Evaluasi Literatur Skripsi Mahasiswa Prodi Kimia Angkatan 2009 Terhadap Ketersediaan Literature di Perpustakaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unsyiah Banda Aceh (Pendekatan Analisis Sitiran)
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
Abstrak
Ketersediaan literatur yang tidak digunakan mahasiswa sangat banyak dibandingkan literatur yang dibutuhkan oleh mahasiswa khususnya mahasiswa Prodi Kimia FKIP Unsyiah Banda Aceh. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui jenis literatur, pengarang, tingkat keusangan dan ketersediaan literatur yang disitir di Perpustakaan FKIP Unsyiah Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis sitiran. Populasinya adalah seluruh skripsi mahasiswa Prodi Kimia Angkatan 2009 FKIP Unsyiah yang berjumlah 41 skripsi dan diambil sebagai sampel. Teknik pengumpulan data dengan cara dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: jenis literatur yang sering disitir adalah buku sebanyak 592 sitiran atau 59,49%, selanjutnya bahan lain sebanyak 282 atau 28,31%, skripsi 83 atau 8,33%, sedangkan yang paling sedikit disitir adalah internet sebanyak 39 atau 3,92%. Judul buku yang paling banyak disitir yaitu: Prosedur suatu pendekatan praktek sebanyak 33 kali sitiran yang dikarang oleh Suharsimi Arikunto, sedangkan buku kimia yang berjudul: Kimia dasar konsep-konsep inti sebanyak 19 kali sitiran yang dikarang oleh Chang R. Tingkat keusangan literatur yang disitir yaitu 7 tahun. Persentase ketersediaan literatur yang disitir oleh mahasiswa Prodi Kimia angkatan 2009 dalam penulisan skripsi hanya 26,2%, sedangkan yang tidak tersedia sebanyak 73,8%.
Keywords:
analisis sitiran
· evaluasi koleksi
Introduction
Evaluasi literatur atau evaluasi koleksi perpustakaan adalah suatu kegiatan dimana sebuah koleksi tersebut dinilai baik dari segi ketersediaannya maupun keterpakaiannya oleh pemustaka di perpustakaan, karena kuantitas dan kualitas literatur perpustakaan ikut mempengaruhi eksitensi perpustakaan dalam pengembangkan ilmu pengetahuan.1 Perpustakaan yang bagus itu adalah perpustakaan yang mampu menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh pemustaka dan dapat membantu meluluskan pemustaka-pemustaka yang cerdas dan kreatif. Evaluasi sebagai elemen penting dalam proses pengembangan koleksi memiliki beragam tujuan, seperti mencari landasan untuk pendanaan investasi koleksi perpustakaan dan untuk mengukur pengaruh dari apa yang diteliti, menilai tingkat terlaksananya rencana yang dirancang, dan juga mengetahui apakah tujuan perpustakaan yang telah ditentukan telah tercapai.2 Berdasarkan "The ALA’s Guide to the Evaluation of Library Collection" seperti yang dikutip oleh Evans, metode evaluasi koleksi dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu evaluasi yang berorientasi pada koleksi (collection-centered) dan evaluasi yang berorientasi pada pemanfaatan koleksi (use-centered). Metode evaluasi yang berorientasi pada pemanfaatan koleksi salah satunya ialah metode analisis sitiran (citation analysis).3 Evaluasi memiliki 2 cara yaitu dengan melihat pemanfaatan koleksi dan ketersediaan koleksi. Analisis sitiran dapat dijadikan alat evaluasi dengan dasar bahwa artikel yang disitir dalam karya ilmiah yang dihasilkan oleh komunitas yang dilayani perpustakaan, menandakan bahwa suatu jurnal dimanfaatkan. Analisis sitiran adalah cara perhitungan atas karya tulis yang disitir oleh pengarang karya itu yang digunakan untuk persiapan penulisan karya tulis mereka.4 Sitiran yaitu penghitungan terhadap karya ilmiah yang disitir oleh para pengarang yang digunakan untuk mempersiapkan karya tulisnya atau paling tidak yang mempunyai andil dalam penyusunan karya tulis tersebut. Lebih lanjut disebutkan bahwa sitiran dapat dilakukan dengan mengamati data bibliografis literatur dari satu atau sejumlah terbitan