Kembali
16
1
2024 Al Maktabah: Jurnal Kajian Ilmu dan Perpustakaan Vol 9 · 1 ISSN 2657-2346

Optimalisasi Perpustakaan Sekolah di SMK Negeri 1 Baso Berdasarkan Standar Nasional Perpustakaan Sekolah Menengah Atas Nomor 12 Tahun 2017

Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana fungsi perpustakaan sekolah sebagai pusat pembelajaran di SMKN 1 Baso. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Perka No. 12 Tahun 2017 tentang Standar Nasional Perpustakaan Sekolah Menengah Atas merupakan teori yang digunakan untuk mengembangkan indikator dalam penelitian ini. Terdapat lima indikator yang harus dipenuhi untuk dijadikan pusat pemelajaran siswa. Subjek penelitian adalah siswa SMK Negeri 1 Baso sebanyak 100 siswa yang dijadikan sebagai sampel. Hasil yang akan dicapai dalam penelitian ini yakni perpustakaan sekolah di SMK Negeri 1 Baso berdasarkan Standar Nasional Perpustakaan Sekolah Menengah Atas No. 12 Tahun 2017, dengan lima indikator yaitu: 1) Indikator Koleksi Perpustakaan dengan nilai 2,58 dikategorikan ke dalam Tidak Sesuai, 2) Indikator Sarana Prasarana Perpustakaan dengan nilai 2,17 dikategorikan ke dalam Tidak Sesuai, 3)Indikator pelayanan perpustakaan dengan nilai 2,83 dikategorikan ke dalam Cukup, 3) Indikator Tenaga Perpustakaan dengan nilai 2,32 dikategorikan ke dalam Tidak Sesuai, 4) Indikator Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan nilai 2,70 dikategorikan ke dalam Cukup, maka dapat diambil kesimpulan bahwa variabel penelitian perpustakaan sekolah memiliki total nilai rata-rata yaitu sebesar 2,54 hal ini menandakan nilai tersebut berada dalam rentang skala interval 1,8 < X ≤ 2,6 yang berarti dapat digolongkan kedalam kategori belum optimal/kurang baik.

Abstract

The purpose of this study is to investigate how SMKN 1 Baso uses the school library as a learning resource. This study uses a descriptive methodology and is quantitative in nature. Perka No. 12 of 2017 concerning National Standards for Upper Middle School Libraries is the theory that was utilized to develop the indicators in this research. It contains five indicators that school libraries need to meet in order to become centers of learning for students. One hundred pupils from SMK Negeri 1 Baso served as samples for the investigation. The school library at SMK Negeri 1 Baso will be the research's outcome, and it will be based on the National High School Library Standard Number 12 of 2017, which has five indications, including: 1) Library Collection Indicator with a value of 2.58 categorized as Not Appropriate, 2) The Library Infrastructure Indicator with a value of 2.17 is categorized as Not Appropriate, 3) The library service indicator with a value of 2.83 is categorized as Sufficient, 3) The Library Personnel Indicator with a value of 2.32 is categorized as Not Appropriate, 4) The Technology Indicator Information and Communication with a value of 2.70 is categorized as Fair, so it can be concluded that the school library research variable has a total average value of 2.54, This indicates that the value is within the interval scale range of 1.8 < X ≤ 2,6 which means it can be classified into the not optimal/not good category.
