Kembali
16
1
2024 Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 8 · 3 ISSN 2598-3040

Persepsi Mahasiswa Strata 1 Pada Layanan Upload Mandiri di Perpustakaan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip

Universitas Diponegoro; Universitas Diponegoro

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa strata 1 pada layanan upload mandiri di Perpustakaan Fakultas Ekonomika Bisnis Undip. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan data ini menggunakan wawancara dengan mendapatkan informan melalui purposive sampling dan juga studi dokumen. Ada 5 informan yang telah diwawancarai. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tematik (thematic analysis). Hasil analisis menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa strata 1 pada layanan upload mandiri memiliki pendapat yang berbeda sesuai dengan pengalaman pribadi mereka saat melakukan proses upload mandiri ke repofeb.undip dan sebagian besar berpendapat bahwa layanan unggah mandiri memiliki beragam penilaian mulai dari sudut pandang persepsi, kendala yang dialami, kebijakan maupun aspek efektivitas dan efisensi serta aspek kenyamanan dan kemanan, selain itu juga ada kemudahan maupun kendala yang dialami mahasiswa FEB Undip, kemudahannya adalah tata cara upload mandiri dapat dipahami dalam bentuk pdf maupun link youtube, staff perpustakaan yang ramah, dan ada juga kelemahan nya yaitu gangguan jaringan, ketidak telitian mahasiswa, gangguan jaringan ini bisa menjadi bahan evaluasi sekaligus gangguan bagi pemustaka dan staf perpustakaan sama sebaliknya ketidaktelitian yang membuat mahasiswa untuk lebih berhati-hati dalam upload mandiri dan juga ketidak telitian ini dapat merugikan pemustaka maupun pustakawan hal ini lah yang membuat peneliti ingin mencari tau persepsi mahasiswa dalam upload mandiri beserta pengalaman mereka dan dampak yang ditimbulkan.

Abstract

This study aims to determine the perception of strata 1 students on the independent uploaded service in the library of the Faculty of Business Economics Undip. The method used is qualitative with a case study approach. This data collection technique uses interviews with informants through purposive sampling and also document studies. There were 5 informants who have been interviewed. The method of analysis used in this study is thematic analysis (thematic analysis). The results of the analysis showed that the perception of strata 1 students on the mandiri uploaded service had different opinions according to their personal experience when doing the mandiri upload process to repofeb.undip and most are of the opinion that the independent upload service has a variety of assessments ranging from the point of view of perception, constraints experienced, policies and aspects of effectiveness and efficiency as well as aspects of comfort and security, but it is also no ease or constraints experienced by students FEB Undip, the ease is that the procedure for uploading mandiri can be understood in the form of pdf or youtube links, the library staff are friendly, and there are also weaknesses, namely network interference, lack of Student Research, this network disturbance can be an evaluation material as well as a nuisance for users and library staff, on the contrary, inaccuracy makes students to be more careful in independent uploads and also this inaccuracy can harm users and librarians. this is what makes researchers want to find out the perception of students in independent uploads and their experiences and the impact caused.
Keywords: perception · independent upload service · repository feb

