Kembali
16
1
2023 LIBRIA : Library of UIN Ar-Raniry Vol 15 · 2 ISSN 2549-8606

Mengkatalog Bahan Pustaka di Perpustakaan Kota Cimahi

Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran

Abstrak

Teknolgi informasi sangat penting terhadap lembaga di bidang informasi, salah satunya perpustakaan. OPAC (Online Public Access Catalog) adalah sistem yang mampu membuat pencarian buku dan skripsi di perpustakaan menjadi lebih menarik dan efisien. SLiMS dapat memberikan kemudahan pengguna untuk melakukan katalog pada bahan pustaka. Dengan informasi berupa judul, penyusun, npm, tahun, studikasus, pembimbing, tema, dan abstraknya ditampilkan di halaman detail katalog skripsi. Untuk sisi petugas perpustakaan sistem ini mampu membuat lebih mudah dalam pengaturan skripsi jurusan teknik informatika yang sudah masuk ke perpustakaan. Metodologi yang digunakan dalam pembuatan website ini menggunakan metode waterfall. Kegiatan yang dilakukan antara lain analisis kebutuhan (requirement), desain sistem (system design), pengkodean dan uji coba program (coding and testing), implementasi program, dan pemeliharaan (maintenence). Perangkat lunak pendukung meliputi text editor(notepad++ atau sublime text), phpmyadmin, wampserver atau xamp, MySQL Workbench, astah community, Justinmind prototyper free. Website ini menggunakan teknologi HTML5 dan CSS3. Harapan penulis dengan lahirnya website ini mudah-mudahan dapat membantu para mahasiswa dalam mencari referensi dan acuan untuk mengerjakan skripsinya.

Abstract

Information technology is very important to institutions in the field of information, one of which is the library. OPAC (Online Public Access Catalog) is a system that is able to make searching for books and theses in the library more interesting and efficient. SLiMS can make it easy for users to catalog library materials. With information in the form of title, author, npm, year, case study, supervisor, theme, and abstract, it is displayed on the thesis catalog detail page. On the librarian's side, this system is able to make it easier to arrange thesis majoring in informatics engineering that has entered the library. The methodology used in making this website uses the waterfall method. Activities carried out include requirements analysis, system design, program coding and testing (coding and testing), program implementation, and maintenance. Supporting software includes a text editor (notepad++ or sublime text), phpmyadmin, wampserver or xamp, MySQL Workbench, astah community, Justinmind prototyper free. This website uses HTML5 and CSS3 technology. The author hopes that with the birth of this website, hopefully it can help students in finding references and references to work on their thesis.
Keywords: SLiMS · catalog · OPAC · HTML5 · CSS3

Introduction

Di zaman sekarang perpustakaan menjadi tempat untuk mencari informasi oleh masyarakat. Perpustakaan merupakan sistem informasi didalamnya yang terdapat aktivitas, pengumpulan, pengolahan, pelestarian dan penyebaran informasi. Perpustakaan pada prinsipnya mempunyai tiga kegiatan pokok, yaitu pertama, mengumpulkan (to collect) semua informasi yang sesuai dengan bidang kegiatan dan misi organisasi dan masyarakat yang dilayaninya. Kedua, melestarikan, memelihara, dan merawat seluruh koleksi perpustakaan, agar tetap dalam keadaan baik, utuh, layak pakai, dan tidak lekas rusak baik karena pemakaian maupun usianya (to preserve). Ketiga, menyediakan dan menyajikan informasi untuk siap dipergunakan dan diberdayakan (to make available) seluruh koleksi yang dihimpun di perpustakaan untuk digunakan pemakainya (Sutarno, 2006 :1). Dalam penjelasan tersebut dapat