Keywords: Perpustakaan Sekolah · sumber belajar · standar perpustakaan sekolah

Introduction

Pendidikan bertujuan untuk membentuk generasi yang memiliki pikiran yang cerdas, tubuh yang sehat, serta jiwa yang kuat. Generasi ini diharapkan memahami ilmu pengetahuan, memiliki keterampilan dan mampu mengembangkan potensi diri, kebijaksanaan dan akhlak mulia. Demi mencapai tujuan tersebut, diperlukan peningkatan mutu dan hasil belajar melalui inovasi dan pengelolaan proses belajar di sekolah, salah satunya dengan menyediakan perpustakaan sebagai alat pendidikan. Perpustakaan sekolah sangat penting untuk mendukung interaksi pengetahuan antara guru dan siswa. Menurut data dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, terdapat 34,19% sekolah di 34 provinsi di Indonesia belum memiliki perpustakaan. IFLA/UNESCO telah mengeluarkan pedoman untuk pengembangan perpustakaan sekolah di seluruh dunia pada tahun 2015. IFLA menyatakan bahwa peran dan kedudukan perpustakaan sekolah tidak bisa dipisahkan dari deklarasi perpustakaan sekolah (IFLA/UNESCO School Library Manifesto), yang menyebutkan bahwa perpustakaan sekolah mewariskan pengetahuan dan keterampilan belajar sepanjang hayat, mengembangkan imajinasi, serta memungkinkan generasi mendatang untuk hidup sebagai warga negara yang sadar dan logis. Menurut Rahadian perpustakaan merupakan pusat utama sebagai sumber pembelajaran dan informasi bagi penggunanya 1 . Sebagai tempat pengetahuan yang vital di sekolah, perpustakaan memainkan kedudukan penting dalam menunjang proses belajar mengajar. Karena bukan hanya sekadar tempat menyimpan buku, perpustakaan juga dijadikan sumber inspirasi dan pengetahuan bagi siswa. Dalam dunia pendidikan, perpustakaan merupakan jendela yang membuka wawasan siswa terhadap pengetahuan di luar diri mereka. Melalui berbagai bentuk dan jenis sumber belajar seperti manusia, buku, media massa, lingkungan, alat pembelajaran, dan museum, perpustakaan menjadi pusat pengetahuan yang berharga di lingkungan sekolah. Penelitian terdahulu tentang Buku Teks Pelajaran sebagai asal muasal referensi belajar Siswa di Perpustakaan Sekolah Di SMAN 3 Bandung menemukan bahwasanya pandangan siswa mengenai kualitas buku teks pelajaran, materi di dalam buku teks, serta bahasa buku teks sangat penting untuk memudahkan siswa dalam memfungsikan sumber belajar mereka2 . Berdasarkan fenomena yang disebutkan di atas, perpustakaan sekolah harus mampu menjalankan perannya sebagai pusat pembelajaran bagi siswa. Semakin optimal perpustakaan sekolah dalam memenuhi fungsinya, semakin besar pengaruh positif yang akan dirasakan siswa dalam proses belajar, prestasi, dan pandangan mereka terhadap sekolah, yang tengah diteliti oleh para peneliti saat ini adalah anak-anak sekolah. Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, mereka seringkali lebih suka menggunakan internet daripada memanfaatkan perpustakaan di sekolah. Namun, tetap ada beberapa anak yang menyukai atmosfer perpustakaan sekolah untuk mencari informasi. Salah satu masalah yang dihadapi adalah ketidakterpenuhan informasi yang mereka butuhkan di perpustakaan. Dari situlah muncul pertanyaan mengenai peran penting perpustakaan sekolah dalam memenuhi kebutuhan informasi siswa. Perpustakaan adalah tempat di mana informasi akurat dan relevan dapat ditemukan. Pertanyaannya, apakah perpustakaan sekolah sudah optimal dalam memberikan perannya sebagai sumber belajar bagi siswa? Oleh karena itu, penulis merasa tertantang untuk menganalisis posisi perpustakaan sekolah sebagai akar informasi bagi siswa, dengan harapan dapat memberikan arahan, saran, dan solusi yang diperlukan. TINJAUAN PUSTAKA 1. Perpustakaan a. Makna/ Penafsiran Perpustakaan Perpustakaan ditafsirkan sebagai tempat di