Introduction

IR (Institusional Repository) memainkan peran penting dalam layanan perpustakaan, yang mencakup berbagai layanan yang diberikan universitas kepada anggota komunitasnya, termasuk pengelolaan dan penyebaran materi digital yang dibuat oleh lembaga anggota komunitas. Pada dasarnya, itu adalah tanggung jawab organisasi. Materi, termasuk penyimpanan jangka panjang, diatur, tersedia, dan dikirim (Lynch, 2003). Perpustakaan Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro melihat fenomena di atas terkait kebijakan pengunggahan skripsi secara mandiri selama pandemi COVID-19, yang membatasi layanan fisik dan pengunjung. Karena kapasitas penyimpanan fisik perpustakaan Fakultas Ekonomi Undip yang terbatas, Perpustakaan Fakultas Ekonomi Undip mengadopsi kebijakan pengunduhan mandiri, yang mengakibatkan peningkatan atau penurunan jumlah kunjungan ke perpustakaan pada bulan Februari. Selain itu, ini juga membantu pustakawan yang harus mengunggah data mahasiswa seperti draf skripsi sebagai syarat untuk mendapatkan gelar akademik. Dengan mengutamakan fasilitas dan kualitas layanan, perpustakaan FEB menyelenggarakan kegiatan promosi yang efektif untuk pengenalan layanan upload mandiri, mulai dari iklan di media sosial hingga webinar. Jadi, apa alasan Anda memilih perpustakaan FEB sebagai lokasi penelitian ini? Seperti yang disebutkan sebelumnya, layanan unggah independen dibutuhkan karena kapasitas penyimpanan data perpustakaan FEB yang terbatas. Oleh karena itu, diperlukan layanan upload mandiri yang menerima data skripsi dan memiliki akses ke jaringan SSO Undip. Selain itu, kebijakan layanan upload mandiri perpustakaan FEB Undip hanya berlaku untuk mahasiswa S1 karena banyak mahasiswa S1 yang mengunjungi dan menggunakan perpustakaan di kampus FEB Undip Tembalang. Oleh karena itu, peneliti menggunakan partisipan penelitian sebagai informan. Selain itu, ada kendala bagi mahasiswa S1 untuk melakukan upload mandiri, seperti kurangnya pemahaman mahasiswa tentang layanan upload mandiri dan keakuratannya. Studi yang relevan diperlukan untuk mengevaluasi persepsi siswa S1 tentang layanan download mandiri di Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro. 2. Landasan Teori 2.1. Layanan Institusi Repository di Perguruan Tinggi Pelayanan informasi di perguruan tinggi memiliki kebutuhan informasi yang beragam, terbukanya akses informasi membuat mahasiswa dapat menikmati layanan, dengan efisien dan efektif serta membantu perpustakaan perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas dan citra diri, berdasarkan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam aspek penunjang kegiatan belajar mengajar yang menyediakan koleksi referensi buku maupun jurnal ilmiah berkaitan dengan keilmuan tersebut. Shreeves (2009) berpendapat bahwa “a repository is a digital assets management system of some kind a network of systems that allows for the deposit and subsequent distributions of digital files over internet” (Saufa & Hidayah, 2018). Dalam perkembangan repository institusional perpustakaan perguruan tinggi juga perlu menerapkan sistem yang ada pada repository institusional, sebagai bagian untuk peningkatan kualitas. Menurut Swan (2005) menyatakan bahwa “IR dapat digunakan untuk meningkatkan visibilitas (visibility), prestise (prestige), dan nilai publik (public value)” (Saufa & Hidayah, 2018). Adapun juga elemenelemen yang mendukung perkembangan repository perpustakaan perguruan tinggi dalam menjaga kualitas serta selalu konsisten, dalam kegiatan pelayanan informasi dan juga sebagai identitas repository. Elemen – elemen ini berdasarkan dari, Crow dalam Endang (2013) menyebutkan elemen-elemen penting dari IR meliputi: “Definisi kelembagaan (institusional definition); Konten ilmiah (scholarly content), Interoperabilitas dan Akses Terbuka, dan; Kumulatif dan dapat digunakan untuk waktu yang lama (kumulatif dan permanen)”. Selain itu repository institusional memiliki dua tujuan khusus sebagai pondasi visi perpustakaan digital yaitu Menurut Vishala and Bhandi (dalam Suwardi (2014) yaitu: “1. Menyediakan akses terbuka ke hasil penelitian institusional dengan pengarsipan sendiri hasil penelitian tersebut, 2. Menyimpan dan melestarikan aset digital institusional lainnya, meliputi literatur yang tidak diterbitkan atau yang mudah hilang (misal thesis atau laporan teknis)” (Qurotianti, 2019). 