ditanyakan bahwa perpustakaan sebagai sumber belajar dan mencari informasi memiliki tiga bagian pokok yaitu mengumpulkan, memelihara, dan dan menyajikan informasi yang siap digunakan oleh pelajar dan mahasiswa atau tenaga kependidikan untuk memperluas dan memperdalam pengetahuan atau mencari informasi juga. Sebagaimana menurut Sugiyanto adalah suatu unit kerja yang berupa tempat menyimpan koleksi bahan pustaka yang diatur secara sistematis dan dapat digunakan oleh pemakainya sebagai sumber informasi. Sebagian masyarakat beranggapan bahwa perpustakaan menjadi tempat penyimpanan buku tanpa mengetahui fungsi dan ciri-ciri perpustakaan. Masyarakat sendiri seharusnya mengetahui beberapa ciri yang ada di perpustakaan diantaranya adalah koleksi, sarana prasarana, pustakawan, dan pengunjung serta unit kerja. Di dalam sebuah perpustakaan terdapat pengelolaan bahan pustaka yang salah satu tahapannya adalah katalogisasi. Kegiatan katalogisasi perpustakaan memungkinkan koleksi yang ada di perpustakaan tertata secara sistematis dan dapat ditemukan kembali secara cepat dan tepat. Sebagai kegiatan pokok, kegiatan katalogisasi ini sangat mempengaruhi keberhasilan perpustakaan dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Oleh sebab itu, kegiatan katalogisasi perlu dilaksankan sebaik-baiknya. Sebagaimana seperti penelitian yang di lakukan oleh Adhiyta Dwi Hartanto (2011) berjudul “Pengolahan Koleksi di Perpustakaan Universitas Mercu Buana Jakarta Barat”. Dari penelitian yang dilakukan secara kualitatif melalui observasi dan wawancara diketahui bahwa kegiatan katalogisasi belum optimal di mana pustakawan tidak dapat melakukan katalogisasi dengan cepat sehingga bahan pustaka menumpuk. Oleh karena itu dibutuhkan suatu pengelolaan atau manajemen layanan yang tepat, cepat dan efektif, sehingga fungsi dan peran perpustakaan sekolah akan lebih maksimal. Katalogisasi subyek menurut Rowley and Farrow (2000) disebut pengindeksan subyek untuk membangun suatu document profile yang merefleksikan (mencerminkan) dokumen, yang biasanya berfokus pada subyek dokumen tersebut. Kebanyakan dokumen mempunyai karakteristik yang bisa didentifikasi oleh penelusur sebagai patokan yang dengannya dokumen yang relevan dapat dipilih dan ditemukan. Katalog perpustakaan memiliki dua fungsi yaitu berfungsi sebagai daftar inventaris bahan pustaka dari kelompok perpustakaan dan berfungsi sebagai sarana temu balik bahan pustaka. Dengan hal ini, daftar inventaris merupakan daftar kekayaan yang dimiliki perpustakaan sebagai katalog di perpustakaan, terutama hal yang melibatkan tersedianya bahan-bahan pustaka. Sedangkan jika sebagai sarana temu balik bahan pustaka, katalog perpustakaan yaitu berupa alat dan media sebagai salah satu untuk pengunjung perpustakaan agar bisa tertangani dengan cepat dan akurat untuk mencari dan menemukan bahan pustakanya. Dengan sejalannya fungsi tersebut, maka tujuan dari katalog perpustakaan yang dikemukakan oleh pustakawan C.A. Cutter pada tahun 1876 sebagai berikut : 1. Memberikan kemudahan sehingga bahan pustaka yang sudah diketahui seperti pengarang, judul, atau subjeknya secara cepat, tepat, dan akurat. 2. Menunjukkan bahas pustaka yang dimiliki oleh suatu perpustakaan berdasarkan subjek-subjek yang berhubungan dan jenis ataupun bentuk literatur tertentu. 