Kembali
16
1
2017 LIBRARIA: Jurnal Perpustakaan Vol 5 · 1 ISSN 2477-5320

Pemanfaatan Jurnal Elektronik Sebagai Sumber Referensi Dalam Penulisan Skripsi Di Institut Pertanian Bogor

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta; Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan jurnal elektronik (Proquest, ScienceDirect, EBSCOhost, dan CabDirect) yang dilanggan Perpustakaan Institut Pertanian Bogor oleh mahasiswa sebagai sumber referensi dalam penulisan skripsi, dan kendala yang dihadapi saat mencari informasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan data yang diperoleh: (1) Pengetahuan mahasiswa terhadap jurnal elektronik yang dilanggan cukup tinggi. 87,9% mengetahui keberadaan layanan jurnal elektronik, 81,8% sumber referensi menggunakan media elektronik, dan 49,5% memanfaatkan jurnal elektronik; (2) Tingkat pemanfaatan jurnal elektronik 86,2% memanfaatkan jurnal elektronik. Tingkat pemanfaatan jurnal elektronik sebagai bahan referensi relatif tinggi, karena dari 86,2% responden yang memanfaatkan jurnal elektronik, 40% memanfaatkan jurnal elektronik dalam kurun waktu 2-3 kali dalam sebulan. 34,7% memanfaatkan jurnal elektronik dengan durasi waktu kurang dari 2 jam, dengan mengunduh koleksi jurnal elektronik yang dicari, 34,7% menggunakan 2 artikel sebagai bahan referensi untuk skripsi; (3) Kendala dalam memanfaatkan jurnal elektronik 52% merasa penyebab koleksi jurnal elektronik yang kebanyakan berbahasa asing, serta koleksi yang dicari tidak tersedia. Meskipun kesulitan, mereka tetap memanfaatkan jurnal elektronik tersebut.

Abstract

The research aims to comprehend the knowledge and utilization of electronic journal (Proquest, Science Direct, EBSCOhost, dan Cab Direct) subscribed by library of Institut Pertanian Bogor that have been performed by students as reference source in thesis writing, and obstacles faced while looking for the information. The research applies descriptive research with quantitative approach. Based on the data acquired: (1) The students’ knowledge toward electronic journal subscribed is adequately high. 87,9% students realize existence of electronic journal service, 81,8% reference resource uses electronic media, and 49,5% utilizes electronic journal; (2) The electronic journal utilization level is 86,2% which utilizes electronic journal. Electronic journal utilization level as reference material is relatively high, because from 86,2% students which utilize electronic journal, 40% utilizes it 2-3 times in a month. 34,7% utilizes electronic journal with duration less than 2 hours, with downloading electronic journal collection searched, 34,7% uses 2 articles as reference material for thesis; (3) Obstacles in utilizing electronic journal are 52% caused by electronic journal collection mostly using English, and searched collection are not available. Although there are some difficulties, they keep utilize the electronic journal.
Keywords: Utilization · Electronic Journal · Proquest · ScienceDirect · EBSCOhost · CabDirect · Reference Material

Introduction

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin berkembang saat ini menyediakan suatu metode pembelajaran yang informasinya tidak hanya dalam bentuk tercetak tetapi juga dalam bentuk digital. Koleksi digital sangat memudahkan dalam pencarian sumber informasi yang dibutuhkan untuk mendukung pembelajaran. Salah satu sarana penting dalam pembelajaran adalah perpustakaan. Perpustakaan menyediakan beragam koleksi, baik tercetak maupun non cetak (digital). Koleksi digital yang dikembangkan di perpustakaan merupakan suatu inovasi untuk memudahkan pemustaka dalam mengakses informasi yang dibutuhkan. Berdasarkan Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 Pasal 24 Ayat 3, perpustakaan perguruan tinggi diharapkan mengembangkan layanan berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk menunjang pelaksanaan kegiatan penelitian.1 Perkembangan teknologi digital menyebabkan pertumbuhan jenis sumber daya koleksi digital meningkat sangat cepat.2 Masyarat pengguna dapat mengakses secara online koleksi yang dimiliki atau dilanggan