Kembali
16
1
2022 IJAL (Indonesian Journal of Academic Librarianship) Vol 6 · 1 ISSN 2597-9957

Analisis layanan e-resources selama pembelajaran daring di UPT Perpustakaan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan koleksi elektronik oleh mahasiswa di UPT Perpustakaan UIN SATU Tulungagung. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelit ian menunjukkan bahwa pemanfaatan koleksi elektronik oleh Mahasiswa UIN SATU Tulungagung masih minim. Peningkatan pemanfaatan ini dapat dilakukan dengan menyediakan koleksi elektronik sesuai dengan kebutuhan program studi dan kegiatan pendidikan pemustaka yang lebih intensif.

Abstract

The study aimed to evaluate the use of electronic collections by students at the UIN SATU Tulungagung Library. This research uses a qualitative method with a descriptive appr oach—data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results showed that the use of electronic collections by UIN SATU Tulungagung students still needed to be improved. Increasing this utilization can be done by providing electronic collections under the needs of study programs and more intensive user education activities.
Keywords: UIN SATU Tulungagung Library · Electronic Collections · e -resources · Utilization of collections

Introduction

Perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) membuat manusia dimudahkan dalam segala bidang kehidupan. Kecanggihan TIK membawa dampak positif dalam kehidupan sehari-hari termasuk bidang layanan informasi. Dahulu mereka yang menginginkan informasi perlu mengunjungi ke pusat pelayanannya, seperti perpustakaan ataupun museum. Berbanding terbalik dengan kondisi sekarang, mereka tinggi menyentuh gadjet untuk bisa berselancar di dunia maya. Paradigma lama menganggap perpustakaan sebagai gudang buku memang benar adanya. Buku-buku ataupun koleksi cetak lain ditumpuk pada rak, sebelum adanya sistem yang mengatur. Kini paradigma tersebut mulai hilang karena inovasi perpustakaan dengan menyajikan bahan pustaka noncetak atau elektronik. Hal ini sesuai dengan UU nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan sebagai institusi pengelola karya tulis, cetak, ataupun karya rekam lain menggunakan sistem tertentu guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi bagi pemustaka (Indonesia, 2007). Dengan kata lain, meningkatkan pemustaka akan kegemaran membaca, menambah pengetahuan dan wawasan, dan ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Perpustakaan dalam menjalankan fungsi terbagi atas beberapa macam. Mulai dari perpustakaan nasional, umum atau daerah, sekolah, perguruan tinggi, dan khusus. Perpustakaan perguruan tinggi menjadi poros utama kegiatan intelektualitas bisa berjalan di dalamnya. civitas akademik yang ada di kampus memerlukan koleksi untuk kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang sering disebut dengan tri darma perguruan tinggi (Sri Wahyuni, 2012). Koleksi yang disajikan harus sesuai dengan kebutuhan informasi pemustakanya dengan memperhatikan skala priortas yang ada (Suwarno, 2015). Mahasiswa yang membutuhkan buku untuk referensi perkuliahan ataupun bacaan hiburan bergenre fiksi kemudian datang untuk meminjamnya. Namun, kondisi pembelajaran kampus yang biasanya normal dilakukan dengan metode tatap muka, berubah menjadi daring atau online. Hal ini disebabkan adanya pandemi covid-19 yang dimulai pada maret 2020 sampai sekarang. Pandemi ini hampir berlangsung selama 2 tahun ini, menuntut mahasiswa untuk beradaptasi dengan pola kehidupan yang baru. Kejadian ini terjadi di seluruh kampus Indonesia, termasuk Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (Selanjutnya disingkat UIN SATU). Pembelajaran di era new normal sekarang ini, kampus masih menerapkan kebijakan sistem ganjil-genap. Sistem ganjil-genap dilakukan dengan membagi jumlah mahasiswa yang masuk ke kelas menjadi setengah saja dari total keseluruhan. Alhasil, mahasiswa yang biasanya berkunjung ke perpustakaan harus bisa memanfaatkan koleksi digital perpustakaan kampus. Koleksi elektronik yang disediakan UPT perpustakaan UIN SATU berupa e-book, e-journal, e-repository dan jenis audiovisual. Koleksi elektronik yang dimiliki oleh perpustakaan UIN SATU sangatlah kurang. Padahal, kebutuhan informasi mahasiswa yang besar harus dibarengi dengan jumlah koleksi elektronik yang memadai (Hartono, 2017). Hal ini akan menjadi ketimpangan proses temu kembali informasi tidak berjalan dengan maksimal. Masalah lain, menunjukkan pemustaka yang memanfaatkan koleksi digital baru setengah dari total keseluruhan mahasiswa. Indikator yang bisa di tarik berupa minat dan kemampuan dalam menggunakan hal itu sangat kurang. Kecenderungan mahasiswa selama pembelajaran daring lebih memilih mencari referensi dari internet karena lebih mudah menyesuaikan dengan kebutuhan mereka. Situs internet yang sering digunakan seperti google scholar, DOAJ, GARUDA, dan beberapa situs lainnya. Pemanfaatan koleksi elektronik dengan maksimal atau tidak juga dipengaruhi dari pendidikan pemustaka. Pendidikan