Kembali
16
1
2013 Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 9 · 2 ISSN 2477-0361

Evaluasi Pemanfaatan Koleksi Buku Digital oleh Mahasiswa Pendidikan Dokter di Unit Perpustakaan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM)

Universitas Gadjah Mada

Abstract

Role and function of library unit of Medical Faculty of Gadjah Mada University(FK UGM) prepares instrument and support facilities for student of medical education, namely preparing many kinds of information sources in health and medical unit. To fulfill the information need for student, it prepares information sources in various formats, either in printed form or digital form. Printed Jormat is by preparing books, scholarly paper, government published, and magazine. Meanwhile, digital format includes books, scholarly paper, articles, even subscribe database in health and medical unit. Preparing this digital book collection is relevan with student tendency of medical education program in using collection. So that, this research will evaluate the utility of digital book collection by student of medical education of medical faculty of Gajah Mada University. The problem formulation is how the student of FK UGM utilize the digital book collection. The purpose oh this research are: (1) knowing the utility of digital book collection by student of medical education of medical faculty of Gajah Mada University., (2) giving opinion to library unit of medical faculty of Gajah Mada University in taking policy to develop digital book collection, (3) giving opinion to the organizer of medical education of medical faculty of Gajah Mada University about the utility of book collection. The method in this research is by using quantitative approach with 94 respondents of medical education student. Based on result and discussion in this research , it is known that the evaluation of digital book collection utility can be categorized good, if the score average is 85,3975 %. Almost all of the indicators get category good., except interest indicator of user. Their category is sufficient because the question for respondents in minor question form. Meanwhile recommendation based on respondents suggestions of proposals are: (1) access of digital book collection can be done from home or beyond of Medical Faculty area of Gajah Mada University, (2) update digital book collection always be done, (3) library unit of medical faculty o0f Gajah Mada University intensively socializes to student about the utility of digital book collection.
Keywords: Digital Book Collection · Library · Utility Evaluation

