Kembali
16
1
2021 Nusantara Journal of Information and Library Studies (N-JILS) Vol 4 · 2 ISSN 2654-6469

Upaya Eksistensi Pojok Baca Masyarakat Melalui Program KKN Sabahu Cerdas Desa Tarumajaya

Universitas Islam Nusantara; Universitas Islam Nusantara; Universitas Islam Nusantara

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai kegiatan yang termasuk dalam Program KKN Sebahu Cerdas dalam mewujudkan eksistensi Pojok Baca Desa Tarumajaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah tiga orang yang terdiri dari pengelola dan pengunjung Pojok Baca Desa Tarumajaya. Teknik analisis data yang di gunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program KKN Sebahu Cerdas mampu mewujudkan eksistensi dari Pojok Baca Desa Tarumajaya. Adapun kegiatan dalam Program KKN Sebahu Cerdas, yaitu pemasangan petunjuk arah, pengelolaan koleksi, pemasangan alas duduk dan inovasi layanan pada pojok baca. Berbagai kegiatan ini mampu menarik minat kunjung masyarakat terutama anak - anak untuk memanfaatkan berbagai layanan dan kolek si yang ada

Abstract

This study aims to describe the various activities included in the Smart Sebahu KKN Program in realizing the existence of the Reading Corner in Tarumajaya Village. The method used in this research is descriptive with a qualitative approach. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. Informants in this study found three people consisting of managers and visitors to the Reading Corner of Tarumajaya Village. Data analysis techniques used are data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results showed that the Smart Sebahu KKN Program was able to realize the existence of the Reading Corner in Tarumajaya Village. The activities in the Smart Sebahu KKN Program, namely the installation of directions, group management, installation of seat mats and service innovations in the reading corner. These various activities are able to attract t he public, especially children, to take advantage of the various services and collections available.
Keywords: taman bacaan masyarakat · program sebahu cerdas · Desa Tarumajaya

