Kembali
16
1
2015 Edulibinfo Vol 2 · 1 ISSN 2541-3279

HUBUNGAN ANTARA DESAIN INTERIOR DENGAN MINAT KUNJUNG PEMUSTAKA DI PERPUSTAKAAN UMUM KOTA CIMAHI

Universitas Pendidikan Indonesia; Universitas Pendidikan Indonesia; Universitas Pendidikan Indonesia

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan belum adanya penelitian tentang desain interior Di Perpustakaan Umum Kota Cimahi. Penelitian ini menjawab permasalahan penelitian yang telah dirumuskan, yaitu “Bagaimana hubungan desain interior perpustakaan dengan minat kunjung pemustaka ”. Secara khusus permasalahan dalam penelitian ini yaitu: (1) perletakan perabot; (2) pola ruang; (3) penghawaan/ sirkulasi udara; (4) pola lantai; dan (5) pencahayaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran hubungan antara desain interior dengan minat kunjung pemustaka . Penelitian ini dilakukan di perpustakaan umum Kota Cimahi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dan sampel penelitian adalah pengunjung Perpustakaan Umum Kota Cimahi. Sampel yang digunakan Di Perpustakaan Umum Kota Cimahi sebanyak 97 responden dengan menggunakan teknik sample random sampling. Berdasarkan hasil analisa data diketahui hubungan desain interior perpustakaan memiliki hubungan yang kuat dengan minat kunjung pemustaka. Hasil pengujian hubungan desain interior terhadap minat kunjung pemustaka menunjukkan subvariabel perletakan perabot memiliki korelasi sedang, subvariabel pola ruang dengan korelasi sedang, penghawaan/ sirkulasi udara dengan korelasi sedang, subvariabel pola lantai dengan korelasi sedang, dan subvariabel pencahayaan memiliki korelasi sedang. Hasil analisis data disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara desain interior dengan minat kunjung pemustaka Di Perpustakaan Umum Kota Cimahi.

Abstract

This research is aiming to answer the problems about The Relationship Between Interior Design and Users Interest at Cimahi City Public Library, because there is no research about these before. We formulated the problems of the research which are (1) layout furniture (2) pattern space (3) air circulation (4) floor pattern (5) lighting. This research used descriptive method with quantitative approach. Population and the sample of this research are users of Cimahi City Public Library. The sample that we used in the public library were 97 respondents by sample random sampling technic. Based on the results of the data analysis. We knew that between Interior Design and Users Interest had strong relationship. The result showed that between users interest and layout furniture sub variable had a middle correlation; and if also happened to each. Sub variable which were pattern space, air circulation, floor pattern and lighting. Each sub variable had a middle correlation with the users interest. The results of the data analysis concluded that there were positive and significant relationship between users interest at the Cimahi City Public Library
Keywords: Interior Design · Interests Visit · Public Library

