Kembali
16
1
2022 Al Maktabah: Jurnal Kajian Ilmu dan Perpustakaan Vol 7 · 2 ISSN 2657-2346

Pengaruh Duta Baca Perpustakaan Universitas Bengkulu Sebagai Public Relations Terhadap Minat Baca Mahasiswa

Universitas Bengkulu

Abstrak

Seorang duta baca perpustakaan merupakan publik figur yang senang dengan aktivitas membaca dan dekat dengan dunia perpustakaan. Tugas utama duta baca perpustakaan sebagai motivator peningkatan minat baca terhadap seluruh mahasiswa yang berada di selingkungan Universitas Bengkulu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh duta baca Perpustakaan Universitas Bengkulu terhadap minat baca mahasiswa Universitas Bengkulu. Teknik pengumpulan data melalui observasi, penyebaran kuesioner, dan wawancara. Populasi dalam penelitian ini mahasiswa Universitas Bengkulu tahun ajaran 2018-2019 dengan sampel sebanyak 100 responden dan teknik pengumpulan data menggunakan teknik cluster random sampling, serta analisis data dilakukan dengan menggunakan rumus regresi linier sederhana, uji t dan koefesien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya pengaruh yang signifikan duta baca sebagai public relation di Perpustakaan Universitas Bengkulu terhadap minat baca mahasiswa Universitas Bengkulu. Hal ini dibuktikan dari hasil perhitungan kuisioner dengan hasil analisis linear sederhana diperoleh Y= 21,18 + (-0,008) X dan berdasarkan analisa hasil perhitungan t hitung = -0,089 lebih kecil dari pada ttabel = 1.98447 pada taraf signifikan 5% dan perhitungan t hitung lebih kecil dari pada t tabel. Ini berarti hipotesis kerja (HK) pada penelitian ditolak, dan hipotesis nihil (H0) diterima.

Abstract

An ambassador for reading library is a public figure who enjoys reading activitiy and is engaged with library activity. The main task of the library reading ambassador as a motivator to increase reading interest for all students in the Bengkulu University environment. The purpose of this research was to determine the effect of reading ambassadors at the Bengkulu University Library on the reading interest of Bengkulu University students. The data collection techniques through observation, distributing questionnaires, and interviews. The population in this research was Bengkulu University students for the 2018-2019 academic year with the sample of 100 respondents and the data collection technique employed the cluster random sampling technique, and data analysis was carried out using a simple linear regression formula, t test and coefficient of determination. The results showed that there was no significant effect of reading ambassadors as public relations at the Bengkulu University Library on the reading interest of Bengkulu University students. This is evidenced by the results of the questionnaire calculation with the results of simple linear analysis obtained Y = 21,18 + (-0,008) X and based on the analysis of the results of the calculation t count = -0,089 smaller than t table = 1.98447 at a significant level of 5% and the calculation t count smaller than t table. This means that the working hypothesis in the research was rejected, and the null hypothesis was accepted.
Keywords: Duta baca · Humas · Minat baca · Perpustakaan