3. Membantu untuk pemilihan bahan pustaka berdasarkanedisi dan karakternya. Muh. Kailani Eryono, 1993 mengatakan jika katalog bagi suatu perpustakaan sangatlah penting. Apabila bahan pustaka yang tersimpan dalam perpustakaan tetapi tidak memakai katalog untuk alat atau media temu balik, maka siapa pun akan sulit untuk menemukan bahan pustaka yang dibutuhkan secara cepat, tepat, dan akurat. Bentuk katalog yang digunakan di perpustakaan mengalami perubahan atau perkembangan dari masa ke masa. Perkembangan katalog terlihat dari bentuk fisiknya antara lain : 1. Katalog berbentuk buku Katalog berbentuk buku, katalog tersebut sering juga disebut katalog tercetak (printed catalog). Keuntungan dari katalog berbentuk buku adalah dapat dicetak sesuai dengan kebutuhan, dapat diletakkan pada berbagai tempat, dan mudah disebarluaskan ke perpustakaan lain. Kelebihan dari katalog buku ini adalah entri pada katalog berbentuk buku dapat ditemukan dengan cepat, mudah menyimpannya, mudah menanganinya, bentuknya ringkas dan rapi. Kelemahan dari katalog/indeks berbentuk buku adalah cepat usang atau ketinggalan jaman. Hal itu terjadi karena setiap kali perpustakaan memperoleh buku baru, berarti katalog sebelumnya harus diperbaharui kembali, atau setidak-tidaknya membuat suplemen. Dengan demikian, katalog berbentuk buku ini tidak luwes. Biaya pembuatan berbentuk buku cenderung lebih mahal, karena bentuk dan jumlah cantumannya sering berubah, katalog berbentuk buku cenderung ditinggalkan oleh perpustakaan dan beralih ke katalog kartu. 2. Katalog Kartu (card catalog) Bentuk katalog kartu masih banyak digunakan di perpustakaan hingga saat ini. Keuntungan dari katalog kartu ialah bersifat praktis, sehingga setiap kali penambahan buku baru di perpustakaan tidak akan menimbulkan masalah, karena entri baru dapat disisipkan pada jajaran kartu yang ada. Penggunaan katalog kartu tidak dipengaruhi faktor luar, misalnya terputusnya aliran listrik, dan kemungkinan rusak sangat kecil terkecuali jika perpustakaan terbakar. Kelemahannya ialah satu laci katalog hanya menyimpan satu jenis entri saja, sehingga Pemustaka (user) sering harus antri menggunakannya jika berada pada jumlah yang besar, karena harus memilah-milah jajaran kartu sesuai urutan indeksnya. Katalog berbentuk kartu telah lama digunakan di perpustakaan, katalog tersebut disimpan pada laci-laci katalog, katalog tersebut terbagi dengan berbagai susunan yang digolongkan dalam 3 golongan besar yaitu : a. Katalog abjad. Yaitu katalog yang disusun berdasarkan urutan abjad dari nama pengarang, subjek dan judul dalam satu urutan secara alfabetis. Katalog terdiri dari beberapa jenis, yaitu • Katalog Pengarang Digunakan jika buku yang akan kita cari hanya diketahui nama pengarangnya. Atau ingin mengetahui pengarang tertentu telah mengarang buku apa saja. Katalog pengarang disusun sistematis berdasarkan nama pengarang suatu karya di dalam kabinet katalog. Penulisan nama pengarang adalah dengan cara menuliskan terlebih dahulu nama keluarga. • Katalog Judul Digunakan jika buku yang akan kita cari hanya diketahui judul bukunya. Atau ingin mengetahui judul buku tertentu yang sama telah dikarang oleh pengarang mana saja. Katalog judul disusun secara sistematis berdasarkan judul dalam kabinet katalog. Melalui katalog judul dapat diketahui judul-judul buku yang sama, yang dikarang oleh pengarang yang berbeda. b. Katalog leksikal Digunakan bila kita ingin mengetahui berbagai buku yang membahas subyek yang sama, biasanya sering digunakan dalam mengumpulkan bahan pustaka untuk kepentingan pembuatan penelitian, makalah dsb. yang membahas suatu subyek tertentu. Melalui katalog subyek akan diketahui karya-karya yang dikarang oleh berbagai pengarang dengan judul yang berbeda-beda tetapi memiliki pokok bahsan yang sama. c. Katalog terbagi atau susunan terpisah (divided catalogue). Yaitu katalog yang sebelumnya dibagi berdasarkan : Subjek, Pengarang, dan Judul. Masing-masing kelompok kemudian disusun berdasarkan abjad (secara alfabetis). d. Katalog (Classed catalog atau classified catalogue) Yaitu katalog subjek yang disusun menurut suatu urutan nomor klasifikasi. 