Introduction

Perpustakaan adalah sebuah ruang yang di dalamnya terdapat sumber informasi dan pengetahuan. Sumbersumber informasi dan pengetahuan yang berada di perpustakaan ini tidak hanya dihimpun, diolah dan disimpan saja, tetapi juga disebarkan kepada masyarakat pengguna perpustakaan. Perpustakaan merupakaan pranata ciptaan manusia, tempat manusia menyimpan dan menemukan kembali informasi yang permanen serta luas ruang lingkupnya. Oleh karena itu, masyarakat selalu mengatakan bahwa perpustakaan mempunyai efek sosial, ekonomi, politik dan edukatif. Hal ini dikarenakan ilmu pengetahuan dan informasi yang terdapat dalam koleksi perpustakaan adalah sumber kekuatan dari berbagai bidang ilmu tersebut. Perpustakaan sebagai salah satu institusi lembaga yang berfungsi sebagai wadah dalam pengelolaan informasi dihadapkan pada tuntutan perkembangan tersebut, maka wajib hukumnya bagi perpustakaan untuk meningkatkan kualitas dalam melakukan pelayanan. Selain digunakan untuk menyimpan karya tercetak dan karya rekam. Perpustakaan juga bisa digunakan sebagai ruangan untuk berdikusi, sebagai tempat untuk bertemu, juga bisa digunakan sebagai sarana rekreasi. Maka d a r i i t u . P e r p u st a k a a n j u g a memperhatikan kenyamanan para pengunanya dengan memperhatikan desain interior dari perpustakaan itu sendiri. Apabila pemustaka sering berkunjung ke perpustakaan namun perpustakaan tersebut terkesan kuno dan tidak nyaman, maka pemustaka pun tidak akan betah untuk berlama- lama di perpustakaan, malah enggan untuk datang kembali. Pemustaka pun mampu memanfaatkan berbagai fasilitas yang d is e d i a k a n o l e h p e r p u st a k a a n . Sebaliknya, perpustakaan harus mampu menarik minat para pengunjung dengan memperhatikan aspek kenyaman melalui desain interior yang menarik. Minat merupakan perasaan suka pada sesuatu hal atau suatu aktivitas tanpa ada yang memerintahkan dan dilakukan tanpa ada unsur paksaan dari pihak lain. Minat timbul dari dalam diri manusia dalam hal ini adalah minat kunjung. Perpustakaan Umum yang dijadikan sebagai objek penelitian adalah Perpustakaan Umum Kota Cimahi yang beralamat di jalan Cihanjuang. Peneliti melakukan observasi terlebih dahulu sebelum melakukan penelitian, dalam me l a k u k a n o b s e r v a si, p e n e liti menemukan beberapa permasalahan diantaranya adalah perletakan perabot yang masih belum maksimal karena masih Dalam penataan ruang yang dirasa masih belum maksimal seperti misalnya penempatan buku buku dalam rak yang paling atas, untuk orang yang tingginya dibawah 168cm akan kesulitan untuk mengambil buku karena tidak adanya media/ alat seperti misalnya tangga untuk mengambil buku tersebut. Selanjutnya Sirkulasi udara yang digunakan di Perpustakaan Umum Kota Cimahi sudah menggunakan sirkulasi udara buatan/ AC. Namun meski sudah menggunakan AC, AC yang ada dirasa kurang dingin. Selain itu, lantai yang digunakan dirasa memantulkan cahaya dari luar sangat besar. Dan yang terakhir adalah pencahayaan. Pencahayaan yang digunakan di Perpustakaan Umum Kota Cimahi menggunakan dua jenis pencahayaan. Meski sudah menggunakan dua jenis pencahayaan, namun masih saja ada ruangan yang masih belum terdapat sinar dari sinar alami maupun sinar buatan. Hal inilah yang mendorong peneliti untuk melakukan penelitian dengan judul hubungan antara desain interior dengan minat kunjung pemustaka di Perpustakaan Umum Kota Cimahi. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran hubungan antara desain interior dengan minat kunjung pemustaka di Perpustakaan Umum Kota Cimahi Francis D.K.Ching (dalam Wirawan, 2010, hlm 20), “desain interior adalah merencanakan, menata dan merancang ruang-ruang interior dalam bangunan”. Adapun tujuan penataan ruang perpustakaan yang baik diharapkan tercipta hal sebagai berikut. (1).Komunikasi dan hubungan antar r u a n g , st a f, d a n p e n g g u n a perpustakaan tidak terganggu. (2).Pengawasan dan pengamanan koleksi perpustakaan bisa dilakukan dengan baik. (3).Aktivitas layanan bisa dilakukan dengan lancar. (4).Udara dapat masuk ke ruangan perpustakaan dengan leluasa namun harus dihindari sinar matahari menembus koleksi perpustakaan s e c a r a l a n g s u n g . ( 5 ) . . Ti d a k menimbulkan gangguan terhadap pemba c a /pengguna dan st a f perpustakaan. (Yusuf dalam Anugrah dan Ardoni, 2013, hlm. 4). Ching dalam (Hasbullah, 2011, hlm. 10) menyebutkan ada enam a spek, diantaranya: Pencahayaan, Penghawaan, Perletakan Perabot (furniture), Pola Sirkulasi, Pola Lantai, Pola Ruang Minat tidak akan timbul, tumbuh, dan berubah tanpa ada interaksi manusia terhadap objek tertentu. Hal tersebut mengandung arti bahwa minat terbentuk dalam hubungan dengan suatu objek. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan dengan suatu objek. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu yang ada di luar dirinya. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, maka semakin besar minat. Minat tidak dibawa sejak lahir melainkan diperoleh setelah ada interaksi terhadap objek tertentu. Minat dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor timbulnya minat menurut Crow (dalam Slameto 2010, hlm. 180) terdiri dari tiga faktor, yaitu “...faktor dorongan dari dalam (the factor inner urge), faktor sosial (the factor of social motive), dan faktor emosional (emosional factor)”. 1. Faktor dorongan dari dalam, yaitu adanya rasa ingin tahu seseorang. Dorongan ini dapat membuat s e s e o r a n g b e r m i n a t u n t u k mempe l a j a ri ilmu mekanik, melakukan penelitian ilmiah, atau aktivitas lain yang menantang. 2. Faktor sosial, yakni adanya minat dalam upaya mengembangkan diri, yang diilhami oleh hasrat untuk mendapatkan kemampuan dalam bekerja atau adanya hasrat untuk memperoleh penghargaan dari keluarga atau teman. 3. Faktor emosional, yakni minat yang berkaitan dengan perasaan dan emosi. Misalnya, keberhasilan akan menimbulkan perasaan puas dan d a p a t me n i n g k a t k a n mi n a t, s e d a n g k a n k e g a g a l a n d a p a t menghilangkan minat seseorang. Tujuan utama dari perpustakaan adalah memenuhi kebutuhan informasi pemustaka dengan memberikannya kepuasan. Salah satu faktor yang mempengaruhi hal tersebut adalah adanya fasilitas perpustakaan yang memadai.

