka yang baru.33 f. Evaluasi Evaluasi koleksi adalah kegiatan menilai koleksi yang dimiliki perpustakaan, baik dari segi ketersediaan maupun pemanfaatannya. Evaluasi koleksi perlu dilakukan secara periodik dan sistematis untuk memastikan bahwa koleksi itu mengikuti perubahan dan perkembangan kebutuhan informasi yang terjadi pada komunitas yang dilayani.34 Adapun tujuan dari evaluasi koleksi adalah : 1) Mengetahui dengan jelas tentang cakupan, kedalaman dan kegunaan koleksi perpustakaan 2) Membantu dalam menyusun atas kebijakan pengembangan koleksi 3) Membuat pedoman untuk melaksanakan penyiangan dan pengawasan koleksi 4) Mengukur keberhasilan kebijakan pengembangan koleksi 5) Menentukan kecukupan dan kualitas koleksi.35 Dalam melakukan evaluasi, terdapat dua teknik yang dapat dilakukan oleh pustakawan : I. Teknik yang pertama Teknik yang berfokus pada koleksi. Evaluasi ini memeriksa isi dan karakteristik dari pustaka yang ada untuk menentukan jumlah, umur koleksi, cakupan, dan kedalaman substansinya yang akan dibandingkan dengan standar yang sudah ditetapkan. II. Teknik kedua Teknik yang berfokus pada pengguna. Evaluasi ini menganalisis cara pengguna memanfaatkan koleksi. Pada beberapa kasus, pengguna meminjam koleksi memiliki kepentingan tertentu. Misalnya, seorang pengguna di perpustakaan sekolah sering kali meminjam banyak judul pustaka. Bukan untuk dibaca, tetapi untuk memperoleh poin terbanyak karena berharap mendapatkan hadiah bagi pengguna yang meminjam paling banyak. Dari data pemanfaatan tersebut, dapat diketahui efektivitas dari sebuah pustaka.36 Dapat disimpulkan bahwa konsep dasar pengembangan koleksi diimplementasikan ke dalam proses pengembangan koleksi yang terdiri atas enam tahap. Dalam proses pengembangan koleksi, keenam tahap tersebut dilakukan secara berurutan. Pada tahap keenam, proses akan kembali ke tahap awal. Dinamika proses tergantung pada perubahan lingkungan, baik secara internal maupun eksternal perpustakaan. 6. Pengembangan Koleksi di Perpustakaan STIA Al Anwar sarang Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Anwar merupakan sekolah tinggi keagamaan Islam berbasis pesantren yang didirikan pada tahun 2011 oleh KH. Maimun Zubair. STAI Al Anwar Sarang saat ini dipimpin oleh Ketua bernama Dr. KH. Abdul Ghofur, MA dan berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Al Anwar. STAI Al Anwar beralamat di Jl. Rembang-Surabaya, Gondanrojo, Kalipang, Kec. Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. STAI Al Anwar memiliki 2 prodi yaitu Ilmu Al-Qur'an & Tafsir dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, memiliki mahasiswa yang berjumlah 1.639, dosen dam karyawan yang berjumlah 70.37 STAI Al-Anwar mempunyai berbagia fasilitas salah satunya adalah perpustakaan. Perpustakaan dikelola oleh 1 pustakawan yang bernama Umi Hasunah,S.IP dan 12 mahasiswa/alumni sebagai tenaga relawan di perpustakaan. Dalam kegiatan sehari hari perpustakaan STIA Al-Anwar berusaha memberi pelayanan yang maksimal terhadap seluruh pemustaka yang terdiri dari dosen, karyawan dan mahasiswa. Salah satu wujud nyata adalah dengan menyediakan beragam koleksi penunjang pembelajaran yang hingga saat ini berjumlah 4.500 eksemplar.38 Selain itu untuk meningkatkan pelayanan perpustakaan yaitu dengan melaksanakan pengembangan koleksi perpustakaan. Melalui pengembangan koleksi, perpustakaan STAI Al-Anwar dapat mengetahui koleksi apa saja yang dibutuhkan oleh para pengguna. Berikut tahapan pengembangan koleksi : 1) Analisis pengguna Analisis pengguna dilakukan untuk memenuhi koleksi yang dibutuhkan oleh penggunaagar disediakan di dalam perpustakaan. Analasis