Introduction

Proses mencari informasi yang efektif dan paling mudah dalam kehidupan masyarakat dapat dilakukan dengan membaca. Menurut Tarigan (2015:7)1 membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis. Tujuan membaca menurut Nurhadi (2007:222) ialah untuk mempengaruhi pemerolehan pemahaman bacaan2 . Menurut Sutarno (2006:19) minat baca adalah keinginan atau kecenderungan hati yang tinggi orang tertentu kepada suatu sumber bacaan tertentu.3 Menurut (Anjani, Dantes, dan Arawan, 2019: 75) “Minat baca adalah kecenderungan jiwa seseorang secara mendalam yang ditandai dengan perasaan senang serta berkeinginan kuat untuk membaca tanpa adanya paksaan.4 Minat baca masyarakat Indonesia tergolong rendah dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya. Indonesia berada di urutan 60 dari 61 negara yang disurvei. (sumber: m.detik.com) 5 . Menurut UNESCO menunjukkan data persentasi minat baca anak Indonesia pada angka 0,01 persen. Artinya dari 10.00 anak Indonesia hanya 1 anak yang senang membaca. (Sumber: edukasi.kompas.com) Berkaitan dengan adanya upaya untuk meningkatkan minat baca, dikalangan mahasiswa maka Perpustakaan Universitas Bengkulu mengadakan pemilihan “Duta Baca”. Duta Baca adalah seorang public relation yang senang dengan aktivitas membaca dan dekat dengan dunia perpustakaan. Duta baca merupakan reseprentatif atau praktisi public relation dari Perpustakaan. Tugas utama duta baca adalah sebagai motivator peningkatan minat baca masyarakat, serta sebagai pengungkit kegiatan perpustakaan dalam mengkampanyekan gerakan gemar membaca. Dutabaca Perpustakaan Universitas Bengkulu dapat dikatakan bagian dari public relation perpustakaan karena mewaliki Perpustakaan dalam menjalin, mempengaruhi dan menyampaikan pesan pesan yang telah menjadi tugas seorang duta baca. TINJAUAN PUSTAKA a. Duta Baca Perpustakaan Menurut Siti Majidah, tujuan diadakan duta baca perpustakaan perguruan tinggi adalah: 1). Agar dapat dikembangkan secara lebih luas daya guna dan fungsinya serta memberikan efek kebanggaan serta citra unggulan untuk promosi pada mahasiswa yang lain untuk minat baca. 2). Diharapkan secara resmi ditetapkan dan dibentuk oleh perguruan tinggi dengan kriteria khusus. 3). Menjadi simbol inspirator bagi mahasiswa lain. 4). Duta Pustaka dapat diberi tugas khusus tentang perpustakaan. 5). Duta Pustaka mendapat pelatihan dan pengetahuan standar perpustakaan dan kepustakaan. 6). Dapat membantu petugas perpustakaan dalam hal pelayanan yang membutuhkan koordinasi mahasiswa dari perpustakaan6 Perpustakaan Nasional sejak tahun 2006 telah mengangkat figur seseorang untuk menjadi “Duta Baca Indonesia” sebagai ikon atau simbul penggerak minat baca di Indonesia. Duta baca sendiri memiliki tugas pokok tertentu. (Rinaldo, 2017) 7 b. Public Relations Public relations yang sering diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai humas (hubungan masyarakat). MenurutFrank Jefkins, dalam (Maryam & Priliantini, 2018) yaitu sesuatu yang merangkum keseluruhan komunikasi yang terencana, baik ke dalam maupun ke luar organisasi dengan publiknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang dilandaskan pada saling pengertia8 Public relations adalah semua bentuk komunikasi yang terencana, baik itu kedalam maupun keluar, antara suatu organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan- tujuan spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian (Jefkins, 2003:9).9 Menurut Edward Bernyas yang dikutip olehDanandjaja(2011:14) menyatakan public relations memberikan informasi secara langsung dan persuasif kepada publik agar merubah tindakan dan sikap publik dapat berintegrasi dengan tindakan dan sikap publik dari suatu institusi10 . c. TEORI S-O-R Penelitian ini menggunakan teori S-OR (Stimulus, Organisme, Respon). Menurut teori ini, efek atau respon yang ditimbulkan adalah reaksi khusus terhadap stimulus khusus sehingga seseorang dapat mengharapkan dan memperkirakan kesesuaian antara pesan dari reaksi komunikan. Asumsi dasar dari model ini adalah, media massa menimbulkan efek yang terarah, segera dan langsung terhadap komunikan. Stimulus atau pesan yang disampaikan kepada komunikan mungkin diterima atau juga mungkin ditolak. Komunikasi akan berlangsung jika ada perhatian dari komunikan. Kemampuan komunikan inilah yang melanjutkan proses berikutnya, yaitu mengolah lalu menerima, maka terjadilah kesediaan untuk mengubah sikap (Effendy, 2003: 254). Menurut Nurjaman dan Umam, definisi komunikasi adalah kata yang mencakup segala bentuk interaksi dengan orang lain yang berupa percakapan biasa, membujuk, mengajar, dan negosiasi (Nurjaman & Umam, 2012:36).11 Menurut Effendy (2003:255) untuk menjadi komunikator yang efektif, harus mempunyai basis pengetahuan (content knowledge), pengalaman, motivasi, karena menumbuhkan hasrat untuk berkomunikasi, dan juga sikap menjadi hal kritis dalam membangun komunikasi yang efektif. 12 Keterkaitan teori S-O-R dalam penelitian ini adalah : 1. Stimulus yang dimaksud adalah pesan dari duta baca Perpustakaan Universitas Bengkulu, kepada mahasiswa (komunikator). 2. Organisme yang dimaksud adalah mahasiswa Universitas Bengkulu yang akan melalui tahapan perhatian, pengertian hingga penerimaan (Komunikan) mahasiswa Universitas Bengkulu sebagai komunikan yang merespon apa yang disampaikan oleh komunikator. 3. Minat dari mahasiswa Universitas Bengkulu untuk membaca (respon). Hasil atau tanggapan dari pesan yang disampaikain oleh komunikato