Method

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Sudjana dan Ibrahim (dalam Putri, 2013, hlm. 58) menjelaskan mengenai pengertian dari metode penelitian deskriptif korelasional, “studi korelasional mempelajari hubungan dua variabel atau lebih, yakni sejauh mana variasi dalam satu variabel berhubungan dengan variasi dalam variabel lain”. Hal yang senada dijelaskan Sukmadinata (2012, hlm. 56) yang mengemukakan bahwa: “Penelitian korelasional ditujukan untuk mengetahui hubungan suatu variabel dengan variabelvariabel lain. Hubungan antara satu dengan beberapa variabel lain dinyatakan dengan besarnya koefisien korelasi dan keberartian (signifikansi) secara statistik.” Pendekatan penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian kuantitatif. Sukmadinata (2012, hlm. 53) mengemukakan bahwa: “Penelitian kuantitatif didasari oleh filsafat positivisme yang menekankan fenomenafenomena objektif dan dikaji secara kuantitatif. Maksimalisasi objektivitas desain penelitian ini dilakukan dengan menggunakan angka-angka, pengolahan statistik, struktur dan percobaan terkontrol . ” Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini yaitu, probability sampling yakni “...teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel” (Sugiyono, 2011, hlm. 82). Sedangkan teknik probability sampling yang digunakan yaitu simple random sampling, dikatakan simple (sederhana) karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu (Sugiyono, 2012, hlm. 64). Dalam penelitian ini yang menjadi sampel adalah Warga Kota Cimahi yang datang ke perpustakaan Umum Kota Cimahi dengan jumlah sebanyak 97 pemustaka. Penelitian ini terdiri dari dua variabel, variabel bebas (X) adalah Desain Interior perpustakaan dan variable terikat (Y) adalah minat kunjung . Gambar 1.1 Antar variabel Jenis instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Perhitungan hasil instrumen penelitian menggunakan skala Likert. Menurut Sugiyono (2013, hlm. 93), “skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.”