3. Katalog berbentuk mikro Katalog bentuk mikro atau computer output microform (COM). COM dibuat pada salah satu bentuk mikrofilm atau mikrofis. Katalog mikro lebih murah dibanding dengan katalog berbentuk buku dan terbukti bahwa biaya pemeliharaannya lebih murah dari pada katalog kartu. Bentuknya ringkas dan mudah menyimpannya. 4. Katalog komputer terpasang Katalog komputer terpasang sering disebut dengan Online Public Access Catalogue (OPAC), yaitu bentuk katalog terbaru yang telah digunakan pada sejumlah perpustakaan tertentu. OPAC menjadi pilihan bentuk katalog yang digunakan diberbagai perpustakaan. Dari berbagai bentuk fisik katalog yang telah digunakan di perpustakaan, OPAC dianggap paling luwes (flexible) dan paling mutakhir (Taylor 1992). Program aplikasi yang digunakan di perpustakaan, seperti CDS/ISIS, Inmagic, VTLS, Dynix, Tinlib, dan lain-lain. Katalog memiliki unsur-unsur yang dicantumkan di dalam kartu katalog yaitu : a. Nomor panggil ( call number ) • satu kesatuan yang terdiri dari angka klasifikasi • Tiga huruf pertama dari nama pengarang yang sudah dibalik. • Satu huruf judul buku, yang ditulis dengan huruf kecil. b. Kepengarangan • Pengarang : Orang yang bertanggung jawab atas isi ilmiah/intelektual, artistic suatu karya, misalnya : penulis buku, penyusun bibliografi, sutradara, komponis, pelukis dan lain sebagainya. • Badan korporasi : suatu organisasi atau sekumpulan orang yang dikenal dengan nama tertentu dan bertindak atas namanya sebagai kesatuan. c. Judul buku yang tertulis di halaman judul. d. Judul tambahan ( anak judul, judul terjemahan ) yaitu keterangan tambahan dari judul buku tersebut dan biasanya tertulis di balik halaman judul buku, biasanya menjelaskan judul tersebut. e. Edisi dan cetakan adalah urutan pencetakan bahan pustaka. f. Impresum yaitu memuat tentang penerbitanya diantaranya kota terbit, penerbit dan tahun terbit. g. Kolasi yaitu tentang jumlah halaman, jilid, ilustrasi dan ukuran tinggi buku. h. seri yaitu buku yang diterbitkan secara berseri, mis : seri manajemen no. 8 dll. i. Catatan yaitu memuat keterangan bibliografi , indeks, judul asli dan keterangan lain. Pada penelitian ini saya akan menggunakan aplikasi berbasis web dengan pertimbangan crossplatform. Dikembangkan menggunakan software opensource yaitu SLiMS (Senayan Library Management System) dan disini saya akan menjelaskan tentang SLiMS dari beberapa sumber. Senayan Library Management System (SLiMS) adalah perangkat lunak sistem manajemen perpustakaan (library management system) sumber terbuka yang dilisensikan di bawah GPL v3. Aplikasi web yang dikembangkan oleh tim dan Pusat Informasi dan Humas Departmen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, ini dibuat dengan menggunakan PHP, basis data MySQL, dan pengontrol versi Git. SLiMS juga menggunakan Software Open Source untuk menambah fitur seperti PhpThumb dan Simbio (development platform yang dikembangkan dari proyek Igloo). Untuk itu Senayan dilisensikan di bawah GPL v3 yang menjamin kebebasan dalam mendapatkan. memodifikasi dan mendistribusikan kembali (rights to use, study, copy, modify, and redistribute computer programs). Lebih detail tentang GPL v3 bisa dibaca di http://www.gnu.org/licenses/gpl-3.0.html.SLiMS versi 1 dan 2 tidak dirilis ke publik karena masih tahap uji coba dan sedang dalam penyempurnaan. Sejak versi 3. SLiMS dianggap sudah stabil untuk dirilis ke publik dan sudah waktunya diuji coba oleh komunitas pustakawan. Diharapkan dengan peer-to-peer review