Introduction

Keberadaan Taman Bacaan Masyarakat sangat penting. Hal ini dikarenakan melalui taman bacaan masyarakat dapat mengakses berbagai informasi yang dibutuhkan. Hal ini juga sesuai dengan pengertian taman bacaan menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (201 4), yang menyatakan bahwa Taman Bacaan Masyarakat adalah sebuah tempat atau wadah yang didirikan dan dikelola baik oleh masyarakat maupun pemerintah dalam rangka penyediaan akses layanan bahan bacaan bagi masyarakat sekitar sebagai salah satu sarana utama dalam perwujudan konsep pembelajaran sepanjang hayat untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat. Berdasarkan pengertian ini diketahui bahwa keberadaan Taman Bacaan Masyarakat ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tempat dalam proses pem belajaran non formal. Namun, tak memungkiri keberadaan Taman Bacaan Masyarakat ini kurang disadari oleh masyarakat. Layanan yang tersedia pada Taman Bacaan Masyarakat menjadi tidak termanfaatkan sebagaimana mestinya. Padahal saat ini keberadaan Taman Bacaa n Masyarakat tidak hanya sekedar ada tetapi juga harus mampu menghadirkan kegiatan - kegiatan yang mempu mengembangkan masyarakat penggunanya (Sari & Rohmiyati, 2019) . Hal ini juga yang awalnya terjadi di Taman Bacaan Masyarakat di Desa Tarumajaya Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat yang kemudian disebut dengan Pojok Baca Desa Tarumajaya. Keberadaan pojok baca ini kurang disadari oleh masyarakat. Padahal pojok baca ini merupakan program desa, sehingga koleksi yang ada juga berasal dari p erpustakaan desa, hibah perpustakaan daerah dan para donatur. Seharusnya kehadiran pojok baca ini mampu memberikan penyelesaian masalah yang dihadapi masyarakat. Terutama masyarakat yang memiliki anak usia sekolah dasar dan memiliki keterbatasan secara eko nomi. Pojok Baca seharusya bisa berperan sebagai penyedia jasa pelayanan membaca dengan cara menyediakan bahan bacaan dan pendampingan belajar membaca bagi anak - anak usia dini dari keluarga yang kurang mampu. Apabila pojok baca mampu melakukan perannya den gan baik maka eksistensi pojok baca di masyarakat akan tercipta. Dalam upaya mewujudkan eksistensi pojok baca, pengurus Pojok Baca Desa Tarumajaya bekerjasama dengan Mahasiswa KKN Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Komunikasi dengan membuat Prog ram KKN Sebahu Cerdas. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai kegiatan yang termasuk dalam Program KKN Sebahu Cerdas dalam mewujudkan eksistensi Pojok Baca Desa Tarumajaya. B. TINJAUAN PUSTAKA Taman Bacaan Masyarakat adalah s ebuah lembaga yang melayani kebutuhan masyarakat akan informasi mengenai ilmu pengetahuan dalam bentuk bahan bacaan dan bahan pustaka lainnya (Khalida, 2015). Pojok baca adalah suatu tempat mengelolah bahan kepustakaan yang dibutuhkan oleh masyarakat sebag ai tempat penyelenggaraan program pembinaan kemampuan membaca dan belajar serta sebagai tempat mendapatkan informasi bagi masyarakat ( Silaen & Hasfera , 201 8 ). Selain itu menurut Marg ( Rofi'uddin & Hermintoyo, 2017 ) , menjelaskan bahwa pojok baca berbeda dengan perpustakaan karena sudut yang milik pengguna dan merupakan bagian dari sebuah ruangan yang mana buku mudah diakses. Pengguna memiliki kebebasan memilih buku - buku untuk diri mereka sendiri dan membaca berbagai b uku - buku menarik yang ditampilkan. Pojok baca ini menyediakan peluang untuk membaca secara mandiri , serta terlibat dalam kegiatan membaca kelompok . Pojok baca RW 08 Desa Tarumajaya memiliki koleksi 335 judul. Selain itu juga tedapat majalah, tabloid, surat kabar, kurang lebih berjumlah 76 buah. Pudut Baca adalah sebuah wadah yang didirikan dan dikelola baik oleh masyarakat RW 08 memberikan akses layanan bahan bacaan bagi masyarakat. Adakalanya pada program sudut baca melakukan kegiatan membaca bersama dan M emberikan Fasilitas untuk anak Tk dan anak SD untuk berkunjung pada Sudut baca. Pojok baca pertama kali dilaksanakan pada tahun 2018. Pengunjung pada pojok baca didominasi oleh anak - anak, namun tak jarang orang tua juga ikut serta berkunjung pada sudut ba ca. Seperti halnya Taman Bacaan Masyarakat , pojok baca juga berperan, yaitu sebagai tempat informasi, memperluas wawasan, hiburan edukatif, pembinaan watak moral, dan mengasah keterampilan ( Santy & Husna, 2019 ) . Selain itu, berdasarkan buku Pengelolaan Tam an Bacaan Masyarakat (2006), peran lainnya yaitu : (a) s arana pembelajaran bagi warga masyarakat untuk belajar mandiri, dan sebagai penunjang kurikulum program Pendidikan Luar Sekolah, khususnya program keaksaraan ; (b) s umber informasi yang bersumber dari b uku dan bahan bacaan lainnya sesuai dengan kebutuhan warga belajar dan masyarakat setempat ; (c) s umber penelitian dengan menyediakan buku - buku danbahan bacaan lainnya dalam studi kepustakaan ; (d) s umber rujukan yang menyediakan bahan refrensi bagi pembelaj aran dan kegiatan akademik lainnya ; dan (e) s umber hiburan (rekreatif) yang menyediakan bahan - bahan bacaan yang sifatnya rekreatif untuk memanfaatkan waktu senggang untuk memperoleh pengetahuan atau informasi baru yang menarik dan bermanfaat. Adapun manfaa t Pojok baca atau Taman Bacaan Masyarakat untuk hadir di masyarakat , yaitu, (1) sebagai manifestasi long life education; (2) memenuhi kebutuhan belajar dan mendorong peningkatan literasi masyarakat sehingga tercipta masyarakat yang mandiri dan cerdas; (3) menjadi wadah pemberdayaan pengguna terutama masyarakat; (4) menjadi media pendidikan dan transfer kebutuhan pada generasi yang akan datang (Shodiqin, 2019).