Result & Discussion

Permasalahan yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana hubungan antara Desain Interior dengan m i n a t k u n j u n g p e m u st a k a d i Perpustakaan Umum Kota Cimahi? (2) Bagaimana hubungan antara perletakan perabot/ furniture di perpustakaan dengan mina t kunjung pemust aka ? (3) Bagaimana hubungan antara pola ruang di perpustakaan dengan minat kunjung permustaka? (4) Bagaimana hubungan antara penghawaan/ sirkulasi udara di perpustakaan dengan minat kunjung pemustaka? (5) Bagaimana hubungan antara pola lantai di perpustakaan dengan mina t kunjung pemust aka ? (6) Bagaimana hubungan antara pencahayaan di perpustakaan dengan minat kunjung pemustaka? Pembahasan hasil penelitian akan dijabarkan berdasarkan rumusan masalah yang telah dirumuskan. 1 Hubungan Antara Desain Interior Dengan Minat Kunjung Pemustaka Di Perpustakaan Umum Kota Cimahi Berdasarkan hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa desain interior memiliki hubungan atau berkorelasi sebesar 0,627 terhadap minat kunjung pemustaka di perpustakaan. Korelasi tersebut di uji taraf keberartiannya atau uji signifikansi untuk mengetahui apakah korelasi tersebut memiliki arti atau tidak, dan hasilnya menunjukkan signifikan karena t > t . Maka, kesimpulannya hitung tabel adalah hipotesis kerja (H ) yang diuji 1 diterima. Adanya hubungan desain interior dengan minat kunjung pemustaka di perpustakaan, dikemukakan lasa (dalam Adrina 2013, hlm. 2) yang menyebutkan bahwa : “...desain interior sangat penting untuk diperhatikan, karena k a i t a n n y a a d a l a h d e n g a n kenyamanan pengguna, jika pemustaka merasa nyaman berada di perpustakaan, maka pemustaka akan senang untuk datang kembali ke perpustakaan.” A p a b i l a p e n a t a a n r u a n g perpustakaan semakin baik dan menarik maka minat kunjung pemustaka yang datang ke perpustakaan akan semakin meningkat. Alasannya, karena dalam penataan ruang yang baik pengunjung akan merasa aman dan nyaman ketika berkunjung ke perpustakaan. 2. Hubungan Perletakan Perabot Dengan Minat Kunjung Pemustaka Berdasarkan hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa perletakan perabot memiliki hubungan atau berkorelasi sebesar 0,573 terhadap minat kunjung pemustaka di perpustakaan. Ko r e l a si t e rs e b u t d i u ji t a r a f keberartiannya atau uji signifikansi untuk mengetahui apakah korelasi tersebut memiliki arti atau tidak, dan hasilnya menunjukkan signifikan karena t > t . hitung tabel Maka, kesimpulannya adalah hipotesis kerja (H ) yang diuji diterima. Lemari dan 1 rak buku merupakan perabot yang dapat menunjang pemustaka dalam melakukan pemilihan bahan bacaan. Fungsi lemari dan rak buku adalah untuk menyimpan buku-buku sebagimana yang di ungkapkan oleh Liang Gie (1994) (dalam Blog Martinis diposting pada 04/02/2011) bahwa: ... semua bacaan hendaknya disimpan dalam rak buku kecil di sisi meja studinya atau diatasnya dengan menempel pada tembok. Apabila jumlah bacaan sudah cukup banyak, sebaiknya disimpan dalam almari buku yang memakai pintu kaca. Dengan demikian pintu kaca semua bahan bacaan itu dapat terlihat dan sewaktu diperlukan mudah untuk diambil. Dari penjelasan diatas dapat diartikan bahwa fasilitas yang ada di perpustakaan yaitu perletakan perabot memiliki hubungan dengan minat minat kunjung pemustaka. Alasannya, minat kunjung pemustaka akan tumbuh apabila perpustakaan memiliki fasilitas yang tersusun dan terawat dengan baik. Sehingga, apabila perabot yang disusun dan dirawat dengan baik, maka pemustaka pun semakin berminat untuk datang kembali ke perpustakaan. 3. Hubungan Pola Ruang Dengan Minat Kunjung Pemustaka Berdasarkan hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa pola ruang memiliki hubungan atau berkorelasi sebesar 0,515 terhadap minat kunjung pemustaka di perpustakaan. Korelasi tersebut di uji taraf keberartiannya atau uji signifikansi untuk mengetahui apakah korelasi tersebut memiliki arti atau tidak, dan hasilnya menunjukkan signifikan karena t > t . Maka, kesimpulannya hitung tabel adalah hipotesis kerja (H ) yang diuji 1 diterima. Dalam gubahan ruang harus diketahui dulu faktor-faktor seperti :(1)Fungsi dan tujuan utama dari ruang (2)Lalu lintas (Traffic) yang kemungkinan akan terjadi di dalam ruang; manusia, service dan barang (3)Arah matahari, angina dan pandangan / view (4)Ergonomic, antropometri (5)Unsur-unsur estetika fisik, suasana dan sebagainya Selain itu, faktor lain yang ikut menentukan keberhasilan dalam suatu tata ruang adalah proporsi. Proposi merupakan perbandingan antara bentuk dengan ukuran dari segala sesuatu yang ada di dalam ruang. Perbandingan tersebut bisa berdasarkan panjang berbanding lebar atau alas terhadap tinggi, misal: Panjang: lebar = 3,1 lebar: tinggi = 4,1. Dari proporsi tersebut, berbagai varian yang sesuai dengan ukuran tersebut bisa membantu analisa. Setelah memperkiran bagian bagian mana yang tepat, kemudian memulai dengan perletakan furniture. Begitu pula dengan unsur dekorasi, harus dipertimbangkan proporsi ruang yang akan di tata sehingga kelak bisa didapatkan bentuk proporsi penataaan tata ruang yang baik. Suptandar (dalam Ajie, Miyarso Dwi, 2011, hal. 178) Dari penjelasan diatas dapat diartikan bahwa pola ruang memiliki hubungan dengan minat minat kunjung pemustaka. Alasannya, minat kunjung pemustaka akan tumbuh apabila perpustakaan memiliki penyusunan ruang yang baik seperti misalnya ruang referensi. Memanfaatkan ruang yang ada dan bentuk bangunan yang ada ruangan pun akan terasa lebih nyaman dan merasa lega karena faktor pemanfaatan ruangan yang ada telah dimanfaatkan secara tepat. 