Kembali
16
1
2021 Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5 · 3 ISSN 2598-3040

Analisis Penggunaan Repositori Ilmiah Nasional (RIN) Terhadap Kebutuhan Preservasi Data Peneliti (Studi Kasus di LIPI Cibinong Science Center)

Universitas Diponegoro; Universitas Diponegoro; Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Abstrak

Pengembangan Repositori Ilmiah Nasional (RIN) didasari atas kebutuhan Peneliti LIPI untuk menyimpan, mempreservasi, berbagi data penelitian dan sebagai sistem manajemen pengelolaan data primer maupun karya ilmiah di LIPI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengidentifikasi sejauh mana penggunaan Repositori Ilmiah Nasional (RIN) terhadap kebutuhan preservasi data Peneliti di LIPI Cibinong Science Center. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Dengan menganalisis hubungan dua variabel, pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan penyebaran kuesioner ke 81 informan yang diambil dari empat pusat penelitian di LIPI Cibinong Science Center. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis regresi linear sederhana, analisis koefisien determinasi, dan uji hipotesis. Hasil analisis penelitian menunjukan penggunaan Repositori Ilmiah Nasional (RIN) dapat dijelaskan sebesar 13.7% terhadap kebutuhan preservasi data Peneliti dan memiliki hasil signifikan artinya tidak dapat diabaikan dan harus dianggap ada karena setiap adanya penambahan 1 nilai penggunaan Repositori Ilmiah Nasional (RIN), maka nilai kebutuhan preservasi data bertambah sebesar 0.256.

Abstract

The development of the National Scientific Repository (RIN) is based on the needs of LIPI researchers to store, preserve, share research data and as a management system for managing primary data and scientific works at LIPI. Purpose of this study was to determine and identify the extent to which the use of the National Scientific Repository (RIN) for the data preservation needs of researchers at LIPI Cibinong Science Center. The research method used is a quantitative method with a descriptive approach. By analyzing the relationship between two variables, data collection using observation and questionnaires distributed to 81 informants taken from four research centers at LIPI Cibinong Science Center. The data analysis used is descriptive analysis, simple linear regression analysis, coefficient of determination analysis, and hypothesis testing. The results of the research analysis show that the use of the National Scientific Repository (RIN) can be explained by 13.7% of the data preservation needs of researchers and has a significant influence, meaning that it cannot be ignored and must be considered to exist because every time there is an additional 1 value of the use of the National Scientific Repository (RIN), then the value of the need data preservation increased by 0.256.
Keywords: national scientific repository (rin) · data repository · data preservation · researchers · lipi cibinong science center

Introduction

Dunia penelitian (research) erat kaitannya dengan data baik data primer maupun data sekunder. Semakin berkembangnya teknologi, pergerakan data yang awalnya hanya disimpan di kertas dan buku hingga lahirnya komputer, memunculkan besarnya kebutuhan media penyimpanan digital. Untuk memenuhi kebutuhan media penyimpanan digital dibutuhkan perencanaan data hingga penggunaan kembali data tersebut. Kegiatan tersebut telah disusun dalam siklus hidup data ilmiah (data research lifecycle) merupakan sebuah struktur untuk mengatur aktivitas dan tugas yang berkaitan dengan pengelolaan data dan juga sebagai sarana mengkomunikasikan pembagian tugas kepada peneliti, manajer data, kurator, spesialis, pustakawan, dan manajer proyek dalam mengatur data dalam suatu proyek atau organisasi (Pouchard, 2015). Struktur siklus hidup data ilmiah dapat membantu pengelola data mulai dari perencanaan, perancangan, pengelolaan data aktif, pengelolaan, penyimpanan, pelestarian, dan penggunaan data di repositori (JISC, 2017). Dalam pelaksanaan siklus hidup data ilmiah diperlukan media penyimpanan yang mendukung sehingga pergerakan data primer dapat dipreservasikan dan dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan penelitian. Dalam penelitian yang ditulis Dharma Akmon, Ann Zimmerman, dkk (2011), penggunaan dan pemanfaatan kembali data antar Peneliti masih sulit dilakukan, dikarenakan tidak adanya panduan mengenai pengelolaan data, tidak adanya pakar pengelolaan data, tidak adanya ketertarikan akan praktik data, data yang sudah dikhususkan untuk penelitian pribadi, maupun belum adanya sistem yang mengatur kebijakan perlindungan