Method

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu dengan mengumpulkan data primer yang didapatkan melalui metode survei dimana informasinya dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Metode penelitian kuantitatif adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu (Sugiyono, 2014:8). 13 Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik yang dimiliki oleh subyek/obyek itu (Sugiyono, 2014:80).14 Menurut Sugiyono, (2017:81) sampel ialah bagian dari populasi yang menjadi sumber data dalam penelitian, dimana populasi merupakan bagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi. 15 Dalam penelitian ini, sampel yang digunakan adalah mahasiswa Universitas Bengkulu tahun ajaran 2018-2019 yang terdiri dari 8 fakultas sebanyak 4.616 dan yang berkunjung ke perpustakaan sebanyak 232 mahasiswa. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan rumus slovin n = N/1+Ne2 diperoleh sampel sebanyak 99,57 dibulatkan menjadi 100 responden

Result & Discussion

Peneliti memberikan pertanyaan dalam kuesioner berisikan 14 pertanyaan yang terdiri dari 7 pertanyaan untuk duta baca Perpustakaan dan 7 (tujuh) pertanyaan untuk minat baca mahasiswa Universitas Bengkulu. Karakteristik responden yang diteliti dalam penelitian ini adalah a. Tanggapan Responden Berdasarkan Variabel (X) Variabel (X) memiliki 7 pernyataan sebagai berikut : 1. Duta Baca Perpustakaan Universitas Bengkulu adalah seorang mahasiswa berprestasi dan kreatif. 2. Duta baca Perpustakaan Universitas Bengkulu senang melakukan aktivitas membaca 3. Duta baca Perpustakaan Universitas Bengkulu dekat dengan dunia perpustakaan 4. Saya belum mengetahui program kerja duta baca Perpustakaan Universitas Bengkulu 5. Saya mengetahui duta baca Perpustakaan Universitas Bengkulu melakukan kampanye yang di selenggarakan Perpustakaan Universitas Bengkulu 6. Duta baca Perpustakaan Universitas Bengkulu memiliki attitude yang baik 7. Duta baca Perpustakaan Universitas Bengkulu mampu mempengaruhi pemikiran mahasiswa Universitas Bengkulu dalam hal literasi Tanggapan responden pada tiap indikator pernyataan dapat dilihat lebih jelas pada tabel dibawah ini : Tabel 1 Duta Baca Perpustakaan Mahasiswa Berprestasi dan Kreatif No Penilaian Jlh % 1 Sangat Setuju 16 16,16% 2 Setuju 47 47,47% 3 Kurang Setuju 32 32,32% 4 Tidak Setuju 5 5,4 5 Sangat Tidak Setuju 0 0 Tabel 2. Duta Baca Perpustakaan Senang Beraktivitas Membaca No Penilaian Jlh % 1 Sangat Setuju 18 18,18% 2 Setuju 52 52,52% 3 Kurang Setuju 24 24,24% 4 Tidak Setuju 6 6,05% 5 Sangat Tidak Setuju 0 0 Tabel 3. Duta Baca Perpustakaan Dekat dengan Dunia Perpustakaan No Penilaian Jlh % 1 Sangat Setuju 17 17,17% 2 Setuju 47 47,47% 3 Kurang Setuju 28 28,28% 4 Tidak Setuju 8 8,07% 5 Sangat Tidak Setuju 0 0 Tabel 4. Saya Belum Mengetahui Program Kerja Duta Baca Perpustakaan No Penilaian Jlh % 1 Sangat Setuju 8 8,08% 2 Setuju 32 32,32% 3 Kurang Setuju 37 37,37% 4 Tidak Setuju 18 18,18% 5 Sangat Tidak Setuju 5 5,04 Tabel 5. Saya Mengetahui Duta Baca Perpustakaan Melakukan Kampanye yang Diselenggarakan Perpustakaan Universitas Bengkulu