perpustakaan melalui perangkat elektronik yang terhubung internet. Salah satu koleksi digital yang dimiliki perpustakaan adalah database online yang berupa buku elektronik dan jurnal elektronik. Jurnal elektronik merupakan perubahan dari jurnal tercetak yang dapat dijadikan sebagai sumber referensi ilmiah. Hingga awal 1990-an, jurnal ilmiah tercetak merupakan fokus kegiatan ilmiah dengan menjadi koleksi utama perpustakaan perguruan tinggi.3 In the present and near future, librarian will continue to work primarily with electronic journals that look and act like print journal, with some minor differences, and will continue with face major challenges with providing access to them. As electronic journals mature, they offer new kinds of oppurtunities and challenges. 4 Pustakawan akan terus berkerja mengembangkan bahan pustaka terutama jurnal elektronik, agar para pemustaka dapat mengakses informasi dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan yang memberikan suatu peluang dan tantangan dalam karir dan kehidupan mereka. Saat ini keadaan sebagian jurnal ilmiah sudah terbit dalam bentuk elektronik. Menurut Lancaster, jurnal elektronik adalah jurnal yang tersedia di media elektronik. Secara umum jurnal yang tersedia dalam bentuk elektronik melalui host online database. 5 Penggunaan jurnal elektronik semakin banyak daripada jurnal tercetak karena memiliki banyak keunggulan. Jurnal elektronik atau e-journal yang sering kali sudah terbit terlebih dahulu sebelum jurnal tercetak.6 Pemanfaatan jurnal elektronik juga bisa menghemat waktu, biaya, dan tenaga. Mahasiswa dapat memanfaatkan jurnal elektronik tersebut dari mana saja dan kapan saja. Pustakawan juga tidak perlu mengindeks jurnal tersebut, karena sistem jurnal elektronik sudah menyediakan fasilitas pengindeksan.7 Fungsi utama dari jurnal tetap sama, yaitu mendaftar, menyebarkan, memeriksa ke sesama rekan ilmuan (peer review) dan melestarikan ilmu pengetahuan.8 Kehadiran jurnal elektronik diharapkan mampu menunjang penelitian serta proses pembelajaran sivitas akademika perguruan tinggi sebagai sumber referensi yang dapat diakses dengan mudah dan cepat. Terdapat dua jenis jurnal elektronik, yaitu open access dan closed access. Ketersediaan sumber informasi open access (bebas akses) dimaksudkan untuk mengurangi kesulitan dalam memperoleh informasi ilmiah, yang tidak semua perguruan tinggi mempunyai dana memadai dalam melanggan informasi ilmiah.9 Adapun ketersediaan sumber informasi closed access dilakukan pada sebuah perguruan tinggi atau institusi yang mempunyai dana dalam melanggan database informasi ilmiah. Institut Pertanian Bogor (IPB) adalah sebuah perguruan tinggi pertanian negeri yang berkedudukan di Bogor. Perpustakaan IPB didirikan untuk menunjang terselenggaranya Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam menjalankan fungsi tersebut, Perpustakaaan IPB menghimpun, mengolah, serta menyebarluaskan informasi bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta mendokumentasikan karya ilmiah staf IPB, skripsi, tesis, dan disertasi lulusan IPB. Informasi yang dikelola berbentuk bahan pustaka tercetak maupun elektronik.10 Jurnal elektronik yang tersedia ada sepuluh database, yaitu EBSCOhost, Science Reference Center, Gale Cengage Learning, ScienceDirect, Proquest, Microsoft Academic Search, BMI Research, IEEE, CabDirect, dan Scopus. Dengan adanya jurnal elektronik tersebut, sangat membantu para civitas akademika untuk mendukung proses pembelajaran termasuk juga sebagai referensi untuk penulisan skripsi atau penelitian ilmiah. Informasi diperlukan dalam melakukan sebuah penelitian, sebuah informasi yang digunakan harus informasi ilmiah, ketersediaan informasi ilmiah memiliki hubungan erat dengan sumber informasi, sistem komunikasi ilmiah, dan cara memperoleh informasi tersebut.11 Oleh karena itu, sebaiknya mahasiswa lebih aktif dalam memanfaatkan jurnal elektronik sebagai referensi karena merupakan bahan rujukan terkini atau up to date. Namun, sayangnya beberapa mahasiswa masih kurang dalam memanfaatkan jurnal elektronik yang dilanggan perpustakaan sebagai referensi untuk