Method

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Menurut Sukmadinata (2011), penelitian deskriptif kualitatif ditujukan untuk mendeskripsikan dan menggambarkan fenomena - fenomena yang ada, baik bersifat alamiah maupun rekayasa manusia, yang lebih memperhatikan mengenai karakteristik , kualitas, keterkaitan antar kegiatan. Penelitian ini dilakukan di Pojok baca Kp. Goha Sabahu RT02 RW08 Desa Tarumajaya Kec. Kertasari Kabupaten Bandung 40386. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Adapun data sekunder adalah sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data (Sugiyono, 2017). Data primer dikumpulkan oleh peneliti untuk menjawab pertanyaan - pertanyaan penelitian. Pada penelitian ini jawaban data primer diperoleh dari hasil wawancara terhadap informan, yaitu penangung jawab dan pengguna pojok baca. Data sekunder diperoleh peneliti dari buku, jurnal, catatan, dan dokumen yang ada kaitannya dengan topik penelitian ini. Tek nik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mengumpulkan data (Sugiyono, 201 7 ). Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu observasi, kajian dokume n dan wawancara. Peneliti menggunakan wawancara semi terstruktur ( indept interview ) dengan menggunakan pedoman wawancara. Informan dalam penelitian berjumlah 3 orang yang terdiri dari 1orang penanggung jawab pojok baca yang bersinisial Y dan 2 orang warga RW 08 berinisial A dan R yang merupakan pengguna pojok baca. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan (Miles dan Huberman dalam Sugiyono, 2017 ).