data atau lisensi data. Maka, diperlukan media penyimpanan dan praktik data yang berfokus kepada pengelolaan data primer hingga penggunaan kembali data tersebut agar aktivitas siklus hidup data dapat tercapai. Penelitian mengenai implementasi dan evaluasi repositori data berbasis akses terbuka telah dilakukan oleh Hruby, dkk (2013), hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat peningkatan rata-rata publikasi tahunan, adanya penggunaan kembali data untuk penelitian terbaru, dan peningkatan efisiensi waktu penelitian. Namun, penelitian tersebut tidak menganalisis penggunaan repositori data untuk kebutuhan preservasi data, melainkan dampak setelah menggunakan repositori data. Sudah banyak institusi, lembaga maupun individu yang mulai melakukan preservasi data walaupun kegiatan ini merupakan tantangan baru bagi mereka dan juga repositori data belum dikenal secara luas di Indonesia. Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah LIPI (PDDI-LIPI) merupakan satuan kerja yang berada di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) salah satu tugas dan fungsinya adalah mengelola data dan dokumentasi ilmiah. PDDI-LIPI mengembangkan Repositori Ilmiah Nasional (RIN) yang merupakan sebuah platform terbuka berbasis akses terbuka yang dikembangkan oleh Universitas Harvard dengan tujuan untuk mengembangkan data primer ilmiah dan juga dapat menyimpan, melestarikan, mengutip, menganalisis, dan berbagi data primer ilmiah. (LIPI-PDDI, 2020) PDDI-LIPI mengembangkan Repositori Ilmiah Nasional (RIN) sebagai sistem manajemen pengelolaan data primer maupun karya ilmiah di LIPI dengan dasar atas kebutuhan Peneliti untuk menyimpan, mempreservasi, dan berbagi data penelitian. Kegiatan preservasi data Peneliti di Repositori Ilmiah Nasional (RIN) membutuhkan komitmen besar, baik dari sisi pustakawan mulai dari perencanaan proyek, kebijakan, strategi hingga pelaksanaan aktivitas dan juga komitmen pengguna untuk melakukan kegiatan preservasi data di repositori. Untuk menjaga komitmen pengguna diperlukan kesadaran akan kebutuhan terhadap preservasi data. Menurut Hedstrom dan Montgomery (1999) diperlukan guidance, education and training, storage, dan preservation service kepada pengguna agar dapat melakukan preservasi data sehingga dapat menggunakan repositori data sebagai medianya. Sistem Repositori Ilmiah Nasional (RIN) mulai diinisiasi sejak tahun 2015 oleh PDDI-LIPI dan dapat digunakan oleh umum sejak 2017. Repositori Ilmiah Nasional (RIN) bersifat terbuka bagi siapapun dengan latar belakang lembaga baik perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, kementerian, lembaga swasta, ataupun lembaga industri (LIPI-PDDI, 2020). Sosialisasi dan bimbingan teknis telah dilakukan ke seluruh LIPI di Indonesia untuk meningkatkan penggunaan Repositori Ilmiah Nasional (RIN). LIPI Cibinong Science Center yang memiliki empat pusat penelitian yaitu pusat penelitian biologi, biomaterial, bioteknologi, dan limnologi serta di masing-masing pusat penelitian memiliki perpustakaan yang salah satu layanannya mengelola dan mengsosialisasikan Repositori Ilmiah Nasional (RIN) kepada Peneliti di masing-masing pusat penelitian. Kondisi tersebut menjadi fenomena yang menarik untuk dikaji dan diteliti lebih dalam sejauh mana Penelitimenggunakan Repositori Ilmiah Nasional (RIN) untuk kebutuhan preservasi datanya. 2. Landasan Teori 2.1 Penggunaan Repositori Ilmiah Nasional (RIN) Repositori data akan bernilai di mata pengguna dilihat dari sarana yang efektif dalam menyediakan koleksi dan layanannya dan dapat digunakan dengan baik oleh penggunanya. Penggunaan adalah proses, cara, perbuatan menggunakan sesuatu, pemakaian (Alwi, 2003). Repositori data adalah tempat menyimpan, mengelola, dan mengatur data penelitian yang bertujuan agar dapat diakses, digunakan kembali, dan dilestarikan untuk masa mendatang. Maka dari itu, dapat disimpulkan penggunaan repositori data adalah proses, cara atau perbuatan dalam menggunakan tempat atau sistem layanan informasi atau aset yang dapat diakses dan digunakan kembali. Dalam siklus data ilmiah, pengelolaan yang dilakukan berupa data yang berisikan berbagai faktafakta dan informasi yang telah dikumpulkan, diobservasi, dihasilkan atau dibuat untuk memvalidasi temuan penelitian asli baik digital maupun konvensional. Dalam mengukur perilaku pengguna dalam menggunakan Repositori Ilmiah Nasional (RIN) dapat diukur dengan siklus data ilmiah 4 indikator ini, yakni (JISC, 2017): A. Data Creation and Deposit Dalam pelaksanaan indikator ini, memerlukan perencanaan (plan) dan perancangan (design) yang matang dalam mengelola data di repositori