pemustaka yang dilakukan oleh pengelola UPT perpustakaan UIN SATU hanya berlangsung selama satu kali saat awal masuk perkuliahan. Selama pendidikan daring ini panduan untuk pendidikan pemustaka dicantumkan melalui sosial media seperti instagram. Perpustakaan pusat UIN SATU adalah salah satu lembaga yang ada di lingkup kampus yang berfungsi sebagai penyedia bahan koleksi guna menunjang kebutuhan civitas akademika kampus. Perpustakaan ini memiliki jumlah pemustaka kurang lebih 26.000 mahasiswa, 600 dosen, dan seluruh civitas akademika. Jumlah koleksi saat ini 80.000 lebih bahan koleksi yang disajikan baik elektronik maupun fisik. Aplikasi yang disediakan untuk koleksi berbasis elektronik berupa e-pustaka iainta, ebsco, proquest, dan repository. Pada kondisi ini pemanfaatan koleksi berbasis elektronik belum berjalan dengan maksimal. Segi kualitas belum terpenuhi jika dilihat berdasarkan kebutuhan dari mahasiswa yang berbeda program studi. Segi kuantitas sejalan dengan kualitas, dimana jumlah yang disediakan juga harus mencukupi kebutuhan informasi. Berdasarkan penjelasan diatas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan koleksi elektronik oleh mahasiswa berdasarkan jumlah yang tersedia, dan analisis manfaatnya berdasarkan manajemen perpustakaan Kajian Teori Perpustakaan Perguruan Tinggi Perpustakaan perguruan tinggi merupakan bagian integral dari kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta berfungsi sebagai pusat sumber belajar untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang berkedudukan di perguruan tinggi (Yuliani, 2020). Pendapat tersebut sejalan dengan yang ungkapan (Soeatminah, 2000) bahwa perpustakaan perguruan tinggi bertugas menunjang pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi atau Unit Pelaksana Teknis (UPT). Perpustakaan perguruan tinggi melayani kebutuhan referensi akademisi yang cenderung tinggi untuk menunjang penelitian. Oleh karena itu, perpustakaan perguruan tinggi sering disebut sebagai research library. Perpustakaan perguruan tinggi memiliki tugas berat karena menaungi beberapa fakultas yang memiliki kebutuhan informasi berbeda-beda. Bisa dikatakan bahwa perpustakaan perguruan tinggi sebagai jantung dari sebuah perguruan tinggi. Kebutuhan tersebut didasarkan pada culture dan apa yang dipelajari pada mata kuliah, misalkan fakultas pendidikan dan ilmu keguruan akan condong mempelajari dan membutuhkan informasi seputar pembelajaran, inovasi, evaluasi, ataupun lainnya. Apabila dikaji lebih dalam, perpustakaan perguruan tinggi juga harus menyesuaikan kebutuhan semua program studi yang ada pada lingkup kampus tersebut. Penyesuaian yang dilakukan harus berdasarkan silabus mata kuliah tiap-tiap program studi maupun masukan dari kepala prodi. Perpustakaan tinggi harus mengacu pada standarisasi yang sudah di sahkan oleh pemerintah. Hal itu untuk menunjang kemajuan dari segi kualitas dan kuantitas. Tidak hanya mementingkan jumlah dan jenis bahan koleksi saja, melainkan memperhatikan hingga pada koleksi berbasis muatan lokal. Perpustakaan perguruan tinggi, dikatakan berhasil apabila mampu menyediakan informasi berdasarkan kebutuhan mahasiswa. Secara tidak langsung kegiatan pendidikan dan penelitian akan berjalan secara aktif. Demikian pula kegiatan pengembangan masyarakat akan berjalan sebagaimana mestinya karena pendidikan dan penelitian berjalan dengan aktif. Koleksi Perpustakaan Perguruan Tinggi Perpustakaan sebagai tempat penyimpanan dan pengelolaan bahan pustaka pastinya memiliki beragam jenis koleksi yang ada didalamnya. Koleksi perpustakaan didefinisikan sebagai semua bahan pustaka yang telah disimpan, dikelola, dan dipublikasikan untuk memenuhi kebutuhan pemustakanya (Basuki, 1991). Koleksi perpustakaan perguruan tinggi dibedakan atas jenis, jumlah, muatan lokal, dan koleksi referensi. Jenis koleksi mengacu pada bentuk fisik koleksi sendiri, baik cetak maupun elektronik. Tidak hanya itu, genre fiksi dan non-fiksi juga harus diperhatikan. Adapun jumlah koleksi mengacu sebagai berikut: a. buku mata kuliah wajib disesuaikan dengan kebutuhan tiap program studi b. buku pengayaan untuk mendukung buku wajib mata kuliah c. koleksi audio-visual, baik berupa rekaman suara saja ataupun bentuk video d. koleksi berupa sumber elektronik, misalnya yang tersedia pada perpustakaan digital atau elibrary e. jurnal ilmiah yang dilanggan f. majalah popular koleksi berbasis muatan lokal mengarah pada produk dari civitas akademika kampus itu sendiri. Koleksi tersebut dapat berupa skripsi, tesis, disertasi, makalah seminar, laporan pengabdian masyarakat, pidato pengukuhan guru besar, publikasi internal kampus, dan majalah atau buletin kampus. Koleksi referensi berbeda dari yang lain karena tidak dapat dipinjam, melainkan hanya bisa dibaca saat pemustaka mengunjungi perpustakaan kampus. Koleksi referensi sendiri terdiri dari kamus, ensiklopedia, biografi, bibliografi, buku pedoman, kitab-kitab berbahasa arab, atlas, DDC, direktori, Glosarium, kitab suci, idiom, buku pegangan, dan prosiding.

