Pengaruh Media Sosial Instagram Awkarin Terhadap Perilaku Anak Remaja
Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran
Abstrak
Media sosial memiliki pengaruh besar dalam kehidupan, terutama pada anak remaja. Dalam penelitian ini, peneliti menyelidiki pengaruh media sosial Instagram Awkarin terhadap perilaku anak remaja. Awkarin merupakan salah satu influence Instagram yang popular di kalangan anak remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis analisis deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh media sosial Instagram awkarin terhadap perilaku anak remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial Instagram Awkarin membawa pengaruh positif dan negatif terhadap perilaku anak remaja. Awkarin memiliki pengar uh positif dengan memberikan inspirasi dan berbagai tips-tips bermanfaat bagi para remaja, bahkan Karin dapat memberikan informasi dan hiburan yang menyenangkan bagi anak remaja. Namun, Awkarin juga memiliki pengaruh negatif yaitu memperlihatkan gaya hidup yang hedonism, gaya berpasangan yang berlebihan, menimbukan masalah seperti cyberbullying yang dapat mempengaruhi mental dan emosi anak remaja, bahkan semua hal yang dilakukannya dapat dilihat oleh seluruh pengikutnya dari semua kalangan usia tanpa ada ke tentuan batas usia. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pengaruh media sosial Instagram Awkarin terhadap perilaku anak remaja sangat kompleks dan memerlukan tindakan lebih lanjut untuk mengatasi masalah-masalah yang ada .
Abstract
Social media makes a big difference in life, especially in adolescents. In the study, researchers studied how the awkarin's social journal affected teenage behavior. Awkarin is one of the most popular in teen lnstagram. The study used a qualitative approach with a type of descriptive analysis aimed at recognizing how awkarin's social media affected youth behavior. Studies indicate that awkarin's social media has had a positive and negative impact on teen behavior. Awkarin has a positive influence on inspiration and tips that are helpful to the youth, even though she can provide fun information and entertainment for the youth. But awkarin also had negative influences when it came to displaying hedonism, excessive patirism, and cyberbullying that can affect a teenager's mental and emotional state, and even all that is done can be seen by his followers of all ages indefinitely. The conclusion of the study is that awkarin's social instagram influence on teen behavior is very complicated and requires further action to address problems that arise.
Keywords:
media sosial
· instagram
· Awkarin
· anak remaja
Introduction
Perkembangan teknologi yang begitu pesat membawa banyak perubahan pada sarana komunikasi antar manusia. Perubahan sarana komunikasi yang akan dirasakan oleh masyarakat dapat berupa dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif yang dirasakan oleh Masyarakat yaitu mudahnya akses berkomunikasi antar manusia tanpa terhalang jarak dan waktu, sedangkan dampak negatif yang dirasakan masyarakat, yaitu masyarakat kini menjadi ketergantungan akan penggunaan smartphone di kehidupan sehari-harinya. Adanya fenomena ini dapat disimpulkan bahwa kini masyarakat modern sangatlah bergantung pada teknologi. Perkembangan yang begitu pesat pada sarana komunikasi menjadi sebuah dorongan bagi penemu untuk menemukan penemuan lain pada bidang komunikasi. Salah satu sarana komunikasi masa kini yang sering digunakan yaitu media sosial. Media sosial merupakan sarana komunikasi online yang didukung oleh koneksi internet. Media sosial merupakan media online berbasis web yang dapat mengubah komunikasi menjadi dialog interaktif yang memungkinkan penggunanya dapat berbagi isi atau saling terlibat dalam jaringan sosial. Media sosial yang paling sering digunakan dan paling popular dikalangan masyarakat terutama dikalangan anak remaja diantaranya: Twitter, Facebook, dan Instagram. Hal ini sesuai dengan pernyataan menurut Tan (Cahyono, 2016), sumber media yaitu jenis media, isi media, penggunaan media, dan konteks sosial dari penggunaan terhadap media. Dikawasan Asia, terutama di Indonesia, jumlah