STRATEGI PUSTAKAWAN DALAM PELESTARIAN BAHAN PUSTAKA
Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Abstrak
Perpustakaan mengemban tugas sebagai penyedia bahan pustaka yangharus terus dikembangkan, pengembangan inilah yang berpengaruh terhadap kebutuhan pemustaka yang terus melonjak. Pengembangan bahan pustaka juga berpengaruh terhadap banyaknya bahan pustaka yang dikoleksi, tentunya dari tahun ke tahun koleksi terus berkembang Strategi yang dilakukan oleh pustakawan/ petugas perpustakaan dalam pelestarian bahan pustaka yaitu adanya tidakan preventif dari pustakawan berupa kegiatan terhadap pelestarian fisik seperti pemberian kapur barus, fimigasi, dan pencegahan terhadap kerusakan dari manusia dan pelestarian informasi berupa alih media serta tindakan kuratif yaitu adanya kegiatan penjilidan, dan penyampulan. Untuk menjalankan srategi pelestarian bahan pustaka ada kendala yang dihadapi antara lain kurangnya Sumber Daya Manusia/SDM dalam kualitas dan kuantitas serta sarana dan prasarana yang ada masih belum maksimal dalam menunjang pelaksanaan kegiatan pelestarian bahan pustaka diharapkan di perpustakaan ada memiliki spesialis untuk bidang pelestarian sendiri agar kegiatan pelestarian yang dilakukan tidak hanya berhubungan dengan masalah teknis, serta fasilitas yang digunakan dapat lebih memadai untuk menunjang pelaksanaan kegiatan pelestarian kedepannya agar lebih berkualitas.
Abstract
The library has the task as a provider of library materials that must continue to be developed, this development has an influence on the needs of users who continue to surge. The development of library materials also influences the amount of library materials collected, of course, from year to year the collection continues to develop. The strategy undertaken by librarians / library officers in preserving library materials is the existence of preventive actions from librarians in the form of physical preservation activities such as granting camphor, fimigation, and prevention of damage from humans and preservation of information in the form of media transfer and curative measures, namely the existence of binding activities, and granting. To carry out the strategy of preservation of library materials there are obstacles faced, among others, the lack of Human Resources / HR in quality and quantity as well as facilities and infrastructure that are still not maximal in supporting the implementation of library preservation activities. the preservation carried out is not only related to technical issues, and the facilities used can be more adequate to support the implementation of conservation activities in the future to be of higher quality.
Keywords:
Strategy
· Preservation of Library Materials
Introduction
Perpustakaan adalah lembaga pelayanan imformasi yang bertindak sebagai penghubung antara dua dunia yaitu masyarakat sebagai kelompok pemustaka, di satu sisi dan perpustakaan sebagai pusat informasi. Menurut undang-undang nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan pasal 1 ayat1 yang berbunyi: “Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak dan/atau karya rekam secara professional dengan system yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi para pemustaka” Perpustakaan mengemban tugas sebagai penyedia bahan pustaka yang harus terus dikembangkan , pengembangan inilah yang berpengaruh terhadap kebutuhan pemustaka yang terus melonjak. Pengembangan bahan pustaka juga berpengaruh terhadap banyaknya bahan pustaka yang dikoleksi, tentunya dari tahun ke tahun koleksi terus berkembang. koleksi bahan pustaka merupakan bagian unsur terpenting bagi suatu perpustakaan , di sini dapat diibaratkan sebagai roh dalam jasad manusia. Artinya bahwa koleksi perpustakaan adalah bagian terpenting dari perpustakaan yang diakses oleh pemustaka, tentunya defenisi perpustakaan akan menjadi tabu dan menjadi rancu, apabila perpustakaan dan koleksinya dipisahkan satu sama lain. Disatu sisi gedung perpustakaan sebagai media tempat