Method

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pendekatan kualitatif merupakan penelitian yang ditanya sewajarnya atau apa adanya, tidak dirubah dengan simbol atau bilangan dengan maksud untuk menemukan kebenaran di balik data yang obyektif dan cukup (Mundir, 2013). Pendekatan kualitatif untuk meneliti objek yang alamiah, dimana peneliti sebagai instrumen kunci (Sugiyono, 2012). Pendekatan yang digunakan bersifat deskriptif, yakni menggambarkan apa yang terjadi dilapangan tentang pemanfaatan koleksi elektronik oleh mahasiswa dalam menjalani pembelajaran daring. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung, wawancara mendalam, dokumen, dan kelengkapan lain berupa foto, rekaman, dan lain sebagainya. Wawancara dilakukan kepada pustakawan yang bertugas di layanan E-resources. Selain itu, dokumentasi juga dilakukan dengan memanfaatkan dokumen peminjaman koleksi elektronik sebagai data-data pendukung. Teknik analisis data menggunakan Miles dan Huberman melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Moleong, 2016). Untuk menguji keabsahan data, peneliti menggunakan cara triangulasi teknik, yaitu membandingkan data hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan mengkroscek ulang data-data yang diperoleh sehingga mendapatkan data jenuh (Moleong, 2016)