agar data tersebut dapat dibagikan pada waktu dan sasaran yang tepat. Selanjutnya, data tersebut dikumpulkan dan disusun sesuai dengan kebutuhan pengguna (collect and capture). Indikator yang dilihat pada Data Creation and Deposit ini adalah sejauh mana pengguna melaksanakan Data Management Planning (DMP) yang tidak hanya menyiapkan untuk pelaksanaan penelitian, tetapi bagaimana data yang dihasilkan dalam penelitian diolah, dianalisis, dan disimpan untuk kepentingan penelitian individu maupun kolaborasi penelitian. B. Managing Active Data Indikator ini melihat bagaimana cara pengguna mengelola data aktif di repositori dengan berkolaborasi dan saling bekerjasama dengan pengguna lainnya sehingga dapat menganalisis data tersebut sebelum dilakukan proyek atau penelitian (Collaborate and Analyse). Dalam indikator ini dilihat dari sejauh mana pengguna berkolaborasi dalam menggunakan data di repositori. C. Data Repositories and Archives Indikator ini melihat bagaimana cara pengguna menentukan lokasi repositori dan arsip data yang masih aktif maupun data yang siap diarsipkan. Dalam melakukan indikator ini pengguna perlu melakukan pengecekan kembali pengelolaan dan penyimpanan data di repositori karena jika tidak dilakukan hal tersebut dapat mempengaruhi pelestarian data (manage, store and preserve). Indikator ini menilai sejauh mana pengguna melakukan pengelolaan, penyimpanan dan pelestarian data di repositori. D. Data Catalogues and Registries Indikator ini melihat bagaimana cara pengguna mengkatalogkan data dan mendaftarkan data tersebut di repositori. Data yang sudah disimpan di repositori dapat dipublikasi dan disebarkan sesuai dengan kebijakan yang berlaku di repositori agar dapat ditemukan, digunakan kembali, dan disitasi oleh pengguna repositori lainnya (Share and Publish, Discover, Reuse, and Cite). Indikator ini menilai sejauh mana pengguna memahami penggunaan repositori. 2.2 Kebutuhan Preservasi Data Dalam pelaksanaan preservasi data di repositori terdapat tantangan besar bagi perpustakaan dan lembaga kearsipan yakni membutuhkan komitmen besar baik dari sisi pustakawan atau arsiparis mulai dari perencanaan proyek, kebijakan, strategi hingga pelaksanaan aktivitas dan juga komitmen pengguna untuk melakukan kegiatan preservasi data di repositori. Untuk menjaga komitmen pengguna diperlukan kesadaran akan kebutuhan terhadap preservasi data. Kebutuhan preservasi data sangat tinggi dikarenakan penggunaan sumber daya digital yang semakin tinggi. Perkembangan teknologi dan organisasi yang semakin pesat, berdampak pada keberlangsungan dunia digital yang terus melakukan perubahan teknologi dan organisasi dan mengakibatkan pada keberlangsungan aset digital sehingga kebutuhan preservasi dibutuhkan untuk melestarikan informasi agar dapat digunakan di masa depan. (Jharotia, 2017) Repositori Ilmiah Nasional (RIN) dibentuk karena adanya Peraturan Kepala LIPI Nomor 12 tahun 2016 yang mewajibkan setiap Peneliti maupun satuan kerja untuk menyimpan data primer dan karya ilmiah yang dihasilkan di repositori dan depositori milik LIPI dan dikelurkannya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2019 tentang sitem nasional ilmu pengetahuan dan teknologi pasal 40 mengenai wajib serah dan wajib simpan.. Oleh karena itu, muncul kebutuhan atas preservasi data penelitian yang mendorong penggunaan Repositori Ilmiah Nasional (RIN). Menurut Hedstrom dan Montgomery (1999) indikator kebutuhan preservasi data peneliti, yaitu: A. Guidance Guidance atau panduan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Pena, no date) adalah penunjuk jalan; pengiring; (buku) petunjuk. Panduan yang dimaksud adalah adanya standar konkrit, pedoman tentang kebijakan, dan praktik yang dapat membantu penggunanya dalam melakukan preservasi data. B. Education and Training Pemberian edukasi dan pelatihan yang dimaksud adalah memberikan edukasi, melakukan pelatihan, pendampingan dan bimbingan kepada Peneliti oleh seseorang yang ahli di bidang preservasi data, dan repositori agar dapat memaksimalkan kebutuhan preservasi data peneliti. C. Storage Dalam preservasi data diperlukan tempat penyimpanan dan pemeliharaan data digital yang dapat diakses, dicari, dan digunakan kembali data yang telah mereka simpan. Selain itu, tempat penyimpanan dapat mendukung berbagai format file agar tidak perlu menyimpan di berbagai tempat. D. Preservation Services Layanan preservasi yang dimaksud adalah layanan yang memberikan berbagai kebutuhan Peneliti seperti pendampingan, bimbingan, konsultasi konversi data atau migrasi data, dan layanan backup data untuk memenuhi kebutuhan preservasi data peneliti.