oleh publik, software Senayan semakin stabil dan Fitur-Fiturnya bisa semakin beragam dan mengakomodasi banyak kebutuhan. Untuk melihat demo dan mendownload software Senayan, bisa berkunjung ke http:// slims.web.id Fitur SLiMS antara lain: a. Online Public Access Catalog (OPAC) dengan pembuatan thumbnail yang degenerate on-the-fly. Thumbnail berguna untuk menampilkan cover buku. Mode penelusuran tersedia untuk yang sederhana (Simple Search) dan tingkat lanjuti (Advanced Search). b. Detail record juga tersedia format XML (Extensible Markup Language) standar. c. MODS untuk kebutuhan web service. d. Fitur 239.50, p2p service dan SRU untuk copy cataloging dari berbagai perpustakaan. e. Manajemen data bibliografi yang efisien meminimalisasi pengulangan data. f. Manajemen masterme untuk data rcferensial seperti GMD (General Material Designation). g. Tipe Koleksi, Penerbit, Pengarang, Lokasi, Supplier, dan lain-lain. h. Sirkulasi dengan fitur (Transaksi peminjaman dan pengembalian, reservasi koleksi, aturan peminjaman yang fleksibel, informasi keterlambatan dan denda). i. Manajemen keanggotaan. j. Inventarisasi koleksi (stocktaking) k. Laporan dan Statistik 1. Pengelolaan terbitan berkala m. Dukungan pengelolaan dokumen multimedia (flv,mp3) dan dokumen digital. Khusus untuk pdf dalam bentuk streaming n. SLIMS mendukung beragam format bahasa termasuk bahasa yang tidak menggunakan penulisan selain latin. o. Menyediakan berbagai bahasa pengantar (Indonesia, Inggris, Spanyol, Arab, Jerman, Bengali, Thailand). p. Dukungan Modul Union Catalog Service q. Counter Pangunjung perpustakaan r. Member Area untuk melihat dan mengunduh koleksi sedang dan yang pernah dipinjam s. Modul sistem dengan fitur: Konfigurasi sistem global, manajemen modul, manajemen User (Staf Perpustakaan) dan grup, pengaturan hari libur, pembuatan barcode otomatis, utilitas untuk backup. Sebagai bentuk penghargaan dan kebanggaan terhadap Indonesia, mulai Senayan3-stablel4, rilis SLiMS menggunakan nama flora yang tumbuh di Nusantara. Senayan3-Stablel4 menggunakan codename Seulanga, Senayan3-Stabel15 menggunakan codename Matoa, SLiMS-5 menggunakan codename Merami. SLiMS sendiri memiliki kelebihan diantaranya : a. SLiMS dapat diperoleh dan digunakan secara gratis Perangkat lunak merupakan salah satu komponen penting dalam implementasi otomasi perpustakaan. Sayangnya tidak semua perpustakaan mampu menyediakan perangkat lunak untuk otomasi perpustakaan. Hal ini disebabkan karena harga perangkat lunak otomasi sulit dijangkau oleh banyak perpustakaan di Tanah Air. Kehadiran Senayan sebagai salah satu perangkat lunak otomasi berbasis FOSS menjadi solusi terkait sulitnya dengan pengadaan perangkat lunak otomasi karena perangkat lunak ini dapat diperoleh secara gratis. b. Mampu memenuhi kebutuhan otomasi perpustakaan Menurut Saffady sebuah perangkat lunak otomasi perpustakaan minimal memiliki fasilitas layanan sirkulasi, katalogisasi serta on-line public access catalog atau OPAC (Saffady dalam Anctil dan Bahesti, 2004: c. SLiMS dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman interpreter SLiMS dibangun dengan menggunakan PHP sebagai bahasa pemrograman. PHP merupakan bahasa pemrograman interpreter yang memungkinkan untuk dimodifikasi. Dengan demikian maka perpustakaan memungkinkan memodifikasi Senayan sesuai dengan kebutuhan perpustakaan. d. SLiMS dikembangankan oleh sumber daya manusia local SLiMS dikembangan oleh sumber daya manusia lokal, atau dikembangkan oleh SDM bangsa Indonesia. Kondisi ini memberikan keuntungan bagi perpustakaan dan pengguna Senayan. Keuntungan tersebut adalah Senayan sesuai dengan kebutuhan perpustakaan