2.2. Layanan Upload Mandiri Pada Institusi Repositori di Perguruan Tinggi Kegiatan ini dinamakan layanan unggah mandiri ataupun juga disebut self-archiving. Xia dan Sun (2007, 1) yang menyatakan Self-archiving adalah; “Self-archiving could be a wide term regularly connected to the electronic posting, without publisher intervention, of creator provided inquire about. The method includes a straightforward web interface where the depositor copy/pastes within the metadata' (date, author-name, title, diary- title, etc.) and after that connects the full-text document.”Pengarsipan sendiri merupakan kegiatan memposting draf penelitian tanpa mediasi dari penerbit. Kegiatan ini melibatkan sebuah web sederhana dengan melakukan penyalinan maupun penempelan metadata seperti tanggal, nama pengarang, judul dsb, disertai melampirkan dokumen teks lengkap. Kegiatan layanan unggah mandiri atau Self-Archiving berawal dari sebuah motivasi yang ingin dicapai oleh perpustakaan perguruan tinggi, Kim disitir (oleh Yaniasih 2015, 51) bahwa; “Kurangnya sarjana dan peneliti yang mengarsipkan karyanya sendiri disebabkan oleh banyak faktor. Faktor yang mempengaruhi self filing, yaitu. H. biaya yang dikeluarkan, keuntungan yang diperoleh, hambatan individu dan faktor lingkungan. Studi lain menunjukkan bahwa motivasi utama pengarsipan diri (swaarsip) terkait dengan pelestarian, penelitian literatur, ketersediaan, hak cipta, dan keinginan untuk berbagi informasi. Motivasi dalam hal reward (materi, promosi, nilai) sangat rendah, sedangkan hambatannya meliputi ketergesaan, ketidaktahuan, hak cipta dan plagiarisme.” Unggah mandiri ini bersifat open access dalam efektivitas temu balik informasi secara lebih cepat, mudah serta efisien. Menurut Pendit (2008) menyatakan bahwa : “ Open access merupakan sebuah akses bebas yang berkaitan dengan dua hal yaitu adanya teknologi informasi dan akses jurnal artikel berupa digital” Dan definisi lain mengenai Open Access menurut Budapest Open Access Initiative yaitu : “"Open Access" means that these articles are available free of charge on the public Internet, and any user may read, download, copy, distribute, print, search, or link to the full text of these articles for indexing. crawling becomes possible. Transform data into software or use it for other lawful purposes without financial, legal or technical impediments other than those inherent in accessing the Internet itself. The only restrictions on reproduction and distribution, and the sole role of copyright law in this area, should be to give authors control over the integrity of their works and the right to proper credit and citation. ”. Selain itu adapun batasan hak cipta yang memiliki kekuatan untuk membuktikan integritas artikel serta sebuah bentuk penghargaan dengan kutipan (Pujiastuti, 2017). Adapun beberapa hal yang penting dari open access yang dapat dikembangkan di repository, dijelaskan oleh Gibbons (2004) diantaranya; “membangun basis pengembangan; menentukan tujuan gudang; menentukan layanan gudang; memilih perangkat lunak yang tepat untuk gudang; mengembangkan kebijakan tertulis, membangun komunitas,; dan mempromosikan repositori. Selain itu mencakup lebih mendalam mengenai layanan unggah mandiri seperti halnya apakah unggah mandiri tersebut merupakan kebijakan yang tepat, bagaimana efektivitas dan efisiensi dari unggah mandiri, dan serta aspek kemanan dan kenyamanan unggah mandiri (Rifauddin & Halida, 2018, p.13). 2.3. Persepsi Sugihartono, dkk (2007: 8) mengemukakan bahwa persepsi adalah kemampuan otak dalam menerjemahkan stimulus atau proses untuk menerjemahkan stimulus yang masuk ke dalam alat indera manusia. Persepsi manusia terdapat perbedaan sudut pandang dalam penginderaan (Jayanti & Arista, 2018). Adapun pendapat dari Bimo Walgito (2008: 70) mengungkapkan bahwa persepsi merupakan suatu proses pengorganisasian, penginterpretasian terhadap stimulus yang diterima oleh organisme atau individu sehingga menjadi sesuatu yang berarti, dan merupakan aktivitas yang integrated dalam diri individu (Jayanti & Arista, 2018). Selain definisi persepsi juga memiliki syarat-syarat yang menjadi asal muasal terjadinya persepsi yaitu, Menurut Sunaryo (2008: 98) syarat-syarat terjadinya persepsi adalah berikut: Ada objek yang dipersepsi, ada perhatian, yang merupakan langkah awal untuk menangkap persepsi, ada organ indera/penerima, yaitu alat untuk menerima rangsangan, saraf sensorik sebagai alat untuk mengirimkan rangsangan ke otak, yang kemudian menjadi alat untuk mengadakan reaksi. Persepsi memiliki berbagai output argument yang berbeda-beda, yang ditentukan oleh faktor tertentu yang diantaranya, menurut Azwar (2009: 78) perbedaan persepsi individu dengan yang lainnya akan ditentukan oleh: “a. Perbedaan pengalaman, motivasi, dan keadaan. b. Perbedaan kapasitas indra. c. Perbedaan sikap, nilai, dan kepercayaan. Perbedaan ketiga hal tersebut akan mempengaruhi pemberian makna terhadap stimulus” (Jayanti & Arista, 2018).