Method

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi sejauh mana penggunaan Repositori Ilmiah Nasional (RIN) terhadap kebutuhan preservasi data peneliti. Penulis ingin mengetahui hubungan antar variabel penggunaan Repositori Ilmiah Nasional (RIN) yang memiliki indikator yaitu data creation and deposit, managing active data, data repositories and archives, dan data catalogues and registries, terhadap variabel kebutuhan preservasi data yang memiliki indikator yaitu guidance, education and training, storage, dan preservation service. Maka dari itu, Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis deskriptif. Dalam penelitian ini dilakukan juga pengujian hipotesis yaitu H1 terdapat hasil yang signifikan antara penggunaan Repositori Ilmiah Nasional (RIN) terhadap kebutuhan preservasi data Peneliti di LIPI Cibinong Science Center dan H0 tidak terdapat hasil yang signifikan antara penggunaan Repositori Ilmiah Nasional (RIN) terhadap kebutuhan preservasi data Peneliti di LIPI Cibinong Science Center. Populasi penelitian berjumlah 422 Peneliti yang diambil dari empat pusat penelitian di LIPI Cibinong Science Center yaitu pusat penelitian biologi, bioteknologi, biomaterial, dan limnologi. Dengan sampel penelitian berjumlah 81 peneliti. Pengambilan data penelitian dilakukan dengan penyebaran kuesioner yang sebelumnya telah dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas, serta observasi langsung ke lapangan. Dalam penelitian ini, teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk menggambarkan data apa adanya tanpa membuat kesimpulan. Penelitian ini juga menggunakan teknik analisis statistik data dengan analisis regresi linear sederhana untuk menguji relasi antara variabel, analisis koefisien determinasi untuk menggambarkan kemampuan model dalam menjelaskan variasi variabel, dan uji hipotesis asosiatif untuk membuktikan kebenaran hipotesis. Perhitungan teknik analisis statistik data dibantu oleh SPSS 25.

Result & Discussion

4.1 Uji Instrumen Tahapan yang dilakukan dalam uji instrumen yaitu uji validitas dan uji reliabilitas dengan menyebarkan kuesioner kepada informan yang bukan sampel penelitian. Dengan mengukur uji validitas dapat diketahui sah atau tidaknya butir pernyataan dalam kuesioner sehingga dapat digunakan dalam penelitian. Dalam rumus koefisien korelasi, suatu butir pernyataan dikatakan valid apabila nilai r hitung lebih besar dari r tabel. Menurut Notoatmodjo (2010), informan untuk uji validitas memiliki kriteria yang sama dengan sampel penelitian. Agar diperoleh distribusi nilai hasil pengukuran mendekati nol, sebaiknya jumlah informan validitas paling sedikit 20 orang. Pengujian validitas untuk penelitian ini dilakukan terhadap 28 informan yang bukan sampel penelitian. Dalam uji reliabilitas ini menggunakan metode Cronbach’s Alpha yaitu dengan menunjukan koefisien reliabilitas yang sebesar >0,60, maka kuesioner dinyatakan reliabel. Dalam melakukan perhitungan koefisien validitas dan reliabilitas dibantu menggunakan IBM SPSS 25 dengan hasil seperti berikut: Tabel 1. Hasil Uji Validitas Variabel X (Data diolah, 2021) Pernyataan Corrected Item - Total Correlation R Tabel Keterangan Pernyataan 1 0.321 0.373 Tidak Valid Pernyataan 2 0.267 0.373 Tidak Valid Pernyataan 3 0.868 0.373 Valid Pernyataan 4 0.808 0.373 Valid Pernyataan 5 0.381 0.373 Valid Pernyataan 6 0.520 0.373 Valid Pernyataan 7 0.447 0.373 Valid Pernyataan 8 0.479 0.373 Valid Pernyataan 9 0.719 0.373 Valid Pernyataan 10 0.438 0.373 Valid Pernyataan 11 0.547 0.373 Valid Pernyataan 12 0.167 0.373 Tidak Valid Pernyataan 13 0.309 0.373 Tidak Valid Pernyataan 14 0.791 0.373 Valid Pernyataan 15 0.485 0.373 Valid Pernyataan 16 0.746 0.373 Valid Pernyataan 17 0.550 0.373 Valid Pernyataan 18 0.860 0.373 Valid Pernyataan 19 0.835 0.373 Valid Pernyataan 20 0.846 0.373 Valid Pernyataan 21 0.859 0.373 Valid Pernyataan 22 0.644 0.373 Valid Hasil uji validitas untuk variabel penggunaan Repositori Ilmiah Nasional (RIN), dari 22 pernyataan terdapat 4 pernyataan yang tidak valid. Hal ini dapat dilihat dari nilai rhitung < 0.373. Sehingga diperoleh 18 pernyataan yang valid karena rhitung atau corrected item lebih besar dari r tabel sehingga