pengguna media sosial sangatlah tinggi. Berdasarkan hasil riset Wearesosial Hootsuite yang diliris Januari 2019, tercatat bahwa pengguna media sosial di Indonesia mencapai 150 juta atau sebesar 56% dari total populasi. Jumlah tersebut naik 20% dari survey sebelumnya. Sementara pengguna media sosial mobile (Gadget) mencapai 130 juta atau sekitar 48% dari populasi (Ikawati, 2018). Hadirnya media sosial tentunya membawa dampak positif dan dampak negatif, dampak positif yang dapat dirasakan yaitu kemudahan dalam berkomunikasi antar manusia tanpa terhalang jarak, jumlah orang, dan waktu, bahkan pendidikan masa kini banyak menggunakan media sosial seperti halnya melalui Channel YouTube. Dampak positif lain yang dapat dirasakan yaitu media sosial dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan dengan cara mempromosikan barang dagangan di media sosial atau melakukan bisnis online. Dampak positif dapat dirasakan bila masyarakat menggunakan media sosial dengan bijak. Sedangkan dampak negatif media sosial yang dapat dirasakan oleh masyarakat yaitu banyaknya kasus perundungan atau bullying yang sering terjadi dikalangan anak remaja, selain itu perilaku sehari-hari anak remaja juga dapat ditentukan dengan apa yang paling sering mereka konsumsi di media sosial. Lebih parahnya lagi anak remaja akan mengikuti gaya bicara dan berpenampilan seseorang yang sering mereka tonton. Hal ini tentunya berpengaruh negatif terhadap perilaku anak remaja, maka dari itu diperlukan sebuah referensi bacaan, edukasi dan filter media sosial agar para anak remaja dapat memahaminya terlebih dahulu sebelum menggunakan media sosial. Selain itu anak remaja dapat memilih dan memilah tontonan yang sesuai dengan umurnya, sehingga apa yang mereka konsumsi di media sosial dapat menjadi sebuah motivasi baik dan bermanfaat bagi kehidupan sehari-harinya. Salah satu media sosial yang paling sering digunakan oleh anak remaja yaitu media sosial Instagram. Instagram kini berhasil menjadi salah satu media sosial yang paling banyak digunakan, karena Instagram merupakan sebuah platform pengunggah foto dan video yang mendukung anak remaja menjadi narsis, apalagi dengan tersedianya filter kamera pada Instagram menambah kenarsisan para remaja untuk mendokumentasikan kegiatan sehari-harinya yang kemudian diunggahnya dokumentasi tersebut kedalam media sosial Instagram. Untuk menjalankan media sosial Instagram ini memerlukan sebuah koneksi internet, dimana internet adalah singkatan dari interconnected networking yang berarti hubungan antara komputer dengan berbagai macam sistem jaringan yang mencakup jaringan seluruh dunia (jaringan komputer global) yang melalui jalur telekomunikasi seperti telepon, radio link, satelit dan lainnya (Gani, 2018). B. TINJAUAN PUSTAKA Pengaruh Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menjelaskan bahwa dampak merupakan benturan atau pengaruh yang membawa perilaku positif maupun negatif. Sedangkan pengaruh merupakan energy yang berasal dari orang atau benda yang dapat membuat sebuah watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang. Pengaruh merupakan suatu keadaan dimana terdapat hubungan timbal balik atau sebab akibat antara apa yang akan mempengaruhi dengan apa yang akan dipengaruhi. Dampak dibagi menjadi dua. Pertama, dampak positif merupakan sebuah keinginan untuk membujuk, meyakinkan, mempengaruhi atau memberi kesan kepada orang dengan tujuan untuk mendukung keinginannya yang baik. Kedua, dampak negatif merupakan sebuah keinginan untuk membujuk, meyakinkan, mempengaruhi atau memberi kesan kepada orang dengan tujuan untuk mendukung keinginannya yang buruk atau tidak baik. Pengaruh ini merupakan perbedaan antara apa yang sedang dipikirkan, dirasakan, dan dilakukan oleh seseorang sebelum dan sesudah orang itu menerima pesan. Pengaruh bisa terjadi pada pengetahuan, sikap, dan tingkah laku seseorang. Oleh karena itu pengaruh juga diartikan sebagai perubahan atau penguatan keyakinan pada pengetahuan, sikap dan tindakan seseorang sebagai akibat penerima pesan (Marpaung, 2018). Media Sosial Media sosial merupakan jaringan internet yang memungkinkan penggunanya untuk merepresentasikan