penyimpanan koleksi di sisi lain koleksi bahan pustaka adalah isi dari perpustakaan itu sendiri. Semakin banyaknya bahan pustaka yang dikoleksi oleh perpustakaan tentunya membawa dampak dalam tatanan manajerial sebuah perpustakaan maka dari itu pustakawan sebagai petugas yang menjalankan kegiatan informasi di dalam perpustakaan sebaiknya lebih dapat berinovasi dalam melestarikan dokumen-dokumen yang merupakan warisan budaya yang berbentuk bahan pustaka tersebut. Banyaknya kerusakan bahan pustaka sangat jelas membawa dampak negative pada kontinyuitas dari kepuasan pemustaka itu sendiri. Kerusakan koleksi itu dapat berupa buku yang rusak, warna tulisan yang sudah buram bahkan buku-buku yang sudah berwarna kecoklatan yang disebabkan oleh debu, dari dampak itu pemustaka menjadi enggan untuk berkunjung ke perpustakaan, dilihat dari kerusakan tersebut diperlukan suatu pelestarian. Sesuai dengan salah satu tujuan dari pelestarian sendiri yaitu, menyelamatkan nilai informasi dokumen (Martoatmodjo, 1993:5). Dari itu kerusakan tersebut hendaknya pustakawan memiliki peran yang,progresif untuk melestarikan bahan pustaka sebagaimana fungsi dan tugas yang dimaksudkan dalam pengertian pustakawan sendiri yaitu orang yang bergerak di bidang perpustakaan atau ahli perpustakaan dimana dalam kode etik Ikatan Pustakawan Indonesia dikatakan perpustakaan dengan jelas memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan tugas lembaga induknya berdasarkan ilmu perpustakaan, dokumentasi dan informasi yang dimiliki melalui pendidikan (Lasa,2009:29). Dari pendapat tersebut dapat diketahui bahwa orang yang memiliki pendidikan perpustakaan merupakan ahli perpustakaan atau profesional dibidang perpustakaan dan bekerja di perpustakaan, sehingga pada hakekatnya pustakawan sendiri dapat melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian secara lebih baik dalam rangka pencapaian sumber informasi yang maksimal dengan kondisi bahan pustaka yang terawat dan dalam per-timbangan khazanah keilmuwan pada masa mendatang. Tanpa pemeliharaan bahan pustaka yang baik, maka kontinyuitas transfer pengetahuan pun nantinya akan mengalami hambatan dalam menciptakan pola pengetahuan demi kemajuan zamannya. Seiring itulah, maka dibutuhkan suatu strategi agar bentuk asli suatu informasi dapat terjaga dan menjadi kewajiban, baik itu dari praktisi atau staf perpustakaan, maupun staf bidang pelestarian pada khususnya dan juga kalangan lainnya melestarikan bahan pustaka. Koleksi yang ada di perpustakaan yang mengalami kerusakan akibat dari penyusunan buku-buku yang tidak teratur dan berantakan serta kendala lainnya seperti kurang cepat tanggapnya pustakawan dalam usaha perbaikan dan perawatan bahan pustaka dalam melestarikan koleksi yang ada sehingga menyebabkan koleksi cepat rusak.
Discussion
Dalam pelestarian bahan pustaka strategi yang dilakukakn oleh pustawakan adalah dengan melihat kondisi fisik koleksi di bagian layanan yaitu julmah koleksi yang banyak, beberapa buku yang tertupuk dan tidak tersusun secara teratur dan juga buku-buku yang terlihat rusak karena lipatan dan debu yang menempel, sehingga warnanya berubah menjadi kecoklatan. Pelestaria/Tindakan yang adalah dengan cara sebagai berikut: 1. kegiatan yang bersifat preventif yang terdiri dari dari perawatan ahan pustaka , fmigasi dan alih informasi dan tindakan bersifat kuratif yaitu penjilidan bahan pustaka, dan penyampulan buku,. 2. Implemnetasi di lapangan untuk pelaksanaan strategi yang sudah ada dalam hal ini yaitu, untuk tidakan preventif terdiri dari pelestarian fisik seperti pemberian kapur barus, fumigasi dan pencegahan dari factor manusia berupa pengawasan menggunakan kamera CCTV dan bentuk himbauan yang diberikan oleh pustakawan yakni anjurananjuran dan untuk pelestarian informasi terdiri dari alih media sedangkan tindakan kuratif yaitu dilakukannya restorasi bahan pustaka dengan melakukan penjilidan dan penyampulan buku. 3. Aktifitas lainnya yang dilakukan pustakawan terkait dengan TUPOKSI (tugas pokok dan fungsi) masing-masing pegawai Sikap pustakawan dalam melakukan kegiatan pelestarian adalah 1. Perlakuan khusus oleh pustakawan terhadap koleksi yang memang sudah rapuh untuk diperbaiki, seperti koleksi yang sudah tua dan penjilidan yang sesuai dengan prosedur yang berlaku, dengan tata cara perbaikan masing-masing koleksi. 