Introduction

A. PENDAHULUAN kepribadian profesi (kognitif, psikomotor, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM) menerapkan konsep pembelajaran berbasis problem-based learning (PBL). Penerapan konsep ini merupakan pengembangan pendidikan yang berorientasi trend pendekatan internasional SPICES (Student centered-Problem based learningIntegrative learning-Community based learning-Electrive learning-Systematic learning). Pelaksanaan konsep ini menekankan pada pemberian suasana dan sarana belajar peserta didik aktif mandiri, bebas dalam menggali dan membentuk/ mensitesis kompetensi ilmu, keterampilan, sikap perilaku, kepribadian profesi (kognitif, psikomotor, afektif). Pendekatan sistem ini akan meningkatkan mahasiswa motivasi intrinsik kuat dan dibiasakan belajar secara mandiri. Teknik pembelajaran dengan integrasi pengajaran bagian-bagian di FK UGM yang berdasarkan blok-blok. Konsep ini akan berhasil jika didukung berbagai fasilitas penunjang, salah satunya ketersedian berbagai sumber belajar dalam berbagai format yang tersedia di perpustakaan. Menurut Sastrowijoto (2003) pemikiran inovatif ini menjadi pioneer untuk pendidikan PBL yang mempunyai berbagai manfaat kognitif, afektif, dan psikomotor. Dalam aspek kognitif, PBL diharapkan mampu mengaktifkan prior knowledge meningkatkan pengetahuan, terutama dalam diskusi kelompok kecil, mampu memanfaatkan berbagai sumber belajar, termasuk website serta mampu melakukan integrasi berbagai subjek, hingga lebih relevan dengan problem-problem profesional yang akan mereka hadapi sekarang dan masa akan datang. Aspek afektif, PBL akan membawa mahasiswa merasa apa yang mereka pelajari erat kaitannya sebagai calon dokter. Hal ini meningkatkan motivasi intrinsik yang kuat, dan mengembangkan team work melalui kelompok kecil. Secara psikomotor, PBL akan meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal karena mahasiswa akan lebih terlatih, meningkatkan kemampuan problem solving, dan mahasiswa dibiasakan belajar mandiri menuju lifelong study learning. Keberhasilan pelaksanaan konsep PBL tidak lepas adanya dukungan sarana dan prasarana yang memadai, baik ruang atau fasilitas pendukung lainnya. Di samping itu juga perlu adanya perubahan-perubahan untuk disesuaikan. Bentuk perubahan tersebut meliputi: sistem manajemen, sistem sumber daya manusia, keuangan, perlengkapan, fasilitas gedung, administrasi pendidikan, dan sistem informasi manajemen. Unit Perpustakaan FK UGM sebagai salah satu penunjang di Fakultas Kedokteran dengan perubahan sistem pembelajaran dari konvensional ke PBL ikut terlibat secara langsung. Keterlibatan Unit Perpustakaan dengan menyediakan sarana dan fasilitas penunjang belajar mahasiswa pendidikan dokter, yaitu ketersedian berbagai sumber informasi bidang kesehatan atau kedokteran. Upaya untuk memenuhi kebutuhan informasi mahasiswa dengan menyediakan sumber-sumber informasi dalam berbagai format, baik dalam format cetak maupun digital. Format cetak dengan melakukan pengadaan buku, karya ilmiah, terbitan pemerintah, atau majalah. Format koleksi digital meliputi buku, karya ilmiah, artikel, bahkan berlangganan database bidang kesehatan dan kedokteran. Penyediaan koleksi buku digital ini relevan dengan kecenderungan mahasiswa program pendidikan dokter dalam menggunakan koleksi. Berdasarkan penelitian sebelumnya dengan judul faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat penurunan buku teks dipinjam oleh mahasiswa pendidikan dokter di Unit Perpustakaan FK UGM ditemukan bahwa 22% responden mengatakan salah satu faktor penurunan buku teks dipinjam disebabkan tersedianya koleksi buku digital. Berdasarkan laporan Unit Perpustakaan FK UGM koleksi buku digital dari tahun ke tahun terus mengalami pertambahan. Mencermati data tersebut menunjukan bahwa jumlah koleksi buku digital di Unit Perpustakaan FK UGM tidak sedikit. Untuk mengadakan koleksi buku digital dibutuhkan dana dan tenaga tidak sedikit. Namun demikian sampai saat ini belum diadakan evaluasi tingkat pemanfaatannya oleh mahasiswa pendidikan dokter. Tabel. 1 Pertambahan Koleksi Buku Digital Tahun Jumlah 2007 1.453 2008 2910 2009 848 2010 1.435 2011 530 Jumlah 5.725 Sumber: Laporan Tahunan Unit Perpustakaan FK UGM Tahun 2011 Penelitian ini mengevaluasi pemanfaatan koleksi buku digital oleh mahasiswa pendidikan dokter FK UGM. Mencermati latar belakang dalam penelitian ini, maka rumusan masalah adalah bagaimana pemanfaatan koleksi buku digital oleh mahasiswa pendidikan dokter FK UGM. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) mengetahui pemanfaatan koleksi buku digital oleh mahasiswa Pendidikan Dokter FK UGM, (2) memberikan masukan ke Unit Perpustakaan FK UGM dalam pengambilan kebijakan dalam pengembangan koleksi buku digital, (3) memberikan masukan ke pengelola Program Pendidikan Dokter FK UGM tentang pemanfaatan koleksi buku. . Studi Pustaka 1. Perpustakaan Perguruan Tinggi Menurut Qalyubi (2007) Perpustakaan perguruan tinggi merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang bersama-sama dengan unit lain turut melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan cara memilih, menghimpun, mengolah, merawat dan melayani sumber informasi kepada lembaga induknya pada khususnya dan masyarakat akademis pada umumnya. Menurut Dikti (2008) perpustakaan perguruan tinggi sebagai unsur penunjang perguruan tinggi dalam mencapai visi dan misinya, perpustakaan memiliki berbagai fungsi sebagai berikut: (1) fungsi edukasi, perpustakaan merupakan sumber belajar sivitas akademika oleh karena itu koleksi yang disediakan adalah koleksi yang mendukung pencapaian tujuan pembelajaran, pengorganisasian bahan pembelajaran setiap program studi, koleksi tentang strategi belajar mengajar dan materi pendukung pelaksanaan evaluasi pembelajaran, (2) fungsi informasi, perpustakaan merupakan sumber informasi yang mudah diakses oleh pencari dan pengguna informasi, (3) fungsi riset, perpustakaan mempersiapkan bahan-bahan primer dan sekunder yang paling mutakhir sebagai bahan untuk melakukan penelitian dan pengkajian ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Koleksi pendukung penelitian di perpustakaan perguruan tinggi mutlak dimiliki, karena tugas perguruan tinggi adalah menghasilkan karya karya penelitian yang dapat diaplikasikan untuk kepentingan pembangunan masyarakat dalam berbagai bidang. 2. Koleksi Digital Menurut DIKTI (2008) kebijakan pengembangan koleksi didasarkan pada asas: (1) kerelevanan, koleksi hendaknya relevan dengan program pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat perguruan tingginya, (2) berorientasi pada kebutuhan pemustaka, pengembangan koleksi harus ditujukan pada kebutuhan pemustaka, (3) kelengkapan, koleksi hendaknya jangan hanya terdiri atas buku ajar yang langsung dipakai dalam perkuliahan, tetapi juga berkaitan dengan ilmu yang berkaitan erat dengan program yang ada secara lengkap, (4) kemutakhiran, koleksi hendaknya mencerminkan kemutakhiran, (5) kerja sama, koleksi hendaknya merupakan hasil kerja sama semua pihak yang berkepentingan dalam pengembangan koleksi, yaitu antara pustakawan, tenaga pengajar, dan mahasiswa. Menurut Sulistyo-Basuki (1993:3) koleksi perpustakaan, antara lain: (1) karya cetak atau karya grafis seperti buku, surat kabar, disertasi dan laporan, (2) karya non cetak atau karya rekam seperti piringan hitam, rekaman audio, kaset, dan video, (3) bentuk mikro seperti mikrofilm, mikrofis, dan microopaque, (4) karya dalam bentuk elektronik seperti disket, pita magnetik, dan selongsong elektronik (catridge) yang diasosiasikan dengan komputer. Pengembangan koleksi mutakhir di perpustakaan perguruan tinggi saat ini mengarah dalam format digital. Menurut Tresnawan (2005) beberapa kelebihan koleksi digital dibandingkan dengan koleksi cetak dapat dilihat pada Tabel. 2. Tabel. 2 Perbandingan Koleksi Digital dan Koleksi Tercetak No [ Kriteria T Digital Cetak 1 | Kemutakhiran Mutakhir Mutakhir | 2 | Kecepatan Diterima Cepat Lambat | "3 | Penyimpanan Sangat menghemat | Memerlukan tempat tempat 4 | Pemantauan 3 ajam Terbatas jam buka 5| Keempaanakses | Bisa bersamasn A | 6 | Penelusuran Otomatis tersedia Harus dibuat 7 | Waktu penelusuran | Cepat Tama 8 | Manipulasi Dokumen | Sangat mudah (spe. Tidak bisa Kutipan, dsh) Sumber : Tresnawan (2005) Perbedaan utama antara koleksi cetak dan koleksi digital yaitu buku cetak tentu saja sebuah buku, sedangkan buku digital adalah sebuah buku dan sebuah alat baca dengan bantuan komputer untuk aksesnya. Selain itu, buku digital juga mengandalkan internet untuk penyebaran dan akses. Ada beberapa istilah yang digunakan untuk menyebutkan buku digital, antara