mana orang dapat menemukan informasi tentang seluruh hal yang dibutuhkan manusia, termasuk informasi tentang ilmu pengetahuan, hiburan, rekreasi, dan ibadah. Perpustakaan adalah gudang informasi dan ilmu yang sangat penting. Perpustakaan adalah tempat di mana ide-ide manusia disimpan dan diterjemahkan ke dalam bahan pustaka, dalam UndangUndang Nomor 47 tahun 2007, menyatakan bahwa "perpustakaan ditafsirkan sebagai institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara cakap dengan menggunakan sistem yang baku untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi pemustaka3 . Perpustakaan dimaknai sebagai lembaga informasi atau tempat mengumpulkan, menyimpan serta memelihara koleksi pustaka baik buku maupun bacaan lainnya, Perpustakaan ini bukan hanya digunakan sebagai sumber informasi tetapi juga sebagai tempat yang menyenangkan untuk belajar, membantu meningkatkan aktivitas belajar siswa serta kualitas pendidikan dan meningkatkan pengajaran4 . Perpustakaan sebagai Jantung Lembaga Pendidikan mengenai definisi perpustakaan yaitu ruangan atau gedung yang dipakai sebagai tempat buku maupun terbitan lain yang biasa dikemas menurut tata susunan tertentu yang digunakan oleh pembaca dan bukan untuk dijual5 . Sesuai tafsiran yang dipaparkan di atas maka dapat disimpulkan bahwa pengertian perpustakaan dimaknai sebagai tempat/ruangan yang dibuat untuk menyimpan, mengelola, merawat dan memanfaatkan buku, dimana buku tersebut digunakan sebagai sumber informasi untuk siapapun yang membutuhkan, bahan pustaka yang ada dikelola dengan cara dan susunan tertentu bagi kemudahan pengguna dan bukan untuk diperjual belikan. b. Jenis-jenis Perpustakaan Beragam jenis perpustakaan dibedakan menurut tujuan, koleksi yang dimiliki, pengguna serta pihak yang memiliki wewenang dalam menyelenggarakan perpustakaan. Adapun perpustakaan terbagi menjadi beberapa jenis yakni: 1) Perpustakaan Nasional (National Library) Perpustakaan nasional adalah perpustakaan yang dibangun di ibu kota dan menjadi induk dari semua perpustakaan lain yang berdiri di negara tersebut. Perpustakaan nasional adalah perpustakaan yang didirikan di suatu negara (sebagian besar negara hanya memiliki satu) dengan tujuan utama melestarikan semua bahan perpustakaan cetak, audiovisual, dan multimedia yang diterbitkan di negara tersebut. 2) Perpustakaan Daerah/Wilayah Perpustakaan yang terdapat disetiap ibukota provinsi bertugas mengumpulkan dan melestarikan seluruh terbitan daerah bersangkutan. Berfungsi sebagai tempat perpustakaan referensi dan deposit di wilayahnya, pusat kerjasama antar perpustakaan daerah, serta berwewenang untuk membina perpustakaan di daerahnya. 3) Perpustakaan Umum (Public Library) Perpustakaan umum bertujuan untuk mengumpulkan, menyimpan, merapihkan, dan menyajikan koleksi bukunya bagi masyarakat umum, tanpa memandang latar belakang, agama, ras, budaya, usia, atau jenis kelamin. Koleksi perpustakaan umum mencakup berbagai macam subjek dan topik yang sesuai dengan kebutuhan informasi pengguna. 4) Perpustakaan Perguruan Tinggi Perpustakaan perguruan tinggi adalah sebuah lembaga yang didirikan untuk mengumpulkan, merawat, menyimpan, mengatur, melestarikan, dan memanfaatkan bahan pustaka guna mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.. 5) Perpustakaan Sekolah (School Library) Perpustakaan sekolah adalah lembaga yang bertugas mengumpulkan, merawat, mengatur, dan melestarikan koleksi buku-bukunya guna mendukung proses belajar mengajar di lingkungan sekolah. Fungsi perpustakaan sekolah meliputi pengembangan bakat dan keterampilan, menjadi pusat sumber informasi dan pembelajaran, tempat untuk penelitian sederhana, serta sebagai sarana rekreasi, perpustakaan ini menjadi tanggung jawab sekolah dalam menyediakan fasilitas untuk kegiatan belajar mengajar, penelitian sederhana, penyediaan bahan bacaan untuk peningkatan pengetahuan, serta sebagai tempat rekreasi yang bermanfaat di luar jam pelajaran6 . 