Kembali
16
1
2021 Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5 · 4 ISSN 2598-3040

Bentuk Adaptasi Layanan Perpustakaan di Masa Pandemi : Kajian Literatur

Universitas Diponegoro

Abstrak

Imbas pandemi COVID-19, perpustakaan terpaksa ditutup sementara dan mengharuskan penyediaan layanan online dan jarak jauh. Penelitian ini mengkaji layanan perpustakaan, perangkat teknologi, dan masalah yang dihadapi perpustakaan selama pandemi. Tujuan literature review ini adalah untuk melengkapi pengetahuan yang diperoleh sebelumnya. Interpretasi dari sumber yang ditemukan selama proses pencarian menetapkan validitas konten atau topik studi yang sedang dipertimbangkan. Penelitian diawali dengan pengumpulan data dari sumber-sumber di database EBSCO, yang dapat diakses melalui e-resources Perpustakaan Nasional RI. Kajian ini mengkaji banyak karakteristik layanan perpustakaan di tingkat universitas, antara lain layanan sirkulasi, repositori digital, dan layanan referensi virtual di masa pandemi COVID-19. Bahkan dalam kasus akses terbatas, layanan sirkulasi perpustakaan dapat diberikan melalui layanan penjemputan untuk item koleksi atau dokumentasi koleksi yang dipindai. Selain itu, beberapa perpustakaan menawarkan akses terbuka gratis untuk artikel penelitian di era pandemi COVID-19. Sementara itu, salah satu layanan esensial yang dituntut pengguna perpustakaan universitas adalah layanan referensi virtual melalui platform media sosial seperti WhatsApp, Facebook, dan Twitter untuk memastikan kepatuhan terhadap protokol kesehatan COVID-19.

Abstract

Due to the COVID-19 pandemic, libraries have been forced to temporarily close their doors, necessitating the provision of online and remote services. This literature review study examined library services, technology tools, and the issues libraries faced during the pandemic. The purpose of this literature review research is to complete knowledge related to library services during the pandemic era. A tabular approach was used to provide a summary of each article allowing the synthesis of results, which led to the identification of eightbroad categories of services provided by libraries in included studies. The research begins with data collection from sources in the EBSCO database, which may be accessed via the National Library of Indonesia's e-resources. This study examined many library service characteristics at the university level, including circulation services, digital repositories, and virtual reference services during the COVID-19 pandemic era. Even in cases of restricted access, library circulation services can be provided via a pick-up service for collection items or scanned collection documentation. Additionally, several libraries offer free open access to research articles on COVID-19 pandemic era. Meanwhile, one of the essential services demanded of university library users is virtual reference services via social media platforms such as WhatsApp, Facebook, and Twitter to ensure compliance with COVID-19 health protocols.
Keywords: library service · university · adaptive · pandemic

Introduction

COVID-19 merebak menjadi pandemi di berbagai negara pada kuartal pertama tahun 2020. Penyebaran virus tersebut mengarah pada krisis kesehatan yang akut, sehingga pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan pembatasan jarak dan pembatasan pergerakan manusia. Kebijakan pemerintah tersebut berpengaruh terhadap proses pelaksanaan perkuliahan di perguruan tinggi. Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor 3 tahun 2020 tanggal 3 Maret 2020 tentang pencegahan Covid-19 pada satuan pendidikan, mengubah kegiatan pendidikan (termasuk kegiatan di perpustakaan universitas) menjadi berbasis internet secara jarak jauh (daring). Dampak tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia, namun perpustakaan di seluruh dunia telah terkena dampak negatif dari pandemi karena kebijakan pembatasan akses dan penerapan protokol kesehatan (Yu & Mani, 2020). Namun pengelola perpustakaan memiliki berbagai cara untuk menyesuaikan diri dalam memberikan layanannya dengan mengedepankan prinsip nir-kontak dan daring. Ditinjau dari perannya dalam sebuah supra sistem perguruan tinggi, sistem perpustakaan berfungsi sebagai salah satu penunjang dalam kegiatan tridharma perguruan tinggi, terutama dalam bidang pengajaran dan penelitian. Pada era pembelajaran daring, sebagian besar pemustaka memiliki kebutuhan agar tetap terhubung dengan layanan perpusatkaan. Kebutuhan tersebut merupakan manifestasi dari kebutuhan informasi (baik cetak maupun elektronik) yang sesuai dengan kriteria ilmiah, seperti buku, laporan tugas akhir, laporan penelitian, jurnal, prosiding, dan lainnya. Dalam terminologi sistem perpustakaan, layanan perpustakaan diartikan sebagai sebagai upaya pemenuhan segala bentuk material atau bahan pustaka. Kriteria yang melekat di dalamnya adalah pustaka yang tepat dan akurat; mengacu pada kebutuhan pemustaka. Selain menjalankan peran tersebut, perpustakaan juga harus menjadi sarana temu balik bagi pemustaka (Rahayu,2014).