dirinya agar dapat berinteraksi, bekerjasama, berbagi, berkomunikasi dengan pengguna lain dan membentuk kelompok sosial secara virtual. Dalam buku berjudul media sosial terdapat enam kategori besar media sosial. Pertama, social networking, merupakan sarana komunikasi yang digunakan untuk berinteraksi di dunia virtual. Contoh jaringan sosial yaitu Facebook dan Instagram. Kedua, blog, merupakan media sosial yang memfasilitasi pengguna untuk mengunggah kegiatan sehari-hari, memberikan komentar dan berbagi dengan pengguna lain, seperti berbagi tautan web, informasi, dan sebagainya. Ketiga, microblogging, merupakan media sosial yang memfasilitasi pengguna untuk menulis dan mengungah kegiatan serta pendapatnya. Secara historis, kehadiran jenis media sosial ini merujuk pada munculnya Twitter yang hanya menyediakan ruang tertentu yaitu maksimal 140 karakter. Keempat, media sharing, merupakan media sosial yang memungkinkan penggunanya untuk berbagi dan menyimpan media, seperti dokumen, video, audio, dan gambar secara online. Contohnya yaitu YouTube, Flickr, Photobucket atau Snapfish. Kelima, social bookmarking, merupakan media sosial yang bekerja untuk mengorganisasi, menyimpan, mengelola, dan juga mencari suatu informasi atau berita secara online. Contohnya LintasMe. Keenam, wiki, merupakan sebuah situs dimana kontennya merupakan hasil dari kolaborasi para pengguna. Setiap pengguna web dapat mengubah atau menyunting sebuah konton yang sudah dipublikasi (Puspitarini & Nuraeni, 2019) Instagram Instagram merupakan sebuah aplikasi yang diciptakan oleh Kevin Systrom dan Mike Krieger, yang diluncurkan pada bulan Oktober 2010. Dua sarjana lulusan Stanford University di Amerika Serikat ini pada awalnya membuat Instagram masih berupa aplikasi yang tersedia di smartphone, yang juga merupakan salah satu media sosial yang fungsinya hampir sama dengan Twitter, namun perbedaannya terletak pada pengambilan foto atau tempat berbagi informasi untuk penggunanya. Instagram dapat memberikan informasi bagi pengguna nya untuk mengembangkan kreativitas, karena Instagram memiliki fitur yang dapat membuat foto menjadi lebih indah dan artistik. Instagram kini telah mendapatkan popularitas yang sangat tinggi dalam waktu cepat, yaitu lebih dari 100 juta pengguna terdaftar dan 90 juta pengguna aktif bulanan per Januari 2023. Hal ini menandakan bahwa Instagram hanya memerlukan kurang lebih 3 Tahun untuk membuat jumlah pengguna Instagram mencapai ratusan juta. (Rini, 2018). Anak Remaja Remaja berasal dari kata latin adolensence yang memiliki arti tumbuh atau dewasa. Adolensence memiliki arti yang lebih luas yaitu cakupannya mengenai kematangan mental, emosional sosial, serta fisik. Usia remaja memiliki batasan yaitu antara 12 tahun hingga 21 tahun. Rentang usia remaja ini dibedakan menjadi 3 yaitu, usia remaja awal dimulai dari 12 - 15 tahun, usia remaja pertengahan dimulai dari 15 - 18 tahun, sedangkan usia remaja akhir dimulai dari 18 - 21 tahun. Masa remaja merupakan peralihan masa anak ke masa dewasa yang tentunya akan mengalami perubahan-perubahan. Ciri-ciri perubahan pada anak remaja diantaranya, pertama, perubahan fisik terjadi sangat cepat dibandingkan ketika berusia anak-anak dan berusia dewasa. Kedua, perkembangan seksual, perubahan ini akan menimbulkan masalah seperti terjadinya perkelahian hingga mengakhiri hidup seperti bunuh diri. Ketiga, cara berfikir anak remaja juga akan berubah menjadi causative yang menimbulkan hubungan sebab dan akibat, sebagai contoh seorang remaja sedang duduk didepan pintu, lalu orang tua melarangnya sambil berkata “pantang”. Jika yang dilarang itu anak kecil, pastinya ia akan menuruti perintah orang tuanya, tetapi jika yang dilarang itu seorang anak remaja maka ia akan mempertanyakan mengapa ia tidak boleh duduk didepan pintu. Keempat, perubahan emosi yang tidak stabil karena erat hubungannya dengan keadaan hormon, sebagai contoh ada seorang anak remaja akan mengalami perubahan emosi secara mendadak seperti kadang akan merasa sedih dan bisa juga merasa marah sekali. Kelima, mulai tertarik pada lawan jenis, serta terikat dengan sebuah kelompok (Putri et al., 2016).