Method

Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif berdasarkan tema penelitian yang diambil merupakan konsep persepsi yang sejalan dengan metode kualitatif, berdasarkan pendapat dari Rakhmat (2007 : 51) yaitu “persepsi adalah pengamatan tentang objek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan”. persepsi juga memiliki hubungan dengan metode kualitatif Auerbach and Silverstein (2003) menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang melakukan analisis dan interpretasi teks dan hasil interview dengan tujuan untuk menemukan makna dari suatu fenomena (Sugiyono, 2020). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan model pendekatan studi kasus, berdasarkan Menurut Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si (2017:5) menyimpulkan bahwa; “Studi kasus adalah rangkaian kegiatan ilmiah yang dilakukan secara intensif, terperinci, dan mendalam pada suatu program, peristiwa, dan kegiatan dan pada tingkat individu, kelompok orang, lembaga, atau organisasi untuk menghasilkan pengetahuan. Informasi rinci tentang program, acara dan kegiatan kasus.”. Dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan mengambil data dengan pertimbangan yang telah ditentukan agar pemilihan informan yang tepat sesuai dengan topik penelitian, selain itu informasi yang didapat dapat memenuhi hasil penelitian yang dapat dijadikan pemecahan masalah terhadap studi kasus. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara dan studi dokumentasi. Menurut Esterberg (2002) dalam (Sugiyono, 2020) mendefinisikan interview sebagai berikut : “Wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dibangun makna dalam suatu topik tertentu. berdasarkan kebutuhan peneliti dalam mencari informasi secara mendetail, umum maupun mendalam.”. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan Thematic Analysis. Dalam melakukan analisis data dengan menggunakan Thematic Analysis untuk mengidentifikasi pola-pola tertentu, dengan menemukan tema berdasarkan hasil data yang diperoleh dari peneliti pada pengambilan data sebelumnya (Braun & Clarke dalam Heriyanto, 2018:318).Adapun tahapan-tahan yang dilakukan dalam melakukan analisis data dengan menggunakan Thematic Analysis yaitu: memahami data; menyusun kode; dan mencari tema.