lain, ebook (buku elektronik), dan koleksi elektronik. Menurut Pendit (2008:38) bahwa e-book atau buku digital secara sederhana bisa dilihat dalam bentuk segala teks yang tersaji dalam bentuk dokumen yang dibuat dengan Word Processor, HTML atau XML. Sedangkan e-book atau buku digital, buku secara lebih sempit adalah buku cetak yang diubah bentuk menjadi elektronik untuk dibaca di layar monitor. Lebih jauh Pendit menjelaskan bahwa e-book atau buku digital terdiri dari 2 hal yaitu buku itu sendiri, dan alat bacanya (book readers). Ada beberapa tipe format buku digital, yaitu; PDF (Portable Document Format), teks polos, HTML (Hypertext Markup Language), JPEG (Joint Photographic Experts Group), LIT (Literatur), PDB, dan DJVU. Koleksi buku digital walaupun tersedia dalam berbagai format, namun secara prinsip cara menggunakan dan aksesnya sama. Adapun manfaat dari koleksi buku digital meliputi: ukuran fisik kecil, mudah dibawa, tidak lapuk, mudah diproses, dapat dimanfaatkan oleh orang yang tidak dapat membaca, penggandaan (duplikasi, copying), dan mudah didistribusikan. 3. Evaluasi Pemanfaatan Koleksi Buku Digital Pemanfaatan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002) adalah proses, cara, perbuatan memanfaatkan. Memanfaatkan berarti menggunakan sesuatu untuk diambil manfaat atau kegunaannya. Istilah lain pemanfaatan sering digunakan dengan keterpakaian, yang berasal dari kata pakai artinya digunakan atau dimanfaatkan. Pemanfaatan koleksi berarti digunakan koleksi yang tersedia oleh pengguna. Evaluasi merupakan salah satu kegiatan dalam mengembangkan koleksi perpustakaan. Evaluasi suatu proses pengukuran dan penilaian kinerja suatu layanan atau sistem dalam memenuhi tujuan yang telah ditetapkan. Clayton dan Gonnan (2011) mengatakan evaluasi koleksi adalah proses pengukuran tingkatan atau derajat pengadaan bahan pustaka di perpustakaan yang bertujuan untuk mengetahui apakah bahan pustaka yang telah diadakan di perpustakaan sesuai dengan parameter yang telah ditentukan. Lasa (2005) evaluasi adalah sebagai proses monitoring terhadap implementasi strategi dalam mengambil tindakan perbaikan agar kinerja organisasi itu sesuai dengan rencana strategis. Menurut Yulia (1993) dari evaluasi dapat digunakan untuk beberapa tujuan, yaitu: (1) mengetahui mutu, lingkup dan kedalaman koleksi, (2) untuk menyesuaikan koleksi dengan tujuan dan program lembaga yang membawahinya, (3) untuk mengikuti perubahan, perkembangan, sosial budaya, ilmu dan teknologi, (4) untuk meningkatkan nilai informasi, untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan koleksi, dan (5) untuk menyesuaikan kebijakan penyiangan koleksi. Menurut Hardi (2005), keuntungan yang dapat diperoleh dengan evaluasi antara lain: dapat mengetahui cakupan, kedalaman dan kelengkapan koleksi, dapat digunakan untuk membantu perencanaan pengembangan koleksi, sebagai dasar pengambilan keputusan kebijakan pengembangan koleksi, untuk mengukur aktivitas kebijakan pengembangan koleksi, sebagai tolak ukur kualitas koleksi dan untuk meningkatkan utilitas koleksi dengan kelemahan-kelemahan yang didapat. Menurut Sulistyo-Basuki (1993) untuk meningkatkan kualitas koleksi perlu adanya metode evaluasi koleksi, yaitu dengan cara sebagai berikut: 1. Membuat suatu perbandingan antara koleksi perpustakaan dengan senarai standar yang diterbitkan. 2. Membandingkan koleksi perpustakaan dengan koleksi perpustakaan sejenis, terutama dengan perpustakaan sejenis yang lebih besar. 3. Melakukan kajian berapa banyak koleksi yang digunakan. 4. Meminta bantuan pakar untuk menilai koleksi yang ada sesuai dengan bidang spesialisasi masing-masing. Menurut Handoko (1999) dalam Prawati (2002), tingkat pemanfaatan koleksi sangat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal berkaitan dengan keinginan pengguna dalam memanfaatkan koleksi, meliputi: tingkat kebutuhan para pengguna perpustakaan, motif pemakai para pengguna, dan minat dari para pengguna. Faktor eksternal adalah faktor yang berkaitan dengan koleksi yaitu: kelengkapan koleksi, ketersediaan fasilitas untuk pencarian koleksi, dan keterampilan pustakawan dalam melayani pemustaka. Berdasarkan beberapa pendapat atau teori tersebut di atas digunakan sebagai dasar penelitian untuk mengevaluasi pemanfaatan koleksi buku digital di Unit Perpustakaan FK UGM.