6) Perpustakaan Khusus Perpustakaan khusus merupakan lembaga perpustakaan yang ada di institusi pemerintah dan swasta, yang menyediakan berbagai informasi yang sesuai dengan kebutuhan dan fokus bidang lembaganya, perpustakaan yang berada di institusi pemerintah maupun swasta, sering kali disebut sebagai perpustakaan kedinasan karena keberadaannya di lingkungan lembaga pemerintah atau swasta7 . Dalam penelitian ini peneliti khusus akan membahas terkait perpustakaan sekolah. 2. Perpustakaan Sekolah a. Pengertian Perpustakaan Sekolah Perpustakaan sekolah adalah lembaga perpustakaan yang didirikan oleh sebuah sekolah dan sepenuhnya dikelola oleh sekolah itu sendiri untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan secara keseluruhan. Perpustakaan sekolah dianggap sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran bagi guru dan siswa secara konkret. Perpustakaan sekolah adalah perpustakaan sekolah harus menyediakan beragam material dan peralatan sebagai sumber informasi untuk tujuan pendidikan dan pengembangan9 . Perpustakaan sekolah dilihat sebagai fasilitas pendukung di sekolah yang menyediakan berbagai materi, baik buku maupun sumber lainnya, yang tersusun secara teratur di ruangannya. Hal ini membantu siswa dan guru dalam proses belajar mengajar, sehingga perpustakaan turut berkontribusi dalam meraih kesuksesan pencapaian tujuan pendidikan dari lembaga yang mengelolanya10 . Menurut UU No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dan UU No. 43 tahun 2007 tentang perpustakaan, sekolah memiliki kewajiban untuk memiliki perpustakaan. Pasal 23 ayat (1) UU No. 43 tahun 2007 menyatakan bahwa setiap Sekolah/Madrasah harus memiliki perpustakaan yang memenuhi standar nasional perpustakaan, sesuai dengan standar nasional pendidikan. Perpustakaan dianggap sebagai salah satu sumber belajar yang sangat penting, yang memberikan kesempatan bagi tenaga kependidikan dan siswa untuk memperluas dan memperdalam pengetahuan melalui akses bahan pustaka yang tersedia di perpustakaan sekolah. Prastowo mengartikan perpustakaan sekolah sebagai sebuah fasilitas pendukung dalam proses pendidikan di sekolah, yang terdiri dari berbagai jenis materi, termasuk buku dan sumber lainnya, yang tersusun secara teratur untuk digunakan oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran, serta untuk mencapai tujuan pendidikan lembaga tersebut11 . Dari pengertian yang dijelaskan sebelumnya, maka peneliti bisa mendefinisikan pengertian perpustakaan sekolah adalah gedung/bangunan yang disediakan disetiap sekolah yang digunakan sebagai tempat menyimpan, merawat dan mengelola beragam jenis bahan pustaka dengan cara tertentu guna memudahkan pengguna di lingkungan sekolah (murid, tenaga pendidik dan karyawan) sebagai sumber belajar, sumber memperoleh informasi, pedoman dan bahan acuan/referensi dalam proses pembelajaran. b. Tujuan, Manfaat, Fungsi, dan Tugas Perpustakaan Sekolah 1) Tujuan Perpustakaan Sekolah Tujuan diselenggarakannya perpustakaan ialah menyajikan layanan informasi yang memuaskan kepada penggunanya dan menunjang keterkejaran visi dan misi badan/organisasi/instansi induknya12 . Pedoman penyelenggaraan perpustakaan sekolah menekankan pada peran perpustakaan untuk meningkatkan minat membaca, literasi informasi, serta pengembangan bakat dan kecerdasan peserta didik, pendidik, dan staf sekolah secara menyeluruh, termasuk kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. 