dinyatakan valid layak untuk diujikan. Tabel 2. Hasil Uji Validitas Variabel Y (Data diolah, 2021) Pernyataan Corrected Item - Total Correlation R Tabel Keterangan Pernyataan 1 0.533 0.373 Valid Pernyataan 2 0.650 0.373 Valid Pernyataan 3 0.661 0.373 Valid Pernyataan 4 0.711 0.373 Valid Pernyataan 5 0.766 0.373 Valid Pernyataan 6 0.848 0.373 Valid Pernyataan 7 0.840 0.373 Valid Pernyataan 8 0.488 0.373 Valid Pernyataan 9 0.377 0.373 Valid Pernyataan 10 0.655 0.373 Valid Pernyataan 11 0.477 0.373 Valid Pernyataan 12 0.212 0.373 Tidak Valid Pernyataan 13 0.520 0.373 Valid Hasil uji validitas untuk variabel kebutuhan preservasi data, dari 13 pernyataan terdapat 1 item pernyataan tidak valid. Hal ini dapat dilihat dari nilai rhitung (0.212) < rtabel (0.373). Sehingga diperoleh 12 pernyataan yang valid dan layak untuk diujikan. Tabel 3. Hasil Uji Reliabilitas Variabel (Data diolah, 2021) Variabel Cronbach’s Alpha Batas Reliabel Keterangan X 0.931 0.60 Reliabel Y 0.867 0.60 Reliabel Dari hasil perhitungan tersebut, diperoleh nilai Cronbach’s Alpha senilai 0.931 dan 0.867 lebih besar dari batas reliabel yakni 0.60, maka instrumen kuesioner variabel kebutuhan preservasi data dinyatakan reliabel. 4.2 Analisis Deskriptif Analisis deskriptif dilakukan untuk mengetahui kondisi variabel penggunaan Repositori Ilmiah Nasional (RIN) (X) dan variabel kebutuhan preservasi data (Y) yang diteliti dengan menggambarkan data apa adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan. Pada penelitian ini menggunakan skala likert yang dibagi menjadi lima skala positif yaitu Sangat Setuju (SS) = 5, Setuju (S) = 4, Netral (N) = 3, Tidak Setuju (TS) = 2, Sangat Tidak Setuju (STS) = 1. Skala negatif yaitu Sangat Setuju (SS) = 1, Setuju (S) = 2, Netral (N) = 3, Tidak Setuju (TS) = 4, Sangat Tidak Setuju (STS) = 5. Dalam analisis juga ditentukan kelas interval sebanyak 5 kategori. Rumus yang digunakan sebagai berikut (Ferdinand, 2014): P = r / k P = 4 / 5 = 0,8 Berikut nilai interval untuk menginterpretasikan nilai pernyatan kuesioner: Sangat Buruk = 1,00 - 1,80 Buruk = 1,81 – 2,60 Cukup = 2,61 – 3,40 Baik = 3,41 – 4,20 Sangat Baik = 4,21 – 5,00 Setelah kuesioner disebarkan, dilakukan penyajian data tunggal dan dilakukan analisis data terhadap 30 pernyataan. Berikut ini adalah tabel indikator masing-masing variabel yang terdapat nilai ratarata dan telah dikategorikan: 4.2.1 Variabel Penggunaan Repositori Ilmiah Nasional (RIN) (Variabel X) Tabel 4. Hasil Analisis Indikator Data Creation and Deposit No Indikator Sub Indikator RataRata Kategori 1 Data Creation and Deposit Saya Merencanakan dan Merancang Pengelolaan Data Primer di Repositori Ilmiah Nasional (RIN) 3.21 Cukup Saya Memanfaatkan Layanan Repositori Ilmiah Nasional (RIN) Untuk Kegiatan Penyimpanan dan Penyusunan Data Primer 3.15 Cukup Merujuk pada hasil di atas, diperoleh nilai rata-rata pernyataan sebesar 3.21 dan 3.15 sehingga hasil analisis indikator data creation and deposit berada di tingkat 2.61 – 3.40 termasuk kategori cukup. Dari hasil observasi dan wawancara dengan pustakawan, setiap kelompok penelitian satuan kerja LIPI Cibinong Science Center diwakili oleh satu orang yang bertindak sebagai admin yang bertugas merancang, mengelola Dataverse kelompok penelitiannya, serta menyimpan dan menyusun data primer di Repositori Ilmiah Nasional (RIN). Tabel 5. Hasil Analisis Indikator Managing Active Data No Indikator Sub Indikator RataRata Kategori 2 Managing Active Data Saya Memanfaatkan Data Primer Untuk Kebutuhan Kolaborasi Penelitian 4.09 Baik Saya Memanfaatkan Data Primer di Repositori Ilmiah Nasional (RIN) Untuk Kebutuhan Kolaborasi Penelitian 3.32 Cukup Saya Menyimpan Data Primer di Repositori Ilmiah Nasional (RIN) Ketika Penelitian Masih Berlangsung 2.94 Cukup Saya Menyimpan Data Primer di Repositori Ilmiah Nasional (RIN) Setelah Penelitian Selesai 3.37 Cukup Saya Melakukan Proses Review Data Primer di Repositori Ilmiah Nasional (RIN) 3.05 Cukup Berdasarkan tabel di atas, untuk sub indikator pertama menunjukan rata-rata 4.09 yang menunjukan kategori baik. Untuk sub indikator lain menunjukan rata-rata sebesar 3.32; 2.94; 3.37; 3.05 yang termasuk ke dalam kategori cukup. Dalam