Discussion

Jumlah Koleksi Elektronik UPT Perpustakaan UIN SATU E-Pustaka E-pustaka adalah portal perpustakaan digital yang dimiliki oleh UPT perpustakaan pusat UIN SATU. E-Pustaka sendiri baru dirilis ada pada tahun 2019, terpaut jarak sangat jauh dengan umur kampus UIN SATU yang sudah 58 tahun. Meskipun terbilang baru, koleksi yang disajikan tiap tahunnya terus bertambah. E-pustaka sendiri sudah bisa didownload oleh pemustaka melalui aplikasi playstore. Kemudahan ini memberikan jaminan pada pemustaka untuk mengakses koleksi tanpa terikat jarak dan waktu. Adapun jumlah koleksi yang dilanggan e-pustaka pada tahun 2022 adalah sebagai berikut: Tabel 1. Jumlah koleksi E-Pustaka tahun 2021-2022 Kategori Qty Judul Qty Exemplar Agama 120 124 Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) 55 55 Bahasa Dan Sastra 170 186 Bisnis 3 3 Ekonomi 204 215 Ensiklopedia 1 1 Filsafat 21 21 Hukum 171 176 Kesehatan 2 2 Komputer 1 1 Manajemen 101 102 Matematika dan Sains 279 283 Metodologi Penelitian 14 14 Muatan Lokal 15 15 Pendidikan 272 289 Pendidikan Anak Usia Dini( PAUD ) 5 5 Pertanian Perkebunan Peternakan dan Kelautan 2 2 Psikologi 58 58 Sejarah 30 31 Sosial 258 265 Statistika 27 27 Studi dan Pengajaran 2 2 Teknik dan Arsitektur 3 3 Umum 12 12 Wacana 9 9 Wawasan Kebangsaan 2 2 Total 1837 1903 Berdasarkan data diatas, subjek koleksi elektronik sudah lengkap. dari segi kuantitas, jumlah koleksi yang ada sekarang perlu ditambah lagi dengan menyesuaikan kebutuhan mahasiswa. Jumlah e-book yang dilanggan sebanyak 1837 dengan jumlah eksemplar 1903 (wawancara, informan 2022). Ebsco Ebsco merupakan salah satu layanan informasi yang dilanggan oleh UPT perpustakaan UIN SATU. Ebsco bisa dikatakan sebagai fasilitas perpustakaan yang bisa dimanfaatkan oleh pemustaka dengan layanan koleksi elektronik. Tidak hanya e-book saja, ebsco juga menyediakan e-journal. Koleksi yang ada di ebsco sendiri berbahasa inggris dan tidak ada yang berbahasa indonesia. Adapun jumlah koleksi yang dilanggan UPT Perpustakaan UIN SATU adalah sebagai berikut: Tabel 2. Jumlah koleksi Ebsco tahun 2021-2022 No Jenis Koleksi Jumlah Koleksi 1 e-book 158 2 e-journal 1.082 Jumlah koleksi e-journal lebih banyak dari pada e-book pada ebsco ini. Hal ini disebabkan karena pengelola perpustakaan melanggan e-book berdasarkan judul, sedangkan e-journal dilanggan setiap edisi yang terbit (wawancara, informan 2022). Baik e-journal dan e-book dalam melanggan akan disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa, terutama menyangkut terkait referensi mata kuliah. Proquest Selain E-pustaka dan Ebsco, pemustaka yang mayoritas mahasiswa bisa memanfaatkan proquest. Proquest merupakan salah satu layanan akses referensi yang dilanggan oleh UPT Perpustakaan UIN SATU. Jika e-pustaka berupa e-book, proquest ini sebaliknya hanya melanggan ejournal saja (wawancara, informan 2022). Adapun jumlah koleksi yang dilanggan adalah sebagai berikut: Tabel 3. Jumlah koleksi Proquest tahun 2021-2022 No Jenis Koleksi Jumlah Koleksi 1 e-journal 7.132 Jumlah e-journal yang dilanggan pada proquest lebih banyak daripada ebsco. e-journal yang ada di proquest berbahasa inggris. Layanan referensi ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan informasi mahasiswa, terutama pada jurnal internasional. Repository Repository merupakan layanan untuk pemustaka yang berisi koleksi berbasis muatan lokal. Muatan lokal