2. Dukungan perpustakaan dalam upaya pelestarian yaitu dengan menyediakan perlengkapan atau peralatan yang dibutuhkan dalam pelestarian bahan pustaka. 3. Tindakan preventif melalui fumigasi , pemberian sulica gel, penempelan tulisan pada rak di bagian pelayanan dimaksudkan agar pustakawan dan pemustaka memiliki kehati-hatian dalam penggunaan koleksi. 4. Tindakan kuratif melalui penyampulan, penjilidan dan laminating. 5. Alih media informasi buku-buku koleksi langka yang di scanning dan dimasukan ke dalam computer. 6. Kecepatan pelestarian bahan pustaka yaitu kesesuian dengan kondisi bahan pustaka yang direstorasi. 7. Upaya yang dilakukan dalam pelestarian adalah melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pencegahan dan perbaikan sesuai dengan pelestarian yang ditugaskan kepada masing-masing pegawai. Kendala yang dihadapi dalam penetapan strategi yang digunakan oleh pustakawan dalam pelestarian bahan pusaka diantaranya: 1. Sumber daya manusia (SDM) yang kurang sehingga pelaksanaan kegiatan hanya terkonsentrasi pada tindaka teknis dan semua upaya pelestarian dilakukan oleh pustakawan seperti contohnya fumigasi dan perawatan bahan pustaka oleh pustakawan dan pemustaka .Dalam pelestarian bahan pustaka perlu adanya penambahan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya uuntuk spesialisasi bidang pelestarian agar dapat memberikan dampak yang signifikan demi kemajuan pelestarian yaitu pustakawan memiliki suatu rencana terhadap kegiatan pelestarian yang baik dan berkesinambungan untuk kedepanya, dalam hal ini pustakwan perlu diberikan pelatihan-pelatihan bagaimana cara pelestarian bahan pustaka yang baik. 2. Sarana dan prasarana yang digunakan dalam kegiatan pelestarian seperti alat dan tempat yang memadai dan juga ruangan yang begitu besar, sehingga pelaksanaan kegiatan berada dalam satu ruangan yang luas dan besar 3. Sosialisasi terhadap pemustaka tentang kesadaran penggunaan bahan pustaka yang baik dan benar menjadi kunci agar bahan pustaka tidak cepat rusak misalnya dengan membuat brosur atau anjuran yang baik untuk penggunaan bahan pustaka yang sudah tua dan larangan memfotokopi bahan pustaka secara sepihak oleh pemustaka. 4. Fasilitas yang digunakan dalam melestarikan bahan pustaka harus sesuai dan lebih terintegrasi dalam satu ruangan yang luas serta memadai hal ini dapat memberikan nilai tambah dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas pelaksanaan kegiatan pelestarian.
Conclusion
Strategi yang digunakan oleh pustakawan dalam pelestarian bahan pustaka yaitu pertama adanya kegiatan yang bersifat preventif yang terdiri dari perawatan bahan pustaka , fumigasi dan alih informasi dan tindakan bersifat kuratif yaitu penjilidan bahan pustaka, dan penyampulan buku. Kendala yang dihadapi dalam pelestarian bahan pustaka yaitu tidak memadai sumber daya manusia /SDM dan sarana dan prasarana yang tidak memadai untuk pelestarian bahan pustaka. SARAN Berdasarkan kesimpulan diatas untuk meningkatkan dan memperbaiki bahan pustaka dalam hal tindakan pustakawan terhadap pelestarian kedepannya diharapkan menjadi lebih sesuai dan terkonsep, pustakawan dalam menerapkan kegiatannya mampu melaksanakan upaya yang membagun untuk pelestarian sendiri dan tidak hanya bergelut dalam masalah teknis, Perlu adanya sumber daya manusia /SDM yang memadai dalam bidang pelestarian bahan pustaka yang baik dan berkesinambungan kedepanya. Sosialasasi terhadap pemustaka tentang kesadaran penggunaaan bahan pustaka yang baik dan benar. Kemudian diperlukan fasilitas yang digunakan dalam melestarikan bahan pustaka harus sesuia dengan kebutuhan yang digunakan untuk pelestarian bahan pustaka.