Result & Discussion

Program KKN Sebahu Cerdas merupakan program inovasi Mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Nusantara yang diterapkan di Pojok Baca Desa Tarumajaya Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat. Program ini diselenggarakan karena mayoritas penduduk bekerja sebagai petani. Hal ini menjadikan sebagian besar waktu dihabiskan untuk bekerja di kebun, sehingga waktu untuk mengawasi anak - anak mereka juga berkurang. Padahal saat ini anak - anak juga sedang menjalani s ekolah daring atau online yang membutuhkan pendampingan dalam belajar. Para orang tua pun tidak bisa memberikan anak - anak mereka untuk mengikuti les tambahan karena tidak adanya biaya. Adanya program Sebahu Cerdas di Pojok Baca Desa Tarumajaya bisa menjadi alternatif solusi dan menghidupkan kembali peran pojok baca di Desa Tarumajaya. Program KKN Sebahu Cerdas berupa kegiatan pemasangan petunjuk arah, pengelolaan koleksi, pemasangan alas duduk dan inovasi layanan pada pojok baca. Kegiatan berupa pemasangan petunjuk arah yang dilakukan ternyata mampu membuat warga sekitar menyadari keberadaan pojok baca yang selama ini ada tetapi tidak diperhatikan keberadaannya. Selain itu, agar masyarakat tau letak persis pojok baca. Hal ini sesuai dengan pernyataan informa n R berikut: “Pemasangan papan petunjuk arah yang di pasang oleh anak – anak KKN Uninus setidaknya mengingatkan saya kembali bahwa pojok baca itu ada” (Wawancara, R, September, 2021) Gambar 1. Petunjuk Arah Pojok Baca Sumber: Peneliti, 2021 Kegiatan berupa pengelolaan koleksi berupa perapian dan preservasi koleksi yang rusak. Tujuan dari kegiatan pelestarian menurut Martoatmodjo (Dewi, Indah & Syam, 2020), adalah mengusahakan agar koleksi bahan pustaka selalu sedia dan siap pakai . Dalam kegia tan ini koleksi yang ada ditata kembali sesuai dengan kumpulan subjeknya. Adapun koleksi yang rusak juga ditambal dan dijilid kembali dengan isolasi. Selain itu, rak yang memiliki kaca retak juga diperbaiki agar tidak membahayakan pengunjung perpustakaan t erutama anak - anak. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan A dan R diketahui bahwa dengan adanya kegiatan ini ternyata memudahkan pengunjung dalam mencari koleksi yang dibutuhkan pada rak. Koleksi juga jadi lebih nyaman di pandang dan rapi. Selain itu, menurut informan Y para pengunjung jadi tidak sering bertanya ke pengelola pojok baca karena bisa secara mandiri dalam menemukan koleksinya. Hal ini menunjukkan bahwa pelestarian yang telah dilakukan juga dapat bermanfaat untuk, (a ) menyelamatkan nilai in formasi yang terkandung dalam setiap bahan pustaka atau dokumen; b) menyelamatkan bentuk fisik bahan pustaka atau dokumen; c) mengatasi kendala kekurangan ruang ( space ); d) mempercepat proses temu balik atau penelusuran dan perolehan informasi; dan e) menj aga keindahan dan kerapian bahan pustaka ( Martoatmodjo dalam Dewi, Indah & Syam, 2020). Gambar 2. Rak koleksi pojok baca Sumber: Peneliti, 2021 Kegiatan berupa pemasangan alas duduk pada area pojok baca membuat pengunjung pojok baca menjadi semakin nyaman dan betah berada di pojok baca. Hal ini dikarenakan pojok baca terlihat lebih rapi dari sebelumnya. Gambar 3. Pemasangan alas duduk S umber: Peneliti, 2021 Kegiatan berupa inovasi layanan pojok baca, yaitu dengan mengadakan lomba, penyiapan area untuk belajar online dan story telling juga mampu menarik pengunjung terutama anak - anak untuk selalu datang ke pojok baca. Anak - anak di Desa Tarumajaya menjadi terbiasa untuk berkunjung ke pojok baca untuk melakukan pembelajaran daring dan mengerjakan tugas sekolah. Selain itu, peminjaman dan penggunaan koleksi pada pojok baca juga meningkat karena anak - anak menjadi termotivasi setelah mengikuti lomba dan kegiatan story telling . Apalagi pada kegiatan lomba dan story telling yang diadakan anak - anak yang mampu menjawab pertanyaan akan memperoleh hadiah. Hal ini sesuai dengan pernyataan informan Y berikut: “Anak - anak jadi semakin banyak yang kesini semenjak adanya layanan story telling dan lomba. Awalnya mereka mungkin tertarik karena hadiahnya tetapi lama - lama mereka jadi suka datang kesini. Lalu suka membaca koleksi yang ada terutama yang bergambar”. (Wawancara, Y, September, 2021) Gambar 3. Aktivitas pengunjung pojok baca Sumber: Peneliti, 2021 Berbagai kegiatan ya ng berlangsung pada di Pojok Baca Desa Tarumajaya ini menunjukkan jika program yang ada bertujuan untuk me nghidupkan kembali eksistensi dari pojok baca yang ada. Melalui program sebahu cerdas ini menurut Sutarno (Sari & Rohmiyati, 2019), keberadaan pojok baca itu tidak sekedar ada, tetapi dapat melaksanaka n perannya sebagai sumber belajar dan mengembangkan ilmu pengetahuan masyarakat. Selain itu, pojok baca mampu memberikan sesuatu yang berguna, bernilai dan bers inergi dengan masyarakat .

Conclusion

Pojok baca merupakan salah satu sumber informasi yang seharusnya mampu digunakan oleh masyarakat dalam memenuhi kebutuhan informasinya. Hal ini berusaha diwujudkan oleh Pojok Baca Desa Tarumajaya Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat me lalui Program KKN Sebahu Cerdas yang digagas oleh Mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Nusantara. Program KKN Sebahu Cerdas berupa kegiatan pemasangan petunjuk arah, pengelolaan koleksi, pemasangan alas duduk dan ino vasi layanan pada pojok baca. Ternyata program ini mampu menjadikan keberadaan pojok baca dirasakan oleh masyarakat. Selain itu, program ini juga mampu menarik minat masyarakat terutama ana - anak untuk menggunakan pojok baca untuk berkegiatan. Dengan demiki an, eksistensi Pojok Baca Desa Tarumajaya mulai terbangun kembali.