bisa diartikan sebagai hasil dari pemikiran civitas akademik UIN SATU Tulungagung berupa skripsi, tesis, dan disertasi (wawancara, informan 2022). Skripsi yang dimuat berasal dari empat fakultas yakni Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, (FTIK), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), dan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum (FASIH). Sedangkan tesis dan disertasi dari Pascasarjana UIN SATU. Adapun rincian jumlah dari erepository adalah sebagai berikut: Tabel 4. Jumlah koleksi E-repository tahun 2021-2022 No Jenis Koleksi Jumlah Koleksi 1 Skripsi 11216 2 Tesis 473 3 Disertasi 26 Repository yang saat ini bisa diakses oleh pemustaka masih dalam tahap pengembangan. Koleksi dari hasil pengumpulan tugas akhir mahasiswa belum semuanya di-upload. Alhasil, pada beberapa program studi yang baru untuk skripsi masih sedikit dan jumlahnya masih beberapa saja. Koleksi Audio Visual Koleksi audio visual yang dimiliki oleh UPT Perpustakaan UIN SATU belum diolah. Pemustaka belum bisa mengakses secara online jenis koleksi audio visual. Pemustaka yang menginginkan harus datang langsung ke Perpustakaan untuk mengaksesnya. Alhasil, selama pembelajaran daring koleksi ini tidak bisa dimanfaatkan oleh pemustaka. Saat ini masih tahap pemrosesan supaya koleksi audiovisual bisa diakses. Adapun jumlahnya adalah sebagai berikut: Tabel 5. Jumlah koleksi Audio-visual tahun 2021-2022 No Jenis Koleksi Jumlah Koleksi 1 Koleksi Audio-visual 171 Perpustakaan sebenarnya memiliki banyak jumlahnya dari koleksi audio visual ini. Namun belum diolah sehingga tidak terinput pada sistem. Koleksi audio-visual ini hanya dapat diakses ketika mengunjungi perpustakaan atau datang langsung. Pemanfaatan Koleksi Elektronik oleh Mahasiswa selama Pembelajaran Daring E-Pustaka Pemanfaatan e-pustaka selama pembelajaran daring dan sistem ganjil genap mengalami kenaikan dibandingkan saat pembelajaran tatap muka. Saat pembelajaran tatap muka masih berlangsung, mahasiswa lebih memilih untuk datang langsung ke perpustakaan. Mereka lebih mudah menemukan buku cetak dengan opsi judul lebih bervariasi. Kejadian itu berbanding terbalik saat pembelajaran daring. Mereka harus memenuhi kebutuhan informasi dengan mendownload e-pustaka terlebih dahulu. Berikut untuk pemanfaatan e-pustaka oleh mahasiswa selama pembelajaran daring pada tahun 2021 yakni sebagai berikut: Tabel 6. Pemanfaatan E-Pustaka Pada Tahun 2021 No Bulan Pengunjung (Orang) Peminjam (Orang) Persentase Peminjam 1 Januari 3.972 278 0,069 2 Februari 2.072 118 0,056 3 Maret 6.105 414 0,067 4 April 3.316 237 0,071 5 Mei 2.453 127 0,051 6 Juni 3.590 235 0,065 7 Juli 1.755 101 0,057 8 Agustus 1.886 169 0,089 9 September 5.173 429 0,082 10 Oktober 4.182 269 0,064 11 November 2.490 160 0,064 12 Desember 1.704 158 0,092 Total 38.698 2.695 0,069 Pada tahun 2022, pemanfaatan e-pustaka mengalami kenaikan dari segi pengunjung sekaligus peminjam. Tahun 2022 bisa dikatakan sebagai masa adaptasi mahasiswa dalam menggunakan aplikasi e-pustaka. Berikut untuk data pemanfaatannya di tahun 2022 yakni sebagai berikut: Tabel 7. Pemanfaatan e-pustaka pada tahun 2022 No Bulan Pengunjung Peminjam Persentase (dalam %) 1 Januari 1.119 189 0,168 2 Februari 1.628 333 0,204 3 Maret 4.583 465 0,101 4 April 1.823 196 0,107 Total 9.153 1.183 0,129 Ebsco Pemanfaatan ebsco masih minim oleh mahasiswa selama pembelajaran