di Tanah Air dan pengguna Senayan dapat berkomunikasi dengan mudah dengan para pengembang Senayan jika mengalami masalah dalam pemanfaatan Senayan. e. Instalasi Mudah dilakukan Sebagai perangkat lunak yang tergolong dalam jenis perangkat lunak berbasis web instalasi Senayan mudah dilakukan, baik itu untuk system operasi windows maupun system operasi linux. f. Mampu berjalan di sistem operasi linux maupun windows. Windows ataupun linux merupakan dua sistem operasi yang familiar digunakan oleh perpustakaan di Indonesia. Senayan mampu berjalan stabil di dua sistem operasi tersebut. Dengan demikian maka perpustakaan pengguna sistem operasi windows maupun linux tidak perlu khawatir tidak dapat menggunakan Senayan karena tidak mampu berjalan disalah satu sistem operasi. g. Memiliki dokumentasi yang lengkap Dokumentasi (modul dan manual) memiliki peranan penting dalam pengembangan sebuah perangkat lunak, termasuk FOSS. Eksistensi dokumentasi akan memudahkan pengguna atau calon pengguna dalam memperlajari sebuah perangkat lunak. Dengan dokumentasi yang lengkap pengguna atau calon pengguna Senayan dapat dengan mudah mempelajari Senayan. h. Memiliki prospek pengembangan yang jelas Perkembangan Senayan terjadi sangat cepat dalam kurun waktu 2 tahun perangkat lunak it uterus memperbaiki diri. Perbaikan ini terlihat dari banyaknya versi yang telah dirilis ke publik. Kondisi ini mencerminkan bahwa perangkat lunak ini memiliki prospek pengembangan. Apabila perangkat lunak ini terus diperbaharui maka pengguna Senayan yang akan memperoleh manfaatnya dari perbaikan terhadap kelemahan serta fasilitas tambahan yang disediakan dalam versi Senayan terbaru. i. Memiliki forum komunikasi antara pengguna dan pengembang Senayan menggunakan icsisis@yahoogroups.com. This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it sebagai forum komunikasi antar sesama pengguna Senayan atau pengembang Senayan. Keberadaan forum pengguna ini memungkinkan pengguna saling bertukar pengalaman terkait dengan pemanfaatan Senayan atau berkomunikasi dengan pengembangan jika mengalami kesulitan dalam pemanfaatan Senayan. Dengan demikian calon pengguna tidak perlu bingung kemana mereka berkonsultasi jika mengalami masalah dalam pemanfaatan Senayan, pengguna dapat berkonsultasi melalui milist ini. Sedangkan kekurangan diantaranya : a. Kompatibilitas web browser Untuk mengakses Senayan diperlukan web browser. Sayangnya tidak semua web browser mampu menjalankan aplikasi ini dengan sempurna. perangkat lunak ini merekomendasikan mozilla firefox sebagai web browser. Sehingga jika penggunaan web browser selain mozilla firefox mampu tampilan Senayan tidak akan muncul secara sempurna. Misalnya ada beberapa menu yang akan tertutupi oleh banner jika pengguna menggunakan internet eksplorer sebagai web browser. Namun jika hanya digunakan untuk mengakses OPAC (online public access catalog) semua web browser dapat digunakan. b. Otoritas akses file Senayan menyediakan fasilitas upload (unggah) file. Dengan fasilitas ini pengelola perpustakaan dapat menyajikan koleksi digital yang dimiliki perpustakaan, seperti e-book, e-journal, skripsi digital, tesis digital dan koleksi digital lainnya. Namun fasilitas upload file ini tidak dilengkapi dengan pembagian otoritas akses file. Akibatnya setiap koleksi digital yang telah di upload ke dalam Senayan berarti dapat diakses oleh semua orang. Kondisi ini tentu sedikit mengkhawatirkan jika koleksi digital yang diupload adalah skripsi, tesis atau laporan penelitian digital. Skripsi digital, tesis atau laporan penelitian digital dibatasi aksesnya karena koleksi digital jenis rentan dengan masalah plagiasi.