Method

Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan metode kuantitatif. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Pendidikan Dokter FK UGM sebanyak 1661 mahasiswa. Untuk menentukan sampel digunakan rumus yang dinyatakan oleh Simamora (2004), yaitu: Keterangan : n =Jumlah sampel N=Ukuran populasi e = Persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan sampel yang masih dapat diterima, misal 10% Berdasarkan pada rumus tersebut diperoleh jumlah sampel penelitian, sbb: 1661 141661(0,1)2 e = 94321 94 responden Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Kegiatan menganalisis data ini terdiri dari: 1. Tahap Persiapan 2. Tahap tabulasi Skala yang digunakan dalam mendapatkan data penelitian adalah skala Likert terhadap masing-masing butir pernyataan dengan rincian nilai masing-masing apabila menjawab: 1. Sangat Setuju Sekali =4 2. Sangat Setuju = 3. Setuju - 4. Tidak Setuju - Untuk mengukur masing-masing indikator digunakan analisis univariat dengan menghitung skor persentase yang didapat, dengan menggunakan rumus perhitungan sebagai berikut: P— (fx) N P =hasil skor fx = nilai skor yang didapat N = nilai ideal keseluruhan butir Nilai N dihitung dengan mengalikan jumlah responden dengan nilai ideal jawaban responden yaitu 4, dalam penelitian ini jumlah responden 94. Jadi nilai N dalam penelitian ini adalah 94 X 4=376 Proses pengukuran dilakukan dengan cara dijumlahkan, dan dibagi dengan nilai idealnya, kemudian dipresentasekan. Hasil presentase dimaksudkan untuk mengetahui status sesuatu (mengubah data kualitatif menjadi data kuantitatif). Hasil presentase tersebut ditafsirkan dengan kalimat yang bersifat kuantitatif, yaitu: baik apabila skor (76-100 %), cukup (56-75%), kurang baik (40-55%) dan tidak baik (kurang dari 40%), (Arikunto, 2002:244).