peraturan LIPI No.19 Tahun 2019, kolaborasi penelitian dilakukan oleh Peneliti di LIPI Cibinong Science Center untuk meningkatkan angka kredit, menyusun proposal, dan melaksanakan kerjasama untuk mendapatkan dana penelitian. Oleh karena itu pelaksanaan kolaborasi telah dilakukan oleh Peneliti. Dari hasil observasi dan wawancara dengan manajer perpustakaan PDDI-LIPI Cibinong, Peneliti belum memanfaatkan dataset yang berada di Repositori Ilmiah Nasional (RIN) untuk kegiatan kolaborasi penelitian karena belum adanya kebijakan yang tertulis dalam capaian kerja Peneliti akan hal tersebut. Pengumpulan data-data primer penelitian yang akan disimpan di Repositori Ilmiah Nasional (RIN) dilakukan setelah penelitian selesai karena pengelolaan Dataverse dilakukan oleh admin dan setiap admin mempunyai peraturan tersendiri akan sistematika penyimpanan dataset. Peneliti memiliki wewenang dalam proses review untuk files atau dataset penelitian mereka. Namun, dalam pelaksanaannya Peneliti masih bingung membedakan antara repositori data dan repositori ilmiah karena rata-rata Peneliti mengumpulkan hasil akhir bukan data primer dan juga masih adanya rasa kurang percaya akan sistem Repositori Ilmiah Nasional (RIN). Tabel 6. Hasil Analisis Indikator Data Repositories and Archives No Indikator Sub Indikator RataRata Kategori 3 Data Repositories and Archives Saya Rutin Melakukan Back-up Data Primer Ketika Penelitian Masih Berlangsung 3.37 Baik Saya Rutin Melakukan Back-up Data Primer Setelah Penelitian Selesai 3.85 Baik Saya Menyimpan Data Primer di Repositori Ilmiah Nasional (RIN) 3.04 Cukup Saya Tidak Menyimpan Data Primer di Repositori Ilmiah Nasional (RIN), namun di Repositori Data Lain 2.88 Cukup Saya Mengelola Data Primer di Repositori Ilmiah Nasional (RIN) 3.05 Cukup Berdasarkan tabel di atas, untuk sub indikator pertama dan kedua menunjukan nilai rata-rata sebesar 3.37 dan 3.85 termasuk dalam kategori baik. Dalam pelaksanaan kegiatan back up data penelitian telah dilakukan secara berkala dan berkelanjutan oleh Peneliti. Untuk sub indikator lainnya, nilai rata-rata menunjukan 3.04; 2.88; 3.05 termasuk kategori cukup. Dari hasil observasi, Repositori Ilmiah Nasional (RIN) dibangun atas dasar kebutuhan penyimpanan penelitian dan juga adanya Undang-Undang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi pada tahun 2019. Namun, dalam pelaksanaan kegiatan penyimpanan dan pengelolaan data primer di Repositori Ilmiah Nasional (RIN) Peneliti yang mengikuti bimbingan teknis dan sosialisasi sudah memahami hal tersebut, akan tetapi bagi Peneliti yang belum mengikuti kegiatan bimbingan teknis dan sosialisasi masih belum memahami. Tabel 7. Hasil Analisis Indikator Data Catalogues and Registries No Indikator Sub Indikator RataRata Kategori 4 Data Catalogues and Registries Saya Mengetahui Konsep Dataverse, Dataset, dan Files di Repositori Ilmiah Nasional (RIN) 3.14 Cukup Saya Melakukan Pengisian Metadata Untuk Dataset di Repositori Ilmiah Nasional (RIN) 3.05 Cukup Saya Mempublikasikan (publish) Dataset di Repositori Ilmiah Nasional (RIN)” 2.9 Cukup Saya Menyebarkan Dataset (open data) di Repositori Ilmiah Nasional (RIN) 2.74 Cukup Saya Mengunduh Dataset yang diunggah di Repositori Ilmiah Nasional (RIN) 2.89 Cukup Berdasarkan tabel di atas, nilai rata-rata sub indikator yaitu 3.14; 3.05; 2.9; 2.74; 2.89 yang menunjukan rentang nilai interval dalam kategori cukup. Dalam sosialisasi dan bimbingan teknis mengenai Repositori Ilmiah Nasional (RIN), dijelaskan mengenai konsep dataverse, dataset, dan files, pengisian metadata, cara publikasikan dataset, cara menyebarkan dataset, hingga cara mengunduh dataset di Repositori Ilmiah Nasional (RIN). Masih banyak Peneliti yang hanya sekedar mengetahui hal tersebut, namun dalam penggunaannya Repositori Ilmiah Nasional (RIN) masih dilakukan oleh admin masingmasing kelompok penelitian. Peneliti memiliki kebijakan akses dan dapat mengontrol data yang dimilikinya dan admin yang melakukan pengaturan di Repositori Ilmiah Nasional (RIN). 