penulisan skripsi. Mereka menganggap bahasa yang umumnya terdapat di artikel jurnal elektronik berbahasa Inggris dan banyak istilah ilmiah yang cenderung sulit dipahami. Keberadaan search engines seperti Google lebih memudahkan mereka untuk memperoleh sumber referensi lebih cepat dari pada mengakses jurnal elektronik yang dilanggan. Hal ini menyebabkan kurangnya referensi yang berkualitas yang dijadikan sebagai acuan dalam penulisan tugas akhir mahasiswa. Padahal, jurnal elektronik yang tersedia dalam database memuat publikasi ilmiah yang berkualitas dan melalui proses peer-review. Untuk itu, penulis melakukan penelitian untuk mengetahui pengetahuan dan pemanfaatan jurnal elektronik yang dilanggan perpustakaan IPB sebagai bahan referensi yang digunakan mahasiswa apakah sudah maksimal dalam penulisan skripsi, serta untuk mengetahui apa saja kendala yang dihadapi mahasiswa dalam memanfaatkan jurnal elektronik tersebut. B. Pembahasan 1. Perpustakaan Perguruan Tinggi Perpustakaan perguruan tinggi merupakan salah satu jenis dari sekian banyak jenis perpustakaan. Perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan yang berada di lingkungan perguruan tinggi atau sekolah tinggi, akademik, dan pendidikan tinggi lainnya, yang merupakan bagian integral dari suatu perguruan tinggi.12 Perpustakaan perguruan tinggi merupakan bagian dari suatu perguruan tinggi, maksudnya perpustakaan perguruan tinggi memberikan unsur penunjang bagi perguruan tinggi itu sendiri dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta membantu perguruan tinggi untuk mencapai tujuannya. Karena itu, perpustakaan perguruan tinggi sering biasa dikenal dengan jantungnya perguruan tinggi.13 Menurut Sulistyo-Basuki, perpustakaan perguruan tinggi memiliki tujuan umum, di antaranya:14 1. Memenuhi keperluan informasi masyarakat perguruan tinggi, baik dosen maupun mahasiswa, sering pula para staf perguruan tinggi; 2. Menyediakan bahan referensi pada semua tingkat akademis, artinya dari mahasiswa tahun pertama hingga ke mahasiswa program pascasarjana dan pengajar tersedia kebutuhannya; 3. Menyediakan ruang belajar untuk para pemakai perpustakaan; 4. Menyediakan jasa peminjaman yang tepat guna bagi berbagai jenis pemakai; 5. Menyediakan jenis informasi aktif yang tidak hanya terbatas pada lingkungan perguruan tetapi juga lembaga induknya. Tujuan dari perpustakaan perguruan tinggi adalah memenuhi kebutuhan informasi di perguruan tinggi dengan menyediakan berbagai jenis sumber informasi, mengolah informasi dan pemanfaatan informasi yang dibutuhkan para sivitas akademika.15 Perpustakaan perguruan tinggi mempunyai beberapa fungsi untuk menunjang penelitian dan pembelajaran bagi para civitas akademika. Menurut Wijayanti dalam Rahayuningsih, ada beberapa fungsi perpustakaan perguruan tinggi di antaranya adalah fungsi edukasi, informasi, riset, rekreasi, dan deposit.16 Dalam Undang-undang Tentang Perpustakaan Pasal 1 Ayat 2, koleksi perpustakaan adalah semua informasi dalam bentuk karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam dalam berbagai media yang mempunyai nilai pendidikan, yang dihimpun, diolah, dan dilayankan.17 Dalam Online Dictionary of Library and Information Science, pengertian koleksi perpustakaan adalah: The total accumulation of books and other materials owned by a library, catalogued and arranged for ease of access, which often consists of several smaller collections (reference, circulating books, serials, government documents, rare books, special collections, etc.). 