daring. Koleksi dilanggan pada ebsco oleh perpustakaan UIN SATU masih terbatas. Koleksi yang ada berbahasa inggris, sehingga jarang digunakan oleh pemustaka. Kebanyakan mahasiswa yang mengakses berasal dari prodi pendidikan bahasa arab, bahasa sastra arab, dan pendidikan bahasa inggris (wawancara, informan 2022). Berikut untuk pemanfaatan ebsco di tahun 2021 sebagai berikut: Tabel 8. Pemanfaatan ebsco tahun 2021 Database Database Code Database Content Type Database Sessions Total Searches Persentase Arab World Research Source Awr Regular Database 45 113 0,398 Image Collection Imh Multimedia/Images 41 111 0,369 eBook Collection (EBSCOhost) Nlebk eBook 73 217 0,336 159 441 0,360 Sesi basis data Total pencarian Sedangkan pemanfaatan di tahun 2022 oleh mahasiswa selama pembelajaran daring adalah sebagai berikut: Tabel 9. Pemanfaatan ebsco tahun 2022 Database Database Code Database Content Type Database Sessions Total Searches Persentase Arab World Research Source Awr Regular Database 2 5 0,4 Image Collection Imh Multimedia/Images 2 5 0,4 eBook Collection (EBSCOhost) Nlebk eBook 3 10 0,3 7 20 0,35 Repository Pemanfaatan repository oleh mahasiswa selama pembelajaran daring masih minim. Pemustaka yang mengakses repository kebanyakan semester akhir untuk melihat referensi baik dari segi judul maupun penyusunan karya tulisnya (wawancara, informan 2022). Proquest Tabel 10. Pemanfaatan Proquest tahun 2021 Tabel 11. Pemanfaatan Proquest tahun 2022 Analisis Pemanfaatan Koleksi Elektronik terhadap Kebutuhan Informasi Mahasiswa selama Pembelajaran Daring Pemanfaatan koleksi elektronik oleh mahasiswa UIN SATU selama pembelajaran daring sangat kurang. Mereka memilih untuk mengakses google scholar, ataupun situs lain untuk memenuhi kebutuhan informasinya. Mahasiswa memanfaatkan koleksi digital sebagai referensi mata kuliah, sumber belajar, ataupun saat mengerjakan skripsi. Untuk mengakses layanan tidaklah berbayar. Namun ada beberapa kendala diantaranya sebagai berikut: a. keterbatasan dalam jaringan. Kondisi sinyal yang tidak stabil dapat mempengaruhi mahasiswa untuk mendownload file nya. Hal ini dipengaruhi oleh letak geografis yang berbeda dari setiap mahasiswa saat melaksanakan pembelajaran daring b. penguasaan bahasa asing. Kemampuan setiap mahasiswa akan bahasa asing yang berbeda juga menjadi kendala. Kebanyakan koleksi digital yang dilanggan ole perpustakaan berbahasa inggris. Alhasil, kebanyakan dimanfaatkan oleh mahasiswa tadris bahasa inggris maupun bahasa arab. c. Kesulitan mengakses dari aplikasi ataupun website Kendala diatas bisa atasi dengan pengoptimalan pendidikan pemustaka yang dilakukan oleh pengelola perpustakaan perguruan tinggi. Pendidikan pemustaka perlu dilakukan secara berkala, tidak hanya sekali saja.

Conclusion

Berdasarkan Penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan koleksi digital oleh mahasiswa di UPT Perpustakaan UIN SATU Tulungagung sangatlah minim. Bagi mahasiswa sebagai pemustaka, untuk dapat meningkatkan kesadaran dan motivasi diri untuk menggunakan fasilitas tersebut. Sebagai pemustaka harus turut menjaga dan memberikan ide-ide relevan dalam upaya peningkatan pemanfaatan koleksi digital. sedangkan bagi pengelola untuk lebih memperhatikan kebutuhan mahasiswa dari berbagai program studi. Koleksi yang ada harus dijaga dan dikembangkan supaya optimal sebagai tempat mencari referensi dan sumber belajar mahasiswa.