4. Hubungan Penghawaan/ Sirkulasi Udara Dengan Minat Kunjung Pemustaka Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa penghawaan memiliki hubungan atau berkorelasi sebesar 0,447 terhadap minat kunjung pemustaka di perpustakaan. Korelasi tersebut di uji taraf keberartiannya atau uji signifikansi untuk mengetahui apakah korelasi tersebut memiliki arti atau tidak, dan hasilnya menunjukkan signifikan karena t > t . Maka, kesimpulannya hitung tabel adalah hipotesis kerja (H ) yang diuji 1 diterima. Buchard (dalam Rismaya 2013, hlm. 7), mengemukakan bahwa Sirkulasi alami adalah sistem sirkulasi udara yang pengaturan, pembersihan, dan pergantian udara kotor yang ada dalam ruangan dilakukan melalui pintu, jendela, celah-celah, atau perbedaan tekanan udara. Keuntungan yang diperoleh hanya dari segi ekonomis, namun kerugiannya meliputi: a) Pengaturan dan pergantian udara yang tidak sempurna; b) Kelembapan tidak dapat dikendalikan dengan baik sehingga berpengaruh terhadap koleksi dan mengganggu kesehatan manusia; c) Udara yang masuk kedalam ruangan kadang tidak tersaring undang debu atau terlalu panas sehingga menganggu konsentrasi pemakai dan dapat merusak bahan pustaka. Suhu udara buatan yang lebih dikena l dengan nama AC (Air Conditioning) atau pendingin ruangan memiliki keuntungan dan kekurangan diantaranya adalah sebagai berikut. Keuntungan: a) Ekonomis karena tugas AC yang multifungsi, yaitu menyaring udara, pengatur sirkulasi udara dan pengatur kadar kelembapan; Nyaman dan dapat meningkatkan ketahanan kerja serta dapat a)menggairahkan pemakai dalam menggunakan perpustakaan; b)Membantu pustakawan merawat koleksi dan dapat memperpanjang umur koleksi perpustakaan. Kekurangan: a) Membutuhkan biaya pemasangan dan operasional yang sangat besar karena AC harus berfungsi terus menerus selama 24 jam sehari; b) Pengoperasionalan yang tidak maksimal, akan menyebabkan kerusakan pada koleksi karena kelembapan yang tidak teratur; c) ,,Bagi pemakai tertentu yang tidak t a h a n t e r h a d a p A C a k a n menimbulkan penyakit Sick Building (Alergi, pusing, mual) (Rismaya, 2013, hlm 7). Dari penjelasan diatas dapat diartikan bahwa penghawaan memiliki hubungan dengan minat kunjung p emu st a k a . Al a s a n n y a , d e n g a n penggunaannya sirkulasi udara alami dan sirkulasi udara buatan, penggunaan sirkulasi udara buatan di ruang dewasa membuat pengunjung merasa lebih nyaman dan membuat koleksi tidak cepat rusak. 5. Hubungan Pola Lantai Dengan Minat Kunjung Pemustaka Berdasarkan hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa pola lantai memiliki hubungan atau berkorelasi sebesar 0,447 terhadap minat kunjung pemustaka di perpustakaan. Korelasi tersebut di uji taraf keberartiannya atau uji signifikansi untuk mengetahui apakah korelasi tersebut memiliki arti atau tidak, dan hasilnya menunjukkan signifikan karena t > t . hitung tabel Maka, kesimpulannya adalah hipotesis kerja (H ) yang diuji diterima. 1 “Hal-hal yang perlu diperhatikan terkait dengan lantai seperti: - Pemilihan bahan berdasarkan pertimbangan baik fungsi maupun estetikanya; - ,,Durabilitas/ ketahanan. Material lantai harus tahan terhadap abrasi fisik, lekuk, dan lipat; - Tahan terhadap kotoran dan mudah dibersihkan; -,,,,,Elastisitas/ kelenturan bahan, sehingga mampu memberikan kenyamanan pada kaki; - Pemilihan tekstur dan kekerasan lantai yang akan berpengaruh pada akustik ruangan; - Gelap dan terang warna penutup lantai yang mampu mempengaruhi gelapterang ruangan melalui pemantulan cahaya”. (Ching dalam Hasbullah, 2011, hlm. 13). Dari penjelasan diatas dapat diartikan bahwa. Pemilihan jenis lantai, ketahanan, dan material yang dipilih sesuai dengan desain dari interior perpustakaan itu sendiri. Begitu juga dengan pemilihan materi penutup lantai seperti penggunaan karpet pada ruangan anak yang sudah sesuai dengan fungsinya. 6.,,Hubungan Pencahayaan Dengan Minat Kunjung Pemustaka Berdasarkan hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa pencahayaan memiliki hubungan atau berkorelasi sebesar 0,430 terhadap minat kunjung pemustaka di perpustakaan. Korelasi tersebut di uji taraf keberartiannya atau uji signifikansi untuk mengetahui apakah korelasi tersebut memiliki arti atau tidak, dan hasilnya menunjukkan signifikan karena t > t . Maka, kesimpulannya hitung tabel adalah hipotesis kerja (H ) yang diuji 1 diterima. Stainback (1999) (dalam Blog Martinis, diposting pada 04/02/2011) juga mengemukakan bahwa “ .. yang dimaksud dengan pencahayaan yang baik ialah mengurangi sinar yang menyilaukan, hal ini akibat dari penyinaran langsung sehingga ada bagian ruangan yang terang dan sebagian lagi redup.” Terkait sistem pencahayaan yang ada di Perpustakaan Umum Kota Cimahi, Komposisi pencahayaan dari luar dengan pencahayaan buatan dirasa telah cukup bagi pemustaka.