18 Koleksi perpustakaan mencakup berbagai format bahan pustaka yang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan para pengguna perpustakaan terhadap media rekam informasi.19 Dalam sebuah perpustakaan perguruan tinggi terdapat berbagai macam koleksi perpustakaan, di antaranya koleksi dalam bentuk tercetak, non-cetak serta dalam bentuk elektronik.20 2. Pemanfaatan Jurnal Elektronik Pengertian pemanfaatan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah proses, cara, perbuatan memanfaatkan.21 Pemanfaatan dilakukan dengan cara memanfaatkan jurnal elektronik untuk pemenuh kebutuhan informasi penggunanya. Pemanfaatan jurnal elektronik merupakan kegiatan pemustaka dalam menggunakan jurnal dalam hal mencari informasi yang dibutuhkan.22 Pemanfaatan jurnal elektronik pada dasarnya merupakan layanan cyber dengan beragam informasi yang bersumber dari jaringan dan mempunyai peran dalam meningkatkan pelayanan terhadap pemustakanya.23 Pemanfaatan jurnal elektronik yang tersedia merupakan suatu proses aktivitas yang dilakukan pemustaka untuk memenuhi kebutuhannya. Informasi yang terdapat dalam jurnal cukup berperan dalam bidang kajian ilmu pengetahuan yang selalu membutuhkan data yang mutakhir dan akurat.24 Jurnal elektronik yang dilanggan oleh perpustakaan dimanfaatkan oleh pemustaka untuk memperoleh informasi yang dibutuhkannya untuk kajian ilmiah, tesis, dan tugas-tugas yang membutuhkan suatu data yang akurat. Jurnal elektronik dapat dibedakan menjadi 2 kelompok dari segi akses, yaitu: (1) jurnal elektronik dapat diakses tanpa adanya biaya dan dapat didownload lalu dicetak dengan bebas (open access); (2) jurnal elektronik tidak dapat diakses bila tidak melanggannya dan menggunakan password untuk mengaksesnya (closed access). Pendapat lain tentang jenis jurnal elektronik, yaitu: (1) jurnal yang terbit hanya dalam bentuk elektronik (electronic-only journal); (2) jurnal versi elektronik dengan versi cetakannya.25 Jurnal elektronik yang dapat diakses dengan open access merupakan sebuah jurnal yang berisi sumber informasi yang memungkinkan pengguna untuk mengkases karya ilmiah secara gratis. Jurnal elektronik yang tersedia secara online, siapapun di seluruh dunia dapat mengkasesnya tanpa hambatan baik dalam masalah legal maupun teknis.26 Adapun jurnal online closed access merupakan sebuah jurnal yang dilanggan oleh sebuah instansi atau badan dan dalam mengkasesnya membutuhkan username atau password untuk mengkases jurnal tersebut. Ada juga jurnal elektronik yang dapat dibedakan menurut bentuk pengirimannya, mengidentifikasi adanya tiga bentuk penerbitan jurnal elektronik, yaitu: 1. Jurnal elektronik adalah jurnal yang terpasang melalui komputer utama seperti Bibliographic Retrieval Services; 2. Jurnal pada CD-ROM adalah jurnal yang berbentuk teks penuh atau jurnal yang dikoleksi dari berbagai subjek jurnal tercetak yang ada, dan versi elektroniknya ditempatkan pada CD-ROM; 3. Jurnal pada network adalah jurnal dalam bentuk jaringan kerja yang didasarkan pada perangkat lunak mailing list atau aplikasi komputer klien atau server yang termasuk di dalamnya, seperti: Gopher, FTP, dan World Wide Web (www) pada situs web internet.27 3. Jurnal Elektronik Sebagai Sumber Referensi Sumber referensi mengikuti perkembangan teknologi sehingga pada saat ini sumber referensi tersedia dalam bentuk digital. Bentuk digital tidak terlepas dari keberadaan jaringan internet yang mendukung keberadaan sumber referensi digital dan berdampak luar biasa dalam perkembangan informasi. Menurut Reitz (2004) dalam Online Dictionary of Library Information Science, sumber referensi adalah:28 Any publication used by a reference librarian to provide authoritative information in response to a reference question, including but not limited to reference books, catalog records, printed indexes and abstracting services, and online bibliographic databases. Individuals and services outside the library who can be relied upon to provide authoritative information are considered resources for referral. Publikasi yang digunakan pustakawan sebagai referensi untuk memberikan informasi dalam menanggapi pertanyaan, tidak terbatas hanya buku referensi, tetapi juga catatan katalog, indeks dan abstrak, serta pangkalan data online. Layanan di luar perpustakaan dapat diandalkan untuk memberikan informasi yang dapat dianggap sebagai bahan rujukan. Sumber referensi digital dapat berupa buku elektronik dan jurnal elektronik. Sumber informasi berbasis internet tersedia sepanjang waktu, terlepas dari waktu buka perpustakaan, dan tidak rentan terhadap pencurian atau kerusakan, serta mudah diperbaruhi oleh penerbit, dan internet merupakan sumber utama mahasiswa dalam pencarian informasi. Untuk sumber referensi, ketersediaan informasi yang mutakhir sangat dibutuhkan oleh para peneliti. Informasi pada jurnal elektronik yang lebih mutakhir berisi artikelartikel dari hasil penelitian yang terbaru dan aktual.29 Penelitian mengenai pemanfaatan jurnal elektronik sebagai sumber referensi di Department of Botany of Aligarh Muslim University pernah dilakukan oleh Shajarul Islam Khan. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa hampir semua mahasiswa menyadari keberadaan jurnal elektronik (90,91%), perpustakaan dan internet menjadi sumber yang memberikan informasi tentang jurnal elektronik baik untuk para peneliti maupun mahasiswanya. Hampir setiap hari mereka menggunakan fasilitas jurnal elektronik. ,PDF menjadi format yang paling disukai untuk membaca artikel. Para peneliti lebih menggunakan jurnal elektronik sebagai bahan referensi agar penelitiannya lebih mendalam. Ditemukan kesulitan dalam memanfaatkan jurnal elektronik di antaranya kurangnya pelatihan, tidak tersedia teks yang lengkap, dan jumlah jurnal yang dilanggan masih kurang. Walaupun begitu mereka merasa puas dengan fasilitas infrastruktur untuk mengakses jurnal elektronik. Sumber referensi elektronik tetap mempertahankan karakteristik dari referensi tercetaknya. Jurnal elektronik dapat dijadikan akses bagi perpustakaan perguruan tinggi dalam meningkatkan pelayanan terhadap koleksi digital untuk penggunanya. Pemanfaatan jurnal elektronik sebagai sumber referensi dalam penulisan skripsi membuat nilai tambahan informasi yang relevan tentang penelitian yang diambil.

Method

Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dan pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Perpustakaan Institut Pertanian Bogor beralamat di Jalan Kamper, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia 16680. Perpustakaan ini melanggan banyak jurnal, baik jurnal tercetak dan jurnal online. Jurnal online yang dilanggan kebanyakan mengenai ilmu yang berkaitan dengan pengetahuan alam. Penelitian ini dilaksanakan selama 8 bulan, dari bulan Juni 2016 sampai dengan bulan Januari 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester akhir atau yang sedang mengerjakan skripsi sebanyak 7.603 mahasiswa dari jumlah mahasiswa angkatan tahun 2012/2013 dan 2013/2014.30 Tabel 1. Jumlah Mahasiswa Angkatan 2012/2013 dan 2013/2014 No. Tahun Angkatan Jenis Kelamin Jumlah 1 2012 Laki-laki 1.506 (38,9%) Perempuan 2.361 (61,1%) 2 2013 Laki-laki 1.574 (42,1%) Perempuan 2.162 (57,9%) Total 7.603 Sumber: www.tpb.ipb.ac.id Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang pada saat penelitian berada di perpustakaan dan sedang mengerjakan skripsi dan bersedia mengisi kuesioner yang disediakan. Rumus yang digunakan adalah rumus Slovin dengan tingkat kesalahan ± 10% untuk menentukan sampel yang digunakan dalam penelitian ini,31 sebagai berikut. n = (N/1+N.e2 ) Keterangan: n = Ukuran sampel N = ukuran populasi e = Taraf kesalahan sebesar 10% Berdasarkan perhitungan, maka ditetapkan sampel sebanyak 99 orang. Teknik purposive sampling digunakan untuk menentukan sampel. Purposive sampling adalah teknik yang menetapkan responden untuk dijadikan sampel berdasarkan kriteria tertentu.32 Metode pengumpulan data menggunakan sumber primer dan sekunder meliputi observasi, menyebarkan kuesioner, studi literatur, dan dokumentasi. Uji validitas dan realibilitas dilakukan dengan uji kuesioner terhadap 75 responden (mahasiswa) di Perpustakaan IPB yang status sedang dalam penulisan skripsi. Pengujian validitas ini menggunakan Pearson Correlation. Hasil uji validitas menunjukan bahwa semua pertanyaan valid. Pertanyaan yang valid dikarenakan Pearson di atas 0,227. Uji reabilitas ini menggunakan pengukuran reabilitas pengujian Alpha Cronbach (α). Suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha (r11) > 0,6033. Hasil reabilitas dapat disimpulkan bahwa data yang diperoleh adalah relibel karena Cronbach Alpha > 0,60. Data yang telah dikumpulkan, diolah terlebih dahulu kemudian disajikan dalam bentuk table-tabel untuk kepentingan analisis. Pengolahan data meliputi editing, coditing, tabulasi dan analisis data.