2) Manfaat Perpustakaan Sekolah Perpustakaan sekolah berperan dalam menciptakan kegembiraan siswa terhadap kegiatan membaca, menyediakan pengalaman belajar yang kaya di luar ruang kelas, mengajarkan kebiasaan belajar mandiri dan berkelanjutan, mempercepat pemahaman materi pelajaran yang diajarkan oleh guru, membantu guru dalam penyusunan materi pembelajaran, mendukung kelancaran tugas-tugas staf sekolah, dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk seluruh anggota komunitas sekolah.13 . 3) Fungsi Perpustakaan sekolah Dalam konteks manajemen dan pengaturan tata kerja, terdapat enam fungsi umum dari perpustakaan sekolah, yaitu: fungsi informasi, fungsi pendidikan, fungsi kebudayaan, fungsi rekreasi, dan fungsi penelitian.14 . Dengan demikian, fungsi perpustakaan sekolah meliputi menyediakan sumber pembelajaran dan informasi, meningkatkan minat membaca, menjaga dan melestarikan koleksi buku, serta menyediakan wahana untuk penelitian dan rekreasi. c. Tugas Perpustakaan Sekolah Tugas perpustakaan sekolah dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori utama. Pertama, perpustakaan bertanggung jawab untuk menghimpun, mengumpulkan, memanfaatkan, merawat, dan mengembangkan secara berkelanjutan berbagai jenis bahan koleksi atau sumber informasi. Kedua, perpustakaan mengelola sumber informasi tersebut dengan menggunakan sistem dan prosedur tertentu, mulai dari saat bahan pustaka diterima hingga siap disajikan kepada pengguna, yaitu siswa dan guru di lingkungan sekolah. Ketiga, perpustakaan menyediakan sumber informasi atau bahan pustaka kepada semua anggota sekolah yang membutuhkannya sesuai dengan kebutuhan individual mereka. 3. Standar Nasional Perpustakaan Sekolah Menengah Atas Peraturan Kepala No.12 Tahun 2017 mengenai Standar Nasional Perpustakaan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah mencakup persyaratan koleksi, infrastruktur, layanan, staf perpustakaan, dan teknologi informasi dan komunikasi. Standar ini berlaku untuk semua perpustakaan sekolah menengah atas/madrasah aliyah, baik yang dikelola oleh pemerintah maupun swasta. a. Standar koleksi Koleksi perpustakaan mencakup berbagai jenis bahan seperti buku teks, buku pendukung kurikulum, buku bacaan, buku referensi, terbitan berkala seperti majalah dan surat kabar, materi audiovisual, rekaman suara, rekaman video, serta sumber elektronik. Bukubuku tambahan memiliki perbandingan 70% nonfiksi dan 30% fiksi, dengan ketentuan bila 3 s.d 6 rombongan belajar jumlah buku sebanyak 1.000 judul, 7 s.d 12 rombongan belajar jumlah buku sebanyak 1.500 judul, 13 s.d 18 rombongan belajar jumlah buku sebanyak 2.000 judul, 19 s.d 27 rombongan belajar jumah buku sebanyak 2.500 judul. seterusnya penambahan sebanyak 6%). Perpustakaan melanggan paling sedikit 3 (tiga) judul majalah dan 3 (tiga) judul surat kabar. Teori ini juga didukung oleh pandangan yang menyatakan bahwa terdapat dua jenis koleksi buku yang harus ada di perpustakaan sekolah secara umum, yaitu buku bacaan/buku teks dan buku ilmiah yang berisi materi dan referensi informatif yang dapat digunakan sebagai sumber belajar. Kedua jenis buku ini merupakan bahan yang umumnya digunakan sebagai referensi, sumber belajar, atau materi ajar dalam proses pembelajaran16 . b. Sarana Prasarana Luas gedung perpustakaan sekolah minimal 0,4 m2 x jumlah siswa, dengan ketentuan jika 3 s.d 6 rombongan belajar luas gedung paling minim 72 m2, 7 s.d 12 rombongan belajar luas gedung paling minim 144 m2, 13 s.d 18 rombongan belajar luas gedung paling minim 216 m2, 19 s.d 27 rombongan belajar luas gedung paling minim 288 m2. Gedung/ruang perpustakaan paling sedikit meliputi: area koleksi, area baca, area kerja dan area multimedia. Prasarana perpustakaan sekolah adalah pendukung inti berjalannya kegiatan pelayanan perpustakaan meliputi meja sirkulasi, ruang perpustakaan, rak