Result & Discussion

1. Koleksi Buku Digital Koleksi buku digital Unit Perpustakaan FK UGM sampai tahun 2012 berjumlah 6.845 judul. Akses koleksi buku digital hanya dapat dilakukan dari lingkungan FK UGM melalui fasilitas intranet. Adapun alamat web untuk akses koleksi buku digital adalah infolib.med.ugm. Mahasiswa FK UGM untuk bisa mengakses koleksi buku digital dengan cara memasukan nomor ID yang diambil dari nomor kartu anggota perpustakaan. Mahasiswa untuk dapat memanfaatkan koleksi buku digital harus menjadi anggota Unit Perpustakaan FK UGM. Gambar. 1 Halaman Depan Koleksi Buku Digital Koleksi buku digital tersedia dalam 4 format tipe file yaitu; PDF, CHM, PDB, dan DIVU. Koleksi buku digital yang diunduh mahasiswa dapat disimpan atau dicetak sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Gambar. 2 Tampilan Koleksi Buku Digital 2. Karakteristik Responden Berdasarkan 94 kuesioner yang disebarkan pada responden sebanyak 86 Kuesioner (91,48%) yang kembali, dan yang tidak kembali 8 kuesioner (8,51%). Hasil kuesioner diperoleh data seperti pada Tabel. 3. Tabel. 3 Karakteristik Responden Berdasarkan data penelitian diketahui bahwa responden terbesar adalah perempuan 60 responden (69,8%), sedangkan laki-laki 26 responden (30,26%). Berdasarkan angkatan sebagian besar responden adalah angkatan 2011 yaitu 59 responden (68,6%), kemudian diikuti angkatan 2010 sebesar 11 responden (12,8%), angkatan 2009 sebesar 10 responden (11,6%), angkatan 2008 ke atas sebesar 6 responden (6,9%). Grafik 1 Jenis Kelamin Responden [mlahisn [@Pererpusr| Sumber: Data Primer yang diolah (2012) Mayoritas responden mengetahui bahwa di Unit Perpustakaan FK UGM tersedia koleksi buku dalam format digital yaitu 81 responden (94,1%), sedangkan yang tidak mengetahui sebesar 5 responden (5,8%). Frekuensi mahasiswa untuk akses koleksi buku digital sebagian besar 1-3 kali minggu sebesar 49 responden (56,9%), sedangkan responden tidak pernah akses lebih dari 9 kali/minggu (0%). Berdasarkan jawaban dalam kuesioner yang disebarkan pada 94 responden dengan 17 pertanyaan. Proses skoring yang digunakan dalam penelitian dengan kategori, sangat setuju (SS)=4, setuju (S) =3, tidak setuju (TS) =2, dan sangat tidak setuju (STS) = 1 dikalikan dengan responden yang memilih Kategori tersebut. Adapun untuk mengetahui hasil skor dari data penelitian dengan menggunakan rumus sebagai berikut: P- (%) N P =hasil skor fx = nilai skor yang didapat N =nilai ideal keseluruhan butir Berdasarkan hasil penelitian dari 2 variabel yang digunakan, yaitu aspek internal dan aspek eksternal maka deskripsi data dari masing masing pertanyaan dapat diuraikan sebagai berikut. a. Faktor Internal Faktor internal yang digunakan untuk mengevaluasi pemanfaatan koleksi buku digital terdiri dari tiga indikator, yaitu: (a) tingkat kebutuhan pemustaka perpustakaan, (b) motif pengguna, (c) minat pemustaka. Ketiga indikator tersebut dirumuskan ke dalam 2 pernyataan sebagaimana dalam Tabel. 4. Tabel. 4 Indikator Tingkat Kebutuhan Pemustaka Berdasarkan perhitungan di atas menunjukan bahwa — indikator tingkat kebutuhan pemustaka yang dijabarkan dalam 2 pernyataan dikategorikan baik dengan nilai rata rata skor 85,025%. Tabel. 5 Motif Pemustaka Berdasarkan tabel tersebut diperoleh hasil skor rata-rata untuk indikator tingkat kebutuhan pemustaka sebagai berikut : Berdasarkan perhitungan diatas menunjukan, bahwa indikator motif pemustaka yang dijabarkan dalam 2 pernyataan Tabel. 4 dikategorikan baik dengan nilai rata-rata skor Indikator Tingkat Kebutuhan Pemustaka 90,26%. Tabel. 6 Minat pemustaka Berdasarkan tabel tersebut diperoleh hasil skor rata-rata untuk indikator tingkat kebutuhan pemustaka sebagai berikut : Hasil skor O ——— - Jumlah pernyataan 136,34 2 = 6817% Berdasarkan perhitungan diatas menunjukan, bahwa indikator motif pemustaka yang dijabarkan dalam 2 pernyataan dikategorikan cukup dengan nilai rata-rata skor 68,17%. b. Faktor Eksternal Faktor eksternal yang digunakan untuk mengevaluasi pemanfaatan koleksi buku digital terdiri dari tiga indikator, yaitu: (a) kelengkapan koleksi, (b) ketersediaan fasilitas, (c) keterampilan pustakawan dalam melayani pemustaka untuk pencarian koleksi. Ketiga indikator tersebut dirumuskan ke dalam 11 pernyataan sebagaimana dalam Tabel. 7. Tabel. 7 Kelengkapan Koleksi Berdasarkan tabel tersebut diperoleh hasil skor rata-rata untuk indikator kelengkapan koleksi sebagai berikut : Rata-rata skor = - Jumlah pernyataan 158,34 2 - 7922% Berdasarkan perhitungan di atas menunjukkan bahwa kelengkapan koleksi yang dijabarkan dalam 2 pernyataan dikategorikan baik dengan nilai rata-rata skor 79,22%. Tabel. 8 Ketersedian Fasilitas untuk Pencarian Koleksi Berdasarkan tabel tersebut diperoleh hasil skor rata-rata untuk indikator kelengkapan koleksi sebagai berikut : Berdasarkan perhitungan di atas menunjukkan bahwa ketersediaan fasilitas untuk pencarian koleksi yang dijabarkan dalam 7 pernyataan dikategorikan baik dengan nilai rata-rata skor 86,38%. Tabel. 9 Keterampilan Pustakawan Berdasarkan tabel tersebut diperoleh hasil skor rata-rata untuk indikator keterampilan pustakawan sebagai berikut : Berdasarkan perhitungan di atas menunjukkan bahwa indikator keterampilan pustakawan yang dijabarkan dalam 2 pernyataan dikategorikan baik dengan nilai rata-rata skor 85,32%. Berdasarkan rata-rata skor masing-masing indikator sebagaimana dalam tabel diatas, maka analisis evaluasi pemanfaatan koleksi buku digital bagi mahasiswa pendidikan dokter FK UGM dapat dilakukan sebagai berikut. Berdasarkan perhitungan di atas menunjukkan bahwa evaluasi pemanfaatan koleksi buku digital yang dijabarkan dalam 2 variabel internal dan eksternal dikategorikan baik dengan nilai rata-rata skor 85,3975%.

Conclusion

1. Kesimpulan Penelitian evaluasi pemanfaatan koleksi buku digital oleh mahasiswa pendidikan dokter FK UGM, berdasarkan hasil dan pembahasan dalam penelitian ini dapat disimpulkan baik, dengan nilai rata-rata skor 85,3975 %. Hasil ini diperoleh hampir semua indikator memperoleh kategori baik, kecuali indikator minat pemustaka dengan kategori cukup hal ini disebabkan jenis pertanyaan yang diajukan pada responden bentuk pertanyaan minor. 2. Saran Berdasarkan hasil dan pembahasan yang diperoleh dalam penelitian ini, maka peneliti memberikan usulan atau saran berdasarkan informasi responden, yaitu: 1. Akses koleksi buku digital dapat dilakukan dari rumah atau luar lingkungan FK UGM. 2. Update koleksi buku digital terbaru perlu untuk senantiasa dilakukan Unit Perpustakaan FK UGM. 3. Unit Perpustakaan FK UGM secara intensif melakukan sosialisasi pada mahasiswa tentang pemanfaatan koleksi buku digital.