Result & Discussion

a. Pengetahuan Mahasiswa terhadap Jurnal Elektronik d yang Dilanggan Perpustakaan IPB Tabel di bawah ini merupakan tabel pengetahuan mahasiswa terhadap jurnal elektronik (Proquest, Science Direct, EBSCOhost, dan CabDirect) yang dilanggan di Perpustakaan IPB. Dari tabel berikut, dapat diketahui berapa banyak pemustaka yang mengetahui keberadaan jurnal online yang dilanggan Perpustakaan IPB. Tabel 2. Pengetahuan Mahasiswa terhadap Jurnal Elektronik Hal Jawaban Terbanyak Jumlah Persentase Pengetahuan mahasiswa terhadap keberadaan jurnal elektronik Ya 87 responden (∑N=99) 87,9% Media dalam penulisan skripsi Media elektronik 81 responden (∑N=99) 81,8% Sumber referensi mahasiswa dalam penulisan skripsi Jurnal online 49 responden (∑N=99) 49,5% Informasi keberadaan jurnal elektronik Dosen 27 responden (∑N=87) 31% Informasi cara penelusuran jurnal elektronik Belajar sendiri 35 responden (∑N=87) 40,2% Waktu ketika mengetahui keberadaan jurnal elektronik Sudah 1-2 tahun terakhir 42 responden (∑N=87) 48,3% Rata-rata Persentase 56,4% Dari tabel 2 dapat dilihat bahwa hampir seluruh (87,9%) pemustaka menyadari keberadaan jurnal eletronik yang dilanggan Perpustakaan IPB. Mereka menjawab hampir seluruh (81,8%) penggunaan media elektronik sebagai media dalam penulisan skripsi mereka untuk mencari bahan referensi. Hal tersebut dibuktikan dengan hampir setengah (49,5%) jurnal eletronik dimanfaatkan sebagai sumber referensi dalam penulisan skripsi. Mereka yang mengetahui keberadaan jurnal eletronik hampir setengahnya menjawab dosen sebagai sumber informasi keberadaan jurnal eletronik yang dilanggan perpustakaan. Hampir setengah (40,2%) mahasiswa mengetahui cara penelusuran koleksi jurnal eletronik dengan belajar sendiri, hal ini terbukti dengan hampir setengah (48,3%) mahasiswa sudah mengetahui keberadaan jurnal eletronik sudah 1-2 tahun terakhir. Berdasarkan data di atas, maka dapat digeneralisasikan untuk pengetahuan mahasiswa terkait jurnal online yang dilanggan oleh Perpustakaan IPB yaitu sebagian besar (56,4%) mahasiswa mengetahui keberadaan jurnal online yang dilanggan. Pernyataan tersebut didapatkan dari penjumlahan persentase pada tabel 2 kemudian dibagi dengan enam hal yang terkait dengan pengetahuan mahasiswa tentang keberadaan jurnal online yang dilanggan. Jadi, jumlah yang didapatkan dari persentase tersebut 338,7:6 maka didapatkan hasil 56,4%. Hasil tersebut merupakan hal yang baik karena lebih dari setengah responden mengetahui tentang jurnal elektronik yang dilanggan perpustakaan. Ini menunjukkan bahwa sosialisasi perpustakaan cukup baik, hanya perlu lebih ditingkatkan dan secara rutin mengadakan sosialisasi terkait jurnal elektronik. Misalnya, mengadakan sosialisasi tentang jurnal elektronik saat ospek mahasiswa berlangsung agar semua mahasiswa mengetahuinya. b. Pemanfaatan Jurnal OELEKTRONIK d Sebagai Sumber Referensi dalam Penulisan Skripsi Tabel di bawah ini merupakan tabel pemanfaatan jurnal eletronik yang dilanggan di Perpustakaan IPB. Dari tabel berikut ini dapat diketahui berapa banyak mahasiswa yang memanfaatkan koleksi jurnal eletronik sebagai sumber referensi dalam penulisan skripsi. Tabel 3. Responden Mahasiswa yang Memanfaatkan Jurnal Elektronik Hal Jawaban Terbanyak Jumlah