buku, meja kursi dan hal lain sebagai pendukung terlaksananya pelayanan perpustakaan17 . c. Pelayanan Perpustakaan Perpustakaan menyediakan layanan kepada pengunjung selama minimal 8 jam setiap hari kerja, yang mencakup pelayanan sirkulasi, referensi, dan literasi informasi sebagai layanan dasar. Programprogram yang diwajibkan untuk perpustakaan sekolah meliputi program wajib baca, program pendidikan pemustaka sekali setahun, dan program literasi informasi minimal empat kali dalam setahun untuk setiap tingkatan kelas. Selain itu, perpustakaan melakukan promosi melalui brosur, majalah dinding, daftar buku baru, display koleksi perpustakaan, dan mengadakan perlombaan yang terkait dengan penggunaan perpustakaan. Perpustakaan sekolah diharapkan mampu berdiri sendiri dan mempromosikan keberadaan dan perannya di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengembangkan perpustakaan melalui promosi, seperti pembagian brosur, display koleksi, majalah dinding, spanduk, dan penyelenggaraan lomba sesuai dengan karakteristik perpustakaan sekolah.. d. Tenaga Perpustakaan Perpustakaan harus dikelola oleh minimal satu orang tenaga perpustakaan. Jika jumlah rombongan belajar di sekolah/madrasah melebihi enam rombongan, sekolah harus memiliki minimal dua orang tenaga perpustakaan dengan kualifikasi setidaknya diploma dua dalam bidang ilmu perpustakaan, atau orang yang memiliki minimal diploma dua di luar bidang perpustakaan dari perguruan tinggi yang terakreditasi, dan dapat menjadi pustakawan setelah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan di bidang perpustakaan. e. Teknologi Informasi dan Komunikasi Perpustakaan sekolah menengah/madrasah aliyah menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam pelayanan dan pengelolaan informasi untuk meningkatkan efisiensi dan memenuhi kebutuhan pengunjung. Ketersediaan teknologi informasi di perpustakaan akan menghadirkan alternatif yang bervariasi untuk penyediaan layanan perpustakaan. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang layanan perpustakaan sekolah bisa kita terawang dari beberapa hal seperti, layanan sirkulasi, referensi, jurnal, mutltimedia, internet18 . 4. Optimalisasi Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) “optimalisasi” bersumber dari kata dari kata dasar “optimal” yang memiliki arti tertinggi, terbaik, paling menguntungkan, menjadi paling tinggi, menjadi paling baik, cara, proses, metodologi, aksi yang membuat sesuatu menjadi lebih/seluruhnya sempurna, fungsional dan efisien. Optimalisasi merupakan pencapaian hasil yang sesuai dengan harapan, diartikan sebagai pencapaian efektif dan efisien. Ini berarti memenuhi seluruh kebutuhan dari kegiatan yang dilakukan. Optimalisasi dijelaskan sebagai usaha untuk mencapai nilai terbaik dari beberapa fungsi yang diberikan dalam suatu konteks, atau cara untuk maksimalkan kegiatan sehingga menghasilkan keuntungan yang diinginkan atau diharapkan.19 . Definisi lain mengungkapkan optimalisasi adalah menjadikan paling baik, memecahkan masalah dimana seseorang berusaha memaksimalkan fungsi suatu elemenelemen yang tersedia20 . Dari penjelasan yang dipaparkan sebelumnya peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa optimalisasi adalah suatu proses dan upaya menggunakan sesuatu yang kita miliki dengan semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan tertentu yang membawa dampak yang baik sesuai dengan apa yang diharapkan. Jadi optimalisasi adalah usaha untuk meningkatkan aktivitas sehingga mencapai keuntungan yang diidamkan atau diinginkan. Ini juga bisa diartikan sebagai proses dan langkah-langkah yang digunakan dalam berbagai konteks untuk mencapai tujuan tertentu serta menghasilkan dampak positif bagi pencapaian tujuan tersebut.