4.2.2 Variabel Kebutuhan Preservasi Data (Variabel Y) Tabel 8. Hasil Analisis Indikator Guidance No Indikator Sub Indikator RataRata Kategori 1 Guidance Saya Membutuhkan Buku Pedoman Untuk Kegiatan Preservasi Data Primer 4.17 Baik Saya Membutuhkan Standar Kebijakan Untuk Kegiatan Preservasi Data Primer 4.1 Baik Saya Membutuhkan Bantuan Profesional Untuk Kegiatan Preservasi Data Primer 3.86 Baik Saya Membutuhkan Buku Pedoman, Standar Kebijakan, dan Bantuan Profesional Dalam Menggunakan Repositori Ilmiah Nasional (RIN) Untuk Kegiatan Preservasi Data Primer 4.07 Baik Merujuk pada tabel di atas, nilai rata-rata setiap pernyataan indikator bernilai 4.17; 4.1; 3.86; 4.07 sehingga hasil analisis indikator Guidance berada pada tingkat 3.41 – 4.20 termasuk dalam kategori baik. Dari hasil observasi, PDDI-LIPI sudah berupaya untuk meningkatkan penggunaan Repositori Ilmiah Nasional (RIN) dengan memberikan buku pedoman mengenai kurasi data ilmiah yang didalamnya terdapat penjelasan mengenai preservasi data, menyediakan layanan Data Management Planning (DMP) yang dapat membantu Peneliti di LIPI dalam mengelola data penelitian, dan juga menyediakan buku pedoman dan kebijakan pengelolaan Repositori Ilmiah Nasional (RIN), bantuan profesional melalui layanan contact us di website, surel, atau via whatsapp bila Peneliti membutuhkan pendampingan dalam penggunaan Repositori Ilmiah Nasional (RIN). Tabel 9. Hasil Analisis Indikator Education and Training No Indikator Sub Indikator RataRata Kategori 2 Education and Training Saya Membutuhkan Bimbingan Teknis Untuk Kegiatan Preservasi Data Primer 4.04 Baik Saya Membutuhkan Pendampingan Untuk Kegiatan Preservasi Data Primer 3.99 Baik Saya Membutuhkan Bimbingan Teknis dan Pendampingan Dalam Menggunakan Repositori Ilmiah Nasional (RIN) Untuk Kegiatan Preservasi Data Primer 4.05 Baik Berdasarkan tabel di atas, nilai rata-rata setiap pernyataan indikator bernilai 4.04; 3.99; 4.05 yang menunjukan rentang nilai interval dalam kategori baik. Dari hasil observasi, PDDI-LIPI memberikan bimbingan teknis dan pendampingan mengenai Repositori Ilmiah Nasional (RIN) sejak dirilis pada tahun 2019 yang dihadiri oleh perwakilan masing-masing kelompok penelitian satuan kerja di LIPI. Untuk di LIPI Cibinong Science Center pustakawan di masing-masing satuan kerja memberikan layanan pendampingan untuk memberikan pemahaman kembali mengenai penggunaan Repositori Ilmiah Nasional (RIN). Tabel 10. Hasil Analisis Indikator Storage No Indikator Sub Indikator RataRata Kategori 3 Storage Saya Membutuhkan Tempat Penyimpanan Berupa Repositori Data Untuk Kegiatan Preservasi Data Primer 4.19 Baik Saya Membutuhkan Repositori Data Yang Mendukung Berbagai Format File Dengan Kapasitas Penyimpanan Yang Besar 4.19 Baik Saya Membutuhkan Repositori Ilmiah Nasional (RIN) Sebagai Tempat Penyimpanan dan Preservasi Data Primer 3.81 Baik Berdasarkan tabel di atas, nilai rata-rata untuk indikator Storage bernilai 4.19; 4.19; 3.81 yang menunjukan kategori baik. Repositori Ilmiah Nasional (RIN) tidak memiliki batasan dalam penyimpanan data, namun ukuran per file maksimum sebesar 2 GB bila melebihi dapat menghubungi pengelola Repositori. Tabel. 11 Hasil Analisis Indikator Preservation Service No Indikator Sub Indikator RataRata Kategori 4 Preservation Service Saya Membutuhkan Konsultasi Untuk Kegiatan Konversi Data atau Migrasi Data Dalam Kegiatan Preservasi Data Primer Penelitian 4.07 Baik Saya Membutuhkan Repositori Ilmiah Nasional (RIN) Untuk Kegiatan Preservasi Data Primer 3.78 Baik Berdasarkan tabel di atas, nilai rata-rata setiap pernyataan indikator bernilai 4.07 dan 3.78 yang menunjukan rentang nilai interval dalam kategori baik. PDDI-LIPI memiliki kewajiban dalam melakukan pemeliharaan kelestarian dan akses jangka panjang terhadap repositori dan depositori ilmiah yang dikeluarkan. Dengan memberikan konsultasi mengenai konversi data kepada peneliti, PDII-LIPI telah melakukan kewajibannya sebagai pengelola repositori. Peneliti pun setuju bahwa Repositori Ilmiah Nasional (RIN) dapat memberikan kebutuhan preservasi data primer. 