Persentase Pemanfaatan jurnal elektronik sebagai sumber referensi dalam penulisan skripsi Ya 75 responden (∑N=87) 86,2% Pada tabel 3 dapat dilihat hampir seluruh (86,2%) mahasiswa yang mengetahui keberadaan jurnal eletronik dan juga memanfaatkannya. Tabel 4. Pemanfaatan Jurnal Elektronik Hal Jawaban Terbanyak Jumlah Persentase Jurnal elektronik yang banyak digunakan ScienceDirect 60 responden (∑N=75) 80% Hal yang mempengaruhi pemanfaatan jurnal elektronik Keinginan untuk memenuhi informasi yang update dan akurat 57 responden (∑N=75) 76% Estimasi frekuensi pemanfaatan jurnal elektronik Jarang (2-3 kali sebulan) 30 responden (∑N=75) 40% Estimasi durasi waktu pemanfaatan jurnal elektronik Kurang dari 2 jam 26 responden (∑N=75) 34,7% Cara memanfaatkan jurnal elektronik Mengunduh 62 responden (∑N=75) 82,7% Jumlah artikel yang digunakan dalam sebagai bahan referensi 3-4 Artikel 26 responden (∑N=75) 34,7% Jurnal elektronik memenuhi kebutuhan mahasiswa Cukup memenuhi 45 responden (∑N=75) 60% Kemudahan dalam mencari koleksi jurnal elektronik Mudah 31 responden (∑N=75) 41,3% Rata-rata Persentase 56,2% Dari tabel 4 dapat diketahui bahwa hampir seluruh (80%) mahasiswa, ScienceDirect merupakan jurnal elektronik yang paling banyak digunakan sebagai bahan referensi dalam penulisan skripsi. Dalam hal yang mempengaruhi pemanfaatan jurnal elektronik, hampir seluruh (76%) mahasiswa memanfaatkan jurnal elektronik yang dilanggan karena keinginan untuk memenuhi informasi yang update dan akurat. Hampir setengah (40%) dari responden menyatakan estimasi pemanfaatan jurnal elektronik yang dilanggan dalam waktu yang jarang (2-3 kali sebulan), hampir setengah (34,7%) mahasiswa dapat menghabiskan waktu sekitar kurang lebih 2 jam, dalam memanfaatkan jurnal elektronik untuk mencari informasi yang sesuai mereka inginkan untuk menambah bahan referensi dalam penulisan skripsi. Para mahasiswa hampir seluruhnya (82,7%) cenderung mengunduh koleksi jurnal elektronik. Hampir setengah (34,7%) mahasiswa memakai sebanyak 3-4 artikel untuk bahan referensi dalam penulisan skripsi. Sebagian besar mahasiswa (60%) menilai bahwa jurnal elektronik yang dilanggan perpustakaan cukup memenuhi kebutuhan mahasiswa dalam penulisan skripsi. Hal ini dibuktikan dengan hampir setengah (41,3%) mahasiswa menya Berdasarkan data tersebut maka dapat disimpulkan terkait dalam pemanfaatan jurnal elektronik yang dilanggan perpustakaan untuk bahan referensi, yaitu sebagian besar (56,2%) mahasiswa memanfaatkan jurnal elektronik yang dilanggan Perustakaan IPB sebagai bahan referensi dalam penulisan skripsi. Pernyataan tersebut didapatkan dari penjumlahan persentase pada tabel 4 lalu dibagi dengan 8 (delapan) hal yang terkait dengan pemanfaatan jurnal elektronik yang dilanggan. Jadi jumlah yang didapatkan dari persentase tersebut 449,4:8 maka didapatkan hasil 56,2%. Tabel 5. Rekapitulasi Pemanfaatan Jurnal Elektronik Secara Keseluruhan Hal Jumlah Persentase Banyak responden yang memanfaatkan jurnal elektronik 75 Responden (∑N=87) 86,2% Pemanfaatan jurnal elektronik 75 Responden 56,2% Rata-rata Persentase 71,2% Dari tabel 5 dapat digeneralisasikan bahwa sebagian besar (71,2%) responden yang sudah mengetahui keberadaan jurnal elektronik yang dilanggan perpustakaan. Sebagian