tertentu. Selanjutnya data tersebut dicatat dan dianalisis untuk mengetahui karakteristik dari literatur yang digunakan berdasarkan subjek, bahasa, bentuk, serta usia dokumen yang disitir. Skripsi adalah karya tulis yang dibuat untuk menyelesaikan studi tingkat sarjana strara satu (S-1). Penulisan skripsi sangat dianjurkan untuk menggunakan sumber informasi atau literatur yang relevan seperti buku, laporan penelitian, dan jurnal ilmiah. Sumber informasi tersebut sebagian besar dapat diperoleh melalui perpustakaan. Perpustakaan diharapkan dapat menyediakan literatur pendukung dalam penulisan skripsi. Ketersediaan koleksi adalah adanya sejumlah koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan dan cukup memadai jumlah koleksinya dan koleksi tersebut disediakan agar dapat dimanfaatkan oleh pengguna perpustakaan tersebut.5 Ketika perpustakaan tidak mampu menyediakan koleksi yang digunakan oleh pemustaka dalam melakukan penelitian, maka fungsi perpustakaan belumlah sempurna dan akan sulit meluluskan seorang sarjana yang profesional dan berkualitas tinggi. Karena sebuah instansi sangat berpengaruh terhadap kemampuan dan kualitas seseorang. Ketika sebuah koleksi atau informasi tidak tersedia di perpustakaan, padahal literatur tersebut sangat dibutuhkan, maka pihak perpustakaan harus melakukan pengembangan koleksi dengan baik. Perpustakaan FKIP Unsyiah Banda Aceh adalah salah satu unit penunjang dalam mencapai tujuan pendidikan di sebuah universitas, salah satunya Prodi Kimia. Skripsi yang ditulis oleh mahasiswa pada prodi ini sangat banyak, akan tetapi penulis hanya mengambil skripsi Prodi Kimia yang ditulis oleh mahasiswa angkatan 2009 yang berjumlah 41 judul skripsi. Berdasarkan yang terjadi di lapangan penulis menemui bahwa adanya sejumlah eksemplar buku yang ketersediaannya banyak namun tidak dimanfaatkan oleh para pengguna pustaka, namun ada juga koleksi yang jumlah eksemplarnya sedikit bahkan tidak tersedia tapi banyak mendapatkan permintaan dari pengguna pustaka. Penulis mendapatkan informasi ini dari hasil wawancara tidak terstruktur dengan 2 orang mahasiswa FKIP yang datang ke perpustakaan tersebut. Perencanaan dan penentuan koleksi atau bahan pustaka yang akan disediakan untuk pemustaka harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan pemustaka. Berdasarkan hal itu penulis melihat adanya kesenjangan antara ketersediaan buku di perpustakaan dengan kebutuhan para pemustaka. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah "Jenis literatur apa saja dan siapa pengarang yang paling sering dijadikan sitiran mahasiswa Prodi Kimia angkatan 2009 FKIP Unsyiah dalam penulisan skripsi; berapakah tingkat keusangan literatur yang disitir dalam penulisan skripsi mahasiswa Prodi Kimia angkatan 2009 FKIP Unsyiah; dan apakah literatur yang disitir mahasiswa Prodi Kimia angkatan 2009 FKIP Unsyiah dalam penulisan skripsi tersedia di Perpustakaan FKIP Unsyiah Banda Aceh?
Result & Discussion
Setelah penulis melakukan pengumpulan data, penulis mengambil data untuk diolah ke dalam bentuk yang lebih sederhana. Semua judul skripsi yang berjumlah empat puluh satu dimasukkan kedalam tabel. Kemudian penulis menghitung berapa jumlah referensi yang disitir dalam masing-masing judul skripsi dan memilah jenis literatur yang digunakan dengan klasifikasi buku, skripsi, internet dan bahan lain. Jumlah sitiran dari keseluruhan skripsi adalah sembilan ratus sembilan puluh enam (996) sitiran. Tabel: Daftar literatur yang disitir No Jenis Literatur Jumlah Sitiran % Sitiran 1 Buku 592 59,44% 2 Skripsi 83 8,33% 3 Internet 39 3,92% 4 Bahan lain 282 28,31% Total 100% Data tersebut menunjukkan bahwa jenis literatur yang paling sering disitir dalam penulisan skripsi mahasiswa Prodi Kimia angkatan 2009 adalah jenis cetak yaitu buku sebanyak 592 sitiran atau 59,44%, selanjutnya bahan lain sebanyak 282 atau 28,31%, skripsi 83 atau 8,33%, sedangkan yang paling sedikit disitir adalah yang bersumber dari internet sebanyak 39 atau 3,92%. 