Method

Penelitian literature review merupakan suatu metode tinjauan sistematis-komprehensif terhadap suatu penelitian terdahulu pada subjek tertentu. Tujuan dari literature review adalah untuk memperluas pengetahuan yang diperoleh sebelumnya. Interpretasi sumber yang diperoleh melalui pencarian menentukan validasi materi atau topik riset yang akan dikaji. Penelitian diawali dengan pengumpulan artikel dan abstrak dari database Proquest untuk bidang Library and Information Science Abstract (LISA), database EBSCO untuk bidang Library, Information Science, & Technology Abstract (LISTA), dan Web of Sciences (WoS) Core Collection; dengan jendela waktu pencarian antara Sepember 2020 sampai dengan Oktober 2021. Tabel 1 menunjukkan karakteristik pencarian dalam kajian literatur ini. Adapun hasil dari pencarian tersebut adalah 13 buah artikel yang akan dibahas pada bab 3. Database Kata Kunci Kriteria Eksklusi Proquest : Library and Information Science Abstract (LISA) EBSCO Library, Information Science, & Technology Abstract (LISTA) Web of Sciences (WoS) Core Collection “Library service*”OR “Information service*” “Library*”AND “Covid*” Judul dan abstrak yang tidak relevan Tidak berupa artikel jurnal yang lengkap Tabel 1 menunjukkan database yang digunakan dalam penelusuran kajian literatur ini, dengan kacata kunci tersebut. Adapun kriteria eksklusi yang digunakan adalah relevansi dengan topik yang dibahas, seperti tidak membahas layanan perpustakaan (library service), tidak terkait dengan substansi (layanan perpustakaan saat pandemi), serta tidak mencantumkan metodologi yang jelas.