pengguna yang dilakukan yang dilakukan perpustakaan STAI Al-Anwar Sarang dengan cara, ketika pemustaka datang keperpustakaan mengisi daftar permintaan buku dan terkadang pustakawan menyebar angket di kelas untuk permintaan buku. Sedangkan para dosen dan karyawan biasanya mereka langsung meminta kepada pengelola perpustakaan untuk menyediakan buku-buku bahan ajar untuk pembelajaran. Terkadang pustakawan juga bertanya kepada dosen koleksi apa yang perlu ditambah di perpustakaan 2) Seleksi Setelah pustakawan mengumpulkan seluruh daftar permintaan koleksi yang dibutuhkan, maka pustakawan akan menyeleksi permintaan tersebut namun tidak ada aturan ataupun kebijakan tentang koleksi sehingga pustakawan menyeleksi berdasarkan kesesuai kurikulum dan materi materi yang dikaji di STAI Al-Anwar 3) Pengadaan Setelah permintaan pemustakadiseleksi, maka pustakawan akan mengelist buku yang akan dibeli. Pembelanjaan koleksi sering dilakukan ketika libur semester tapi jika koleksi itu segera dibutuhkan oleh pemustaka maka akan segera dibeli. Selaian pengadaan melalui pembelian, perpustakaan STAI Al- Anwar Sarang juga melakukan pengadaan koleksi melalui hadiah atau hibah. Pengadaan melalui hadiah atau hibah biasanya perpustakaan menerima hadiah buku yang diberikan oleh dosen, penerbit, penulis novel dan relasi dari pengasuh. Adapun dana yang digunakan untuk pengadaan koleksi adalah 4% dari anggaran tahunan STAI Al-Anwar Sarang. 4) Penyiangan Terbatasnya rak koleksi sehingga pustakawan harus memikirkan cara bagaimana agar koleksi baru mempunyai tempat di rak maka diadakan penyiangan koleksi . adapun yang menyeleksi adalah pustakawan karena dia mengetahui secara jelas tentang koleksi-koleksi yang ada di perpustakaan. Adapun koleksi yang disiangkan adalah koleksi yang jarang atau bahkan tidak pernah dipinjam, koleksi lama yang sudah tidak relevan, koleksi yang rusak 5) Evaluasi Evaluasi koleksi yang dilakukan oleh perpustakaan STAI Al-Anwar Sarang dilakukan dengan cara menerima saran saran dari dosen dan mahasiswa terkait koleksi yang ada di perpustakaan. Selain itu biasanya pustakawan akan meminta pertimbangan dari jajaran kepengurusan STIA Al Anwar mengenai langkah-langkah yang dilakukan untuk kemajuan perpustakaan.
Conclusion
Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan pustakawan, dapat disimpulkan bahwa perpustakaan STAI Al-Anwar Sarang dalam melakukan pengembangan koleksi dilakukan dengan lima tahap yaitu analisis pengguna, seleksi koleksi, pengadaan koleksi, penyiangan koleksi dan evaluasi koleksi. Secara umum pengembangan koleksi yang dilakukan sudah baik, namun tetap saja terdapat beberapa kendala yang dihadapi pustakawan, seperti tidak adanya kebijakan pengembangan koleksi, tidak adanya kebijakan seleksi secara tertulis. Namun kedepannya pustakawan akan tetap berusaha agar perpustakaan STAI Al-Anwar lebih baik dari sebelumnya. Dari hasil penelitian tersebut, peneliti menyarankan bebrapa hal demi kemajuan perpustakaan STAI Al-Anwar Sarang agar mampu menunjang proses pembelajaran dan mampu menyediakan koleksi yang sesuai kebutuhan para pemustaka. Saran tersebut adalah : a. Sebaiknya perpustakaan STAI Al-Anwar membuat kebijakan pengembangan koleksi baik secara tertulis ataupun tidak. Dengan adanya kebijakan pengembangan maka pustakawan kedepannya akan mempunyai pedoman. b. Sebaiknya perpustakaan STAI Al-Anwar membuat kebijakan koleksi sehingga dalam menyeleksi koleksi dapat berpedoman dengan kebijakan tersebut dan proses seleksi berjalan dengan lancar c. Sebaiknya anggaran perpustakaan STAI Al-Anwar yang mulanya 4% dirubah menjadi 5% dari anggaran tahunan