1. Buku dan pengarang yang banyak disitir Judul buku yang paling sering disitir adalah: "Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek" yang ditulis oleh Suharsimi Arikunto diterbitkan tahun 2010 di Jakarta oleh Renika Cipta, sitiran terhadap buku ini sebanyak 33 kali. Jika dilihat dari judul dan isi buku tersebut, subjek buku ini bukan koleksi buku kimia melainkan buku teori penelitian dan tersedia di Perpustakaan FKIP Unsyiah Banda Aceh. Koleksi buku kimia dengan judul buku: "Kimia Dasar Konsep-konsep Inti" ditulis oleh Chang R disitir sebanyak 19 kali dan tersedia juga di Perpustakaan FKIP Unsyiah Banda Aceh. Ketersediaan literatur buku yang disitir oleh mahasiswa Prodi Kimia angkatan 2009 FKIP Unsyiah Banda Aceh dari dua ratus tujuh (207) judul buku yaitu tujuh puluh dua (72) judul buku atau 34,78% dan literatur yang tidak tersedia atau yang diakses di luar Perpustakaan FKIP Unsyiah Banda Aceh sebanyak seratus tiga puluh lima (135) judul buku atau 65,22%. Dengan demikian, literatur yang disitir oleh mahasiswa Prodi Kimia angkatan 2009 lebih banyak tidak tersedia di perpustakaan FKIP Unsyiah Banda Aceh berbanding yang tersedia di perpustakaan FKIP Unsyiah Banda Aceh sebagai rujukan dalam penulisan skripsi mahasiswa Prodi Kimia angkatan 2009. 2. Sitiran skripsi Jumlah judul skripsi yang digunakan oleh mahasiswa mencapai tujuh puluh sembilan (79) skripsi dari delapan puluh tiga (83) kali sitiran. 3. Sitiran internet Mahasiswa Prodi Kimia angkatan 2009 FKIP Unsyiah dalam menyusun skripsi mereka juga menggunakan referensi online. Jumlah alamat web yang dirujuk adalah tiga puluh enam (36) alamat dengan tiga puluh sembilan (39) kali sitiran. 4. Tingkat Keusangan Literatur (Paro Hidup) Obsolescence atau literature aging atau keusangan literatur adalah penurunan dalam menggunakan suatu literatur atau kelompok literatur (pada suatu topik tertentu) pada suatu periode waktu karena literatur-literatur tersebut menjadi lebih tua. Jika suatu literatur jarang atau bahkan tidak pernah lagi disitir maka literatur tersebut dikatakan telah usang.20 Untuk menghitung tingkat keusangan atau paro hidup yaitu mengurutkan semua tahun terbitan referensi yang digunakan dalam penulisan skripsi oleh mahasiswa Prodi Kimia angkatan 2009 FKIP Unsyiah Banda Aceh yaitu dari 41 skripsi yang dijadikan populasi dalam penelitian ini. Penulis mengelompokkan tahun terbitan dokumen dengan interval 10 dari tahun tertua sampai tahun termuda atau terbaru. Kemudian dicari median yang membagi daftar referensi yang sudah terurut tersebut atau mencari persentase kumulatif 50%. Modus dari tahun terbitan yaitu 376 yang terletak pada tahun 2006-2015 yang jumlah sitiran 639. Persentase kumulatif yang dicapai sama atau lebih dari 50% adalah 0,58%, 2,52%, 3,67%, 19,95% dan 73,28%. Dengan kata lain nilai 50% berada di interval tahun 2006 sampai dengan 2015. Rumus mencari paro hidup: Paro hidup= (n/2) x (i/fmd) Dimana: n/2 = setengah n I = interval = 10 fmd= frekuensi yang mengandung median Jadi, Ph = (872/2)x 10/639 = 436 x 10/639 = 436 x 0,015649 = 6,823 = 7 tahun Dari hasil tersebut terlihat bahwa separo (50%) literature disitir berusia 7 tahun yang tertua dan selebihnya berusia muda. Ini artinya mahasiswa Prodi Kimia angkatan 2009 FKIP Unsyiah dalam menyitir atau mengutip dokumen dapat dikategorikan terbaru atau update yaitu tahun 2006 ke atas (dengan 10 tahun 32%). Dari total 996 sitiran, rincian urutan terbitan dokumen dari tahun tertua usia terbit tahun 1936, sedangkan termuda usia terbit tahun 2013. Paro hidup menunjukkan kecepatan pertumbuhan literatur, dengan sendirinya menunjukkan pula kecepatan pertumbuhan ilmu. Sehingga semakin muda usia paro hidup suatu bidang