Result & Discussion

Dalam penelitian ini, persepsi mahasiswa terhadap layanan upload mandiri repository di Perpustakaan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip dibentuk ke dalam 3 tema: 4.1 Persepsi Mahasiswa sebagai Bentuk Pengetahuan Persepsi mahasiswa terhadap layanan upload mandiri dialami sebagai bentuk pengetahuan. Ada beberapa pendapat mengenai pengetahuan mahasiswa FEB Undip, mengenai layanan upload mandiri yang ada di Perpustakaan FEB Undip, yang diawali dengan pendapat mahasiswa FEB terhadap layanan upload mandiri repository di Perpustakaan FEB Undip. Bahwa respon mahasiswa FEB tersebut, menunjukkan layanan Upload mandiri yang ada di Perpustakaan FEB Undip sudah dianggap baik, serta ada yang beranggapan bahwa kenapa bisa dianggap layanan nya sudah baik dikarenakan, perilaku yang diberikan oleh staf perpustakaan tersebut seperti halnya ramah kepada pemustaka, dan selebihnya yang membuat mahasiswa merasa puas, terhadap pelayanan Perpustakaan FEB Undip. Hal ini juga dibuktikan dengan kemudahan akses repository saat melakukan kegiatan unggah mandiri, serta tampilan repository yang mudah dipahami oleh mahasiswa FEB dan selain itu juga ada kemudahan yang lainnya yaitu kemudahan dalam perizinan, dalam urusan verifikasi akun logim repository dan kemudahan proses unggah mandiri juga disediakan, panduan serta video tutorial unggah mandiri yang ada di web Perpustakaan FEB Undip. 4.2 Persepsi Mahasiswa sebagai Pendapat Pandangan mahasiswa terhadap layanan unggah sendiri sebagai opini, setelah melakukan aktivitas unggah sendiri, mahasiswa FEB Undip mengumpulkan berbagai evaluasi terhadap layanan unggah sendiri di Perpustakaan FEB Undip, evaluasi ini berasal dari pengalaman yang mereka alami, setelah melakukan unggah sendiri yang dapat digunakan sebagai pendapat mereka, untuk menyampaikan sudut pandang mereka tentang layanan unggah sendiri. Tanggapan mahasiswa terhadap pengalaman tersebut bervariasi, dan menjadi petunjuk serta bukti keberadaan layanan tersebut, evaluasi tersebut terbagi menjadi dua bagian yaitu pendapat mahasiswa FEB tentang hambatan saat melakukan aktivitas unggah sendiri, dan pendapat mahasiswa FEB mengenai kebijakan layanan unggah sendiri, yang pertama mengenai hambatan yang dialami ketika melakukan aktivitas unggah sendiri. 4.3 Persepsi Mahasiswa sebagai Keputusan Pandangan mahasiswa terhadap layanan pengunggahan mandiri dianggap sebagai Keputusan. Sebelumnya mahasiswa FEB telah melakukan aktivitas pengunggahan mandiri, setelah itu mahasiswa menyimpulkan dengan sudut pandang mereka untuk menilai aktivitas pengunggahan mandiri, digunakan sebagai faktor yang penting dalam perkembangan layanan yang ada di Perpustakaan FEB Undip, sebagai bahan evaluasi terhadap pengaruh kinerja SDM, yang sangat mempengaruhi kualitas citra identitas Universitas Diponegoro di bidang pendidikan. Pengaruh kinerja SDM ini bisa dikaitkan dengan aspek efektivitas maupun efisiensi serta, kualitas citra identitas bisa dikaitkan dengan aspek kenyamanan dan keamanan dari pelayanan di Perpustakaan FEB Undip, dalam layanan pengunggahan mandiri sebagai penentu keputusan mahasiswa FEB untuk membantu membangun jaringan yang luas, sebagai pihak yang mampu mempromosikan serta konsisten memanfaatkan layanan perpustakaan.

Conclusion

Berdasarkan analisis hasil dari penelitian, yang mengungkapkan beberapa kesimpulan yang didapatkan dari wawancara, yang dilakukan oleh peneliti terhadap narasumber mahasiswa FEB dapat disimpulkan mulai dari pandangan mahasiswa yaitu bahwa selain tiga tema pandangan yang telah dijelaskan di bab 5, ada informasi lain yang menyebutkan bahwa mahasiswa masih menghadapi kendala ketika melakukan unggah mandiri, seperti masalah jaringan atau ketidaktelitian mahasiswa saat proses unggah mandiri. Namun di balik kendala tersebut ada kelebihannya seperti masalah jaringan dapat memberikan umpan balik pada pustakawan, untuk meningkatkan kualitas layanan agar pemustaka merasa lebih nyaman. Selain itu, mahasiswa belajar untuk bertanggung jawab atas kemampuan mereka dalam menyelesaikan masalah, dan masalah ketelitian cenderung menjadi tanggung jawab mahasiswa agar mereka lebih berhatihati dalam melakukan sesuatu agar tidak lengah. Yang terakhir adalah kelemahan seperti masalah jaringan dapat menghambat setiap kegiatan layanan perpustakaan berbasis digital seperti unggah mandiri, dan ketelitian dapat menyebabkan kesalahan data dan harus dilakukan berulang kali, menyebabkan kelelahan.