Method

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Istilah pengertian dari penelitian kualitatif menurut para ahli yaitu Kirk dan Miller (19869) pada mulanya bersumber pada pengamatan kualitatif yang dipertentangkan dengan pengamatan kuantitatif. Untuk menemukan sesuatu dalam pengamatan, pengamat harus mengetahui apa yang menjadi ciri sesuatu untuk itu pengamat mulai mencatat atau menghitung satu, dua, tiga, dan seterusnya. Berdasarkan pertimbangan dangkal demikian, kemudian peneliti menyatakan bahwa ponelitian kuantitatif mencakup setiap jenis penelitian yang didasarkan atas perhitungan persentase, rata-rata, ci kuadrat, dan perhitungan statistik lainnya. Dengan kata lain, penelitian kuantitatif melibatkan diri pada perhitungan atau angka atau kuantitas. Atas dasar pertimbangan itulah maka kemudian penelitian kualitatif tampaknya diartikan sebagai penelitian yang tidak mengadakan perhitungan. Ada beberapa istilah yang digunakan untuk penelitian kualitatif, yaitu penelitian atau inkuiri naturalistik atau alamiah, etnografi, interaksionis simbolik, perspektif ke dalam etnometodologi, the Chicago School, fenomenologis, studi kasus, interpretatif, ekologis, dan deskriptif (Bogdan dan Biklen, 19823). Pemakai istilah inkuiri naturalistik atau alamiah pada dasarnya kurang menyetujui penggunaan istilah penelitian kualitatif karena dianggap penelitian kualitatif merupakan istilah yang terlalu disederhanakan, bahkan sering dipertentangkan dengan penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Tuliskan rujukan pengertian metode ini dari ahli metodelogi. Lalu tuliskan alasan penulis menggunakan metode penelitian ini karena ingin menggambarkan fenomena yang sedang diteliti. Subjek dan objek penelitian. Waktu penelitian 15 November hingga 6 Desember 2021. Teknik pengumpulan data yang dilakukan. Teknik analisis data yang dilakukan.

Result & Discussion

Aplikasi Senayan Library Management System (SLIMS) merupakan salah satu sistem automasi perpustakaan yang bersifat open source atau gratis. SLiMS merupakan peraih INAICTA (Indonesia Information Communication and Technology Award) 2009 untuk kategori open source (Munir, 2015). SLiMS dikembangkan dan disempurnakan secara terus menerus, saat ini perkembangaannya telah sampai ke versi 8.2 (akasia). SLiMS merupakan sistem automasi perpustakaan yang berbasis web dan dibangun menggunakan bahasa pemograman PHP serta menggunakan MySQL sebagai basis data dan Apache sebagai web servernya. Perpustakaan Kota Cimahi yang berada di jl. Daeng Moh. Ardiwinata, Cibabat, Kota Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat. Perpustakaam Umum kota cimahi sudah menggunakan sistem otomasi perpustakaan menggunakan Inlislite. Sehingga dalam pelaksanaanya perpus cimahi tidak menggunakan slims. Kemudahan pengontrolan merupakan kemudahan dalam menemukan apa yang diinginkan pengguna dalam pekerjaannya (Noviani, 2016). Berdasarkan hasil wawancara dengan informan diketahui bahwa INLISLite merupakan sistem yang mudah untuk digunakan, dan dapat dikendalikan. Informan dapat menemukan apa yang ingin mereka lakukan, sehingga dapat mengontrol pekerjaan dengan mudah dan lebih cepat. Hal ini dikarenakan pada INLISLite ini mempunyai banyak sekali menu-menu