besar mahasiswa memanfaatan jurnal elektronik sebagai bahan referensi dalam penulisan skripsi. Hal tersebut berarti mahasiswa masih banyak yang membutuhkan informasi yang update dan akurat dari koleksi pada jurnal elektronik yang dilanggan perpustakaan. c. Kendala dalam Memanfaatkan Jurnal Elektronik yang Dilanggan Perpustakaan IPB Tabel di bawah ini merupakan tabel kendala yang dihadapi dalam pemanfaatan jurnal elektronik yang dilanggan Perpustakaan IPB. Tabel 6. Kendala yang Dihadapi dalam Pemanfaatan Jurnal Elektronik Hal Jawaban Terbanyak Jumlah PersentaseMahasiswa merasa kesulitan dalam memanfaatkan jurnal elektronik Jarang 44 responden (∑N=75) 58,7% Jenis kesulitan yang dihadapi mahasiswa Koleksi jurnal elektronik yang berbahasa asing 39 responden (∑N=75) 52% Kesulitan mengurungkan niat untuk memanfaatkan jurnal elektronik Jarang 50 responden (∑N=75) 66,7% Rata-rata Persentase 59,1% Dari tabel 6 dijelaskan bahwa sebagian besar (58,7%) mahasiswa jarang merasa kesulitan ketika memanfaatkan jurnal elektronik yang dilanggan perpustakaan, sebagian besar (52%) mahasiswa menyatakan bahwa kesulitan yang dihadapi mahasiswa paling banyak karena koleksi jurnal elektronik yang berbahasa asing sehingga sulit dimengerti. Tetapi mahasiswa yang merasa kesulitan sebagian besar (66,7%) menyatakan jarang mengurungkan niat untuk memanfaatkan jurnal elektronik tersebut. Berdasarkan data di atas, maka dapat digeneralisasikan untuk kendala dalam memanfaatkan jurnal elektronik yaitu sebagian besar (59,1%) mahasiswa mendapatkan kendala ketika sedang memanfaatkan jurnal elektronik. Pernyataan tersebut didapatkan dari penjumlahan persentase pada tabel 6 kemudian dibagi dengan tiga hal yang terkait dengan kendala dalam pemanfaatan jurnal elektronik yang dilanggan. Jadi jumlah yang didapatkan dari persentase tersebut 177,4:3 maka didapatkan hasil 59,1%. Dengan hal ini, berarti lebih dari setengah responden merasakan kendala yang dihadapi, dan mereka merasa kendala seperti koleksi jurnal elektronik yang berbahasa asing menjadi paling utama dari berbagai kendala yang ada. Hal ini disebabkan karena jurnal elektronik yang dilanggan Perpustakaan IPB adalah jurnal internasional.

Conclusion

Pengetahuan mahasiswa terhadap jurnal elektronik yang dilanggan Perpustakaan IPB cukup tinggi. Tingkat pemanfaatan jurnal elektronik sebagai bahan referensi juga relatif tinggi. Sebagian besar mahasiswa telah memanfaatan jurnal elektronik sebagai referensi dalam penulisan skripsi. Ini menunjukkan bahwa mereka membutuhkan informasi yang update dan akurat dari jurnal elektronik yang dilanggan perpustakaan. Kendala dalam memanfaatkan jurnal elektronik disebabkan karena kebanyakan artikelnya berbahasa asing, serta koleksi yang dicari tidak tersedia. Meskipun kesulitan, mereka tetap memanfaatkan jurnal elektronik tersebut. Beberapa saran yang diperlukan adalah perlunya mensosialisasikan dan meningkatkan promosi terhadap koleksi jurnal elektronik secara lebih rutin dan teratur kepada para pemustaka, agar koleksi jurnal elektronik dapat diketahui dan dimanfaatkan lebih baik lagi oleh para sivitas akademika Institut Pertanian Bogor. Selain itu, perlunya penambahan koleksi jurnal elektronik dalam berbagai bidang yang ada di semua fakultas IPB.