Method
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis analisis deskriptif. Hal ini bertujuan agar peneliti dapat mengetahuai pengaruh media sosial awkarin terhadap perilaku anak remaja. Metode ini berusaha untuk mendeskripsikan fenomena manjadi penjelasan naratif yang dituangkan dalam sebuah penulisan ilmiah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari dan mengetahui suatu objek penelitian secara mendalam dan membangun pemahaman atas permasalahan yang diteliti. Adapun mengenai penggunaan pendekatan analisis tematik sendiri dikatakan tepat untuk digunakan salam suatu penelitian kualitatif yang memiliki tujuan untuk mencari suatu makna serta konsep yang terkandung dalam data penelitian (Darmalaksana, 2020) Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini merupakan studi pustaka dengan mengambil penelitian-penelitian serupa untuk dijadikan referensi serta merupakan analisis bibliometrik menggunakan bantuan database Google Scholar dengan rentang waktu 5 tahun yaitu 2018 - 2023.
Result & Discussion
Media sosial berperan penting dalam kehidupan masyarakat saat ini, terutama pada anak remaja. Anak remaja akan mudah terpengaruh dengan apa yang sering mereka lihat dan dengar melalui media sosial. Dalam hal ini, media sosial Instagram menjadi salah satu media sosial yang paling sering digunakan oleh anak remaja. Instagram merupakan sebuah media sosial yang memungkinkan penggunanya untuk memposting foto dan video, menambahkan caption, tag, dan filter. Pengguna juga dapat mengikuti akun lain dan membuat postingan mereka menjadi terlihat oleh orang lain melalui fitur “Explore”. Instagram juga menyediakan fitur untuk melakukan direc messaging dan menambahkan story. Media sosial ini sangat popular diseluruh dunia dan menjadi salah satu platform media sosial yang paling banyak digunakan saat ini. Instagram memiliki sebutan tersendiri untuk para artisnya yaitu selebgram. Selebgram berasal dari kalangan orang yang memiliki followers banyak, bahkan selebgram ini sering juga disebut sebagai Influencer. Influencer adalah sebutan bagi seseorang yang memiliki pengaruh besar dan mempengaruhi oranglain melalui media sosial. Mereka sering memposting konten seperti foto dan video di akun media sosial mereka untuk memperlihatkannya pada followers mereka yang cukup banyak. Influencer dapat mempengaruhi minat dan keputusan belanja, gaya hidup, dan pandangan masyarakat terhadap berbagai hal. Banyak pembisnis yang sering bekerjasama dengan influencer untuk mempromosikan produk atau layanan mereka ke para followers. Namun, penting untuk diingat bahwa pengaruh influencer tidak selalu positif dan bisa mempengaruhi perilaku sosial dan moral, tergantung pada konten apa yang diposting oleh influencer tersebut. Salah satu selebgram atau influencer yang sangat popular dikalangan anak remaja adalah Awkarin. Awkarin merupakan nama panggung seorang perempuan bernama Karin Novilda Sulaiman, perempuan kelahiran 29 November 1997 ini dikenal oleh kalangan remaja pada media sosial Instagram dan YouTube. Berdasarkan beredarnya berita yang dikutip dari Wikipedia, keviralan Awkarin bermula saat pengumuman kelulusan jenjang SMP yang pada saat itu Karin bersekolah di SMP Negeri 1 Tanjungpinang, Karin meraih nilai Ujian Nasional dengan rata-rata 9,5 di setiap mata pelajaran dengan total keseluruhan nilainya mencapai 37,9, bahkan Karin sampai diwawancarai oleh salah satu wartawan dari acara televisi Detak T PI yang ditayangkan di TPI. Keviralan Karin atau lebih dikenal