sesuai bidang kerja di perpustakaan. Selain itu, INLISLite juga memudahkan pencarian para informan dalam melakukan pengelolaan dan pelayanan bahan pustaka. Hal ini menunjukkan bahwa semenjak adanya penerapan INLISLite di Perpustakaan Kota Cimahi, pengelolaan dan pelayanan bahan pustaka yang merupakan rutinitas pekerjaan para informan dapat mudah terkontrol, sehingga para informan dapat memantau sudah sejauh mana pekerjaan yang harus mereka selesaikan. Adanya dampak yang diperoleh para informan ini menurut Noviana (2016) menunjukkan bahwa otomasi yang diterapkan memberikan dampak positif karena pengguna dapat mengendalikan perangkat lunak tersebut sesuai keinginannya. Indikator ini berkaitan dengan adanya teknologi informasi maka dapat membantu pekerjaan pustakawan terselesaikan dengan cepat, disamping itu juga dapat meminimalisir penggunaan kertas (Greene dalam Hamidifar, 2014). Berdasarkan hasil wawancara dengan para informan diketahui bahwa pekerjaan yang selama ini dikerjakan sudah tercatat pada INLISLite, sehingga para informan merasa tidak perlu terbebani harus mencatat secara manual pada kertas. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya penerapan INLISLite para informan menjadi lebih produktif, karena berbagai kegiatan non produktif yang berkaitan dengan pengarsipan dan pencatatan secara manual pada kertas berkurang. Adanya pengurangan aktivitas non-produktif di dalam pekerjaan perpustakaan menurut Astari (2018) tentunya akan memberikan manfaat tersendiri bagi pustakawannya. Dengan adanya otomasi perpustakaan ini pekerjaan yang biasanya dilakukan secara manual atau konvensional maka berubah menjadi terotomasi melalui penggunaan teknologi yang ada, sehingga pekerjaan yang mereka lakukan atau kerjakan menjadi ringan.

Conclusion

Perubahan sistem otomasi SLIMS Ke INLISLite di Perpustakaan Kota Cimahi, memberi dampak positif bagi kinerja pustakawan. Hal ini dikarenakan berbagai fitur atau menu pada INLISLite dapat menunjang berbagai penyelesaian rutinitas pustakawan. Pustakawan merasa terbantu karena dapat mengontrol pekerjaan yang harus diselesaikan, mengurangi kegiatan non produktif, dapat menghemat waktu dan biaya karena tidak melakukan duplikasi pekerjaan, serta dapat meningkatkan kepuasan pekerjaan melalui efektivitas pekerjaan yang dilakukan. Tetapi, Perpustakaan Perpustakaan Kota Cimahi belum bisa mengetahui penerapan INLISLite terhadap kepuasan penggunanya dikarenakan adanya pandemi sehingga terjadi pembatasan layanan bagi pengunjung dan perpustakaan belum memiliki perpustakaan digital. Dengan demikian, adanya perubahan sistem otomasi SLIMS Ke INLISLite di Perpustakaan Kota Cimahi ini baru bisa dirasakan oleh pustakawan dalam pengelolaan bahan pustakanya saja belum sampai dalam pelayanan bahan pustakanya. Dalam penelitian ini perlu kiranya disampaikan beberapa saran yang mungkin dapat digunakan Perpustakaan Kota Cimahiadalah perlu adanya E-Library, sehingga pemustaka dapat mengakses layanan yang ada seperti penelusuran koleksi yang ada diperpustakaan. Selain itu, perlu diadakannya pelatihan IT bagi pustakawan sehingga kemampuan pustakawan dapat memanfaatkan secara maksimal teknologi dan perangkat lunak yang dimiliki demi terwujudnya layanan proma bagi pemustaka.