4.3 Analisis Regresi Linier Sederhana Perhitungan ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh atau relasi antara variabel terikat (Y) dengan variabel bebas (X). Analisis ini juga digunakan untuk memprediksi nilai dari variabel terikat (Y) apabila variabel bebas (X) mengalami kenaikan atau penurunan. Berikut hasil analisis: Tabel 4. Regresi Linear Sederhana (Data diolah, 2021) Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 33.644 4.196 8.019 .000 Penggunaan RIN .256 .072 .370 3.541 .001 a. Dependent Variable: Kebutuhan Preservasi Data Dapat diterangkan bahwa, nilai konstanta sebesar 33.644 menunjukan kebutuhan preservasi data (Y) jika penggunaan Repositori Ilmiah Nasional (RIN) (X) bernilai 0 (konstan). Koefisien regresi untuk kebutuhan preservasi data (Y) sebesar 0.256 dan bertanda positif yang menyatakan bahwa penambahan 1 nilai Repositori Ilmiah Nasional maka nilai preservasi data bertambah sebesar 0,256. Hal tersebut mengandung makna bahwa semakin meningkatnya penggunaan Repositori Ilmiah Nasional (RIN) maka pengaruh kebutuhan preservasi data akan semakin meningkat. 4.4 Analisis Koefisien Determinasi Analisis koefisien determinasi (R2 ) dilakukan untuk menggambarkan kemampuan model dalam menjelaskan variabel dependen. Jika nilai R2 dalam model regresi mendekati nol (semakin kecil) maka semakin kecil pengaruh variabel X terhadap variabel Y. Begitupun sebaliknya, jika nilai koefisien R2 mendekati satu maka variabel X memiliki pengaruh besar terhadap variabel Y. Tabel 5. Koefisien Determinasi (Data diolah, 2021) Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .370a .137 .126 5.875 a. Predictors: (Constant), Penggunaan RIN Berdasarkan tampilan hasil model summary di atas, diketahui nilai korelasi (R) yaitu sebesar 0.370. Adapun nilai koefisien determinasinya (R2 ) adalah 0.137 artinya penggunaan Repositori Ilmiah Nasional (RIN) mempengaruhi kebutuhan preservasi data sebesar 0.137 x 100% = 13.7%. Dengan demikian, sebanyak 86.3% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. 4.5 Uji Hipotesis Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Repositori Ilmiah Nasional (RIN) (X) terhadap kebutuhan preservasi data (Y) dan membuktikan hipotesis. Tabel 6. Uji Hipotesis (Data diolah, 2021) Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 33.644 4.196 8.019 .000 Penggunaan RIN .256 .072 .370 3.541 .001 a. Dependent Variable: Kebutuhan Preservasi Data Dari hasil perhitungan tersebut, thitung sebesar 3.541 > 1.663 dan nilai signifikansi sebesar 0.001. Berdasarkan hasil tersebut, nilai signifikansi 0.001 < 0.05. Sehingga, thitung lebih besar dari ttabel, maka hipotesis diterima dan nilai signifikansi lebih kecil dari taraf signifikansi. Dengan demikian, hasil tersebut menunjukan bahwa hipotesis diterima artinya penggunaan Repositori Ilmiah Nasional (RIN) memberikan hasil yang signifikan terhadap kebutuhan preservasi data Peneliti di LIPI Cibinong Science Center.

Conclusion

Berdasarkan hasil analisis data penelitian terhadap 81 informan Peneliti di empat pusat penelitian di LIPI Cibinong Science Center mengenai analisis penggunaan Repositori Ilmiah Nasional (RIN) terhadap kebutuhan preservasi data peneliti, dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan Repositori Ilmiah Nasional (RIN) sebesar 13.7% terhadap kebutuhan preservasi data peneliti. Hal ini dipengaruhi oleh indikator data creation and deposit, managing active data, data repositories and archives, dan data catalogues and registries. Dari hasil penelitian, penggunaan Repositori Ilmiah Nasional (RIN) memiliki hasil yang signifikan artinya tidak dapat diabaikan dan harus dianggap ada karena setiap adanya penambahan 1 nilai penggunaan Repositori Ilmiah Nasional (RIN), maka nilai kebutuhan preservasi data bertambah sebesar 0.256. Dengan demikian, berapapun besarnya hasil analisis statistik data terdapat hasil yang signifikan antara penggunaan Repositori Ilmiah Nasional (RIN) terhadap kebutuhan preservasi data Peneliti di LIPI Cibinong Science Center. Oleh karena itu, agar Repositori Ilmiah Nasional (RIN) dimanfaatkan oleh Peneliti maupun civitas akademika di LIPI Cibinong Science Center diharapkan adanya peningkatan edukasi, pendampingan secara berkala, peningkatan sosialisasi dan bimbingan teknis, kegiatan promosi maupun kegiatan jemput bola, serta dibentuknya kebijakan atau peraturan yang mewajibkan Peneliti untuk memiliki dan menggunakan Repositori Ilmiah Nasional (RIN) untuk kebutuhan profesi Peneliti.