dengan sebutan Awkarin tidak hanya sampai situ, ia kembali viral pada media sosial Instagram karena gaya berpacaran dengan kekasihnya (Gaga Muhammad) dinilai masyarakat sangat dewasa dan vulgar. Banyak yang menyebutkan bahwa gaya berpacaran Awkarin dan Gaga ini adalah Couple Goals yang membuat iri para remaja dan ingin mengikuti gaya berpacarannya. Padahal hal ini sangatlah tidak baik dicontoh oleh kalangan anak remaja. Karena viralnya gaya berpacaran Awkarin membuat dirinya semakin dikenal oleh banyak orang. Bahkan kini Awkarin telah memiliki 7,3 Juta followers di media sosial Instagramnya. Oleh karena itu penting untuk mengkaji pengaruh media sosial Instagram Awkarin terhadap perilaku anak remaja. Hal ini dikarenakan adanya kebutuhan integras sosial adalah penguatan kredibilitas stabilitas, dan status individu (Katz, Guravitch, & Haas dalam Aeni, Indah & Syam, 2021). Hadirnya Awkarin dalam media sosial Instagram ini membawa pengaruh positif dan pengaruh negatif terhadap perilaku anak remaja, dimana terkadang Awkarin dapat memberikan inspirasi dan berbagai tips-tips bermanfaat bagi para remaja, bahkan Karin dapat memberikan informasi dan hiburan yang menyenangkan. Anak remaja dapat dengan mudah menemukan informasi dan hiburan yang sesuai dengan minat mereka melalui media sosial Awkarin. Dengan ini Karin dapat membantu anak remaja untuk membangun minat dan bakat mereka, serta membantu mereka untuk menemukan informasi yang bermanfaat. Namun, Awkarin juga membawa pengaruh negatif terhadap perilaku anak remaja. Pengaruh negatif yang dibawanya yaitu Karin dapat memperlihatkan gaya hidup yang hedonism, gaya berpasangan yang berlebihan, menimbukan masalah seperti cyberbullying yang dapat mempengaruhi mental dan emosi anak remaja, bahkan semua hal yang dilakukannya dapat dilihat oleh seluruh pengikutnya dari semua kalangan usia tanpa ada ketentuan batas usia. Selain itu dampak negatif yang dirasakan oleh anak remaja masa kini yaitu, anak remaja menjadi kecanduan media sosial yang dapat mempengaruhi perilaku mereka dan kualitas hidup mereka. Anak remaja dapat menghabiskan banyak waktu untuk mengakses media sosial di gadgetnya dan mengurangi interaksi dengan oranglain seperti keluarga dan teman-temannya.
Conclusion
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengaruh media sosial Awkarin terhadap perilaku anak remaja sangat komplek dan memerlukan tindakan lebih lanjut untuk mengatasi masalah-masalah yang ada. Orang tua dan pemerintah harus bekerjasama untuk memberikan edukasi dan membantu anak remaja untuk mengatasi masalah-masalah yang terkait dengan media sosial. Kita harus memastikan bahwa anak remaja dapat menggunakan media sosial secara bijaksana dan memanfaatkan manfaat positifnya, sambil mengatasi pengaruh negatifnya. Adapun saran yang diberikan, pertama, edukasi, orang tua dan pemerintah harus memberikan edukasi tentang penggunaan media sosial secara bijak sana kepada anak remaja. Kedua, batas waktu, anak remaja harus diberikan batasan waktu yang wajar untuk menggunakan media sosial, sehingga mereka dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitar dan membangun hubungan yang baik dengan orang lain. Ketiga, monitoring, orang tua harus memantau aktivitas media sosial akan remaja dan membantu mereka untuk mengatasi masalah-masalah yang terkait dengan media sosial. Keempat, mendukung minat dan bakat, orang tua harus membantu anak remaja untuk memanfaatkan manfaat positif dari media sosial, seperti membangun minat dan bakat mereka.