No Penilaian Jlh % 1 Sangat Setuju 17 17,17% 2 Setuju 39 39,39% 3 Kurang Setuju 34 34,34% 4 Tidak Setuju 10 10,09% 5 Sangat Tidak Setuju 0 0 Tabel 6. Duta Baca Perpustakaan Memiliki Attitude yang Baik No Penilaian Jlh % 1 Sangat Setuju 31 31,31% 2 Setuju 53 53,53% 3 Kurang Setuju 13 48,98% 4 Tidak Setuju 3 3,02% 5 Sangat Tidak Setuju 0 0 Tabel 7. Duta Baca Perpustakaan Mampu Mempengaruhi Pemikiran Mahasiswa Universitas Bengkulu dalam hal Literasi No Penilaian Jlh % 1 Sangat Setuju 15 15,15% 2 Setuju 35 35,35% 3 Kurang Setuju 44 44,44% 4 Tidak Setuju 6 6,05% 5 Sangat Tidak Setuju 0 0 Dari tabel 1 kebanyakan responden memilih setuju, tabel 2 kebanyakan responden menjawab setuju, table 3 kebanyakan responden yang menyatakan setuju, tabel 4 kebanyakan responden menjawab kurang setuju dan memilih setuju. Hal ini menunjukkan bahwa hampir semua responden belum mengetahui program duta baca Perpustakaan Universitas Bengkulu. Pada tabel 5 kebanyakan responden menjawab setuju dan kurang setuju. Hal ini menunjukkan bahwa hampir semua responden mengetahui campaign yang diselenggarakan oleh Perpustakaan yang dilakukan oleh duta baca Perpustakaan Universitas Bengkulu. Tabel 6 kebanyakan responden menjawab setuju, table 7 jawaban dari responden hampir seimbang dengan selisih 5 responden. Tetapi dengan selisih yang sedikit itu lebih banyak responden menjawab setuju. b.Tanggapan Responden Rerdasarkan Variabel (Y) Variabel (Y) memiliki 7 pernyataan sebagai berikut 1. Dari duta baca saya mengetahui manfaat membaca. 2. Adanya duta baca timbul kesadaran saya untuk membaca. 3. Adanya duta baca timbul kesadaran saya tertarik untuk membaca. 4. Duta baca dapat menimbulkan selera membaca saya. 5. Duta baca menjadikan saya selalu ingin membaca. 6. Saya rajin membaca karena duta baca 7. Denganmembaca ilmu pengetahuan saya bertambah. Untuk mengetahui lebih jelasnya tentang minat baca mahasiswa Universitas Bengkulu, jawaban responden dianalisa berdasarkan pertanyaan dari setiap indikator variable. Tanggapan responden terhadap variabel minat baca mahasiswa Universitas Bengkulu dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 8. Pernyataan Dari Duta Baca Saya Mengetahui Manfaat Membaca No Penilaian Jlh % 1 Sangat Setuju 1 1,1% 2 Setuju 42 42,42% 3 Kurang Setuju 38 38,38% 4 Tidak Setuju 13 13,13% 5 Sangat Tidak Setuju 6 6,05% Tabel 9. Pernyataan Adanya Duta Baca Timbul Kesadaran Saya untuk Membaca No Penilaian Jlh % 1 Sangat Setuju 1 1,01% 2 Setuju 38 38,38% 3 Kurang Setuju 39 39,39% 4 Tidak Setuju 17 17,17% 5 Sangat Tidak Setuju 5 5,04% Tabel 10. Adanya Duta Baca Perpustakaan Saya Tertarik Untuk Membaca No Penilaian Jlh % 1 Sangat Setuju 0 0 2 Setuju 27 27,27% 3 Kurang Setuju 52 52,52% 4 Tidak Setuju 17 17,17% 5 Sangat Tidak Setuju 4 4,03% Tabel 11. Pernyataan Duta Baca Perpustakaan Dapat Menimbulkan Selera Membaca Saya No Penilaian Jlh % 1 Sangat Setuju 0 0 2 Setuju 16 16,15% 3 Kurang Setuju 36 36,36% 4 Tidak Setuju 28 28,28% 5 Sangat Tidak Setuju 20 20,20% Tabel 12. Duta Baca Perpustakaa Menjadikan Saya Selalu Ingin Membaca No Penilaian Jlh % 1 Sangat