Conclusion

Berdasarkan hasil analisa data, dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara desain interior dengan minat kunjung pemustaka. Hubungan tersebut dikategorikan sedang dan respon dari pemustaka termasuk dalam kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa adanya hubungan antara desain interior dengan minat kunjung pemustaka di perpustakaan umum Kota Cimahi. Dengan demikian dapat diambilan kesimpulan secara khusus yaitu : a. Berdasarkan hasil analisa data, perletakan perabot dengan minat kunjung pemustaka memiliki respon yang positif dari para pemustaka dan hasilnya dapat dikategorikan baik. Hasil perhitungan uji korelasi, hubungan antara perletakan perabot dengan minat kunjung pemustaka dikategorikan sedang. b. Berdasarkan hasil analisa data, pola ruang dengan minat kunjung pemustaka. Hubungan antara pola ruang dengan minat kunjung pemustaka berada pada kategori sedang. c. Berdasarkan hasil analisa data penghawaan dengan minat kunjung pemustaka. Hubungan antara penghawaan dengan minat kunjung pemustaka berada pada kategori sedang. d. Berdasarkan hasil analisa data pola lantai dengan minat kunjung pemustaka. Hubungan antara pola lantai dengan minat kunjung pemustaka berada pada kategori sedang. . e. Berdasarkan hasil analisa data pencahayaan dengan minat kunjung p emu st a k a . Ko r e l a si a n t a r a pencahayaan dengan minat kunjung pemustaka termasuk dalam kategori sedang.