Method

Peneliti menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Pendekatan ini menitikberatkan pada fenomena objektif yang dianalisis secara kuantitatif. Studi ini bertujuan untuk secara kuantitatif mendeskripsikan sejauh mana perpustakaan di SMK Negeri 1 Baso memenuhi Standar Nasional Perpustakaan Sekolah Nomor 12 Tahun 2017. Metode ini dipilih karena dapat memberikan kesimpulan yang valid, terstruktur, dan terukur dengan menggunakan data angka-angka yang jelas. Penelitian dilakukan di SMK Negeri 1 Baso. Penelitian dilakukan pada bulan Januari – Maret 2024. Subjek yang peneliti teliti adalah siswa/siswi SMK Negeri 1 Baso. Sementara itu, fokus penelitian ini adalah pada Standar Nasional Perpustakaan Sekolah Nomor 12 Tahun 2017. Populasi yang menjadi subjek penelitian adalah siswa yang menggunakan perpustakaan di SMK Negeri 1 Baso, dengan jumlah total 461 siswa. Besaran sampel saat penelitian adalah 100 orang siswa SMK Negeri 1 Baso, ditentukan dengan rumus Slovin menggunakan nilai kritis sebesar 10%. Peneliti memilih menggunakan metode simple random sampling untuk mengambil sampel. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan pengambilan sampel secara acak tanpa mempertimbangkan strata yang ada dalam populasi, sehingga menghemat waktu dan mempermudah proses pengumpulan data. Pendekatan deskriptif dipilih oleh peneliti untuk menggambarkan fakta mengenai optimalisasi perpustakaan di SMK Negeri 1 Baso sesuai Standar Nasional Perpustakaan Sekolah Nomor 12 Tahun 2017.

Result & Discussion

Subjek Informasi Standar Nasional Perpustakaan SMA/Madrasah Aliyah berdasarkan Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional RI Nomor 12 Tahun 2017 Tabel 1. Rekap data indikator SNP SMA/Madrasah berdasarkan Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional RI No.12 Tahun 2017 di perpustakaan SMK Negeri 1 Baso No Pertanyaan Skor Jawaban 1. Jenis koleksi karya cetak 2,56 Cukup Baik 2. Koleksi referensi 2,01 Kurang Baik 3. Koleksi Terbitan Berkala 1,91 Kurang Baik 4. Buku Teks Wajib 2,37 Kurang baik 5. Area Perpustakaan 2,63 Cukup baik 6. Sarana Prasarana Penunjang Kelengkapan Perpustakaan 2,90 Baik 7. Lokasi Perpustakaan Berada Di Pusat Kegiatan Pembelajaran 2,35 Cukup baik 8. Pelayanan Kepada Pemustaka Minimal 8 Jam Perhari Kerja 2,78 Baik 9. Melakukan Kegiatan Promosi Perpustakaan 2,81 Baik 10. Koleksi Berintegrasi atau Menyesuaikan Dengan Kurikulum 2,08 Kurang baik Sekolah 11. Pelayanan Berupa Kegiatan Yang Dapat Mendorong Siswa Gemar Membaca dan Tertarik Menggunakan Perpustakaan 2,11 Kurang baik 12. Pustakawan Dapat Membantu Siswa Dalam Seluruh Jenis Layanan Terutama Sirkulasi Dan Referensi 2,08 Kurang baik 13. Kesigapan Pustakawan Dalam Proses Sirkulasi 2,28 Kurang baik 14. Kejelasan Informasi Yang Diberikan Pustakawan 2,34 Kurang baik 15. Kepuasan Siswa Dengan Pelayanan Yang Diberikan Oleh Pustakawan 2,82 Baik 16. Menggunakan Alat Teknologi Informasi Komunikasi 2,91 Baik 17. Siswa Menggunakan komputer 1-2 Jam Dalam Sehari Untuk Menemukan Sumber Belajar 2,67 Baik 18. Ketersediaan Komputer Di Perpustakaan Membantu Siswa 2,20 Kurang baik 19 Kondisi Komputer 2,28 Kurang Yang Ada Di Perpustakaan Berfungsi Dengan Baik baik Berdasarkan analisis yang dilakukan, ditemukan bahwa secara keseluruhan, perpustakaan SMK Negeri 1 Baso tidak mencapai tingkat optimal atau memadai sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan Sekolah Menengah Atas Nomor 12 Tahun 2017. Hal ini terungkap dari ratarata nilai sebesar 2,54 seperti yang terlihat dalam tabel di bawah ini: Tabel 2. Optimalisasi Perpustakaan Sekolah Di SMK Negeri 1 Baso Berdasarkan SNP Sekolah Menengah Atas No. 12 Tahun 2017 No Indikator Nilai Ratarata Kategori Total Nilai Rata-rata 1. Koleksi Perpustak aan 2,58 Tidak Sesuai 𝑷 = 𝑭 𝑵 𝒙𝟏𝟎𝟎% = 𝟏𝟐,𝟕 𝟓 𝒙𝟏𝟎𝟎% = 𝟐, 𝟓𝟒 2. Sarana Prasarana Perpustak aan 2,17 Tidak Sesuai 3. Pelayanan Perpustak aan 2,83 Cukup 4. Tenaga Perpustak aan 2,32 Tidak Sesuai 5 Teknologi Informasi dan Komunika si 2,70 Cukup Jumlah 12,7 Berdasarkan kelima indikator tersebut di atas dengan perolehan nilai ratarata 2,54, maka dapat peneliti simpulkan bahwa optimalisasi perpustakaan sekolah di SMK Negeri 1 Baso tergolong belum optimal/kurang baik. Berdasarkan hasil yang telah peneliti peroleh tersebut maka, pihak pustakawan dan sekolah harus ekstra dalam mengoptimalkan seluruh komponen yang ada diperpustakaan SMK Negeri 1 Baso. Perlu dilakukan peningkatan fasilitas yang belum tersedia dan pemeliharaan yang lebih baik terhadap fasilitas yang sudah ada. Selain itu, perhatian yang lebih besar perlu diberikan terhadap keadaan dan jumlah koleksi agar perpustakaan sekolah dapat lebih bermanfaat bagi seluruh warga sekolah, khususnya siswa.

Conclusion

Berdasarkan hasil penelitian dengan penyebaran angket tentang optimalisasi perpustakaan sekolah di SMK Negeri 1 Baso berdasarkan Standar Nasional Perpustakaan Sekolah Menengah Atas Nomor 12 Tahun 2017, maka dapat diambil kesimpulan bahwa variabel penelitian perpustakaan sekolah memiliki total nilai rata-rata yaitu sebesar 2,54 hal ini menandakan nilai tersebut berada dalam rentang skala interval 1,8 < X ≤ 2,6 yang berarti dapat digolongkan kedalam kategori belum optimal/kurang baik. Nilai tersebut bersumber dari evaluasi lima indikator, meliputi standar koleksi perpustakaan, fasilitas perpustakaan, layanan yang diberikan, kualifikasi tenaga perpustakaan, dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya beberapa kelemahan yang perlu diperbaiki, dan peneliti memberikan saran sebagai bahan pertimbangan untuk meningkatkan peran perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar bagi siswa di SMK Negeri 1 Baso, serta sebagai pedoman untuk penelitian masa depan, yaitu: Pertama, bagi perpustakaan SMK Negeri 1 Baso sebagai tempat dilakukannya penelitian hendaknya meningkatkan jumlah dan jenis koleksi yang disediakan sebagai sumber belajar siswa, meningkatkan jumlah sarana prasarana yang mendukung jalannya kegiatan di perpustakaan, dan menambah tenaga pustakawan untuk pengelolaan perpustakaan sekolah yang sesuai dengan Standar Nasional perpustakaan Sekolah Menengah Atas Nomor 12 Tahun 2017. Kedua, Para siswa di SMK Negeri 1 Baso yang menjadi responden dalam penelitian ini diharapkan dapat lebih aktif dalam memanfaatkan perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan informasi dalam proses pembelajaran dan menyelesaikan tugas sekolah. Selain itu, kepada pembaca dan peneliti yang akan datang, diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi untuk meningkatkan pemahaman dan menginspirasi penelitian lanjutan yang berkaitan dengan topik ini, sehingga dapat diperbaiki dan diperdalam ke depannya mengenai peran perpustakaan sekolah.