ilmu, semakin cepat perkembangan ilmu tersebut. Literatur yang digunakan uptodate itu menunjukkan bahwa karya ilmiah atau informasi yang didapatkan masih sangat baru dan sangat penting. Dari sisi lain penulis juga melihat bahwa usia lieratur yang bersumber dari buku tidak selamanya menunjukkan kebaruan informasi dari sumber literatur tersebut, karena literatur yang bersumber dari buku kebaruannya bisa saja karena cetak ulang, jadi bukan karena kebaruan informasi seperti yang terjadi pada jurnal. Buku-buku best seller biasanya sering mengalami cetak ulang sedangkan kebaruan informasi hampir tidak terjadi pada literatur berupa buku. Kalaupun ada perubahan edisi biasanya disebabkan adanya revisi atau penambahan isi. 5. Kesesuaian sitiran dengan ketersediaan koleksi Presentase ketersediaan literatur yang disitir oleh mahasiswa Prodi Kimia angkatan 2009 dalam penyusunan skripsi mereka. Literatur buku yang tersedia sebanyak 72 judul buku atau 11,86% dan tidak tersedia sebanyak 135 judul buku atau 22,24%, skripsi tersedia sebanyak 18 judul skripsi atau 2,97% dan tidak tersedia sebanyak 61 judul skripsi atau 10,04%, internet tidak tersedia sama sekali sebanyak 39 alamat atau 6,43%, dan bahan lain (jurnal, artikel) tersedia sebanyak 69 judul atau 11,37% dan tidak tersedia sebanyak 213 judul atau 35,09%. Persentase kesesuaian antara literatur yang disitir oleh penulis masih sangat kecil dengan literatur yang tersedia di perpustakaan yaitu hanya 26,2% yang berjumlah seratus lima puluh sembilan (159) judul, sedangkan persentase literatur tidak tersedia sangat banyak yaitu 73,8% yang berjumlah empat ratus empat puluh delapan (448) judul. Jadi, literatur atau koleksi yang disitir yang tersedia di perpustakaan FKIP Unsyiah Banda Aceh sangatlah sedikit sekali dan termasuk kategori tidak baik (20% - 39%). Pengadaan koleksi di Perpustakaan FKIP Unsyiah belum yang lebih spesifik dengan jurusan yang ada di FKIP Unsyiah Banda Aceh. Perpustakaan sebuah instansi yang sangat berpengaruh terhadap kemampuan dan kualitas seseorang. Ketika sebuah koleksi atau informasi tidak tersedia di perpustakaan, padahal literatur tersebut sangat dibutuhkan, maka pihak perpustakaan harus melakukan pengembangan koleksi dengan baik dan membantu pemustaka dalam menelusuri informasi.
Conclusion
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan pada penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Literatur yang disitir oleh mahasiswa Prodi Kimia angkatan 2009 FKIP Unsyiah Banda Aceh dalam penyusunan skripsi terdiri dari buku, skripsi, internet dan bahan lain yang jumlah sitiran dari empat puluh satu (41) skripsi yang diteliti adalah 966 sitiran. Jenis literatur yang paling banyak disitir yaitu jenis cetak atau buku sebanyak 592 sitiran atau 59,44%, selanjutnya bahan lain sebanyak 282 atau 28,31%, skripsi 83 atau 8,33%, sedangkan yang paling sedikit disitir adalah internet sebanyak 39 atau 3,92%. 2. Buku yang sering disitir oleh mahasiswa Prodi Kimia angkatan 2009 FKIP Unsyiah Banda Aceh dalam penyusunan skripsi bukan merupakan buku bidang kimia melainkan buku penelitian yang berjudul: Prosedur suatu Pendekatan Praktek yang dikarang oleh Suharsimi Arikunto sebanyak 33 kali sitiran. Buku bidang kimia yang disitir berjudul: Kimia Dasar Konsep-konsep Inti karangan Chang. R hanya disitir 9 kali sitiran. 3. Tingkat keusangan literatur yang disitir yaitu 7 tahun dan tahun terbit paling banyak disitir yaitu tahun 2009 (12,37%). 4. Ketersediaan literatur yang disitir di Perpustakaan FKIP Unsyiah hanya 26,2% dengan jumlah literatur yang disitir seratus lima puluh sembilan (159) judul, sedangkan literature tidak tersedia sangat banyak yaitu 73,8% dengan literature jumlah empat ratus empat puluh delapan (448) judul. Jadi, literatur yang tersedia sangatlah sedikit sekali dan termasuk kategori tidak baik (20%-39%).