Result & Discussion

Sejumlah artikel yang membahas mengenai layanan perpustakaan selama pandemi telah dikaji dan didapatkan hasil sebagai berikut : Tabel 2. Hasil kajian literatur Penulis dan Lokasi Layanan Sirkulasi Repositori dan Digital Resource Layanan Referensi Mehta & Wang (2020) Studi kasus perpustakaan universitas di AS Tidak menyelenggarakan layanan sirkulasi, atau dalam studi kasus tidak disebutkan E-resource dapat diakses dari luar perpustakaan (perluasan akses) Layanan virtual reference dan literature search See (2020) Studi kasus perpustakaan universitas di AS Layanan scan koleksi dan antar jemput Penyediaan face shield yang dibuat dengan alat 3D print dan MarkerLab Penambahan akses materi perkuliahan Tidak menyelenggarakan service reference; atau dalam studi kasus tidak disebutkan Neong (2020) Studi kasus perpustakaan universitas di India Tidak menyelenggarakan layanan sirkulasi, atau dalam studi kasus tidak disebutkan Penambahan akses ke web OPAC Layanan virtual reference dan literature search Guo dkk. (2020) Studi kasus perpustakaan universitas di China Sirkulasi dengan electronic stamped E-resource dapat diakses dari luar perpustakaan (perluasan akses) Layanan virtual reference Penyelenggaraan acara disaster relief di perpustakaan Ma (2020) Studi kasus perpustakaan universitas di China Sirkulasi dengan self check out E-resource dapat diakses dari luar perpustakaan (perluasan akses) Layanan virtual reference, literature search Pelatihan penulisan daftar pustaka Cox & Brewster (2020) Studi kasus perpusatakaan universitas di Inggris Tidak menyelenggarakan layanan sirkulasi, atau dalam studi kasus tidak disebutkan Akses materi perkuliahan Layanan informasi webinar, dan kesehatan (well-being) Walsh & Rana (2020) Studi kasus perpusatakaan universitas di Kanada Tidak menyelenggarakan layanan sirkulasi, atau dalam studi kasus tidak disebutkan Tidak menambahkan perluasan akses; atau dalam studi kasus tidak disebutkan Layanan virtual reference Layanan informasi hasil penelitian COVID Saavedra Alamillas dkk (2020) Studi kasus perpusatakaan universitas di Meksiko Layanan scan koleksi dan antar jemput Tidak menambahkan perluasan akses; atau dalam studi kasus tidak disebutkan Tidak menyelenggarakan service reference; atau dalam studi kasus tidak disebutkan Pokorna dkk (2020) Studi kasus perpusatakaan universitas di Republik Ceko Layanan scan dan digital copy (dengan perjanjian perlindungan hak cipta) E-resource dapat diakses dari luar perpustakaan (perluasan akses); Tidak menyelenggarakan service reference; atau dalam studi kasus tidak disebutkan Winata dkk (2020) Studi kasus Layanan sirkulasi dengan antar jemput dan driveE-resource dapat diakses dari luar perpustakaan Layanan virtual reference dengan nama perpustakaan universitas di Indonesia through (perluasan akses) “Ask Librarians” Isthtiaq dkk (2020) Studi kasus perpustakaan di Pakistan Layanan sirkulasi dengan aplikasi smartphone Tidak menambahkan perluasan akses; atau dalam studi kasus tidak disebutkan Layanan virtual reference Webinar dengan tema pandemi, yang diselenggarakan di perpusatakaan Kasa & Yusuf (2020) Studi kasus perpustakaan universitas di Nigeria Tidak menyelenggarakan layanan sirkulasi, atau dalam studi kasus tidak disebutkan Penambahan koleksi e-ebooks dan video Tidak menyelenggarakan service reference; atau dalam studi kasus tidak disebutkan Tsekea & Chigwada (2020) Studi kasus perpustakaan di Zimbabwe Tidak menyelenggarakan layanan sirkulasi, atau dalam studi kasus tidak disebutkan E-resource dapat diakses dari luar perpustakaan (perluasan akses) Layanan virtual reference Layanan pendukung untuk learning management system Berdasarkan pembahasan di atas, beberapa pola umum yang telah digunakan oleh perpustakan universitas di berbagai negara, adalah sebagai berikut : 3.1 Layanan Sirkulasi Berbagai studi kasus menunjukkan bahwa layanan sirkulasi perpustakaan dapat tetap terselenggara meskipun dalam situasi pembatasan akses. Alternatif layanan yang dapat diselenggarakan antara lain dengan layanan antar jemput item koleksi ataupun dokumen koleksi yang telah dipindai (scan); seperti yang diungkapkan oleh See (2020), Saavedra-Alamillas dkk (2020), dan Winata (2020). Selain itu, layanan sirkulasi juga dapat diselenggarakan secara luring dengan pembatasan akses seperti praktik yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Cline dari Universitas Northern Arizona. Perpustakaan tersebut mengurangi jam layanan dan menyediakan layanan check out mandiri (See, 2020). Modifikasi lainnya dalam hal layanan sirkulasi juga diungkapkan oleh Winata dkk. (2020) yang menggunakan layanan drive-through dengan tujuan untuk mengurangi kontak fisik dalam perpustakaan. Guna memutus mata rantai perpindahan virus, beberapa perpustakaan menyelenggarakan peralatan untuk mensterilkan buku yang telah dipinjam, seperti diungkapkan oleh Ma (2020). Peralatan alat perlindungan diri juga dilaporkan telah dibuat secara mandiri oleh pengelola perpustakaan; seperti dilaporkan oleh Weeks dkk. (2020) yang menggunakan alat printer 3D untuk mencetak face shield. Dalam artikel yang ditulis Cox & Brewster (2020), pengelola perpustakaan juga dilaporkan memiliki kebijakan untuk menangguhkan denda pinjaman buku. 3.2 Repositori Digital Beberapa studi kasus menunjukkan layanan open access ke repositori dan electronic resource, serta kemitraan dengan penerbit dan penyedia database seperti diungkapkan oleh Mehta & Wang (2020), See (2020), Guo dkk. (2020), Ma (2020), Guo dkk. (2020) Pokorna dkk.(2020), Winata dkk. (2020), Kasa & Yusuf (2020) serta Tsekea & Chigwada (2020). Beberapa perpustakaan juga menyediakan layanan akses terbuka untuk artikel penelitian tentang COVID-19 secara gratis; seperti diungkapkan oleh (Guo dkk. (2020) dan Weeks dkk. (2020). Pada artikel studi kasus yang ditulis oleh Walsh & Rana (2020) juga mengungkapkan praktik berupa diseminasi artikel, makalah, laporan kasus, dan sumber daya lainnya yang berapasal dari basis data artikel dan penerbit. 3.3 Layanan Referensi Virtual Pada kondisi pandemi, salah satu layanan kunci yang diharapkan dari pengguna perpustakaan di tingkat universitas, adalah layanan referensi virtual. Pembatasan akses yang diberlakukan selama pandemi, menjadikan referensi virtual menjadi alternatif favorit bagi pemustaka (Mehta & Wang, 2020; See, 2020). Layanan referensi virtual diberikan dalam bentuk sesi literasi, live chat, dan komunikasi email (See, 2020). Perpustakaan di Bridgewater State University (BSU) menyelenggarakan layanan referensi virtual melalui LibChat dan LibAnswers dengan penggunaan email, layanan pesan singkat (SMS), pesan instan (IM). dan pertanyaan yang sering diajukan (FAQ) (Mehta & Wang, 2020). Layanan tersebut mirip dengan layanan referensi virtual yang disediakan di Perpustakaan Universitas Toronto melalui Ask/Chat dengan pustakawan, dukungan informasi online sinkron untuk peneliti (Walsh & Rana, 2020). Pada studi kasus lainnya, Perpustakaan Ilmu Kesehatan Universitas Nevada, Las Vegas, menyelenggarakan layanan referensi virtual melalui media LibCal Springshare dan LibAnswers untuk mengumpulkan, memantau, dan mendistribusikan permintaan referensi online (Weeks dkk. 2020). Perpustakaan lain telah menyediakan layanan referensi virtual melalui platform media sosial seperti WhatsApp, Facebook, dan Twitter (Neong, 2020; Tsekea & Chigwada, 2020); ataupun platform Zoom (Ma, 2020). Layanan referensi virtual tetap penting dan pustakawan telah merespons dengan sangat baik saat bekerja dari jarak jauh untuk menyediakan layanan penting ini kepada penggunanya.

Conclusion

Pada penelitian ini, telah dilakukan kajian terhadap beberapa variabel layanan perpustakaan di tingkat universitas antara lain aspek layanan sirkulasi, repositori digital, dan layanan referensi virtual pada era pandemi COVID-19. Layanan sirkulasi perpustakaan dapat tetap terselenggara meskipun dalam situasi pembatasan akses melalui layanan antar jemput item koleksi ataupun dokumen koleksi yang telah dipindai. Beberapa perpustakaan juga menyediakan layanan akses terbuka untuk artikel penelitian tentang COVID-19 secara gratis. Sedangkan salah satu layanan kunci yang diharapkan dari pengguna perpustakaan di tingkat universitas, adalah layanan referensi virtual melalui platform media sosial seperti WhatsApp, Facebook, dan Twitter sehingga protokol kesehatan tetap terjaga.