Setuju 2 2,01% 2 Setuju 41 41,41% 3 Kurang Setuju 34 34,34% 4 Tidak Setuju 19 19,19% 5 Sangat Tidak Setuju 4 4,04% Tabel 13. Saya Rajin Membaca Karena Duta Baca Perpustakaan No Penilaian Jlh % 1 Sangat Setuju 2 2,01% 2 Setuju 4 4,04% 3 Kurang Setuju 41 41,41% 4 Tidak Setuju 37 37,37% 5 Sangat Tidak Setuju 16 16,16% Tabel 14. Dengan Membaca Ilmu Pengetahuan Saya Bertambah No Penilaian Jlh % 1 Sangat Setuju 10 10,10% 2 Setuju 43 43,43% 3 Kurang Setuju 39 39,39% 4 Sangat Tidak Setuju 8 8,07% 5 Sangat Tidak Setuju 0 0 Pada tabel 8 dapat diketahui 43,43% responden setuju Sedangkan 56,56% memilih kurang setuju, tabel 9 dapat diketahui bahwa 60,6% responden kurang setuju sedangkan 39,4% setuju, tabel 10 dapat diketahui bahwa 72,72% responden tidak tertarik untuk membaca sedangkan 27,27% responden tertarik untuk membaca, tabel 11 dapat diketahui bahwa 84,84% duta baca Perpustakaan Universitas Bengkulu tidak dapat menimbulkan selera membaca sedangkan 15,15% duta baca Perpustakaan Universitas Bengkulu menimbulkan selera membaca. Dari tabel 12 dapat diketahui bahwa 42,42% responden merasa duta baca Perpustakaan Universitas Bengkulu menjadikan responden selalu ingin membaca sedangkan 57,57% responden merasa tidak selalu ingin membaca setelah adanya duta baca. Dari tabel 13 dapat diketahui bahwa 94,94% responden tidak rajin membaca karena duta baca Perpustakaan Universitas Bengkulu, sedangkan 5,05% responden rajin membaca karena duta baca Perpusta kaan Universitas Bengkulu. Dari tabel 14 dapat diketahui bahwa 53,53% responden setuju dengan membaca ilmu pengetahuan bertambah. Sedangkan 46,46% tidak setuju dengan pernyataan membaca ilmu pengetahuan saya bertambah. PEMBAHASAN Pada Teori SOR (stimulus organisme respons) dalam penelitian ini, stimulus yang dimaksud adalah pesan dari duta baca Universitas Bengkulu berupa ajakan-ajakan atau kalimat-kalimat persuasif kepada mahasiswa Universitas Bengkulu dalam upaya untuk meningkatkan semangat gemar membaca dan menyuarakan kegiatankegiatan perpustakaan. Kemudian organisme yang dimaksud yaitu diharapkan pesan-pesan yang disampaikan oleh duta baca kepada mahasiswa Universitas Bengkulu secara terus menerus bisa membuat mahasiswa tanpa sadar mempelajari hal tersebut. T ahap pengertian dimana mahasiswa telah memberikan perhatian terhadap pesanpesan yang diterima dari duta baca maka komunikasi akan berlangsung dan akan memiliki keinginan untuk melaksanakan pesan yang didapatnya. komunikan (mahasiswa) akan membuat atau menentukan pesan yang diterimanya dari duta baca untuk melaksanakan pesan-pesan tersebut atau tidak, yang dalam penelitian ini konteksnya adalah keinginan untuk memulai gemar membaca atau tidak. Dan tahap terakhir adalah penerimaan, setelah mahasiswa (komunikan) menerima pesanpesan maka terjadila kesediaan untuk mengubah sikap dan dalam penelitian ini konteksnya adalah sikap untuk mulai gemar membaca atau tidak. Respon yang dimaksud adalah minat dari mahasiswa Universitas Bengkulu untuk membaca. Hasil penelitian didapatkan persamaan regresi Y=21,18+(-0,008)X, diperoleh koefesien b sebesar (-0,008). Koefesien b dinamakan koefesien arah regresi linier dan menyatakan perubahan rata-rata variable Y untuk setiap perubahan variable X sebesar satu point. Perubahan ini merupakan pertambahan apabila b bertanda positif dan penurunan atau pengurangan apabila b bertanda negatif. Dari hasil perhitungan di dapat b=(-0,008) artinya bertanda negatif, sehingga duta baca Perpustakaan Universitas Bengkulu tidak berpengaruh positif dalam menumbuhkan minat baca mahasiswa Universitas Bengkulu yang ditunjukkan dengan nilai negatif yang diperoleh setelah pengolahan secara manual. Dari perhitungan uji t dapat dilihat bahwa nilai t hitung diperoleh sebesar (-0,089) dibandingkan dengan nilai t tabel dengan taraf kepercayaan 95% atau α= 0,05. Ternyata harga t hitung = (-0,089) < dari t tabel = 1.98447. Sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan maka disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak. Melalui uji determinasi diperoleh R square = 0,0092 % yang artinya bahwa besarnya pengaruh variabel duta baca Perpustakaan Univesitas Bengkulu terhadap minat baca mahasiswa Universitas Bengkulu adalah sebesar 0,0092 % dan 99,99% lainnya diperankan oleh variabel lain yang tidak diteliti di dalam penelitian ini. Dari nilai t hitung lebih kecil daripada t tabel, dimana nilai t hitung adalah -0,089 sedangkan t tabel sebesar 1.98447. Jadi dapat diartikan bahwa secara simultan variabel Duta Baca Universitas Bengkulu (x) tidak berpengaruh terhadap variabel minat baca mahasiswa Universitas Bengkulu (y). Melalui uji determinasi diperoleh R square= 0,0092% yang artinya besarnya pengaruh variabel duta baca Perpustakaan Universitas Bengkuu terhadap minat baca mahasiswa Universitas Bengkulu adalah sebesar 0,0092% dan sisanya diperankan oleh variabel lain. Berdasarkan rumusan masalah, hal ini menunjukan bahwa tidak adanya pengaruh duta baca sebagai public relation Perpustakaan Universitas Bengkulu terhadap minat baca mahasiswa Universitas Bengkulu. Dalam penelitian ini bahwa Teori SOR (stimulus,organisme, respons) saat ini masih layak digunakan pada sebuah penelitian. Dimana pada teori ini mengasumsikan bahwa seorang komunikator dapat memberikan atau menanaman suatu pesan (stimulus) kepada khalayak sehingga akan terlihat dampaknya (respon). Yang layak dipilih sebagai duta baca adalah mahasiswa yang memang benarbenar suka membaca dan menulis.

Conclusion

Berdasarkan hasil uji statistik pada data penelitian ini dapat ditarik kesimpulan yaitu, tidak ada pengaruh duta baca sebagai public relation Perpustakaan Universitas Bengkulu terhadap minat baca mahasiswa Universitas Bengkulu. Mengingat bahwa duta baca Perpustakaan Universitas Bengkulu merupakan angkatan pertama yang dinobatkan sebagai duta baca Perpustakaan Universitas Bengkulu. SARAN Sebagai saran kiranya dapat dijadikan masukan bagi pihak yang bersangkutan, maka adahal lain yang bisa dilakukan oleh pemasar, seperti meningkatkan kinerja, merealisasikan program kerja yang telah ada seperti faculty tour, goes to campus, Library Expo, Perpustakaan. Selanjutnya dapat meningkatkan promosi perpustakaan